... Keesokan Harinya ...
Terdengar suara siulan burung-burung kecil yang bertengger di atas pohon yang ada luar kamar Kamui-Subaru, siulan burung-burung kecil itupun membangunkan Emillie dari tidurnya.
"Hoamss..." Emillie menguap sambil menutup mulutnya
Namun tiba-tiba saja matanya terperanjat melihat suasana kamar yang ada di depan matanya sekarang ini bukanlah kamarnya, ia pun buru-buru turun dari tempat tidur dan berlari menuju pintu kamar.
CKLIK
BUGH
Sepertinya ketika Emillie sedang membuka pintu dan terburu-buru hendak keluar kamar ia menabrak tubuh seseorang hingga ia terjatuh dan terduduk di lantai.
"Aw...!" Keluh Emillie mengusap bokongnya
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Subaru membungkukkan tubuhnya sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya
"Subaru...?" Benak Emillie dengan wajah memerah
"..." Subaru tersenyum
"Subaru...!" Ucap Emillie yang langsung berdiri dan memeluk Subaru
"Hmm..." Wajah Subaru memerah melihat Emillie yang ada di bawah wajahnya sambil memeluk dirinya
"Hehehehe..." Emillie tertawa dalam hati.
"Syukurlah kau tidak apa-apa..." Subaru tersenyum membalas pelukan Emillie
"Sejak awal dia memang baik-baik saja...dia hanya mencuri kesempatan dalam kesempitan, Subaru." Ucap Kamui berjalan dari arah belakang Subaru
"Kamui..." Subaru menoleh ke arah belakang
TAP
Sampailah Kamui di samping Subaru, ia pun melirik tajam Emillie yang masih memeluk Subaru kemudian tanpa membuang waktu Kamui langsung menarik tangan Emillie hingga Emillie terjatuh dan terduduk di lantai lagi.
"Aww...!" Keluh Emillie sekali lagi
SRAK
"Kakakmu menunggu di bawah...cepatlah mandi."
Kata Kamui bernada sinis melemparkan pakaian ganti ke atas kepala Emillie yang masih terduduk di lantai.
"Kak Fuuma atau kak Seishirou?" Tanya Emillie sambil meraih pakaian ganti di atas kepalanya
"..."
Kamui hanya memandang Emillie dengan tatapan tajam tanpa mengatakan sepatah kata apapun selanjutnya ia meraih jemari Subaru kembarannya dan menuntunnya meninggalkan lantai 2 menuju lantai 1 dimana kakak Emillie bernama Fuuma telah menunggu disana.
"Pppffttt... pelit sekali. Bweee...!" Keluh Emillie sambil mengejek
Selanjutnya Emillie bangkit dari duduknya, ia berjalan kembali ke kamar dan berjalan menuju kamar mandi. Sesampainya ia di kamar mandi, ia pun langsung melepaskan pakaiannya dan berendam di dalam bak mandi.
"P1..hiduplah." Ucap Emillie membacakan mantra perintah kepada shower dengan mengayunkan jari telunjuknya
ZRESHHHH
Showerpun hidup dan mejatuhkan butiran air hangat membasahi tubuhnya. Sementara itu di lantai 1 kediaman vampir kembar terlihat Fuuma sedang berbicara dengan si kembaran vampir mengenai Emillie, saat itu Fuuma memberitahukan kepada vampir kembar kalau dia melihat seorang gadis seperti Emillie berkeliaran pada tengah malam beberapa kali di kastil tempatnya tinggal, namun ketika dia mengejar gadis itu selalu saja gadis itu hilang dari balik redupnya cahaya bagaikan di telan bumi hingga Fuuma merasa ragu apakah gadis itu Emillie atau bukan.
"Apakah sikap kakakmu juga berubah?" Tanya Kamui
"Tidak...tidak ada yang berubah dengannya." Jawab Fuuma melihat ke arah lantai
"Kamui..." Panggil Subaru yang menyentuh pundak Kamui di sampingnya
Lalu tak lama berselang setelah itu datanglah Emillie menghampiri Fuuma dan Kembaran Vampir memakai pakaian yang diberikan Kamui padanya, ia pun berterima kasih kepada Kamui serta Subaru yang telah mengizinkannya bermalam di rumah mereka selanjutnya Emillie dan Fuuma berpamitan kepada vampir kembar untuk kembali pulang ke rumah mereka.
SYUNG
Sapu terbang Emillie terbang begitu kencangnya meninggalkan halaman kediaman vampir kembar.
"Apa tidak apa-apa, Kamui?" Tanya Subaru berwajah sedih sambil melihat ke arah langit
"Ini yang terbaik.." Jawab Kamui
... Di Pusat Kota ...
Tampak Aya sedang sibuk mengurusin kedai kopi miliknya seorang diri, masih pagi sekali tapi kedai kopi miliknya telah ramai dipenuhi oleh pelanggan dan sepertinya ia kesulitan untuk menangani pelanggan.
"Emillie kenapa belum datang juga ya?" Tanya Aya dalam hati sambil sesekali melirik ke arah jalan raya
"Kopi mocca 1.." Kata salah satu pelanggan yang mengantri
"Baik..."
Jawab Aya lalu menggunakan kekuatan sihir untuk membuat pesanan kopi. Walaupun Aya menggunakan kekuatan sihirnya untuk membantu pekerjaannya, namun tetap saja hal itu mempunyai efek negatif kepada penggunanya,yaitu para penyiihir akan merasa cepat lelah.
SYUNG
"...aku terlambattt."
Ucap Emillie turun dari sapu terbangnya dengan terburu-buru, ia pun cepat-cepat berlari menghampiri Aya dan memakai apronnya.
"Kau ketiduran seperti biasa?" Tanya Aya sambil menyiapkan kopi pesanan
"Begitulah..." Jawab Emillie
"Kau harus berkonsultasi dengan tuan Fai."
"Tidak perlu...aku tidak apa-apa." Jawab Emillie sambil memasukan kopi pesanan dalam bungkusan. "45 Ren."
"Terima kasih.." Ucap pelanggan sambil menyerahkan 45 Ren
"Terima kasih kembali." Jawab Emillie dengan senyuman di bibirnya
Kemudian Aya dan Emillie mulai berkonsentrasi melayani pelanggan-pelanggan yang telah mengantri. Satu jam berlalu setelah itu akhirnya antrian pelanggan menghilang, hanya ada satu dua pelanggan yang memesan kopi di waktu yang berbeda kini Emillie serta Aya memiliki sedikit waktu luang untuk mereka, mereka pun duduk bercerita sambil melihat ke arah jalan raya.
"...tadi malam kalian bercinta?"
"Siapa? aku dan tuan Fai? Haahhhh..." Aya menghela nafas. "Itu hanya suara rekaman. Kami tidak pernah melakukannya. Sepertinya juga bertepuk sebelah tangan."
"Dia membawa alat dari dunia dimensi lain lagi?"
"Ya begitulah. Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa tahu?"
"Aku berada di rumah vampir kembar."
"Kau sudah menyatakan perasaanmu?!"
"Sudah...tapi ditolak.."
"Ha...Sudah aku bilangkan...mendapatkan 2 burung dalam sekali tembakan itu mustahil. Mereka juga pure-bred seluruh gadis di dunia ini menyukai mereka. Mungkin saja mereka sudah punya pacar. Jadi mustahil dan sangat sangat tidak mungkin mereka bisa menyukaimu."
"Arghh...ini membuatku semakin frustasi saja."
SRAK SRAK SRAK
Keluh Emillie sambil menggaruk-garuk kepalanya hingga rambutnya acak-acakan dan disaat yang bersamaan Aya pun menyandarkan dagunya di atas meja kedai kopinya, ia menghela nafas panjang dengan raut wajah begitu sedih.
"Aku harap..." Ucap Aya dalam hati
... Di Kastil ...
TAP TAP TAP
GYUT
"Tunggu...!" Pinta Fai sambil menarik lengan Alice dari belakang. "Bisakah kau hentikan semua ini, Alice?!"
Pada saat itu Alice dan Fai yang berada di atas atap kastil hanya diam tak mengatakan apa-apa, ia pun menarik paksa tangannya dan kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu atap kastil, akan tetapi Fai kembali menarik lengannya hingga Alice menghadap ke arahnya.
"Ku mohon hentikan semua ini, Alice!" Fai memasang wajah kesal
"Akhiri hubunganmu dengan Aya ...!"
"..." Fai hanya diam memalingkan wajahnya, ia tak bisa menjawab permintaan Alice
Alice pun memandang wajah Fai dengan kesalnya kemudian ia memutuskan untuk berbalik arah melanjutkan langkahnya, akan tetapi belum sempat lagi Alice membuka pintu atap kastil, Fai telah mengatakan sesuatu yang membuat Alice semakin kesal, ia pun langsung membuka pintu dan menutup sambil membanting pintu itu dengan kerasnya.
DUAGH
BRUGH
"Harus bagaimana..." Keluh Fai terduduk di lantai atap sambil menunduk
Sementara itu di dalam perjalan dari atap kastil menuju kamarnya, Alice tak sengaja bertemu dengan Kanaria yang sedang berdiri menyandar pada tiang tembok di koridor, semula Alice tak menghiraukan perkataan Kanaria, namun mendadak ia berhenti melangkah saat Kanaria mengucapkan kejadian beberapa tahun silam.
"Hmm..." Alice tersenyum. "Bukankah kau dan aku sama saja?"
"Kalau dipikir-pikir tidak juga."
"Cih..."
"Setidaknya kau lebih buruk daripada aku."
TAP TAP TAP
Setelah mendengarkan perkataan Kanaria barusan, Alice pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Pada malam harinya seperti biasa seluruh keluarga makan malam bersama, tak terkecuali Alice, dia adalah penyihir pribadi sekaligus kaki tangan Seishirou yang telah dianggap Seishirou sebagai keluarga terdekatnya sehingga Alice dapat tinggal di kastil bersama Seishirou serta yang lainnya sebagai satu keluarga. Seusai menyantap makan malam, mereka kembali ke kamar mereka masing-masing, para penyihir menyanyikan lagu tidur hingga lampu-lampu yang menerangi kastil menghilang digantikan oleh lilin-lilin yang menyala redup. Ketika jam di dinding menunjukkan pukul 11pm, tiba-tiba saja rasa bosan menghantui Emillie, ia pun mengeluarkan sapu terbangnya terbang keluar jendela seperti biasa ia selalu mengarahkan sapu terbangnya menuju tower sebelah barat. Akan tetapi sewaktu ia sedang menuju tower sebelah barat, dari sapu terbangnya ia melihat kakaknya Seishirou sedang berjalan seorang diri di koridor halaman kastil lalu ia pun memutuskan untuk turun ke koridor sesampainya ia di koridor ia segera mengikuti Seishirou dari belakang, malam hari itu untuk pertama kalinya Emillie merasa sedikit aneh dengan gerak gerik kakaknya Seishirou sebab lilin yang berada di tiang lampu mendadak mati setelah Seishirou melewatinya.
"Kakak mau kemana?" Pikir Emillie
Emillie yang begitu penasaran terus mengikuti arah kemana Seishirou pergi sampai pada akhirnya ia mendapati Seishirou pergi ke luar kastil, tepatnya ke hutan belakang kastil dimana ada sebuah ruangan penyimpanan makanan tua disana. Sewaktu Seishirou ingin masuk ke dalam ruang penyimpanan makanan itu, Emilllie yang berlari hendak menyapa kakaknya mendadak berhenti berlari, ia melihat jauh di depannya seorang gadis mirip dirinya datang memeluk Seishirou dengan eratnya, mereka terlihat seperti sepasang kekasih.
"Aku dan kakak...?!" Mata Emillie seperti ingin keluar
Melihat kemesraan Seishirou dengan gadis yang mirip sekali dengannya, Emilie pun kembali mengikuti Seishirou yang masuk ke dalam ruang penyimpanan makanan, setibanya Emillie di depan pintu ruang penyimpanan, ia segera mengayunkan jari telunjuknya mengeluarkan ramuan penghancur.
"Kenapa gadis itu mirip sekali dengan diriku...?" Tanya Emillie dalam hati sambil mengoleskan ramuan penghancur di dinding
Lalu terbukalah lubang kecil pada dinding, diterangi sinar rembulan malam Emillie pun mengintip apa yang sedang dilakukan kakaknya bersama seorang gadis yang mirip sekali dengan dirinya.
"Kak Seishirou..." Ucap Emillie yang satunya lagi. "Kapan aku bisa keluar dari sini?"
"Bersabarlah Emillie..."
Ucap Seishirou tersenyum sambil mengelus kepala Emillie kemudian mereka pun berciuman hingga mata Emillie terperanjat sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia tak menyangka gadis yang mirip serta dipanggil oleh Seishirou dengan sebutan Emillie akan berciuman dengan kakaknya sendiri, suatu hal yang tak akan pernah dilakukan oleh Emille pada kakaknya, kalaupun dia harus mencium seorang pria, pria itu tak lain tak bukan adalah Kamui-Subaru. Perlahan-lahan Emillie berjalan mundur hingga tanpa sadar dia menabrak tubuh seseorang di belakangnya.
"Ma..maaf..aku..." Kata Emillie sambil berbalik arah
Belum sempat lagi Emillie melanjutkan kalimatnya ternyata seseorang telah menusukkan duri mawar hitam ke dadanya hingga tatapan mata Emillie berubah menjadi kosong sepertinya duri itu memiliki kekuatan sihir, setelah melihat Emillie sudah berada dibawah pengaruh duri mawar hitam, orang itu segera memberikan Emillie dua belati penyihir dan memerintahkannya untuk menikamkan masing-masing belati tepat ke jantung vampir kembar Kamui-Subaru, tak lupa juga ia meminta Emillie membawakan darah kedua kembaran vampir padanya.
"Baik nona..." Jawab Emillie yang sudah di bawah pengaruh kekuatan sihir
Kemudian Emillie mengeluarkan sapu terbangnya, ia pun menaiki serta menerbangkan sapu terbangnya secepat kilat menuju kediaman vampir kembar pada malam hari itu.
TAP
"Dasar penyihir jahat..." Puji Kanaria yang muncul dari belakang Alice dengan senyuman di bibirnya
"Bukankah ini menguntungkanmu juga?" Alice tersenyum sambil menoleh ke belakang. "Apa yang dilakukan Seishirou bersama tiruan Emillie..kau juga dapat merasakan itu terjadi padamu juga. Bukankah kau ingin Emillie yang asli hilang dari dunia ini?"
"Tentu saja, nona Alice yang baik hati." Ucap Kanaria tersenyum. "Setidaknya Emillie tiruan ini hanya akan keluar pada malam hari, tidak seperti yang satunya lagi... kesana kemari pagi siang sore dan malam hari...membuat mataku sakit saja ckckckck."
"Dasar penyihir malang..." Benak Alice dalam hati memandangi Kanaria
"Baiklah..aku ingin kembali ke kamarku...daaah..penyihir jahat." Ejek Kanaria yang berbalik arah sambil melambai-lambaikan tangannya
"Menyedihkan...kau pikir aku melakukannya untukmu...hahahha lucu sekali." Benak Alice tersenyum bengis yang melihati Kanaria
