"BLACK ROSE"
-= Sherry Dark Jewel Present =-
Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...
Author : Yuki
Rate : T
Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.
Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.
Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa.. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..
Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..
.
Cerita ini hanya Fiksi belaka
.
Gak Suka..?
Ya...
Jangan Baca...
Gampangkan..
.
Buat yang tetep mau Baca...
.
Happy Reading..
.
Chapter 1 : Harabeoji
.
Sudah dua minggu aku selalu melihat Appa pulang dengan luka. Dan setiap paginya pun Appa akan pergi kerja lebih pagi. Hingga membuat Aku daN Junsu tak tahu, keadaan Appa sebenarnya.
Ingin rasanya aku bertanya pada Umma. Tapi aku takut jika harus mendengar jawaban Appa dan Umma. Apalagi Appa melarang Umma mengatakan keadaannya pada kami. Apa mereka tak menganggap kami lagi? Apa yang sebenarnya Appa dan Umma rahasiakan dari kami.
"Umma.. Appa sudah berangkat kerja?" Ah senangnya Junsu bertanya. Aku pun ikut memasang tampang penasaran pada Umma..
"Iya.. Su-ie.. Appa sudah berangkat" kulihat Umma tak nyaman dengan pertanyaan ini.. aku hanya diam. Sebenarnya aku merasa Umma sedih dan merasa bersalah karna telah membohongi kami. Aku bisa lihat dari wajahnya. Namun, Umma telah memegang amanat dari Appa, Umma tak ingin menghiyanati Appa.
"Oh.." Junsu hanya mengangguk-angguk mengerti.
"Baiklah Su-ie.. Ayo berangkat.." aku pun bangkit dari kursi lalu segerah mencium kedua pipi Umma.. Aku tak ingin membuat Umma tertekan jika di beri pertanyaan lebih lanjut. Mungkin suatu saat nanti juga akan terbongkar. Pasti..
"Aku berangkat Umma.."
"Su-ie juga berangkat Umma.." Junsu juga mencium pipi Umma..
"Hati-hati Joongie..Su-ie.."
.
-= Yuki =-
.
Hahhh.. Hari ini hari bebas. Oh senangnya, kalian ingin tahu kenapa? Itu karena Ujian sudah dilakukan seminggu yang lalu.. Yeyyy rasanya bebas..dan aku yakin aku bisa lulus. Karena Ujian telah selesai maka kami sekolah hanya untuk stor apsensi aja, tapi sebenarnya tak masuk pun tak apa.. membayangkan hanya dirumah saja..Aku bisa mati bosan.. Oh come on.. Aku lebih baik disini bisa bertemu teman-temanku. Dari pada dirumah yang pasti aku akan kerja Rodi membantu Umma beres-beres. Bukannya aku tak mau membantu Umma. Tapi aku hanya ingin refreshing dulu. Hei seminggu berpusing-pusing memikirkan soal-soal itu melelahkan. Meski tak lumayan susah.. tapi aku juga butuh istirahat.
Namun saat akan masuk gerbang sekolah hatiku bagai tertusuk pedang.
Sakit..
Disana ada Yunho...
Dan Yeoja yang merebut Yunho dariku..
Go Ahra.. Adik kelasku..
Yunho mengantar Yeoja itu sekolah.. dan dia mencium Yeoja itu.. tak pernah sekalipun Yunho melakukan itu saat kami masih menjadi kekasih.
Hancur.. semuanya hancur.. Hatiku..hancur..
Hilang semua kepercayaanku. Dulu aku berharap masih bisa menyukainya meski jauh, dan tidak membencinya. Masih bisa berharap dekat dengan Yunho meski hanya sebatas teman..
Tapi..
Tapi sekarang aku tidak.. aku tidak bisa untuk tidak membencinya..
"Lupakan Jung Yunho.. Joongie.."
Ya seperti kata Umma aku harus melupakannya.. Harus.. dan kuharap aku bisa..
Aku pun memberanikan diri melangkah melewati mereka. Aku berusaha memasang topeng datar, tak memperdulikan mereka.
Acuhkan mereka Joongie..
Lupakan Dia..
Ya..Aku akan berusaha..berusaha melupakanmu.. Jung Yunho.. Itulah janjiku...
.
-= Yuki =-
.
Malam ini pun sama.. Appa pulang dengan luka lagi. Apa yang sebenarnya terjadi pada Appa..
Junsu tak dirumah sekarang, ia menginap untuk mengerjakan tugas dirumah temannya Changmin. Jadi kuberanikan untuk mendatangi Appa dan Umma.. Mungkin aku bisa secara langsung bertanya pada Umma dan Appa.
"Hannie.." Umma terisak.. akupun menghentikan langkahku. Didepan pintu kamar yang sedikit terbuka itu.
"Maafkan aku Chullie.. Aku harus meninggalkanmu.. dan meninggalkan Joongie dan Suie" Ucapan Appa membuatku terpaku.
Appa akan pergi meninggalkan kami..
Mengapa..
"Ta-tapi Hannie.."
"Chullie.. mengertilah.. aku tak ingin kalian celaka karena aku.."
"Ini ada hubungannya dengan keinginan Appamu kan Hannie.." aku dengar suara Umma takut.
"..."
" Apa keinginan Appa Hannie.."
"..."
"Hannie..."
"Appa ingin aku menjadi penerusnya.. dan.."
"Dan apa..?"
"dan menjadikan salah satu putra kita dibawah bimbingannya.."
"Apa.. Tidak.. Jangan libatkan Joongie dan Suie.."
"Aku pun tak ingin melibatkan mereka.. Tapi kau tahu Appa bukan.."
",," umma masih menanggis.
"Aku akan pergi, jadi kalian bisa aman.."
"Ti-tidah Hannie.. jangan tinggalkan kami."
"Chullie..Tapi ini-"
"Tidak Hannie.. jika kau pergi. Sama saja kau pun membiarkan Appa mengambil Joongie atau Su-ie dari ku."
"Chillie.."
"Bukankah seperti katamu.. bahwa keinginan Appa adalah mutlak, ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya,"
"..."
"Jangan Pergi. Disinilah bersamaku.. menjaga putra-putra kita Hannie.. aku tak bisa hidup tanpamu.."
"Ya..Chullie. aku tak akan pergi, aku akan berusaha merubah pemikiran appa."
Aku mendengar semua percakapan Appa dan Umma.. kuurungkan niat untuk menemui mereka.. apa lagi setelah mendengar Umma menaggis..
Harabeoji..
Aku pun kembali ke kamarku.. tapi tetap saja semua percakapan Umma dan Appa membuatku ingin mengetahi yang sesungguhnya.
Memang Appa masih punya Appa?
Mengapa aku tak tahu..
Harabeoji..?
Mengapa dengan Harabeoji..
Siapa Harabeoji? Mengapa Umma dan Appa sangat takut padanya?
.
-= Yuki =-
.
Seminggu lamanya aku bergelut dengan pikiranku tentang Harabeoji.. tapi aku tak pernah mengetahui bahkan mendapat sedikit pun petunjuk tentang Harabeoji. Dan sekarang Appa sudah mulai ikut sarapan dan pulang tak larut malam lagi. Senang rasanya melihat keluarga kami utuh dan bahagia. Semoga kebahagiaan ini tak akan hilang.
.
-= Yuki =-
.
Aku menjalani kehidpan seperti biasa, berangkat sekolah, bertemu teman-teman dan main entak kemana bersama teman-temanku. Hei ini detik-detik terakhir seminggu lagi pengumuman kelulusan. Dan kami tak mungkin satu sekolah lagi, pasti akan menyebar entah kemana. Jadi ini momen-momen membuat kenangan dengan teman-teman.
Dan juga akhir-akhir ini aku merasa diikuti seseorang.
Tapi kali ini pun aku merasakan orang mengikutiku. Aku yang berniat pulang kerumah pun terhenti saat ada sebuah limausin hitam yang berhenti dihadapanku. Lalu keluar seorang pria berbalut jas hitam dan kacamata hitam.
"Kim Jaejoong?" dia mengetahui namaku?
"Ne..Siapa kalian.."
"Maaf Jaejoong-sama.. tuan besar ingin bertemu dengan anda.."
"Tuan Besar" Siapa dia? Aku..
Apa aku harus lari tapi orang ini pasti tak mengijinkanku kabur.
"Kakek anda.."
Harabeoji..?
"kakek anda ingin bertemu dengan anda.. Mari ikut saya"
Tanpa sadar aku sudah duduk di kursi limausin hitam itu. Mungkin karena rasa ingin tahuku pada Harabeoji, membuatku tanpa sadar mengikuti pria tadi.
"Siapa namamu..?" aku Cuma ingin basa-basi.. mungkin dengan berbicara dengan pria ini aku bisa tau Harabeoji seperti apa..?
"Nama saya Shinraiga Yuu.. Botchan.." hemm orang jepang.
"Bolehkah aku panggil Raiga-san.."
"Tentu.. Botchan.." aku tersenyum manis padanya.
"Raiga-san..apa masih jauh..?" aku benar-benar ingin mengetahui seperti apa harabeoji.
"Tenang saja Botchan.. sebentar lagi.."
Seperti yang Raiga-san katakan kami tiba di sebuah Rumah bergaya Jepang di perbatasan kota.
"Mari Botchan.. Tuan Besar telah menunggu anda.."
Aku mengikuti Raiga memasuki rumah itu. Dapat kulihat para pelayan yang menunduk hormat saat aku dan Raiga masuk. Mungkin Raiga memang orang kepercayaan Harabeoji.
Kami pun tiba di sebuah rungan dengan pintu geser berlukiskan naga hitam dengan lukisan bambu bambu yang juga hanya berwarna hitam disekitarnya.
"Silahkan masuk Botchan.."
Aku pun masuk kedalam, dapat kulihat seorang pria tua dengan kimono hitam tengah duduk dan meminum segelas ocha.. Apa Harabeoji itu orang Jepang ya?
"Duduklah.." suaranya dingin namun berwibawah. Aku pun menuruti permintaan Harabeoji.
"Harabeoji.."
Harabeoji meletakkan gelasnya di meja pendek dihadapannya "Jaejoong.."
"Ne..Harabeoji.."
"Sepertinya kau sangat ingin mengetahui semuannya bukan.."
"N-ne.." Ah.. sepertinya Harabeoji sudah menyelidiki tentangku.
"baiklah.. Aku adalah ayah Appamu.. Tan Hangeng ... namaku adalah Tan Han jin."
"Tan? Bukankah marga Appa Kim?"
"Bukan.. itu adalah marga ibumu.."
Marga Umma.. aku menyupitkan kedua mataku..
"Aku akan menjelaskan semuanya padamu Joongie" meski dengan suara datar aku melihat ada senyuman di buburnya. Meski kecil.
Aku pun ikut tersenyum.. mengapa Appa dan Umma takut pada Harabeoji..? tidakkah Harabeoji orang yang baik?
.
.
.
TBC/END?
Yuki's Note :
Oke.. ini dia chapter 1.. ah sebenarnya ni udah selesai dari kemarin.. tapi karena Yuki males jadinya baru update sekarang.. hehehe..
Dan gimana.. mungkin masih binggung..
Karena sebenarnya masalah buat cerita ini belum semua keluar hahahah..
Woles woles aja mungkin..
Karena ni fic bakal banya masalah yang akan muncul.. dan itu masih harus bertahap keluarnya. Hahhh lama gak bikin Fic Yunjae.. bahkan Ficku yang satu lagi malah buntu ditengah. Masih cari feel dan jalan cerita yang cocok buat gantiin jalan cerita lama yang udah yuki lupa.. hahaha..
Ini ni yang yuki benci.. kalau gak Yuki tulis Yuki bakal lupa.. maklum, otak yuki terlalu penuh buah nampung semua. Dan lagi buku yang Yuki simpen yang isisnya bahan-bahan cerita.. gak ada...
Hahhhhhh sunngguh terlalu..
Oke oke Yuki berhenti curhat sekarang.. hahaha..
Dan yuki bener-bener berterimakasih buar yang udah Fav, Foll, Read and Review.
Ah senengnya meski banyak sider.. Yuki tau perasaan kalian Sider.. karena dulu Yuki juga Sider sebelum buat akun.. hohoho... #cerita lama#
Minna-san..Ni udah lanjut... Makasih udah mau baca, fav,foll ma review.
Yuki bales ne Reviewnya..
destianidhesthy : Selera kita sama..Yuki juga suka yang serba 'secret' hahahah... setuju deh sama Desti..
DahsyatNaff : ni udah lanjut..
OceanBlue030415 : ni udah lanjut..
cristiyunisca : aye.. Yuki usahain update kilat.. asal Yuki punya mood buat nulis.. pasti cepet selesai, tapi kalau ngak.. ya gitu deh.. ngak ngerti? Yuki juga.. coz masih prologue yang kemarin.. sekarang mungkin juga masih bingunggin hehehe.. tapi makasih ya..
Angel Park : Oke.. Ni lanjut..
Ne.. makasih banya buat semuanya terutama yang Review.. seneng banget kalian berlima mau menulis komen meski hanya dua kata.. Yuki seneng banget,,
Dan ini dia..
Yuki pamit Minna-san..
Kita bertemu lagi di ch 2..
Doakan ya..
Bye Bye..
Dan jangan Lupa...
REVIEW...^^
