Pada suatu hari di sore hari angin bertiup tidak seperti biasanya menandakan musim dingin akan segera tiba, tampak seorang hunter tampan berkaca mata sedang duduk di pinggir ranjang sambil mengenggam tangan seorang gadis dengan tatapan sedih, ya itu adalah Seishirou Sakurazuka, kakak tertua dari Emillie Berdine penyihir yang sekarang seharusnya menjadi murid tingkat 3 di akademi Witcva, tetapi 1 tahun yang lalu malah jatuh ke dalam tidur panjang selamanya demi menyelamatkan nyawa kembaran vampir Kamui Shirou dari tangan kakaknya Seishirou.
"Aku harap..aku bisa mengulang waktu." Ucap Seishirou menatap Emillie yang sedang tidur. "Sudah 1 tahun sejak kepergianmu, Emillie..aku merasa rumah terasa begitu sunyi, sepi, serta hampa. Tapi..aku tidak akan pernah melewatkan 1 haripun untuk berkunjung kesini. Untuk terus melihatmu dan menggenggam tanganmu."
"Kak Seishirou..." Panggil Fuuma yang tiba-tiba muncul di belakang Seishirou sambil memegang pundak Seishirou
"Sepertinya aku tidak akan pernah bisa melihat ke arah gadis lain." Kata Seishirou menoleh ke arah Fuuma yang telah berada di sampingnya sambil tersenyum. "Bukankah aku pantas untuk itu?"
"Ntahlah kak.." Jawab Fuuma beraut wajah sedih melihat Emillie. "Bahkan jika itu akan menghabiskan waktu ratusan bahkan ribuan tahun aku masih berharap dapat menemukan diri lainnya di dunia dimensi lain."
"Begitu ya..." Seishirou tersenyum sambil menunduk kemudian kembali menatap wajah Emillie. "Maafkan kakakmu yang egois ini, aku telah membuatmu seperti ini."
"Apakah kau menyesal tuan Sakurazuka?" Tanya Alice yang mendadak muncul di sebelah Fuuma
"Tidak juga." Seishirou tersenyum kepada Alice
"Cih..."
"Aku hanya mewujudkan keinginanku, membuat itu menjadi nyata, apapun yang terjadi, terlepas dari apa yang orang lain suka atau tidak, itu tidak penting bagiku dan bukan masalah besar untukku." Jelas Seishirou menatap sinis Alice
"Bisakah kalian tidak bertengkar di depan mereka?!" Pinta Watanuki yang sedang berjalan memasuki kamar Emillie sambil tersenyum. "Ini adalah rumah vampir kembar."
"Selamat datang Watanuki..." Sapa Fuuma tersenyum
"Terima kasih kak Fuuma." Jawab Watanuki membalas Senyuman Fuuma
"Baiklah kalau begitu." Seishirou beranjak berdiri. "Aku permisi dulu..ayo Fuuma."
"Baik kak..."
TAP TAP TAP
Berjalanlah Seishirou dan Fumma menuju pintu keluar diikuti Fuuma adiknya dari belakang, akan tetapi pada saat Seishirou hendak menginjakan salah satu kakinya ke luar kamar, Fai yang sedang bersandar di dinding dekat pintu mengatakan sesuatu kepada Seishirou hingga langkahnya terhenti seketika dan semua orang yang ada disana terkejut serta langsung melihat ke arah Fai.
"..." Seishirou menoleh ke arah Fai
"Pak..apa kau yakin?" Tanya Aya berwajah cemas yang berdiri di sebelah Fai
"Tentu saja." Jawab Fai tersenyum kepada Aya
"Apa untungnya bagimu? Bukankah kita saling membenci satu sama lain?" Tanya Seishirou tersenyum kepada Fai
"Jangan bicara omong kosong!" Bentak Alice dari arah ranjang Emillie. "Kau tidak perlu melakukan itu untuknya setelah kau kehilangan salah satu bola matamu karenanya."
"Aku melakukannya karena Aya dan Emillie." Jawab Fai tersenyum kepada Alice. "Sama seperti saat aku kehilangan salah satu bola mataku..aku melakukannya demi dirimu."
"..." Alice memalingkan wajahnya dengan raut wajah merah merona juga kesal
"Selain itu pak Seishirou adalah kakak tertua dari Emillie dan sampai detik ini dia masih menjadi kakak Emillie." Sambung Kanaria yang menyandar di dinding luar kamar. "Apakah kau lupa nona Alice yang cantik di saat Emillie mengorbakan dirinya bahkan sampai saat itu dia masih memanggil pak Seishirou sebagai kakaknya walaupun dia telah mendapatkan ingatannya. Tidakkah kau ingat itu?"
"Ya...mau bagaimana lagi..situasinya begitu rumit." Ucap Fuuma tersenyum kepada Fai. "Apakah ada sesuatu yang harus kita korbankan untuk bertemu dengan Emillie?"
"Tentu saja tidak." Jawab Fai tersenyum riang. "Hanya saja ini adalah dunia mimpi. Aku akan menghubungkan kita semua ke dalam 1 mimpi karena dunianya yang sekarang adalah dunia yang tidak mungkin kita datangi.."
"Selain itu..?" Tanya Seishirou tersenyum lagi kepada Fai. "Jangan bilang kalau kedua vampir kembar akan tertarik ke dalam dunia mimpi juga."
"Begitulah..." Jawab Fai membalas senyuman Seishirou
"Ee... seperti takdir saja..." Fuuma memasang wajah heran
"Baiklah...aku akan membawa kita masuk ke dalam dunia mimpi." Ucap Fai melihat ke arah Emillie yang sedang tertidur bersama kedua vampir kembar di sisi kirinya. "Aya tuangkan ramuan sihir yang kita ramu kemarin ke atas kepala Emillie."
"Baiklah pak..."
Jawab Aya kemudian mengayunkan jari telunjuknya dan muncullah sebuah ramuan berwarna coklat dengan bintang-bintang serta bulan purnama kecil di dalamnya, ia pun segera menghampiri Emillie dan menuangkan ramuan itu ke atas kepala Emillie hingga tubuh Emillie mengeluarkan cahaya.
"Aku tidak tahu mimpi apa yang ada pada ramuan itu, tapi ayo kita berangkat ke dunia mimpi." Ucap Fai kemudian membacakan mantra pembawa mimpi lalu menyebutkan satu persatu nama yang akan masuk ke dalam dunia mimpi
Maka muncullah sebuah selendang coklat transparan dari tubuh Emillie, selendang tersebut terbelah menjadi beberapa bagian kecil lalu terbang serta melilit tangan kanan nama-nama yang telah disebutkan oleh Fai tadi sehingga tertidurlah mereka yang dililit oleh selendang coklat itu, masuk ke dalam dunia mimpi yang menghubungkan kedua dunia, yaitu dunia vampir serta penyihir dengan dunia mimpi penyihir terkutuk.
... Di Dunia Mimpi ...
DRAM DRAM DRAM
Bunyi suara parade yang begitu meriah menyambut rombongan para penyihir kerajaan yang sedang berkeliling melihat-lihat pusat kota Lesrey, pada saat itu tampak suasana kota sangat ramai serta penuh sesak sebab seluruh penduduk kota berkumpul di pusat kota hanya untuk melihat raja dan ratu mereka dari jarak yang begitu dekat.
"Jangan bertindak berlebihan." Ucap Seishirou yang sedang duduk di sapu terbang sambil tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya kepada penduduknya. "Ini hanya status. Tidak lebih dari itu."
"..." Kanaria hanya diam sambil mencoba tersenyum kepada para penduduk kota Lesrey
Ya raja dan ratu kota Lesrey adalah Seishirou Sakurazuka kakak dari Emillie Berdine di dunia vampir dan penyihir serta ratu mereka adalah Kanaria Caleste yang merupakan teman baik Emillie serta murid dari Seishirou di akademi Witcva.
"Fuuma..dimana Emillie?" Tanya Seishirou sedikit menoleh ke arah belakang dimana Fuuma berada
"Sepertinya dia memiliki sedikit urusan, kak Seishirou." Jawab Fuuma tersenyum
"Begitu ya..." Jawab Seishirou tersenyum
Kemudian Seishirou kembali melihat ke arah depan, sedangkan Fuuma kembali melambai-lambaikan tangannya tersenyum kepada penduduk kota. Pada saat itu Emillie yang merupakan adik angkat dari Seishirou sedang berada di kastil tepatnya di atas ranjang kamar tidurnya, sepertinya ia sedang menulis sesuatu di atas halaman buku cinta penyihir, itu tampak dari raut wajahnya yang begitu riang serta gembira, lalu tak lama berselang setelah itu dua lembar kertas terlepas dari buku dan terbang keluar jendela.
"Heheheh..."
Emillie tersenyum menyeringai sambil menutup buku cinta penyihir, ia pun menunggu surat cintanya dibaca oleh pujaan hatinya melalui sampul depan buku. Dan tak perlu menunggu lama hingga muncullah seorang pria tampan dengan tatapan tajam dari dalam sampul, dia adalah Kamui Shirou kembaran dari Subaru Sumeragi si vampir kembar yang sedang melihat ke arah kertas cinta.
"Ada apa Kamui?" Tanya Subaru menghampiri Kamui
"Bukan apa-apa dan tidak penting."
Ucap Kamui mengayukan kuku-kuku tajam dijemarinya merobek kertas menjadi potongan-potongan kecil, pemandangan dalam sampul buku pun menjadi terpecah-pecah dan sontak saja hal itu membuat Emillie seperti terkena serangan jantung di siang bolong.
"A aku ditolak." Emillie tercengang seperti tak bisa berkata-kata.
"Kyaaaaaa aku ditolak..." Teriak Emillie histeris sambil berguling-guling ke kiri dan kanan. "Tidak mungkinnnnn...!"
Di saat Emillie sedang berteriak karena patah hati, tiba-tiba saja sampul buku bercahaya dengan sendirinya, cahaya itu menandakan kertas kedua telah tiba di depan orang yang dituju, yaitu Subaru Sumeragi. Emillie pun refleks berhenti berteriak, ia kembali melihat ke dalam sampul buku. Disana dia melihat Subaru sedang membaca surat cinta yang ada di depan matanya sambil tersenyum.
"Maaf aku tidak bisa merangkai kata-kata dengan indah..ini adalah lirik lagu seperti isi hatiku kepada Subaru." Kamui membaca Surat cinta untuk Subaru
... You are like a fantasy.. sweet like a brownies ...
... A love like a fire, no fears, no denial ... Just something to gladden me ...
... I feel electricity ... Your lighitng is guiding me ... I fear that i like it ...
... No place we can hide it ... So hard not to find it ...
... Uhhh na na na uhhhh na na na na na na...na na na...
... Uhhh na na na uhhhh na na na na na na...
"Dia lucu sekali ya Kamui..." Subaru tersenyum kepada Kamui di sebelahnya
"Apakah Subaru akan menerima perasaan gadis penyihir itu?" Tanya Kamui menatap dalam-dalam mata Subaru
"Aku akan menerimanya kalau Kamui mengizinkanku." Subaru menyentuh pipi Kamui dengan lembut
"Bagaimana kalau aku tidak mengizinkan Subaru?" Tanya Kamui menggengam tangan Subaru sambil menutup kedua matanya dan menyandarkan dahinya di genggaman tangan mereka
"Aku tidak akan menerimanya." Subaru berwajah sedih memandang Kamui. "Aku tidak akan membiarkan Kamui merasa kesepian seorang diri."
"Mereka romantis sekali ya, Emillie..." Ucap Watanuki yang entah sejak kapan sudah duduk di samping Emillie sambil melihat ke dalam sampul buku
"Watanuki...hiksss..." Emillie menangis sambil menoleh ke arah Watanuki dan mengigit sarung bantalnya. "Watanuki Kimihiro...beritahu aku bagaimana cara mendapatkan vampir kembar itu...! Salah satu dari mereka juga sudah cukup...huhuhuhuhu."
ZLAK ZLAK ZLAK
Tangis Emillie yang patah hati sambil menggoncang-goncangkan tubuh watanuki, juru masak di kastil sekaligus teman baiknya.
"Heghh...sepertinya ini kasus yang sulit juga rumit antara cinta dan hubungan persaudaraan lelaki kembar." Watanuki memasang wajah datar menoleh ke samping
"Tunggu..." Emillie mendadak berhenti mengguncang-guncangkan tubuh Watanuki. "Bagaimana kalau aku menculik Subaru?"
"Heghh...? Apakah kau yakin?
"Begitulah. Apakah wajahku ini tidak menunjukkan kalau aku sedang serius, Watanuki?"
"Kedua kakakmu pasti tidak akan menyukai ini."
"Kalau begitu kami kawin lari saja, bagaimana menurutmu juru masak kerjaan Watanuki Kimihiro?"
"Emillie Berdine...apakah kau sudah hilang akal?" Watanuki tersenyum sambil memegang kedua lengan Emillie. "Kamui dan Subaru itu vampir kembar...hubungan mereka seperti kekasih. Tak terpisahkan seperti Romeo dan Juliet."
"Hmm...kekasih ya..." Emillie tersenyum menyeringai. "Sepertinya aku punya rencana."
"Jangan melakukan hal gila!" Pinta Watanuki sambil melihat Emillie mengeluarkan sapu terbangnya
SYUNG
Terbanganglah Emillie keluar jendela kamarnya tanpa mendengarkan kalimat watanuki barusan, pada saaat itu Watanuki hanya bisa menghela nafas panjang sambil menatap ke arah langit malam, berharap sesuatu yang buruk tak akan terjadi kepada mereka mengingat Seishirou serta Fuuma begitu mencintai Emillie lebih dari seorang adik.
Sementara itu di sisi lain Emillie yang menerbangkan sapu terbangnya dengan begitu cepat akhirnya tiba di depan gerbang yang menjulang tinggi di penuhi lilitan semak belukar, itu adalah pintu gerbang kediaman vampir kembar Kamui-Subaru. Tanpa membuang waktu Emillie pun segera melewati gerbang dan mengarahkan sapu terbangnya ke sebelah kanan rumah vampir kembar, ia berniat mengelilingi rumah vampir kembar agar dapat menemukan keberadaan Subaru. Kurang lebih lima menit kemudian tibahlah dia di sebuah taman yang berisikan pemakaman, dari sapu terbangnya dia melihat ada seorang vampir yang sedang duduk di atas sebuah pohon ditemani beberapa burung hantu serta kalilawar, dengan rasa penasaran yang amat besar, Emillie memutuskan untuk mendekati vampir tersebut, ia ingin memastikan vampir itu adalah Kamui atau Subaru, dan ternyata vampir itu adalah Subaru vampir yang sedang dicari-carinya saat ini. Secepat kilat Emillie bersama sapu terbangnya menghampiri Subaru.
SYUNG
"Subaru..." Sapa Emillie dengan wajah memerah yang telah berada di depan Subaru
"Selamat malam, Emillie." Jawab Subaru tersenyum kepada Emillie
"Se selamat malam juga." Jawab Emillie dengan gugupnya, ia merasa jantungnya berdebar-debar sangat kencang seperti mau copot. "Su... Subaru."
"Ya..ada apa?"
"Ada yang ingin aku katakan. Maukah kau ikut denganku sebentar saja?"
"Maaf tapi Kamui sedang tidur...aku tidak bisa meninggalkannya seorang diri." Jawab Subaru berwajah sedih
"Oh begitu ya..."
Namun tiba-tiba saja terdengar suara sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta dari arah sebuah rumah yang ada di belakang pohon tempat dimana Subaru duduk sekaran ini, semula suara itu terdengar pelan serta samar-samar, namun lama-kelamaan suara itu menjadi terdengar sangat jelas ke telinga Subaru dan Emillie.
"Uh...ahh...ahhh..ahh..."
"Emhm...ah..ah ahh..."
"Hyaa...ssshhh...aahhh...ahhh.."
"Pak Fai...ahhh..ahh ahh..."
DEGH
"Suara ini?" Emillie terperajat dengan wajah memerah sambil menatap Subaru. "Inikan suara..."
"Suara sedang bercinta..." Jawab Subaru tersenyum kepada Emillie
"Kyaaaaaaaaaaa...kenapa dia jujur sekali?" Teriak Emillie kagum dalam hati. "Tapi dia imut sekaliiii...aku tidak kuatttt..."
"Emillie...kau tidak apa-apa..?"
"Ti tidak..aku tidak apa-apa. Hehehe.."
"Lihat..kau mimisan."
Ucap Subaru mengeluarkan sapu tangan berwarna biru dari dalam saku jas vampirnya kemudian terbang menghampiri Emillie yang sedang duduk di atas sapu terbangnya, ia pun selanjutnya menyeka darah mimisan di wajah Emillie hingga pipi Emillie merah merona.
DEGH DEGH DEGH
Emillie merasakan jantungnya berdebar-debar dengan kencang tidak seperti biasanya, dia dapat merasakan sentuhan lembut Subaru yang sedang membersihkan mimisan di wajahnya dan harum dari parfum Subaru.
SLAB
"Sudah selesai." Subaru tersenyum dan berhenti membersihkan mimisan Emillie
"Su..Subaru..." Panggil Emillie.
"Ya...?"
"Bolehkah aku menculikmu?"
"Hmm...?" Wajah Subaru memerah, dia sedikit terkejut
"Huaaaaa...aku ingin menculik Subaru...huhuhuhu." Teriak Emillie mencoba memeluk Subaru
GRAB
BRUGH
"Jangan coba-coba menyentuh Subaru," Kamui menatap tajam Emillie yang terjatuh ke tanah sambil memeluk Subaru
TENG TONG TENG TONG TENG TONG
Jam raksasa di pusat kota berbunyi menandakan sudah pukul 12am, sejenak Kamui-Subaru melihat ke arah jam raksasa yang tampak dari taman itu, setelah itu mereka kembali melihat Emillie yang masih terduduk di atas tanah, pada saat itu vampir kembar melihat seperti ada sebuah benang merah terhubung ke dalam dada Emillie, benang itu tampak sedang menyerap jiwa Emillie.
SYUNG
TAP
Kamui terbang dan turun mendatangi Emillie yang masih terduduk di atas tanah, ia pun segera menyentuh benang merah panjang itu yang tak bisa dilihat serta dirasakan oleh Emillie.
"Benang penyihir..." Benak Kamui melihat ke sisi kanannya
"Hmm..ada apa?" Emillie memasang wajah bingung
"Tidak...tidak apa-apa." Jawab Kamui ketus. "Apakah kau tidak pernah merasakan sesuatu yang aneh pada dirimu?
"Sesuatu aneh?" Emillie semakin bingung. "Sepertinya tidak ada."
"Benarkah?" Sambung Subaru
"Iya.." Jawab Emillie mengangguk. "Ah ya.. aku sering merasakan sangat mengantuk setelah mendengar dentang jam raksasa di pusat kota. Seperti sekarang ini...hehehehe."
"Sejak kapan kau merasakan itu...?" Tanya Kamui begitu penasaran
"Sejak..."
BRUGH
Belum sempat lagi Emillie menjawab pertanyaan Kamui, dia telah jatuh di atas lengan Kamui yang refleks menahan tubuhnya.
"Kamui..." Panggil Subaru yang sedang berjongkok di samping Kamui
"Gadis ini yang kau maksudkan kan, penyihir level A Fai D Flowright?"
"Tentu saja..." Jawab Fai tersenyum duduk di atas puncak pohon di belakang Kamui. "Aku akan berterima kasih sekali kalau kalian bisa menjaganya. Sebagai balasannya...dia akan menjadi milik kalian."
"Dia sudah menjadi milik kami sejak dia jatuh cinta pada kami beberapa tahun silam.." Kata Kamui menggendong Emillie
"Dan disaat kejadian itu...semuanya dimulai." Fai kembali tersenyum
"Ayo Subaru..." Ajak Kamui yang terbang menuju kamarnya
"Selamat malam..." Kata Subaru berpamitan lalu ikut terbang
"Selamat malam juga vampir kembar..." Jawab Fai lalu kembali ke rumahnya yang ada di sebelah rumah vampir kembar
