"BLACK ROSE"
-= Sherry Dark Jewel Present =-
Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...
Author : Yuki-Jeje
Rate : T
Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.
Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.
Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..eh juga sudut pandang ke tiga. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..
Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..
.
Cerita ini hanya Fiksi belaka
.
Gak Suka..?
Ya...
Jangan Baca...
Gampangkan..
.
Buat yang tetep mau Baca...
.
Happy Reading..
.
Chapter 9 : Berangkat
.
Yunho's Apartement
Terdengar suara berisik dari televisi yang ada di apartement itu, menayangkan berita-berita terbaru hari ini. Changmin dengan tenang melihat berita di temani dengan sebungkus potatochips, dia tertarik saat mendengar banyak kasus kehilangan anak yang terjadi di Seoul, kasihan sekali anak-anak itu masih kisaran berumur 15 tahun. Changmin kadang binggung, apa polisi tidak menindak lanjuti kasus ini dengan serius
"Min.. kau memakan kimbab yang aku sisakan kemarin? Padahal aku ingin memakannya pagi ini" keluh Yunho saat membuka kulkas yang terletak di dekat pantrinya.
"Aku lapar semalam" Changmin menganti saluran televisi ke saluran yang lain, lalu melihat Yunho yang masih di pantri tengah mulai memotong beberapa bahan makanan untuk memasak sarapan pagi.
Yunho hanya diam, ia memahami jika Changmin memakan makanannya. Sudah terlalu terbiasa. "Aku akan memasak samgyeopsal untuk sarapan, akan enak dimakan dengan kimchi"
"Kau yang terbaik Hyung" kata Changmin bahagia. Lalu kembali melihat televisi yang tengah menayangkan acara musik korea. "Hyung apa kau akan pergi mengantar keberangkatan Joongie-Hyung besok?"
"Ya.. Tentu saja, kau juga akan pergi kan?"
"Pasti.. Sebagai dongsaeng yang baik, aku harus mengantar kepergian Hyung kesayanganku" jawab Changmin semangat "Apa nanti jika aku lulus, aku juga kuliah ke Jepang saja ya? Agar bisa bersama Joongie-Hyung"
Mendengar ucapan Changmin, Yunho seketika berhenti dari acara memotong daging yang tengah ia lakukan lalu melihat Changmin tajam "Bukannya kau akan kuliah kedokteran di Harvard nanti?"
Changmin cemberut mendengar ucapan hyungnya, Appanya telah menyiapkan beberapa keperluan agar Changmin bisa memasuki Harvard saat mendengar Changmin ingin menjadi Dokter. Dengan sebal Changmin kembali melihat sang Hyung "Hahh.. aku hanya berkhayal bisa satu kampus dengan Joongie Hyung, pada akhirnya aku ingin masuk Harvard nanti, disana Universitas terbaik untuk Kedokterannya" keluhnya.
"Ya.. kau harus masuk Harvard." Ucap Yunho tegas, 'Jika aku tidak bisa satu kampus dengan Jaejoong, maka kau juga tidak Min' batin Yunho melanjutkan.
"Tapi Hyung.. apa kau tidak ingin memperbaiki masalahmu dengan Joongie-Hyung?"
"Ingin.. tapi bukankah lebih baik jika dia tidak tahu masalah yang keluarga kita hadapi" Yunho menjawab sembari sedikit menerawang jauh "Seperti kau bilang, aku tidak memiliki kekuatan untuk melindunginya dari mereka. Aku tidak ingin menghancurkan keluarga Joongie jika mereka tau aku masih memiliki hubungan dengannya." Lanjutnya.
"Tapi nanti juga Joongie-Hyung pasti tahu masalah kita Hyung" Keluh Changmin, "Bukankah lebih baik jujur padanya?"
"Aku akan jujur padanya, tapi tidak sekarang Min" Jelas Yunho "Aku akan mengatakan semuanya saat aku memiliki kekuatan untuk melindunginya. Aku tidak ingin mereka menghancurkan kehidupan normal keluarga Jaejoong, meski HK Crops termasuk perusahaan kuat. Tapi keluarga Go telah lama merajai semua bisnis di Korea, bisa saja mereka menghancurkan HK Corps jika mereka ingin"
"Kalau menurutku, lebih baik kau jujur Hyung"
"Dan membuat Go Ahra meminta ke orangtuanya untuk menghancurkan HK Corps?" tanya Yunho.
"Kan tinggal menjalin hubungan diam-diam dengan Joongie-Hyung" jawab Changmin
"Jaejoong ingin bersamaku jika aku sudah tidak bersama Ahra, Bukan hubungan backstreet" jelas Yunho "bahkan setelah pertemuan terakhirku dengan Jaejoong beberapa hari yang lalu, Ahra mengetahuinya dan mengancam akan menghancurkan Jaejoong"
"Dia mengancam?"
"Hemm" gumam Yunho
"Dia sangat jahat"
"Keluarganya memiliki semua hal. kedudukan, kekayaan dan kekuatan. Mereka bisa dengan mudah menghancurkan keluarga Joongie" ucap Yunho sambil menghela nafas. "Setelah aku kembali dari Inggris, aku akan mulai menghancurkan keluarga Go sediki-demi sedikit"
"Tidak takut Joongie-hyung punya pacar lagi di Jepang?"
Ucapan Changmin membuatnya berhenti membakar daging yang tengah ia masak. "Dia tidak akan mencari orang lain" Yunho menjawab dengan yakin.
"Kau terlalu yakin Hyung" Changmin tertawa mengejek
"Jika dia memiliki kekasih nanti, aku hanya akan merebutnya lagi"
"Kau menjadi mirip Ahra jika menjawab seperti itu"
"Joongie milikku Min. Mungkin sekarang aku tidak bisa memilikinya, tapi nanti dia akan menjadi miliki." Changmin hanya menghelang nafas melihat sifat asli Hyungnya.
Changmin tahu jika Hyungnya itu memang sangat keras kepala, jika dilihat Yunho-hyung dan Ahra memiliki sifat buruk yang sama, keras kepala, memiliki ego setinggi langit dan seenaknya sendiri. Mungkin kemarin Hyungnya tidak bisa melawan sang Appa karena keluarga Jung yang tengah megalam krisis, ditambah biaya pengobatan Jihye yang mahal, membuat Yunho-hyung menurunkan sedikit egonya untuk menuruti sang Appa. Atau karena Jung Ahjumma yang meminta Yunho-hyung. Changmin tahu kelemahan Yunho-hyung yaitu Eommanya, Jihye dan Jaejoong.
Hyungnya harus melepas Jaejoong untuk menuruti permintaan Jung Ahjumma, tapi jika Yunho-hyung memiliki kesempatan untuk mendapatkan Jaejoong lagi, maka dia akan melakukannya. Saat mendengar dia mengatakan alasan logis yang ia pikirkan dari apa motif Jung Ahjushi. Yunho-hyung mulai menggunakan kepalanya dengan rasional, ia menyadari jika keluarga Jung masih belum memiliki kekuatan untuk melawan kekuasaan bisnis keluarga Go. Jadi Yunho-hyung memiliki tekat baru, yaitu menghancurkan Go Corps dari dalam, mengkin akan sedikit lama, tapi Changmin yakin dengan kemampuan Hyungnya. Dia anak Jung Ahjushi, tidak mungkin lemah dalam urusan bisnis.
'Aku senang jika kau mulai memikirkan keluarga kita Hyung. Tidak hanya lari dari tanggung jawabmu sebagai pewaris keluarga dengan dalih ingin menjadi idol' batin Changmin 'Jika kau ingin lari, tidak akan aku biarkan' Changmin kembali memakan potatochipsnya dengan sedikit seringai dibibirnya.
Keluarga Shim dan Jung sudah sangat berhubungan erat, jika Yunho tidak menjadikan pewaris perusahaan keluarga Jung dan tetap menjadi Idol, maka bisa jadi Changmin yang harus repot. Karena tidak mungkin Jihye yang meneruskan perusahaan keluarga Jung. Keluarga Shim yang sangat dekat dan setia dengan keluarga Jung, serta ibunya yang juga dari keluarga Jung, sudah menjadi alasan kuat untuk membuat Jung Ahjushi menyeretnya ke dalam perusahaan dan membuatnya menjadi calon penerus, kemungkinan itu adalah 60%, bisa terjadi. Tapi ia ingin menjadi dokter, itu cita-citanya. Jadi Changmin pikir, lebih baik membuatkan Yunho-hyung suatu alasan agar mau menjadi penerus bisnis keluarganya dan membuat Changmin tetapi mengejar cita-citanya.
'Maaf Hyung.. aku masih ingin menjadi Dokter, meski harus berbohong untuk membuatmu melakukan keinginan Jung Ahjushi. Aku tidak menyesal' seringai terukir jelas dibibir Changmin. Dia akan melakukan apapun agar jalannya menjadi dokter tidak dihalangi, demi janji masa kecilnya.
.
-= Yuki-Jeje =-
.
Jaejoong's Room, Night Day
Jaejoong menata kembali isi kopernya dibantu Junsu. Sedikit berat rasanya untuk pergi, besok pasti akan menjadi hari yang berat untuknya. Dia sedikit bersyukur jika Appanya akan menemaninya selama sebulan untuk beradaptasi dengan kehidupa di Jepang.
"Hyungie.. apa semua sudah dikemas?"
"Sudah Suie.."
"Passport?"
"Sudah"
"Dompet?"
"Tak mungkin Lupa.."
"Obat-obat mu hyung"
"Sudah di koper"
"Tiket pesawatmu?"
"Sudah bersama Passport"
"Fotoku yang tampan?"
"Sudah.." Jaejoong lempar boneka beruang yang ada di sebelahnya. Sedangkan Junsu hanya menghindar dan tertawa.
"Aku takut kau akan merindukanku hyung" ucap Junsu dengan tawanya yang khas.
"Aku pasti merindukanmu Suie..Appa dan Eomma juga"
"Tentu saja, hyung pasti akan rindu pada kami" Junsu langsung memeluk Jaejoong erat, Jaejoong tau jika Junsu pun pasti akan merindukannya
"Hati hati disana ya hyung, aku takut kau akan terjerat lelaki brengsek seperti Yunho disana" gumam Junsu masih memeluknya.
Jaejoong mengerti kekhawatiran Junsu, sembari mengelus surai hitam Junsu Jaejoong bebisik pelan "Dia pasti punya alasan untuk apa yang ia lakukan, dan jangan remehkan hyungmu ini" Jaejoong memukul pelan kepala Junsu.
"Mianhe hyung.." Cengir Junsu sambil mengusap kepalanya.
"Sudah.. kembali kekamarmu sana"
"Aku ingin tidur dengan hyung malam ini" mata Junsu yang memohon sangat imut, Jaejoong tak bisa menolaknya. Mereka akan berpisah, tidak ada salahnya jika mereka tidur bersama malam ini.
"Baiklah" jawab Jaejoong pelan dengan senyum lembut yang terukir indah dibibirnya. Dan Junsu langsung melemparkan dirinya ke kasur Jaejoong, menyamankan diri.
Ring..Ringg...
HP Jaejoong berbunyi saat sebuah panggilan masuk terlihat dilayar. Meski nomor itu tidak terdaftar di kontaknya, tapi Jaejoong hafal diluar kelapa nomor siapa itu. Dia hanya binggung kenapa Yunho menelponnya sekarang.
Dia biarkan panggilan itu sampai deringan ponselnya berhenti.
"Kenapa tidak diangkat hyung?"
"Aku tidak kenal nomor siapa itu, untuk apa aku angkat. Ayo kita tidur Su-ie.." Ajak Jaejoong, lalu Jaejoong matikan ponselnya, tak ingin Yunho menelpon lagi, meski mereka telah berpisah dengan baik-baik, ia tidak ingin mendengar suara Yunho yang akan memberatkan kepergianya nanti. Jaejoong pun naik ke ranjang untuk tidur bersama Junsu.
.
-= Yuki-Jeje =-
.
Incheon International Airport
Mereka akan berpisah, Jaejoong bisa melihat betapa sedih Eommanya saat akan melepas kepergiannya. Jaejoong akan berangkat bersama Appanya, karena Appa perlu untuk menyiapkan semua keperluan hidupnya disana. Meski Junsu hanya tersenyum tapi mata hitamnya tidak pernah berbohong, dia sedih. Tentu saja, dia sedih. Mereka akan berpisah, meski terkadang mereka bertengkar, tapi Jaejoong sangat menyayangin Junsu, begitupun sebaliknya.
"Apa semua sudah dibawa?" tanya Heechul kepada Suami dan anaknya.
"Semua sudah dibawa, tidak ada yang tertinggal" jawab Jaejoong dengan senyum indahnya.
"Sayang aku akan disana selama sebulan, untuk mengurus keperluan Jaejoong dan beberapa hal lain" mendengar Hangeng berkata seperti itu, Heechul sedikit tersentak. Jaejoong bisa mengerti pemikiran sang Eomma.
Hangeng langsung memeluk Heechul dan berbisik pelan "Aku akan menjaga Joongie, percayalah padaku" pintanya.
"Ya.. aku percaya"
Hangeng tersenyum senang lalu mencium kening istrinya. "Jaga dirimu disini" yang dibalas anggukan oleh Heechul. "Su-ie.. Tolong jaga Eommamu ya"
"Tentu Appa.. Aku pasti akan menjaganya" Junsu berkata dengan semangat lalu memeluk sang Appa.
Sekarang giliran Jaejoong yang berpamitan. Jaejoong memeluk sang Eomma erat sembari menahan Airmatanya.
"Eomma.. Joongie pergi dulu, doakan study-ku lancar ya" pintanya masih memeluk sang Eomma erat.
"Ya.. Eomma akan selalu mendoakanmu." Ucap Heechul. "Jangan lupa untuk selalu memberi kabar ke Eomma ya"
"Tentu Eomma"
"Setiap hari"
"Baik aku akan menelpon Eomma setiap hari" Jawab Jaejoong sambil tertawa kecil.
"Dan kau Kim Hangeng.. Jaga Joongie ku" Titah Heechul pada sang suami.
Hangeng hanya tertawa "Tentu.. My Queen" Junsu ikut tertawa. Hangeng dan Heechul memang selalu mesra.
Drap
Drap
"Joongie Hyung"
Saat mendengar suara tenor yang memangil Jaejoong, Jaejoong melihat dari mana arah suara itu. itu Changmin yang berlari mendekat pada mereka. Jaejoong sedikit berharap Yunho akan mengantar kepergiannya, tapi nihil. Sosok tampat itu tak terlihat dimanapun juga.
"Min.."
"Hyung.. Ini" Changmin menyerahkan paperbag merah pada Jaejoong. "Jaga dirimu disana ya, dan hati-hati dengan namja yang ada disana" lanjut Changmin berbisik.
Jaejoong hanya tertawa, "Tentu Min.. Terima kasih hadiahnya"
"Joongie.. ayo kita berangkat" Ajak sang Appa.
Lalu Hangeng dan Jaejoong pun masuk menuju arah gate mereka sambil melambaikan tangan pada Heechul, Junsu dan Changmin.
Saat melihat melihat ke arah belakang ia mengenali sosok itu, Jaejoong hanya tersenyum.
.
-= Yuki-Jeje =-
.
Changmin telah berpisah arah dengan Junsu dan Eommanya, lalu ia berjalan menuju balik tembok penyangga.
"Hyung kenapa kau bersembunyi?"
"Junsu tidak suka padaku Min.. Aku yakin keluarga mereka membenciku."
"Tapi kau jadi tidak mengucapkan perpisahan dengan Joongie-Hyung"
"Tak apa.. dia tau aku datang" Ucapnya tersenyum. "Dan hadiahku telah dia terima, itu sudah cukup" lanjutnya dengan senyum hangatnya.
.
-= Yuki-Jeje =-
.
TBC
Samgyeopsal adalah masakan Korea berupa panggang daging perut babi yang berlemak dan tebal. Daging biasanya tidak dibumbui, dan dipanggang sendiri di atas pemanggang yang ada di meja rumah makan. Setelah matang, daging dimakan setelah dicelup ke dalam saus pedas.
Yuki's Note :
Hemm.. I am Back..
Hehehe.. maafkan yuki jika ada yang sedikit binggung dengan chapter sebelumnya, memang sengaja yuki bagi dua..
Soalnya kalau digabung ama yang ini bakal panjang banget.
Aslinya ini nyatu sama yang kemarin..
Tapi akhirnya yuki pecah jadi 2 chapter aja deh, soalnya yuki rasa kalau panjang banget di chapternya. Takut reader pada bosen. Soalnya yuki juga bosen kalau ceritanya terlalu panjang. Hehehe..
Mian.. Mian
Thanks For Reader and Sider.. Love You.. #ciuminsatusatu
See You Next Time..
Dont Forget To Review..
