Disclaimer : Masashi Kishimoto

Summary : Kisah Naruto Uzumaki, seorang anggota pasukan elit Ranger AD Amerika Serikat yang sangat mecintai Negara nya, suatu hari ia ditugaskan ke Ukraina sebagai pasukan perdamaian, disanalah ia bertemu seorang Wanita yang kelak akan mengisi hatinya.

Warning : Military Topic, Konten kekerasan.

.

.

.

"Kau itu kan?"

Mata Naruto terbelalak ketika menyadari siapa perempuan yang baru saja menabrak dirinya ketika ia hendak keluar dari mejanya. Perempuan beriris emerald dengan rambut berwarna soft pink mencolok yang mampu membuatnya menjadi pusat perhatian orang. Perempuan yang dulu pernah membuatnya Jatuh cinta dan rela melakukan apa saja demi membuat perempuan itu merasa senang dan makin jatuh cinta padanya.

"Sakura?" Lanjut Naruto masih tenggelam dengan rasa terkejutnya.

"Naruto?" balas perempuan yang Naruto panggil Sakura tersebut. "Demi Tuhan, apa ini benar kau Naruto?" Pekik Sakura tak percaya ketika mengetahui bahwa orang yang ditabraknya tadi merupakan Mantan kekasihnya, sekali lagi ia tekankan, Mantan kekasihnya. Sakura nampak begitu gembira ketika bertemu lagi dengan Naruto semenjak mereka mereka memutuskan untuk putus 3 tahun yang lalu.

Naruto sendiri mulai menghilangkan rasa terkejutnya, ia lalu menatap Kushina yang juga memasang ekspresi wajah kebingungan ketika melihat putranya itu bertemu kembali dengan sang Mantan kekasihnya yang sempat membuat Hatinya hancur lebur dan merasa dikhianati oleh Mantan kekasihnya itu sendiri.

"Aku tak percaya bisa bertemu denganmu lagi Naruto, kau berubah ya sekarang, kau jauh lebih tampan dan gagah sekarang!" Puji Sakura pada Naruto yang masih memandang Sakura dengan datar, seolah dia tak pernah mengenal perempuan itu sebelumnya. "Ah bibi Kushina juga ada disini, Bibi apa kabar? Bibi terlihat makin cantik dan awet Muda saja" puji Sakura pada Kushina saat ia menyadari bahwa Naruto tidak datang sendirian ke Restoran ini.

"Kabar Bibi baik baik saja Sakura, kabarmu sendiri bagaimana Sakura?" Balas Kushina lembut pada Sakura, walau ia tahu bahwa Sakura pernah menyakiti hati Naruto, toh itu masa lalu, lagipula Kushina sudah memaafkan kelakuan Sakura yang menurutnya benar benar keterlaluan dulu.

"Baik Bi, ah bolehkah aku bergabung dengan kalian? Tidak enak rasanya makan sendirian. Sekalian aku ingin berbicara dengan Naruto. Sudah lama tidak bertemu membuatku ingin bertanya banyak hal padanya" tawar Sakura.

Naruto yang mendengar hal itu lansung membuat gesture menolak pada Kushina, namun Kushina malah mengindahkan permintaan Naruto dan mempersilahkan Sakura untuk bergabung satu meja dengan mereka. "Boleh, silahkan saja Sakura" jawab Kushina.

Naruto memandang tajam ibunya tersebut. Apa apaan ini, kenapa Kushina membiarkan Sakura untuk makan bersama dalam satu meja bersama mereka? Apa Kushina lupa bahwa Naruto pernah bersumpah untuk melupakan Sakura semenjak kejadian 'itu'. Lagipula Naruto yakin bahwa Sakura sudah menikah dengan Uchiha Sasuke, kekasihnya setelah putus dengan Naruto. Apa Sasuke tidak cemburu kalau melihat Sakura makan bersama dengannya dan Ibunya?

"Maaf Sakura, lebih baik kalau kau duduk di meja lainnya saja, aku tidak ingin Sasuke melihat kita makan bersama, masalahnya bisa runyam nanti" kata Naruto datar pada Sakura, berusaha menolak.

"Sasuke? Apa hubungannya dengan Sasuke, Naruto? Jawab Sakura bingung. "Oh aku tahu, kau pasti mengira bahwa aku dan Sasuke masih berhubungan kan?" Lanjut Sakura seolah mengerti jalan pikiran Naruto.

"Sayangnya aku dan Sasuke sudah berpisah 2 tahun yang lalu, dia ternyata berbohong kepadaku, dia sudah bertunangan dengan seorang wanita bernama Shion kemudian ia memutuskan hubungan kami secara sepihak." Ucap Sakura getir. Mengenang masa lalunya bersama Sasuke yang berakhir mengenaskan.

Kushina dan Naruto yang mendengar penjelasan Sakura lagi lagi terkejut, namun sedetik kemudian Naruto menyeringai. Karma, ya, Sakura mendapat Karma atas perbuatan yang pernah ia lakukan pada Naruto dulu dan sekarang ia akhirnya merasakan apa yang Naruto rasakan saat Sakura mengkhianatinya. "Rasain lu" ucap Naruto dalam Hati.

"Ah makanannya sudah datang, ayo kita makan sekarang!" kata Kushina ketika Lee sudah datang membawa pesanan mereka bertiga, sekaligus mengalihkan topik pembicaraan antara Sakura dan Naruto.

"ehm, Sakura, pesananmu-" tanya Lee saat menyadari bahwa Sakura berada di meja Naruto, ia juga membawa pesanan milik Sakura dan bingung harus membawanya kemana?

"Taruh di sini saja mas- eh kok kau tahu namaku?" tanya Sakura saat Lee menyebutkan namanya, perasaan ia tak pernah berkenalan dengan pemuda berambut mangkok itu. Kenapa Lee mengenal namanya?

"A-Aku pernah berkenalan denganmu nona Sakura mungkin kau lupa pernah berkenalan denganku, baiklah Selamat menikmati makanannya!" ucap Lee yang segera udur diri agar tidak dicurigai oleh Sakura yang sekarang menatapnya penuh selidik.

"Ayo kita makan, nanti keburu sore" ucap Naruto pada Kushina dan Sakura. Mendengar ucapan Naruto membuat mereka langsung memulai acara makan siang. selama makan Sakura sering bertanya soal kehidupan pribadi dan karir Militer Naruto semenjak mereka putus, yang dijawab Naruto dengan jawaban singkat sesekali Kushina juga ikut nimbrung dalam pembicaraan. Hingga tak sadar makanan mereka telah habis. Naruto yang sudah tak tahan dengan perbincangannya dengan Sakura pun langsung mengajak ibunya untuk segera pulang.

"Aku yang bayar pesanan milik Naruto dan ibunya juga, mas Pelayan" kata Sakura kepada Lee seraya menyerahkan sejumlah uang pada pelayan berambut model mangkok itu.

"Tunggu dulu, kenapa kau membayar pesanan kami? Lee kembalikan uang itu, aku bayar sendiri pesananku dan ibuku!" Tolak Naruto, apa maksud Sakura membayar pesanannya dan ibunnya? Padahal Naruto tidak minta ditraktir, apa Sakura mencoba pamer pada Naruto kalau ia anak orang kaya? Atau ia punya maksud lain yang tidak Naruto ketahui.

"Jangan repot repot Sakura, kami bisa membayar sendiri" sambung Kushina, ia merasa tidak enak pada Sakura.

"Tidak, tidak, tidak, anggap saja rasa terimah kasihku pada Kalian karena memperbolehkanku bergabung satu meja dengan kalian" balas Sakura sambil mendorong Lee untuk menjauh meninggalkan mereka.

"Cih, ya sudah kalau kau memaksa, ayo bu kita pulang, ayah pasti sudah menunggu kita" Naruto segera menarik tangan ibunya, membawa sang ibu untuk segera naik ke mobil dan pulang ke rumah, Mood Naruto sudah benar benar jelek sehingga ia tak punya keinginan untuk menolak tawaran traktiran dari Sakura, toh dirinya juga diuntungkan karena tak harus membayar makanan yang sudah mereka pesan.

"Hati hati di jalan, Naruto, bibi Kushina!" teriak Sakura sambil melambaikan tangannya ke arah Naruto dan ibunya yang hendak naik mobil mereka untuk pulang. Yang diteriaki langsung tancap gas meninggalkan area parkiran Restoran itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Kau akan menjadi milikku lagi, Uzumaki Naruto" bisik Sakura pelan sambil tersenyum tipis. Ia pun segera menuju ke parkiran tempat dimana mobilnya berada lalu pergi meninggalkan Tenten's Restaurant.

.

.

.

"Naruto, kau tidak boleh seperti itu, Sakura sudah berbaik hati dengan mentraktir kita dan kau malah meninggalkannya tanpa mengucapkan terima kasih, Ibu tidak pernah mengajarimu bertingkah laku seperti itu Naruto!" Nasehat Kushina tampaknya tidak didengarkan oleh Naruto. Ia hanya diam fokus mengendarai mobilnya menuju rumah orang tuanya. Hanya satu yang ingin ia lakukan, Tidur dan melupakan tentang segala peristiwa yang terjadi hari ini.

"Ibu mood ku sedang jelek sekarang, aku sedang tidak ingin berdebat dengan ibu" balas Naruto dengan halus agar tak menyakiti perasaan ibunya. Jujur ia benar benar lelah sekarang. Emosinya benar benar tak stabil, bersiap untuk meledak kapan saja saat dipicu, tentu Naruto tak ingin sampai membentak atau memarahi ibunya karena emosinya yang tidak stabil. Kushina yang mengerti kondisi putranya tersebut langsung diam, tak ingin membuat Naruto hilang kesabaran akibat emosinya yang masih nano nano itu.

Tak terasa mobil sudah sampai di depan rumah mereka. Naruto sedang bersiap memasukkan mobil yang mereka kendarai sekarang ini ke garasi sebelum akhirnya Kushina menginterupsi.

"Ya Tuhan, Ibu lupa membelikan ayahmu Beer untuk nanti malam. Naruto, tolong jaga rumah sebentar ya, ibu pergi ke Supermarket dulu, tidak kan lama kok!" Kushina langsung duduk di kursi pengemudi yang tadi sempat diduduki Naruto, segera tancap gas menuju supermarket terdekat untuk membeli pesanan Suaminya tersebut.

"Kebiasaan!" dengus Naruto, ia langsung masuk ke dalam rumah dan bergegas menuju kamarnya di lantai atas alias di lantai 2. Setelah memasuki kamarnya, Naruto langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur. Merenungkan Peristiwa yang dialaminya seharian ini.

"Haaahhh" Naruto menhembuskan nafasnya kasar, ia merasa sial hari ini. Bagaimana tidak, ia bertemu Sakura tadi, seseorang yang paling ia benci selama ini, lebih tepatnya setelah putus darinya. Perempuan itu sudah benar benar menghancurkan hatinya, perasaannya, bahkan Harta bendanya.

Mengingat soal Sakura, mau tidak mau ingatan Naruto kembali ke kejadian 4 tahun yang lalu, lebih tepatnya saat ia berumur 18 tahun, disaat itulah ia pertama kalinya ia bertemu Sakura bertepatan dengan hari kelulusannya dari Akademi Militer West Point, Akademi militer AD Amerika Serikat. Pertama kali ia mengenal atau bertemu dengan Sakura pun karena paksaan teman temannya bukan dari keinginannya sendiri.

Flashback, 4 tahun yang lalu, Akademi Militer Westpoint, Seattle.

"SELAMAT YA NARUTO, AKHIRNYA KAU BISA LULUS DAN MENJADI TENTARA SUNGGUHAN SEPERTI YANG KAU IMPIKAN SELAMA INI!" teriak seorang Wanita berambut merah sambil memeluk seorang pemuda berambut pirang yang kini tampak mengap mengap akibat pelukan super kuat dari Wanita itu. Wanita berambut merah itu adalah Kushina, sedangkan pemuda yang menjadi korban peluknya adalah Naruto, yang tak lain tak bukan adalah Putra dari Uzumaki Kushina dan Letnan Kolonel Minato. Dan seperti yang kita sudah dengar, Naruto baru saja lulus dari Akademi Militer West Point, Akademi Militer AD Amerika setelah menempuk pendidikan selama 11 bulan lamanya akhirnya dia lulus pada umur yang cukup belia, 18 tahun.

Kini di hari kelulusan para Prajurit muda itu para Orang tua dari masing masing Prajurit pun diundang. tak terkecuali orang tua Naruto, Minato dan Kushina juga turut diundang. Sebenarnya untuk Minato sih dia tidak usah diundang dia juga harus datang ke acara ini, dia kan Perwira pimpinan Battalion ke 6 Ranger AD Amerika Serikat. Dia memiliki tugas untuk mempromosikan Prajurit berprestasi untuk masuk ke Battalion Ranger. Namun ia sedih ketika mendengar dari Instruktur pelatih Prajurit dan komandan korps ketika Naruto tidak termasuk dalam salah satu prajurit Berprestasi tersebut. Namun bukan berarti ia tidak bangga pada Naruto ia tetap bangga karena Naruto telah menunjukkan bahwa ia mampu lulus dari akademi dan menjadi tentara sungguhan.

Ada satu hal lagi yang membuat Minato kecewa dan juga terkejut, Instruktur Pelatih Naruto mengatakan bahwa Naruto tak memiliki insting membunuh. Ketika ia disuruh menghabisi musuhnya dalam latihan ia menolak dengan alasantidak manusiawi membunuh musuh yang menyerah. Dan juga ketika latihan menembak organ Vital musuh Naruto malah menembak bagian yang lain dan hanya menimbulkan luka ringan. Alasannya masih sama, yaitu tak manusiawi melukai musuh secara Vital. Minato geleng geleng kepala mendengarnya, bukankah Prajurit dilatih untuk membunuh dan melumpuhkan musuh? kenapa Naruto justru melawan semua dogma Prajurit dan membuat aturannya sendiri?

Namun Minato tetap diam, tak ingin berdebat dengan Naruto atau dirinya sendiri. Melihat Naruto lulus saja sudah membuatnya bangga dan senang. Tak seharusnya ia membuat Naruto kecewa dengan memaksakan kehendaknya itu.

"Hoi Naruto, Kemari!"teriak kawan kawan Naruto, mengajak Naruto untuk bergabung dengan mereka. Teriakan Kawan kawannya membuat Naruto segera melepaskan pelukan ibunya dan membalas ajakan mereka.

"Ibu, aku pergi dulu, teman temanku mengajakku kesana!" ucap Naruto pada Kushina yang kini menatapnya dengan cemberut karena Naruto tiba tiba melepaskan pelukan sayangnya.

"Kau ini Naruto, ibu kangen tahu sudah 11 bulan kita tak bertemu dan kau langsung pergi lagi? Dasar anak Durhaka" ancam Kushina pada Naruto yang kini menatapnya dengan ketakutan.

"Bu, aku hanya pergi ke sana sebentar kok, kan nanti di rumah kita ketemu lagi, kita bisa berbicara banyak hal, akan kuceritakan saat aku dan Kiba mengusili instruktur pelatih lucu sekali lho waktu itu" jelas Naruto pada ibunya yang masih tampak cemberut itu

"Ya sudah deh, tapi jangan lama lama ya! Ibu dan ayah akan mentraktirmu makan Ramen kesukaanmu di Ichiraku" balas Kushina pada Naruto. Naruto yang tahu bahwa ia akan ditraktir ramen kesukaanya itu pun langsung berjingkrak jingkrak kesenangan. Sifat anak anaknya masih melekat di jiwanya.

"Naruto jaga sikapmu, kau ini sudah menjadi seorang Prajurit, jangan berjingkrak jingkrak seperti anak idiot seperti itu, bikin kami malu saja!" Ucap Minato sadis, entah kenapa memikirkan soal Naruto membuat emosinya naik. Segera Kushina menatapnya dengan sorotan tajam, enak saja mengejek Naruto dengan sebutan idiot. Tega sekali Minato berbicara di depan Naruto seperti itu. Sementara Minato tak peduli, ia tetap acuh tak acuh dengan perasaan Naruto setelah ia hina seperti itu.

"Ah maaf yah, kalau begitu aku pergi dulu ya! Ucap Naruto tak mengindahkan Hinaan ayahnya itu dan langsung berlari menuju teman temannya. Kushina lalu mengapit lengan Minato dan mengajaknya pergi untuk bicara. Nampaknya Kushina hendak mempermasalahkan ucapan Minato pada Naruto yang terkesan menghinanya itu.

"Maaf menunggu lama teman teman!" ucap Naruto setelah ia sampai ke kumpulan teman temannya yang tadi memanggilnya. Kiba yang dari tadi memperhatikan Naruto langsung bertanya padanya "Hoi Naruto, mana pacarmu? Apa dia sedang ke Toilet?" Naruto yang ditanya perihal pacar langsung membalas "Maaf, aku belum punya pacar, Kiba" katanya dengan senyum sumringah.

"Wah kau belum punya pacar ya? Pas sekali, kau berani tidak berkenalan dengan gadis berambut pink disana itu? Kudengar ia juga belum punya pacar sih jadi aku rasa ia cocok denganmu. Ucap temannya yang satu lagi yang bernama Neji sambil menunjuk seorang perempuan berambut soft pink dengan dress warna merah maroon lengkap dengan tas merek ternama di tangannya ia nampak sedang berbincang dengan gadis gadis di depannya.

"Kau gila ya Neji! Kini giliran seorang pemuda berambut model mangkok bernama Lee menanggapi usulan temannya itu "Perempuan yang kau tawarkan pada Naruto itu namanya Sakura Haruno, dan dia anak perempuan satu satunya pemilik perusahaan kopi ternama di Seattle,Kizashi Haruno. mana mungkin dia mau dengan orang biasa seperti kita dan Naruto" lanjut Lee dengan mengebu gebu.

"Yah Naruto, kau kan anak Perwira tinggi, mana mungkin kau tak mampu mebuat dia bertekuk lutut di hadapanmu." Ucap Neji tanpa menggubris perkataan Lee tentang identitas perempuan yang ia maksut. "Atau jangan jangan kau takut? Sambung Neji dengan nada meremehkan kepada Naruto. Manik Lavendernya segera menatap ekspresi Naruto yang bimbang dan kebingungan mendengar tawarannya itu.

"Hei sudahlah Naruto, jangan tanggapi perkataan Neji, dia kan sela-"

"Aku terima tawaranmu" balas Naruto tegas pada Neji, membuat teman temannya dan sang pemilik mata Lavender itu terkejut. Apa Naruto sunnguh ingin menjadikan Sakura Haruno sebagai pacarnya? Kerasukan apa anak itu? Mana mungkin Prajurit pertama seperti Naruto mampu merebut hati Sakura sang anak salah satu orang terkaya di Seattle.

"Tapi dengan satu syarat-" ucap Naruto pada Neji yang kini menatapnya dengan serius "-Jika aku berhasil menjadikan Sakura sebagai pacarku kau harus mentraktirku makan ramen selama sebulan. Bagaimana? Tawar Naruto pada Neji.

"Baiklah, tapi bila kau tidak bisa menjadikannya sebagai pacarmu, kau harus mencium kakiku dan mengatakan 'aku kalah dan aku pecundang', bagaimana?" kini Neji juga menawarkan persyaratannya pada Naruto. Neji sepertinya benar benar ingin mempermalukan Naruto jika ia kalah kali ini.

"Ok DEAL!"Naruto yang setuju langsung menjabat tangan Neji sebagai tanda persetujuan atas persyaratan yang ia dan Neji berikan di persaingan ini. Sementara itu teman teman mereka hanya menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan mereka berdua.

.

.

.

"Hei, kau!" Teriak Naruto pada Sakura yang sedang jalan jalan sendirian di area taman Akademi Militer. Membuat Sakura langsung menoleh pada Naruto yang kini berlari mendekatinya.

"Kau memanggilku?" Tanya Sakura pada Naruto yang tiba tiba memanggilnya. Kini Naruto sudah berdiri di depannya. Dengan senyum mengembang lebar, Naruto mengulurkan tangannya pada Sakura yang kini menatapnya dengan bingung.

"Boleh kita berkenalan? Namaku Uzumaki Michael Naruto, kau bisa memanggilku Michael atau Naruto. Aku seorang lulusan baru Prajurit AD Amerika" Ucap Naruto memperkenalkan dirinya pada Sakura. Tangannya yang terulur ke depan pada Sakura untuk bersalaman tak dibalas, membuat Naruto segera memasukkan tangannya tadi ke saku celananya.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Maaf, tapi aku tidak biasa berkenalan dengan orang asing yang tidak punya kepentingan denganku atau keluargaku. Permisi tuan" balas Sakura pendek, menolak untuk berkenalan dengan Naruto. Ia segera melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda karena Naruto memanggil nya tadi.

Naruto menggigit bibirnya dengan kuat, sial kalau begini kesempatannya untuk mendekati Sakura bisa gagal. Ia sedang memikirkan bagaimana cara agar Sakura bisa tertarik untuk berkenalan dengannya, namun semua hal yang ia tahu sudah ia lakukan dan Sakura tetap menolak berkenalan dengannya.

'Kecuali cara itu, ya, mungkin cara itu akan berhasil'ucap Naruto dalam Hati

"A-aku anak dari Letnan Kolonel Johnatan Namikaze, si-siapa tahu dengan kita berkenalan, hubungan Keluarga kita bisa jadi lebih dekat" ucap Naruto gugup. Jujur dia merasa menjadi seorang pecundang ketika menyebut nama besar ayahnya untuk bisa berkenalan dengan Sakura. Namun ia juga tidak sudi mencium kaki Neji dan berkata bahwa ia adalah pecundang jika ia gagal mendapatkan Sakura. Bodo amat dengan nama besar Ayahnya, yang penting ia bisa makan ramen sebulan penuh gratis. Dan membuktikan pada teman temannya bahwa ia bisa punya pacar.

Langkah Sakura terhenti ketika Naruto menyebut nama itu. Johnatan Namikaze atau Minato Namikaze adalah seorang perwira tinggi Militer AS paling berpengaruh di Seattle. Selain itu dia juga memiliki beberapa bisnis yang tak kecil, walaupun tak sesukses ayahnya. Ia bahakan sempat dicalonkan menjadi walikota seattle walaupun ditolak oleh Minato karena ia tidak bisa berpolitik. Ditambah sang istri, Kushina yang saat ini menjabat sebagai ketua komite perlindungan perempuan dan anak Seattle membuat pengaruh keluarga mereka di Seattle semakin besar. Tak jarang beberapa politikus atau penjabat datang ke rumah mereka untuk meminta saran dan pendapat. Jika Sakura memiliki hubungan dengan Naruto otomatis bisa membuat keluarga Haruno juga masuk ke lingkungan politik keluarga Namikaze dan mendongkrak nama keluarga mereka. "Ah aku bisa memanfaatkan si Naruto ini, fu..fu..fu" ucap Sakura licik dalam hatinya.

"Wah benarkah kau anak tuan Johnatan Namikaze?" tanya Sakura pada Naruto "Namaku Sakura Haruno, anak dari Kizashi dan Mebuki Haruno, Salam kenal!" sambung Sakura dengan senyum manisnya. Padahal tadi ia ketus dan enggan berkenalan dengan Naruto. Harta dan Kekuasaan sudah mempengaruhi pikiran Perempuan berambut soft pink ini.

Sedangkan Naruto langsung tersenyum lebar saat melihat perubahan sikap Sakura padanya, taktik jitu yang ia lakukan ternyata berhasil. Walaupun terkesan licik karena Naruto menggunakan nama besar Ayahnya, tapi bukankah kata pepatah 'Tidak ada yang adil dalam Cinta dan Perang'? itu berarti sah sah saja dong dia mengunakan berbagai cara untuk bisa mendapatkan Sakura?

"Senang berkenalan denganmu juga Sakura-chan!" balas Naruto pada Sakura. Setelah itu mereka berjalan bersama sama menyusuri komplek Akademi Militer sambil berbincang dan tentang satu sama lain. Sesekali Naruto menimpali obrolan Sakura begitu juga sebaliknya. Mereka tampak akrab padahal mereka baru bertemu dan berkenalan 20 menit yang lalu. Tampaknya benih benih cinta mulai terjalin di antara mereka. Cinta Monyet karena keduanya mecintai satu sama lain karena keinginan yang lain. bukan murni karena mereka mencintai satu sama lain.

"Ah, Sakura-chan, aku tau mungkin ini terdengar kurang etis, apalagi kita baru saja bertemu. Tapi, bolehkah besok siang aku mengajakmu kencan? Hanya kencan di Taman Seattle dan makan siang di Restoran, tidak lebih" ucap Naruto gugup. Ia mengajak Sakura kencan tentu agar gadis itu semakin dekat dan nyaman dengannya. Walaupun tidak seharusnya ia langsung mengajak Sakura kencan. Mungkin saja Sakura masih menganggap Naruto sebagai orang asing yang baru mengenal dirinya.

"Boleh saja Naruto, jemput aku di rumahku besok pukul 1 siang. Ini alamat rumahku dan nomer telepon ku. Tolong disimpan ya!" balas Sakura sambil menyerahkan secarik kertas berisi Alamat dan nomor telepon pribadinya. "Hubungi aku nanti malam ya, Naruto. Aku masih ingin mengenal dirimu lebih jauh lagi" sambung Sakura, setelah itu ia berpamitan pulang pada Naruto karena hari semakin gelap. Naruto yang masih merasa tidak percaya bahwa Sakura menyetujui berkencan dengannya langsung melambaikan tangan/mengucapkan perpisahan pada Sakura. Tidak sadar bahwa kedua orangtuanya berada dibelakangnya sedari tadi. Mengawasi putra mereka yang tampaknya baru saja jatuh cinta pada gadis idamannya itu.

"Wah wah Anak kita sudah menemukan pujaan hatinya ternyata Minato!" ucap Kushina sambil memeluk Naruto dari belakang. Minato hanya tersenyum simpul melihat Naruto berhasil berkenalan dengan perempuan teringat dengan kisah pacarannya dengan Kushina di Okinawa dulu.

"Ibu dan Ayah mengintip ya? dasar Stalker, tidak sopan tau!" ucap Naruto sebal. Yang dituduh pun memasang wajah garang, membuat Naruto kicep seketika.

"Sudahlah, ayo kita langsung ke Ichiraku. Nanti kita tidak dapat tempat duduk lho, ini kan weekend" kata Minato membuat duo ibu dan anak itu menyadari sesuatu. Sejurus kemudian Naruto langsung menyeret ibu dan ayahnya untuk segera pergi ke Ichiraku "Baiklah, ayo kita pergi ke Ichiraku dan makan bermangkuk mangkuk Ramen!" katanya dengan semangat. Membuat Kushina dan Minato tertwa melihat tingkah laku putranya. Minato juga tidak segalak tadi ketika melihat Naruto bertingkah layaknya anak kecil.

Dan Sore itu Keluarga Namikaze lalui dengan perasaan Riang gembira dan penuh kebahagiaan. Baik saat berada di Ichiraku maupun di rumah mereka.

.

.

.

Naruto kini tengah berada di Taman Seattle, dia tidak sendiri melainkan ada Sakura yang menemaninya. Ya mereka berdua memang sedang kencan. Naruto tampak gagah dengan seragam militer bercorak digital cammo berwarna kuning gurun dan baret coklat diselipkan di pundaknya. Sedangkan Sakura nampak tampil manis dengan kaus berwarna putih dan overall juga sepatu kets berwarna merah. Mereka benar benar pasangan yang serasi.

"Ah Sakura-chan, bagaimana kalau kita makan siang disitu? Nampaknya Restoran itu cukup bagus dan makanannya juga enak!" ucap Naruto pada Sakura seraya menunjuk salah satu Restoran bergaya arsitektur khas Jepang dengan tangannya. Naruto sempat tahu Restoran itu dari teman ibunya yang pernah datang kesana. Katanya makanannya sangat enak dan harganya cukup terjangkau. Membuat Naruto tidak ragu mengajak Sakura makan siang disana.

"Boleh, kebetulan aku juga lapar Naruto" balas Sakura. Mendengar persetujuan Sakura membuat Naruto langsung mengandeng tangan Sakura masuk ke dalam Restoran bernuansa Jepang itu.

"Selamat datang di Akimichi's Japanese Restaurant!" sambut pegawai Restoran yang mengenakan Yukata sambil membungkuk hormat. Naruto dan Sakura langsung mencari tempat duduk strategis yang sekiranya nyaman dan tidak berisik. Pilihan mereka jatuh pada bangku di pojok Restoran, berdekatan dengan taman bonsai dan jendela. Tanpa basa basi mereka langsung duduk dan memanggil pelayan untuk memesan makanan.

"Bagaimana Restoran ini? bagus tidak?" tanya Naruto pada Sakura

"Bagus kok, suasana khas pedesaan di Jepang nya terasa sekali, mengingatkanku pada rumah Nenekku di Kyushu" balas Sakura sambil mengamati interior Restoran yang sebagian besar menggunakan kayu sebagai hiasan maupun dinding Restorannya. sementara itu Naruto tersenyum mendengar pendapat Sakura 'baguslah kalau dia senang' kata Naruto dalam hati. tidak berapa lama Pelayan datang ke meja mereka sambil membawa buku menu.

"Mau pesan apa? tuan, nyonya?" tanya Pelayan itu sambil menyerahkan buku menu dan menyiapkan notes kecil dan pulpen, siap menulis.

"Ah, iya aku pesan.." ucap Sakura sambil melihat daftar menu, tak berapa lama setelah menemukan menu yang ia rasa cocok ia pun segera memesan "Kare udon nya 2, Sushi 1 set, lalu untuk minumannya, Ocha dan.. kau minum apa Naruto? tanya Sakura pada Naruto.

"Aku Beer saja"

"Baiklah itu saja mbak" ucap Sakura sambl mengembalikan buku menu pada Pelayan Wanita itu.

"Baik saya ulangi ya pesanannya, Kare udon nya 2, Sushi 1 set, lalu untuk minumannya, Ocha dan Beer masing masing satu" kata Pelayan itu sambil mengulang menu yang dipesan Sakura. Sakura kemudian menganggukkan kepala pertanda semua menu yang dia pesan benar. lalu sang Pelayan pergi dari meja tersebut ketika Menu yang ia tulis sudah tepat sesuai permintaan mereka.

Naruto sendiri tersenyum keki, sebenarnya tadi ia ingin memesan Ramen Char Siu potongan besar Favoritnya namun Sakura malah memesankan Kare untuknya. untung saja Naruto suka makan Kare, bisa gawat kalau Sakura memesan sup Belut yang notabene merupakan makanan yang paling Naruto benci, bisa bisa dia malah muntah dan mengacaukan kencan mereka berdua.

Sembari menunggu pesanan mereka datang, Naruto dan Sakura kembali berbincang bincang ringan seputar kehidupan mereka, Naruto akhirnya mengetahui kalau Sakura merupakan anak Tunggal di Keluarganya- artinya sama dengan Naruto yang juga merupakan anak Tunggal, lalu Sakura juga suka berbelanja produk produk bermerek terkenal yang tentunya harganya selangit, membuat Naruto meneguk ludah membayangkan isi dompetnya yang terancam hangus jika Sakura minta dibelikan tas atau barang bermerek semacamnya yang harganya gila gilaan itu.

"Ne, Sakura-chan aku ingin berbicara serius denganmu" ucap Naruto dengan nada serius pada Sakura yang kini sibuk dengan ponsel lipatnya. ia rasa ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya pada Sakura. wanita yang telah membuat hatinya meledak ketika Naruto bertemu dengannya.

"Ah, kau mau bicara tentang apa Naruto?" Sakura menutup layar ponsel lipatnya kemudian menatap Naruto dengan penasaran.

"Aku tahu ini terdengar gila, kau boleh menganggapku apa setelah ini,tapi..." ucapan Naruto terpotong, ia gugup dan takut Sakura akan membencinya jika ia mengatakan ini. "A-aku mau bilang kalau aku..." lagi Naruto terlalu gugup sehingga tak bisa menyelesaikan kalimatnya.

"Naruto, katakan saja, aku tidak akan marah, tapi tolong jangan membuat aku penasaran seperti ini" Pinta Sakura pada Naruto. membuat Naruto semakin mantap untuk mengutarakan isi hatinya pada Sakura.

"Sakura" ucap Naruto seraya mengumpulkan keberanian "A-aku suka padamu, maukah kau menjadi pacarku?" sambung Naruto sambil mengacungkan sepuket bunga Mawar pada Sakura. Naruto menundukkan wajahnya ke bawah sambil menutup kedua matanya erat. dengan cemas menungu jawaban Sakura.

"Na-Naruto" balas Sakura terbata bata, terkejut mendengar pernyataan Naruto yang ingin menjadikannya pacar alias ia baru saja ditembak oleh Naruto "A-aku mau, aku mau menjadi pacarmu Naruto." lanjut Sakura dengan wajah memerah karena Malu.

"Be-benarkah? TERIMA KASIH SAKURA-CHAN!"Teriak Naruto lalu segera memeluk erat Sakura, membuat mereka jadi pusat perhatian di Restoran tersebut.

"Naruto, lepas, malu tahu!" ucap Sakura sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan maut Naruto ketika menyadari bahwa mereka jadi pusat perhatian orang orang di Restoran itu, sedangkan Naruto sebagai pelaku pemelukan langsung melepaskan pelukannya pada Sakura. "Habis aku senang sekali sih Sakura-chan!" balas Naruto sambil mencubit pelan pipi putih Sakura, membuat Sakura tersipu malu.

"Ah makanannya sudah datang Naruto! ayo kita makan dulu, aku sudah lapar nih!" ucap Sakura ketika melihat pesanan mereka telah sampai. "Kau benar Sakura-chan aku sudah benar benar kerocongan karena menahan perasaanku tadi" balas Naruto singkat.

Dan hari itu benar benar menjadi hari yang berbahagia bagi Naruto. hari dimana cintanya diterima oleh Gadis pujaan hatinya, padahal awalnya ia Cuma mendekati gadis itu karena bertaruh dengan temannya, namun kini ia sudah benar benar mencintai gadis itu, dan ia bertekad untuk melakukan apa saja agar Sakura bisa bahagia.

.

.

.

"Naruto, tidak biasanya kau pulang telat, apa di jalan ada masalah?" tanya sang ibu ketika menyambut Naruto pulang. dirinya khawatir saat mengetahui Naruto baru pulang jam 8 Malam, padahal ia janji akan pulang jam 5 setelah berkencan dengan Sakura.

"Tidak ada apa apa bu, aku hanya pergi ke Bar sebentar, disana seru sekali bu, hahahaha" ucap Naruto dengan mata sayu sambil tertawa, terlihat jelas bahwa ia sedang mabuk. Kushina yang mengetahu kalau anaknya mabuk pun langsung menyeret Naruto ke depan Kamar mandi dan menyuruhnya untuk berendam air hangat yang sudah ia agar Naruto segera lepas dari pengaruh Alkhohol yang baru saja ia tenggak. Naruto yang dalam kondisi mabuk hanya pasrah saat ibunya menyuruhnya untuk berendam air hangat.

"Bagaimana? sudah mendingan?" tanya Kushina saat Naruto keluar dari kamar mandi setelah setengah jam berendam di air hangat. mata Naruto tidak lagi tampak sayu, namun kini rasa pusing yang sekarang memenuhi kepalanya membuat ia ingin segera tidur di kasurnya yang nyaman.

"Aku merasa pusing bu, aku ingin segera tidur" jawab Naruto sambil memegangi kepalanya.

"Ya sudah tidurlah, jangan sampai ayahmu tahu kalau kau mabuk, bisa bisa kau dimarahi. oh ya ngomong ngomong kau sudah makan belum, kalau belum makanlah dulu sebelum tidur supaya tidak pusing" balas Kushina.

"Aku sudah makan kok, aku ke kamarku dulu ya bu. ah aku lupa, aku membawakan Tacos untuk ibu dan ayah, ada di Kresek warna Hitam di atas meja" ucap Naruto, lalu ia segera menuju kamarnya untuk tidur dan mengistirahatkan badannya yang sudah pegal pegal karena kencan tadi siang, meninggalkan Kushina yang kini menatapnya Khawatir karena Naruto yang tiba tiba pulang dalam keadaan mabuk.

'Brruuuukk' suara Kasur yang ditimpa oleh tubuh Naruto. kini ia merebahkan dirinya ke Kasur sambil sesekali mengecek layar Ponselnya, menunggu balasan chat dari Sakura yang menanyakan keadaan dirinya. rasa pusingnya mulai mereda dan ia tak bisa tidur. membuat memutuskan chatting dengan Sakura untuk menghilangkan rasa dari chatting mereka kebanyakan soal curhatan Sakura menngenai teman temannya yang sombong dan sok cantik baginya, tentu saja Naruto menanggapinya dengan bijaksana dan menasehati Sakura untuk tidak berprasangka buruk pada temannya. Sakura yang kesal dengan Nasehat Naruto bahkan menuduh Naruto berpihak pada teman temannya yang sombong dan sok cantik itu, mebuat Naruto harus berkali kali meyakinkan Sakura kalau ia tidak membela siapapun dan bersikap Netral.

Tidak terasa chat yang Naruto dan Sakura lakukan di Ponsel mereka harus berakhir karena hari sudah larut. Naruto dan Sakura memutuskan untuk mengakhiri chat tersebut untuk beristirahat, toh besok mereka bertemu lagi, jadi mereka lebih baik tidur agar besok bisa melakukan aktivitas dengan baik dan maksimal.

( Aku sayang padamu Sakura-chan, selamat tidur )

( Aku juga sayang padamu Naruto, selamat tidur juga, sampai bertemu besok )

Setelah mengirim chat terakhirnya pada Sakura, Naruto langsung memejamkan matanya untuk tidur, berharap bahwa kebahagiannya dengan Sakura akan berlangsung hingga mereka terpisah oleh maut. terlalu jauh memang pikiran Naruto, padahal baru satu hari ia berpacaran dengan Sakura, namun dari harapannya seolah olah dia dan Sakura sudah menjadi pasangan suami istri yang siap mengarungi derasnya bahtera rumah tangga. Tapi, namanya juga Manusia yang dimabuk cinta, berharap sedikit lebih tinggi tentu tidak ada masalah kan?

Haahh, Cinta memang Buta...

.

.

.

TBC

^Pojok Author

Uwaaaa maafkan Author Minna, janji kalau Chapte 4 bakal lebih mengutamakan unsur militer kayaknya ga bisa saya tepatin nih!

well itu karena Flashback Naruto saya buat cukup panjang karena seperti kata saya di Chapter sebelumnya, kisah Naruto dan Sakura akan sangat mempengaruhi kelanjutan cerita kedepannya. Naruto jadi seorang prajurit Ranger juga karena kisah cintanya dengan Sakura.

jadi tunggu aja Chapter selanjutnya, chapter selanjutnya Flashback kisah cinta Naruto dan Sakura udah selesai dan bakal berlanjut ke arah cerita action Militer. jadi tunggu aja okee ;)

Mohon Kritik dan Saran Tulis di kolom komentar ya!

Salam hangat

Author : Leopard2RI