"BLACK ROSE"
-= Sherry Dark Jewel Present =-
Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...
Author : Yuki
Rate : T
Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.
Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.
Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..eh juga sudut pandang ke tiga. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..
Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..
.
Cerita ini hanya Fiksi belaka
.
Gak Suka..?
Ya...
Jangan Baca...
Gampangkan..
.
Buat yang tetep mau Baca...
.
Happy Reading..
.
Chapter 5 : Mian
.
Kelas 1-1 SM High School
.
Kim Junsu hanya memandang keluar jendela sejak dia tiba di kelas, melihat awan yang berbaris menuju ke utara. Dia pergi ke sekolah hari ini hanya untuk pengarahan saja, karena dua minggu lagi semua siswa-siswi kelasnya akan mengadakan perjalanan wisata ke Gwangju. Harusnya dia merasa bahagia kan?, perjalanan wisata nanti pasti sangat menyenangkan, tapi saat mengingat minggu depan hyungnya pergi ke jepang, Junsu rasanya ingin ikut kesana untuk merayakan libur musim semi tahun ini, akan lebih menyenangkan. Namun saat mengingat sang Eomma, dia hanya menghelang nafas panjang.
"Tidak mungkin diizinkan" gumamnya pelan.
"Tidak diizinkan kemana hyung?"
Junsu mendengar sahutan dari sebelahnya, Junsu hanya melirik malas ke arah namja yang duduk di bangku sebelahnya. Shim Changmin, Namja yang usianya setahun dibawah Junsu, tapi otaknya yang jenius membuatnya dapat menghadiri Sekolah Menengah Umum setahun lebih awal. Seharusnya untuk semester depan dia bisa langsung naik ke kelas 3, tapi dia menolah dengan alasan ingin menikmati lebih lama masa SMA nya.
"Aniya.." sahut Junsu pelan, lalu menumpukan wajahnya ke tangan kanannya dan kembali memandang keluar jendela.
"Aigoo.. Aku diacuhkan." Protes Changmin pada namja manis di sebelahnya. Padahal saat ini ada Park Songsaengnim di depan kelas, tapi Junsu dengan acuhnya mengabaikan sang Songsaengnim yang tengah menjelaskan keperluan untuk wisata nanti.
Changmin hanya membiarkan hyung manisnya melamun, dia lanjutkan lagi mencatat apa yang ditulis Songsaengnim di depan kelas, jadi nanti Junsu bisa menyalin catatannya.
Park Songsaengnim telah selesai menjelaskan setelah itu dia kembali ke ruang guru. Karena sudah selesai pengarahan, murid-murid diizinkan untuk pulang ke rumah atau masih ingin di sekolah untuk sekedar bercengkrama bersama teman-teman mereka itu diizinkan.
Kim Junsu masih saja melamun melihat ke luar jendela, raut wajahnya yang sedih tak luput dari pandangan Changmin. "Hyung kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa Minnie. Hanya merasa kesepian" ucap Junsu pelan.
"Hyung.. mau pergi ke game center?" Ajak Changmin.
"Tidak"
"Atau mau makan?"
"Hemm.. Malass.."
"Tapi aku lapar Hyung. Ayo kita ke kantin sekarang" Changmin yang merengek menyedihkan akhirnya bisa menarik perhatian Junsu.
"Nanti saja.."
"Aku lapar sekali Hyung, perutku sudah memberontak, bagaimana jika nanti aku busung lapar" rengek Changmin semakin menjadi.
Junsu sadar betapa karetnya perut seorang Shim Changmin, tak heran jika saat ini dia merengek kelaparan dan akhirnya dia mengalah, dengan enggan dia meniyakan ajakan Shim Changmin. "Baiklah ayo ke kantin"
Changmin langsung menarik tangan Junsu menuju arah kantin sekolah. Dijalan Changmin tak berhenti berbicara tentang game yang dia mainkan kemarin, dan Junsu hanya mengiyakan semua perkataan Changmin.
Kantin sepi saat ini. Tentu saja karena ini belum jam makan siang masih pukul 10 pagi.
"Hyung duduk sini, aku akan pesan. Hyung ingin apa?" Tanya Changmin sambil mengarahkan ke bangku yang akan mereka duduki.
"Aku tidak lapar, pesankan jus strawberry saja." Ucap Junsu lemas.
"Baiklah.. Tunggulah disini hyung." Changmin pun melesat memesan makanan.
Tidak beberapa lama Changmin sudah membawa beberapa makanan di tangannya. Tak lupa Jus strawberry untuk Junsu lalu Cola dan Air Mineral Botol untuknya.
"Ini Hyung jus pesananmu"
"Terima kasih Minnie" ucap Junsu.
"Jadi, kau kenapa Hyung?" Tanya Changmin sembari menyantap jjajangmyeon* yang ada di depannya.
"Kau tau Minnie, Joongie Hyung akan ke Jepang untuk kuliah. Aku akan kesepian" rengek Junsu. Junsu selalu mengidolakan Hyungnya, dia baik, pintar, tampan pokoknya perfect di mata seorang Kim Junsu. Bahkan Changmin pun mengakui hal itu, Jaejoong memang Hyung yang baik untuk mereka.
"Apa" Changmin terbatuk-batuk saat tak sengaja tersedak jjajangmyeon nya.
Batuk
"Minum dulu" Junsu memberikan air mineral yang tadi dibeli Changmin. "Pelan-pelan"
Setelah selesai meredakan batuknya Changmin kembali bertanya "Joongie-hyung akan kuliah ke Jepang?"
"Hemm.. minggu depan dia akan berangkat kesana" Junsu menjawab dengan nada lemas, "Aku akan kesepian dirumah" lanjutnya.
"Hahhh... beneran ke Jepang?"
"..."
"Aigoo... kenapa jauh sekali"
"Beasiswa.."
"Hahhh..." Changmin pun tidak lagi bernafsu untuk melanjutkan makannya. Dia baru tahu jika Hyung kesayangannya akan pergi jauh minggu depan. Siapa yang akan memanjakan dia lagi kalau dia pergi menginap di rumah keluarga Kim, bahkan Jaejoong sering memasakkan makanan untuk Junsu dan dia. "Apa Yunho-Hyung tau ya?" gumam pelan Changmin, tapi masih bisa terdengar oleh Junsu.
"Untuk apa dia tahu" ucap Junsu sinis. "Lebih baik dia tidak tahu, mereka sudah tidak memiliki hubungan lagi Minnie, biar Joongie-hyung mencari kebahagiaannya sendiri."
"..." Changmin hanya tersenyum. 'Ya.. Lebih baik dia tidak tahu, akan lebih aman nanti'batin Changmin.
.
~ Yuki Jeje ~
.
Kim Jaejoong tengah memandang sungai han dari Seonyudo Hangang Park* raut wajahnya sedikit kesal saat memandang kearah sungai han.
"Boo"
Telinga Jaejoong menangkap suara akrab dari belakangnya, dia pun membalikkan badannya ke arah sumber suara,dan betapa terkejutnya dia saat melihat Jung Yunho ada dihadapannya.
'Yunnie' batin Jaejoong
Meski dia ingin memanggil nama itu lagi, tapi tak boleh. Dia telah bertekat melupakannya, jadi dia tidak dapat menunjukkan lagi perasaannya pada baj***n yang ada di depannya. Namja yang dengan mudahnya menyakiti hatinya, mengkhianatinya, demi bersama dengan seorang yeoja yang menjadi musuhnya sejak dia kelas 2 SMU. Dia tidak bisa memaafkan pengkhianatan Jung Yunho.
"Jung Yunho" ucapnya datar menanggapi panggilan itu. Jaejoong melihat mata Jung Yunho memancarkan kesedihan saat melihatnya, tak luput juga senyum kecut yang terukir di wajah namja tampan didepannya.
'Kenapa?' batin Jaejoong heran saat melihat wajah mantan kekasihnya itu.
'Bukankah kau yang ingin kita berpisah?'
'Kau yang memutuskanku?'
'Kenapa sekarang kau memasang tampang seperti itu? Seperti kau lah yang tersakiti.'
'Aku yakin ini hanya trikmu untuk berusaha menyakitiku lagi kan?. Aku tidak akan tertipu lagi, kau telah sekali menyakitiku, dan bisa kedua kali jika aku terjebak kedalam rayuanmu lagi.'
"Joongie.." panggilnya lirih, tapi Jaejoong masih bisa mendengar panggilan itu.
"Kim Jaejoong" ucap Jaejoong lebih datar lagi, "Tolong jangan memanggil nama saya dengan akrab seperti itu"
'Aku ingin pergi dari sini. Oh Tuhan.. apa salahku hingga bisa sial sekali sekarang, harus bertemu dengan orang yang paling tidak ingin kulihat batang hidungnya.' Batin Jaejoong ingin rasanya dia langsung kabur dari sini, tapi dia tidak bisa. Itu akan menunjukkan jika dia tidak bisa melupakan namja breng*** ini. Kim Jaejoong memilih menunjukkan jika dia tidak memiliki perasaan lagi pada Jung Yunho.
"Maafkan aku.." dia tertunduk lesu.
"Permisi Yunho-shi, jika tidak ada kepentingan saya akan pergi terlebih dahulu" Jaejoong berpamitan untuk pergi, tak ingin didekat mantannya lebih lama lagi. Dia tidak tahan terlalu lama melihat wajah sang mantan terindah. 'sunggu menghancurkan mood ku saja.' Batin Jaejoong sebal.
Tanpa menunggu tanggapanya Jaejoong berjalan melewati Jung Yunho. Tidak perduli dengan apa yang akan Yunho lakukan, Dia tidak sudi melihat wajahnya lagi, tapi tangan besar itu menahan kepergiannya, Jaejoong mengerutkan keningnya dan meliriknya tajam, 'apa lagi mau namja breng**k ini.'
"Tolong lepaskan tangan saya Yunho-shi" Ucap Jaejoong sembari meliriknya tajam, betapa terkejutnya dia saat tiba-tiba Yunho memeluknya erat.
Tubuh Jaejoong membeku, meski pikirannya menolaknya dengan sangat kuat, namun tubuhnya merindukan pelukannya. Dulu Jaejoong sangat senang saat Yunho memeluknya, merasakan betapa hangat pelukannya, yang Jaejoong sadari tak pernah berubah sedari dulu.
"Tolong maafkan aku.. aku tidak pernah berniat menyakitimu Boo.." ucap Yunho lirih.
'apa maksudnya' jaejoong hanya mengerutkan keningnya. 'Kebohongan apa lagi yang dia ucapkan sekarang.'
"Tolong lepaskan saya Yunho-shi" Jaejoong berusaha melepaskan pelukan erat itu, namun apa daya Yunho lebih kuat darinya.
"Tidak" ucap Yunho tajam "Aku tidak akan melepaskanmu, kecuali kamu mau mendengarkan alasanku Boo.."
Jaejoong telah lupa betapa keras kepalanya namja yang satu ini, selalu ingin semua permintaannya dituruti. Jung Yunho adalah putra direktur Jung Corporation yang menguasaai pasar di daerah Gwangju, dia terlahir dengan sendok perak dan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Tapi Jaejoong tahu jika Appa Yunho tidak pernah merestui mereka, itulah kali pertama sang Appa tidak menuruti keinginan Jung Yunho.
Jaejoong kira Yunho akan berusaha untuk bisa mendapat restu Appanya agar bisa bersamanya setelah Jaejoong selesai kuliah, tapi Yunho malah selingkuh dengan Go Ahra sebelum kelulusannya, itu adalah pukulan terberat di hidupnya sampai saat ini. Sedangkan Penghianatan adalah sesuatu yang tidak akan pernah seorang Kim Jaejoong maafkan. "Apa maumu?" suara Jaejoong masih sama datarnya seperti pertama kali menanggapi ucapan-ucapannya.
"Tolong dengarkan penjelasaanku dahulu, tolong boo" dengan wajah memelas Yunho memohon kepada Jaejoong.
"Baiklah.. saya akan mendengarkan penjelasan anda, tapi lepaskan pelukan ini" Yunho pun melepaskan pelukannya tapi langsung menggengam erat tangan Jaejoon, tak ingin namja cantik itu pergi tiba-tiba. "Lebih baik kita duduk di sana itu" lanjut jaejoong saat melihat dua ayunan yang ada di dekat sungai.
Jaejoong menarik Yunho menuju ayunan itu, dan melepaskan tanganya saat telah sampai disana. Jaejoong mendudukan diri di salah satu ayunan, Yunho mengikuti dan duduk di ayunan yang ada di sebelah tempat Jaejoong duduk. Jaejoong tidak tahu apa yang ingin namja ini lakukan 'bisa saja dia akan menipuku lagi.' Batin Jaejoong
"..."
"Jadi apa yang ingin anda jelaskan kepadaku Jung Yunho-shi?"
"Boo.."
"Kim Jaejoong"
"Joongie.. Maafkan aku, aku tidak pernah berniat mengkhianatimu"
"..."
"Joongie.. Gadis itu dan semua yang terjadi adalah perintah ayahku"
"..." Jaejoong masih saja diam.
"Aku tidak pernah mencintai gadis itu.. aku hanya mencintaimu Joongie.." aku Jung Yunho.
"Saya tidak percaya"
Yunho langsung berlutut di depan Jaejoong, ia genggam tanggan halus Jaejoong. "Aku bersumpah Joongie.. Aku hanya mencintaimu, tolong jangan tinggalkan aku" Yunho lalu menundukkan kepalanya, masih mengenggam erat kedua tangan Jaejoong.
Deg
Jaejoong terkejut melihat Yunho memohon kepadanya, sejak mereka pacaran Yunho adalah sosok yang keras kepala, tak ingin mengalah sama sekali. Jaejoonglah yang selalu mengalah selama mereka berhubungan, ia sangat terkejut melihat Yunho memohon padanya.
'Benarkah' Raut wajah jaejoong sendu.
"Berdirilah Yunho-shi"
"Tidak akan.. Sebelum kau memaafkanku Joongie"
"Tolong berdirilah"
Yunho masih diam tidak mendengarkan ucapan Jaejoong, Jaejoong yang melihat Yunho seperti itu sedikit iba. Intuisinya mengatakan jika semua yang Yunho katakan adalah kejujuran, tanpa ada kebohongan sama sekali.
'Jadi semuanya adalah kebohongan'
"Yunho.. Berdirilah"
"..."
"Aku akan memaafkanmu jika kau ceritakan kepadaku semuanya"
Yunho merasakan sedikit harapan saat mendengar ucapan Jaejoong. Yunho langsung berdiri dan kembali mendudukan diri di ayunan yang tadi dia duduki.
"Jadi..?"
Tentu Jaejoong akan meminta penjelasan yang lengkap pada Yunho. Jika semua semua ini adalah kebohongan, apa dia masih bisa bersama Yunho? Apa masih ada kesempatan untuk mereka bersama?
"Appa tak merestui aku bersamamu Boo.. di tambah kau dalah putra pemilik HK Corporation yang menjadi saingan bisnis dengan Appa. Appa ingin aku menikah dengan Go Ahra yang merupakan putri kolegan Appa. Aku menolaknya, Aku tidak mau"
"Tapi buktinya kau sekarang berpacaran dengan Go Ahra"
"Itu.. Aku terpaksa"
"Karena apa? Bukankah kau berkata jika kau menolaknya tadi"
"A-Aku.. Tak bisa menolak permintaan Eomma, maafkan aku Joongie"
"..."
"Tolong maafkan aku.. aku mencintaiku Joongie"
"..."
"Aku mencintaimu.."
"Kau masih dengan Go Ahra sekarang?" Jaejoong menanyakan pertanyaan yang sedari tadi dia tahan
"..." Yunho tertunduk, melihat itu Jaejoong sudah tahu jawabannya.
"Aku akan memaafkanmu" Ujap Jaejoong memandang lurus kedepan, tanpa menengok Yunho sedikitpun.
Raut wajah Yunho langsung cerah mendengar perkataan Jaejoong. "Joongie.."
"Tapi sekarang kita hanya bisa berteman, tidak bisa seperti dulu lagi" Jaejoong merasa jika hubungan mereka tidak akan pernah berhasil, mengingat ia akan ke Jepang untuk kuliah. Tugasnya setelah ini tidak akan ada waktu untuk memikirkan Jung Yunho.
"Tapi.. Joongie.. Tidak bisakah kita tetap seperti dulu?" Yunho berucap lirih. "Aku mencintaimu"
"Kau tidak akan mendapat restu Appamu Yun.."
"Aku akan berusaha mendapatkan restu Appa.." Yunho menjawab tegas.
"Kau masih akan tetap bersama Ahra"
"Itu.."
"Kau sungguh serakah Yun.. Kau tidak bisa melepaskan Ahra, tapi kau juga tak ingin aku pergi"
"..." Yunho terdiam.
"Maafkan aku Yun.. Kita tidak akan bisa bersama, tapi aku telah memaafkanmu dan melupakan sakit hatiku"
"Joongie" Yunho berdiri saat melihat Jaejoong berjalan menjauh.
Jaejoong berhenti dan melihat Yunho. "Turuti permintaan Eommamu Yun.." Jaejoong tersenyum lalu berjalan menjauh.
Yunho langsung mengejarnya dan menggengam tanggan Jaejoong. "Aku ingin masa depanku denganmu Joongie, aku pasti memiliki cara untuk bisa bersamamu. Aku berjanji"
Jaejoong tersenyum melihat tekat Yunho, 'benarkah?'
"Tolong tunggulah aku Boo.. aku hanya ingin hidup denganmu." Mohon Yunho pada Jaejoong.
"Minggu depan aku akan berangkat ke Jepang" aku Jaejoong sembari melepas tanggan Yunho.
"Jepang?"
"Aku akan kuliah disana.."
Yunho terdiam tak dapat berkata apapun.
"Sampai jumpa lagi Yun" Jaejoong berjalan menuju mobilnya dan pergi dari sana, sedangkan Yunho hanya terdiam memandang kepergian Jaejoong dengan raut wajah yang tak dapat diartikan.
.
~ Yuki Jeje ~
.
Jaejoong menghentikan mobilnya setelah jauh dari taman. Didalam mobilnya dia langsung memejamkan matanya, merasa binggung dengan semua yang terjadi sesaat yang lalu.
Jaejoong tidak akan berbohong jika dia sebenarnya masih mencintai Yunho, kenangan yang menyimpan kebahagian mereka bersama lebih banyak jika di hitung dengan sakit yang dia dapatkan.
Air mata nya pun mengalir turun, ia hanya bisa menangis tanpa suara. Jaejoong sudah menahan airmatanya sedari tadi, Jaejoong tidak ingin menunjukkan kelemahanya lagi. Itu tekatnya. Sehingga membuatnya tak banyak berekspresi saat bersama Yunho.
Saat memikirkan Yunho, Jaejoong menyadari jika mereka tidak akan bisa bersama sekarang, Yunho tidak akan mendapat restu orang tuanya jika bersama Jaejoong, dan Jaejoong akan segera pergi ke Jepang. Mereka tidak ditakdirkan bersama..
"Ini lebih baik.. setidaknya aku tidak pergi dengan dendam untukmu Yunnie.." Lalu Jaejoong teringat ucapan Yunho yang akan berusaha meminta restu Appanya dan permintaan Yunho untuk menunggunya. "Jangan janjikan sesuatu yang tidak mungkin Yunnie-babo" Jaejoong berucap lirih, bibirnya tersenyum kecil.
.
.
TBC
Jjajangmyeon : Jenis makanan korea yang terbuat dari mie saus pasta kacang kedelai hitam.
Seonyudo Hangang Park : Merupakan salah satu taman yang paling terkenal di Seoul yang terhubung dengan jembatan yang berarsitektur menarik, yaitu Senyudi Bridge atau Rainbow Bridge.
Yuki's Note :
Annyeong, Chingu..
Lama ya?
Maaf ya.. Yuki Baru selesai sidang dan mengahadapi revisi yang bejibun..
OMG...
Tapi perjuangan itu tak menghianati hasil..
Akhirnya.. Yuki Lulus..
Oke lanjut bahas cerita..
Gimana chapter ini?
Please kasih Yuki komen ya, bahkan kasih kritik juga gpp say..
Chapter selanjutnya gak akan lama..
Yuki usahain secepatnya hehehe..
Oke deh
See You Next Chapter
Bye Bye..
Dont Forget to Review
