Naruto The Psycho in Magic World
Crossover: NARUTO/ナルト,.Beelzebub/べるぜバブ,.High School DxD/ハイスクール DxD
Pair: [Namikaze Naruto,.?] Beelbo/Kaiser de Emperana Beelzebub IV [Lee,.?][Cao Cao,.?]
Genre: Fighter,. School,. Magic, Slash Fighter, Drama, Action, Adventure.
Episode 2: Senkei Hakuteiken
"Errrrr Daaaaa buuu aik!" bayi itu mengeram seolah tidak terima kalau Naruto diremehkan.
"Ada apa Beelbo kau marah? Tenang saja para manusia bodoh itu tidak akan tau namanya kekuatan senjati sampai mereka melihatnya" ucap Naruto sambil tersenyum.
Tak jauh dari tempat itu Naruto melangkah tiba tiba ia bertemu dengan sahabatnya, seorang remaja berambut mangkok bermata bulat dengan alis tebal yang langsung melambaikan tangan ke arahnya, Naruto pun mendekat dan bicara padanya.
"Selamat pagi Naruto" sapanya pada Naruto.
"Pagi juga Lee" sahut Naruto dengan senyum.
"Da" ucap bayi yang ada dibahu Naruto juga ikut melambai ke arah Lee yah bayi itu mengikuti semua gerak gerik dan juga ekspresi Naruto.
"Pagi juga, e anu"
"Panggil saja Beebo" ucap Naruto pada Lee.
"Yah pagi juga Beelbo-kun" sapa Lee sambil mengacungkan jempolnya.
"Aik!" sahut bayi mungil itu sambil ikutan mengacungkan jempolnya.
Yaa, sekarang Naruto sedang ngobrol bersama dengan teman satu satunya di akademi ini, mereka berdua masuk dalam devinisi Knight namun dalam bidang yang berbeda, Jika Namikaze Naruto dalam bidang Pedang, maka Lee berada di bidang no combat atau tanpa senjata bisa dikatakan petarung tangan kosong, dan mereka berdua adalah dua orang yang sama sama mendapat diskriminasi akan kekuatan, karena hanya mereka berdualah yang terlemah.
"Bagaimana kabarmu Naruto, apakah devinisi pedang menyenangkan?" tanya Lee dengan semangat tinggi, sedangkan Naruto sedang asik menyiapkan bahan susu untuk Beelzebub, lalu berikutnya ia menatap Lee ketika urusannya sudah selesai dan menjawabnya dengan santai.
"Hm, kurasa tidak begitu buruk, disana hanya saja, seorang guru yang penuh luka diwajahnya itu selalu saja marah marah padaku" sahut Naruto.
"Hm maksudmu Ibiki-sensei?" tanya Lee.
"Mungkin, karena aku ini agak pelupa kalau disuruh mengingat nama guru" jawab Naruto.
"Naruto apa kamu serius ingin memilihara bayi itu?" tanya Lee sambil menunjuk bayi Beelzebub yang sekarang duduk dipangkuan Naruto untuk duduk.
"Em, emangnya ada masalah?" tanya Naruto pada Lee.
"Enggak apa apa sih hanya saja, dia itu anak raja iblis, apa kamu tidak takut?" tanya Lee.
"Perlu kamu tau Lee, banyak Bayi yang takut padaku dan hanya Bayi Beel ini yang mau bersamaku" jawab Naruto.
"Ya terserah padamu, tapi aku harap kau tidak menyesal kalau besarnya nanti bayi itu akan menghancurkan manusia" ucap Lee.
"Tak akan terjadi, karena jika aku yang membesarkannya tak akan aku biarkan ia menghancurkan manusia" jawab Naruto lalu ia tersenyum manis menatap ke arah langit dengan berbaring.
Bayi mungil berambut hijau itu melihat Naruto berbaring dan menatap langit langsung merangkak di tubuh Naruto lalu berbaring di dadanya dan menatap langit yang sama terlihat mereka berdua begitu tenang
"Lee lihatlah awan di langit" ucap Naruto.
Lee pun menatap langit dan lihatnya sebuah awan yang bergerak.
"Kau tau kenapa awan awan itu bergerak?" tanya Naruto pada Lee, Lee pun menggeleng.
"Karena ada angin yang menggerakannya, lalu dengan begitu anggaplah kalau Beelbo adalah awan lalu aku adalah angin yang menggerakannya, akan aku pastikan semua gerakan Beelbo adalah kebenaran" ucap Naruto.
"Mah karena kau orang tuanya kan" ucap Lee.
Naruto sedikit mendelik ke arah Lee dan mengangguk, lalu Naruto kembali berkonsentrasi terlihat benang benang Reiatsu melayang di sekitarnya, Naruto menyentuh Reiatsu seorang gadis berkacamata yang ada di perpus, Naruto tau kalau dia adalah Iblis dari Hildagarde yang datang untuk menjemput Beelzebub karena Reiatsu mereka sama.
'Pantas saja dia tidak mau memberitahukan berasal dari ras mana dirinya karena dia adalah Iblis, entah apa tujuannya datang bersekolah disini' ucap batin Naruto sambil mengingat wajah datar Sona.
"Da bu" gumam Beelbo ketika menatap Naruto yang sedang melamun, sekarang Beelbo sedang duduk dan menatap wajah Naruto yang tengah melamun lalu "Aaik"
{Tek} hidung Naruto dipencet oleh Beelbo ketika sedang menghaya.
"Em, huaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrg! Haaaah haaah haaah haaah" kaget Naruto dengan nafas tersenggal ia menatap ke arah Beelzebub yang menjahilinya.
"Apa maksudmu Beelbo?!" tanya keras Naruto.
"Aik" ucap Beel sambil memiringkan wajahnya dan disitu ekspresi imut muncul diwajah Beelzebub membuat siapapun yang melihatnya tidak tahan untuk memeluknya, Naruto hanya mengangkat sedikit alis matanya, lalu kembali meletakan Beelbo ke kepalanya.
"Beelbou kelihatannya kau ingin jalan jalan" ucap Naruto lalu Naruto pun pamit pada Lee.
"Lee aku pamit sebentar, Beelbo ingin jalan jalan" ucap Naruto sambil bangun dan berjalan meninggalkan Lee.
"Tunggu sebentar kalian ingin kemana?" tanya Lee pada Naruto.
"Beelbo ingin jalan jalan aku akan mengantarnya ke kantin sebentar" jawab Naruto
"Kalau begitu aku ikut, soalnya aku juga lapar" ucap Lee, akhirnya mereka bertiga pergi ke kantin sekolah.
Di kantin kemudian.
Naruto datang dan memesan beberapa Onigiri sedangkan Lee memesan sup.
"Beelbo kau juga mau?" tawar Naruto pada bayi yang menempel dibahunya.
"Da" jawab bayi itu, Naruto nampak tersenyum mendengarnya lalu mengulurkan tangannya untuk menjangkau makanan, Naruto tersenyum lalu mengangkat bayi mungil itu dan meletakannya di atas meja makan bayi itu pun mengambil satu Onigiri dan memakannya dengan lahap.
"Naruto itu bayi siapa?" tanya pedagang dikantin itu.
"Bayi ini ku temukan hanyut di tengah sungai lalu aku memeliharanya dan tak lama kemudian aku ditemui seorang gadis yang ingin membawa bayi ini pulang namun bayi ini ingin ikut bersamaku maka dari itu aku tetap memiliharanya, lebih tepatnya aku dan gadis itu akan saling bantu nantinya" jawab Naruto.
"Hoooh"
"Minggir 4 great Onesama ingin lewat!" saat mendengar ucapan itu, Naruto menatap ke arah suara dan Naruto melihat gadis yang dipanggil Kirigaya Lyfa dalam catatan milik Namikaze Naruto, Uzumaki Naruto yang melihat hal itu jadi tersenyum, karena target cinta pemilik tubuhnya ada dihadapannya, tapi ia bingung, ia tidak mencintai Lyfa namun lebih mencintai gadis Perpustakaan yang pada kenyataannya adalah seorang iblis, namun ia tidak bisa menghianati sang punya tubuh karena walau bagaimanapun ia bisa hidup di dunia ini karena ada tubuh Namikaze Naruto.
"Ternyata kalau seorang peri itu adalah hijau terang" gumam Naruto menatap warna benang Reiatsu milik Lyfa 'Sangat tidak cocok denganku yang merupakan pembunuh kelam' lanjut batin Naruto.
"Naruto tadi barusan kau bilang apa?" tanya Lee pada Naruto dengan pandangan aneh.
"Tidak ada, Lee aku pergi duluan aku ingin masuk kelas" ucap Naruto lalu pergi menjauh, Lee pun menatap Naruto, karena Lee tidak pernah melihat sifat Naruto yang kalem luar biasa, bahkan ucapan Naruto sudah tidak Naruto banget, Naruto yang ini lebih santai dan pandangan matanya yang seperti es beku seolah ia pernah membunuh ratusan bahkan ribuan orang sebelumnya.
Naruto terlihat berjalan melewati 4 gadis cantik yang dimaksud, mereka adalah Oda Oichi, Otsutsuki Kaguya, Senju Kurami, Kirigaya Lyfa, saat Naruto melewati Lyfa, Naruto dapat melihat Lyfa tersenyum manis dan membisikan sebuah kalimat ^Jadilah kuat dan buktikan kalau kau bisa melebihi para Wizard Namikaze-kun^ itulah bisikan yang Naruto dapatkan dari Lyfa yang tersenyum ke arahnya.
"Heh itu pasti dan kau akan aku dapatkan lihat saja" gumam Naruto sambil menatap Lyfa yang pergi darinya.
Skipe time
Naruto dan bayi Beel berada di traning Field Milik Divinisi pedang dengan pakaian traning, hari ini Naruto belajar bagaimana cara menggunakan pedang, saat memasang kuda kuda, menyerang maupun bertahan, Naruto menguap bosan mendengar nya karena ia sudah mempelajarinya sebelumnya, dari seorang guru yang sama sekali tidak berperasaan, dimana Naruto diajarkan menjadi pembunuh keji, Naruto di ajarkan berbagaimancam cara menggunakan senjata, jadi bukan hanya pedang Naruto juga mempelajari tombak panah dan lainnya termasuk tangan kosong, Naruto tidak memiliki tingkatan dominan semuanya seimbang, artinya level pertarungan Naruto, akan sama saja meskipun menggunakan senjata yang berbeda beda. Naruto memilih tidur dengan bayi Beel yang terlihat menikmati pelajaran dari sang guru.
"Baiklah sekarang kalian akan melakukan sparring untuk melihat sejauh mana kalian berkembang dan agar menarik yang kalah akan mendapatkan hukuman dari sensei...," ucap Ibiki dengan seringai sadisnya dibalas teriakan penolakan dari para murid, Ibiki menatap ke sekeliling untuk mencari siapa yang akan sparing pertama kali. Pandangan Ibiki terkunci pada Naruto yang sedang tidur dan tubuhnya diguncang oleh seorang bayi yang kelihatannya sangat ingin membangunkannya, Ibiki menyeringai sadis ketika melihat Naruto, ia berpikir mungkin ini saatnya mengajarkan sopan santun pada murid kurang ajar yang berani tidur pada jam pelajarannya sebanyak dua kali.
"Baiklah, untuk Sparring pertama Namikaze Naruto melawan Ketua kelas kalian, Arthur Pendragon!"Seru Ibiki
"Baiklah Sensei!" ucap Arthur yang maju kedepan duluan sedangkan Naruto masih di bangunkan oleh Beelbo namun tidak berhasi.
"Dadadadadada dabu Daaaaa!" {Plaak} setelah dengan guncangan tidak berhasil kali ini Beel menggunakan tangan kecilnya untuk menampar wajah Naruto.
"Ehm, ada apa Beelbo kau lapar?"
"Da bu!" ucap Beelbo sambil menunjuk ke arah lapangan.
"Naruto kau disuruh bertarung dengan Arthur" ucap seorang pemuda berambut panjang disamping Naruto, ia memiliki rambut berwarna hitam rapi dengan cuir panjang terikat.
"Em terimakasih eeeee?"
"Nagamasa, Azai Nagamasa panggil saja begitu" ucapnya.
"Azai-san"
"Hn, sana cepat, nanti Ibiki akan marah marah, kalau boleh aku sarankan kau protes saja, lawanmu tidak seimbang" ucap Azai Nagamasa, pria ini adalah seorang pembela keadilan ia adalah seorang Knight meskipun mananya cukup untuk menjadi Wizard namun ia menolak dan memilih menjadi seorang Knight, dan ia adalah seorang bangsawan kelas atas, sebenarnya ia yang berharap bisa melawan pendragon.
"Terimakasih sarannya tapi aku ini pria yang nekat dan suka tantangan, ikuze Beelbo" ucap Naruto lalu dengan cepat bayi mungil itu mendaki tubuh Naruto dengan berpegangan erat di baju Naruto ia menempel di bahu Naruto dengan erat, Naruto mengambil sebuah pedang kayu ditangannya, lalu berjalan melewati para murid yang lain.
^Dia tidak akan menang melawan, Arthur^
^Dia akan kalah dalam beberapa serangan^
^Perbedaan kemampuan bagai langit dan bumi^
Nagamasa yang mendengar ucapan murid murid entah kenapa merasa tidak nyaman dengan Naruto lalu langsung bersuara menyemangati Naruto.
"Hoy Naruto majulah dengan semangatmu dan menangkan pertarunganmu lalu selanjutnya adalah aku akan mengalahkanmu Naruto!" ucap Nagamasa menyemangati Naruto.
"Heh lihat saja Nagamasa, aku dan Beelbo tidak akan kalah" ucap Naruto menatap Nagamasa, lalu menatap Ibiki dan menatap lawannya lalu menunduk hormat dan diakhiri menyiapkan kuda kuda bertarung.
"Baiklah ini Sparring untuk melihat sejauh mana kemampuan kalian jadi gunakan seluruh kemampuan kalian yang telah kalian asah sebulan ini... Peraturan cukup mudah saat aku mengatakan mulai maka kalian harus bertarung sampai ada diantara kalian yang menyerah atau tak mampu bertarung, apa kalian mengerti?" tanya Ibiki.
"Mengerti!" sahut kami berdua.
"Sebelum itu Naruto, tolong lepaskan bayi itu, ini pertarungan bayi itu bisa terluka" ucap Ibiki.
"Kalau begitu tolong jaga bayi ini" ucap Naruto sambil memberikannya pada Ibiki.
"Naruto kalau boleh tau ini bayi siapa" tanya Ibiki yang menerima bayi itu dari tangan Naruto, entahlah, aku menemukannya hanyut disungai" jawab Naruto.
"Jadi kau merawatnya?" tanya Ibiki.
"Begitulah"
"Kenapa kau tidak menyerahkannya ke panti asuhan?" tanya Ibiki.
"Dia tidak bisa terpisah dariku lebih dari 15 meter karena jika sampai itu terjadi ia akan menangis" jawab Naruto 'Dan kalau ia menangis maka masalah besar akan terjadi' tambah batin Naruto merasa miris akan kejadian dimana ia harus tersetrum gara gara mencoba meninggalkan bayi itu di panti asuhan.
"Sokah, mah sekarang kalian salaman " ucap Ibiki.
Naruto dan Arthur pun saling berjabat tangan lalu menjauh
"Aik, hik hik hik" bayi itu mulai tanda tanda ingin menangis, Ibiki kaget dan melihat tubuh bayi itu mulai memunculkan listrik, melihat hal itu Naruto langsung kembali ke hadapan Ibiki.
"Haaah, Beelbo aku sebentar saja, kau cukup dukung aku dari sini" ucap Naruto menenangkan Beelbo.
"Da dabu dabu da" ucap bayi itu sambil menggeleng tanda ia ingin ikut di bahu Naruto apapun yang terjadi.
"Haaaaaah, Ibiki-san kelihatannya aku harus membawa bayi ini, kelihatannya dia tidak ingin terpisah dariku walau hanya satu senti" ucap Naruto.
Para murid yang melihat hal itu jadi sweedrop termasuk Nagamasa dan Arthur, karena Naruto adalah remaja yang memiliki aura seorang ayah yang baik atau mungkin buruk.
"Maa, jika itu adalah hal yang tak bisa diganggu gugat maka aku tidak akan melarang"
Bayi Beel pun kembali di bahu Naruto dan Naruto kembali ke posisinya.
"Mulai" setelah mengcuapkan kata mulai Naruto menghilang dan mucul dihadapan Arthur secara tiba tiba dan melakukan gerakan menusuk ke wajah Arthur, Arthur sempat kaget dengan kecepatan gila Naruto dan langsung menghidnar ke samping, bukan hanya Arthur tapi seluruh murid termasuk Ibiki kaget akan kecepatan gila Naruto. {Wus}
Naruto kembali menghilang ketika Arthur menebasnya dan muncul dibelakang Arthur dan melakukan tebasan Horizontal ke arah leher seolah ingin memotong leher Arthur {Tak!} kali ini Arthur memilih menangkis serangan Naruto.
{Tak tak trararararararararak} {Trak} setelah Arthur menebas nebas menyerang Naruto yang terus menahan serangannya dengan santai Arthur melompat menjauh ia tidak menyangka kalau kecepatannya bisa ditahan Naruto dan kecepatan gerak Naruto sangat tak bisa dilihat.
"Apa apaan kecepatan nya itu, apa itu kecepatan orang yang masuk dengan nilai terjelek" gumam para murid tak menyangka, sedangkan Ibiki hanya bisa tercengang, dan Azai tersenyum dengan bangga.
"Tak aku sangka kau sangat cepat Namikaze-san" puji Arthur, Naruto sekarang menggunakan gaya bertarung Kukichi Byakuya, yang bertarung menggunakan kecepatan dan analisa, lalu menyerang jika perlu menggerakan tubuh hanya seperlunya.
"Kecepatan Reflek mu juga sangat tinggi kalau orang biasa pasti sudah kena sejak serangan pertama" ucap Naruto yang kembali menyiapkan pedang kayunya, lalu ia mengalirkan energy Chinya di pedang kayu itu untuk meningkatkan kekuatan dan kekerasan dari kayu yang ia gunakan.
Arthur pun menyerang ke arah Naruto, Naruto hanya diam dan menghindari semua tebasan Arthur, hingga akhirnya {Tak} Naruto menangkis serangan Arthur.
"Shibire Namazu" kali ini Naruto menggunakan gaya bertarung Assassin dari Fate Stay night lebih tepatnya gaya Sasaki Kojiro.
"Daaa buuuu!" seru bayi yang ada dibahu Naruto dengan meniru gaya tebasan Naruto. Yah setelah menangkis serangan Arthur Naruto menebas kaki Arthur secra melintang dengan kecepatan tinggi namun lagi lagi Arthur berhasil menghindar dengan melompat.
"Horaaaaaaaaaaaaaaaa!" teriak Arthur yang langsung menebas Naruto secara Vertikal dari Udara menggunakan tebasan dari atas kebawah berusaha untuk melukai kepala Naruto.
"Sekka!" {Tak}, Arthur terlempar karena tebasannya berhasil ditangkis dengan tebasan Horizontal Naruto yang mengarah keatas, dari atas kiri ke atas kanan dengan tangan kanannya.
{tap tap} Arthur mendarat lalu langsung menyeringai ketika ia tidak bisa menyerang Naruto, maksudnya tidak bisa mengenai Naruto, Naruto memang terlihat seperti petarung pasif yang fokus pada pertahanan, namun ia tidak bisa lengah begitu saja karena. {Wuss} Arthur melihat gerakan Naruto yang melesat kebelakang tubuhnya lalu menggunakan gerakan menusuk, namun klan Pendragon yang diberkahi insting langsung menahan serangan Naruto, dengan menangkis dan melompat menjauh.
{Tak tak wus!} semua orang kembali tercengang melihat Naruto menyerang kembali dengan kecepatan luar biasa seringai Arthur semakin terlihat tanda ia sangat serius dan mengakui kalau Naruto adalah lawan yang pantas untuknya, sedangkan Naruto pandangannya begitu kosong dan juga dingin, Beelbo yang ada dibahunya terlihat bersemangat.
"Daaaabuuuu!"
"Heh kau senang yah Beelbo" ucap Naruto.
"Aik" ucap bayi itu sambil mengangguk, sedangkan para murid dalam devinisi Knight itu kaget melihat Arthur mengeluarkan.
"Namikaze-san aku sangat senang sekali bisa bertarung denganmu, sekarang terimalah jurusku dengan serius" ucap Arthur yang langsung mengeluarkan aura suci ditubuhnya, ia mengalirkan mananya ke pedang kayunya dan pedang kayu itupun mengeluarkan sinar keemasan.
"Heh, Beelbo bersiaplah kita juga akan menggunakan serangan kita" ucap Naruto.
"Aik" tiba tiba mata bayi itu menyala merah seperti api dan tubuh Naruto di selimuti aura seperti api, lalu Naruto pun mengalirkan Reiatsunya ke pedangnya.
"Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaabuuuuuuuuuuuuuuuuu!"
"Huuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" teriaaaaaaaaak Naruto dan Beelbo secara bersamaaan, aura merah itu semakin besar dan semakin terasa panas, Arthur tirak mau kalah aura sucinya keluar dengan sangat banyak, dan aura emasnya juga membesar dan hal itu membuat orang orang di sekitar mereka sesak napas.
"Pendragon style!" ucap Arthur sambil menyiapkan kuda kudanya
"Senkei!" ucap Naruto yang juga menyiapkan kuda kudanya dengan pedangnya yang ditodongkan kedepan secara tiba tiba tubuhnya diselimuti ribuan kelopak bunga Sakura yang secara tiba tiba menbentuk sebuah sayap bunga.
"Calibur Strike!" Arthur melesat maju dan menebas Naruto.
"Hakuteiken!(Daaaaaaaaaaabuuuuuu!)" Naruto dan Beelbo juga maju dan menebas ke arah Arthur secara bersamaan dan kecepatan Naruto meningkat karena sayap malaikat dari bunga Sakura yang menempel dipunggungnya.
{Wussssh!} {Booooooomm!} ledakan besar terjadi akibat dari dua jurus yang berbenturan sekarang Arthur dan Naruto saling membelakangi {Kraaaaaaak! Krassssssss!} pedang mereka berdua perlahan retak dan hancur berkeping keping {tek tek tek}, Ibiki dan semua yang melihat terkejut, karena Naruto dan Arthur membuat hancur pedang kayu yang terbuat dari kayu pilihan atau kayu terbaik.. Naruto dan Arthur berpaling dan saling menatap, Beelbo dan Naruto terlihat mengeluarkan senyum tipis begitu juga dengan Arthur dan diakhiri dengan tawa mereka berdua.
"Ahahahahahahahahahahahahahahahaha" lalu Naruto dan Arthur pun saling mendekat satu sama lain, berikutnya Arthur mengacungkan tinjunya padanya Naruto.
"Tadi itu menyenangkan sekali, sudah lama aku tidak menemukan lawan yang sebanding dan membuat ardernalinku bekerja dalam waktu lama, Namikaze ternyata kau hebat juga, aku mengakuimu" ucap Arthur sambil mengacungkan tinju nya ke arah Naruto.
Naruto tersenyum tipis diiringi dengan Beelbo yang berjalan menuju tangan kanan Naruto yang menyambut tinju Arthur lalu Beelbo meletakan telapak tangannya di atas tinju mereka berdua, jujur ia juga menikmati pertarungannya, meskipun hal itu tidak terlihat dari ekspresinya karena ia sudah biasa menghadapi lawan lawannya dengan tenang, namun tak ada satupun yang berhasil bertahan darinya dalam waktu selama ini.
"Kau juga, biasanya aku bisa mengalahkan musuh musuhku dalam satu atau dua serangan, tapi kau selalu dapat menangkis serangan cepatku" jawab Naruto "Tidak sia sia kau menjadi Knight" tambah Naruto lagi.
Sedangkan Ibiki dan yang lain tercengang melihat Naruto yang bisa menggunakan teknik mengesankan hei, ia bahkan tidak memiliki mana bagaimana mungkin punya kemampuan seperti itu.
"Dabu aik!"
"Lain kali kita Sparring lagi, apa kau mau ?"
"Akan aku tunggu hal itu Pendragon-san" ucap Naruto lalu Naruto pun pergi bersama dengan Beelbo yang menempel di bahunya menuju tempat ia duduk tadi lalu membuatkan susu lagi untuk bayi mungil itu.
Arthur pun mendatangi Ibiki dan meminta ijin untuk ke ruang kesehatan.
"Sensei, bolehkah aku ijin ke ruang pemulihan aku merasa Manaku hampir habis, ucapan Arthur membuat Ibiki kaget dan tersadar, lalu melihat Naruto pergi membawa bayi yang sedang minum susu sambil digendong oleh Naruto menuju ke suatu tempat, Ibiki mengangguk, lalu Arthur pun pergi ke ruang pemulihan, sedangkan teman sekelas Naruto menatap kepergian Naruto dan Beelbo.
"Aku tidak menyangka Namikaze mampu mengimbangi Arthur dalam permainan pedang, bahkan teknik terakhirnya sangat keren, aku baru pertama kali melihat jurus pedang sekeren dan seindah itu" ucap salah seorang perempuan dimana ia mengingat Naruto tiba tiba memakai sepsang sayap yang terbuat dari bunga Sakura dan melesat menebas Arthur.
"Inikah kemampuan orang yang mendapatkan nilai terendah saat ujian masuk" ucap mereka ucap mereka tak menyangka.
"Dia,,,, Dia berkembang secepat itu bagaimana mungkin" ucap mereka tak menyangka.
Gumaman gumaman itu terdengar dibelakang Ibiki, ia harus mengakuinya bahwa kemampuan salah satu anak didiknya meningkat drastis hingga mengimbangi kemampuan berpedang Arthur pemuda yang merupakan anak emas devinisi Knight, tapi yang menjadi pertanyaan kapan dan bagaimana bisa seorang pecundang bisa berkembang dengan cepat.
bersambung
