Naruto The Psycho in Magic World
Crossover: NARUTO/ナルト,.Beelzebub/べるぜバブ,.High School DxD/ハイスクール DxD
Pair: [Namikaze Naruto,.?] Beelbo/Kaiser de Emperana Beelzebub IV [Lee,.?][Cao Cao,.?]
Genre: Fighter,. School,. Magic, Slash Fighter, Drama, Action, Adventure.
Episode 5:
{Braaak!} sebuah meja di gebrak oleh Ibiki dengan tangannya membuat Naruto dan Hilda menatap ke arahnya.
"Osakena kono boke! Aku tidak tau apa masalah kalian berdua, tapi saat dikelas, jangan ngobrol saat guru kalian sedang mengajar, dengarkan cermati dan pelajari apa yang aku sampaikan dasar berengsek!" umpat marah Ibiki dengan aura ber api api dibelakangnya, namun tiba tiba Naruto dan Hilda membalas dengan perempatan muncul di dahi mereka berdua.
"Kau lah yang seharusnya diam baka yaro!" umpat Hilda dengan aura kegelapan dan gunung lalu istana iblis di belakangnya yang dilengkapi sinar bulan purnama.
"Hn, karena bisa saja, Perbuatanmu itu membuat Beelbo menangis !" umpat marah Naruto dengan aura badai salju dibelakangnya.
"Nandato teneh!" ucap Ibiki.
Lalu terjadilah pertengkaran dua murid dengan satu guru, mereka bertiga hampir saja saling pukul dengan aura masing masing, namun hal itu mereka batalkan karena mendengar suara bayi menangis.
"Mmmmah, e iaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" tangis bayi yang ada dimeja Naruto dengan mengeluarkan sambaran petir yang sangat hebat.
"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!" teriak Naruto.
"Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggg!"
"Bochama!"
{Blaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrr} kelas itu meledak dan untung saja tidak hancur.
Dan mari kita lihat kondisi penghuni kelas, semua murid murid dan termasuk gurunya Ibiki kecuali Naruto, semua nya pada gosong akibat terkena setruman super dari tangisan Beelzebub, hm pertanyaannya kenapa Naruto tidak terpengaruh?, alasannya Naruto dengan cepat melapisi tubuhnya dengan energy chi membuat listrik Beelzebub tidak menyambarnya karena arah petir itu dipantulkan oleh energy tak terlihat yang melindungi Naruto.
"Cup cup cup, Beel-kun ada apa kau lapar?" tanya Naruto sambil menimang bayi iblis itu.
"Eeegh, bagaimana dia bisa tidak terkena sengatan petir tadi?" tanya Ibiki yang tidak menyangka kalau Naruto bebas dari serangan petir dari tangisan Beelbo, sedangkan Hilda ia terlihat baik baik saja, namun tubuhnya tetap lusuh karena terkena petir hanya Naruto yang masih fit seratus persen.
"Hoy Naruto bagaimana kau bisa tidak tersetrum?" tanya bangsawan dari keluarga Azai, yang kita tau dia adalah Nagamasa.
"Aku menggunakan energy chi yang ada didalam tubuhku untuk menjadi perisai tak terlihat yang membelokan semua serangan petir yang keluar dari tangis Beel-kun" ucap Naruto sambil tersenyum manis, ia lalu mengurus bayi Beel.
"Hoy Dokou! Mau kemana?" tanya Hida pada Naruto.
"Beel-kun ingin buang air kecil, jadi aku harus mengantarnya ke toilet" jawab Naruto lalu menghilang dengan kecepatan tinggi.
"Dia ayah yang bertanggung jawab" ucap Arthur yang muncul tiba tiba di belakang Hilda.
"Hn aku setuju" jawab Hilda pada Arthur.
"Ja, siapa namamu?, aku baru pertama kali melihatmu di kelasku, kamu pasti murid baru" tanya Ibiki pada Hilda yang kelihatannya sedang memikirkan sesuatu.
"Hildagarde, kau bisa memanggilku Hilda" jawab Hilda.
"Anu Hilda-san, apa hubunganmu dengan Naruto-san, apa kau tunangannya?" tanya Nagamasa pada Hilda.
'Emmmm, aku harus menjawab apa pertanyaan ini?' tanya batin Hildagarde yang kebingungan menjawab pertanyaan Nagamasa dari keluarga Azai, banyak pasang mata menatap Hildagarde, membuat ia menjadi bingung mau menjawab apa, karena ia juga bingung tentang hubungan ia dengan Naruto itu sebenarnya apa. "Kurasa itu bukanlah urusan kalian" jawab Hilda dengan santai lalu kembali duduk dimejanya menunggu Naruto dan tuan mudanya.
{Cling} kali ini Naruto langsung muncul dan duduk kembali disamping Hilda terlihat Beelbo tidak begitu sedih lagi, ia bahkan terlihat gembira, dengan mainan ditangannya dan botole susu ditangannya.
Naruto dengan santainya menatap pelajaran yang disampaikan oleh Ibiki, ia sebenarnya tidak terlalu memperhatikan ia juga tidak peduli dengan sekitarnya dan lebih memilih untuk duduk santai dan menatap ke arah jendela, tanpa memikirkan apa apa.
Skipe time.
Ketika istirahat kemudian, terlihat Naruto dan Hilda berjalan keluar bersama, kemanapun mereka selalu bersama, orang orang langsung heran dengan Naruto yang tiba tiba bisa dekat dengan seorang wanita.
"Hilda apa kau tidak punya kegiatan lain selain mengikutiku?" tanya Naruto pada Hildagarde.
"Ada masalah apa sih Naruto, kenapa aku tidak boleh mengikutimu?" tanya Hilda pada Naruto.
Naruto yang mendengar pertanyaan Hilda jadi diam sesaat lalu menjawab.
"Bukan tidak boleh, hanya saja, aku sedang ingin menghindari tatapan tajam mereka yang menusuk itu" jawab Naruto dengan tenang sambil menunjuk orang orang yang melayangkan pandangan iri kepadanya.
"Heh, bukannya kau selalu cuek pada mereka, kau juga punya kekuatan yang sangat besar" ucap Hilda.
"Tapi aku masuk bukan untuk mengacau melainkan untuk membuktikan pada mereka kalau, aku... ah sudahlah kau silahkan ikuti aku, hari ini aku hanya ingin santai di atap gedung sekolah" gumam Naruto yang berjalan menuju tujuannya, di ikuti oleh Hilda yang berjalan dibelakangnya sambil membawa tas kecil yang isinya adalah minuman Beelbo.
"Hoy Naruto" panggil Hilda.
"Hn" sahut Naruto sambil berjalan santai sedangkan Beelbo jangan tanya dia asik dengan mainannya sambil menempel di punggung Naruto.
Di atap sekolah kemudian.
Terlihat Naruto dan Hilda bersantai disana, dengan santai Naruto duduk dan menatap pemandangan yang indah dari atap sekolah, Hilda juga duduk lalu ia hanya menatap ke arah Beelzebub yang berangkak ke arahnya lalu mengangkatnya dan meletakannya di pangkuannya.
"Da "
"Ada apa Bouchama?" tanya Hilda pada Beelzebub.
Naruto pun menatap ke arah Beelzebub yang menarik menarik baju Hilda seperti menginginkan sesuatu yang ada dibalik pakaian itu.
"Hilda apa kau ada menyembunyikan sesuatu di bajumu, kelihatannya dia menginginkannya?" jawab dan tanya Naruto pada Hilda.
"Da, da, da,"celoteh bayi itu sambil menarik narik seragam milik Hilda bagian depan lebih tepatnya dada.
Hilda terlihat menautkan alismatanya tanda ia bingung apa yang dimaksud oleh Naruto, karena secara teknik ia tidak membawa apapun bahkan di dalam kantong bajunya tidak ada benda yang penting selain uang emangnya bayi seperti Beelzebub ke empat itu udah paham soal uang.
"Naruto aku tidak tau apa maksudmu tapi aku tidak menyembunyikan apapun di balik pakaianku" jawab Hilda.
Saat mendengar perkataan Hilda yang satu itu hanya ada satu yang tersisa dalam pikiran Naruto, lalu sebelum ia menjawab ia langsung berpaling, karena meskipun ia tidak akan memerah hanya karena melihat gadis telanjang, namun tetap saja tindakan itu adalah kurang ajar.
"Aku rasa Beelbo-kun ingin kau menyusuinya, mah kau taukan Beelbo secara tidak sengaja melihat seorang bayi menyusu lewat payudara ibunya" jawab Naruto dengan nada datar, ia bahkan tidak terdengar gugup setelah mengatakan hal itu, yang Naruto katakan cukup Vulglar namun tetap dalam batasan wajar.
Wajah Hilda memerah, ia tidak pernah menyusui sebelumnya, ia juga hanya sebagai seorang pelayan dan bukan ibu, ia tidak punya kelenja susu di payudaranya.
"Bo bouchama, Hilda tidak bisa melakukan itu, karena Hilda hanya pelayan bukan ibu kandungmu" ucap Hilda menolak permintaan Beelbo.
"Eng eng eng!" terilhat Beelbo ingin menanis ketika mendengar kata kata Hilda dengan cepat Naruto menyentuh kepala Beelbo.
"Beelbo, jangan gampang menangis, jika kau terus menangis kau akan di anggap lemah" ucap Naruto dengan nada datar, Beelbo yang awalnya ingin menangis langsung tidak jadi lalu menatap ke arah Naruto.
"Da!" ucapnya dengan semangat.
"Huh" hela nafas Hilda yang lega karena Beelbo tidak menangis.
"Bagus, ibu Hilda emang tidak bisa memberikan susu lewat cara itu, tapi" ucap Naruto menggantungkan kata katanya, Bayi Beel dan Hilda langsung menatap Naruto dengan lekat.
Sementara itu tanpa mereka sadari kalau ada beberapa pasang mata sihir mengawasi mereka, Hilda memang dari tadi merasakannya namun ia mengabaikannya, karena baginya mengurus Bouchama adalah hal yang lebih penting, Naruto juga sama, namun alasan diamnya berbeda, Naruto menunggu tindakan musuh, lalu beraksi dengan membantai mereka, karena sebenarnya Naruto sangat gatal ingin membunuh orang, karena Naruto adalah Psycho, membuat darahnya mendidih menahan nafsu membunuhnya, sejak awal ia benar benar marah karena terus terusan diremehkan ia terus menunggu kapan saatnya ia bisa menunjukan kekuatannya tanpa harus berurusan dengan hukum sekolah.
"Emmm da?" seolah bingung dan bertanya Beelbo menatap Naruto dan memiringkan kepalanya.
"Dia bisa membantu membuatkannya iya kan" ucap Naruto sambil menyerahkan kantong bekal yang isinya adalah bekal Beelze yang merupakan susu bubuk dan termos kecil berisi air panas.
"Huuuh ku kira apa ternyata kau memanfaatkan perasaan Bochama agar aku yang membuatkan susu untuknya" ucap Hilda, Naruto hanya mengangguk, akhirnya Hilda pun melakukannya, mulai dengan memasukan susu bubuk kedalam botol dan air panas, lalu mengguncangnya dan ia menunggu suhu di botol mendingin, ketika sudah cukup dingin Hilda pun memberikannya pada bayi Beel dengan lembut seperti seorang ibu yang baik ia memberikan susu itu dengan tangannya yang memegang botol susu bayi lalu Beelze di pampah di tangannya, saat sedang asik memberi minum Beelze Hilda sadar kalau Naruto sedang memperhatikan sesuatu.
"Hoy durian busuk kau sedang apa?" tanya hina Hilda pada Naruto.
"Wah wah, panggilanmu menusuk sekali padaku" ucap Naruto, yah walaupun Naruto merasakan kekuatan besar ditubuh Hilda ataupun musuh musuhnya ia sama sekali tidak pernah memandang takut, malah semakin kuat musuh maka semakin berani ia menatapnya, Naruto tidak akan takut hanya karena musuhnya lebih kuat darinya, rasa takutnya hanya muncul jika orang orang yang ia sayangi mati di depan matanya, namun ia tidak pernah memampakan rasa takut meskipun takut.
"Sudah jawab saja" ucap Hilda.
"Hilda-san apa kau merasakannya?" tanya Naruto pada Hilda, semula Hilda tidak paham apa maksud Naruto namun ia mengerti ketika melihat Naruto menatap tajam ke arah langit yang jika dilihat dalam mata biasa maka yang terlihat apa apa, namun dimata Hilda yang seorang iblis ditambah lagi ia memang sudah merasakan hal itu sebelumnya, ia melihat sebuah kupu kupu transfaran yang terbuat dari sihir, inilah kelebihan Wizard ia bisa menjadi mata mata tanpa harus membahayakan dirinya.
"Apa yang akan kau lakukan Namikaze Naruto?" tanya Hilda.
Naruto pun mendekat ke arah Hilda lalu menyentuh dan mengelus lembut kepala Hildagarde, Hilda hanya bingung dan tidak tau harus bicara apa wajahnya juga biasa saja, namun ada rasa kesal dihatinya..
"Aku yakin hatimu mengatakan jangan sentuh aku, tapi kau harus menahannya karena jika kau melakukannya Beelbo akan menangis dan membuatmu kerepotan, nah begitu juga aku, dalam hati aku merasa kesal akan hal ini dan ingin menghajar orang yang melakukan pengintaian namun tidak bisa karena jika aku melakukannya Sekolah akan mengambil tindakan" jawab Naruto dengan nada datar dan tenang sambil menatap tajam sihir lancang yang berani memata matai kegiatannya, sedangkan Hilda ia hanya diam dan tidak menyangkal perkataan Naruto sama sekali.
Di kantin para Wizard.
"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan kelemahannya?" tanya para wizard lain.
"Belum tapi, aku menemukan sesuatu yang menarik" jawab seorang Wizard wanita berambut putih panjang dengan mata mengkilat.
"Bagus Yuki-san" ucap lelaki berambut putih panjang dengan bibir ungu.
"Panggil saja Shirone, Akichi Mitsuhide" ucap gadis itu.
"Hai hai Shirone Yuki, jadi apa yang kau lihat?"
"Iya apa yang kau lihat" tanya para Wizard.
"Dia dekat dengan seorang gadis berambut pirang, aku tidak tau siapa dia, tapi kelihatannya dia adalah murid baru atau pindahan dari divinisi Knight" ucapnya.
"Jadi siapa yang akan maju memberikan pelajaran pada Knight kurang ajar itu?" tanya gadis berambut hitam panjang dengan dada besar.
Di atap sekolah.
"Benda itu menghilang" gumam Naruto, Hilda juga merasakannya namun ia tidak terlalu memikirkannya.
Di perpustakaan.
"Hn tuben dia tidak datang, apa jangan jangan dia serius menjalankan niatnya, ah aku rasa itu tidak masalah, malah bagus kalau aku bisa sendirian disini" gumam Sona lagi lalu membali membaca buku.
Di sebuah sungai dekat sekolah.
Terlihat seorang gadis berambut pirang di ikat Pony tail berpakaian serba hijau dengan mata emerlad, tengah santai disana, dia adalah Kirigaya Lyfa, murid pindahan dari ras peri, entah kenapa bangsa peri mau bersekolah di dunia manusia, padahal ilmu pengetahuan mereka tentang sihir jauh lebih besar ketimbang manusia, jadi apa yang ia cari, semua itu masih misteri.
Kembali ke Naruto.
"Hilda bisa kau pergi ke kantin?" tanya Naruto lalu mengangkat Beelbo dan meletakannya di bahunya.
"Untuk apa?" tanya Hilda lagi.
"Aku ada urusan mendadak, jadi aku harap kau sudah membawakanku dan Beelbo makanan sebelum kami kembali kesini" ucap Naruto lalu menghilang dengan Shunpo yang ia miliki.
"Hilda tidak begitu mempermasalahkannya karena menurutnya Bouchama akan aman jika bersama Naruto jadi ia pun menurut dan pergi ke kantin.
Di tempat para Wizard.
"Sekarang mereka sudah berpisah, kelihatannya kesempatan bagus untuk membuat sandra" ucap salah satu Wizard memberikan Informasi, lalu dengan bagitu puluhan Wizard langsung keluar bertujuan untuk menyergap Hilda.
Di sebuah tempat.
Terlihat seorang remaja berambut pirang jabrik dengan mata biru mengenakan jaket hitam orange, lalu di bahunya ada seorang bayi imut yang menempel memandang bingung sekitarnya, yah gimana enggak bingung, wong disekitar hanyalah gurun pasir tandus dan tidak ada apa apanya.
Namun lain bagi remaja berambut pirang itu, ia menatap pemandangan yang ada didepannya dengan senyum aneh lalu berjalan santai disana, oh jangan heran kenapa mereka tidak kepanasan, karena remaja pirang itu menciptakan perisai tak terlihat untuk melindungi dirinya dan bayi yang menempel di bahunya dari teriknya panas matahari. Lalu hanya dalam beberapa langkah remaja pirang itu kembali menghilang bersama bayi yang di gendongnya dan muncul atap sekolah sihir lagi.
Di atap gedung sekolah.
"Hm kok Hilda belum kembali" gumam remaja pirang yang ternyata adalah Naruto.
"Jabu da"
Naruto dan Beelbo pun duduk menunggu kedatangan dari Hilda, dan hampir setengah jam Naruto duduk namun tak menemukan Hilda membuat Naruto sedikit penasaran.
"Ne Beelbo, kau ingat pertama kali kita bertemu?" tanya Naruto pada bayi yang menempel di bahunya.
"Jabuda"
Naruto tersenyum mendengarnya, bayi Beel juga udah punya gigi, meski hanya enam dengan 3 gigi atas dan 3 gigi bawah, Naruto pun mulai mengingat awal pertemuannya denga bayi Beel.
Flash back.
Terlihat Naruto nampak sedikit kebingungan ketika bayi berambut hijau mau menempel padanya, dengan cepat Naruto mencari ibu dari bayi itu, ia menghilang dan mencari dengan berkeliling kota mencari ibunya bayi berambut hijau, namun banyak yang menggeleng tak tau itu bayi siapa, lalu ada yang menyarankan untuk mencari orang tua bayi itu dengan melawan arah arus sungai dengan begitu ada kemungkinan bisa bertemu orang tua bayi itu yang mungkin sedang mencari anaknya.
"Ikuje Bou-san kita cari ayah dan ibumu!" ucap Naruto dengan semangat berjalan dengan arah yang berlawanan dengan arus air sungai untuk menemukan siapa orang tuanya, namun nihil bahkan sampai mereka berada dihutan belantara hingga hampir mencapai sore hari, Naruto menyerah untuk sementara karena tidak menemukan siapa orang tua bayi itu dan mencoba mencarinya besok, karena hari sudah sudah hampir sore, namun dalam perjalanan kembali, tiba tiba monster monster berlevel tinggi datang, yang datang karena suatu penyebab, dan penyebabnya energy kuat yang dipancarkan oleh bayi itu.
Naruto meski bukan pengguna Mana namun Naruto tau kalau Beelbo yang mereka incar, karena dari tekanan Reiatsu Naruto sudah bisa melihat sekuat apa orang yang ia hadapi, Reiatsu adalah energy yang berada di dalam roh, sangat berpotensi dan Roh adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan energy dalam tubuh, karena orang orang di dunia baru Naruto hanya mengetahui Mana, mereka tidak bisa menyembunyikan diri dari Naruto hanya dengan menekan Mananya.
Saat itu ada banyak Magical Beast yang datang, Naruto menyiapkan kuda kuda dan memunculkan panah Quincy yang terbuat dari energy Reiatsu, Naruto sangat payah dalam menggunakan kemampuan Quincy kenapa karena iya mempelajarinya secara setengah setengah.
"Bo-san, kelihatannya energy besar yang ada dalam tubuhmu itu yang membawa mereka kemari, apa yang harus kita lakukan?" tanya Naruto pada bayi itu.
"Eeeem Jabu jabujabujabudah bua dah" ucap bayi berambut hijau yang telanjang dengan serius, namun yah Naruto enggak ngerti tu bayi ngomong apa, tapi Naruto bisa mengambil kesempulan kalau, *mereka berani macam macam sama kita jadi kita serang saja buktikan siapa yang kuat*
Dengan kesimpulan yang entah datang darimana itu Naruto maju dengan bermodalkan tekat keberanian dan kemampuannya, sedangkan Bayi yang menempel di bahunya hanya diam dan menonton.
Naruto maju ke arah Beruang api, beruang itu menyerang Naruto dengan tinjunya yang berlapiskan api merah menyala, namun dengan cepat Naruto membidik dan menembakan anak panahnya dengan kecepatan 30 peluru perdetik {Srararararararak} peluru panah roh menembus tubuh beruang itu dan membunuhnya, lalu dari belakang ada Elektrick Gorila yang mencoba memukul Naruto dengan tinju berlapiskan petir hingga ribuan Voltase, namun sebelum itu terjadi Naruto tiba tiba menghilang, lalu muncul diatas langit, lalu mengumpulkan banyak Reiatsu, lalu menarik senar roh yang ada dibusur Quincy miliknya, lalu setelah ditembakan muncul peluru panah yang cukup besar lalu menembus jantung, Gorilla, itu, Naruto dan bayi itu bersenang senang dengan waktu yang lama, Yah Bayi berambut hijau itu terus tertawa ketika Naruto membantai banyak monster, hingga akhirnya Naruto bertemu monster mengerikan kira kira monster kelas S, berwujud ramping namun dengan aura membunuh yang pekat.
Mendapati lawan yang cukup kuat Naruto, pun menghilangkan busurnya, lalu mengumpulkan Reiatsu miliknya hingga udara udara disekitarnya berubah menjadi kelopak bunga Sakura berkumpul ditelapak tangan Naruto saling menyatu membentuk sebuah katana, lalu setelah proses selesai, bunga Sakura yang berkumpul tadi berubah menjadi katana baja.
Pertarungan berlangsung sengit karena ternyata monster tanpa nama itu bergerak dengan cepat dan mampu menyaingi Shunpo milik Naruto, tebasan dan cakar terus beradu, pertarungan terjadi dalam jangka waktu lama, {Tenk teng treerererererereng!}.
"Hoh, tidak aku sangka dia cukup kuat" ungkap Naruto sambil siaga dengan pedangnya.
"Da" bayi berambut hijau itu menatap tajam monster yang menyerang mereka berdua.
"*Grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!*" monster itu menggeram sampai akhirnya, ia melesat disaat Naruto tidak siap dan sret.
"Eh" gumam Naruto, tiba tiba pipi Naruto mengeluarkan darah dan percikan darah itu mengenai wajah bayi mungil itu, dan itu adalah kali pertaman Bayi Beel menangis, membuat monster super kuat itu kabur karena tidak sanggup menghadapi petir yang keluar dari tubuh bayi Beel, sedangan Naruto dengan segenap tenaganya mencoba menenangkan bayi itu, saat bayi itu sudah tenang, hari sudah mulai sore, Naruto kembali ke asrama, namun sebelum ada di dalam asrama Bayi itu kelaparan, karena merasa berhutang budi pada bayi itu karena menjauhkan monster sialan yang kalau marah kecepatannya melebihi dirinya ia pun mau membelikan susu, di tengah jalan Naruto menemukan panti asuhan dan saat diserahkan kesana, saat Naruto pulang bayi itu menangis merangkak mengejar Naruto dan ketika menempel di kaki Naruto, pancara listrik super kuat membuat Naruto berteriak histeris, dan itulah penyebab Naruto tidak akan mau membuang bayi itu.
Flash back off
"Haah, walau bagaimanapun ini sudah kelewatan, waktu istirahat sudah hampir habis" gumam Naruto {Deg deg} "perasaan apa ini" gumam Naruto ia merasakan pirasat tidak enak mengenai Hilda, ia tau Hilda adalah orang kuat bahkan mungkin lebih kuat darinya namun mengingat peraturan di sekolah ini dimana para Knight tidak diperbolehkan menyakiti Wizard namun hukum sebaliknya tidak berlaku membuat Naruto khawatir, kalau kalau Hilda terkena masalah.
{Cilng} sebuah kilatan sinar muncul di arah samping Naruto dan melesat ke arahnya namun {Tap} dengan sigap Naruto menangkap benda yang bisa saja membunuhnya itu, yah sebuah pisau dengan kertas yang dililitkan di gagangnya.
"Surat apa isinya?" gumam tanya Naruto.
"Jabu"
"Dengar Beelbo, sebagai laki laki kita harus kuat dan bertanggung jawab" ucap Naruto, entah kenapa bayi itu merasa dejavu dengan ucapan Naruto.
^Hoy Death Last, Namikaze Naruto, kami telah menangkap kekasihmu, gadis pirang dari Devinisi Knight, jika kau tidak segera menyelamatkannya kami akan melakukan sesuatu padanya, jadi temui kami di gedung sekolah yang tua^
Naruto yang melihat surat tantangan itu langsung marah, ia sudah menduganya, meskipun Hilda kuat ia tidak akan bisa melawan karena hukum sekolah yang ketat pada para Knight, yah Hukum yang berat sebelah.
Bersambung
