"BLACK ROSE"

-= Sherry Dark Jewel Present =-

Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...

Author : Yuki

Rate : T

Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.

Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.

Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..eh juga sudut pandang ke tiga. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..

Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..

.

Cerita ini hanya Fiksi belaka

.

Gak Suka..?

Ya...

Jangan Baca...

Gampangkan..

.

Buat yang tetep mau Baca...

.

Happy Reading..

.

Chapter 4 : Boo

.

Malam hari di kamar Hangeng dan Heechul

.

"Apa tidak apa-apa untuk joongie pergi ke jepang?"

"Tenanglah chagiya.. Aku pasti akan memastikan jika joongie akan baik-baik saja saat disana" ucap Hangeng meyakinkan.

Heechul hanya terdiam masih memperlihatkan ke khawatirannya.

Hangeng memeluk sang istri menuntunnya untuk duduk diranjang mereka "tolong percayalah padaku. Joongie akan baik-baik saja disana".

Heechul mengganggu pelan.

"aku memiliki sahabat yang sangat ku percaya di jepang" Heechul menyipitkan matanya tak percaya.

"Hai, tenanglah sayang dia seorang dokter disana, dia orang korea yang menetap disana. Namanya Choi Siwon" aku Hangeng.

"Orang korea? " Heechul memastikan sekali lagi.

"Iya.. Dia orang korea, istrinya yang orang jepang, jadi dia menetap disana dan menjadi dokter di salah satu rumah sakit terkenal di Tokyo."

"Joongie bisa tinggal bersama mereka, Siwon sudah seperti saudara bagiku, ditambah dia mempunyai putra setahun di bawah umur Junsu, Joongie pasti bisa betah disana" penjelasan Hangeng menenangkan hati Heechul yang kalut.

"Dan kita bisa sesekali kesana menjenguknya, bagaimana? "

Heechul tersenyum senang saat mendengar penjelasan suaminya.

"Baiklah,tapi bukan sesekali, kita harus sering menjenguknya kesana" ucap Heechul bersemangat.

Hangeng ikut tersenyum karena telah berhasil meluluhkan hati sang istri, dia tidak mungkin mengatakan semuanya kepada istrinya, tentang keputusan Jaejoong, bagaimana kehidupan yang menanti Jaejoong di Jepang nanti.

Dia tidak bermaksud berbohong, Hangeng hanya mengatakan setengah dari kebenaran, itu bukan berbohong kan?.

"Sebaiknya kita istirahat, sudah malam sekarang. Untuk masalah Joongie besok akan aku selesaikan" sambil mengecup dahi Heechul lembut, Hangeng menggajak sang istri beristirahat.

"Kau tak rindu padaku, berhari-hari kau pulang terluka. Sekarang kau sudah sembuh, tak ingin bermain bersama" goda Heechul setelah melupakan semua kesedihannya.

Hangeng hanya tertawa melihat istrinya yang cepat sekali berubah moodnya, baru tadi dia sedih sekarang sudah berubah nakal dan berani menggodanya.

Tanpa kata-kata Hangeng langsung mencium istrinya dan melanjutkan aktivitas malam mereka.

.

.:Yuki Jeje:.

.

Keesokan harinya

.

Jaejoong tengah menyiapkan sarapan di dapur. Eommanya masih tidur, mungkin eommanya lelah sehingga tak bangun pagi seperti biasanya.

Dengan bersenandung pelan dan tersenyum senang Jaejoong mulai membuat omlet telur dan memasukkan roti ke mesin pemanggang roti.

Hari ini dia akan berbelanja kebutuhan untuk hidup di Jepang sebulan lagi, juga mengurus surat-surat yang diperlukan.

Appanya juga akan menemaninya untuk ke Haraboeji nanti.

Oh iya sebelum itu, Jaejoong juga harus ke sekolah untuk mengurus beasiswanya. Jadi dia nanti akan berangkat bersama Junsu ke sekolah.

Lama berkutat dengan telur dan roti, akhirnya sarapan siap. Tidak lupa kopi untuk Appa, Teh untuk Eomma dan susu untuknya dan Junsu.

Jaejoong lalu kembali ke kamarnya untuk berganti baju.

Saat dia turun dan menuju ruang makan, Jaejoong sudah melihat Appanya tengah membaca koran dan Eommanya yang menyiapkan bekal untuk Junsu.

Jaejoong berjalan menghampiri sang Eomma lalu mengecup pipinya.

"Pagi eomma"

"Pagi sayang"

Jaejoong lalu duduk dikursinya dan mulai sarapan.

"Terima kasih sudah menyiapkan sarapan pagi Ini sayang. Eomma terlalu lelah semalam jadinya bangun kesiangan"

Jaejoong yang tak sengaja melihat Appanya menarik ujung bibirnya sedikit hanya bisa tertawa dalam hati.

'Oh.. Mesranya Appa dan Eomma ku ini'

Sambil memandang Appanya penuh arti Jaejoong berkata "Tidak apa Eomma, Eomma pasti lelah."

.

.:Yuki Jeje:.

.

Sang Appa yang melihat raut muka Jaejoong cuma menyeringai.

Dan diikuti seringai indah Jaejoong.

Heechul yang melihat duo Appa dan anak ini langsung menghilang nafas.

'Ayah dan anak sama saja' batinnya.

Heechul bahkan heran bagaimana bisa sang suami dan putra tertua mereka saling mengerti tanpa harus berkata-kata. Dia yakin Jaejoong tau kenapa dia kesiangan hari ini.

Heechul mendengar langkah kaki yang menuruni tangga dengan semangat.

"Pagi Eomma" sapa Junsu sambil memeluk dan mencium pipinya.

"Pagi sayang, cepat sarapan. Kamu bisa terlambat ke sekolah nanti. " Junsu dengan semangat langsung memakan jatah sarapannya.

"Eomma, Joongie akan ke sekolah hari ini. Biar Suie berangkat dengan Joongie nanti" ucap Jaejoong.

"Iya sayang.. "

"Oh iya Appa, mobil boleh Joongie bawa kan? , Appa kan tidak kerja hari ini " Ucap Jaejoong.

"Eh.. Tidak boleh, kau belum punya SIM sayang" larang Heechul.

"Ahh.. Eomma tenang saja sekolah kan dekat, tidak apa-apa ya... " Mohon Jaejoong pada sang Eomma.

"Bawa saja, kunci di gantungan biasanya" Sahut Hangeng.

"Sayang... " Heechul tetap melarang, memandang kesal sang suami.

"Tidak apa, Joongie sudah dewasa"

"Terima kasih Appa" Jaejoong bangkit dari kursinya langsung menuju sang apa untuk mencium pipinya, lalu langsung melesat ke kamarnya untuk mengambil tas yang akan dia bawa.

Heechul hanya diam sambil menghilang nafas.

"Hihihi.." Junsu hanya tertawa melihat keluarganya.

.

.:Yuki Jeje:.

.

Time skip

.

"Kami berangkat dulu ya Eomma" Jaejoong menggenggam kunci mobil dengan raut bahagia.

"Hati-hati berangkatnya, jangan ngebut" ujar Heechul yang hanya di balas anggukan pelan dari sang putra sulung.

Junsu juga mengekor di belakang Jaejoong yang berjalan ke arah mobil di garasi.

Mereka berdua pun pergi dengan Audi milik sang Appa.

.

.:Yuki Jeje:.

.

Didalam mobil

.

"Hyungie.. "

"Iya Suie..? "

"sebentar lagi Hyungie akan ke Jepang, aku pasti akan sangat merindukanmu Hyung" aku sang Adik.

Jaejoong tersenyum manis "Kan Hyung akan selalu menghubungi mu setiap hari, kau juga bisa main kesana jika libur sekolah"

"Tapi kan biaya kesana untuk berlibur tidak murah" ucap Junsu sedih. "ditambah Appa tidak akan memberi uang diluar jatah bulananku" tambahnya.

"Tenang saja Suie, itu bisa dipikir nanti. Besok kamu bisa ikut Hyung untuk menggurus paspor kita, jadi jika kamu ingin ke Jepang tidak usah repot lagi mengurus paspor nanti" ajak Jaejoong.

Junsu memandang sang hyung dengan mata berbinar "Oke.." sahut Junsu senang.

"Oh iya nanti pulang Hyung jemput, temanni Hyung belanja ya" pinta sang kakak.

"pasti Hyung" Junsu sangat bahagia mendengar semua perkataan Jaejoong. Nanti sepulang sekolah mereka akan belanja, dan besok mereka mengurus paspor. Oh bahagianya, memang hyungnya yang satu ini paling mengerti keinginannya.

.

.:Yuki Jeje:.

.

Setelah sampai di sekolah, mobil Audi yang ditumpangi Jaejoong dan Junsu termasuk mobil yang seharga dengan sebuah lamborgini, Audi R8 V10 plus.

Siswa siswi yang tengah berjalan menuju gedung sekolah seketika berhenti untuk melihat siapa yang membawa mobil itu ke sekolah mereka.

Saat Junsu keluar dari mobil dengan Jaejoong mengikuti dari sisi kemudi semuanya terperangah. Semua mengira jika keluarga Jaejoong dan Junsu adalah keluarga sederhana, sepertinya itu tidak benar.

Mereka tidak tau saja seberapa kaya keluarga Jaejoong dan Junsu. Mempunyai perusahaan sendiri dan memegang berapa persen saham di perusahaan-perusahaan besar. Kim Hangeng membuktikan kepiyawaiannya dalam berbisnis. Tapi Kim Heechul selalu ingin hidup dengan sederhana, uang penghasilan sang suami selalu disimpan untuk mempersiapkan masa depan kedua putra kesayangannya.

Bahkan Junsu dan Jaejoong harus kerja parttime jika menginginkan sesuatu di luar jatah bulanan mereka. Oh sang Eomma memang keras jika menyangkut uang. Selama mereka masih di High School jatah jajan bulanan terbatas, jadi jika ingin apa-apa harus berusaha sendiri.

"Hyung aku ke kelas dulu, nanti aku pulang pukul 5 sore" Junsu pun lari ke arah kelasnya, sedangkan Jaejoong berjalan ke arah ruang kepala sekolah.

.

.:Yuki Jeje:.

.

Kantor Kepala Sekolah

.

Tok Tok

"Masuk" terdengar suara dari balik pintu.

Jaejoong membuka pintu ruangan kepala sekolah, dan terlihat sang kepala sekolah tengah duduk di belakang mejanya, tengah menangani beberapa dokumen.

"Kim Jaejoong shi.. Silahkan duduk" kepala sekolah mempersilahkan Jaejoong dudik di kursi depan mejanya.

"Selamat siang pak" sapa Jaejoong sembari duduk di kursi yang di tunjuk sang kepala sekolah tadi. "Saya ingin menyerahkan persyaratan beasiswa pak, saya menerima beasiswa itu" ungkap Jaejoong

"Aku senang mendengarnya dari banyak siswa yang mengikuti tes beasiswa ke jepang hanya kamu saja yang diterima dari sekolah ini. Apa kamu sudah menentukan sekolah bahasa yang akan kamu kunjungi?"

"Untuk sekolah bahasa, saya tidak berniat lama disana. Saya ingin langsung ikut ujian N1 agar bisa langsung masuk masa perkuliahan pada april nanti" ucap Jaejoong.

"Jadi kamu tidak berniat masuk sekolah bahasa di Jepang nanti? " tanya Kepala sekolah.

"Saya sudah kursus bahasa jepang di korea, saya masuk untuk ikut ujian saja pak. Orang tua saya juga sudah mengatur semua keperluan saya nanti" Jaejoong tersenyum cantik saat memberitahu sang guru.

"Jika semua sudah siap, pihak sekolah hanya akan membantu di persyaratan masuk ini saja. Tidak apa-apa kan? " tanya Kepala sekolah.

"Tidak apa-apa pak, Appa saya sudah menyiapkan semua kebutuhan saya nanti" aku Jaejoong.

"Baiklah Jaejoong shi, semoga sukses" ucap sang Kepala sekolah sembari memberi Jaejoong salaman, Jaejoong pun menyambut tangan sang Kepala sekolah.

Setelah berjabat tangan dia pun pamit untuk pulang.

.

.:Yuki Jeje:.

.

Jaejoong mengemudikan mobil Appanya dengan kacang, dia ingin pergi ke suatu tempat. Dia membawa mobil itu melaju ke arah sungai han. Entah mengapa dia sangat ingin ke tempat itu.

Setelah sampai di taman dekat sungai Han, Jaejoong pun turun dari mobilnya dan berjalan mendekati bibir sungai, sambil memandang jauh ke arah air yang mengalir Jaejoong mengingat seseorang yang tak ingin di ingatnya lagi.

'Sial.. Kenapa harus mengingat orang breng*** itu' keluhnya dalam hati. Dia ingat betapa seringnya orang itu mengajaknya kemari.

"Kim Jaejoong kau harus melupakannya" ucapnya pada diri sendiri sambil menghelang nafas.

"Boo"

Jaejoong yang mengenali suara itu langsung berbalik ke arah suara akrab yang memanggilnya.

.

.:Yuki Jeje:.

TBC

.

Hai minna san

Dah lama gak ketemu nih..

Hahhh.. Maafkan Yuki yang terlalu lama berhibenasi..

Dan inget masih banyak hutang fic di sini..

Maafkan aku..

Untuk comeback Yuki

Yuki gak mau panjang panjang dulu nulisnya ya..

Maklum ini ngetik di HP Hahahah...

Oh iya gimana?

Kurang seru ya?.

Dah lama Yuki gak nulis cerita..

Tp Chapter selanjutnya pasti secepatnya Yuki publis

Maaf juga klu ada Typo ya..

Ngetik di HP ternyata susah banget...

T. T

Oh iya udah dulu ya

Besok pagi harus lanjutin kerjaan...

See you next time

Dont forget to review..

Love you minna...

Bye..