"Gawat! Dia menggagalkan ritual kita!" Keluh salah seorang Cult. Mereka berpencar setelah salah satu anggota mereka tewas meledak oleh kekuatan Iruma yang berubah menjadi Evil Tiga. Kini mereka menjadi panik karena tak tahu lagi apa yang harus mereka perbuat.

"Dibelakangmu!" Evil Tiga muncul di belakang salah satu anggota Cult lalu menebaskan kakinya menghantam kepala orang itu. Kepalanya pun meledak. Isi benaknya berserakan kemana-mana. Orang-orang menjerit ketakutan. Beberapa pingsan karena jijik.

"Kau! Beraninya kau! Teganya kau membunuh sebangsamu!?" Umpat salah satu dari para Cult yang tersisa.

Evil Tiga tertawa layaknya orang kesetanan mendengar kata-kata mereka barusan. " Beraninya kalian menyamakan diri kalian dengan ku. Aku adalah monster penghancur tak terkalahkan! Dan kalian tak lebih dari kera bodoh yang akan jadi mangsaku!"

Para Cult lainnya terlihat makin ketakutan. Evil Tiga pun sudah bersiap untuk mengakhiri semuanya dengan sinar penghancur miliknya. Tapi pada saat itu juga hal yang tak terduga muncul. Awan-awan berat memenuhi angkasa. Langit menjadi gelap. Dari sana, seekor naga hitam raksasa muncul dan turun ke daratan.

Orang-orang yang sudah panik makin panik. Para Cult pasrah, nampaknya tujuan mereka sudah usai. Sementara Iruma hanya berdiri tenang melihat naga itu turun dari langit. Tak lupa dia membatalkan transformasinya.

"Apa yang terjadi!?" Tanya Ken yang baru saja keluar dari Guild bersama ketua Guild. Iruma tak menjawab, dia terlalu takjub melihat naga raksasa itu. Mengingat ini kali pertama baginya melihat naga secara langsung.

"Black Dragon?" Gumamnya penasaran.

Lama anak itu menatap naga hitam di langit sebelum kemudian dia menghela nafas panjang. "Yah, terserahlah. Lagipula aku benci dengan hal-hal yang merepotkan." Iruma mengambil Capsule dan langsung memindainya. Dia arahkan Risernya kelangit. Dia tembakkan semacam energi kegelapan dari Riser ke angkasa. Dan tak lama kemudian, Monster yang dia panggil jatuh dari langit menimpa sang Naga kegelapan. Sebuah robot alien raksasa berwarna putih. "Bunuh dia untukku, Galactron!" Perintah anak itu seraya dia berbalik pergi mencari Naya.

Sesuai perintah, Robot besar itu langsung menyerang naga hitam yang jatuh dia timpa. Tubuhnya yang luar biasa keras membuat semua serangan sang naga hitam sama sekali tak berpengaruh. Sekali hantam saja, Galactron membuat naga itu terlempar jauh dari kota. Robot itupun melanjutkan serangan dengan menghajar si naga bertubi-tubi.

Semua orang yang menyaksikan kejadian itu membelalak tak percaya. "A-Apa itu tadi!? Siapa kau ini sebenarnya!?" Tanya Ken.

Iruma menghentikan langkahnya. Dia berpaling pada orang-orang itu. "Bisa Pahlawan bisa iblis, terserah kalian pilih yang mana." Jawabnya. "Kalian bisa urus sisanya untukku bukan? Ku yakin keroco menyedihkan seperti mereka bukanlah apa-apa buat kalian."

.

.

.

00oo-oo00

FUSION RISE IN ANOTHER WORLD

-Two-Sided Heroes-

00oo-oo00

.

.

.

Di saat Galactron mengamuk menghajar Black Dragon, Iruma melanjutkan langkahnya menemukan Naya. Dia sudah tahu dimana gadis itu berada. Kini dia hanya perlu mengikuti penglihatan yang dia dapat dari Kaiju Capsule Gomora yang dia aktifkan tadi. Menuju sebuah bangunan tua di sudut kota. Dia tak tahu kenapa sekarang dia jadi begitu peduli dengan gadis itu, padahal beberapa hari yang lalu dia sangat ingin membunuhnya. Dia pun tak ingin memusingkannya. Lakukan saja apa yang dia mau.

Disisi lain, Naya dibawa oleh 3 orang anggota Cult bersamanya ke ruang bawah tanah di bawah sebuah kuil nan sudah usang. Ada banyak sekali anak tangga yang sudah mereka turuni. Jalannya pun juga sangat gelap. Tak ada penerangan selain obor yang dibawa oleh 3 orang itu. Sementara Naya sendiri tak dapat melawan karena sihir pengikat yang di rapalkan oleh para Cult.

"Kemana kalian akan membawaku!?" Tanya Naya, sedikit ketakutan karena suasana tempat itu memanglah menyeramkan.

Jauh mereka berjalan, akhirnya sampai pada sebuah pintu besar yang sudah sangat kuno. Seperti tak terawat untuk waktu yang sangat-sangat lama. Disana ada 3 buah pilar kecil di depan gerbang. Ketiga cult itu pun menyayat lengan mereka lalu meneteskan darahnya pada pilar-pilar kecil tersebut. Yang dengan ajaibnya membuka gerbang kuno di depannya.

Di balik gerbang kuno itu terdapat sebuah ruangan yang amat besar. Semacam sebuah altar lama dengan ukiran simbol sihir di lantainya membentuk sebuah lingkaran besar yang di kelilingi 3 lingkaran kecil.

Mereka membuang pedang milik Naya ke dekat gerbang.

"A-Apa-apaan ini!? Apa yang sebenarnya ingin kalian perbuat padaku!?" Tanya gadis itu lagi. "Kalian bekerja untuk ayahku bukan? Kenapa kalian malah melakukan semua ini padaku?"

"Nona Naya." Salah satu dari ketiga pria itu mulai bicara. "Inilah kehendak ayah anda. Sebentar lagi, dengan bantuan kami, anda akan terlahir kembali ke dunia ini sebagai makhluk abadi yang tak tertandingi!"

"Terlahir kembali? Apa maksud kalian?"

Tanpa mempedulikan gadis itu, mereka memulai ritualnya. Dua orang dari mereka mengeluarkan belati dari jubah mereka, lalu mereka sayat urat nadi mereka sendiri. Darah mereka mengalir deras mengisi ukiran pada lingkaran kecil tempat mereka berpijak. Darah-darah itu mengalir mengikuti ukiran yang kemudian menyatu pada lingkaran besar dengan Naya berdiri di tengah-tengah.

Sadar akan apa yang akan terjadi, Naya pun panik. Dia mencoba berontak, tapi bahkan ujung jarinya pun tak dapat dia gerakkan. "Lepaskan aku!" Jeritnya. "Apa yang akan kalian lakukan padaku!?"

"Inilah kehendak tuan Avalon. Anda telah mengecewakannya dengan memihak demi-human terkutuk itu. Sekarang bayarlah pengkhianatan anda, dengan mempersembahkan tubuh anda untuk dewi kami."

Cult yang terakhir ikut mengeluarkan belati miliknya, dia bersiap untuk melakukan hal yang sama dengan kedua rekannya. Tapi tiba-tiba saja terdengar bunyi langkah kaki menuruni anak tangga. Bukan hanya langkah kaki, ada juga bunyi-bunyi aneh seperti pengaktifan sebuah alat dan suara grunts yang sangat asing. Tapi Naya tahu betul bunyi-bunyi. Dia tahu betul siapa yang akan segera menampakkan diri. Dadanya berdebar tak sabar penuh harap.

[Fusion Rise: Ultraman, Ultraman Belial!]

[Ultraman Geed: Primitive!]

Sesosok makhluk humanoid dengan tubuh berwarna merah-hitam dan putih menampakkan diri dari balik kegelapan. Kepala putih bertanduk dan mata biru yang menyala membuatnya terlihat makin menyeramkan. Geed. Seperti yang dinanti-nanti oleh Naya.

"Iruma! Kau datang!" Teriak Naya kegirangan.

"K-Kau...Kau yang waktu itu membunuh Gargoyle agung kami! Siapa kau sebenarnya!? Kenapa kau mengganggu rencana kami!?" Tanya Pria itu ketakutan.

Geed tak menjawab. Dia mengambil pedang Naya yang tergeletak di lantai. Dia tempelkan mata pedang itu ke armor milik Naya dan membuat sihir yang menjerat tubuh gadis itu sirna. Lalu dia serahkan pedang tadi pada dirinya. Naya pun segera menjauh dari lingkaran itu. Setelah semua aman, barulah Geed menoleh pada pria itu. Dengan mata biru besar yang dingin menusuk jiwa.

"Kenapa?" Tanya pria itu lagi. "Padahal kau sudah tahu siapa dia bukan? Kau sudah tahu identias sebenarnya bukan? Kenapa kau masih ingin melindunginya!? Kenapa kau mengganggu kami!?"

"Dia sudah memilih untuk tak akan pernah mengikuti jejak kotor ayahnya. Itu sudah menjadi alasan yang cukup bagiku untuk menerimanya." Jawab Iruma yang telah berubah menjadi Geed. "Dan lagi, dia itu temanku."

"I-Iruma..."

Geed menghampiri pria itu. Panik, Cult itu pun langsung menghujamkan belati di tangannya ke tengah dadanya. Tubuhnya pun ambruk sementara darah mengalir mengisi lingkarang terakhir. Ukiran-ukiran itu kemudian bercahaya merah terang. Dia merasa ada yang tak beres.

"Iruma! Menjauh dari sana!" Seru Naya.

Seperti yang di katakan Naya barusan, Geed pun melompat keluar dari ukiran lingkaran sihir itu. Dan tak lama setelah itu, darah menyembur deras seperti pancaran pilar ke atas. Dari asal semburan darah itu, keluar sesosok makhluk humanoid dengan tubuh feminim seperti seorang wanita tanpa busana berwarna merah layaknya darah. Tanpa rambut, namun kepalanya dipenuhi oleh tanduk-tanduk iblis yang menyeramkan. Genangan darah di sekelilingnya mengental dan menjelma menjadi jubah yang menyatu dengan kulit pundaknya. Benar-benar sebuah pemandangan yang sangat mengerikan. Sebuah mimpi buruk yang hidup.

"Ini mustahil..." Naya beringsut mundur ketakutan. "Itu...Dewi iblis Zeotl..."

"Naya. Kau mundurlah. Kembali ke kota dan beritahu yang lainnya." Suruh Iruma.

"B-bagaimana dengan mu?"

"PERGI!"

Tanpa bertanya lagi Naya langsung pergi dari sana. Dengan obor ditangannya dia naiki anak tangga kembali ke kota. Sementara Iruma masih diam disana dalam wujud Geed miliknya. Dia menyaksikan momen kelahiran monster itu yang nampaknya tak bisa lagi dia cegah.

Makhluk itu bangkit dengan sempurna. Tubuhnya melayang di atas genangan darah. Mata hitamnya bergerak kesana-kemari memperhatikan sekitar. Dia menggerak-gerakkan tubuhnya untuk membiasakan diri. Sampailah dia melihat Geed yang berdiri dalam genangan darah. Mata hitamnya menatap tajam sepasang mata biru yang bersinar dalam kegelapan.

"Kau...yang memanggil diriku?" Tanya monster itu dengan suara berat. Geed tak menjawab. Dia hanya menunjuk pada mayat ketika anggota Cult tadi yang melakukan ritual bodoh itu.

Monster itu merentangkan tangannya. Genangan darah yang memenuhi altar itu terhisap semua ke tubuhnya. Termasuk semua darah dari 3 Cult tadi. "Maka dengan begitu,aku bebas...Tapi semua ini belum cukup."

Bel berbunyi. Geed pun ambil kuda-kuda dan siap bertarung. Namun nyatanya monster itu tak ingin bertarung dengannya. Jubah darah miliknya berubah menjadi sayap. Dan dengan itu, dia terbang ke atas menerobos tanah yang mengubur tempat itu. "Gawat!" Geed tak membiarkannya begitu saja. Dia ikut terbang mengejar makhluk itu.

...

..

.

Naya keluar dari kuil usang itu. Dilihatnya diluar, sang naga sudah tumbang. Sementara Galactron yang pastinya hasil kekuatan Iruma hanya berdiri diam pertanda sudah menyelesaikan tugasnya. Orang-orang bersorak-sorai kegirangan. Kota sedikit porak-poranda. Tapi jika situasinya begini, pastilah bisa dimaklumi. Gadis itu sempat terpukau. Tapi tak ada waktu untuk itu.

Dia berlari menghampiri Ken dan James yang berdiri melihat mayat naga itu. "Paman Ken! Tuan James! Kita harus mengungsikan semua warga dari kota segera! Putri Dewa Iblis, Zeotl bangkit!"

"Apa!?"

.

..

...

Iblis Zeotl mencoba mempercepat lajunya. Tapi dengan sigap Geed menangkap pergelangan kakinya dan menarik iblis itu kebawah. Zeotl pun tak tinggal diam. Dari tangannya dia tembakkan semacam energi sihir berwarna merah darah ke arah Geed. Geed pun kena dan terlempar ke bawah.

Zeotl nampaknya mengubah haluannya. Dia menyerang Geed yang tengah jatuh. Dia hantamkan tubuh Geed sekuat tenaga ke tanah hingga tanah bergemuruh dibuatnya. Tak sampai disana, dari tangannya dia tembakkan bola-bola api bertubi-tubi.

"Wrecking Ripper!" Geed melancarkan serangan balik berupa sabetan energi ke arah Zoetl. Tentu iblis itu bisa menghindar dengan mudahnya. Tapi berkat serangan itu, perhatiannya teralihkan sesuai dengan yang Geed inginkan.

Secepat kilat Geed melesatkan tendangan ke tubuh Zoetl. Iblis itu kena telak dan terlempar menghantam dinding batu. Dia mengaum keras. Kali ini dia kembali ke tujuan awalnya dan terbang tinggi ke atas menembus bebatuan. Dan seperti sebelumnya, Geed mengejar dibelakangnya.

Di atas sana, Para penduduk kota, pedagang maupun petualang yang ada sudah diungsikan ke tempat aman. Mereka memilih untuk berlindung di bawah Galactron. Mereka berfikir kalau robot raksasa itu akan melindungi mereka kalau sampai terjadi apa-apa.

Tak lama setelah para penduduk diungsikan, tanah berguncang hebat kemudian meledak. Dari sana keluarlah Zeotl seperti yang dikatakan oleh Naya. Para penduduk pun histeris. Tapi hal ini malah mengundang perhatian iblis itu. Seperti yang dia harapkan. Dia ingin menyerap darah orang-orang itu.

Lingkaran sihir besar berwarna merah maroon muncul di belakang tubuh Zeotl. Dari dalam Lingkaran sihir itu muncul tentakel-tentakel darah yang langsung menyerbu para penduduk. Namun Galactron tak tinggal diam. Dengan tangan kirinya yang berbentuk seperti perisai, di lindungi para penduduk. Sedangkan dengan meriam pada tangan kanannya dia tembaki iblis itu.

Zeotl berusaha menahan serangan Galactron dengan perisai sihir miliknya. Namun kemampuan penghancur robot alien itu bukanlah tandingannya. Dengan mudahnya perisai itu hancur dan serangan Galactron meledakkan lengan kiri Zeotl.

Tak hanya Galactron, Geed muncul dari lubang yang diciptakan oleh Zeotl. Secepat kilat dia hantamkan pukulan uppercut ke dagu iblis itu hingga Zeotl melayang tinggi dibuatnya.

Zeotl terluka parah. Dia tampak sangat marah. "Beraninya kalian makhluk rendahan melakukan ini padaku. Kalian akan membayarnya!" Geramnya murka.

Dia menoleh pada bangkai Naga hitam yang tergeletak di tanah. Lingkaran sihir kembali muncul di punggungnya. Dia terbang cepat menuju bangkai itu dan masuk kedalamnya. Geed berencana menggunakan teknik penghabisannya untuk melenyapkan Black Dragon sekaligus iblis itu secara bersamaan. Namun sesuatu yang terduga malah terjadi.

Sebuah cairan aneh yang terlihat seperti darah menyelimuti sekujun badan Naga hitam itu. Sudah pasti ini ulah Zeotl. Perlahan wujud naga itu berubah. Monster itu kembali menapaki tanah dengan dua kaki besarnya, tangan dengan cakar yang tajam, sepasang sayap lebar dan ekor nan panjang. Wujudnya hampir serupa dengan Beast The One, hanya saja warnanya Merah dan Hitam yang membuatnya terlihat makin menyeramkan. Ukurannya pun juga jadi jauh lebih besar dari pada Galactron. Zeotl telah bergabung dengan Naga hitam tadi dan berubah menjadi monster mengerikan.

"Kalau sudah begini..."Iruma sedikit terpukau. Tapi dengan cepat dia sadar. "Saatnya jadi pahlawan!"

"You go!"

Iruma mengaktifkan Capsule Ultraman Zero. Lalu memasangnya pada Loading Knuckle.

"I go!"

Iruma mengaktifkan Capsule Father of Ultra. Lalu memasangnya pada Loading Knuckle.

"Here We Go!"

Iruma mengaktifkan Riser, lalu memindai kedua Capsule yang terpasang pada Loading Knuckle.

"Mamoru Ze Kibou! Geed!"

[Fusion Rise: Ultraman Zero, Ultra no Chichi!]

[Ultraman Geed: Magnificent!]

Cahaya biru, putih dan hijau muncul membaluti Geed. Tubuh sosokk itu pun berubah menjadi seukuran Galactron. Tak seperti sebelumnya, kali ini tubuh Geed ditambahkan dengan warna biru selain merah, putih dan hitam. Armor-armor perak juga terpasang pada torso, bahu, tangan dan kaki. Ditambah pula sepasang tanduk yang besar pada sisi kiri dan kanan kepalanya. Geed Magnificent.

"S-Sekarang beda lagi?" Gumam Naya kebingungan.

"Heaah!" Geed langsung saja melesakkan pukulannya ke tubuh Zeotl itu hingga monster itu terlempar keluar kota. Dia kemudian berjalan menghampiri monster itu dengan santainya dan penuh hati-hati agar tak menginjak rumah penduduk.

Zeotl kembali bangkit. Dia menembakkan bola-bola api dari mulutnya yang dapat dengan mudah di tangkis oleh Geed dengan armor para tangan kiri dan kanannya. Geed balik menyerang dengan menciptakan kumparan energi berwujud baling-baling berwarna hijau lalu menembakkannya pada Zeotl.

Zeotl murka. Dia terbang tinggi ke langit. Dari mulutnya tercipta lingkaran sihir berukuran besar. Dari sana dia tembakkan pancaran sinar penghancur pada Geed. Geed segera menciptakan dinding energi yang melindungi dirinya dan seisi kota dari sinar penghancur barusan. Namun kekuatannya begitu kuat sehingga Geed pun sedikit kesulitan dibuatnya.

Melihat tuannya dalam bahaya, Galactron ikut turun tangan. Tangan kanannya terbuka. Dengan meriam pada tangan kanannya itu, dia tembakkan sinar pemusnah berwarna kuning pada Zeotl yang terbang di langit. Monster itu kena. Serangannya Zeotl terhenti dan dia menurunkan ketinggiannya.

"Hea!" Giliran Naya yang turun tangan. Dengan Brave modenya, dia melambung tinggi ke langit. Pedangnya bercahaya dan memanjang. Sekuat tenaga dia tebaskan pedangnya pada sayap sebelah kiri Zeotl yang juga mengenai lengan kiri monster itu. Akibatnya monster itu pun jatuh ke tanah. Pedang suci milik Naya yang memiliki efek khusus terhadap iblis membuat tubuh monster Zeotl terbakar hebat oleh api merah. "Sekarang! GEED!" Teriaknya lantang.

Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Geed. Dia membenturkan kedua kepalan tangannya di depan tubuhnya. Aliran listrik berwarna biru, hijau dan putih keluar menyelimuti kedua tangannya. Matanya bersinar terang. Dia kemudian memposisikan kedua tangannya membentuk huruf L di depan dadanya. "Big Bustaway!"

Geed menembakkan pancaran sinar beragam warna dari tangannya. Zeotl kena telak, namun dia berusaha bertahan. Tapi dia tak cukup kuat. "TIDAAAKK!" Dia pun ambruk dan meledak menjadi partikel cahaya. Hilang tak bersisa.

"Selesai juga...merepotkan..."

Pertarungan mereka berakhir. Zeotl sudah kalah dan Geed menang. Orang-orang bersorak-sorai kembali merayakan kemenangan mereka. Sementara Iruma yang masih dalam wujud Ultraman Geed terduduk karena kelelahan, dengan Naya berdiri di sampingnya. Dibawah langit senja. Menatap indahnya sang mentari tenggelam di ufuk barat bersama.