Disclaimer :

Ilana Tan

Character :

Chanyeol

Baekhyun


In a Blue Moon


Epilog

"APA? Demi Tuhan," gerutu Chanyeol dengan ponsel menempel di telinga. "Aku tidak tahu, Pop. Kau harus bertanya sendiri kepada Baekhyun. Tunggu sebentar." Ia mengulurkan ponselnya kepada Baekhyun yang duduk di sampingnya. "Pop ingin bicara denganmu."

Alis Baekhyun terangkat heran. Ia meletakkan burger-nya di atas pangkuan, mengelap tangan dengan serbet dan menerima ponsel yang disodorkan. "Halo, Mr. Park."

"Baekhyun! Apa kabar?"

Baekhyun otomatis menjauhkan ponsel sedikit dari telinga. Suara kakek Chanyeol terdengar sangat lantang dalam kesunyian siang hari di Shakespeare Garden, Central Park, di mana ia dan Chanyeol sedang menikmati makan siang sederhana, bunga-bunga yang bermekaran dan sinar matahari yang hangat di pengujung musim semi. "Sangat baik, Mr. Park," sahut Baekhyun dengan suara yang lebih pelan, berharap Gordon Park juga memelankan suara. "Kuharap Anda juga sehat."

"Aku sangat sehat!" seru Gordon Park riang, sama sekali tidak merendahkan suara. "Omong-omong, Baekhyun, aku baru saja bertanya kepada Chanyeol apakah kalian bersedia menamai anak laki-laki pertama kalian nanti dengan namaku?"

Baekhyun tersedak kaget dan langsung terbatuk-batuk. Kalau ia masih sedang mengunyah burger-nya saat itu, ia yakin burger-nya akan menyembur keluar melalui hidungnya. "Maaf, apa?" katanya dengan suara tercekik sementara ia melotot ke arah Chanyeol yang tertawa terbahak-bahak.

"Kuharap kau dan Chanyeol bersedia menamai anak laki-laki pertama kalian Gordon," ulang kakek Chanyeol, mengabaikan tawa Chanyeol yang pasti terdengar olehnya. "Gordon itu nama yang kuat, berwibawa..."

"Mr. Park, aku tidak hamil!" sela Baekhyun dengan wajah panas.

"Oh, tentu saja, Sayang. Maksudku setelah kalian menikah nanti. Kuharap kalian tidak menunggu terlalu lama. Jadi ketika cicit laki-laki pertamaku lahir, aku berharap kalian menamakannya Gordon. Bagaimana?"

Baekhyun tidak bisa berkata-kata sejenak. Ia menoleh menatap Chanyeol, tetapi laki-laki itu masih sibuk tertawa. Akhirnya ia berkata, "Sir, bagaimana kalau Gordon dijadikan nama tengahnya saja?"

Chanyeol langsung berhenti tertawa dan menatap Baekhyun dengan raut wajah tercengang.

"Kuharap Anda mengerti, aku hanya ingin anak laki-laki pertamaku memiliki nama almarhum ayahku," lanjut Baekhyun.

"Oh, tentu saja!" kata Gordon Park gembira. "Kurasa itu ide yang sangat bagus. Ya, ya. Gordon sebagai nama tengah juga bagus."

Baekhyun mengulurkan ponsel Chanyeol kembali kepada laki-laki itu ketika Gordon Park sudah memutuskan hubungan.

"Apa?" tanyanya ketika Chanyeol masih menatapnya dengan ekspresi yang belum berubah.

"Apakah itu artinya kau mau menikah denganku?" Tanya Chanyeol takjub.

Baekhyun mengangkat sebelah bahu. "Entahlah," sahutnya sambil lalu. "Lagi pula kau masih belum bertanya kepadaku."

"Belum bertanya?" ulang Chanyeol dengan nada tidak percaya.

"Apakah kau lupa sudah berapa kali... Oh, baiklah." Ia memutar tubuh menghadap Baekhyun, meraih tangan kiri Baekhyun dan menggenggamnya. Sejenak ia terlihat gugup, namun ketika ia menatap Baekhyun, mata birunya yang gelap itu terlihat serius. "Byun Baekhyun, kau tahu aku mencintaimu. Sangat. Aku berharap bisa menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Jadi aku bertanya dengan segala kesungguhan dan ketulusan hatiku..." Chanyeol berhenti sejenak, menelan ludah. Kilatan gugup itu kembali terlihat di matanya. Kemudian ia meremas tangan Baekhyun dan melanjutkan dengan suara yang lebih rendah, "Bersediakah kau menikah denganku?"

Di siang hari menjelang musim panas itu, sementara mereka duduk berdampingan di bangku kayu di Shakespeare Garden di Central Park, Baekhyun menatap mata Park Chanyeol dengan senyum lebar dan jantung berdebar-debar.

Lalu ia mengangguk.


END


yaahh dikit banget ya, (namanya juga epilog)

huhu udah selesai nih ff In a Blue moon nya, makasih yang udah nungguin sampe selesai

almaepark : iyaa itu tadinya aku pengen tidur, tapi keinget ff belum diupdate jadi langsung buru-buru ngetik deh dan berakhirlah update tengah malam and yeah you're the first

Yoon745 : berasa banget ya ngenesnya *dirikujuga* THANK YOU TOO AND I LOVE U SM *muaah

hulas99 : sudah di next yaa makasih

ay : sudah

BaekHill : emang tuh pas baca pertama kali aku juga dalem hati "emm mantap skakmat lah kau miranda"

VFlicka6104 : wah aku kalo novel fantasy cuma harry potter doang padahal itu tebel, coba kalo disuruh baca buku pelajaran, mau tipis kek juga gak bakalan dibaca wkwkw

byeoongbaek : sesungguhnya miranda bukan hambatan yang menyiksa, jika chanbaek buat orang lumer

izzahnurul034 : yeay

hyuniee86 :disini cy emang gentle banget duuh, aamiin makasih ya doanya

akusiapa : walaupun ada orang ketiga, mereka tidak bisa dirobohkan hehe

parkobyunxo : iyaa udah abis, duuh aku tersentuh akhirnya ada orang yang bakal kangen sama aku, aamiin ya allah makasih ya doanya, makasih juga udah ngikutin ff ini sampe selesai

park yeolna : udah di next, makasih juga udah baca ff ini

Jeonharu : walaupun gak secantik baekkie, semoga kamu dapet jodoh yang kaya chanyeol, banyak saja berdoa


Akhir kata pada kalian yang sudah baca, fav, follow, dan review, karena kalianlah ff ini bisa selesai

Terima Kasih