"Kenapa mendadak sekali?" Begitu langkah berhenti tepat di hadapan sang manajer, Baekhyun menumpahkan rasa penasaran yang ia tahan sepanjang perjalanan menuju gedung agensi.
Kyungsoo tidak lantas menjawab. Lelaki bermata bulat itu terdiam setelah melihat sosok sang direktur di dalam lift tempat Baekhyun keluar beberapa saat lalu. Pintu lift yang menutup segera setelah Baekhyun keluar dari sana tidak menghalanginya untuk tetap menyadari kehadiran sang direktur.
"Kau.. dari mana?" tanyanya.
Baekhyun bungkam sesaat.
"Dari.. suatu tempat?" jawab Baekhyun ragu. "Tidak perlu dipikirkan.."
"Kemana Direktur membawamu?" tanya Kyungsoo lagi.
"K-kyungsoo, kau belum menjawab pertanyaanku," sahut Baekhyun cepat.
Do Kyungsoo menghela napas, memilih mengesampingkan rasa penasarannya. Walaupun ia menaruh perhatian tentang itu, profesionalitas segera membawanya kembali pada ranah yang menjadi bagiannya.
"Pengarah produksi ingin membahas single re-debut-mu. Kau akan segera kembali ke atas panggung tak lama lagi, tapi tim produksi tidak sempat mengatur jadwal karena schedule -mu yang padat."
Memikirkan dirinya akan segera kembali bernyanyi di atas panggung, Baekhyun mengendurkan rengutannya. Satu hal yang dicarinya semenjak menginjakkan kaki di agensi yang baru adalah hal itu; kembali menyanyi.
Tetapi, Baekhyun tetap merasakan sesuatu mengganjal karena janjinya dengan Sehun tidak terlaksana. Terlebih, mengingat betapa alasan di balik janji bertemu itu merupakan bagian dari kepentingan yang bersinggungan dengan re-debut-nya sebagai solois di bawah LOEY-Music.
"Ayo," Kyungsoo berlalu lebih dulu, masuk ke dalam studio rekaman tempat mereka akan menemui pengarah produksi.
Baekhyun mengikuti dalam diam, segera memberi salam begitu mata menangkap keberadaan seorang pria yang duduk di depan seperangkat monitor dan audio mixer.
"Baekhyun, ya? Zhang Yixing." Pria itu menjabat tangan Baekhyun memperkenalkan diri dengan aksen Cina yang kental. "Silahkan duduk. Kau juga, Kyungsoo," senyumnya.
Setelah memperkenalkan diri, Baekhyun duduk diikuti Kyungsoo di belakangnya. Ketiganya telah menempati kursi di antara perangkat-perangkat studio saat Zhang Yixing memberikan lembar kertas bertuliskan not-not lagu kepada Baekhyun.
"Hari ini kita coba dengarkan demo lagu barumu," katanya tanpa basa-basi.
Baekhyun menyisir baris-baris garis paranada yang telah lengkap bersama liriknya.
"Produksi harus dipercepat karena sudah terlambat dari timeline awal. Kita akan segera rekaman dan kau akan menemui koreografer secepatnya."
Sembari mendengarkan pengarah produksi menjelaskan beberapa hal lagi, Baekhyun tertegun ketika matanya menangkap nama penulis lagu di kertas dalam genggaman.
Park Chanyeol.
Baekhyun menggigit bibir bagian dalamnya, menahan sesuatu meletup yang tiba-tiba saja muncul di dalam dirinya. Ia nyaris lupa kalau direkturnya jugalah seorang musisi. Dan ia tidak pernah memikirkan single pertamanya di agensi barunya ini akan menjadi salah satu dari karya sang direktur.
Dia harus bisa melakukannya dengan baik.
Lagu demo mulai diputarkan. Perpaduan antara efek suara elektronik dan pop mulai memenuhi studio kedap suara tersebut. Setelah satu kali putaran versi pendek dari lagu, Zhang Yixing menghentikannya.
"Jenis electronic pop. Aku sudah melihat penampilanmu untuk title track mini album pertamamu sebelumnya. Jika dibandingkan, lagu ini akan memiliki jauh lebih banyak koreo daripada itu." Bersandar pada kursinya, sang pengarah produksi menjelaskan.
Baekhyun mengangguk mengerti. Matanya masih bergulir pada sederet not balok pada kertas di genggaman. Melihat dari liriknya, Baekhyun tahu koreografi yang akan dilakukannya tidak akan mudah.
Diskusi berlangsung hingga nyaris tengah malam setelah sekian banyak pembahasan dan beberapa kali uji coba. Baekhyun melintasi lobby agensi bersama Kyungsoo ketika jarum jam sudah melewati angka sebelas.
"Aku akan menemanimu ke asrama," kata Kyungsoo pada beberapa langkah sebelum mencapai pintu keluar.
Baekhyun terkekeh menanggapi itu, "Kau yang terbaik!"
Menuju jalanan yang terletak di depan gedung agensi, langkah keduanya terhenti saat sebuah mobil berhenti di depan mereka. Kaca pengemudi diturunkan, menampilkan wajah seorang yang mereka kenal baik sebagai sang pemilik LOEY-Music.
"Sajangnim?" Kyungsoo berujar terkejut, sepintas melirik ke arah Baekhyun yang berdiri di sampingnya.
Baekhyun mengerjap dengan mulut sedikit terbuka ketika sang direktur mengendikkan kepala kepadanya dan ruang kosong di samping kursi kemudi.
"Chanyeol.."
Ia tidak bodoh untuk memahami isyarat yang memerintahkannya untuk turut masuk ke dalam mobil namun masih pula ragu melangkah.
"Masuklah," Kyungsoo menginterupsi, mendorong si artis yang baginya telah tidak sopan membuat direkturnya menunggu.
"A-aku duluan, kalau begitu," kata Baekhyun pada sang manajer, lantas masuk ke mobil. Begitu menempatinya, sang direktur mulai melajukan mobil dengan kecepatan lambat.
.
.
"Persiapan single akan dibarengi persiapan album pertamamu, jadi bersiaplah," ucap sang direktur, masih fokus kepada jalanan di depan.
"Album?" Baekhyun membeo, terkejut.
"Ya,"
Dari ekor matanya, Chanyeol menangkap kulum senyum dari sosok di sampingnya.
"Apa itu sebuah mini album?"
Menyadari asrama agensi telah terlihat dalam jarak pandang, Chanyeol semakin melambatkan laju mobilnya.
"Tidak. Ini akan jadi album penuh pertamamu,"
Ketika terdengar tawa kecil dari si penyanyi mungil, Chanyeol mau tidak mau tertarik untuk menoleh.
"Keren."
Hanya sebuah gumam kecil namun Chanyeol dapat menangkapnya. Senyum kecil yang membuat pipi berisi milik lelaki itu terangkat, turut memberikan efek yang sama padanya.
Tepat di depan gedung asrama, Chanyeol menghentikan mobilnya.
"Maaf sudah merepotkan, padahal jaraknya dekat sekali dari gedung agensi. Terima kasih banyak," Baekhyun membungkuk, meraih gagang pintu mobil namun tak benar langsung berlalu.
Hening sejenak, si penyanyi berucap kembali, "Makanlah dengan baik," tambah lelaki itu pelan, lantas mendorong terbuka pintu mobil.
Kalimat itu membawa kilasan kejadian siang hari tadi dalam kepala sang direktur selama sepersekian detik.
Dan karena itu, tanpa sadar Chanyeol bergerak di luar kendali; menarik pergelangan tangan sang penyanyi dan mencondongkan tubuh demi mendaratkan kecupan singkat di pipi merekahnya.
.
oOo
.
For always reading and leaving cute reviews, thank u very much! kimbyyna | lightdelight | jinahyoo | shinwava | fifakna | erishiteru | ChanBaek09 | shazaa | KlyJC | kahi19
Met datanq bwat yang baru mampir /lovelove/
Todays' question: kira2 fic abalku ini mending jalan pelan-pelan atau dicepetin dan langsung ke inti? Fyi, saat ini kita ada di opsi pertama. Saya takut kalau buru-buru jadi terkesan (makin) maksa. Saya pikir buat dengan sifat mereka di sini (dan punya gap kedudukan) itu nggak gampang untuk jadi dekat dalam hubungan romantis.
So, gimana?
