"BLACK ROSE"
-= Sherry Dark Jewel Present =-
Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...
Author : Yuki-Jeje
Rate : T
Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.
Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.
Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..eh juga sudut pandang ke tiga. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..
Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..
.
Cerita ini hanya Fiksi belaka
.
Gak Suka..?
Ya...
Jangan Baca...
Gampangkan..
.
Buat yang tetep mau Baca...
.
Happy Reading..
/blablabla/ = tlpn
.
Chapter 7 : Kuliah?
.
Gimpo International Airport
Yunho melihat jam ditangannya, jam masih menunjukkan pukul 8 pagi. Hari ini dia harus pulang ke Gwangju, itulah sebabnya Yunho sekarang tengah berada Gimpo International Airport. Pesawatnya akan Take-off pukul 9 nanti, maka dari itu Yunho sekarang menuju gate yang diinfokan oleh pihak bandara.
Dengan wajah kesal dia berjalan menuju gate, Yunho tak ingin pulang. Tapi karena perintah Appanya, mau tidak mau Yunho harus kembali ke rumah utama hari ini. Yunho tengah mengira-ngira apa yanga akan terjadi disana nanti, saat mendengar perintah Appanya kemarin, Yunho merasa jika Appanya tengah marah besar. Ia yakin tidak melakukan kesalahan beberapa hari ini, kecuali menolah untuk mengantarkan Ahra pulang ke Gwangju. Apa karena itu? Yunho berharap bukan karena itu.
Karena Yunho merasa tidak akan lama di rumah, ia hanya membawa tas punggung sederhana yang biasa ia pakai untuk pergi ke tempat latihan dance. Yunho pun memasuki pesawat dan mulai mencari kursinya.
Saat menemukan kursinya ia ternyata duduk berdekatan dengan dua namja yang Yunho yakin seusia dengannya, dua namja itu terlihat seperti sepasang kekasih. Satu terlihat tampan dan yang lain terlihat sangat manis dan ceria.
Yunho pun menyapa mereka dan duduk di tempatnya. Mereka ramah, itu yang ada dipikiran Yunho saat mendapatkan sapaan dan senyum balasan dari dua orang itu.
"Chagi-ah apa paman Kang tidak akan marah jika kita pergi berlibur?" Yunho mendengar namja manis itu bertanya pada namja tampan di sampingnya. Ya.. Yunho sekarang yakin jika mereka adalah sepasang kekasih.
"Tenang saja Hyukkie.. Aku akan menghadapinya jika dia marah." Balas namja tampan sambil tertawa yang langsung mendapat hadiah kecupan di pipinya dari namja manis.
Yunho yang melihat itu merasa iri, dia jadi teringat Jaejoong. Jaejoong pasti juga akan sangat senang saat diajak berlibur seperti itu. Yunho menghela nafasnya 'Joongie.. Bogoshipo'
.
-= Yuki-Jeje =-
.
Jung Mansion, Gwangju
Akhirnya Yunho kembali ke rumah utama, langkahnya berat saat berjalan memasuki rumah utama keluarga Jung itu. Dia mungkin rindu bertemu sang Eomma, tapi kedatangannya sekarang karena Appanya dan dia tidak merasa bahagia.
"Oppa.. Kau pulang" Seorang yeoja cantik berlari memeluknya saat Yunho telah masuk kedalam rumah. Yunho tersenyum sayang.
"Jihye.." Sapa Yunho pelan. Jihye lalu menarik tangan Yunho untuk masuk menemui Eomma mereka di ruang tengah. Jihye adalah adiknya yang paling dia sayangi, Yunho akan melakukan apa pun untuk membahagiakan Jihye.
Saat Yunho sampai di ruang keluarga Mansion mereka, Yunho melihat Eomma nya tengah merajut sembil melihat acara di televisi, Eommanya memang suka merajut, itu hiburan untuk Eommanya. Yunho langsung memeluk Eommanya dan mengecup kedua pipinya.
"Kau pulang Yun"
"Ya Eomma.. Appa memintaku pulang, apa terjadi sesuatu?" Yunho bertanya pada sang Eomma, Eommanya hanya tersenyum kecil untuk menjawab pertanyaan Yunho.
Melihat senyum itu, Yunho merasa tenang. Dia yakin tidak ada hal yang buruk akan terjadi. Karena Eommanya pasti tau semua yang akan Appanya lakukan. Appa selalu menceritakan semua kepada Eommanya. Jadi, jika Eomma nya mengatakan tidak akan terjadi hal buruk, ia yakin 100% itu benar.
"Kau sudah sarapan Yun?" tanya sang Eomma, malah balik bertanya pada Yunho.
"Aku sudah sarapan Eomma, kemarin Changmin menginap ditempatku jadi banyak makanan di apartemen" Jawab Yunho dan Eommanya tertawa pelan. Eommanya tahu betapa sukanya Changmin dengan makanan, ia suka menimbun makanan di kulkas. Jadi tidak kaget jika tiba-tiba kulkas di apartemen Yunho penuh dengan makanan karena ulah Changmin.
Changmin adalah sepupu Yunho. Adik Eomma Yunho adalah ibu Changmin, jadi sejak kecil mereka telah besar bersama. Yunho sangat dekat dengan Changmin, dan sudah menganggap Changmin sebagai adiknya. Dia hanya sebal saat Changmin tumbuh lebih tinggi darinya.
"Dimana Appa?" tanya Yunho.
"Appa mu ada di ruang kerjanya, pergilah kesana untuk menyapanya" Ucap Eommanya, lalu Yunho pun berjalan menuju ruang kerja sang Appa.
.
-= Yuki-Jeje =-
.
Jung Appa's Work Room
"Masuk"
Yunho mendengar Appanya menyuruhnya masuk setelah dia ngetuk pintu ruang kerja Appanya. Setelah menenangkan hatinya, Yunho pun membuka pintu mahogani coklat itu. Ia bisa melihat Appanya tengah berkutat dengan beberapa dokumen di balik meja kerjanya.
"Appa"
Appa Yunho menghentikan apa yang dia lakukan, lalu melihat anaknya berdiri di sebrang mejanya.
"Bagaimana hubunganmu dengan Ahra?" Tanya Jung Appa.
"Kami baik-baik saja" Jawab Yunho sebal, mengapa topik pertama yang ayahnya sebutkan adalah Ahra. Ia tak habis pikir, apa Appanya sangat menyukai Ahra, mendambakan dia menjadi menantunya.
"Aku senang jika seperti itu." ucap Appanya pelan.
"Appa.." Yunho sedikit ragu, "Mengapa Appa menyuruhku pulang?"
"Appa telah mendaftarkanmu untuk kuliah di London, kau akan mulai kuliah September nanti, nanti keperluan mu disana akan disiapkan. Lalu.. mulai minggu depan kau akan menghadirin kelas bahasa untuk memperdalam bahasamu nanti, dan kursus-kursus yang lain"
Yunho yang mendengar hal itu pun syok "Kuliah?" Sampai sekarang dipikiran Yunho hanyalah cara bagaimana dia menjadi Idol. Dan saat mendengar ucapan sang Appa tentang kuliahnya, dia terdiam tak bisa berkata-kata.
"Ya.." Ucap Jung Appa datar, "Kau adalah penganti Appa nanti, jadi mulai sekarang kau harus memikirkan masa depan keluarga Jung kedepannya"
"Tapi Appa.. aku ingin menjadi idol" Yunho dengan berani mengemukakan impiannya, impiannya untuk menjadi Idol. Itu impiannya sejak dia kecil dan Yunho ingin mengapai impian itu.
Yunho meluhat raut wajah Appanya yang marah, dia tau betapa murkanya sang Appa sekarang "Tidak bisa.. kau adalah putra satu satunya keluarga Jung. Kau lah yang harus mewarisi semua bisnis keluarga kita" ucap Jung Appa dengan nada dingin dan mata yang memancarkan kemarahan.
"..." Yunho hanya menunduk ingin memperotes, tapi percuma saja. Yunho tahu betapa keras kepalanya sang Appa. Bukankah mereka mirip, sama-sama keras kepala. Tapi Yunho masih bisa menurunkan kadar kekeras kepalaannya.
"Ini adalah jadwalmu nanti" Jung Appa menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Yunho, kertas itu berisi beberapa jadwal kursus yang saat Yunho lihat sangat padat.
Yunho hanya mengambil kertas kertas itu, menatapnya nanar, lalu berpamitan keluar dari ruang itu.
.
-= Yuki-Jeje =-
.
Yunho sedikit meremas kertas-kertas yang ada ditangannya saat telah berada di luar ruangan sang Appa, melirik kertas kertas itu lalu memejamkan mata sejenak untuk menenangkan dirinya. Yunho tak bisa berkutik lagi di depan sang Appa. Yunho pun berjalan pergi dengan hari yang amat sangat marah, ia ingin menemui sang Eomma, ia ingin memeluk Eommanya, ingin menenangkan hati dan pikirannya. Ia berharap mendapat penjelasan dari sang Eomma.
Saat melihat Eommanya duduk di sofa depan Televisi, Yunho langsung mendudukkan dirinya di sebelah sang Eomma dan memeluk sang Eomma.
"Ada apa Yun?" tanya sang Eomma dengan nada lembut tapi masih dapat di dengar nada khawatir di suaranya.
"..." Yunho hanya diam.
Eomma Jung melihat kertas-kertas yang di bawa oleh Yunho dan membacanya. Eomma Yunho mengerti mengapa Yunho bertingkah seperti itu. "Kenapa?"
"Appa ingin Yunho Kuliah, dan mulai minggu depan Yunho harus menghadiri kursus-kursus yang Appa siapkan" Ucap Yunho pelan. "Aku ingin menjadi idol Eomma" lanjutnya lebih lirih, namun masih dapat didengar sang Eomma.
Yunho merasakan belaian lembut di rambutnya, ibunya membelai rambutnya. "Maafkan kami Yun.. Kau adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga Jung. Maafkan kami karena tidak bisa menuruti mimpimu. Appamu hanya ingin bisnis keluarga ini terus berjalan, agar bisa tetap menghidupi dengan baik keluarga kita." Ucap sang Eomma sedih. "Kau tahu Jihye harus selalu mendapat perawatan medis untuknya. Maaf membuatmu harus mengorbankan mimpimu."
Yunho menggerti maksud Eommanya, Appanya ingin bisnis keluarganya berjalan terus, agar bisa memenuhi kebutuhan medis sang adik yang tengah sakit parah. Jujur Yunho ingin egois dan menolak semua perintah Appanya, tapi saat mendengar sang Eomma meminta maaf, dia tak kuasa untuk bersikap egois lagi. "Baik Eomma"
"Terima Kasih Yun.."
.
-= Yuki-Jeje =-
.
Yunho's Room in Jung Mansion
Yunho berbaring diranjangnya menatap kertas-kertas ditanganya. Matanya menatap kertas-kertas itu tajam, jika semua ini mimpi, ia ingin segera bangun dari mimpi buruk ini. Dia adalah namja yang egois dan keras kepala, ia akan berjuang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Tapi jika sudah menyangkut Eomma dan Jihye, Yunho tak bisa mengatakan tidak. Ia akan selalu menuruti perkataan mereka.
Saat Yunho mulai memejamkan matanya, ponselnya berdering. Dengan malas ia membuka matanya dan melirik siapa yang menelponnya, ia pun lalu mengangkat telpon saat tahu dari siapa panggilan masuk itu.
"Yoboseyo Min?" Yunho menjawab telpon itu malas
/Hyung../
"Apa ada masalah?"
/Aniya./
"Apa kau masih di apartemenku?" tanya Yunho
/Ya Hyung.. disini nyaman/
"Jangan membuat apartemenku berantakan seperti terakhir kali" Ucap Yunho tegas.
/Tenang Hyung.. tak akan ku lalukan../
"Meragukan"
/Hahaha.. aku janji Hyung/ terdengar suara tawa dari ponsel itu.
Yunho menghelang nafas, dia yakin Changmin akan membuat apartemennya berantakan seperti terakhir kali.
/Hyung.. selamat.. kau akan kuliah ke London kan?/
Yunho terkejut saat mendengar ucapan Changmin, darimana bocah itu tau itu yanga ada di pikiran Yunho "Darimana kau tau?"
/Sebenarnya Appaku yang disuruh mengurus semua keperluan kuliahmu Hyung.. tentu aku tau dari Appaku/
Yunho mengerti sekarang, Appa Changmin-Shim Ahjushi- adalah asisten Appanya tentu dia tau semua yang disiapkan Appanya untuknya. Yunho hanya menghelang nafas.
/Kenapa hyung? Harusnya kau bahagia kan? Universitas yang nanti kau masuki kan sangat terkenal/
"Aku tidak menginginkannya Min.." Jawab Yunho.
/Hahhh... Kau bodoh sekali hyung, tak menginginkannya../
"Bocah kurang ajar.. berani kau mengataiku bodoh?" Ucap Yunho marah.
/Tentu saja.. kau memang bodoh hyung.. bukannya kau ingin bersama Joongie Hyung/
Yunho terdiam tak mengerti "Jangan bawa-bawa nama Jaejoong.. tidak ada hubungannya" ucapnya marah.
/Yunho Hyungku yang bodoh, ingatlah.. kau tak bisa memiliki Joongie-Hyung, karena kau tidak memiliki kekuatan sekarang. Jika nanti kau bisa memiliki Jung Corp di tanganmu kau bisa bertarung dengan keluarga Go. Dan mungkin bisa membatalkan perjodohanmu/
"..." Yunho terdiam.
/Hyung.. Jung Ahjushi bukannya tidak merestuimu dengan Joongie Hyung, dia ingin membukakan jalanmu agar bisa menghancurkan Keluarga Go sedikit demi sedikit dari dalam. Jika dia tidak memiliki niat itu, tentu kau sudah menikah sekarang. Jika kau pergi ke London pernikahan akan tertunda dan kau bisa merencanakan pembatalan perjodohan itu pelan-pelan. Jung Ahjushi hanya mencari cara untuk melepaskan gengaman keluarga Go pada keluarga Kita, ah.. kau sangat bodoh hyung../ Yunho mendengar lagi Changmin tertawa.
Yunho kembali berpikir, memang benar demi menyelamatkan Jung Corp, ia harus menikah dengan Ahra, Yang tidak ia cintai. Appanya hanya memikirkan jalan keluar untuk kedepannya. Jika Appanya hanya ingin mengorbankannya tentu sekarang ia akan mulai mempersiapkan pernikahannya bersama Ahra-meski akan menunggu Ahra lulus sekolah tahun depan. Tapi Appanya merancang kepergiannya untuk kuliah demi menunda hal itu, tentu saat keberangkatannya nanti bertepatan saat pertengahan Ahra kelas 3, Keluarga Go pasti mengerti jika Yunho ingin melanjutkan study nya demi menjadi pengganti Appanya. Dan sekarang Yunho akhirnya mengerti, tapi dia tidak terima Changmin memanggilnya bodoh, dia tidak bodoh. Changmin saja yang terlalu pintar.
"Aku tidak bodoh Min.. kau saja yang terlalu pintar" Jawab Yunho dengan nada marah, tapi ada senyum yang terukur dibibirnya.
/Aku memang Jenius yang Tampan../ Yunho memutar matanya sebal mendengar tawa sombong Changmin. Tapi ia masih tersenyum manis.
"hemm..Terima kasih Min" Ucap Yunho lirih, tak berharap Changmin mendengarnya.
/Kau harus mentraktirku selama sebulan Hyung, sebagai ucapan terima kasih/ Lalu Changmin menutup panggilan teleponnya. Yunho hanya mengelengkan kepalanya, ia bersyukur memiliki adik seperti Changmin.
.
-= Yuki-Jeje =-
.
TBC
Yuki's Note :
Hai Chingu-ya..
Kembali lagi bersama Yuki..
Yuki harap Chapter ini memuaskan..
Wahai para pembaca fic Yuki..
Terima kasih telah membaca fic absurd Yuki ini..
Yuki seneng ada yang mau baca cerita ini..
Tentu saja Yuki mengharapkan Review dari kalian..
Tolong beri Yuki Kritik dan Saran.. #puppyeye
Maaf jika ada Typo
Terima kasih semua
See You Next Time..
Bye..
