Naruto The Psycho in Magic World

Crossover: NARUTO/ナルト,.Beelzebub/べるぜバブ,.High School DxD/ハイスクール DxD
Pair: [Namikaze Naruto,.?] Beelbo/Kaiser de Emperana Beelzebub IV [Lee,.?][Cao Cao,.?]
Genre: Fighter,. School,. Magic, Slash Fighter, Drama, Action, Adventure.
Episode 4:

"Beelbo kau dengar sesuatu yang memanggil kita?" tanya Naruto, sedangkan gadis bangsawan besar dan seorang Wizard dihadapannya yang bernama Kurami Senju, langsung naik pitam wajahnya memerah.

"Jabu aik"

"Hoy! Jangan pura pura tak melihat bodoh!" teriak Kurami pada Naruto.

"Hn Beelbo, aku rasa cuman perasaan kita ayo pergi" ucap Naruto dan dibalas anggukan serta ucapan Da dari Beelzebub ke empat itu, akhirnya Naruto pergi dengan berlari kencang.

"Awas kau Namikaze Narutooooooooooooooo!"

"Hoooh, abena kata" gumam Naruto seolah olah ia habis dalam bahaya.

"Hm da"

Di tempat agak gelap

Ternyata ada seorang perempuan berambut pirang menatapnya dengan datar dari kegelapan, dan dia ternyata Hildagarde yang merupakan pengasuh bayi yang di gendong Narutolah yang mengintai dari kegelapan.

"Aneh dilihat dari manapun, remaja itu jauh lebih lemah dibandingkan Tatsumi, tapi kenapa ia bisa menjinakkan Bouchama hingga seperti ini, ia jarang sekali menangis, apa karena remaja pirang itu memiliki perhatian tinggi pada Bouchama?" gumam tanya gadis itu sambil mengikuti Naruto dari balik gelap.

Sedangkan Naruto menuju kantor kepala Sekolah, ia ingin meminta ijin untuk keluar asrama, dan menginap di rumah temannya atau bisa dikatakan rumah pengasuh bayi itu Hildagarde.

Di kantor kepala Sekolah kemudian.

"Ada apa kau datang kemari Death last?" tanya sang kepala Sekolah yang ternyata adalah Tsunade.

"Apakah saya boleh tinggal di apertemen sendiri, saya agak kurang nyaman berada di Asrama sekolah" jawab Naruto dengan santai.

"Hoooh, kalau itu aku bolehkan saja, malah aku bersyukur kau tidak lagi berada dalam fasilitas sekolah ini, jujur saja, tinggal di asrama itu adalah sesuatu yang sangat tidak pantas untuk orang sepertimu" ucap Tsunade, Naruto pun tersenyum dan pamit pada Tsunade.

Berikutnya Naruto mengikuti pelajaran seperti biasa, meskipun ia merasa kalau Hildagarde selalu berada disampingnya, ia tidak terlalu terganggu, lagi pula, ia tidak rugi juga kalau terus di intai oleh gadis pirang berdada besar itu.

Hilda merasa cukup puas mengintai Naruto, akhirnya pergi dan melihat percakapan 2 gadis bangsawan, karena penasaran ia pun menguping pembicaraan mereka.

"Hoy kenapa kau melamun aja dari tadi?" ucap Seorang gadis berambut putih panjang dengan mata nyaris putih seperti halnya Klan Hyuga. Namanya, Kaguya Otsutsuki.

"Hoy Kaguya, bukankah kita selalu dapat apapun yang kita mau?" tanya gadis berambut pirang terurai dengan mata hitam dia adalah Kurami Senju, menatap ke arah sahabat wanitanya.

"Hm... biasanya memang begitukan" jawab Kaguya lagi.

"Tapi aku baru saja ditolak oleh orang itu" ucap Kurami dengan nada sedih.

"Apa?! Kau ditolak!" ucap kaget Kaguya "Coba katakan siapa yang barusaja menolak permintaanmu dan apa yang kau pinta darinya?" tanya Kaguya pada Kurami.

"Yah, dia menolakku, ketika aku ingin menjadikannya bawahanku" jawab Kurami.

"Hm mungkin dia berasal dari keluarga bangsawan yang lebih tinggi dari kita maka dari itu ia menolak karena merasa terhina jika melayani kita" jawab Kaguya, yah Kaguya ingat betul dimana ia meminta Nagamasa menjadi pelayannya, namun sayang, ternyata Nagamasa yang berasal dari bangsawan Azai adalah orang yang lebih berpengaruh di sekolah itu, karena menguasai elemen suci yang berjasa mengusir para iblis sejak jaman dulu sebelum Otsutsuki muncul, Azai Nagamasa memilih menjadi Knight karena ia merasa gaya bertarungnya tidak cocok sebagai Wizard dan yang paling parah ternyata Nagamasa adalah tunangan dari sahabat mereka yaitu Oda Oichi.

"Tidak dia bukanlah seorang bangsawan, bahkan dia memiliki nilai terburuk saat ujian masuk sekolah" ucap Kurami lagi.

"Lalu apa ia sempat mengatakan alasannya kenapa ia menolakmu?" tanya Kaguya.

"Dia bilang ia sudah merawat bayi raja, maka ia tidak bisa melayaniku" jawab Kurami.

"Kalau begitu ya sudah terima saja nasibmu" tambah Kaguya.

"Tapi dia itu bukanlah bangsawan kelas tinggi, ditolak oleh seorang rendahan benar benar membuatku muak!" umpat Kurami marah.

"Haah, emangnya siapa sih dia?" tanya Kaguya sekali lagi.

"Itu Si Death last dari Knight, Namikaze Naruto" jawab Kurami dengan kesalnya, di tempat tersembunyi, terlihat Hilda menatap tajam gadis itu, entah mengapa ia marah ketika ayah angkat Kaiser De Emperana Beelzebub IV yang kedua itu dihina seperti itu, secara tidak sadar aura gelap keluar dari tubuhnya namun tiba tiba berhenti, saat ia merasa ada seseorang menyentuh bahunya, dan saat ia menatap kebelakang, ternyata Naruto yang menyentuh bahu Hilda, sambil tersenyum dengan bayi Beelzebub di gendongan tangan kirinya.

"Ka, kau sejak kapan ada dibelakangku?" tanya Hilda.

"Sejak aku merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuhmu" jawab Naruto sambil tersenyum. "Sabarlah, yang mereka hina itu bukankau atau pun Beelbo, jadi kau tak usah marah" tambah Naruto.

"Tapi dengan mereka menghinamu, maka secara otomatis ia juga menghina Bochama, karena, Bochama hanya memilih orang kuat sebagai orang tuanya, jika mereka mengatakan kau itu orang lemah, artinya sama dengan mereka mengatakan kalau Bochama salah memilih orang" ucap Hildagarde.

"Huh" gumam Naruto lalu secara tiba tiba, Hilda langsung kaget melihat ia, Naruto dan Beelbo berada di dalam sebuah kamar, yang kita tau itu adalah kamar Naruto.

"Bagaimana bisa?" gumam Hilda melihat dirinya yang tadinya berada di balik pohon yang lebat langsung berada di dalam ruangan tanpa tau apa sebabnya.

"Sunpo langkah kilat, aku telah membawamu kemari, sudah lupakan amarahmu, sekarang bantu aku untuk beres beres, karena kau sudah janji mau membawa aku kedalam apertemenmu bersama Beelbo" jawab Naruto.

"Haaah baiklah" gumam pelan Hilda yang kembali ke mode normal, ia langsung membantu Naruto membawa barang barangnya kedalam koper dan juga susu Beelzebub, Hilda yang bawa, setelah semuanya telah dimasukan kedalam koper Naruto dan Hilda pun keluar dari asrama dan pergi keluar sekolah untuk tinggal di apertemen, yang disewa Hilda.

Namun belum sempat Naruto meninggalkan sekolah ia sudah dihadang oleh beberapa murid kelas Wizard, dan salah satu dari mereka adalah orang yang ingin menyerang Naruto dengan sihir ketika Naruto makan dikantin.

"Woy Naruto, akan ku balas perbuatanmu tadi sore di kantin!" teriak salah satu dari mereka, Naruto terlihat sedang memeluk Beelbo pun menatap ke arah Hilda dan memberikan bayi mungil itu pada Hilda.

"Ada apa Naruto?" tanya Hilda pada Naruto pada saat itu.

"Ada pengganggu kecil, aku harus menanganinya, dan aku tidak mau Beelbo sampai bangun dan menangis, bisa ribet nant" jawab Naruto sambil tersenyum, Hilda pun langsung mengambil Beelze dari pelukan Naruto secara perlahan dan juga ikut memeluk Beelbo dengan tenang, Beelbo pun terlihat sangat nyaman, lalu Naruto menatap para Wizard, lalu merentangkan tangannya ke arah mereka.

"Hado no Nana juu san, Soden Sukatsui!" setelah mengucapkan mantra Kido itu dengan cepat Naruto mengalikan Reiatsu nya ke telapak tangan dan menembakannya lalu sebuah api biru berukuran besar pun keluar menyerang mereka.

"Apa?!, Fire ball!" {Blaaaaarrrrrrrrr!} kedua jurus itu beradu dan meledak mengeluarkan asap tebal {Buag} tiba tiba tinju yang sangat keras bersarang di ulu hati membuat orang itu terlempar dengan keras.

"Uag!"

Tatapan wajah Naruto yang dingin mengarahkan pandangannya ke arah Wizard yang masih melongo di tempat lalu {Bag!} tanpa disadari Naruto berada di samping salah satu dari mereka dan memberikan pukulan cepat yang mengenai wajah dari Wizard itu "Arrgh!"

"Kisama, Sock-" tiba tiba saja tubuh Wizard itu tidak bisa bergerak saat Naruto dibelakangnya {tap blaaaaaarrrrrr!} Naruto mencengkram wajah orang itu dan dengan kuat membenturkannya ketanah, sekarang hanya tertinggal dua Wizard, karena 10 Wizard yang lain sudah Naruto buat pingsan dengan cepat.

Mereka sock kenapa, karena mereka belum selesai mengucap Mantra Naruto sudah menyerang mereka, berikutnya Naruto mengarahkan tunjuknya pada mereka.

"Bakudou no Roku Juu Ichi Rikujokouro!" {cling} sebuah sinar keluar dari jari Naruto dan tiba tiba salah satu dari Wizard itu di kekang oleh tombak cahaya yang menusuk pinggang nya dari segala sudut.

Belum sempat kabur tiba tiba Naruto sudah muncul dihadapan salah satu dari mereka, oh iya yang terkena Rikujokouro itu langsung pingsan karena menahan rasa sakit yang terbayang {Duag!} {ting}

"Arrrrrrrrrgggggg!" sang Wizard merasa ngilu di selangkangannya, sedangkan Hilda dia hanya bisa tersenyum melihat kekuatan Naruto yang artinya meskipun sifat Naruto agak beda dengan Oga Naruto tetaplah kuat, bahkan Naruto jauh lebih baik dari Oga, karena Naruto memiliki kualitas sebagai seorang ayah yang baik.

Wizard itu terlihat guling guling di tanah karena tidak sanggup menahan ngilu dari selangkangannya yang ditendang oleh Naruto.

"Hilda! Ayo cepat aku sudah tidak sabar untuk tinggal dirumahmu" ucap Naruto, Hilda pun tersenyum dan berjalan melewati para Wizard malang itu.

Sesampainya di Apertemen mewah milik Hilda.

"Wooow, tak aku sangka kau sanggup menyewa apertemen semewah ini" gumam Naruto pada Hilda, Hilda terlihat senang mendapat kata kata itu dari Naruto.

"Nih aku serahkan Bochama padamu" ucap Hilda dan sekarang Naruto lagi yang menggendong Beelzebub, lalu setelah itu Naruto dan Hilda membawa Beelbo kedalam apertemen mewah itu, Naruto terlihat senang berada di apertemen mewah, lalu ia pun membawa Bayi itu ke kamarnya, yah kamar Naruto dan Hilda berpisah, karena mereka bukan suami istri.

Ke esokan harinya lebih tepatnya pukul 03:00 pagi.

Terlihat sekarang Naruto bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mandi, ia juga memandikan Beelbo dengan baik, lalu Naruto menggendong bayi itu dan membuatkan susu bubuk untuk bayi itu dan menyiapkan persediaan susu, lalu ia juga memasak dan membangunkan Hilda.

Di ruang makan kemudian.

Naruto terlihat begitu tenang, memakan makanan yang ada dimejanya walau kadang ia harus berhenti makan untuk menyuapi bubur nasi pada sang Beelzebub kecil, sedangkan Hilda melihat interaksi Naruto dan Beelzebub ke empat hanya tersenyum, karena ia melihat Beelze juga mencoba menyuapi Naruto, begitu jelas kehangatan keluarga yang Naruto berikan, meskipun tatapan mata dan aura Naruto begitu dingin dan beku namun siapa sangka Naruto memiliki sifat ke keluargaan.

"Naruto, boleh aku panggil begitu?" tanya Hilda pada Naruto, Naruto dan bayi kecil itu menatap Hilda yang sedang memandang Naruto dengan wajah datarnya.

"Kalau aku kau perbolehkan memanggilmu Hilda maka maka kau juga boleh memanggilku Naruto" jawab Naruto.

"Trimakasih, oh iya, untuk memastikan dan membantumu menjaga Bochama, aku akan bersekolah ditempatmu" ucap Hilda sambil tersenyum manis ke arah Naruto.

"Hn aku tidak masalah" jawab Naruto sambil tersenyum.

Beberapa menit kemudian.

Akhirnya mereka berangkat sekolah bertiga, Naruto, Hildagarde dan Beelbo, Beelbo masih menempel dibahu Naruto dengan semangat ia menggoncangkan mainannya.

{Kring kring kring}

"Da bu da jaubu mbah ubo" celoteh celoteh tak jelas yang dikeluarkan oleh Beelzebub sambil memainkan mainannya.

"Kau bahagia sekali Beel-kun" sahut Naruto.

"Tentu saja, Bochama sangat senang suara indah" ucap Hilda sambil menatap Beelzebub ke empat itu memainkan.

Naruto dan Hilda berjalan beriringan di jalan menuju sekolah, banyak ibu ibu dijalan yang memandangi mereka, dan berbisik mengatakan kalau mereka bedua adalah pasangan yang serasi, apalagi dengan bayi yang selalu menempel di bahu Naruto bisa dikatakan mereka mengira Naruto dan Hilda adalah sepasang suami istri dengan Beelzebub sebagai anak mereka.

Pukul 06:30 pagi di sekolah.

Naruto dan Hilda yang sampai pun langsung mendapat tatapan dari banyak orang terutama dari orang orang klas Wizard soalnya mereka merasa di permalukan oleh Naruto pada waktu itu, Naruto pun mengantar Hilda ke kantor kepala Sekolah untuk pendaftaran, Akhirnya Hilda di terima menjadi murid di sekolah itu dengan Mana sebesar 4500, jujur membuat Tsunade sangat tercengang karena jumblah Mana sebesar itu membuat Hilda mencapai tingkat White Gold.

"Siapa namamu?" tanya Tsunade pada Hilda.

"Hildagarde"

"Dengan mana sebesar ini aku sarankan kau menjadi seorang Wizard" ucap Tsunadi yang melihat potensi dari Hildagarde.

"Maaf aku tidak tertarik dengan gaya bertarung menggunakan mantra, jadi aku pilih Knight" ucap Hilda menolak tawaran Senju Tsunade selaku seorang Kepala Sekolah.

"Oh sayang sekali, padahal Level Mana milikmu sangat besar" ucap Tsunade pada Hildagarde.

"Heh, tapi aku lebih berbakat dalam seni pedang" ucap Hilda lalu akhirnya pergi bersama Naruto. "Boleh aku meminta satu permintaan?" ucap Hilda.

"Tentu saja" ucap wakil kepala sekolah Jiraya yang tiba tiba bicara, ia juga suami dari Tsunade, seorang Knight berambut putih pengarang buku Icha icha Paradist.

"Aku ingin sekelas dengan Naruto" ucap Hilda sambil menyentuh lengan Naruto, yah sebenarnya ini bukan sifat miliknya, tapi entah kenapa dia mau melakukannya, entah karena Naruto cocok dengannya atau karena dia cinta pada Naruto, atau karena hal lain, entah kita tidak tau.

Naruto diam lalu menatap Hilda sebentar dan kembali menatap Tsunade.

"Baiklah terserah padamu" ucap Tsunade, dan akhirnya Naruto dan Hilda pun pergi dari kantor kepala sekolah lalu masuk ke kelas mereka, Hilda memilih duduk disamping Naruto, tapi alasan ia mau duduk dengan Naruto karena Bochamanya ada disana hn.

Di dalam kelas Naruto banyak orang berbisik saat Hilda duduk disamping Naruto mereka mulai bergosip yang macam macam, Hilda hanya mengedutkan matanya, karena ia iblis maka ia bisa mendengar semua pembicaraan mereka sedangkan Naruto ia lebih biasa biasa saja, karena Naruto adalah orang yang cuek tak pedulian kecuali tentang keselamatannya.

Namun kemarahan Hilda segera hilang ketika melihat tangan kiri Naruto tiba tiba memiliki sebuah tato khusus, yah tanda ia adalah seorang kontraktor dari Beelze, simbol yang juga muncul di telapak tangan Oga Tatsumi, Zebuul Speal.

Beberapa detik kemudian.

Seperti biasa seorang guru killer Ibiki datang dengan wajah sangar sebagai pengajar di kelas mereka, semua murid selalu memperhatikan setiap pelajaran yang diberikan Ibiki, kecuali dua orang murid, yaitu Naruto dan murid baru sekolah itu Hidagarde, mereka berdua lebih memilih ngobrol tentang bagaimana cara mereka agar bisa mendapatkan uang untuk biaya susu milik Beelze.

Melihat hal itu membuat Ibiki merasa kesal karena ia merasa baru kali ini di abaikan, belum lagi yang mengabaikannya ada dua orang, emangnya mereka berdua ngobrol apa serius sekali, laki laki dan perempuan berambut pirang ngobrol tentang sesuatu yang sangat serius, membuat Ibiki Moriou sebut saja begitu(Kalau salah mohon maaf), penasaran apa yang mereka obrolkan lalu memilih diam dan mendekat.

"Hoy Hilda menurutmu pekerjaan apa yang membuatku bisa dapat uang dengan cepat?"

"Kenapa kau tanya begitu?" ucap Hilda, Ibiki mendengarkan para murid lain menyimak.

"Kau tau Beelbo itu minumnya banyak, susu bayi itu mahal, dan kau juga tidak bisa menggunakan punyamu yang besar itu sebagai pengganti susu, jadi aku butuh pekerjaan untuk bisa membeli susu, yah kalau bayi ini rewel kita juga yang repot" jawab Naruto.

"Heh rupanya aku tinggal bersama pengangguran yang sangat payah" umpat Hilda.

'Apa mereka tinggal bersama, dengan bayi satu rumah, harga susu, punya besar' ucap batin Ibiki dan para murid di kelas itu menyimak perbincangan dua sejoli di kelas.

"Walah bukannya kau yang mengajak aku tinggal bersamamu untuk menemanimu merawat bayi ini" balas Naruto pada Hilda.

'Bocah pirang ini di ajak kerumahnya untuk merawat bayi berambut hijau itu, siapa sebenarnya Naruto ini?' tanya batin mereka dengan aura aneh dan juga pikiran liar Ibiki dan para murid lain mulai simpang siur mendengar pecakapan Absurb dua sejoli di kelas itu.

"Itu karena kau adalah ayah dari bayi itu" balas Hilda dengan santai, terlihat Naruto mengangkat sedikit alis matanya.

'Naruto ayah dari bayi itu, lalu siapa ibunya?' itulah pertanyaan yang keluar dari pikiran pikiran yang ada di sekitar Naruto.

"Heh sebagai ibu kau sangat tidak becus dalam mengurus anak" balas Naruto dan akhirnya Hilda dengan Naruto saling menatap satu sama lain dengan pandangan yang sangat tajam dan menusuk, terlihat kilatan tajam keluar dari mata Hilda dan Naruto, sedangkan Beelzebub ke empat itu tidak tau apa apa dia hanya tidur di meja belajar Naruto.

Habis sudah pertahanan Ibiki mendengar percakapan yang isinya seperti pertengkaran suami istri itu.

{Braaak!} sebuah meja di gebrak oleh Ibiki dengan tangannya membuat Naruto dan Hilda menatap ke arahnya.

"Osakena kono boke! Aku tidak tau apa masalah kalian berdua, tapi saat dikelas, jangan ngobrol saat guru kalian sedang mengajar, dengarkan cermati dan pelajari apa yang aku sampaikan dasar berengsek!" umpat marah Ibiki dengan aura ber api api dibelakangnya, namun tiba tiba Naruto dan Hilda membalas dengan perempatan muncul di dahi mereka berdua.

"Kau lah yang seharusnya diam baka yaro!" umpat Hilda dengan aura kegelapan dan gunung lalu istana iblis di belakangnya yang dilengkapi sinar bulan purnama.

"Hn, karena bisa saja, Perbuatanmu itu membuat Beelbo menangis !" umpat marah Naruto dengan aura badai salju dibelakangnya.

"Nandato teneh!" ucap Ibiki.

Lalu terjadilah pertengkaran dua murid dengan satu guru, mereka bertiga hampir saja saling pukul dengan aura masing masing, namun hal itu mereka batalkan karena mendengar suara bayi menangis.

"Mmmmah, e iaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" tangis bayi yang ada dimeja Naruto dengan mengeluarkan sambaran petir yang sangat hebat.

"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!" teriak Naruto.

"Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggg!"

"Bochama!"

{Blaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrr} kelas itu meledak dan untung saja tidak hancur.

Bersambung