Naruto The Psycho in Magic World
Crossover: NARUTO/ナルト,.Beelzebub/べるぜバブ,.High School DxD/ハイスクール DxD
Pair: [Namikaze Naruto,.?] Beelbo/Kaiser de Emperana Beelzebub IV [Lee,.?][Cao Cao,.?]
Genre: Fighter,. School,. Magic, Slash Fighter, Drama, Action, Adventure.
Episode 6: Pertarungan Uzumaki Naruto.
By: Madara45678uchiha
Naruto pun berjalan santai menuju gedung sekolah wajahnya terlihat datar dan dingin, bayi Bellzebub yang ada punggungnya nampak meniru ekspresi dingin Naruto dan ia meningkatkan aura membunuh yang Naruto keluarkan, hingga hampir semua orang merasakan aura negatif yang keluar dari dalam tubuh seorang pecundang yang tak punya mana tersebut.
Semua orang tidak ada pilihan lain selain tercengang melihat kejadian yang ada dihadapan mereka dimana Naruto berjalan tanpa rasa takut menuju kesebuah tempat, dan tempat yang ia tuju adalah kelas devinisi Wizard {Brak!} semua orang kaget ketika mendengar suara pintu di dobrak dan terlihat Naruto dengan tampang datar dingin dan memasang ekspresi tubuh tanpa jiwa lalu menatap ke arah guru divinisi Wizard secara perlahan dan menatap para murid disana dengan tatapan dinginnya, lalu ia langsung menajamkan pandangannya pada seorang guru yang ada disana.
"Hoy! Apa yang kau lakukan saat jam pelajaran seperti ini?! Cepat kembali ke kelasmu atau kau berada da..." belum selesai sang guru bicara Naruto sudah ada dihadapannya dengan mengacungkan pedang kayu di lehernya.
"Sensei bolehkah aku bertanya sesuatu?" gumam Naruto.
"Glegk, Apa yang ingin kau tanyakan?" jawab sang guru, ia cukup kaget dan rada takut dengan nada bicara Naruto yang datar terkesan tak kenal takut.
"Apakah ada muridmu yang belum hadir di kelasmu ini?" tanya Naruto.
"Kau bisa lihat sendiri semua kursinya terisi jadi sudah jelas kalau murid muridku hadir semua" jawab sang guru dengan santai dan menatap tajam Naruto, namun Naruto tak peduli akan hal itu pandangan kosongnya kemudian di arahkan dengan sepucuk surat.
"Aku baru saja mendapatkan tantangan dari anak anak kelas Wizard" ucap Naruto sambil memberikan surat yang ada ditangannya.
"Katakan apa tindakanmu ketika mengetahui perbuatan mereka?" tanya Naruto, semua orang di kelas itu langsung tegang gara gara kedatangan Naruto, termasuk sang guru yang tengah terlihat bingung mau menjawab apa dalam pertanyaan Naruto mengenai surat tantangan di tangannya.
"Jika kau tidak mau melakukan sesuatu terhadap mereka, aku akan menjawab tantangan ini dan membunuh mereka semua bagaimana?" tanya Naruto pada sang guru, semua murid dan guru yang ada di kelas itu kaget akan penuturan Naruto.
"Heh, seperti kau bisa saja melakukannya" ucap sang guru, Naruto tak peduli ia merasa sudah mendapatkan ijin lalu menarik pedang kayu miliknya dan berjalan pelan keluar kelas dan berkata.
"Ku harap kau tidak menyesal akan hasil dari apa yang kau katakan saat meremehkanku" gumam Naruto, lalu setelah itu Naruto menghilang dalam sekejap mata, tentu saja hal itu membuat sang guru merasa khawatir akan keselamatan para Wizard karena ia tau betul dengan kecepatan yang Naruto miliki Naruto bisa membunuh mereka semua sebelum mereka mengucapkan satu mantrapun.
"Sensei apa yang harus kita lakukan?" tanya murid perempuan, berambut hitam berpakaian serba merah dengan tongkat sihir yang berukuran besar yang ada disana.
"Ku rasa kita tidak perlu turun tangan Megumin, karena seorang Knight tidak mungkin bisa menang melawan puluhan Wizard" ungkap sang guru menguatkan hatinya yang merasa dek dekan akan nasib para murid Senior Wizard tersebut, karena kalau pun mereka berhasil selamat mereka akan mengalami mimpi buruk yang sangat kelam karena harus berhdapan dengan kenyataan buruk dimana mereka kehilangan harga diri mereka ketika dikalahkan oleh seorang tanpa bakat.
"Apa sensei yakin akan hal itu, karena dari gosip yang aku dengar, Arthur kalah saat beradu jurus dengannya" ungkap seorang murid lelaki berambut putih disana.
Mendengar hal itu pirasat sang guru makin memburuk ia pun terpaksa pergi meninggalkan murid muridnya dan melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah.
Di sebuah gudang sekolah.
Terlihat Hildagarde di ikat dalam sebuah kursi dan ia dikelilingi oleh para Wizard, dengan tampang tenang dan datar ia diam menghadapi hal tersebut {Tap tap tap} suara derap kaki terdengar orang orang yang mengelilingi Hildagarde langsung membuka jalan untuk orang yang ingin lihat, Hilda menatap ke arah depan, dengan pandangan tak peduli.
"Wah wah tak aku sangka sang pecundang punya pacar yang sangat cantik" ucap orang itu, ia mengenakan jubah hitam berambut hitam putih panjang dia adalah Akechi Mitsuhide pengguna sihir kegelapan, orang yang memimpin gerakan tersebut.
Hildagarde hanya diam dan tak berkata apa apa selain menatap orang yang di depannya dengan kemarahan {Brak!}
"Jangan diam saja setidaknya katakan sepatah dua patah kata untuk ku yang bersusah payah mengambil cara ini" ucap Mitsuhide menggebrak meja di hadapan Hildagarde, namun bukannya takut atau menjerit Hilda hanya diam.
"Cih setidaknya menjeritlah baka ona!" seru orang itu sambil menjambak rambut Hilda dengan kasar, namun Hilda masih tetap diam, ia hanya menjawab dengan singkat.
"Untuk apa aku melakukannya?" tanya Hilda dengan nada dingin.
"Hah?"
"Tak peduli apapun yang kau lakukan padaku, kau tidak akan mendapatkan apa apa, bahkan jika aku berteriak, tidak akan ada untungnya bagi diriku dan dirimu, keh pecundang" ungkap Hildagarde pada mereka semua, sambil menatap mereka dengan pandangan meremehkan.
"Cik Ki kisssaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaamaaaaaaaaaa! Beraninya kau berkata begitu padaku, kau sudah bosan hidup rupanya hah!" seru mereka semua pada Hilda, Hilda hanya diam dan mengarahkan pandangannya ke samping menandakan ia tidak sudi menatap ke arah mereka.
{Tap} tiba tiba seorang lelaki berambut putih bermata ungu bergigi tajam setajam Hiu menggenggam dagu Hilda dan di arahkannya pandangan Hilda ke wajahnya.
"Heh kau benar benar wanita kurang ajar!" seru orang itu dan langsung memukulnya {Plak!} Hilda hanya diam dikala wajahnya memerah karena pukulan lelaki tersebut.
"Suigetsu sudahlah, cepat atau lambat ia pasti akan datang, jadi persiapkan diri kita hanya untuk menghadapinya mengerti" ucap Mitsuhide memperingati.
"Hai kami mengerti!" seru mereka.
Hilda hanya tersenyum sinis mendengarnya.
"Kalian tidak akan menang melawan Naruto, karena Bellze-sama bersama bocah itu, kalian tidak akan bisa menang dia sangat kuat dan memilik, kekuatan gelap yang tidak dimiliki oleh siapapun dalam dunia ini, jadi kalian jangan pernah meremehkannya, jika tidak ingin berakhir mengenaskan" ungkap Hilda memperingatkan para Wizard bodoh di hadapannya.
"Hei apa kalian mengerti apa maksudnya?" tanya Suigetsu pada teman temannya.
"Sudahlah paling paling dia sedang ngawur"
"Ahahahahahahahahaha!"
'Naruto aku mohon jagalah Bouchama untukku" batin Hildagarde pada saat itu.
Beberapa detik setelah itu.
Terlihat remaja berambut pirang jabrik sedang berdiam diri di depan pintu gudang.
'Hilda jadi kau ada disini' batin Naruto sambil berjalan mendekati pintu gudang sekolah tersebut.
"Daa buuuh" gumam Bellbou yang ada di punggung Naruto sambil menatap tajam pintu tersebut, dan saat mereka berada tepat di depan pintu gerbang.
{Klek}.
"Kelihatannya ini di kunci" gumam Naruto, setelah itu Naruto dengan cepat memukul pintu yang ada di depannya dengan tinju miliknya {Dug, tleng teng teng teng!} secara tiba tiba lubang kuncinya lepas dari pintu dan membuat pintu itu bisa dibuka dengan mudah {kreeeet}.
"Fire ball!" tia tiba puluhan bola api melesat ke arah Naruto.
"Bakudou no hachi jyu ichi Danku" gumam Naruto dan tiba tiba dinding energy transparan muncul menahan serangan para Wizarrd (Blaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!}. asap hitam dari ledakan menutupi pemandangan dan ketika asap dari ledakan itu menghilang terlihat Naruto masih berjalan santai mendekati mereka.
{Buag!} tinju keras Naruto langsung menghantam perut salah seorang penyihir yang ada disana dengan sangat keras "Uarrrg!"
Para penyihir langsung kaget melihat Naruto langsung berada di hadapan salah satu dari mereka dan mengalahkannya dengan sekali tinju dibagian perut, orang yang terkena hantaman tinju Naruto langsung muntah darah karena lambungnya yang terluka, Naruto mengalihkan pandangannya pada seorang penyihir berambut merah yang ada dihadapannya, mereka tiba tiba bergetar ketakutan dan melarikan diri.
"Hu huaaaaaaaaaaaaaa!"
Naruto pun berjalan santai masuk kedalam gudang mencari keberadaan Hilda.
"Bellbo kita akan hajar mereka semua, jadi bersiaplah" gumam Naruto lalu berjalan dengan santai.
"Em Dabu da!" seru sang bayi dan tiba tiba tanda Jebul Speal menyebar di seluruh tangan Naruto dan membuat Naruto mengeluarkan aura iblis mengerikan dari dalam tubuhnya dan saat Naruto berjalan lantai gudang itu langsung retak, tubuh yang di luapi mana iblis itu mengeluarkan aura merah menyala, yang panas bagai api.
Namun secara tiba tiba sebuah petir berkecepatan tinggi melesat ke arah Naruto bukan hanya petir angin dan api juga melesat bersamaan {Blaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr!} ledakan besar tercipta dan membuat para penyihir itu tertawa karena mengira Naruto sudah terkena serangan mereka dan terluka parah.
"Ahahahahahahahahaha, aku yakin dia pasti angus terbakar!"
"Bouchama!" teriak Hilda melihat Naruto terkena serangan dan ternyata Naruto menghindari serangan mereka dengan mudah dan sekarang Naruto kembali mendekat dengan pandangan dingin dengan membawa pedang kayu ditangannya.
"Serangan semacam itu jangan harap bisa mengenaiku" gumam Naruto, lalu secara tiba tiba Naruto melempar pedang kayu nya ke arah mereka, mereka yang melihat itu langsung menghindar, namun saat mereka menghindar dan pedang kayu itu tepat berada di samping mereka, Naruto tiba tiba muncul dan menangkap pedang kayunya dan memukul pengguna sihir air tersebut dengan kekuatan yang luar biasa keras.
"Uso daro" gumam Suigetsu sambil membelalakan mata ketika melihat Naruto orang yang selama ini ia remehkan secara tiba tiba berada dihadapannya dan {Braaaak!] pedang kayu itu di hantamkan ke wajah Suigetsu dengan sangat kuat hingga pedang itu hancur dan wajah Suigetsu mengeluarkan banyak darah akibat serangan itu, Naruto menatap datar Suigetsu yang mengerang kesakitan.
"Aaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrgh Sakiit!" teriak Suigetsu yang merasakan rasa sakit yang luar biasa, Naruto mendekat dengan tampang datar dan tatapan dingin tak peduli rasa yang sedang dia rasa oleh Suigetsu, Naruto menjambak rambut Suigetsu.
"Aaaaaaaa!" erang Suigetsu ketika rambutnya dijambak oleh Naruto.
"Kau kau akan merasakan akibatnya jika kau meneruskan perbuatanmu ini, hentikan maka aku akan mengampunimu!" seru Suigetsu mencoba mengancam Naruto.
"Dengan kondisimu yang sekarang bagaimana kau bisa menyerangku, senpai, kalau dilihat dari manapun kau lah yang paling membutuhkan pengampunan dariku" ucap Naruto sambil tersenyum, senyuman sadis yang menandakan ia siap memberikan esekusi pada Suigetsu.
{duaarrrr} sebuah bola sihir melesat ke arah Naruto dan beruntung Naruto masih bisa menghindar hingga bola sihir itu hanya melewati wajahnya saja, Naruto menatap orang yang menyerangnya, ternyata seorang gadis penyihir yang berasal dari kelas 3 B Wicht, bernama Asia Argento, seorang penyihir medis, ia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan namun ia memiliki mahluk Summon seekor naga dan itulah yang ia gunakan untuk menyerang Naruto.
"Jangan ganggu Suigetsu-senpai!" serunya
Naruto memberikan tatapan dinginnya untuk mengintimidasi Asia yang menghalangi jalannya.
"Lalu bagaimana dengan kalian yang se enak hati kalian menculik seorang perempuan yang merupakan teman terbaikku, kau pikir aku akan diam saja ketika aku meminta bantuan pada seorang guru tapi tak di gubris, tidak aku akan maju dan mengalahkan kalian semua untuk mendapatkan temanku kembali" jawab santai Naruto aura gelapnya pun meningkat, Jebul speal yang ada di tangannya tiba tiba menyebar hingga ke wajahnya, mereka semua bergetar ketika merasakan tekanan mana yang sangat kuat, yah Naruto telah menyatu dengan Bellzebub kecil.
Mereka semua pun terdiam, mereka sadar kalau yang mereka lakukan sama saja dengan yang Naruto lakukan, Naruto terlihat terus berjalan ke arah Asia, tiba tiba Naga kecil yang dipanggil Asia kembali menembakan sihirnya ke arah Naruto, namun Naruto yang memiliki kecepatan abnormal langsung dengan mudah menghindarinya dan langsung berada di samping naga kecil itu dan menunjuknya.
"Hadou no yon Byakurai" gumam pelan Naruto dan secara tiba tiba sebuah petir keluar dari jari telunjuk Naruto menembus tubuh naga kecil itu di bagian dada kirinya, Asia membelalakan mata karena Familianya terluka, {Dug Traaaaaaaaaaaaaaangkk tleng tent teng teng teng!} dengan cepat dan secara tiba tiba Naruto menendang perut Asia dan membuat Asia terlempar dan berbenturan dengan tumpukan besi yang ada di belakangnya.
"Asiaaaaaa!" seru teman teman mereka melihat Asia yang di serang dengan kejam tanpa perasaan tersebut, Naruto lalu berpaling dan menatap ke arah Wizard lainnya, lalu setelah itu Naruto berlari mengejar mereka tentu untuk menghantam mereka hingga tak berdaya.
"Cih, serang teriak para Wizard, dan secara tiba tiba puluhan Wizard kelas atas bermunculan dari tempat mereka bersembunyi dan menembakan sihir sihir terkuat mereka dan semuanya terarah ke Naruto dan akhirnya tempat Naruto berpijak meledak gudang itu hampir hancur karena sihir dari para Wizard {Blaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr}
{Tap}
"Eh" kaget salah satu Wizard saat merasa ada yang menyentuh tangannya dan secara tiba tiba {Kraaak} dan sebelum sang penyihir mengetahui siapa yang menyentuh lengannya lengannya langsung bengkok karena hantaman kuat pada bagian sikunya.
"Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrg!" erangnya, semua penyihir langsung menatap ke arah temannya yang berteriak keras tersebut dan ternyata Naruto lah pelakunya dan entah bagaimana Naruto masih bisa selamat dari ledakan besar yang terlihat tepat mengenainya tadi.
"Zebul Blast" dan dengan cepat Naruto menghantamkan tinjunya pada orang yang tangannya ia patahkan tadi lalu dari tangannya keluar ledakan api berbentuk tembakan pelontar api yang sangat besar dan bersifat panas dan membakar apa saja yang dilewatinya banyak penyihir yang terkena imbasnya, mereka semua terbakar.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"
"Jangan takut!, kita serang kembali!" seru sang pemimpin mereka dan mereka pun kembali menembakan sihir mereka ke arah Naruto dan sekali lagi ledakan besar terjadi karena gabungan serangan sihir yang menghantamnya.
Namun Naruto kembali selamat dan terlihat sedang terbang melayang di atas mereka semua dengan tangan kiri memegang sebuah busur panah yang terbuat dari Reiatsu dan dalam pandangan orang awam maka itu terlihat seperti sihir cahaya, padahal itu adalah teknik Quincy, busur reiatsu itu terbentuk seperti cahaya terang berwarna putih, Naruto pun mengarahkannya pada para Wizard di sana.
"Riche to Regent!" dan secara tiba tiba Naruto menembakan milyaran anak panah yang mengarah pada mereka semua, para Wizard mulai panik dan berlarian melarikan diri namun sayang anak panah itu langsung menembus tubuh mereka dan membuat mereka semua terluka parah Naruto menatap tajam satu orang yang sama sekali tidak terluka dalam kejadian tersebut.
"Ahahahahahahahahahaha! Sungguh kekuatan yang mengerikan Kishi-san!" seru seorang berambut putih panjang berpenampilan mengerikan dengan wajah putih pucatnya "Khukhu khu khukhu!" tawa jahatnya keluar disaat aura gelap dari dalam tubuhnya muncul.
Naruto pun melayang turun kebawah dan berjalan di lantai gudang dengan santai menuju ke arah orang yang tersisa.
"Bebaskan Hilda maka kau akan aku maafkan" ucap Naruto dengan nada datar.
"Bagaimana kalau aku tidak mau" jawab orang itu.
Mendengar jawaban dari orang di depannya Naruto langsung meningkatkan hawa membunuhnya hingga tingkat maksimal dimana intimidasi itu mampu membuat tunduk siapapun bahkan seluruh tentara jepang langsung tunduk saat ia menggunakannya, tapi kelihatannya musuhnya bukan orang sembarangan, terbukti, bukannya tertunduk lemah ia hanya mengeluarkan sedikit keringat saja ketika menerima hal itu.
Di ruang kepala sekolah kemudian.
"Aura mengerikan macam apa ini?" gumam kepala sekolah.
"Entahlah" jawab guru guru lain yang juga merasakan aura mengerikan dari sebuah tempat dan aura itu adalah milik Naruto, oh iya semua guru saat ini sedang berkumpul di kantor kepala sekolah karena suatu hal.
"Sebaiknya kita harus cepat bertindak sebelum terjadi sesuatu yang tak di inginkan" ucap Jiraya, dan para guru pun setuju dan langsung bergerak keluar kantor mencari sumber aura yang berasal dari Gudang sekolah tersebut.
Bersambung.
