PROLOG
Disuatu tempat yang gersang dengan langit yang membelah berwarna jingga terlihat pohon raksasa berdiri tegak menembus awan. Pohon raksasa dengan kuncup seperti bunga yang akan mekar memiliki akar besar yang meliputi seluruh bagian bawah pohon.
Tidak ada satu pun kehidupan yang terlihat di tempat itu, hanya ada kesunyian yang diiringi oleh hembusan angin yang membawa debu terbang ke langit. Seorang pria berambut panjang botak dengan tanduk melingkar dibagian kepalanya serta tato aneh dibagian wajah dan tangannya berdiri tegak menatap dua orang yang tak berdaya di depannya.
Orang yang pertama memiliki rambut berwarna kuning dengan mata biru sapphire serta garis di masing-masing pipi yang mempertegas bentuk wajahnya.
Dia adalah Naruto Uzumaki, Seorang Hokage dari desa Konohagakure.
Orang yang kedua memiliki warna rambut hitam yang membentang menutupi bagian sebelah kiri mata hitam yang terpadu sempurna dengan bentuk wajahnya yang tampan.
Orang itu adalah Sasuke Uchiha, Salah satu dari dua Uchiha yang masih hidup dan berada di desa Konoha.
Sedangkan pria yang memiliki Tato aneh di wajah dan tangannya adalah Jigen. Seorang pendeta yang di rasuki oleh isshiki Otsutsuki.
Jigen menatap datar kepada Naruto dan Sasuke. Di tubuh mereka tertancap beberapa besi hitam yang mengekang pergerakan keduanya.
Jigen mengarahkan tangan kanannya keatas dan menciptakan sesuatu yang sangat besar berwarna hitam. "Naruto Uzumaki, akan sangat sulit membunuh mu sekaligus dengan Kyuubi, karena itu aku akan menyegel kalian"
"A..apa" Mata Naruto melebar terkejut. Disisi lain Sasuke berdecih kesal, besi hitam yang menancap di tubuh mereka menguras habis seluruh Cakra mereka berdua.
Jigen menoleh kearah Sasuke. "Tidak untuk mu, Uchiha Sasuke. Kau memiliki Ninjutsu Ruang waktu yang sangat merepotkan, maka dari itu aku akan menghabisi mu saat ini juga"
"Tch" Sasuke memutar otaknya untuk mencari cara agar mereka terlepas dari besi hitam itu, tetapi sia-sia, Cakra nya terserap oleh besi hitam itu.
Jigen mulai berjalan santai kearah Sasuke. "Tetapi aku memberikan mu pilihan, Lari dan tinggalkan Hokage dengan Ninjutsu Ruang waktu mu, maka kau akan selamat"
"Sialan" Balas Sasuke kesal.
Wajah Naruto dan Sasuke mengeras, dewa di hadapan mereka sangat sulit untuk di kalahkan.
"Masih belum" Naruto membentuk segel tangan yang familiar.
~Kage Bunsin No Jutsu~
Lima klon Naruto muncul dan menyerbu Jigen.
Naruto menoleh "Sasuke, Kau harus pergi sekarang"
Ekspesi Sasuke mengeras. "Apa kau sudah gila Naruto, aku tidak akan meninggalkan mu"
"Jangan khawatir kan aku" Naruto tersenyum, matanya menyiratkan sesuatu. "Aku tidak akan kalah semudah itu"
Klon Naruto berhasil dikalahkan dengan mudah oleh Jigen.
"Pasti ada cara untuk mengalahkan nya, aku tidak akan meninggalkan mu" Kekeuh Sasuke.
"Kumohon pergi Sasuke, tidak ada waktu lagi" Teriak Naruto.
Jigen mempercepat langkahnya kearah Sasuke tangan kanannya berusaha menggapai Sasuke, tetapi sebelum mencapai nya, Potal dimensi terbuka dan menghisap Sasuke. Jigen hanya mengenai udara kosong.
Naruto tersenyum puas melihat Sasuke sudah berhasil melarikan diri, wajahnya tersenyum. "Sayang sekali, kau mungkin bisa melacak Kawaki dengan Karma, tapi tidak dengan Sasuke." Ucapnya.
Jigen tersenyum sinis, menatap Naruto yang tak berdaya terujam besi hitam miliknya. "Itu tidak perlu, Aku sudah membersihkan kalian parah pengganggu ku, untuk apa lagi aku harus mencari nya"
Mata Naruto membulat, Nafas nya terengah-engah. "A..apa yang terjadi"
"Kau fikir aku benar-benar membiarkan nya pergi ?, Aku tidak sebodoh itu. karena kekuatannya mungkin akan menjadi masalah bagi ku suatu hari nanti" ucap Jigen.
"Sialan..apa yang kau lakukan pada Sasuke" Darah Naruto mendidih, tetapi tubuhnya tetap tidak bisa bergerak karena kekangan besi hitam milik Jigen.
"Melempar nya ke dalam kehampaan, itu bukan hal yang buruk, membiarkan dirinya tercabik-cabik oleh kegelapan"
"Kau sialan, aku akan membunuhmu" Suara Naruto bergetar hebat.
"Tidak perlu repot-repot membunuh ku, kau juga akan menyusul Sasuke Uchiha didalam kegelapan, Hokage" Jigen melayang di udara, meninggalkan Naruto yang masih tidak berdaya.
Setelah keluar dari wadah hitam yang sangat besar itu, Jigen menatap Naruto. Mata Naruto begitu tajam menatap Jigen, mata yang menyimpan kebencian. "Aku akan membunuhmu, kau tunggu saatnya"
Bersama dengan ucapan Naruto, wadah hitam tersebut tertutup rapat. Jigen mengarahkan tangannya arah wadah segel tersebut, kemudian tidak butuh waktu lama segel yang berbentuk seperti bola meciut hingga seukuran setengah tubuh manusia.
"Aku harus kembali, Jigen tidak cukup kuat untuk menampung kekuatan yang besar" Perlahan muncul portal dimensi yang menelan dirinya
Prolog End
