"BLACK ROSE"
-= Sherry Dark Jewel Present =-
Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...
Author : Yuki
Rate : T
Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.
Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.
Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..
Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..
.
Cerita ini hanya Fiksi belaka
.
Gak Suka..?
Ya...
Jangan Baca...
Gampangkan..
.
Buat yang tetep mau Baca...
.
Happy Reading..
.
Chapter 1 : Choi Kyuhyun
.
8 Agustus 2018 – 15.00 JST
Sudah satu minggu dia hanya melakukan latihan karate, taekwondo dan beberapa latihan yang lain bersama Raiga di markas pusat, kadang sesekali dia akan pergi keluar membantu Hyde melakukan tugas. Kebanyakan hanya pengejaran penghianat klan dan tugas negosiasi.
Hari ini ia akan bertemu dengan Kyuhyun-kata Raiga. Jadi dia menunggu dengan tenang di taman dekat tempat latihan dengan sebuah buku di tangannya. Di sebuah gazebo kecil ditaman kesayangan kakeknya yang penuh dengan pohon sakura. Jaejoong ingat taman ini adalah kakek buat untuk neneknya dulu, sehingga kakeknya selalu merawat taman ini, meski nenek sudah tiada.
Tap Tap
Suara langkah kaki yang amat pelan mendekati Jaejoong yang tengah membaca bukunya, "Ohayou gozaimasu Jun-sama" sapaan itu mengalihkan pandangan Jaejoong dari bukunya, karena Jaejoong tidak pernah mendengar suara itu disini. Jaejoong tersenyum lalu menutup buku bacaannya dan meletakkannya dimeja.
Jaejoong tersenyum lembut saat melihat pemuda yang tersenyum padanya "Choi Kyuhyun, benar?" Jaejoong bisa menebaknya, inilah orang yang akan dikenalkan kakeknya padanya. Sepupunya sendiri.
"Ya.. saya Choi Kyuhyun" Kyuhyun memperkenalkan dirinya. Dia seusia Changmin seingat Jaejoong, membuat Jaejoong mengingat Changmin. Apa yang dilakukan Changmin sekarang? Adalah pertanyaan yang tiba-tiba terlintas di kepalanya. Jaejoong mengedipkan matanya untuk kembali fokus. Jika dilihat Kyuhyun terlihat seperti remaja polos, dengan senyum yang indah di wajahnya yang manis.
Jaejoong pun tersenyum menyambut Kyuhyun dan menyuruhnya duduk dibangku yang ada di sebrangnya "duduklah.." Kyuhyun yang disuruh duduk pun mendudukan dirinya, "Berapa umurmu Kyu-kun?"
"Saya 15 jika umur Korea" jawab Kyuhyun masih dengan senyum manis yang terukir apik diwajahnya yang indah.
"Ah 4 tahun dibawahmu, tidak usah berbicara formal padaku Kyu-kun." Jaejoong tertawa pelan dia gemas dengan ekspresi polos Kyuhyun.
"Baik,bolehkah saya panggil Aniki?" Jaejoong tersentak sesaat, tetapi ia kembali tersenyum melihat Kyuhyun.
"Tentu Kyu-kun" Jaejoong pun menyanggupi permintaan Kyuhyun
"Terima kasih Jun-Aniki" wajah Kyuhyun semakin cerah saat permintaannya dikabulkan oleh Jaejoong.
"Jika 15 berarti sekarang akan masuk High School benar?" lanjut Jaejoong
"Tidak Aniki, saya sudah masuk akhir High School, tahun depan saya akan lulus High School" Kyuhyun berbicara malu malu
"Yabai.. Kau sangat pintar Kyu-kun" Jaejoong dibuat terkejut dengan Kyuhyun yang akan lulus High School tahun depan. "Jadi.. apa yang kakek tugaskan padamu Kyu-kun?" Jaejoong bisa mengetahui jawabannya, ia bisa memperkirakan apa tujuan kakeknya mengenalkannya pada Cho Kyuhyun, tetapi dia lebih suka jawaban yang langsung dari Kyuhyun.
"Saya akan menjadi asisten Jun-aniki mulai sekarang, dan membantu menggurusi semua keperluan dan urusan klan kedepannya sebagai tangan kanan Aniki" Kyuhyun menjawab dengan jujur.
"Tangan Kananku?"
"Hai"
Jaejoong mengangguk mengerti lalu tertawa pelan. "Ya.. kakek selalu menyukaimu Kyu-kun. Sepertinya yang sebenarnya cucu kesayangan kakek itu kau, tapi kakek mengatakan jika kita akan cocok jika dipasangkan"
"Jangan seperti itu Aniki, kau lah yang paling kakek sayangi, aku juga suka pada Aniki. Jadi saya pasti bisa menjadi Tangan kanan yang handal untuk Aniki"
"Senang mendengarnya, tolong jangan berbicara terlalu formal padaku Kyu, kau kan juga sepupuku"
"Baik Aniki"
.
••••••••••••YUKI JEJE••••••••••••
.
Itulah perkenalan Jaejoong pada Kyuhyun, putra semata wayang Choi Siwon. Sejak saat itu Kyu selalu menemani Jaejoong berlatih dan menjalankan beberapa tugas dari klan. Kyuhyun membenarkan ucapannya, jika ia akan menjadi tangan kanan yang handal untuk Jaejoong. Dan benar saja meski umurnya masih muda ternyata Kyuhyun memang sudah dilatih di Klan sedari kecil, karena ibu Kyuhyun adalah adik Ayahnya yang telah meninggal saat Kyuhyun berumur 8 tahun-kematian yang menjadi pukulan berat semua orang di Sakamoto klan. Jadi bisa dibilang mereka sepupu, dan karena itu membuat Jaejoong sangat dekat dan menyayangi Kyuhyun seperti adiknya sendiri.
Hanya satu yang sedikit mengejutkan Jaejoong. Kyuhyun yang polos itu sangat haus darah, dengan wajahnya yang lugu itu ia menyimpan kesukaan akan darah. Seorang Psikopat sejati. Jika mereka mendapat tugas membunuh seseorang, Kyuhyun akan sangat bersemangat dan mengajukan diri untuk mengotori tangannya, Kyuhyun tidak mengijinkan Jaejoong mengotori tangannya sendiri. Dia berkata jika Jaejoong hanya perlu memerintahkannya dan dia akan menghabisi siapa saja orang yang Jaejoong benci. Hyde bahkan menyebut Kyuhyun anjing setia Jaejoong.
Tapi berkat Kyuhyun lah Jaejoong mulai terbiasa dan tidak mual lagi saat melihat banyak darah, bahkan melihat Kyuhyun yang selalu menyiksa mangsanya dengan cara yang sama kadang membuat Jaejoong bosan dan menyuruhnya mencari cara penyiksaat lain yang lebih kreatif. Tentu Kyuhyun sangat senang mendengar hal itu dari Jaejoong, membuatnya berpikir lebih kreatif lagi dalam membunuh mangsanya. 'Jun-aniki memang terbaik' adalah kata kata yang selalu ada di kepala Kyuhyun, perbuatan Jaejoong yang selalu menuruti keinginannya membuat Kyuhyun semakin mengidolakan sang pewaris Sakamoto Klan itu.
.
••••••••••••YUKI JEJE••••••••••••
.
3 September 2018 – 17.00 JST
Seperti saat ini Kyuhyun tengah menyiksa mangsanya, seorang penghianat klan yang telah menjual informasi klan pada musuh mereka. meski musuh mereka juga telah dihabisi oleh Hyde, tapi pengkhianat ini telah Jaejoong sisakan untuk hidangan terakhir. Salah siapa menghianati Klan, bahkan membuat pemimpin cabang Osaka terbunuh, Paman Takamura adalah nama pimpinan markas klan Sakamoto cabang Osaka, dia sangat baik pada Jaejoong bahkan sering mampir untuk membantu latihan Jaejoong, kamatiannya tentu saja membuat Jaejoong sangat marah pada penghianat itu. Dan markas Osaka sekarang tengah rentang oleh serangan klan lain yang ingin menguasai daerah mereka di Osaka.
Saat ini Kyuhyun menyiksa laki-laki yang bahkan tidak Jaejoong perduli siapa namanya. Penyiksaan itu mereka lakukan di ruang bawah tanah markas klannya-sudah menjadi tempat bermain kesayangan Jaejoong, dengan Jaejoong yang duduk bosan melihat Kyuhyun yang tengah menguliti kedua tangan mangsanya dan teriakan kesakitan sang penghianat. Jaejoong melihat Kyuhyun yang tertawa senang melakukannya, bahkan sesekali Kyuhyun mengumamkan nada-nada tidak jelas seperti menyanyikan suatu lagu.
Hyde mendekat menuju tempat Jaejoong duduk, dan melihat Kyuhyun yang mengila hari itu, bahkan kali ini Kyuhyun mulai mencabut kuku kaki sang mangsa. Dengan teriakan menderita dari mangsa yang terdengar setiap detik di ruangan pengap yang penuh bau darah itu, dia mendengus sebal "Sepertinya kau ikut gila seperti anjingmu Jun"
"Nii-sama.. berkali-kali melihat Kyu-kun mengila, tentu mempengaruhi otakku. Dan jangan sebut Kyu-kun anjingku, dia juga sepupumu. Meski Kyu-kun tidak pernah protes kau panggil seperti itu" Jaejoong mempout kan bibir cerrynya yang merah itu, meski matanya masih melihat Kyuhyun melakukan pekerjaannya.
"hahh...dia memang anjingmu yang paling setia bukan?, itu karena kau selalu menuruti keinginannya yang mengerikan itu. " Hyde masih melihat apa yang Kyuhyun lakukan pada mangsanya 'bahkan kakek dan paman Choi tidak bisa melarang kegilaan Kyu, dan Jun malah mendukungnya' batin Hyde menghelang nafas panjang memikirkan kegilaan keluarganya.
"Ya.. keluarga kita memang sedikit gila bukan Nii-sama" Ucap Jaejoong lugu seperti mengerti arti helaan nafas Kakaknya itu, lalu Jaejoong kembali tertawa pelan saat melihat Kyuhyun. "Kau pun termasuk"
"..." Hyde hanya berdecak menyetujui, dia juga kadang suka mengila. Meski tidak segila Jaejoong. Dia hanya suka bertarung, menghajar musuh-musuhnya hingga mereka sekarat.
"Lagian jika seperti ini aku tidak perlu mengotori tanganku Hyde Nii-sama" Jaejoong tertawa lembut pada Hyde. "Aku tidak perlu bersusah payah kan?"
"Dan membuatmu menjadi lebih mengerikan dari Kyuhyun." Jaejoong yang mendengar ucapan kakaknya itu hanya tertawa kecil sebagai tangapan untuk ucapan Hyde. 'Inilah yang ditakutkan Otou-sama, Jun kembali ke nalurinya. Pantas saja Ojii-sama sangat senang memasangkan mereka' batin Hyde lagi.
"Aku suka itu Kyu-kun.." teriak Jaejoong lalu tertawa pelan saat melihat Kyuhyun mulai memotong satu demi satu ruas jari tangan mangsanya sehingga teriakan semakin kencang. Lalu Kyuhyun tertawa senang saat mendapat dukungan dari Jaejoong.
5 menit kemudian laki laki itu mati. Jaejoong yang melihat hanya menghelang nafas "Kau terlalu cepat kali ini Kyu-kun"
Kyuhyun yang mendengar ucapan Jaejoong hanya cemberut "Maaf Jun-aniki, lain kali tidak akan secepat ini"
"Bersihkan dirimu Kyu dan suruh orang untuk membereskan semuanya, lempar benda itu ke tempat Jiji" Jaejoong berdiri dari duduknya "aku tahu Jiji pasti suka daging segar.. hihihihi" tawa gila Jaejoong saat mengingat Harimau putih peliharaannya. Lebih tepatnya sebulan yang lalu saat Jaejoong pergi untuk membunuh seorang jutawan yang mengusik klan mereka, ia menemukan Harimau putih yang dikurung sebagai koleksi sang jutawan. Jaejoong yang sudah jatuh cinta pada Harimau imut itu-menurut jaejoong-akhirnya membawanya pulang untuk memeliharanya dan hanya dengan waktu seminggu Jaejoong membuat harimau itu jinak padanya dan menamainya Jiji. Kakeknya yang mendengar nama untuk harimau itu hanya tertawa keras-betapa kreatif sang cucu dalam memberi nama peliharaannya.
"Jun ayo kembali" Ajak Hyde untuk kembali menuju keruangan sang kakek. Jaejoong tersenyum dan mengangguk, lalu berjalan mendahului Hyde sembari bersenandu senang. Hyde hanya diam mengikuti Jaejoong, Hyde berpikir jika kakeknya sangat hebat untuk membuat Adiknya yang lugu menjadi segila itu. lebih tepatnya kakeknya membuat Jaejoong melepaskan dirinya yang sesungguhnya, padahal sang Ayah-Hangeng-telah berusaha keras membuat Jaejoong melupakan sifat psycho nya sedari kecil. Dan dia ikut andil membuat Jaejoong membunuh banyak orang, tapi keputusan Kakek untuk memasangkan Adiknya dengan Kyuhyun lah yang membuat adiknya itu menjadi lebih mengerikan dari Kyuhyun yang memang terkenal Psiko sejak kematian ibunya. Jaejoong lebih suka melihat saat Kyuhyun menyiksa musuhnya, bukan berarti Jaejoong lemah dan tidak bisa membunuh mereka, tetapi Jaejoong berkata jika melihat perintahnya dilakukan dengan sempurna oleh Kyuhyun itu lebih menyenangkan. Hyde tidak tahu bagaimana tanggapan ayahnya saat tahu Jaejoong menjadi sangat sadis dan menyeramkan seperti sekarang, kakeknya selalu menutupi berita tentang Jaejoong pada sang ayah. Ia juga tidak bisa memberitahu sang ayah karena perintah kakeknya. Jaejoong juga tetap bersikap seperti bisanya jika menghubungi keluarganya di korea, bersikap polos seperti tidak bersalah. 'Maafkan aku Otou-sama' batin Hyde
"Jun"
"Ya Nii-sama"
"Lusa Ayah akan ke Jepang bersama ibu dan adikmu"
Jaejoong yang sedari tadi berjalan berhenti lalu berbalik melihat sang kakak "Benarkah? Kenapa aku baru tahu" Jaejoong sangat bahagia sekarang, seperti seorang bocah yang mendapatkan permen kesukaannya.
"Ayah baru menghubungiku tadi, ia memberitahu jika mereka akan tiba lusa, dan sepertinya Eomma mu akan memberitamu nanti malam " Jelas Hyde
"Ommo.. Aku harus ke Grand Blue Sky untuk bersiap" ujar Jaejoong bahagia. Dan mengumamkan beberapa hal yang tidak Hyde dengar jelas.
"Raiga-san sudah membuat beberapa pelayan membersihkan tempatmu, kau hanya perlu kesana besok untuk tinggal disana selama mereka di Tokyo"
"Senangnya... Aku sangat merindukan Eomma dan Su-ie" Hyde mengacak-acak rambut Jaejoong saat melihat Jaejoong yang bertingkah seperti anak kecil. "Nii-sama.. jangan hancurkan rambut sempurnaku, tidak tahukan berapa lama aku menatanya pagi ini" Jaejoong marah dan menepis tangan Hyde. Hyde hanya tertawa pelan melihat adiknya yang bertingkah imut itu.
"Ayo kita temui Kakek." Hyde berjalan meninggalkan Jaejoong.
.
Jaejoong membuka pintu geser dengan semangat, tanpa tahu jika tengah ada tamu yang menemui kakeknya, "Ojii-sama" teriak Jaejoong semangat. Saat membuka matanya dan melihat sang kakek tengah bersama pamannya minum teh Jaejoong langsung kaku. "Paman Siwon" sapa Jaejoong kikuk. Hyde yang berada di belakangnya hanya menggelangkan kepalanya. Lalu mendahului Jaejoong masuk untuk menyapa Kakek dan pamannya. Lalu Jaejoong mengikuti teladan sang kakek untuk duduk di kursi yang masih tersisa.
"Jun.. kau sangat bersemangat hari ini" ucap Siwon sembari tertawa kecil. Jaejoong ikut tertawa menangapi ucapan Siwon "Ah.. dimana Kyu?" tanya Siwon yang tidak melihat putra kesayangannya di sekitar Jaejoong.
"Kyu masih membersihkan dirinya" jawab Jaejoong cepat.
"Sepertinya kalian bersenang-senang hari ini" sekarang ganti sang kakek yang mengodanya. Wajah Jaejoong memerah.
"Otou-sama sangat mengerti Jun dan Kyu" ucap Siwon lalu ikut tertawa pelan.
"Aku juga sangat mengerti kau dan Eiji" ucap pelan sang kepala keluarga Sakamoto lalu terdiam sejenak sambil menatap teh di tangannya.
Ruangan itu hening sesaat.
Jaejoong lalu memecahkan keheningan itu dengan mengatakan jika sang Ayah akan ke Japang berlibur selama seminggu penuh, dan meminta izin untuk meliburkan diri dari kegiatan klan selama sang ibu dan adiknya disini.
"Baiklah" ucap sang kakek menyetujui. "Sebenarnya aku tidak terlalu suka pada ibumu Jun" jujur sang kakek pada Jaejoong. Jaejoong yang mendengar itu langsung membeku dan melihat sang kakek syok mengapa kakeknya tidak menyukai ibunya "Ibumu adalah gadis yang baik, normal dan tidak pernah mengenal gelapnya dunia Eiji. Meski dia menerima masa lalu Eiji tetapi dia juga tak ingin Eiji melanjutkan hidupnya seperti dulu. Tapi Eiji telah terlalu lama terjun ke dunia bawah, betapa banyak dia membuat musuh dari dulu. Eiji tau jika dia keluar ataupun tidak itu akan sama saja. Karena keluarganya pasti akan dalam bahaya."
Jaejoong dia mendengar sang kakek mengerti maksed dari semua ucapan kakek, "Ayah memutuskan untuk tetap terlibat" gumam Jaejoong pelan.
"Ya Ayahmu kadang terlalu lembut. Ibumu adalah kelemahannya dan kekuatannya. Dia memilih tetap mengotori tangannya untuk mencegah sesuatu yang buruk terjadi pada kalian. Tapi dia juga mulai melembut pada musuhnya. Aku takut perasaannya yang melemah itu akan menjadi bumerang padanya"
"Aku yakin Otou-san akan baik-baik saja, aku yang akan mengantikan Otou-san. Ini pekerjaan keluarga kan. Aku menyukai semua ini" ucap Jaejoong dengan tawa senang.
"Karena kau bisa bermain sesukamu" celetuk Hyde menanggapi ucapan Jaejoong. Jaejoong langsung mempoutkan bibirnya tidak senang mendengar ucapan sang kakak.
"Kau sangat jahat Nii-sama" Kakek yang melihat pertengkaran kecil Jaejoong dan Hyde hanya tertawa. Jaejoong yang melihat sang kakek tertawa akhirnya ikut tertawa lepas. 'Aku tidak sabar bertemu dengan Eomma dan Suie'
.
••••••••••••YUKI JEJE••••••••••••
.
TBC
Yuki's Note :
Hai Minna..
Lama Tak Jumpa
Disini Kyuhyun aku kasih marga Choi ya.. biar enak aja hehehe..
Semoga suka
Please Reviewnya..
Bye Minna
