"BLACK ROSE"

-= Sherry Dark Jewel Present =-

Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...

Author : Yuki

Rate : T

Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.

Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.

Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa.. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..

Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..

Minna.. ayo kita selamatkan FFn.. ayo kita tanda tangan di link ini.. http#:#/#/#petitions#.#whitehouse#.#gov#/#petition#/#stop#-#sopa#-#2014#/#qOVkkOZr

Masih kurang 27.000 lagi.. dan waktu kita sampai tangal 20 jam 12 siang aja.. itulah keuntungan kita tinggal di indonesia. Menurut yuki soalnya tadi yuki liat sebelum jam 12 siang tadi di situs itu masih tanggal 17... kyaaaa.. masih ada waktu.. ayo kita dukung Stop Sopa

.

Cerita ini hanya Fiksi belaka

.

Gak Suka..?

Ya...

Jangan Baca...

Gampangkan..

.

Buat yang tetep mau Baca...

.

Happy Reading..

.

Chapter 2 : keputusanku

.

Haraboeji...

Aku memasang benar-benar telingaku, aku tak ingin kehilangan sedikit pun penjelasan Harabeoji. Harabeoji masih menikmati ochanya ia terlihat santai saja. Oh Harabeoji taukah kau jika cucumu ini sangat ingin tahu semua kebenaran yang ada. Aku bisa mati penasaran jika Harabeoji masih diam saja sejak sepuluh menit yang lalu.

"Hara-"

"Nikmati ochamu Joongie"

Hahhh mau tak mau akupun ikut menikmati ocha yang tadi sempat Raiga-san bawa masuk saat aku sudah duduk di depan Harabeoji.. Aku sesap ocah yang ada dalam gelas orselin putih dengan motif bunga kerisan. Cantik..

Tak buruk juga rasanya.

"Joongie.."

Panggilan Harabeoji membuatku menghentikan sesapanku pada gelas yang kubawa. Aish.. aku baru menikmatinya, sudah diganggu.. tapi aku tetap diam dan memandang Harabeoji penuh tanya. Mana mungkin aku memelototi Harabeoji hanya karena kesal acara minum ochaku diganggu..

"Mungkin kau belum tahu jika kaluarga kita.. keluarga Tan adalah sebuah keluarga Yakuza."

Apa...?

Terkejut.. aku hanya tak..bisa percaya..

Yakuza..

"Ya-ku-za..?"

"Ya.. Joongie.." Harabeoji hanya menjawab enteng, huhh aku mendengus sebal. Aku bisa lihat Harabeoji mencoba menahan senyum gelinya saat melihat aku terkejut. Mungkin wajahku saat terkejut sangat lucu? Hahhh aku tau hHarabeoji ingin menertawakanku. Tapi ia menahannya.. Dasar.. Jaga image.. "Tolong ceritakan semuannya pada Joongie.."

"Tentu.. Cucuku.. aku akan menceritakan semuanya.."

.

.

.

Aku diam terpaku di depan pintu rumah, semua penjelasan Harabeoji masih tergiang-giang di kepalaku. Ku hembuskan nafas panjang. Akhirnya aku putuskan aku akan masuk kedalam. Tapi entah kenapa wajahku tak bisa tersenyum seperti biasa, meski ku paksa untuk tersenyum yang ada hanya senyum kecut yang tak enak dipandang mata.

"Joongie kau sudah pulang.."

Jangan sekarang, aku masih belum siap menemui kalian..maaf Umma Su-ie. Aku tak sanggup menetap kalian sekarang, setelah apa yang telah kuputuskan tadi.

Jadi aku pun hanya diam dan langsung naik ke kamarku. Aku ingin menenangkan diri.

"Hyung.." ku acuhkan panggilan Su-ie dan pandangan binggung Umma.. yang ku butuhkan sekarang adalah ketenangan.

.

.

.

"Tou-sama.."

"Hangeng.." Hangeng memandang sang ayah yang duduk membelakanginya. Ayah Hangeng tengah memandang taman yang ada di depan ruangan yang mereka tempati.

Hangeng sangat takut sekarang, ia tak tau apa yang akan sang ayah lakukan. "Hangeng.. kau tau jika sebentar lagi kau akan mewarisi kursi kepemimpinanku."

"Tou-sama..aku.."

"Bukankah kau sudah bersumpah pada organisasi. Seperti permintaanmu, aku biarkan kau pergi dari organisasi. Karena istri dan anakmu"

Hangeng menundukkan kepalannya.

"aku mengizinkanmu menikahi gadis korea itu, aku tak menganggu hidup kalian selama masa kau meminta ketenangan dari kegiatan organisasi. Tapi sekarang waktu telah habis, seperti kesepakatan kau harus kembali ke organisasi sekarang."

"Tapi.."

"Kita adalah Yakuza.. kau dididik sejak kecil untuk menjadi penerusku. Bahkan Ka-san mu sangat mengharapkan dirimu meneruskan organisasi yang kakekmu wariskan kepada kita."

"..."

"Kau tahu apa konsekuensi penghianatan dan kebohonganmu. Kau sudah diajarkan sejak kecil sistem kita seperti apa. aku biarkan kau melakukan pekerjaanmu sekarang, tapi tetap kau harus mengantikan aku.-"

"-aku tahu kau ingin melindungi keluargamu. Aku juga menyayangi cucu-cucuku. Tapi semua sudah selesai, masa istirahatmu telah habis. Organisasi menuntutmu untuk kembali. Dan kau akan mewarisi posisiku sebentar lagi, menjadi seorang Kumicho*. Dan ingat kau pun harus merelakan salah satu anakmu untuk menjadi pangeran di organisasi kita."

"Tapi aku tak ingin Joongie maupun Su-ie masuk kedalam dunia kita"

"Hangeng mau tak mau mereka pasti akan terseret, tapi jika kau mau mengambil posisi ini, mungkin kau bisa menjaga mereka bukan? Dan lagi Jaejoong telah mengetahui semua ini"

"Mak-sud Tou-sama.."

"Ya.. dia mengetahui kau menyembunyikan sesuatu darinya. Dia mencari tahu meski hasilnya nihil. Aku selalu memerintahkan seseorang mengawasinya, menjaganya jika terjadi apa-apa. tapi ia peka, ia mengetahui jika ia tengah diawasi. Hingga akhirnya aku bertemu dengannya."

"Tou-sama bertemu dengan Joongie.."

"Ya.. tadi siang aku bertemu dengannya. Aku merasa kasihan dengannya yang selalu merasa bahwa ia seperti tak dianggap. Ia ingin bertanya padamu dan Ummanya tapi ia selalu merasa bahwa bertanya pada kalian percuma saja. Kalian tak mungkin menjawabnya, ia bercerita Ummanya akan memasang wajah sedih jika Jaejoong ingin bertanya apa yang terjadi padamu. Akhirnya aku menemuinya mengatakan semuanya."

"Ti-Tidak.."

"Ya.. dan ia mengajukan dirinya untuk menjadi asuhanku. Ia memilih untuk menerjunkan dirinya kedunia kita."

"Tidak bisa.. Aku.. tak ingin Joongie masuk juga.."

"Kalau kau tak ingin Jaejoong masuk maka aku akan mengambil Junsu saja"

"Tou-sama jangan Su-ie.."

"Kau tahu Hangeng, Jaejoong tau kalau aku selalu mendapat apa yang ku inginkan. Kau tau mengapa ia mengajukan dirinya? Karena dia tahu jika dia menolak maka aku akan mengambil Junsu bersamaku. Ia memiliki kepekaan dan firasat yang kuat, jadi aku memilihnya"

.

.

.

Pagi ini aku memutuskan tetap dirumah. Aku tak ingin berangkat sekolah saat ini. Aku bahkan tak keluar dari kamar sejak aku pulang dari rumah Harabeoji kemarin. Aku tahu Umma dan Suie khawatir padaku. Tapi aku masih belum bisa menemui mereka.

Tok

Tok

Tok

"Joongie.."

Umma..

"Joongie.. sudah pagi turunlah untuk sarapan." Suara Umma serat dengan kesedihan.

Hahhhh

"Ya.."

Aku yakin Umma tersenyum sekarang, mendengar jawabanku tadi. Mau tak mau akupun masuk kekamar mandi untuk mencuci muka dan menganti pakaian yang sedari sore tak sempat ku ganti.

.

.

.

"Hyungie.." Aku tersenyum, aku senang melihat Umma, Suie, dan Appa juga ada sekarang mereka tersenyum sekarang.

Inilah yang akan kurindukan, setelah ini aku akan pergi. Seperti yang aku putuskan. Aku akan pergi ikut Harabeoji, memenuhi keinginannya untuk masuk ke dunianya. Dunia Harabeoji dan Appa.

"Pagi Appa..Umma..Su-ie.." rasanya kebahagiaan menyelimutiku sebelum kepergianku. Ternyata memang benar saat kita akan berpisah maka arti kata kebersamaan semakin menguat.

"Makanlah Joongie.. kau sedari kemarin malam tak makan. Memang kenapa kau tak keluar kamar sayang? apa kau punya masalah?" tanya Umma.

"Tidak Umma.. kemarin aku lelah saja." Jawabku aku masih belum ingin mengatakan yang sebenarnya.

"Mungkin Hyungie sedih gara-gara Yunho-Babo.." Ucap Junsu tanpa sadar, lalu aku lihat ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat tau apa yang barusan ia katakan. "shit.." aku mendengar gumamannya.

"Su-ie.." Aku plototi dia, kenapa nama itu ikut dalam percakapan kami pagi ini. Membuat mood makanku langsung hilang saja

"Mian Hyung.." Dasar pantat bebek.. bisa-bisanya mengucapkan sesuatu topik sensitif buatku. Tapi Umma malah memandang Junsu penuh tanya.

"katakan pada Umma Su-ie" tepat akan menanyakan maksud ucapan Junsu tadi, dan lihat Junsu sekarang. ia mengigit bibir bawahnya memandang takut padaku.

"Itu..Itu Umma.. kemarin- ehmm.. sebenarnya sejak Hyungie putus dari Yunho. Su-ie selalu liat Yunho bermesraan dengan pacar barunya." Ia melirikku.. "dan saat mereka bermesraan pasti sering mereka lakukan dihadapan Joongie Hyung.." ia menunduk.

Chi.. Dasar. Sebenarnya topik Yunho sudah kulupakan, tidak semuannya. Melupakan semuanya itu butuh waktu. Tapi prioritas Yunho yang ada di pikiranku sudah berkurang menjadi urutan kesekian. Yang kupikirkan sekarang itu hanya kepergianku, orang tuaku dan Su-ie serta diriku yang harus bersiap untuk menerima semuanya. Sesuatu yang baru, dunia baru yang akan aku injak.

Aku tersenyum kecut.

"Hahhh.. dasar Jung Yunho itu.." Umma mengumpat pelan tapi masih bisa kami dengar. "Joongie kau harus bisa Move On.. Lupakan pemuda tak tahu diri itu" titah Umma.

"Iya Umma.." Aku tersenyum kembali. sekarang lebih tulus, karena aku yakin Umma sangat menghawatirkanku sekarang.

"Eh Hyung.. kau tak sekolah?"

"Malas.." jawabku singkat. Aku terkikik saat melihat tampang kecewa Junsu..

"Yah.. aku berangkat sendiri.."

"Kau harus biasakan itu Su-ie.. aku akan lulus, tak mungkin aku akan kembali menemanimu berangkat sekola seperti sebelumnya" Ucapku 'karena aku akan pergi jauh setelah ini' lanjutku dalam hati.

"Baiklah.. aku mengerti Hyung. Oke.. Aku berangkat sekarang.." Junsu mencium pipi Umma dan Appa. Pipiku pun tak luput dari kecupannya.

"Aku berangkat" Aish.. kenapa dia suka sekali teriak. Tapi aku yakin suara teriakan Junsu akan selalu kurindukan setelah ini. Tanpa sadar aku tersenyum sendu.

Setelah itu ruang makan kembali hening, Umma berpamitak ke dapur sebentar untuk mencuci piring kami.

"Joongie.."

Appa.. Appa sudah tahu keputusanku kan?

"Ne Appa" jawabku sedikit gerogi. Hahh mengapa harus secepat ini, minimal lusa aja gitu Appa tahu tentang keputusanku. Aku kan masih ingin menenangkan diri dan menyiapkan jawaban-jawaban yang mungkin tepat dengan pertanyaan Appa. Kalau sekarang aku belum menetapkan hatiku. Aku masih takut menghadapinya sekarang. Meski sekarang maupun lusa tetap saja menyakiti mereka. Karena keputusan yang telah ku buat kemarin.

Wajah Appa mengeras "Joongie.. Bisa kau temani Appa.." Aku menciut mendengar suara datar Appa. Appa tak pernah mengunakan nada seperti sekarang jika berucap kepada kami. Dan aku hanya mengangguk.

Kami keluar dari rumah tanpa berpamitan pada Umma yang tadi ke dapur untuk mencuci piring kami.

Aku menaiki mobil Audi Appa. Aku hanya dia selama perjalanan, takut untuk memandang Appa yang sangat berbeda sekarang. Tak tau kemana aku akan dibawa.

Drrttt Drrtttt

Ponsel Appa berbunyi.

"Halo Chullie.." Umma.. semoga Appa tak mengatakan jika aku bersamanya. Umma pasti akan langsung tahu jika aku bersama Appa, jika aku sudah mulai berhubungan dengan organisasi Appa. pasti Umma akan langsung sedih.

"..."

"Maaf aku ada penggilan mendadak barusan, tak sempat berpamitan padamu. Tapi aku sudah pamitan pada Joongie" Kugigit bibirku.

"..."

"Tidak.. Joongie juga pergi?" Appa memandangku. Appa tak ingin membuat Umma sedih jika tahu aku Bersama Appa. Appa berpikir sama sepertiku. Untunglah.. aku sedikit tenang.

"..."

"Coba hubungi Joongie.. tanya dimana dia. Sudah Dulu Chagi.. aku hampir sampai.. Bye"

Kami hening sesaat.

"Appa tahu kau tak ingin Umma sedih sekarang. Lebih baik kau siapkan saja jawaban untuk Ummamu kenapa kau tiba-tiba menghilang"

Aku mengangguk. Alasan apa yang harus ku pakai. Tepat beberapa detik kemudian Handphone ku berdering.

Umma

Aku memandang Appa sekilas. Ku helang nafas panjang. Menyiapkan hatiku. Aku harus berbohong apa.

Junsu..

Aku menginggat Junsu..

Ah..Yunho.. Yunho bisa jadi alasan.

Aku mengangkat telpon dari Umma. "Halo..Umma.."

"..."

"Aku pergi keluar sebentar.."

"..."

"Aku ingin menenangkan hati Umma.."

"..."

"Ya.. masalah Yunho tadi.. aku butuh waktu sendiri sekarang. Aku berusaha melupakannya Umma."

"..."

"Maaf Umma aku hanya langsung pergi saja saat Appa sudah keluar naik mobilnya. Oh ya.. Appa tadi izin berangkat dulu pada Joongie" kupandang Appa.

"..."

"Iya..Mianhe Umma.. Ya..Bye.."

"..."

Bagus. Bagus sekali kami membohongie Umma. Maafkan kami Umma.

"Kita sampai..kita akan menemui Harabeoji-mu". Aku mengikuti Appa masuk kedalam rumah yang kemarin untuk menemui Harabeoji. Aku bisa melihat para pelayan perpakaian kimono sederhana menunduk hormat pada kami.

Hingga kami sampai di ruangan yang kemarin ku datangi. Didalam sudah menunggu Harabeoji dan Raiga-san.

"Tou-sama" Appa duduk di batalan duduk yang ada di depan Harabeoji. Aku ikut mendudukan diri di samping Appa.

"Jadi..?"

Aku memandang binggung Harabeoji dan Appa "Joongie Appa hanya ingin mendengar dari mulutmu sendiri. Mengapa kau memutuskan untuk mengajukan dirimu menjadi asuhan Harabeoji?"

"itu..Aku.. aku tahu jika kami. Aku, Umma dan Su-ie meski Appa berusaha menjauhkan Dunia hitam pada kami. Kami tetap akan terseret juga, entah bagaimana caranya. Kami akan masuk sadar atau tidak" aku menhelang nafas. "maka aku memutuskan untuk masuk dengan kesadaranku, aku ingin belajar menjadi kuat dan melindungi Umma dan Su-ie. Dan lagi memang mau tak mau aku harus masuk, karena aku tak mau Su-ie yang masuk. Jika aku menolah untuk masuk"

"Joongie.."

"Biarkan aku masuk Appa." Appa menghelang nafas panjang. Harabeoji merasa puas dengan jawabanku. Dia tersenyum meski samar tapi aku bisa melihat tatapan Harabeoji sedikit melembut dan ujung bibirnya sedikit melebar, meski sangat sedikit.

"lalu bagaimana dengan Ummamu dan adikmu Joongie?" tanya Appa.

"Jika Appa ingin mengatakan keputusanku pada Umma.. Appa juga harus mengatakannya pada Su-ie.. Aku tak ingin Su-ie tak mengetahui ini sedangkan kita malah menyembunyikan hal ini. Aku tak ingin Su-ie menjadi orang yang terkucilkan sendiri di rumah. Tak mengetahui kebenarang sedangkan kita tahu. Jika Appa tak ingin mengatakannya pada Umma dan Su-ie juga tak apa. tapi Appa harus bisa membuat kepergianku tak dicurigai oleh Umma."

Omma.. bagaimana bisa bibirku langsung berucap seperti ini. Entah mengapa bibirku serasa bergerak sendiri menyampaikan isi hatiku. Biasanya aku harus menyusun kata-kata dulu. Tapi sekarang aku serasa langsung mengatakan apa yang ingin ku katakan.

"Baiklah.. Appa akan menyembunyikan keterlibatanmu dari Umma dan Su-ie. Jikapun nanti hal ini terbongkar. Biarkan menjadi masalah nanti. Kita pikirkan hal itu nanti saja. Hahhh.."

"Aku yang akan membuatkan alasan untuk Joongie agar ia bisa ke jepang setelah lulus."ucap Harabeoji setelah ia hanya menjadi pendengar.

Aku mengangguk setuju. Lalu suasana kembali hening.

"Hangeng.. kau masih ada misi setelah ini. Ajak Joongie agar ia tahu bagaimana kau bekerja"

"Tapi-" sebelum Appa menolah ucapan Harabeoji. Harabeoji sudah memandang tajam Appa. "Baikla Tou-sama.."

Dan kami pun pamit dari hadapan Harabeoji, lalu pergi untuk melakukan misi. Hanya Appa yang melakukan misi, aku hanya ikut menemani saja.

Misi apa yang Appa kerjakan. Aku penasaran...

.

.

.

TBC

Yuki's Note :

Oke.. ini dia ch 2..

Gimana gimana?

Ntah napa Yuki bener-bener ingin buat fic tentang mafia, setelah denger cerita nenek Yuki yang dulu perna urusan ama yakuza. Untung urusan kecil gak sampek bahaya.. wuhhh..

Jadinya yuki bener-bener penasaran tentang kehidupan mafia tu gimana..ada yang mau bantu Yuki cari bahan.. tau ngasih tau yuki link yang membahas tentang yakuza?

Adakah yang mau..?

Oke Yuki bakal bales Review buat yang gak log in:

Windrashi sangreng : buat kenapa HANGENG pakek marga KIM.. itu karena ia Cuma ingin keluargannya gak kesentuh. Jadinya pakek marga Heechul. Dan buat Hangeng yang orang mana.. ikuti terus itu masih yuki sembunyiin.. nanti bakal ada side story / juga bisa yuki buat flashback. Tunggu aja Windrashi sangreng-shi...

Jaejae : mata Yunappa kan kecil jadinya gak bisa liat kecantikan Jaeumma.. tenang aja Yuki bakal buat mata Yunppa lebar. Hahaha... niatnya mau cari penganti.. tapi tunggu aja nanti Jaejae-shi.

Milkyu : Selamat datang di Fanfiction Milkyu-shi.. tapi Yuki sedih Fanfiction kenal SOPA jadinya ayo kita dukung STOP SOPA.. biar Fanfiction selamat.. waktunya sampai tanggal 20 buat wilayah indonesia Cuma sampek jam 12 siang tgl 20. Niatnya mereka ingin menjauhkan Jaemma dan Sui-juma biar mereka gak keseret ke dunia hitam dan seratus deh Harabeoji Jaemma emang Yakuza.

Yuki seneng banget ada yang mau baca fic Yuki.. ayo kita pertahankan FFN...

Makasih buat reader, yang dah fav, foll terutama yang dah mau Review.. Makasih..

Oke sekian dulu

Yuki pamit Minna

Pay Pay