"BLACK ROSE"
-= Sherry Dark Jewel Present =-
Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...
Author : Yuki-Jeje
Rate : T
Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.
Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.
Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..eh juga sudut pandang ke tiga. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..
Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..
.
Cerita ini hanya Fiksi belaka
.
Gak Suka..?
Ya...
Jangan Baca...
Gampangkan..
.
Buat yang tetep mau Baca...
.
Happy Reading..
.
Chapter 6 : Has No Power
.
Jaejoong melajukan mobil yang dia bawa ke arah rumah Harabeojinya, Jaejoong mulai nyaman untuk pergi ke tempat sang harabeoji, selain itu bukankah Jaejoong harus mulai mengenal harabeojinya lebih baik. Jaejoong tahu jika sang harabeoji yaitu Sakamoto Ichiru bukanlah sosok yang sederhana, dia seorang Oyabun* dari Sakamoto-kai, tentu saja bukan sosok yang bisa Jaejoong mengerti dengan mudah.
Penjaga gerbang didepan langsung mengizinkan dia masuk saat melihat mobil audy itu meluncur menuju gerbang hitam besar yang gagah. Jaejoong sangat menyukai daerah rumah ini, halaman depan rumah ini masih asri dengan banyak pohon yang Jaejoong tebak adalah pohon mapel yang berjejer di sepanjang jalan, sayang sekali saat ini musim dingin, hanya ranting yang tertutup beberapa salju saja yang Jaejoong dapat lihat.
Saat Jaejoong sampai di depan rumah bergaya Jepang itu dan turun dari mobilnya, langsung ada seseorang yang meminta kunci untuk memarkirkan mobil Jaejoong, Jaejoong langsung masuk kedalam dan disambut dengan gadis cantik yang mengantar Jaejoong ke ruang sang Haeabeoji.
Saat masuk kedalam ruangan itu Jaejoong bisa melihat sang Harabeoji tengah merawat bonsai kesayangannya di taman yang ada di sebrang pintu yang Jaejoong masuki. Jaejoong merasakan seseorang di belakangnya, ia langsung melirik siapa orang itu.
"Raiga-san"
"Jaejoong-sama" Sapa Raiga hormat dan membungkukkan badannya rendah.
"Tolong siapkan teh kesukaan Ojii-sama*" pinta Jaejoong lalu dia pun berjala menghampiri sang kakek. Dan Raiga pun langsung pergi menuruti perintah Jaejoong.
Jaejoong melangkah keluar ruangan itu, menuju taman yang ada di tengah rumah ini, ada kolam ikan mas disana. Sang kakek masih asik dengan apa yang dilakukannya, tapi dia menyadari Jaejoong tengah berjalan mendekatinya.
"Jaejoong"
"Ojii-sama" sapa Jaejoong
"Kapan kau akan berangkat ke Jepang?" Tanya sang kakek, masih sembari menyemprot tanaman bonsainya.
"Minggu depan saya siap berangkat Ojii-sama" Jawab Jaejoong masih berdiri di belakang sang kakek.
"Aku akan menyuruh ayahmu untuk menyiapkan passport untuk keberangkatanmu nanti, nanti kau akan berangkat bersamaku dan Appamu" Ucap sang kakek lalu berhenti menyemprot tanaman bonsainya, ia letakkan botol semprotan itu di meja yang ada di sebelah kirinya, lalu berbalik dan berjalan menuju ruangannya. Jaejoong pun mengikuti sang kakek, ia ingin bertanya beberapa hal, tapi ia masih harus menunggu sang kakek duduk tenang di Zabuto* yang biasa kakeknya duduki. Jaejoong juga bisa melihat Raiga-san telah menyiapkan teh bunga krisan kesukaan sang kakek di meja. Jaejoong ikut mendudukan diri di Zabuto yang ada di sebrang tempat sang kakek duduk.
"Apa yang ingin kau tanyakan Joongie?"
"Passportku akan disiapkan Appa?" Jaejoong sedikit terkejut jika semua sudah disiapkan, tapi dia berjanji pada Junsu akan mengajaknya membuat Passport bersama.
"Semua keperluan keberangkatanmu akan Appamu siapkan, kau hanya perlu berangkat saja nanti"
"Begitu.." Wajah Jaejoong sendikit lesu. Sayang sekali sang kakek melihat wajahnya, dia tahu jika Jaejoong tengah memikirkan sesuatu.
"Kenapa?"
"Apa Ojii-sama bisa membuatkan Passport untuk Su-ie juga? Aku berjanji akan membuat Passport bersamanya besok" pinta Jaejoong. Sang kakek hanya menganggukkan kepalanya. Jaejoong pun tersenyum senang. "Terima kasih Ojii-sama"
"Hm.." Lalu percakapan mereka pun berlajut, Jaejoong menanyakan banyak hal kepada sang kakek.
.
~ Yuki-Jeje ~
.
Apartemen Yunho
.
Yunho telah tiba di apartemennya, dia tinggal sendiri disana. Keluarganya tingal di rumah utama di kota Gwanju, dia diizinkan tinggal di Seoul untuk mulai latihan Dance dan masuk ke satu agensi idol, dia memang bercita-cita menjadi idol. Tapi sepertinya keinginan itu tidak akan terwujud, melihat situasi keluarganya saat ini. Sedari dulu hanya sang Eomma yang menizinkan dia menjadi idol, sedangkan sang Appa ingin Yunho mewarisi perusahaannya.
Yunho medudukkan dirinya di sofa yang ada di depan televisi, dia pandang langit langit apartemennya, lalu mulai menutup matanya lelah. Dipikiranya sekarang hanya ada bayangan Kim Jaejoong yang berjalan pergi saat di taman tadi, dan kata-kata perpisahan yang dia ucapkan kepadanya. "Joongie" Bisiknya lirih.
Yunho kira jika ia jujur pada Jaejoong, ia akan dapat bersamanya seperti dulu, jika Jaejoong bersedia bersamanya, maka Yunho akan berusaha keras meminta restu sang Appa. Bahkan dia bersedia melepas keluarganya demi bisa bersama dengan Jaejoong, namun sang Eomma adalah kelemahan terbesar Yunho. Dia tidak mungkin meninggalkan Eommanya.
Yunho pikir dengan membuat Jaejoong membencinya, rasa cintanya pada jaejoong akan berkurang. Karena dipikirannya Jaejoong akan marah padanya dan dapan mencari seseorang yang baru untuk Jaejoong cintai. Sayang sekali beberapa minggu ini dia hanya bisa melihat wajah murung dan dingin Jaejoong, dan itu hasil dari perbuatanya.
Sudah beratus-ratus kali ia memikirkannya, ia masih tidak bisa melepas Kim Jaejoong, cinta yang ia berikan pada namja cantik itu ternyata lebih besar dari yang Yunho pikirkan. Dia berusaha menerima perjodohannya dengan Ahra, dan mencoba mencintainya. Namun tidak bisa Yunho lakukan, ia masih ingin bersama Jaejoong, bahkan Yunho tidak bisa membayangkan bagaimana jika Jaejoong telah memiliki seseorang yang lain disisinya.
Kim Jaejoong adalah namja yang selalu memiliki tatapan baik dan polos, matanya yang hitam besar memancarkan sinar ketulusan dan sayang setiap kali melihatnya, itulah yang dipikirkan seorang Jung Yunho, yang membuatnya mencintai Jaejoong. Tapi, beberapa minggu ini kilau matanya yang indah telah lenyap, dan Yunho tahu dialah yang membuat Jaejoong yang baik menjadi seperti itu. itulah yang membuat Yunho ingin membahagiakan Jaejoong, mengembalikan kilau matanya yang indah, dan membuat dia tersenyum dan bahagia setiap hari, Yunho ingin melindungi kepolosan dan kebaikan seorang Kim Jaejoong.
Sayangnya keluarganya tidak akan mengizinkan hal itu, yang ada Jaejoong dan keluarganya akan dihancurkan oleh Appanya dan keluarga Go. Yunho tidak memiliki kekuatan untuk melewan mereka.
Kringg Kringg
"Yoboseyo" Ucap Yunho
/Pulang ke rumah utama/ Yunho menyadari suara siapa itu, suara yang sangat dibencinya saat ini, suara orang yang memisahkannya dengan Joongienya.
"Kenapa"
/Pulang..Tidak usah banyak bertanya/
Yunho ingin sekali membanting smartphonenya, tapi ia tidak bisa menolak perintah itu. "Aku akan memenasan penerbangan besok pagi"
Lalu sambungan telepon itu pun mati. Yunho hanya menghelang nafas lelah, dia tidak mengerti kenapa sang Appa sangat keras sekarang, dulu ia yakin Appanya tidak sekerang ini, masih ada celah yang bisa Yunho dapatkan untuk memiliki apa yang ia inginkan, tapi sekarang semua perkataan sang Appa tidak bisa dilawan.
"Eomma.. apa yang terjadi sebenarnya?" gumam Yunho, lalu ia pun memejamkan matanya.
.
~ Yuki-Jeje ~
.
Jaejoong dan kakeknya telah mengobrol sangat lama, meski lebih banyak Jaejoong yang bercerita banyak hal pada sang kakek dan sang kakek mendengarkan semuanya dengan tenang. Saat Jaejoong melihat ada pesan masuk di smartphonenya, ia ingat untuk menjemput Junsu di sekolahnya.
"Ojii-sama.. Joongie akan pamit untuk menjemput Su-ie sekarang, Joongie ada janji untuk berbelanja dengan Su-ie" ucap Jaejoong dengan senyum indah yang terukir diwajahnya.
Sang kakek pun tersenyum membalasnya dan mengangguk pelan "Pergilah.." ucapnya singkat.
Jaejoong pun mengangguk hormat dan berjalan pergi dari ruangan sang kakek. Sakamoto Ichiru masih dengan tenang menikmati tehnya, di dampingi dengan Raiga-san yang adalah tangan kanan Ichiru.
"Apa informasi yang kau dapat hari ini Raiga?" Tanya Ichiru pada sang tangan kanan.
"Ichiru-sama.. Hari ini Jaejoong-sama bertemu dengan seorang pria bernama Jung Yunho, yang saya tahu adalah mantan kekasih Jaejoong-sama" lapor Raiga pada pemimpin Sakamoto-kai yang terdiam saat mendengar kata kekasih dari mulut Raiga.
Raiga dapat melihat jika mata bosnya terlihat sangat dingin saat ini, meski Ichiru sangat terlihat kaku dan dingin pada Jaejoong-sama, tapi aslinya bosnya ini sangat protektif dengan Jaejoong-sama, bahkan lebih protektif lagi dengan adik Jaejoong-sama yaitu Junsu-sama. Kadang Raiga ingin tertawa melihat tingkah bosnya yang berpura-pura dingin di depan cucunya, padahal Ichiru sangat menyayangi cucu-cucunya, bahkan mengizinkan Eiji-sama atau Hangeng-sama untuk pergi menghindari semua urusan keluarga. Raiga sangat mengenal Ichiru, mereka telah besar bersama dan Ichiru telah menganggapnya sebagai saudara, sehingga Raiga tidak akan pernah menghianatinya. Ichiru adalah orang yang selalu menomor satukan keluarga. Raiga tersenyum saat memikirkan kenangan masa lalunya saat beranjak besar dengan Ichiru.
"Cari informasi tentang pria itu" ucap Ichiru pelan.
"Baik" balas Raiga sembari tersenyum melihat kilat kemarahan di mata bosnya, atau kecemburuan?.
.
~ Yuki-Jeje ~
.
Gerbang depan SM High School
.
Junsu telah berdiri menunggu Jaejoong di depan gerbang sekolahnya, dengan menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan bergumam pelan karena sebal menunggu sang Hyung. Sudah 20 menit Junsu menunggu, dan hyungnya yang cantik itu tidak muncul-muncul.
"Su-ie Hyung"
Junsu yang mendengar sapaan itu langsung melihat siapa yang memanggilnya.
"Minnie"
Changmin menaiki motornya dan berhenti di depan Junsu "Hyung.. mau aku antar pulang?" tanya Changmin pada Junsu.
"Tidak usah Min.. Joongie-Hyung akan menjemputku" tolak Junsu sambil tertawa pelan. Dan Changmin hanya mengangguk mengerti dengan jawaban Junsu.
"Baiklah.. aku akan pulang duluan hyung.."
"Hati-hati dijalan Min" Ucap Junsu sambil melambaikan tangan pada Changmin yang mulai menjauh dengan Motornya.
Tak lama kemuadian Junsu dapat melihat mobil audy mendekat padanya. lalu ia langsung membuka pintu mobil itu dan duduk di kursi depan.
"Maaf Su-ie.. Hyung ada urusan tadi.." Ucap Jaejoong dengan raut wajah bersalah.
"Hm.. Tidak apa-apa hyung." Jawab Junsu, meski kesal menunggu lama Junsu tidak bisa marah dengan Hyungnya yang cantik itu. Dia hanya akan tersenyum dan melupakan kekesalannya tadi.
"Baiklah.. mari kita belanja.." Ucap Jaejoong bersemangat.
.
~ Yuki-Jeje ~
.
Apartemen Yunho
.
Pintu apartemen Yunho terbuka pelan, lalu masuk lah namja tampan membawa beberapa kaleng minuman dan beberapa makanan diplastik yang bertuliskan nama salah satu supermarket di Korea.
"Yunho-hyung"
Merasa dipanggil Yunho yang telah memejamkan mata di sofa pun membuka matanya.
"..."
"Aku membawa makanan" Namja tampan itu meletakkan belajaannya di meja depan sofa lalu mendudukkan diri dilantai dan mulai membuka makanan yang ia bawa.
"Min aku akan ke Gwanju besok"
"Kau akan pulang hyung? Apa terjadi sesuatu" meski menangapi ucapan Yunho, Namja tampan itu aka Shim Changmin masih tidak perduli dengan perkataan Yunho, ia masih sibuk memakan makanan-makanan yang ia bawa.
"Entahlah" Yunho menjawab malas, masih tidak beranjak dari posisinya yang semula.
"Joongie-hyung akan ke Jepang minggu depan" Ucap Changmin sedikit melirik hyungnya, ingin tahu respon Yunho saat mendengar berita itu.
Melihat Yunho yang tidak merespon apa-apa ia sedikit kesal, bukankah Yunho mencintai Jaejoong-hyung nya? Kenapa saat dia memberitahu jika Jaejoong akan pergi Yunho hanya tidak perduli. Apa Yunho sudah tidak mencintai Jaejoong?.
"Aku sudah tahu" Jawab Yunho datar.
Changmin yang mendengar itu langsung berhenti menguyah makanannya dan menengok Yunho dengan tidak percaya.
"Bagaimana Hyung tahu?" Tanyanya pada Yunho.
"Joongie sendiri yang memberitahuku" Jawab Yunho pelan, lalu ia bangkit dari posisi tidurannya dan mendudukan dirinya. "Aku tidak sengaja bertemu denganya hari ini, dan aku memintanya kembali denganku"
"Aku yakin dia tidak mau"
"..."
"Kadang kau terlalu gila hyung" Changmin tidak habis pikir dengan hyungnya, hyungnya telah menyakiti Jaejoong-hyung dan memintanya kembali menjadi kekasihnya.
"Aku sangat mencintainya Min"
"Aku tahu, tapi kau sudah menyakitinya hyung. Jika kau ingin Joongie-hyung kembali bersamamu, kau harus putus dulu dengan Ahra" Ucap Changmin.
"..."
"Kau tidak bisa menolak perjodohan itu kan? Memang lebih baik Joongie-hyung pergi, dia tidak perlu melihat pernikahanmu nanti"
"Aku akan berusaha membatalkan perjodohan ini Min" kata Yunho penuh tekat.
Changmin tertawa pelan "Hyung.. kau tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka sekarang" Yunho yang mendengar itu melirik tajam Changmin, tidak terima dengan perkataan Changmin "Jika kau dengan paksa membatalkan perjodohan itu sekarang, sama saja kau cari mati"
.
~ Yuki-Jeje ~
.
TBC
Oyabun : Ketua dari gang Yakuza
Ojii-sama : Kakek dalam bahasa Jepang
Yuki's Note :
I am back..
Semoga Chapter ini menghibur..
Tolong beri keritik dan saran untuk Yuki..
Maaf jika ada Typo ya..
See you next time
Bye
Review Please..
