"Ini Do Kyungsoo, orang yang akan menjadi manajermu di sini."

"Salam kenal."

Baekhyun turut memberi salam pada lelaki berperawakan mungil yang diperkenalkan Sekretaris Jun padanya.

"Mohon bantuannya, Kyungsoo-ssi," kata Baekhyun, melempar senyum pada si lelaki mungil bermata bulat yang berdiri di depannya.

"Saya juga," balas Do Kyungsoo dengan turut mengukir senyum tipis.

"Agenda pertamamu akan jadi pemotretan untuk sebuah brand. Lebih lanjutnya akan dijelaskan langsung oleh Kyungsoo. Selamat bergabung, Baekhyun-ssi."

Menerima uluran tangan Sekretaris Jun, Baekhyun tersenyum senang. Sampai saat ini, ia mendapat perlakuan yang luar biasa baik dari pihak LOEY-Music yang menyambutnya. Sekretaris Jun orang yang ramah dan manajer barunya pun demikian. Seperti yang pernah Sekretaris Han katakan padanya, Baekhyun akan mencoba percaya bahwa karirnya di sini akan sama kurang-lebihnya dengan agensi tempatnya berada sebelumnya.

Kontrak sudah ditandatangani sebelumnya. Dan dengan itu, Baekhyun akan memulai jalan karirnya di tempat yang baru.

.

oOo

.

Junmyeon berusaha mengimbangi langkah lebar-lebar yang diambil sang atasan. Ini jarang terjadi namun kenyataannya Park Chanyeol memang tengah berjalan terburu untuk sesuatu yang—menurut Junmyeon—tidak seharusnya.

"Sajangnim, rapatnya dimulai sepuluh menit lagi," lapor Junmyeon, maksud hati ingin mengingatkan pria tinggi yang berjalan di depannya bahwa mereka tak punya cukup waktu untuk pergi ke tempat lain. Sementara itu Junmyeon mulai kepayahan menyesuaikan langkah kakinya dengan milik sang direktur.

"Mereka bisa menunggu. Lagipula ini masih di gedung yang sama," ujar Chanyeol santai.

Junmyeon melirik kembali arloji di pergelangan tangan untuk ke sekian kali. Otaknya mulai menghitung-hitung sisa menit yang mereka miliki bila dikurangi bolak-balik menaiki lift. Jelas sekali, waktunya tidak cukup.

Tetapi Park Chanyeol terlanjur masuk dan memencet tombol lift menuju lantai multimedia.

Hela napas lelah tidak bisa Junmyeon tahan lagi. Belakangan direkturnya bersikap agak merepotkan. Jauh lebih merepotkan dibanding tahun-tahun yang sudah ia habiskan untuk bekerja sebagai sekretarisnya.

Dan Junmyeon memiliki praduga kuat yang menjadi penyebab itu semua. Ia sungguh takjub menyaksikan bagaimana sebuah perjumpaan singkat di malam penghargaan musik beberapa waktu lalu akan membawa pada situasi ini. Park Chanyeol benar-benar tidak pernah main-main dengan obsesinya.

.

.

Chanyeol memposisikan diri di belakang para staf wanita yang bergerombol di dekat monitor kendali di studio foto tersebut. Mereka sungguh menciptakan kebisingan dengan saling melontarkan kalimat-kalimat untuk sang model yang tengah menjadi pusat perhatian.

Maju satu langkah, semua staf wanita dibuat menoleh oleh aura kehadirannya yang signifikan.

"S—sajangnim?" Mereka tercekat, lantas membungkuk dalam dan buru-buru berhamburan ke tempat masing-masing.

Chanyeol memfokuskan kembali perhatiannya pada seorang artisnya yang sedang menjadi objek di ruangan luas itu. Sang fotografer memberikan beberapa kali arahan untuk si model, mengambil beberapa gambar lagi.

Ia mendengus. Seisi studio membicarakan visual Byun Baekhyun.

Alis Chanyeol tak berhenti berkerut dalam sejak menyadari konsep pemotretan itu. Pelipisnya berkedut sekali. Pengambilan foto dilakukan di studio foto gedung LOEY-Music. Ia mengetahui detail hari dan kebutuhan lainnya tapi tidak dengan konsepnya. Beberapa pekerjaan membawanya pada kesibukan tiada akhir belakangan, tetapi ia tak menyangka telah melewatkan banyak hal.

Kosmetik pria yang kini sedang menjadi properti promosi adalah satu varian cologne dari brand TR. Informasi dari Junmyeon, ini pemotretan terakhir sebelum perilisan perdana debut Byun Baekhyun sebagai artis LOEY-Music pasca konferensi pers yang dilaksanakan beberapa hari lalu untuk mengenalkan penyanyi itu.

Di saat Chanyeol menyempatkan diri memantau pelaksanaan pemotretan, ia justru dibuat risih dengan pemandangan di sana.

"Baik! Itu yang terakhir!" Pengarah studio memberi komando tanda berakhirnya sesi foto. Beberapa arahan tambahan lainnya, lantas seluruh staf saling berterimakasih dan mulai berbenah.

Byun Baekhyun tampak dihampiri manajernya dan terlibat beberapa pembicaraan, sampai Chanyeol menangkap sepasang mata itu mengarah padanya. Lelaki itu beranjak cepat menghampiri Chanyeol.

"Sajangnim, selamat siang," sapanya sembari membungkuk dalam.

Chanyeol mengangkat sebelas alisnya, "Apa yang kukatakan soal sapaan itu?"

"U—uh.. Maaf—"

"Itu tadi pemotretan terakhir, kan?" tanya Chanyeol pada Baekhyun.

"Ya,"

Decakan tertahan lolos dari mulut Chanyeol melihat bagaimana sebagian besar dada penyanyi itu terekspos oleh belahan rendah jas biru langit yang dikenakannya tanpa kemeja atau dalaman apapun. Rambutnya telah sempurna hitam dengan messy comma hairdo. Junmyeon tidak membicarakan apapun tentang konsep yang demikian sebelumnya.

Chanyeol mendongak mencari sosok sang manajer. Dengan cepat ia mendapatkannya dan Do Kyungsoo langsung datang menghampiri.

"Bantu dia berganti pakaian. Sekarang." Chanyeol memerintah manajer yang baru saja benar mengambil posisi di hadapannya.

"Baik, sajangnim."

"Eh—" Si penyanyi tampak kebingungan, tetapi Do Kyungsoo menariknya segera.

Selepas kepergian dua orang itu Chanyeol beralih pada sekretarisnya. Ia kembali melangkah lebar-lebar meninggalkan studio.

"Sejak kapan TR menggunakan konsep dewasa seperti itu?" tanya Chanyeol pada sang sekretaris di belakang.

Kim Junmyeon yang kembali harus berusaha menyejajarkan langkah direkturnya berkerut bingung.

"... Itu konsep baru mereka, sajangnim," jawab Junmyeon sekenanya.

"Kenapa tidak memberitahuku?"

"Ye?" Junmyeon berkerut bingung, "Itu.. bagian dari pekerjaan tim—"

"Cepat, Jun. Kau membuang waktuku."

Perkataan Junmyeon terpotong, pun ia mendapat nada ketus yang amat kontras dari saat sebelum mereka mampir ke studio.

Junmyeon hanya bisa menghela napas.

Siapa pula yang mencoba mengulur waktu sempit yang mereka punya?

.

oOo

.

.

Hehe, kepada bapak pisiway mohon dikendalikan dirinya-w-

Terima kasih buat yang sudah bertandang ke kolom ripiuw: ChanBaek09 | socloverqua | lightdelight | kimbyyna

P.s.: Sekretaris Jun real life mau wamil:"(.. Semoga suho bisa menjalani wajib militernya dengan baik. Fighting leader-nim!