Seharusnya kehidupan sekolah mereka berjalan lancar tanpa drama yang tidak jelas. Seharusnya hubungan mereka biasa saja; takada rasa negatif yang mengiringi, sehingga mereka selalu bersama layaknya pulpen dengan tintanya. Benang yang mengikat jari mereka harusnya lurus tanpa buntelan yang membingungkan lagi merepotkan.

Namun, apa daya semua hal tersebut tidak terjadi. Layaknya sebuah bunga tidur yang kehadirannya selalu diharap nyata, keduanya mengharap ikatan yang terjalin adalah ikatan lurus tanpa hambatan dan erat tanpa terjamin putus. Siapa sangka yang terjadi di lapangan adalah kebalikannya?

Semuanya dimulai sejak peristiwa itu, ketika sekolah menyelenggarakan salah satu acara penting; pengenalan terhadap calon-calon ketua dan wakil ketua OSIS. Acara berlangsung khidmat ketika satu per satu pasangan menyampaikan visi dan misi. Hingga tiba giliran satu pasangan, kegaduhan yang sebelumnya nihil di aula terlahir.

Seorang remaja berdiri dari kursinya, dan menunjuk tepat ke arah pasangan di panggung aula. Ah, tidak, secara tepat dirinya menunjuk ke arah calon ketua OSIS berambut hijau gradasi. Netra emasnya benar-benar tajam menusuk terhadap subjek bermata sipit. Ketika si remaja dengan rambut merah api itu disuruh duduk kembali oleh guru-guru, mulutnya membuka lebar; menyerukan sebuah perkataan secara lantang dan menggelegar, mengalahkan bisingnya bunyi mik yang dipakai para kandidat ketua dan wakil ketua OSIS di panggung, dan mensenyapkan ruang dari segala suara.

Seruan remaja kelas satu itu adalah, "Lawakanmu garing, Nurude Sasara!"

"HAAAH?!"

"Harai Kuuko, setelah ini pergi ke BK!"

Begitulah awal terciptanya seutas benang yang bahkan bumi dan langit pun heran mengapa bisa terjadi; tentang kekusutan benang antara Nurude Sasara si Ketua OSIS, dan Harai Kuuko si Murid Badung.

.

.

.


Judul: Filati

Disclaimer: Hypnosis Microphone milik KING RECORD, IDEA FACTORY, dan Otomate. Ff halu ini karya Saika Tsuruhime

Pair: Nurude Sasara x Harai Kuuko

WARNING!: Penuh ke-OOC-an tiada akhlak, Highschool!AU, kesalahan penulisan dan bahasa yang membosankan di mana-mana, humor receh dan bobrok, sho-ai, fokus SasaKuu (yang lain pajangan), dan lain-lain sebagainya yang dapat Anda temui seiring berjalannya cerita.

Tidak ada keuntungan yang author dapatkan dari ff ini, kecuali ngasup

Don't Like, Don't Read!