Chanyeol tidak benar-benar tahu mengapa ia membawa sang solois ke tempat tinggalnya. Keinginannya untuk terus merasakan kehadiran Baekhyun segera setelah kejadian di hotel tidak disertai alternatif tempat untuk dituju. Dan apartemennya menjadi satu-satunya yang terpikir di tengah keadaannya yang belum sepenuhnya pulih.
"Duduklah." Chanyeol memberi isyarat pada Baekhyun untuk duduk di kursi pantry. Sementara dirinya bergerak menuju lemari pendingin untuk mencari beberapa bahan makanan.
"T-tapi.."
"Anggap saja ucapan terima kasih. Duduk dan tunggu sebentar."
Baekhyun yang sejak tadi belum bergerak dari tempatnya berdiri di dekat pintu akhirnya bergerak menuju meja pantry, berseberangan dengan Chanyeol yang kini berada di meja dapur.
Chanyeol menarik beberapa peralatan dari rak, lantas mulai mengambil satu dari bahan-bahan yang diambilnya. Bersamaan dengan itu, sepasang lengan menghentikan kegiatannya.
"Biar aku saja."
Chanyeol menatap sosok lelaki pendek yang kini menahan tangannya yang hendak membuka kemasan kubis.
"Chanyeol.. baru saja menyetir dan tidak dalam keadaan sehat. Tolong jangan memaksakan diri,"
Baekhyun mengambil alih, dan tahu-tahu saja telah memulai pekerjaan yang tadinya diniatkan oleh Chanyeol.
"Bubur kubis saja, ya? Itu bagus untuk orang yang sedang sakit," kata Baekhyun, sekilas menoleh ke arahnya namun telah lebih banyak fokus pada kegiatannya di meja dapur.
"Eo-eoh,"
Dalam setiap pergerakan yang dilakukan oleh si penyanyi, Chanyeol tidak melewatkan satu pun. Ia begitu saja membiarkan Baekhyun sibuk di dapurnya. Lelaki itu benar-benar telah sepenuhnya larut pada kesibukan mengolah bahan makanan. Chanyeol akhirnya berganti menempatkan diri di kursi yang awalnya ia arahkan Baekhyun untuk duduk di sana.
Punggung tidak seberapa lebar dari sosok yang sedang sibuk di antara bahan makanan menjadi satu-satunya yang menjadi pusat atensi Chanyeol selama menunggu. Bagaimana jemari lentik itu menuangkan potongan bahan makanan ke dalam pot, bagaimana sesekali sosok itu mengambil sejumput dari masakannya menuju mulut untuk mencicipi, semuanya menjadi pemandangan berbeda pada dapur miliknya yang anehnya begitu nyaman untuk diamati.
Tak genap tiga puluh menit, semangkuk menu yang dijanjikan sebelumnya telah tersaji di hadapan Chanyeol.
"Semoga tidak terlalu buruk," kata lelaki itu bersama senyum kecil yang—tampaknya seolah—biasa ia lakukan setiap kali melakukan kegiatan yang sama.
Tidak langsung menyentuh makanannya, Chanyeol memilih menghabiskan beberapa detik untuk memandang paras sang penyanyi di balik meja pantry.
"A-ada apa?"
"Kau akan terus berdiri di situ?" tanya Chanyeol, menarik mangkuk berisi makanan lunak yang baru saja diperolehnya.
"I-iya..?" Sebuah jawaban yang lebih mirip pertanyaan.
"Jadi kau mau membiarkan atasanmu makan sendiri dan mengamatinya dengan tidak sopan seperti itu?" Chanyeol mulai mengangkat sendok dan mencicipi bubur yang tersaji.
"Eh.. tidak—"
"Temani aku makan." Menarik keluar satu kursi di sampingnya, Chanyeol memberi isyarat agar Baekhyun menempati itu.
".. b-baik,"
Chanyeol melirik melalui ekor matanya dan melihat sang penyanyi mengambil seporsi untuk dirinya. Tak berapa lama Baekhyun telah menempati kursi di sisinya.
"Bagaimana keadaan adikmu?" tanya Chanyeol, sembari memasukkan sesuap lagi dari mangkuknya.
Reaksi yang diberikan Baekhyun agaknya mengacaukan fokus Chanyeol sejenak. Lelaki itu mengulas senyum yang membuat lengkung matanya terlihat sebelum membuat jawaban,
"Dia baik. Kyungsoo benar-benar hebat, dia berhasil mengambil hati Jongin hanya lewat masakannya,"
Bagaimana topik itu bisa membuat sang penyanyi berubah begitu antusias hingga menyunggingkan senyum selebar itu, Chanyeol bersyukur ia telah memilih topik yang tepat.
"Jongin tidak biasanya secepat itu menerima kehadiran orang lain," tambah lelaki mungil itu, mengulum senyum sembari mengaduk makanannya di meja. "Kyungsoo benar-benar hebat."
Satu tarikan kecil tercipta di sudut bibir Chanyeol. Apa yang tampak di hadapannya barangkali merupakan pemicunya.
"C-chanyeol.."
Si pemilik nama refleks menoleh. Untuk kesekian kalinya yang tak terhitung, paduan antara suara sang penyanyi dengan ejaan namanya berhasil menimbulkan gelenyar tak bernama di dalam diri sang direktur.
Chanyeol bergumam sebagai respon.
"Tadi—maksudku.. mungkinkah.. kau sakit?"
Chanyeol kembali mengambil beberapa detik demi memancang tatap pada wajah itu. Kenapa dia harus menunjukkan raut serisau itu saat nyatanya Chanyeol telah baik-baik saja di hadapannya?
"Tidak. Hanya efek alergi dari apa yang tidak sengaja kumakan." Chanyeol mengaduk buburnya. Sekilas bayangan rasa sakit itu terlintas. Itu menjadi sugesti hingga dadanya seolah kembali merasakan sesak. Susah payah mengendalikan diri, Chanyeol memegangi dadanya.
"A-ada apa? Apa sakit lagi?"
Baekhyun taunya telah mendekat kepada Chanyeol. Dengan gurat persis dengan bayangan kabur yang Chanyeol lihat dari bawah kala berbaring di tengah pesakitannya di hotel beberapa waktu sebelumnya.
"Sakitkah? Di sini?"
Apa yang dilakukan lelaki mungil itu justru membuyarkan sugesti rasa sakit itu sendiri, bersamaan dengan eksisnya rasa awas yang tiba-tiba melejit kala jemari lentik itu kembali mendarat di dadanya, persis seperti waktu sebelumnya pula.
Lelaki itu bahkan sibuk menanyakan keadaannya dengan raut luar biasa khawatir, di saat Chanyeol justru mulai risau karena alasan yang lain.
Chanyeol mulai merasakan dorongan untuk menarik sepenuhnya tubuh sang penyanyi ke dalam kuasanya.
Ditangkapnya pergelangan tangan lelaki pendek itu. Membuat pergerakan terhenti dan memaksa sepasang mata sipit itu mengarah kepadanya.
Upaya sang penyanyi yang mungkin diniatkan untuk memeriksa keadaan Chanyeol justru membawa mereka pada jarak teramat dekat hingga ketika Baekhyun mendongakkan kepala seperti saat ini, mungkin saja pucuk hidung mereka bersentuhan bila salah satunya bergerak sedikit lebih dekat lagi.
Chanyeol mengisi kebekuan itu untuk mengamati setiap lekuk wajah dengan permukaan tak bercela milik sang penyanyi.
Itu semua bahkan lebih menarik dari lekuk milik semua model dan artis yang pernah dilihatnya.
Di tengah hening yang kembali tercipta, bunyi getar ponsel menginterupsi.
Lelaki yang lebih pendek menarik diri, memutus kontak mata dari sang direktur.
Entah ditujukan untuk apa, Chanyeol mengumpat di dalam hati.
Dilihatnya Baekhyun merogoh saku jaket dan mengeluarkan ponsel dari sana.
"P-permisi sebentar," Sang penyanyi membungkuk sekilas.
Ketika Baekhyun melipir dari sisinya, sepercik rasa kosong menghampiri. Beberapa menit dilaluinya bersama keingintahuan tak berdasar tentang siapa dan apa yang menjadi isi perbincangan si penyanyi melalui ponselnya.
"Siapa?" tanya Chanyeol setengah acuh begitu Baekhyun kembali ke tempatnya. Sayangnya, jawaban yang diperoleh atas keingintahuan itu membuat Chanyeol memiliki dorongan untuk mengutuk.
"Dari Sehun,"
Dengan tangan yang berpura sibuk dengan sendok serta isi mangkuknya, Chanyeol menanggapi dengan intonasi kelewat dingin,
"Ada apa?"
Ragu-ragu, Baekhyun memberinya jawaban bernada sungkan, "Aku.. akan bertemu dengannya malam ini,"
Kalimat itu menciptakan kembali kerut dahi yang seharusnya tidak lagi Chanyeol miliki kalau saja ia tak mendengar. Tetapi kombinasi nama yang tersemat bersama rasa jengkel dengan kalimat itu tidak mungkin tidak mengganggu Chanyeol.
Chanyeol bangkit. Ia beranjak menuju ruangan lain, meninggalkan sang penyanyi di tempatnya.
Di kamarnya, Chanyeol menghubungi Junmyeon, memberikan beberapa perintah melalui sebuah panggilan singkat.
Selepasnya ia tak lantas kembali. Ia berhenti tepat pada mulut pintu menuju ruang di mana pantry-nya berada, bersandar, dan menunggu. Mengamati sosok Baekhyun yang duduk menyerong membelakanginya.
Cukup lama Chanyeol berdiam diri pada posisinya sampai apa yang ditunggunya terjadi.
Byun Baekhyun menerima panggilan dari ponselnya. Meski samar, Chanyeol mampu mendengar percakapan itu. Telepon dari Do Kyungsoo, berdasarkan arahan Kim Junmyeon, atas perintah Park Chanyeol.
.
oOo
.
Bridging dulu buat meningkatkan kadar kebucinan canyol ya hehe
Muuci banya yang dah ripiuw, sayang kalian banyak banyak! erishiteru | ChanBaek09 | jinahyoo | Princess pink | | lightdelight | fifakna | izzahnurul034 | crescentchie | Syazasanaaas | Aeri Yeon | halloinidwisa
See you!
