Memastikan sekali lagi pintu telah tertutup sempurna, Baekhyun melangkah menjauhi rumah mungil itu. Jarum jam sudah melewati angka tiga. Jalanan di sekitar semakin sepi dan dingin udara semakin menusuk. Pagi buta adalah waktu-waktu dimana udara terasa paling membekukan bagi Baekhyun.

Ia menyusuri jalanan sepi itu. Keheningan sedikit-banyak membuatnya semakin mengantuk lantaran belum benar-benar memperoleh tidurnya untuk hari ini. Maka dari itu ia memacu langkah lebih cepat agar memperoleh sedikit peluh yang membuatnya tetap terjaga.

Baekhyun sudah akan berbelok melewati persimpangan menuju jalanan yang lebih besar saat langkahnya terpaksa berhenti. Sebuah mobil mengerem mendadak di sampingnya hingga menimbulkan bunyi berdecit. Mendapati itu merupakan mobil yang asing, Baekhyun mulai berdebar. Persimpangan kosong dan hanya Baekhyun yang ada di sana. Bila ini sebuah marabahaya, maka Baekhyun benar-benar sedang tidak beruntung.

Namun saat kaca mobil diturunkan, Baekhyun hanya mampu terbelalak. Ia gelagapan menggumamkan nama sosok di balik jendela mobil.

"Tuan.. Park?"

"Masuk."

"Y—ya?"

"Masuk, kubilang."

Mata berkedip-kedip cepat. Baekhyun kaget luar biasa mendapati direktur LOEY-Music itu di hadapannya, menatap dirinya dengan dua bola mata bulat yang menyorot tajam pada wajah tanpa ekspresi.

Baekhyun mau tidak mau memaksa kakinya untuk patuh terhadap perintah itu. Bagaimanapun, nada suara Direktur Park selalu keluar dengan penuh dominasi tak terbantah. Baekhyun tak memungkiri dirinya cukup takut terhadap sosok itu. Maka, ia langsung melangkah meski ragu mengitari mobil dan masuk melalui pintu mobil di sisi satunya.

Segera setelah Baekhyun duduk di kursi samping kemudi dan mengenakan sabuk pengaman, mobil melaju menuju jalan besar. Topi serta masker ia lepas, berusaha sebisa mungkin menghindari perilaku yang terkesan tidak sopan.

Baekhyun habis ide akan apa yang tengah berlangsung. Bertemu dengan seseorang seperti Direktur Park di seperti ini jelas tidak pernah terbayangkan olehnya. Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang?

Aura dominasi yang kental di seisi mobil membuat Baekhyun semakin mengerut di tempat duduknya. Ia hanya mampu diam sembari menggenggam erat jemarinya sendiri, menenangkan jantungnya yang berdebar tak nyaman.

"Apa kaulakukan di tempat seperti ini?"

Baekhyun terlonjak. Suara berat dari kursi kemudi memecah keheningan dan itu membuat jantungnya nyaris saja lepas dari tempatnya.

"S—saya.." Apa yang harus dia katakan?

Baekhyun tidak sama sekali menemukan alasan yang dapat ia karang. Situasi ini di luar perkiraan dan Baekhyun tidak menyiapkan alibi apapun untuk menghadapinya.

"Saya.. baru saja berkunjung—ke rumah orang tua saya." Kehabisan akal, Baekhyun mengatakan yang sejujurnya. Selama dalam batas seperti itu, ia rasa tidak apa-apa mengatakannya. Itu memang rumah milik kedua orang tuanya. Meskipun, keduanya tidak benar masih ada di sana.

Jari-jemari yang saling bertaut gelisah di pangkuan lebih ingin Baekhyun amati daripada harus mencoba mencuri pandang pada pria di sampingnya. Ia benar-benar segan dan merasa kurang sopan dengan membiarkan seseorang seperti Direktur Park menyetir untuknya.

Sesaat hening kembali. Baekhyun tidak memperoleh apapun lagi sebagai respon. Ia mengangkat kepalanya sedikit, menatap ke arah jalanan temaram di depan.

"Kau tidak diizinkan berada di luar tanpa pengawasan setelah kontrakmu di LOEY-Music disahkan."

Baekhyun tercekat oleh kalimat tersebut. Ia otomatis menoleh pada sosok di balik kemudi. Sosok itu menatap lurus pada jalanan, masih dengan wajah tanpa gurat emosi sedikitpun.

"Pikirkan kembali kunjungan itu. Dini hari adalah jam paling rawan untuk bisa terekam media," tambahnya.

Perkataan itu memaksa Baekhyun memutar kembali perdebatan pagi tadi dengan direktur agensinya. Pikiran Baekhyun berputar-putar di antara kontrak baru yang akan segera dijalaninya, serta kunjungan seperti yang baru saja ia lakukan, yang bila meninjau apa yang dikatakan Direktur Park, tidak bisa ia lakukan lagi.

Pindah ke LOEY-Music berarti mengubah segala rutinitasnya sesuai kebijakan manajemen tersebut. Dan hal lain yang terlintas di pikirannya adalah; tentang adiknya.

Apakah ia bisa mengajukan kesepakatan yang sama pada sosok ini sebagaimana yang pernah ia pinta pada agensinya?

Baekhyun terus larut dalam pikirannya hingga mobil berhenti di depan dormitori agensi.

.

oOo

.

.

Todays' special thanks: ChanBaek09 | jinahyoo

Hari ini much shorter than usual, mungkin sekitar setengah lebih sedikit. Ini saya buat sebagai 'bridging' sebelum chap selanjutnya yang mulai melibatkan lebih banyak interaksi cb hehehehehehehe /ketawa penuh arti/

Ci yuu~~ /dadah bareng anaknya chen/