Naruto The Psycho in Magic World

Episode 8: Bakemono no Kishi.

By: Madara45678uchiha


Naruto pun berjalan pelan ke arah ia melempar Mitsuhide dengan kekuatannya, Naruto kemudian menatap ke arah bawah dimana Mitsuhide yang tengah terluka kini menyerang para guru yang hadir disana sembari menyerap energy kehidupan mereka.

Mitsuhide yang menyadari Naruto menatap ke arahnya.langsung melempar para guru yang barusan ia tangkap dan serap prana sihirnya.

Blaaaaarrr!

Ledakan itu berasal dari benturan beberapa orang dengan dinding bangunan.

"Kurang ajar kau Mitsuhide!" seru Tsunade sembari berlari menyerang Mutsuhide dengan tubuhnya yang dipenuhi mana ia menghantamkan tinjunya ke wajah Mitsuhide.

Tap ...

Booooom!!!

Gelombamg kejut muncul ketika tangan Tsunade ditahan dengan gampangnya oleh seseorang yang ada disampingnya.

Mitsuhide yang terkena hantaman gelombang kejut hanya bisa pasrah saat tubuhnya terseret dan menghantam tembok dengan sangat keras.

Tsunade kaget dan menatap tajam ke arah samping, terlihat Naruto menahan tinju Tsunade dengan hanya satu jari kelingking.

'Tidak mungkin.'

Tsunade tidak menyangka, kalau tinjunya yang mamou menghancurkan sebuah gunung dapat ditahan dengan satunjari kelingking, terutama orang itu adalah orang yang dikenal sebagai yang terlemah.

"Apa yang kau lakukan?!"

"Seranganmu bisa membunuhnya, aku tidak bisa membiarkan itu terjadi."

"Cek ... Dia adalah pembunuh bayaran jadi sudah sepantasnya dia mati!"

Seru Tsunade yang tidak terima akan pendapat Naruto untuk menghalanginya membunuh Mitsuhide yang ternyata adalah pembunuh bayaran.

'Aneh, bukannya ia mengenakan pakaian seragam sekolah yang sama seperti para wizard lain. Mah apapun itu, untuk saat ini aku tidak bisa membiarkannya mati.

"Ada yang lebih penting ketimbang membunuhnya."

Naruto pun berjalan pelan dengan beberapa kelopak bunga Sakura yang muncul entah dari mana berkumpul di tangan Naruto dan akhirnya berubah menjadi katana dengan panjang 24 cm.

Naruto tiba-tiba kembali menghilang dari hadapan Tsunade dan Mitsuhide. Mata Mitsuhide terbelalak karena hanya dalam sekejap, Naruto sudah berada di belakangnya, bukan hanya Mitsuhide, Tsunade juga kaget, pasalnya Naruto bergerak dalam kecepatan yang tak bisa dilihat oleh mata.

Jleb!

"Ugh! K-kau..."

Sebuah tusukan yang sangat dalam dan menembus tulang kakinya, langsung dirasakan oleh Mitsuhide tanpa persiapan apapun. Tak ada ekspresi lain selain wajah kaget penuh kebingungan yang ia tampakan.

"Bebaskan Hilda dari tali yang menjeratnya atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini..."

Ujar Naruto dengan nada yang sangat rendah serta dingin, Katana yang menembus kaki Mitsuhide hilang berubah menjadi kelopak bunga sakura yang tersebar ke mana-mana.

"Kau benar-benar tak bisa berhenti membuatku terhibur ... Naruto!" Mistuhide secara tiba-tiba menyabetkan sabitnya ke arah belakang.

Trank!!!

Sebuah suara benturan logam terdengar ketika sabit tajam itu tertahan sekumpulan kelopak bunga sakura yang terbang melayang dan berbentuk tameng.

"Tidak mungkin ... sihir macam apa itu?" gumam tak percaya Tsunade.

"Haaah..."

"Kahahahahahaha! aku belum selesai! Black Phantom!"

Secara tiba-tiba, bayangan di bawah kaki Mitsuhide keluar dan membentuk wujud malaikat maut dengan sabit besarnya langsung menebas Naruto dengan kecepatan tinggi.

Booom!!!

Hantaman sabit mahluk yang terbuat dari kegelapan itu membuat ledakan super yang membuat benda apa saja yang ada disekitarnya mengalami kerusakan berat."Fuhahahahahahahahaha! Matilah brengsek hahahahahaha!"

Tsunade yang melihat hal tersebut hanya bisa menyipitkan matanya ketika melihat tak ada tanda-tanda keberadaan Naruto disana.

"Hahahahahaha! Ugh!"

"Apa ini? Kenapa dengan tubuhku?!"

Seru Mitsuhide kebingungan melihat sekujur tubuhnya memiliki banyak luka sayatan yang ia dapat entah dari mana.

"Sebaiknya kau menurut sebelum aku melakukan hal yang lebih menyakitkan lagi."

Sebuah suara bernada datar terdengar dibalik pilar gudang tua itu, tak lama setelah Mitsuhide dan Tsunade menatap ke sumber suara, terlihat Naruto berjalan pelan menampakan dirinya di hadapan Mitsuhide dan Tsunade.

Dengan wajah datar dan tenang Naruto berjalan pelan ke arah mereka, lalu tiba-tiba menghilang kembali dan muncul di udara dengan cara melayang.

"Bakudō no Rokujyūni Hyappurankan."

Setelah mantra itu selesai, sebuah tongkat cahaya berwarna biru muncul ditangan Naruto.

"Mitsuhide, lepaskan mantra milikmu dari Hilda, kalau tidak kau akan merasakan sakit dan kematian seperti mereka..."

Tsunade kaget, ia tidak menyangka kalau orang yang menyakiti para murid senior kelas Wizard, bahkan mengira kalau Mitsuhide adalah pelakunnya.

"Kepala Sekolah, jika kau ingin benar-benar berguna, pergi ke atas di sana Hilda sedang diikat dengan tali yang diberi mantra, tolong bebaskan Hilda, jika kau tidak bisa, setidaknya kau bisa membawanya keluar dari sini."

"Kau pikir luka kecil begini cukup untuk mengalahkanku? Jangan bercanda!"

Mitsuhide langsung melesat ke arah Naruto dengan aura mengerikan ia ia miliki.

Naruto yang melihat hal itu langsung tanpa pikir panjang melemparkan tongkat cahaya yang ada ditangannya ke arah Mitsuhide.

Mitsuhide dan Tsunade kaget bukan main, bukan karena tongkat itu menghantam tubuh Mitsuhide, namun karena tongkat yang awalnya hanya satu, namun ketika dilemparkan tongkat cahaya itu langsung memperbanyak dirinya dan membuat gerakan Mitsuhide menjadi terbatas.

Tubuh Mitsuhide ditembus oleh tongkat cahaya itu seraya diseret ke daratan.

boooom drererereret!!!"Ugh uaaargk!"

Mitsuhide tertunduk di lantai gedung, Naruto kemudian muncul hadapan Mitsuhide.

"Bakudō no Rokujyūichi Rikujyūkuro." Sinar keemasan muncul dari jari Naruto dan secara tiba-tiba enam pasak cahaya muncul menusuk dan mengelilingi pinggang Mitsuhide.

"Ku-kurang ajar!" Mitsuhide merintih kesakitan.

Naruto langsung mencekik leher Mitsuhide.

"Ugh! Lepaskan aku."

Naruto mengangkat sedikit alisnya, lalu Naruto pun melemparkan tubuh Mitsuhide ke udara dan menangkap kaki Mitsuhide lalu melemparnya ke arah belakang, membuat Mitsuhide terlempar ke udara dan melesat ke arah lantai kedua dimana Hilda berada.

"Hadō no Sanjyūichi Shakkaho." gumam pelan Naruto, lalu sebuah bola api berwarna merah pekat melesat dari tangan Naruto.

Duaaarrrr !!!.

Bola merah itu meledak akibat bertabrakan dengan tubuh Mitsuhide.

"Huaaarrrg!"

Mitsuhide meringis kesakitan, ia tidak menyangka kalau Naruto bisa semengerikan itu.

"Yo!"

Mitsuhide kaget bukan main ketika merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya.

"B-bakemono." gumam Mitsuhide sembari menatap ke arah belakang.

Naruto tersenyum kecil, kelopak bunga sakura kembali berkumpul ditangan Naruto dan membentuk sebuah katana.

"Aku memang seorang manusia, tapi perlu kau ketahui, aku memiliki guru seorang Quincy dan meskipun aku seorang Quincy aku lebih menguasai Shunpo dan Kidō yang merupakan teknik dari Shinigami."

"Shinigami? Jadi itu bukan sihir?" gumam Mitsuhide.

"Aku sudah bilang ke kalian, kalau ia punya sesuatu yang tidak kalian miliki." Hilda tiba-tiba angkat bicara.

"Sekarang, lepaskan mantra yang menjerat Hilda atau kau akan mati."

UjarnNaruto sembari tersenyum mempropokasi Mitsuhide untuk melepaskan Hilda.

"Da da da ..." Belzebub itu langsung merangkak dan menaiki tubuh Naruto sekali lagi.

Sementara itu Mitsuhide pun menjadi tegang ketika Naruto mengarahkan telunjuknya.

Bersambung.