"Ne, Sasuke-kun habis ini kita mampir di kedai es krim yang baru dibuka ya?" ajak Haruno Sakura pada kekasihnya yang saat ini sedang membaca buku disampingnya.

Uchiha Sasuke tampak masih setia dengan bacaannya dan mengabaikan Sakura yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh harap. Beberapa hari lalu memang ada sebuah kedai es krim yang baru dibuka di dekat sekolah mereka, Konoha High School. Tempat itu menjadi sasaran para remaja seperti Sakura dan yang lainnya, karena tempatnya sangat kekinian dan memiliki spot foto yang bagus.

Ino dan Hinata—sahabat Sakura juga berniat untuk mengajak pacar-pacar mereka kesana hari ini, Sakura juga tidak ingin ketinggalan jadi dia mengajak Sasuke kesana.

"Sasuke-kun." panggil Sakura sambil menarik-narik bagian lengan kemeja yang Sasuke kenakan. Aksi Sakura itu tentu saja menarik perhatian Sasuke. Pemuda itu mengalihkan perhatiannya dari buku dan menatap Sakura datar.

"Hn, tidak." jawab Sasuke singkat lalu kembali membaca bukunya.

Wajah Sakura terlihat kecewa sekaligus jengkel. Sudah setahun mereka pacaran tapi Uchiha Sasuke masih saja bersikap dingin padanya. Sakura kemudian terdiam dan menunduk, apa Sasuke belum mencintainya sehingga dia tetap dingin?

Awal mula hubungan mereka adalah Sakura yang menyukai Sasuke duluan. Saat masuk di Konoha High School dia terpesona pada ketampanan murid yang paling terkenal dan juga terpintar di sekolah itu. Keberuntungan datang pada Sakura saat ternyata Sasuke sekelas dengan teman kecilnya, Uzumaki Naruto.

Mereka bertiga sering pulang bersama dan itu adalah awal dari kedekatan mereka. Mulai darisitu Sasuke dan Sakura semakin dekat, hingga tahun lalu Sakura menyatakan perasaannya, dan dengan sangat mengejutkan Uchiha Sasuke

menerimanya.

TUK

Sasuke mengetuk dahi Sakura dengan dua jarinya, membuat gadis itu mengangkat kepalanya menatap Sasuke dengan wajah yang memerah. Sasuke sedang tersenyum padanya, walaupun sangat tipis. Lagi-lagi Sakura dibuat terpesona dengan ketampanan kekasihnya ini.

"Lain kali saja. Aku harus mengerjakan tugas dari Kakashi-sensei." ucap Sasuke.

"S-Souka" gumam Sakura lalu dia mengerucutkan bibirnya dan menatap kearah lain. Sasuke sudah biasa melihat tingkah Sakura yang seperti ini saat dia sedang kesal.

Sasuke menurunkan tangannya dari dahi Sakura lalu kemudian dia mulai merapikan buku-bukunya yang ada di meja lalu memasukkannya kedalam tas. Dia melirik Sakura yang masih saja cemberut itu, membuat Sasuke mendengus geli melihatnya.

"Kau mau menemaniku mengerjakan tugas?" tanya Sasuke memecah keheningan diantara mereka.

Sakura dengan cepat menatap Sasuke. Wajah yang awalnya cemberut itu kini berubah menjadi berbinar-binar dan dia terrsenyum lebar. Ingin sekali Sasuke menyubit pipinya yang memerah itu, karena Sakura terlalu menggemaskan.

"Mau!" jawab Sakura antusias.

•••

Sakura membaringkan tubuhnya di tempat tidur milik Sasuke sambil menatap kekasihnya yang sedang mengerjakan tugas di meja belajarnya. Sasuke memang sangat rajin, bahkan tugas Kakashi akan dikumpulkan minggu depan tapi dia sudah langsung membuatnya. Sakura saja belum ada niat untuk mengerjakannya.

Karena bosan tidak melakukan apa-apa, Sakura pun mengambil bukunya lalu menghampiri Sasuke yang terlihat masih serius mengerjakan tugasnya. Saat ini Sasuke sudah tidak lagi menggunakan seragamnya, dia sudah berganti dengan pakaian rumahan miliknya, sebuah kaos berwarna hitam dan celana pendek berwarna coklat. Sakura agak merona saat melihat kekasihnya terlihat sangat tampan walaupun hanya memakai pakaian rumahan.

"Sasuke-kun, aku juga mau mengerjakan tugas." ujar Sakura ketika sudah berada disamping Sasuke.

"Hn." balas Sasuke singkat tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku tugas. Sakura mendengus lalu dia menaruh bukunya di meja dan mencari bangku yang biasa Sakura gunakan saat datang ke rumah Sasuke.

"Eh bangkunya hanya satu Sasuke-kun?" tanya Sakura sambil celingak-celinguk mencari bangku tersebut.

Sasuke menghentikan kegiatan menulisnya. "Aa, bangku yang biasa kau gunakan rusak, apa kau lupa?" ujar Sasuke sambil menyeringai.

Sakura membelalakan matanya, seketika itu juga Sakura ingin menghilang saat ini karena dia teringat apa penyebab bangku itu patah.

"A-aku d-duduk di l-lantai s-saja kalau b-begitu." ujar Sakura terbata-bata karena salah tingkah apalagi saat ini Sasuke sedang menatapnya.

Baru saja Sakura akan duduk di lantai, tiba-tiba dia dikejutkan dengan tarikan Sasuke pada tangannya sehingga dia duduk di pangkuan pemuda itu. "S-Sasuke-kun?" Sasuke kembali memasang wajah datarnya.

"Duduk disini saja dan kerjakan tugasmu. Aku sudah selesai dan akan mengawasimu mengerjakan tugas." ucap Sasuke. Sakura pun mengangguk gugup dan mulai mengerjakan tugasnya dengan posisi dia berada di pangkuan kekasihnya itu.

Sasuke tersenyum tipis melihat Sakura yang mulai fokus mengerjakan tugasnya. Entah darimana, Sasuke mendapatkan ide untul menjahili kekasihnya ini. Sasuke melingkarkan kedua lengannya di pinggang gadis itu sehingga membuat Sakura agak kaget.

"Sasuke-kun apa yang kau—"

"Lanjutkan saja tugasmu, Sakura." potong Sasuke. Sakura pun dengan cepat mengangguk dan kembali mengerjakan tugasnya.

Sudah tinggal satu nomor lagi, tapi Sakura mulai gelisah. Wajahnya memerah dan dia mulai mengigit bibir bawahnya. Pikirannya saat ini tidak bisa fokus. Bukan karena soal tugasnya, tapi saat ini Sasuke sedang menenggelamkan wajahnya di leher Sakura dan sesekali mendaratkan kecupan disana.

"S-Sasuke-kun..geli.." ujar Sakura sambil menggeliat diatas pangkuan Sasuke.

"Hn." Sasuke menghentikkan aktifitasnya sambil tersenyum puas melihat hasil karyanya di leher Sakura. Dia kemudian menatap kearah buku tugas kekasihnya yang masih tersisa satu nomor lagi.

"Belum selesai juga?" tanya Sasuke datar. Sakura menatapnya jengkel lalu membalikan tubuhnya hingga dia saat ini berhadapan dengan Sasuke.

"Sasuke-kun no baka! Kau pikir gara-gara siapa aku belum selesai mengerjakan tugas? Dasar mesum!" bentak Sakura dengan wajah merona hebat. Sasuke terkekeh geli lalu dia kemudian menarik Sakura sehingga gadis itu menempel di dadanya.

"Sakura." panggil Sasuke lembut.

"Y-ya?"

Sasuke tidak menjawab, dia menatap Sakura semakin dalam lalu dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura. Sasuke mencium Sakura tepat di bibirnya, sontak Sakura langsung memejamkan matanya ketika mendapatkan serangan tiba-tiba seperti itu.

Sasuke memberikan ciuman yang lembut sehingga membuat Sakura terhanyut dan terbawa dengan suasana.

"Aku mencintaimu." bisik Sasuke disela ciuman mereka.

Sakura merasa ingin terbang saat ini karena mendapatkan pernyataan seperti itu dari Sasuke. Ternyata pikirannya salah, walaupun awal hubungan mereka adalah Sakura yang duluan menyatakan perasaan tapi Sasuke mencintainya sehingga menerimanya, bukan karena kasihan.

Lagipula jika diingat-ingat kembali, Sasuke tidak akan sebaik itu menerima Sakura hanya karena kasihan.

"Aku juga mencintaimu, Sasuke-kun."

Kegiatan mereka terus berlanjut hingga Sakura lupa kalau tugasnya belum selesai dikerjakan. Salahkan Sasuke yang tiba-tiba menyerangnya seperti itu.

Walaupun tidak mengunjungi kedai es krim yang baru dan berkencan seperti pasangan lainnya, tapi Sakura bahagia karena dirinya dan Sasuke memiliki cara sendiri untuk menghabiskan waktu mereka bersama.

Ah, semoga saja mereka tidak mematahkan bangku lagi kali ini.

FIN.