... Di Rumah Vampir Kembar ...
Pada malam hari itu dengan tatapan mata kosong Emillie berjalan seorang diri mencari-cari kamar tidur Kamui-Subaru dengan menggunakan kekuatan sihirnya, namun tak perlu menunggu lama akhirnya dia berhasil menemukan posisi kamar tidur Kamui-Subaru lalu ia pun mengeluarkan ramuan penghancur miliknya dan menumpahkan seluruh ramuan itu ke dinding kediaman vampir kembar hingga dinding itu hancur membentuk seperti pintu, setelah itu Emillie segera berjalan menuju kamar kembaran vampir yang ada di lantai 3 di tengah-tengah koridor, perlahan tapi pasti akhirnya ia tiba di depan pintu kamar, pelan-pelan ia membuka pintu itu agar Kamui-Subaru tidak dapat merasakan kehadirannya.
TAP TAP TAP
Emillie berjalan mendekati Kamui-Subaru yang sedang tertidur sambil memegang pisau belati milik Kanaria di belakangnya, ketika ia telah tiba di samping ranjang tanpa membuang waktu Emillie langsung mengayunkan belati itu ke dada Kamui.
GRAB
"..." Kamui menggunakan mata vampirnya memandang Emillie sambil menahan pergelangan tangan Emillie
"Emillie...!"
Mata Subaru berubah menjadi mata vampir dan beranjak menuruni ranjang, ia pun berjalan ke belakang Emillie dan memegang kedua tangan Emillie hingga Kamui bisa terlepas dari Emillie yang mencoba menikamnya.
"Ukhh...!"
Keluh Emillie dengan sekuat tenaga yang mencoba melepaskan genggaman Subaru di kedua tangannya disaat itu juga pisau belati yang ada pada Emillie menghilang dalam sekejab mata ternyata belati itu kembali kepada pemilik aslinya, lalu tak berapa lama kemudian Jam raksasa di pusat kota kembali berbunyi Emillie pun kembali tertidur dan jatuh dalam pelukan Subaru.
"Kita harus mengeluarkan benda sihir yang ada di dalam dadanya..." Ucap Kamui memanjangkan kuku-kuku setajam pisau di tangan kanannya
"Tapi Kamui...dia akan mati..."
"..." Kamui hanya diam sambil memandang Emillie dengan eksrepresi kesal
Selanjutnya Subaru pun menggendong Emillie, ia berjalan ke pinggir ranjang dan membaringkan Emillie di atasnya setelah itu ia duduk di pinggir ranjang sambil mengelus lembut kepala Emillie.
"Aku tahu kau sangat menginginkan kami, tapi kalau kami membiarkan hubungan ini terjadi..salah satu diantara kami bertiga pasti akan mati. Aku dan Kamui tak ingin kau terluka...maafkan kami, Emillie..." Ucap Subaru berwajah serta bernada sedih sambil menyentuh lembut pipi Emillie dari dalam sarung tangan hitamnya
Dan disaat itu juga Emillie mengeluarkan air mata, Kamui yang melihat hal itu spontan meremas tangannya hingga telapak tangannya berdarah akibat kuku-kuku tajamnya, tampaknya ia sangat kesal atas perbuatan Alice, mantan pacar Fai.
"Kita harus merubahnya menjadi vampir..." Sambung Kamui
"Tapi Kamui...ini bukan yang diinginkan Emillie." Kata Subaru melihat ke arah belakang dimana Kamui sedang berdiri di belakangnya
"Kalau terus begini dia bisa mati.."
"Ku mohon...bersabarlah Kamui.."
"Tapi Subaru..."
"Ku mohon bersabar ya..." Pinta Subaru menggenggam tangan Kamui
"Baiklah..jika itu keinginan Subaru." Jawab Kamui membalas genggaman tangan Subaru sambil berlutut di depan Subaru yang sedang duduk di pinggir ranjang
Di sisi lain Aya yang sedang menemani Fai menatap langit malam di luar rumah Fai merasa hatinya terasa begitu sedih, ia pun memberanikan diri membuka permbicaraan meskipun ia tahu bahwa apa yang akan dikatakannya akan menyakiti dirinya sendiri.
"Bagaimana kalau kita akhiri saja hubungan ini, tuan Fai?" Saran Aya sambil mencoba tersenyum
"Aya?!" Fai menoleh ke arah Aya
"Aku seperti hidup diantara kalian berdua...nona Alice lebih pantas di sisimu dibandingkan aku..dia adalah cinta juga pacar pertama pak guru." Jelas Aya yang memandangi langit malam. "Kejadian beberapa tahun silam..aku merasa itu hanyalah sebuah kehilafan semata..mungkin saja pak guru kurang perhatian padanya..hahahaha."
"Begitukah?" Tanya Fai tersenyum kepada Aya
"Tentu saja hahaha." Jawab Aya mencoba tertawa kepada Fai
TAP TAP TAP
Fai berjalan ke belakang Aya kemudian dia memeluk Aya dari belakang dan menyandarkan dagunya di atas pundak Aya dan berkata : "Bagaimana kalau kau telah hidup di dalam hatiku? Kau selalu ada di sisiku, menemaniku..tak peduli ku sedang sedih, berduka ataupun senang..kau selalu ada untuk menghiburku..meskipun ku tahu dengan jelas kalau aku masih belum bisa menghapus Alice dari hati serta pikiranku..setidaknya berikan aku waktu serta kesempatan untuk melihat ke arahmu."
"Pak guru..." Wajah Aya memerah
... Beberapa Jam Setelah Itu ...
Emille terbangun dari tidurnya, matanya menerawang kesegala arah dan sekali lagi ia menyadari kalau ia tak berada di kamarnya lagi, dari depan matanya dia memandang kedua vampir Kembar Kamui-Subaru sedang berdiri menghandap keluar jendela kamar, sepertinya mereka sedang melihat pemandangan langit dini hari. Kemudian Emillie segera menuruni ranjangnya serta memberanikan diri mendatangi mereka berdua yang sedang berdiri di dekat jendela kamar, disana ia menceritakan sesuatu yang telah ia lihat di kastil kepada vampir kembar, sayangnya Kamui-Subaru tak terkejut mendengarnya, malah sebaliknya Kamui memberitahukan Emillie kalau kakaknya Seishirou telah menjadi budak cinta tiruan Emillie, namun Emillie yang tak percaya begitu saja dengan perkataan Kamui langsung membantah perkataan Kamui sampai-sampai Kamui harus menarik benang penyihir yang menghubungkan diri Emillie dengan tiruannya agar Emillie percaya.
DEGH
Bukannya terkejut mendengar serta mengetahui ada benang penyihir yang menghubungkan dirinya dengan tiruannya, tetapi ia malah terkejut karena dirinya begitu dekat dengan Kamui si kembaran vampir. Wajah Emillie langsung merah merona, ia dapat merasakan tubuhnya menyentuh tubuh Kamui selain tubuh yang saling menyentuh, wajah mereka juga begitu dekat hingga jantung Emillie berdebar-debar tak karuan.
"Lihat..aku bisa menarikmu kapan saja."
DEGH DEGH DEGH
"Hey...lihatlah..kenapa ku tak bisa melepaskan pandangan mataku dari kedua vampir kembar ini? Apakah mereka terlalu tampan ataukah diriku yang terlalu mengagumi mereka?"
ZRESH
Subaru tiba-tiba saja menggoreskan pergelangan tangannya hingga darahnya menetes serta membasahi benang hingga tampaklah benang penyihir yang ditarik oleh Kamui tadi di depan mata Emillie, sewaktu benang penyihir itu tampak nyata di depan mata Emillie, luka goresan di pergelangan tangan kanan Subaru pun perlahan-lahan menghilang, kembali seperti biasa seperti tak ada luka sedikitpun.
"Ini?" Tanya Emillie sambil memegang benang penyihir
"Benang ini memindahkan jiwamu pada tiruanmu..setelah dia mendapatkan seluruh jiwamu kau akan kehilangan nyawamu. Apakah itu yang kau inginkan?" Tanya kamui
Sejenak Emillie diam seribu bahasa, ia menunduk sambil memikirkan hubungan kakaknya dengan Kanaria temannya, ia tahu kalau kakaknya Seishirou sangat mencintainya selama ini ia merasa seperti penghalang antara Seishirou juga Kanaria lalu untuk beberapa saat terlintas dalam pikirannya akan lebih baik jika dia menghilang dari dunia itu, akan tetapi cepat-cepat ditepisnya niatnya itu disaat dia melihat kedua wajah vampir kembar, Kamui-Subaru.
"Kalau aku mati..aku tidak akan bisa melihat Kamui-Subaru lagi. Cinta pertamaku serta pujaan hatiku..apa gunanya aku hidup selama ini kalau pada akhirnya tiruanku yang mendapatkan mereka...enak saja...grrrrr...!" Ucap Emillie dalam hati
"Hoi penyihir...!" Panggil Kamui
"Eh iya...hahahaha."
"Apakah kau sedang menghayal jorok, penyihir?" Tanya Kamui terseyum menyeringai
"Subaru...Kamui mengejekku...hiksss..." Tangis Emillie mencoba memeluk Subaru
GRABB
"Kau mau curi-curi kesempatan lagikan, gadis penyihir?" Tanya Kamui yang sudah menarik Subaru dalam pelukannya
"Hahahaha..." Subaru tertawa dalam pelukan Kamui
"Bahkan Subaru juga mentertawakanku...grrrrr ini gara-gara Kamui si vampir kejam ini!Mengesalkan! Tapi Subaru terlalu imut untuk dibenci...huhuhuhu." Ucap Emillie dalam hati sambil melihat ke Kamui-Subaru .
"Hoi..gadis penyihir..." Panggil Kamui lagi
"Baiklah..baiklah...aku masih ingin hidup. Apa yang harus aku lakukan, tuanku Kamui?"
"Bertukar tempat dengannya..." Jawab Kamui sambil tetap memeluk Subaru
"Hegh...tidak bisakah si Kamui kejam ini melepaskan pelukannya dari Subaru?" Benak Emillie menoleh ke samping. "Mataku cemburu melihatnya hiks..."
"Bagaimana Emillie apakah kau mau melakukannya?" Tanya Subaru tersenyum kepada Emillie
"Maaf...aku tidak bisa melakukannya." Jawab Emillie murung
"Kenapa?!" Tanya Kamui lagi
"Kakak dan tiruanku, mereka berdua melakukan hal-hal seperti sepasang kekasih...bahkan mungkin lebih jauh dari itu..bisa saja..."
"Bisa saja kenapa?" Tanya Subaru yang penasaran
"Bisa saja mereka bercinta." Jawab Emillie dengan wajah polosnya. "Aku tidak mungkin melihat kak Seishirou tanpa pakaian..itu..."
"Itu karena kau ingin melihat Subaru tanpa pakaian?" Sambung Kamui melirik Emillie
"Hahahah iya tentu saja...hahahahahaha..." Jawab Emillie tertawa terbahak-bahak
DOENG
Tiba-tiba dia sadar kalau dia sedang mengatakan itu di depan vampir kembar, pria yang sangat dikagumi serta dicintainya, ia pun merasa kepalanya seperti berasap karena malu.
"Kamui sangat panas dan seksi kalau sedang mandi...hehehehe." Ucap Subaru di dalam pelukan Kamui
"Subaru..." Wajah Kamui memerah
"Hey apakah kau tahu? inilah asalan mengapa ku tak tahan melihat mereka..." Emillie menoleh ke arah belakang dengan tatapan sedih. "Si tampan nan kren ini serta si tampan yang imut ini selalu saja seperti sepasang kekasih di depanku..lalu mereka membuatku seakan-akan menjadi penonton mereka hikss..sedihhh..."
Seusai berbicara sendiri dalam hati, Emillie akhirnya menyetujui permintaan Kamui untuk bertukar tempat dengan tiruannya sehingga Kamui dapat menangkap tiruan Emillie diluar kastil sebab apabila Seishirou melihat Kamui-Subaru berada di area kastil, maka akan terjadi sesuatu yang buruk di kastil.
"Baiklah aku pulang dulu." Kata Emillie mengeluarkan sapu terbangnya. "Aku akan mencoba sebisa mungkin memancingnya keluar istana serta menggantikan posisinya."
Untuk beberapa saat Kamui hanya diam dengan eksrepsi sedikit kesal, tampaknya ia tak menyukai permintaannya sendiri lalu Kamui pun memutuskan untuk merubah rencanya, ia memberitahukan Emillie kalau ia akan merubah rencananya dan akan mengabari Emillie secepatnya lalu Emillie pun menganggukkan kepalanya, selanjutnya ia meninggalkan kediaman Kamui-Subaru bersama sapu terbangnya.
... 3 Minggu Setelah itu ...
Pada hari kamis dini hari hingga pukul 10pm hujan turun terus-menerus tanpa henti, udara dingin menyelimuti kota hingga kota tampak sunyi juga lenggang, begitu juga yang terjadi di kastil, tampak tak ada seorang penyihir pun yang berjalan atau berjaga di sekitar kastil sepertinya mereka sedang berada di kamar mereka masing-masing untuk menghindari udara dingin. Sudah 2 minggu lebih Emillie mematai-matai tiruannya kini tiba saatnya ia menangkap tiruannya dan membawanya kepada Kamui-Subaru.
"Seperti ada yang aneh..tidak seperti biasanya." Benak Emillie mengintip ke dalam ruangan dari lubang yang pernah ia buat di dinding sebelumnya. "Kenapa hanya ada kak Seishirou? kemana perginya gadis itu?"
"Mencurigakan sekali.." Ucap Emillie dalam hati
Emillile yang penasaran pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan yang tak terkunci itu, sewaktu ia berada di ruangan ia melihat kakaknya Seishirou sudah tak sadarkan diri, sepertinya ia sedang jatuh dalam tidur panjang, Emillie pun mencoba membangunkan Seishirou dengan memanggil-manggil namanya, namun Seishirou tak kunjung bangun juga lalu tak berapa lama kemudian muncullah Fuuma dari arah luar pintu.
"Emillie..." Panggil Fuuma yang basah kuyup
"Kak Fuuma..." Emillie melihat ke arah belakang
DRAP DRAP DRAP
Secepat kilat Fuuma berlari mendatangi Emillie dan Seishirou yang ada di atas ranjang, ia pun melihat kakaknya tidur tak seperti biasanya kemudian Emillie segera menuruni ranjang digantikan oleh Fuuma, ia berdiri di sebelah Fuuma sambil melihat Fuuma memanggil-manggil nama kakaknya mencoba membangunkan Seishirou, akan tetapi usaha yang dilakukannya juga tak membuahkan hasil, Seishirou masih tetap tertidur.
"Sepertinya kak Seishirou terkena tusukkan pertama belati penyihir atau ramuan sihir..." Tebak Emillie sambil melihat Seishirou yang sedang tertidur
"Begitukah?" Fuuma yang menunduk tiba-tiba tersenyum
"Hmm..." Emillie yang tak curiga sedikitpun menoleh ke arah Fuuma yang ada di sebelahnya
"Kau benar sekali, adikku tercinta...!"
Ucap Fuuma dengan wajah tersenyum bengis langsung mencekik Emillie sekuat tenaganya hingga Emillie kesulitan bernafas.
"Ukh..." Keluh Emillie yang kesulitan bernafas
Lantas Emillie yang merasakan sangat sesak di dadanya berusaha melepaskan cekikikan Fuuma di lehernya dengan memangil keluar ramuan sihirnya, akan tetapi ia tak dapat berpikir jernih harus memanggil ramuan apa sebab ia tak sanggup menahan lebih lama lagi cekikan Fuuma di lehernya dan bersamaan dengan itu muncullah tiruan Emillie dari luar ruangan, ia pun berjalan dengan santainya memasuki ruangan tersebut sambil tersenyum bahagia.
TAP TAP TAP
"Aku adalah boneka dan kau juga boneka..kita dua sudah menjadi bonekanya." Tiruan Emilie tersenyum sambil berjalan menghampiri Emillie. "Tapi sayangnya kau jauh lebih lemah dari kembaran vampir..kau tak bisa membunuh mereka berdua."
TAP
"Kak Fuuma sayang...ayo bunuh adik tersayangmu ini." Perintah Emillie tiruan mengelus lengan Fuuma
"Baiklah Emillie.." Jawab Fuuma tersenyum. "Selamat tidur, adikku tercinta..."
DHOAMM
Dalam sekejab mata dinding di belakang Fuuma telah hancur, itu adalah serangan kuku tajam Kamui yang menghancurkan dinding ruangan.
"Kau...?!" Emillie tiruan terperanjat
Tanpa membuang waktu Kamui-Subaru langsung melompat ke masing-masing target mereka, Kamui melompat ke arah tiruan Emillie dan dalam hitungan detik ia telah sampai di depan tiruan Emillie, Kamui pun berjongkok sambil memukul bagian perut tiruan Emillie hingga tiruan Emillie memuntahkan darah, bersamaan dengan itu Kamui menggunakan tangannya yang satu lagi menusuk dada tiruan Emillie untuk mengambil jantungnya yang terhubung oleh benang penyihir berwarna merah dengan Emillie yang asli, sedangkan di sisi lain Fuuma yang mengetahui kalau Subaru sedang mengincar bagian belakang kepalanya mencoba melarikan diri, namun sayangnya Emillie telah terlebih dahulu menikamkan tusukkan pertama belati miliknya tepat ke jantung Fuuma hingga Fuuma jatuh tertidur.
"Maaf...sudah merepotkanmu, Emillie.." Ucap Subaru tersenyum kepada Emillie
"Kyaaaaa...dia imut sekaliiii..." Teriak Emillie histeris di dalam hati yang saat itu sudah lupa akan sesak dadanya
DEGH
Mendadak Emillie merasakan sakit di dadanya, ia meraba dadanya merasakan rasa sakit itu semakin lama semakin menjadi-jadi hingga ia tak sanggup lagi menahan rasa sakit serta menopang tubuhnya, ia pun terjatuh dan terduduk dalam rangkulan Subaru yang spontan menahan tubuhnya, ternyata pada saat itu Kamui berhasil menarik keluar jantung tiruan Emillie yang diselimuti mantra sihir berwarna hitam pekat dan diikat oleh benang penyihir berwarna merah.
"Bertahanlah..." Kata Subaru sambil merangkul Emillie
"Kalau dia tak sadarkan diri..kita harus merubahnya menjadi vampir." Ucap Kamui memegang jantung yang berdenyut-denyut dalam genggaman tangannya
Kemudian tanpa rasa belas kasihan Kamui meremas kencang jantung tiruan Emillie hingga Emillie menjerit kesakitan lalu kesadarannya pun hilang diikuti jantung tiruan Emillie beserta benang penyihir merah yang hancur di tangan Kamui.
