A Little Step
.
.
Recommended Song:
Baekhyun - Garden in the Air
.
.
Notes: Takes place before everything happened in chap 36 /wink/ And.. no children ya please.. Ada tag rating M alias mature untuk fic ini dan saya harap semua tahu apa artinya. Ya ya?
Happy reading.
.
.
oOo
.
Hangat dirasa. Hari yang sudah benderang membuat sepasang kelopak mata yang masih ingin memejam untuk terbuka dengan terpaksa. Sedikit sulit melawan sinar yang menerpa.
Samar. Baekhyun butuh waktu untuk dapat menyadari di mana dirinya berada saat ini. Saat semua berangsur jelas, mata mengerjap berulang. Sedikit demi sedikit teringat mengapa ia terbangun bukan di kamarnya sendiri, dan mengapa ia tidur dengan menghadap sebuah dada bidang seorang pria.
"Hey,"
Baekhyun seketika tercekat mendengar suara berat itu. Terlebih ketika kepala ia bawa mendongak, bertemu pandang dengan dua mata bulat yang bertiraikan helai rambut berantakan sewarna platina. Seorang pria yang tengah menatapnya sembari menopang kepala dengan sebelah lengan.
Tak lagi sempat terpikir apapun, Baekhyun berbalik. Menarik memeluk kain selimut putih yang menutupi tubuhnya. Astaga, ia bisa merasakan tekstur permukaan kain langsung di kulitnya.
Dia benar-benar tidak mengenakan pakaian apapun saat ini.
Dan yang semalam itu benar-benar terjadi.
Dengusan singkat terdengar dari balik punggung. Permukaan kasur bergerak. Baekhyun tidak bisa mengendalikan jantungnya untuk tidak berdetak bertalu-talu di dalam sana kala sebuah lengan menelusup dan melingkari pinggangnya.
"Membelakangiku, hm? Berani sekali." Suara berat nan rendah yang sama kembali terdengar. Kali ini tepat di belakang telinganya. Hingga embus napas terasa di tengkuknya dan membuatnya refleks sedikit menggeliat.
Setelah apa yang terjadi, Baekhyun pikir tidak seharusnya ia masih bereaksi seperti ini tapi, wajahnya panas sekali.
Tanpa sadar Baekhyun meremat selimut yang dipeluknya. Menggigit bibir malu.
Chanyeol melepas kekehan kecil. Ia menyadari pergerakan-pergerakan kecil dari lelaki dalam pelukannya itu. Sebuah kecupan ia daratkan di bahu Baekhyun. Gemas melihat tingkah malu-malunya.
Beberapa waktu Chanyeol berlalu bersama hening. Barangkali itu akan membuat Baekhyun sedikit lebih relaks, terutama dengan situasi mereka saat ini yang mungkin pertama kali baginya.
"Did I hurt you?" Chanyeol kembali bersuara. Bertanya pelan. Mengulang pertanyaan yang sebenarnya sudah ia lontarkan semalam sebab ia sungguh tidak ingin apa yang dilakukannya ternyata memberikan lebih banyak sakit untuk tubuh mungil lelaki itu.
Pertanyaan bernada khawatir itu sedikit memberi dampak berbeda bagi yang ditanyai. Baekhyun menangkap kekhawatiran Chanyeol, tapi—ia sedikit merutuk dirinya untuk ini—pertanyaan itu justru membawa kembali ingatan akan kenikmatan luar biasa yang sempat ia dapatkan semalam. Sial sekali tubuhnya seolah terbayang pada sensasi yang sama dan menimbulkan friksi aneh di bagian selatan sana.
Untuk pertanyaan itu, Baekhyun harus memaksa dirinya untuk setidaknya mampu memberi jawaban.
"T-tidak. Maksudku.. b-bukankah memang harus seperti itu?" Jawaban tak jelas. Baekhyun menggigit bibir. "Tapi.. itu.. menyenangkan," tambahnya, dan bersama itu, wajahnya kian terasa mendidih saja.
Sensasi geli dari sesuatu basah di lehernya lagi membuat Baekhyun menggeliat. Disusul isapan pelan hingga ia terpejam dan meloloskan lenguhan kecil.
Mendengar itu Chanyeol tak melanjutkan. Suara Baekhyun rupanya sedikit berbahaya. Ia sekali lagi memberikan kecupan sayang untuk bahu lelaki itu dan menyamankan posisi mereka.
"Mau mandi bersama pagi ini?"
Mata kecil Baekhyun seketika membelalak. "Chanyeool.." Tanpa benar-benar ia niatkan rengekan itu keluar dari bibirnya. Menutupi wajah dengan kedua telapak tangan.
Chanyeol tertawa, "Wae? Kau duduk dan bergerak di atasku semalam dan berubah begini malu di pagi hari?"
Rengekan yang lebih kencang terdengar. Teredam kain selimut karena Baekhyun telah menarik kain tebal itu untuk menenggelamkan hampir keseluruhan wajahnya. Chanyeol hanya memiliki sedikit sisa hingga tampak sebagian tubuh belakangnya.
"Maaf, hanya bercanda," kata Chanyeol kemudian. Ia tahu kalimat seperti itu akan mampu meredakan rasa malu Baekhyun meski sedikit.
Dengan wajah merah hingga ke telinga dan leher, Baekhyun menurunkan sedikit selimut yang menutupi wajahnya. Masih berniat sembunyi tak ingin berbalik. Ia sejujurnya merasa semakin gerah. Obrolan ini entah bagaimana mempengaruhi tubuhnya. Apa memang seks pertama sebegini mengesankannya sampai semua sensasi menyenangkan itu masih terbayang-bayang oleh saraf tubuhnya?
Baekhyun berjengit saat lengan Chanyeol bergerak membenahi posisinya yang melingkari pinggangnya. Namun pergerakan singkat itu malah memancing naluri Baekhyun dan semakin membuat intens panas di tubuhnya.
Baekhyun tidak ingin menunjukkan bahkan mengakuinya, tapi ia tahu ia tengah terangsang saat ini.
Astaga, bagaimana bisa dia..
"Baekhyun?"
Panggilan Chanyeol tak membantu. Suara berat itu justru menimbulkan dampak yang lebih.
Jemarinya gemetar meraih lengan Chanyeol yang melingkar di pinggangnya. Bermaksud menyingkirkan lengan itu agar tidak lagi muncul sensasi aneh di tubuhnya. Namun begitu menyentuh dan tak sengaja membuat telapak kasar itu bergerak di permukaan perut bagian bawahnya, Baekhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak menggeliat hebat. Refleks mengeluarkan desahan pelan.
"B-baekhyun.."
Dengan posisi tubuh saling menempel, tidak mungkin pergerakan Baekhyun tidak mempengaruhi Chanyeol. Geliat tubuhnya, gerak bokongnya yang sial sekali tepat berada di depan kejantanannya.
"Hey.." Ia mendekat, menempelkan bibirnya di telinga lelaki itu. "Ada apa, hm?"
Chanyeol, cukup mampu untuk memahami situasi. Tak butuh waktu lama baginya turut terangsang karena—siapa yang bisa tahan dengan stimulasi seperti ini?
Berat suara Chanyeol nyaris membuat Baekhyun sepenuhnya lupa diri. Ia bahkan tidak sadar telah menggerakkan pinggul demi lebih merasakan sesuatu yang mulai keras di antara bongkahan bokongnya.
"Kau ingin kita melakukannya lagi?" Lagi, Chanyeol bertanya dalam bisik. Tapi ia tak berekspektasi bahwa Baekhyun akan langsung menyentuh kejantanannya dari posisi lelaki itu yang masih membelakanginya. "A-ah.."
Hal itu mengundang Chanyeol untuk turut terbakar nafsu. Ia menggigit kecil bahu Baekhyun lantas mengarahkan jarinya ke sela-sela kedua bongkahan di bawah sana.
"Hey, jawab aku," Chanyeol menghela, membubuhkan kecupan-kecupan di tengkuk hingga punggung lelaki dalam rengkuhannya, "Kau ingin kita melakukannya lagi?"
Dengan dahi berpeluh, Baekhyun mengangguk kecil meski ada bagian dari dirinya yang sungguh malu mengungkapkan. Tetapi, ia tidak bisa menahan.
Maka satu kali lagi, mereka saling menyatu dan berbagi kenikmatan.
.
.
Satu kali pelepasan yang luar biasa di pagi hari. Keduanya berbagi pelukan. Lagi. Kali ini, sepenuhnya terjaga dan tidak lagi dengan Baekhyun yang membelakangi Chanyeol.
Lelaki mungil itu masih merona, tapi sudah tampak lebih nyaman pada situasi. Lebih baik bagi Chanyeol untuk mengimbangi. Perkara bagian bawah sana yang lengket dan mengganggu, keduanya tidak sama sekali peduli.
"Chanyeol," panggil Baekhyun pelan. Suaranya yang kecil terdengar sedikit serak karena—mungkin—ia terlalu banyak mengerang tadi. Tapi sungguh, tadi itu luar biasa sekali.
Chanyeol hanya menjawab dengan gumaman pelan dan sebuah kecupan di pucuk kepala Baekhyun. Menanti apa yang ingin dikatakan lelaki itu.
"Setelah ini, bagaimana?" tanyanya.
Tidak perlu penjelasan lebih. Chanyeol tahu apa yang tengah Baekhyun tanya dan risaukan.
"Hmm.." Chanyeol menggumam panjang, membenahi kedua lengannya untuk memeluk Baekhyun sedikit lebih erat.
"Ada beberapa hal yang mungkin ingin kulakukan. Kupikir itu akan bekerja," kata Chanyeol. Ia lantas terdiam. Cukup lama. Sedikit menerawang. Baekhyun harus mendongak untuk memastikan Chanyeol tidak sedang jatuh tertidur atau apa.
Mata mereka bertemu. Dengan gemas, Chanyeol mengecupi mata dengan sudut-sudut yang melengkung lucu ke bawah itu.
"Aku memikirkan beberapa rencana yang bisa kita lakukan bersama." Chanyeol melanjutkan. "Kita bisa membahasnya nanti. Bersama Jun, Manajer Do, adikmu, dan juga yang lain."
Baekhyun membentuk satu garis lurus di bibirnya. Membuat kedua pipinya membulat di kiri dan kanan. Tampak berpikir sejenak.
"Chanyeol, hanya pastikan kau melibatkanku.." katanya pelan. "Aku juga akan menghadapinya."
Dua mata kecil itu masih betah Chanyeol tatapi. Mengerjap, bersama dengannya. Ia menyunggingkan senyum kecil atas betapa tulusnya sorot mata itu.
"Dimengerti, Solois Byun," kata Chanyeol setengah bergurau. Memainkan anak-anak rambut di dahi Baekhyun.
"Kim," Baekhyun menyahut.
Alis Chanyeol terangkat. "Ya?"
"Kim Baekhyun." Baekhyun menjelaskan. "Byun marga ibuku yang kugunakan untuk profil debutku."
Pernyataan itu menimbulkan perasaan lain bagi Chanyeol. Ia terdiam penuh antisipasi.
Kim Baekhyun.
Di detik ini ia baru menyadari memang itulah marga yang selalu disebut Baekhyun untuk memanggil adiknya.
Benar. Jika dipikir lagi, ia mungkin baru mengetahui sebagian kecil dari kehidupan Baekhyun. Mendengarnya mengungkapkan satu fakta tentang dirinya yang belum Chanyeol ketahui membuat ia ingin tahu lebih banyak. Lebih banyak lagi.
Perasaan dan pemikiran itu semakin memperjelas apa yang ingin Chanyeol lakukan bersama lelaki ini di masa-masa yang akan datang.
Ini konyol tapi, jika saat ini seseorang menanyakan akan seperti apa masa depannya, Chanyeol hanya bisa melihat Baekhyun di sana.
"Chanyeol?" panggil Baekhyun lagi. Bingung mengapa Chanyeol hanya diam menatapnya.
Rasanya, memang mereka masih memiliki begitu banyak hal untuk dibagi. Tentang diri sendiri, tentang satu sama lain. Tidak ingin dibutakan oleh apapun lagi.
Dimulai dari satu langkah kecil untuk lebih mau mengungkapkan.
"I love you. So fucking much."
Sebuah pernyataan tak relevan yang diiringi kecupan lembut di dahi namun, Baekhyun mungkin akan selamanya tetap merona untuk itu.
.
oOo
.
A little step [n.] a small step or advance in progress
.
fin. (for real!)
.
.
Hehe. Thank you sekali lagi. Terima kasih udah baca sampe sejauh ini /xoxo/ Masih suka malu sayatu sama fic abal ala2 ini.
Ah, fyi, I changed a character's name. The K Ent's owner. Sebenernya buat saya nggak ada hubungannya real life dengan dunia fanfiksi. Pun saya cuma meminjam nama dan visualisasi idol buat nulis. Tapi mungkin buat menghindari ketidaknyamanan, saya ganti nama salah satu cast menjadi OC. Hanya nama. So yang baru baca bakal punya kebebasan lebih buat memvisualisasikan meski sejak awal saya ngambil seorang idol sebagai visualisasinya.
Ok segitu aja hehe. Im currently working on my skripsi dan mau masuk semester 7 jadi bakal juaaarraaanggg banget nulis lagi. Hehe. (hehe melulu!)
Thank youu mwah mwah! Special mention for ByunBaeChiecy | Nitha Gaemgyu | lightdelight | KlyJC | Jiell | ChanBaek09 | channieraa | freakeness | vichan04 | skyofbbh | parkbaek27 | Lucyanaa | Kenzoevaa | ppinkberry | ulalachanbaek | KyoongieParkeu
Makasih, ya, udah mau baca tulisan saya. Salam!
