"BLACK ROSE"

-= Sherry Dark Jewel Present =-

Disclaimer: Yang pasti bukan Yuki…Yuki Cuma nulis Fic ni doang.. Yuki Cuma minjem nama doang... Jangan marah ya Oppadeul...

Author : Yuki

Rate : T

Pairing : akan muncul nanti seiring bertiupnya angin#plakk.. tenang pasti YUNJAE dooonnggg... tapi mereka akan melewati berbagai rintangan untuk bisa bersatu.

Genre : Crime/Friendship/Romance(bakal lama)/Family.

Warning : OOC, OC, AU, Mungkin ada Typo(s) , dan disini pakek POV JaeUmma dan YunAppa..

Summary : Sama seperti Mawar Hitam.. aku berusaha menghapus dirimu dari ingatanku dan memulai kehidupan yang baru... tapi saat aku mulai nyaman dan melupakanmu.. kau kembali muncul dikehidupanku..

.

Cerita ini hanya Fiksi belaka

.

Gak Suka..?

Ya...

Jangan Baca...

Gampangkan..

.

Buat yang tetep mau Baca...

.

Happy Reading..

.

Chapter 16 : Kunjungan Keluarga

Chapter 16 : Kunjungan keluarga

.

5 September 2018 – Narita Airport

Jaejoong kembali melihat jam tangannya, entah untuk keberapa kalinya. Dengan papan tanda yang bertuliskan Kim Family ditangannya, ia menunggu kedatangan keluarganya di bandara Narita. Entah sudah berapa bulan dia belum bertemu Eomma dan Junsu.. bahkan dia juga lupa kapan Ayahnya kembali ke Korea.

Sudah satu jam dia menunggu, sedikit kecewa karena delay yang terjadi akibat cuaca seperti yang di umumkan petugas informasi bandara, membuat Jaejoong menunggu 30 menit lebih lama dari waktu yang seharusnya. Jujur dia gugup sekarang, tidak tahu harus bagaimana saat bertemu dengan Ibu dan Adiknya, mengingat sekarang keadaan telah berbeda 180 derajat, dia sadar betapa moralnya telah jatuh sangat jauh, lingkungan memang sangat berpengaruh pada keperibadian seseorang. Jaejoong sedikit terkikik pelan saat mengingat permainan terakhirnya, 'aku memang sudah gila' batin Jaejoong karena merasa ingin melihat Kyuhyun bermain dengan seseorang lagi.

Ting

Suara pesan masuk dari handphone nya akhirnya mengalihkan fokus Jaejoong yang tengah membayangkan hal gila yang ingin dia perintahkan pada Kyuhyun saat mereka bermain lagi. Sedikit berterima kasih dengan suara pesan masuk entah siapa yang mengirimnya, karena jika Jaejoong terus membayangkan hal-hal gila, bisa-bisa dia langsung memanggil Kyuhyun karena ingin melakukan kesenangannya sekarang juga.

From : Hyde Nii-Sama

Jun, untuk urusan di Osaka biar aku yang mengurusnya. Selamat berlibur.
Salam untuk Otou-sama.

Jaejoong yang melihat email itu langsung tersenyum geli. Sayang sekali Hyde harus pergi ke Osaka, padahal dia sudah menyusun beberapa rencana untuk bisa mengenalkan Hyde pada keluarganya-secara tidak sengaja nantinya-yang pasti akan mendapat omelan dari sang ayah tercinta karena mengenalkan Hyde pada ibu dan adiknya, sayang sekali sepertinya niatnya tidak akan terlaksana.

Hug

"Hyungie" Jaejoong sedikit tegang saat merasakan pelukan erat ditubuhnya, lalu menghelang nafas saat melihat jika Junsu yang tengah memeluknya. Ah.. Adiknya yang imut telah sampai, rambut adiknya tidak coklat seperti terakhir kali dia lihat, sekarang berwarna hitam yang membuat wajah imutnya semakin menonjol.

"Su-ie" Jaejoong membalas pelukan Junsu. Lalu melihat kedua orang tuanya sudah berdiri dihadapannya. "Eomma..Appa.." Senyum bahagia tidak bisa disembunyikan lagi. Jaejoong sangat bahagia sekarang. Lalu melepas pelukan Junsu dan langsung memeluk Ibunya. Sedangkan sang Ayah-Hangeng-hanya mengacak-acak rambut Jaejoong senang. Sejenak dia lupa dengan semua hal yang terjadi beberapa bulan yang lalu, bahkan melupakan kehawatirannya tadi. Jaejoong masih memiliki sisi baiknya, tentu saja Jaejoong masih memilikinya, tapi sisi itu hanya ia tunjukkan pada orang yang ia sayangi. Meskipun sekarang lebih banyak sisi buruk dalam dirinya.

"Joongie bagaimana kabarmu sayang" suara lembut itu membuat Jaejoong menangis, betapa rindunya Jaejoong dengan pelukan sang Ibu. Namun dia meringis sedih jika mengingat apa yang telah ia lakukan, apa tanggapan Ibunya dan adiknya jika tahu apa yang telah dia lakukan dan bagaimana sifatnya sekarang. Rasanya seperti ada pisau yang menusuk tepat di jantungnya.

"Aku merindukanmu Eomma" ucap miris Jaejoong disela isakannya . Jaejoong merasa jika Junsu ikut berpelukan bahkan ikut menangis juga. Sedangkan Ayahnya hanya menepuk bahunya untuk menenangkannya.

"Ayo kita ke tempat Joongie, tidak enak jika semakin lama disini" Suara Ayahnya terasa menenangkan sekarang, dan langsung diiyakan olehnya dan orang yang masih setia di pelukannya sejak 3 menit yang lalu.

"Baik Appa" sahut Junsu dengan raut wajah bahagia, meski masih ada jejak air mata diwajahnya yang membuat Jaejoong terkikik geli, lalu dia pun mengajak mereka berjalan menuju tempat Andy dan mobil yang menunggu mereka. Ayahnya membawa kopernya dan koper Ibunya, Junsu membawa kopernya sendiri. Sedangkan ibunya hanya berjalan sambil memeluk lengannya, dengan beberapa obrolan kecil akhirnya mereka sampai ketempat Andy menunggu mereka.

"Selamat siang paman Andy" sapa Jaejoong sopan pada tangan kanan sang Appa, Jaejoong tidak tahu jika Eomma dan Junsu tidak mengenal tangan kanan ayahnya itu. membuat Heechul dan Junsu memiliki pandangan penasaran dengan orang didepan mereka. Tentu saja mereka tidak tau, Andy adalah asisten terpercaya sang ayah untuk urusan "keluarga".

"Ah.. ini Park Byung Eun, dia asisten baru Appa. Tapi panggil saja dia Andy" ucapan Hangeng akhirnya membuat rasa penasaran sang istri dan anak bungsunya terjawab.

"Selamat siang" ucap Andy datar.

"ihh.." gumam Junsu takut tapi masih bisa didengar oleh Jaejoong.

"Kenapa Su-ie?" tanya Jaejoong dengan raut penasaran.

Junsu hanya tertawa cangung dan mengelengkan kepala "Tidak Hyung.. Tidak apa apa.. Heheheh"

Lalu Hangeng dan Andy pun menggangkat koper koper mereka ke bagasi mobil, sedangkan Jaejoong, Junsu dan Heechul sudah duduk di kursi penumpang. Hangeng dan Andy yang akan duduk di depan, tentu saja Andy yang akan menyetir.

.

.

.

.

.

Grand Blue Sky Apartment

Mobil Apv itu memasuki parkir gedung Grand Blu Sky, apartment dengan tinggi 30 lantai, gedung itu milik Hangeng tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Andy dan Jaejoong. Lalu mereka pun turun dari mobil dan menuju Lift khusus, Jaejoong lalu menekan lantai tertinggi dengan huruf P10 di tombolnya. Ya tidak salah, Jaejoong menempati Penthouse di lantai teratas Apartemen itu. Penthouses ada dari lantai 21 hingga 30, dan Jaejoong menempati Penthouses termewah disana. Hei gedung itu milik ayahnya, ingat?.

"P10?" Junsu menatap sang kakak sambil menyipitkan matanya. Heechul yang sedari tadi berbicara dengan sang suami pun menatap heran kedua putranya. "Eomma.. Hyungie tinggal di lantai teratas gedung ini" Heechul terkejut mendengarnya lalu langsung menatap tajam muka suaminya.

"Chullie-ah, ya Panthouse itu milikku saat aku muda. Tapi masih ada bibi Mizuki yang merawatnya hingga sekarang. Jadi aku membuat Joongie menempatinya." Jelas Hangeng.

"Tapi"

"Tenang saja Chulie, Siwonie tinggal tepat satu lantai dibawah tempat Jaejoong" lanjut Hangeng.

"Ah iya.. Paman Siwon sangat baik, tapi jarang dirumah" ucap Jaejoong polos.

"Hangeng, bukankah kau bilang Siwon akan menjaga Joongie" Heechul marah.

"Siwonie seorang Dokter, dia jarang dirumah. Tenang saja Chulie, disini aman" Hangeng menenangkan sang istri yang mulai marah.

"Ya Eomma, Paman Siwon itu dokter terkenal, jadi jarang dirumah. Makanya Kyuhyun suka menemaniku di Rumah." Jaejoong ikut menenangkan sang ibu. Hangeng yang mendengar ucapan Jaejoong terdiam.

"Joongie dekat dengan Kyuhyun?" tanya Hangeng.

"Ya Appa, Kyu sangat lucu dan baik" jelan Jaejoong, Heechul yang mendengarnya akhirnya tenang saat tahu Jaejoong berteman dekat dengan bocah baik seperti Kyuhyun. Sedangkan Hangeng yang tahu bagaimana tabiat Kyuhyun hanya diam saja sedikit mengertakan gigi nya.

"Aku iriiiiii..." Junsu merengek sekarang. "Hyungie bisa tinggal di Panthouses mewah dan sekarang dia punya adik baru menggantikan aku" Junsu yang mulai berpura-pura menangis pun akhirnya dipeluk Jaejoong.

"Hei adikku hanya kamu Su-ie" ucap Jaejoong menenangkan.

Ting

Pintu Lift itu terbuka menunjukkan pintu masuk Penthouse nya.

Setelah menekan beberapa nomor pintu pun terbuka dan Jaejoong mengajak lainnya masuk kedalam.

Didalam telah menunggu bibi Mizuki dan 3 orang maid yang tidak Jaejoong kenal.

Bibi Mizuki adalah maid pribadi Jaejoong, dia selalu berada bersama Jaejoong dan melayaninya selama di Jepang, sedangkan 3 maid lain adalah orang yang menjaga Penthouse Ayahnya selama dia tidak ada di sini.

"Wooww" Jaejoong tertawa pelan saat melihat reaksi sang adik, sedangkan sang ibu hanya melirik ayahnya tajam.

"Ibu.. Su-ie.. Perkenalkan ini Bibi Mizuki yang mengurus rumah ini" sambil menunjuk ke arah wanita tua yang tersenyum ramah.

"Selamat siang, Saya Mizuki kepala pelayan disini, jika Nyonya dan Tuan muda membutuhkan sesuatu silahkan memberi tahu saya" Ucap Mizuki setelah membungkukkan badannya.

"Mizuki-san, panggil saya Heechul. Tidak perlu kaku. Salam kenal Mizuki-san" ucap sang nyonya Kim ramah.

"Aku Junsu, salam kenal bibi Mizuki. Aku akan sering merepotkan bibi" Suara Junsu tidak pernah gagal membuat siapapun tersenyum, Junsu memang sesosok sinar matahari kecil milik keluarga Kim.

"Baik Heechul-sama, Junsu-sama" tapi Mizuki tetap berkata formal kepada mereka. "dan tiga wanita muda ini adalah pelayan disini, Anna, Emma, dan Renna" memperkenalkan tiga maid di belakangnya. "Sekali lagi.. Selamat datang di rumah ini Heechul-sama, Junsu-sama, kami akan melayani anda sebaik mungkin"

.

.

.

TBC

Hai Minna-san.. Apa kabar?

Maafkan Yuki yang tiba-tiba menghilang lama sekali.. oh Yuki tidak ada niatan untuk menghilang, tapi kesibukan duta mulai membludak akhir-akhir ini..

Yuki minta maaf jika lama update chapter ini... Honto ni Gomenasai minna..

Yuki usahain next chapter akan asap #doainya hehehehe

See You Next Chapter

Bye..

Jangan lupa reviewnya ya.. ^3^

Oh iya yuki juga post ini di wattpad yuki.. sayang bgt di FFn gak bisa pos gambar.. jadi gambarnya gak ke-copy kesini.. mampir ke wettpad yuki ya.. Arigatou...