Selepas menyelesaikan latihan di lantai lima K-Tower yang dikhususkan untuk bilik-bilik studio tari, Baekhyun berbenah di ruang ganti. Ia kira mengambil jam awal di saat hari masih gelap cukup untuknya berlatih sendiri sebelum jadwalnya hari ini dimulai tanpa harus terburu dikejar waktu. Namun tepat setelah berniat menyudahi latihan mandirinya saat jam menunjuk angka delapan, ia dihubungi dan diminta datang ke lantai duabelas—yang, dalam hal ini dapat segera Baekhyun tebak tujuannya sebab Sekretaris Han sendirilah yang menghubungi.

Waktu sempit yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat sejenak sebelum memulai jadwal akhirnya harus ia alihkan untuk panggilan tersebut.

Perkara negosiasi itu ia rasa tak diketahui siapapun selain dirinya dan beberapa jajaran direksi. Bila tidak demikian, ia tidak akan dihubungi secara langsung oleh sekretaris dari direktur K-Entertainment. Pun, ia akan menjadi buah bibir bagi seluruh artis di agensi. Nyatanya Baekhyun masih aman-aman saja dan semua kontak selalu dilakukan dengan privat.

Baekhyun tidak mengerti apa yang menjadi awal dari semua agenda ini. Dia tidak merasa telah berbuat sesuatu salah ataupun menakjubkan sampai harus terlibat tawar-menawar bagi kontrak debutnya.

Terlebih, dia tidak terlalu mengenal agensi selain tempatnya bernaung.

Baekhyun cukup mengenal direktur sekaligus owner LOEY-Music yang beberapa waktu lalu ia temui. Namun ia mengetahui Park Chanyeol sebagai salah satu musisi jajaran atas yang banyak mencipta lagu, bukan dengan jabatan itu. Bagi orang-orang seperti dirinya yang baru didebutkan, mengenal seorang Park Chanyeol dalam konteks kepemilikannya akan LOEY-Music tidak terlalu lumrah. Itu seperti hanya dapat benar-benar disaksikan oleh orang-orang yang berada pada jajaran sama.

Killian Wang memberikan wewenang penuh padanya untuk memutuskan jawaban apa yang akan diberikan K-Entertainment terhadap tawaran LOEY-Music, tetapi nyatanya ia kembali dipanggil untuk—kemungkinan—mendiskusikan hal yang sama, bahkan setelah Baekhyun memenuhi perintah untuk menyampaikan langsung penolakannya kepada pihak LOEY-Music tempo hari. Ia pikir semuanya telah selesai segera setelah ia memberi kejelasan.

Bagaimanapun, menerima terlalu berisiko. Baekhyun sama sekali tidak tergiur dengan semua peluang yang dibukakan lebar-lebar untuknya melalui penawaran itu. Awal karirnya baik-baik saja dan sangat cukup untuknya merasa hampir mewujudkan mimpi-mimpinya di dunia hiburan. Satu-satunya hal yang datang ke kepala saat menerima berita tersebut pada awalnya adalah, tentang kesepakatannya dengan CEO sekaligus pemilik agensi yang telah mendebutkannya; Killian Wang.

.

.

Sekretaris Han menyambut tak jauh dari pintu lift. Baekhyun dipersilahkan masuk ke ruangan sang direktur.

"Selamat pagi, sajangnim."

Baekhyun membungkuk dalam begitu memasuki ruangan. Killian Wang menanggapi dengan senyuman tipis dari meja kerjanya di ujung ruangan. Baekhyun lantas melangkah mendekati tempat direktur agensinya itu duduk dan membungkuk sekali lagi.

"Bagaimana acara fansign-mu kemarin?" tanya Killian, meletakkan sejenak pekerjaan dan mempertemukan bilah tangannya untuk bertaut di atas meja.

"Berjalan lancar, sajangnim," jawab Baekhyun sekenanya, meski ia tahu betul Killian sudah barang pasti memonitor aktivitas artisnya. Ia menunggu pertanyaan atau topik selanjutnya dilempar kepadanya, namun untuk beberapa waktu Killian Wang hanya terdiam.

"Lalu.. bagaimana pertemuanmu dengan pihak LOEY-Music?"

Berpikir sejenak, Baekhyun menimbang jawaban seperti apa yang hendak ia suarakan. Kalimat yang belakangan ini selalu ia berikan setiap ditanyai perihal tawaran itu, apakah harus ia katakan lagi?

"Saya tidak bisa menerimanya, sajangnim. Saya sudah menyampaikan itu langsung kepada Tuan Park," ujar Baekhyun, membungkuk sedikit demi menunjukkan penghargaannya akan tawaran tersebut.

Killian Wang tampak menimbang-nimbang, "Sudah kaulihat rincian rencana debutmu di sana?"

Baekhyun mengangguk, "Ya, sajangnim."

"Bagaimana pertimbanganmu?"

Baekhyun berusaha menelan liurnya yang tiba-tiba terasa mengganjal kerongkongan. Ia harus kembali menyatakan penolakan untuk ke sekian kali—yang sesungguhnya ia paham tak pantas dilakukan oleh seorang rookie.

"Saya—"

"Track record-mu baik-baik saja, Byun Baekhyun. LOEY-Music akan menyiapkan segalanya. Lalu?" tanya Killian. Nada bicaranya mulai menuntut afirmasi berkebalikan dari penolakan Baekhyun.

Baekhyun menjilat bibir, ragu untuk membawa satu topik yang menjadi alasan penolakannya. Tetapi ia pula sedikit merasa terkhianati atas ketidakkonsistenan sang presiden direktur—tentang memberikan hak memutuskan jawaban pada Baekhyun, juga.. tentang kesepakatan mereka sebelum Baekhyun didebutkan.

"Saya tidak bisa, sajangnim—"

"Aku akan mempertimbangkan untuk memutus kontrakmu,"

"Apa?!"

"Byun Baekhyun, LOEY-Music tidak main-main membuat—"

"Lalu bagaimana dengan adikku?"

Killian Wang bungkam. Tak melanjutkan kata-katanya.

Sementara Baekhyun, tidak tahu harus lega atau menyesal karena mulutnya kelepasan mengungkit sebuah kesepakatan lama.

.

oOo

.

.

Updated! Penjelasan akan hal-hal yang menggantung di chap ini akan ada di 1 atau 2 chapter berikutnya ya, xixi.

Terimakasih banyak untuk socloverqua yang super rajin ninggalin jejak di cerita-ceritaku, you lighten up my mood so much dengan terus nongol di kolom review lapak sepi ini, hehe. Saya memang bukan tipe yang kudu banget nerima review untuk nulis atau melanjutkan cerita, toh tulisan saya juga gini-gini aja. Dan saya tau kalo nggak semua orang berminat untuk berkomentar setelah membaca sesuatu. Tapi memang komentar apapun yang saya terima selalu bikin saya semakin pengen nulis lagi dan lagi. Efeknya sehebat itu, hehe /pinjemketawanyabaek/

Selamat datang juga untuk yang baru mampir ya, hope you enjoy my works~

Sampai ketemu di chap berikutnya. Salam!