Baekhyun terjaga.

Padahal kalau diingat-ingat, ia mungkin hanya sempat tertidur tak lebih dari dua jam. Itu pun di dalam mobil—uhm—Chanyeol, dengan posisi yang tidak bisa dibilang nyaman.

Bukan sisa-sisa emosi yang sempat membuatnya berada dalam tangis hebat yang membuat Baekhyun kesulitan memejamkan matanya. Ia rasa bukan.

Tetapi ia tidak tahu.

Sepeninggal Chanyeol—Baekhyun tak percaya ia benar-benar memanggilnya demikian—ia masuk ke asrama, ke kamarnya. Sisa waktu yang ia miliki pikirnya bisa digunakan untuk mendapat sedikit lebih banyak istirahat. Namun matanya benar-benar tidak mau terpejam.

Hal apa yang menunggunya di pertemuan siang nanti?

Baekhyun sungguh teledor membiarkan hal ini terbongkar lewat cara seperti ini. Ia tertangkap basah melanggar aturan oleh atasannya sendiri. Belum lagi, ia menumpahkan segalanya ke hadapan sang direktur..

Pada waktu ia mendapati sosok Chanyeol secara tiba-tiba di depan rumahnya, Baekhyun langsung terpikir akan satu hal; bahwa mungkin ia akan berakhir sampai di sana. Setidaknya, adiknya. Semuanya akan segera menjadi kacau.

Tetapi Baekhyun justru menyaksikan keajaiban pada kenyataan yang terjadi. Alih-alih merealisasikan prasangkanya, reaksi Chanyeol justru—

Justru apa?

Baekhyun tidak punya kata untuk menggambarkan itu.

Ia masih ingat bagaimana hari-hari sibuknya di K Entertinment tiba-tiba saja terusik dengan tawaran mengejutkan dari seorang Park Chanyeol. Melibatkan berkali-kali negosiasi hingga akhirnya ia ditendang keluar juga oleh direkturnya sendiri dari agensi. Jatuh ke tangan LOEY-Music begitu saja.

Baekhyun yang sempat merasa takut pada Chanyeol karena semua itu, Baekhyun yang sempat merasa takut pada Chanyeol yang datang tiba-tiba bagaikan bom waktu ke kesehariannya,

kini dibuat perlahan kehilangan alasan untuk lagi merasakan itu.

.

.

Pada jam makan siang yang menjadi jeda berharga bagi semua kesibukan di kantor LOEY-Music, Baekhyun dan manajernya tiba di ruangan Chanyeol.

Chanyeol telah memberi pesan pada Junmyeon untuk mengikutsertakan Manajer Do di pertemuan siang hari itu. Berjam-jam memikirkan akan seperti apa alternatif yang akan Chanyeol bawa pada diskusi, ia akhirnya menemukan satu.

Chanyeol memberi isyarat pada dua orang tersebut agar menempati sofa di depannya. Sementara Junmyeon berdiri mengambil tempat di samping Chanyeol.

"Pukul berapa jadwal hari ini selesai?" Chanyeol memulai dengan melempar pertanyaan pada Do Kyungsoo.

"Live radio berakhir pukul sembilan, sajangnim," kata sang manajer.

Chanyeol mengangguk, "Kalau begitu kau sudah mulai bisa berangkat setelah itu,"

"Saya mengerti," jawab Kyungsoo.

Baekhyun di tempatnya berkerut dahi tak paham. Apa yang telah ia lewatkan?

"Berangkat ke mana, Kyung?" bisiknya pada sang manajer yang kini sudah bagaikan teman dekatnya itu.

Kyungsoo menatap Baekhyun sekilas sebelum mengarahkan mata bulatnya pada Chanyeol dari balik kacamata berbingkai hitamnya.

Sang direktur tahu kalau itu menjadi bagiannya untuk menjelaskan. Maka Chanyeol kembali buka suara.

"Seperti yang kusampaikan sebelumnya, artis di bawah naunganku tidak diizinkan pergi tanpa pengawasan. Lebih-lebih pada jam yang tak wajar."

Mulut Baekhyun terbuka hendak melayangkan protes, tapi ia berakhir diam. Raut wajahnya sempurna berhias kecewa.

"Kyungsoo akan menggantikanmu," jelas sang direktur.

Baekhyun seketika membolakan mata. Menatap sang direktur bergantian dengan manajer di sampingnya.

"Ap-apa? Maksudnya—"

"Ini mungkin akan membantu menghubungkanmu dengan adikmu." Chanyeol melanjutkan. "Pamormu semakin naik dan semakin banyak orang mengenalmu. Kalau kau tidak ingin adikmu terganggu, maka jangan menjadi penyebab untuk itu," katanya, menatap lurus-lurus pada sang solois.

Baekhyun tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya berbalik menatap direkturnya. Ia kecewa, tapi tidak sepenuhnya. Ia kecewa, tapi ada pula rasa seperti diberi jalan keluar melalui cara itu.

"Kau tetap bisa berkunjung sesekali. Di bawah pengawasan," tambah Chanyeol.

Mendengar itu, Baekhyun mengedip. Berusaha mencerna baik-baik. Detik berikutnya, ia tidak bisa lagi menahan senyum dari bibirnya. Baekhyun senang sekali sampai ingin memekik dan tertawa bahagia.

"Benarkah?" Kedua mata sipit Baekhyun yang sudah menyerupai lengkungan sabit akibat senyum lebarnya mengarah penuh harap pada sang direktur.

Park Chanyeol tertegun sesaat, sebelum memberi satu jawaban singkat, "Ya."

Baekhyun melepas kikik kecil, meraih tangan Kyungsoo untuk ia guncang-guncangkan mengekspresikan kebahagiaan. Ia telah mendapatkan kepercayaan pada sosok Do Kyungsoo dalam waktu yang begitu singkat, dan mengetahui manajernya itu akan menjadi orang yang dapat ia serahkan satu kepercayaan lagi, Baekhyun lega luar biasa.

"Terima kasih, Chanyeol!" ucap Baekhyun, masih bersama senyum sumringahnya. Park Chanyeol mungkin hanya seorang berhati malaikat yang terbalut otoritas tak terbantah. Begitu pikir Baekhyun, saking senangnya mendapatkan berita semacam ini.

Sang direktur menggigit bibir dalamnya, mengamati bagaimana lengkungan cantik di mata sipit itu memenuhi pandangannya untuk kali pertama. Desakan tak bernama itu muncul lagi, namun kali ini untuk alasan yang baru.

Sementara Kim Junmyeon termangu dalam keterkejutannya mendengar nama panggilan itu. Panggilan yang diserukan sang penyanyi kepada direkturnya. Junmyeon pula semakin tak bisa menahan mulutnya untuk menganga kecil, kala melihat sang direktur tampak jelas tengah mengulum senyum.

Junmyeon rasa ia telah melewatkan sesuatu.

.

oOo

.

Baekhyun bangun di pagi buta hari berikutnya. Jadwal live radio yang selesai tak terlalu larut seperti agenda-agenda sebelumnya memberikan waktu bagi Baekhyun untuk menikmati waktu istirahat lebih lama.

Setelah memastikan Kyungsoo berjanji akan melaporkan segala apapun padanya, Baekhyun justru jatuh tertidur tepat setelah sampai di kamarnya. Padahal ia sempat tenggelam dalam kekhawatiran membayangkan hal seperti apa yang akan terjadi di rumahnya.

Ia mendapat banyak pesan dari Kyungsoo. Semua itu diterima sekitar waktu tengah malam.

'Dia kaget dan ketakutan pada awalnya. Aku kesulitan memberi penjelasan.'

Baekhyun merutuk saat teringat ia lupa mengirim pesan pada Jongin akan kedatangan seorang teman.

'Kau berhutang padaku. Aku menghabiskan setengah jam untuk membujuknya keluar dari kamar.'

Senyum tipis terukir di bibir Baekhyun. Dari cara Kyungsoo mengetikkan pesan itu, Baekhyun tahu semuanya berakhir baik.

'Tapi dia terlihat menyukai masakanku.'

Pesan terakhir membuat Baekhyun merasa telah mendapat berkat terbaik dalam hidupnya;

'Aku akan belajar bahasa isyarat.'

Baekhyun menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Senyum tak henti-hentinya tercipta dari bibirnya. Segalanya terasa begitu melegakan, membuat Baekhyun berpikir semuanya akan selalu baik-baik saja setelah ini.

Dia tidak tahu bagaimana mengekspresikan rasa senang dan syukurnya telah mendapatkan seorang seperti Kyungsoo untuk menemani hari-hari sibuknya. Dalam waktu yang singkat, mereka telah berbagi kedekatan meski terkadang manajernya itu berlaku kejam padanya. Tapi, Baekhyun paham betul kalau itu justru merupakan bagian penting yang menunjukkan betapa baiknya seorang Do Kyungsoo dalam bekerja.

Ia akan memberi Kyungsoo hadiah setelah ini.

Jari jemari Baekhyun bawa kembali untuk mengutak-atik ponselnya. Ia akan menghubungi Kyungsoo nanti ketika pagi buta sudah beranjak.

Baekhyun melirik salah satu aplikasi di layar ponselnya yang memiliki logo menyerupai logo agensi. Itu aplikasi di mana ia bisa melihat komentar-komentar penggemar pada setiap konten yang dipublikasi tentang dirinya serta artis LOEY-Music yang lain.

Ia belum pernah membukanya.

Sejak masuk ke agensi baru, Baekhyun menutup mata dan telinga akan semua yang berhubungan dengan reaksi publik akan dirinya.

Ia memiliki sedikit ketakutan tentang itu.

Tetapi kali ini, ia tergoda. Jarinya mulai menekan logo itu pada layar, membuatnya terbuka dan menunjukkan laman berisi berbagai artikel dan publikasi artis-artis agensi.

Baekhyun menggigit bibir, merasa sejenak ragu sebelum membuka satu publikasi yang berisi cuplikan tayangan program di mana ia hadir sebagai bintang tamu.

Ia menggulirkan layar hingga kolom terbawah.

'Dia tampan.'

'Aku mengikutinya sejak debutnya di K-Entertainment. Dia memang mengagumkan.'

'Suara Baekhyun indah sekali!'

'Suaranya memang bagus, tapi kurasa kemampuan menarinya agak kurang.'

_[Reply] 'Kau bercanda? Baekhyun menari dengan luar biasa!'

_[Reply] 'Tidak begitu di mataku. Dia masih jauh di bawah artis lain.'

Baekhyun berhenti menekan layar sentuh ponselnya. Ia menjilat dan mengulum resah bibirnya sambil memperhatikan deretan komentar itu.

Terdiam cukup lama, Baekhyun larut pada apa yang ada dalam kepalanya. Sesuatu terasa berputar-putar di dalam sana.

Tak berselang menit Baekhyun meletakkan ponselnya. Ia bangkit ke arah lemari dan menarik beberapa potong pakaian serta tas.

Dia akan pergi ke studio tari sekarang juga.

.

oOo

.

.

Thanks atas feedback kalian!^^ /poke/ socloverqua, kimbyyna, jinahyoo, ChanBaek09, loeypark1999, princess pink, lightdelight

Terimakasih ya kalian debes~