"BLACK ROSE"
-= Sherry Dark Jewel Present =-
Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...
Author : Yuki-Jeje
Rate : T
Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.
Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.
Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..eh juga sudut pandang ke tiga. Slash, Shonen-ai, Yaoi, MaleXMale..
Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..
.
Cerita ini hanya Fiksi belaka
.
Gak Suka..?
Ya...
Jangan Baca...
Gampangkan..
.
Buat yang tetep mau Baca...
.
Happy Reading..
.
Chapter 13 : Pembunuhan Pertama
Jaejoong benar-benar menarik perkataannya. Selama 3 bulan di Nagoya dia mwndapat pelatihan dari sang kakak, pelatihan yang amat sangat mengerikan. Meski Jaejoong bersyukur masih bisa menghubungi keluarganya di korea meski intensitasnya menjadi 3 hari sekali.
"Niisama.. aku menarik kata-kataku jika kau keren" Jeriak Jaejoong frustasi setelah pelatihan mereka sore ini.
"Terima kasih atas pujiannya" Suara datar itu sekarang selalu membuat Jaejoong merinding.
"Niisama" cicit Jaejoong pelan.
"Dari pada kau mengumpat kau harus menemui Honda untuk pelatihanmu salanjutnya"
"Baik Niisama" Jaejoong menjawab lemas sembari berjalan menuju tempat pelatihan selanjutnya.
"Besok kau akan istirahat" ucapan Hyde membuat Jaejoong menghentikan langkahnya. "Karena lusa kau akan dinilai"
Jaejoong mengangguk mengerti lalu kembali berjalan pergi dengan hati bahagia karena besok dia bisa istirahat.
Tapi itu adalah awal mimpi buruk.
.
\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/
.
Hari H penilaian.
Jaejoong mengawasi area itu, sekarang dia melihat area yang luasnya 300 meter persegi dengan tembok yang mengelilingi area itu dan atap setinggi 10 meter. Ada 12 pintu untuk mamasuki ruangan itu dan juga ada beberapa ruangan yang memang dipergunakan untuk melihat pertarungan dari atas lapangan itu. itu tempat Hyde nanti melihat dia diuji.
Jaejoong memasuki ruangan dengan tekat yang kuat, ia ingat perkataan Hyde sebelum ia turun untuk melakukan penilaian.
Flashback
"Jun"
"Ya Niisama" Jaejoong berdiri didepan Hyde yang tengah duduk di ruangan yang ada di atas untuk melihat penilaiannya.
"Ingatlah, kau harus lulus ujian ini"
"Baik Niisama"
"Berjanjilah"
"Jun berjanji"
"Kau tidak boleh mati" Jaejoong tersentak kaget, mendengar suara datar Hyde yang memperdulikannya. Jaejoong menganggung.
"Aku tidak akan mati, Niisama" Jaejoong berjanji pada dirinya. Lalu berjalan keluar untuk menuju area penilaian.
Flashback off
Jaejoong memasuki area.
Tempat itu sangat luas dengan beberapa jenis senjata yang menempel di dinding ruangan, senjata yang tersedia adalah, tongkat, pedang, pisau, kapak dan beberapa senjata tajam lainnya. Tidak ada pistol di area itu, karena ujiannya lebih ke pertarungan jarak dekat.
Jaejoong berdiri di tengah ruangan membawa sebilah katana yang ia punya, katana yang selalu menemaninya latihan. Lalu ia melihat ruangan tempat Hyde dan beberapa orang kepercayaan Hyde yang akan menyaksikan ujiannya.
"Jun, ujianmu hanyalah kalahkan mereka semua, 55 orang yang harus kau kalahkan" terdengar suara Hyde dari speaker. Setelah ucapan itu keluarlah seseorang dari pintu yang berbeda dengan Jaejoong masuk, pria kekar dengan muka menyeramkan yang membawa kapak untuk senjatanya. "Pertarungan hidup dan mati"
Jaejoong mengerti ucapan kakaknya, itu artinya dia harus membunuh lawannya atau dia yang mati disini. Jaejoong menelan ludahnya. Artinya Jaejoong harus membunuh orang yang ada dihadapannya.
Jaejoong mengeratkan gengamannya pada katana yang ia bawa, ia melihat jika lelaki menyeramkan itu telah berlari menyerangnya dengan kapak di gengamannya. Lelaki itu mengayuhkan kapaknya membabi buta kearah Jaejoong, Jaejoong menangkis semua serangan lelaki itu, dan saat ada cela dia memotong tangan dan kaki laki-laki yang menyerangnya. Hingan membuat lelaki itu terjatuh kesakitan memohon untuk tidak membunuhnya. Jaejoong terpaku diatas laki-laki itu dengan katana terangkat, ia ragu untuk membunuh mangsanya itu.
"Bunuh dia Jun" suara Hyde terdengar dari atas ruangan. Tangan Jaejoong gemetar, saat melihat raut wajah laki-laki yang harus ia bunuh.
"Tolong tuan, jangan bunuh aku" pinta sang lelaki.
Jaejong membeku, dia tidak bisa membunuh laki-laki itu.
"Bunuh dia Jun, atau kau yang akan mati" terdengar kembali suara dari Hyde sedikit marah.
Jaejoong menagis "Maaf" ucap Jaejoong dan memotong nadi yang ada dileher sang lelaki.
Srassss
Cipratan darah laki-laki itu mengenai wajah Jaejoong, dan laki-laki itu langsung mati ditempat.
Jaejoong terduduk di depan mayat itu, katananya telah lepas dari tangannya. Matanya kosong melihat mayat dihadapannya. Itu pembunuhan pertama Jaejoong.
Jaejoong merasakan seseorang memeluknya, ia menalihkan pandangannya kepada orang yang memeluknya, "Kerja bagus Jun" ucap Hyde sembari memeluk Jaejoong.
Jaejoong memuntahkan isi perutnya, tapi Hyde masih tetap memeluknya, tidak pernah melepaskannya. "Niisama" gumam Jaejoong dengan suara parau.
"Kerja bagus Jun, ditempat ini hanya ada satu aturan, kau ingin hidup atau tidak, kau harus membunuh mereka jika kau ingin hidup." Ucap Hyde.
"Tapi.."Jaejoong menunjukkan kedua tangannya yang gemetar pada Hyde.
"Kau pasti bisa mengatasi ini, sebentar lagi akan ada lawanmu yang selanjutnya"
Jaejoong terkejut mendengar ucapan Hyde, Hyde mengelus surai hitamnya lembut. "Aku tidak ingin kau mati disini Jun, kalahkan mereka semua. Aku tidak mau menyampaikan berita kematianmu pada Otousama" ucapan Hyde memlepas simpul di hati Jaejoong yang sedari tadi memberatkan perasaannya.
"A-ku.. Aku tidak akan mati" mata Jaejoong kosong. Otaknya hanya berkerja dengan satu tujuan, yaitu ia membunuh atau dibunuh.
Hyde menuntuk Jaejoong untuk berdiri, lalu menyerahkan katana Jaejoong. "Ya.. Kau telah berjanji padaku Jun, Jangan mati" setelah itu Hyde pergi kembali ke ruangannya.
Jaejoong hanya tertunduk dan melihat katana di tangannya. Sedangkan Hyde tersenyum senang melihat Jaejoong dari tempatnya.
Lalu pertarungan pun di lanjut,
Tidak. Lebih tepatnya pembantaian pun dilanjut, karena Jaejoong mulai melawan mereka tanpa perasaan dengan matanya kosong, karena keinginannya untuk hidup.
Melawan dua orang bersama lalu tiga orang
4
5
6
7
8
9
Dan terakhir melawan 10 orang secara bersamaan, Jaejoong membantai mereka semua.
Mayat mereka bergeletakan di ruangan itu dengan Jaejong yang masih berdiri dengan katananya, lalu berjalan pergi saat pintu keluar dari area itu terbuka.
Jaejoong melihat Hyde menunggunya di belakang pintu keluar, tersenyum lembut padanya. "Kerja bagus Jun" dan Jaejoong pun pingsan.
.
\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/
.
Tokyo diwaktu yang sama
Kakek Jaejoong tertawa melihat acara live cucunya. "Hyde memang sadis menyuruh Jun ku yang manis membantai mereka semua"
Raiga yang mendengar ucapan sang atasan hanya tersenyum tipis.
"Tapi memang hanya Hyde yang bisa membuat Jaejoong cepat matang" tawa renyah Ichiru-kakek Jaejoong-terdengar diruangan itu. "Jangan sampai Eiji tau tentang ini"
"Baik"
.
\( ̅ ꙍ ̅ \) Yuki-Jeje(/ ̅ ꙍ ̅ )/
.
TBC
Yuki's Note :
Semoga suka chapter ini
Jangan lupa reviewnya yoo.. ^w^
