"Aku takut dia akan menyakiti penduduk desa lagi, Naruto-kun"

"Aku akan melindungimu, aku berjanji padamu Hinata..."

"Benarkah? kau akan melindungiku Naruto-kun?

"Yah, aku berjanji, aku akan melindungimu dari gangguan orang orang jahat itu, Hinata..."

"Naruto-kun..."

'DUAAAAARRRRRRRR'

"OH TUHAN... HINATA, TIDAAAAAKKKKKK...!"

.

.

.

"HINATAAAA...!" tiba tiba Naruto bangun dari tempat tidurnya sambil meneriakkan nama gadis berambut indigo itu. wajahnya terlihat penuh keringat. ekspresi wajahnya memperlihatkan seolah olah ia baru saja melihat peristiwa menyeramkan terjadi di depan matanya. nafas nya tersenggal senggal seakan akan baru berlari sejauh 100 Km. sang pria berambut kuning itu masih berusaha menjernihkan pikirannya, menyadarkan dirinya bahwa kejadian yang tadi ia lihat hanyalah mimpi buruk. walau otaknya masih belum bisa menerima hal itu sepenuhnya.

"Haaaahhhh... haaaaahhhh...haaaaaaaahhhhh" Naruto mengatur nafasnya yang masih tersenggal senggal, sial.. mimpi yang ia alami barusan benar benar seperti nyata. di dalam mimpinya itu ia melihat tubuh Hnata terlempar sejauh beberapa meter akibat tembakan peluru Artileri yang mengenai samping tubuhnya. setelah tubuh Hinata mendarat di tanah itu barulah Naruto melihat tubuh mungil Hinata yang terlihat hancur total dan hanya tmenyisakan lembaran kain dari sisa pakaiannya saja.

Intinya... mimpinya sangat terkutuk dan menyeramkan. bayangkan saja ada orang yang sangat kau kenal dengan kondisi tubuh yang tercerai berai mati tepa disebelahmu

"Siaaaalll... kenapa di umurku yang ke 23 tahun ini aku masih bisa mengalami mimpi buruk ya..? dan kenapa Hinata selalu hadir di setiap mimpiku akhir akhir ini? benar benar brengsek..." Gerutu Naruto sembari mengacak ngacak surai pirangnya yang sedikit berantakan setelah bangun tidur. ia kemudian melihat jam dinding yang dipasang di dekat meja kerjanya. aaaaahhh...baru jam 3 pagi. masih ada waktu selama 6 jam sebelum ia harus mengerjakan laporan hasil Operasi tempur, Logistik dan Observasi Daerah selama 5 hari ia dan kompinya bertugas di kawasan Donestk, Ukraina. memang Pangkatnya yang sudah Perwira Menengah membuatnya harus lebih sering berada di belakang meja kerja daripada di lapangan. untuk urusan Patroli dan tugas pengamanan lainnya ia serahkan pada Kiba dan Heffron selaku Letnan satu pemimpin Peleton 1 dan 2. sedangkan Chouji ia tugaskan sebagai Asisten Perwiranya.

Ia sempat ragu saat memilih menempatkan Kiba atau Heffron sebagai komandan Kompi selama ia tidak bisa memimpin Kompi secara langsung. ia khawatir akan adanya perselisihan diantara mereka karena ia tahu kalau Kiba dan Heffron merupakan Rival dan seringkali beradu jotos karena permasalahan sepele. hingga akhirnya dia memutuskan untuk membagi Kompi menjadi 2 yaitu Kompi Delta Peleton 1 dan Kompi Delta Peleton 2. dengan masing masing Peleton dimpimpin Kiba dan Heffron. itu juga menjadi alasan kenapa Chouji ia pindahkan menjadi Asisten Perwira Komando Operasi karena Chouji mempunyai Pangkat yang sama dengan Kiba dan Heffron yaitu Letnan Satu. tidak mungkin ia menempatkan 2 orang Letnan satu dalam 1 Peleton yang dipimpin oleh seorang Letnan satu juga.

Naruto mengambil SmartPhone miliknya yang ia Charge di meja ruang kerjanya. jari jari tangannya mengusap layar Pintar Smartphone miliknya itu untuk mencari beberapa kontak teman teman atau keluarganya yang masih Online. tapi sudah bolak balik ia mememeriksa kontak aplikasi Chatting di Smartphone nya itu, tidak ada yang sedang Online. bahkan sang Ibu yang biasanya melakukan pelayanan Gereja setiap hari Sabtu dan Minggu ( ini hari Minggu ) dan aktif bermedsos ria mulai jam 9 pagi pun terlihat di kontaknya terakhir Online pada jam 11 malam kemarin.

"Haahhh kontak ibu pun belum Online. mungkin Ibu sedang Pelayanan Gereja sekarang... teman teman dan Saudaraku pun belum ada yang Online kontaknya. matikan saja ah.." desah Naruto. ia hendak keluar dari Aplikasi Chat itu sebelum akhirnya sebuah pesan muncul di kontaknya. ia melihat siapa pengirim pesan ke kontaknya itu. tidak ada namanya. itu berarti dia belum mensave kontak orang itu di Smartphone nya. Naruto mengernyit heran. lha terus ini orang dapet nomer Telepon nya darimana ya pikirnya. ia lalu mengecek isi pesan dari kontak misterius ke kontaknya.

'Hai Narutoooo.., Wah... kau juga bangun lebih awal ya? kok sama sih denganku? hehehehehe "^ w ^"' itulah isi pesan dari Kontak Misterius itu pada Naruto. Naruto makin heran. ini berarti si pengirim kontak Misterius itu telah mengenal Naruto atau mensave kontaknya. Naruto hanya menyimpan kontak orang orang yang dikenalnya dekat saja. jadi siapa kira kira orang ini? apa mungkin ini ulah Kiba yang sering menjahilinya? tapi untuk apa juga Kiba bangun pagi pagi buta hanya untuk menjahilinya. si Pemalas itu pasti masih tertidur di Kasurnya yang disebut sebut oleh para Prajurit Kompi Delta sebagai kasur yang paling empuk di Barak.

"Siapa Kau? jangan main main denganku, atau dengan tegas akan kubawa kau ke jalur hukum Militer karena telah menyadap Komunikasi Anggota Militer dengan tujuan Intelijensi..!" Gertak Naruto sambil tersenyum simpul saat membalas Chat pengirim kontak Misterius itu. Naruto tahu bahwa nomer Telepon pengirim Kontak Misterius itu berasal dari salah satu jaringan seluler terkemuka Amerika jadi ia menyimpulkan bahwa ini adalah ulah jahil teman teman dekatnya seperti Rock Lee atau James atau bisa jadi Neji yang tidak ikut dikirim ke Ukraina. dan soal Jalur Hukum Militer merupakan dusta saja. mana mungkin ia memenjarakan temannya sendiri karena masalah sepele seperti ini. walaupun kadang mereka bercandanya keterlaluan sih. tapi tetap saja mereka adalah teman dekatnya atau bisa dibilang sahabatnya.

"Iiiiihhhh Takut... jangan Hukum aku doooonnggg, nanti kalau aku dipenjara bagaimana!? :V"

Naruto tertawa terpingkal pingkal saat melihat balasan dari pengirim kontak Misterius itu. menggelikan pakai emoticon lagi... Naruto benar benar yakin kalau ini adalah ulah jahil teman temannya yang saking gabutnya di Seattle sampai rela membeli Pulsa Elektonik yang cukup mahal untuk melakukan Chatting Lintas Benua. ia lalu mengetikkan beberapa kalimat untuk membalas Chat dari pengirim kontak Misterius itu.

"Biar saja. nanti kalau kau di Penjara Anusmu bakal robek dan menganga lebar karena dis*domi oleh Narapidana satu sel. kan enak tuh, kalau kau e*k jadi gampang keluar T*i nya. awokwowkwowkwok..."

Asli, Chat antara Naruto dan si pengirim kontak Misterius ini udah melenceng dari topik awal. kenapa Naruto dan si pengirim kontak Misterius ini malah jadi akrab begini sih!? pakai bahas soal sodomi dan Anus pula... benar benar chat yang penuh kehinaan. tak berselang lama, Notifikasi balasan dari pengirim Kontak misterius itu masuk ke kontak chat Naruto.

"Ih joroknya bahasamu... tapi aku suka lho cowok yang omongannya lugas kayak kamu. apalagi ngomong jorok waktu kencan.. aduuuuhhh pasti hot banget...!"

Shit, inimah udah menggelikan banget, dari bahasa yang digunakan si pengirim kontak Misterius itu Naruto udah bisa menebak ini ulah siapa... pasti ini ulah Neji. itu monyet kalau udah jahil emang gak setengah setengah. dulu saja ia pernah memasukkan 2 pak kondom ke Dashboard mobil Shikamaru saat ia tengah kencan dengan pacarnya, Temari. saat Temari tahu ada 2 pak kondom di Dashboard mobil Shikamaru ditaboklah sang kekeasih, si rambut nanas hingga babak belur. hubungan mereka hampir terancam bubar, namun untung saja Neji dan seluruh perwira menengah Batalion Ranger bersama Shikamaru datang ke rumah Temari untuk menjelaskan bahwa 2 pak kondom di Dashboard mobil Shikamaru merupakan ulah jahil Neji. semenjak saat itu hubungan Shikamaru dan Neji menjadi rival dalam urusan menjahili satu sama lain. jahil level brutal sampai berdarah darah juga pernah. itulah kalau punya otak jenius tapi digunakan untuk tujuan yang salah.

"Ku Video Call saja lah, si Bangsat satu ini memang harus dikasih pelajaran. biar kubalas dengan jurus rahasiaku. hehehehehe" ucap Naruto tersenyum licik sambil menekan tombol untuk Video Call. jurus rahasia yang ia maksut adalah mengejek Neji dengan sebutan banci atau Gay, Neji sangat membenci sebutan Banci atau Gay yang seringkali disematkan padanya. jika dikatai Banci atau Gay, maka ia akan segera meninggalkan atau memaki teman teman atau orang yang mengatainya Banci atau gay tadi. habis wajahnya terlalu cantik untuk ukuran laki laki. selain itu tubuhnya yang sedikit gempal dengan pipi Chubby dapat membuat para pria yang Straight sekalipun bakal jadi Gay sesaat saat melihat wajah Neji.

'Tut' Panggilan Video Call diterima oleh si pengirim Misterius itu. Naruto mengarahkan kamera depan Smartphonenya persis menghadap wajahnya. lalu saat layar Smartphonenya mulai menampilkan wajah dari pengirim kontak misterius itu sontak Naruto berteriak kencang...

"BACOT KAU BANCIIIIIIIII, NEJI GAAAAAAYYYYYYYYY!" teriak Naruto tepat menghadap Smartphone miliknya itu. ia menghela napas sebentar sebelum melihat reaksi Neji. pasti dia akan mengamuk dan membalas makian Naruto. "heheheh pasti bakal seru ini" ucap Naruto dalam hati.

"Neji? aku bukan Neji, Narutoooo, masa kau lupa dengan gadis secantik aku sih..."

He? bukan Neji? Naruto lalu melihat layar Smartphone miliknya. terlihat di layar wajah seorang gadis berambut Soft pink dengan jidat selebar landasan pacu bandara, beriris emerald dan tengah tidur tengkurap dengan santainya sambil melambai lambaikan telapak tangannya ke arah layar Smartphonenya alias melambaikan tangan kepada Naruto.

"Oh, ternyata Sakura... kupikir Neji, ah sialan.." gerutu Naruto saat menyadari bahwa yang men Chat nya dartadi adalah Sakura bukan Neji sahabatnya.

1.

...

2.

...

3.

...

"HEEEEEEEEEEEEEE... SAKURAAAAAAAAAAAA...!?" Naruto menjerit saat baru ngeh sepenuhnya tentang siapa yang meng video callnya saat ini. sedangkan Sakura sedang tertawa terbahak bahak ketika melihat ekspresi mantan kekasihnya itu saat sedang terkejut.

"Hahahahahaha, mukamu lucu sekali saat kaget darling, muahahahahahaha"

"Berisik kau jalang! mau apa kau menghubungiku pagi pagi buta begini!" bentak Naruto pada Sakura yang masih tertawa terpingkal pingkal sambil memegangi perutnya.

"Hahaha- he? ini sudah siang lho darling~ jangan bilang kalau kau bangun kesiangan..."

"Di Ukraina baru jam 3 pagi TOLOL! mangkanya otakmu dipakai, kau ini jidat dilebarin otak dikecilin!" maki Naruto pada Sakura. Naruto memang suka sekali memaki atau menghina Sakura menggunakan bahasa kasar. Sakura sendiri awalnya merasa tidak nyaman dan tersinggung dengan ucapan Naruto yang kelewat 'sopan' itu. namun seiring berjalannya waktu Sakura mulai terbiasa dan bahkan menganggap ucapan kasar Naruto adalah tanda keakraban diantara mereka berdua. memang tidak masuk akal namun itulah pandangan Sakura terhadap sifat jelek Naruto tersebut.

"Iya-iya, aku minta maaf... habis, saat aku melihat status Chatting Online kulihat kontakmu sedang aktif. ya sudah kuhubungi saja. aku lagi gabut soalnya hehehehehe..."

"Tunggu dulu... kau melihat kontakku aktif? kau dapat kontak ku darimana? aku kan tidak pernah memberitahumu nomor kotak ku yang baru..." tanya Naruto keheranan. dia tidak pernah menyimpan nomor kontak Sakura jadi, Sakura bisa tahu nomornya dari siapa?"

"Dari mama Kushina... mama Kushina yang memberiku kontak mu. hei Naruto, kau benar benar beruntung punya ibu seperti mama Kushina. mama Kushina sangat baik padaku. dia wanita yang sangat penyayang. aku yang bukan anaknya saja dimanja setiap kali aku mampir ke rumah keluargamu"

"Dari ibuku!? ya Tuhan... dan apa apaan panggilan mama Kushina itu. berhenti memanggil nama Ibuku dengan sebutan menjijikkan itu. kau itu bukan anaknya paham! ibuku hanya kasihan melihat pelacur sepertimu masih hidup di dunia ini. bukan karena menganggapmu sebagai anaknya sendiri. jadi berhentilah berharap kalau ibuku menyayangi Pelacur anak haram seperti dirimu, SAKURA!" kata kata setajam pisau itu kembali Naruto ucapkan keras keras pada Sakura. Naruto menghembuskan nafasnya perlahan. mengatur ritme nafasnya yang tidak beraturan. sedetik kemudian ia dikejutkan dengan suara tangis kecil dari Smartphone miliknya. Sakura tengah menangis terisak. kepalanya ia tundukkan kebawah. helaian surai softpink miliknya menutupi wajah ayunya yang sedang terisak menyembunyikan tangisnya dari sang pria bersurai pirang. Naruto terdiam sejenak. mungkin ucapannya benar benar keterlaluan kali ini. tapi bukankah apa yang Sakura lakukan padanya dulu lebih kejam dari sekedar ucapannya kali ini. Selingkuh... itu salah satu dosa Sakura yang akan terus Naruto ingat di memori otaknya. sebuah dosa yang tidak akan pernah ia maafkan dari Sakura sampai kapanpun.

"Kau benar Naruto... aku hanya anak haram pelacur yang menggantungkan hidupnya pada orang lain" ucap Sakura sambil menyeka air matanya menggunakan selembar tissue. sempat terjadi keheningan selama beberapa detik sebelum Sakura kembali melanjutkan perkataannya.

"Orang Tuaku baru saja bercerai... ucapnya dengan nada datar. " mereka berdua ternyata sudah sama sama berselingkuh selama 16 tahun pernikahan mereka. bahkan hasil perselingkuhan mereka berdua sudah menghasilkan beberapa anak dari masing masing pasangan mereka baik dari ibuku maupun ayahku. dan Ironisnya saat persidangan cerai mereka pada 3 hari yang lalu kedua orang tuaku tidak menginginkanku untuk ikut bersama salah satu dari keluarga baru mereka. mereka membuangku. mereka bilang aku adalah anak dari hasil perselingkuhan ibuku dengan salah satu kekasih gelapnya. bayangkan betapa hancurnya hatiku saat mengetahui kalau ternyata selama ini aku adalah anak haram dari perselingkuhan ibuku dengan pria lain yang bukan ayahku!?."

"Tak hanya itu seluruh fasilitas, baik itu mobil maupun Apartemenku diambil oleh kedua orang tuaku. bahkan hak warisku dibekukan oleh Pengacara ayahku. teman temanku pun sama, mereka menjauhiku bahkan Ino Yamanaka yang merupakan sahabat kecilku malah mengusirku dari Apartemen miliknya saat aku meminta pertolongan padanya. aku benar benar depresi waktu itu. aku hidp terlunta lunta di jalan semalaman. yang aku punya hanya Handphone dan dompet berisi uang 120 dollar. mau menginap di Hotel saja uangku tidak cukup" Sakura menatap Naruto melalui layar Smartphone miliknya itu dengan tatapan sedih. namun bibirnya tersenyum simpul. mencoba menguatkan dirinya sendiri.

"Aku pun berpikir bagaimana caraku untuk bertahan hidup kedepan dengan uang hanya 120 dollar dan sebuah Smartphone. dan coba tebak apa yang bisa gadis muda perawan cantik sepertiku lakukan untuk mendapat uang secara instant saat tengah malam di kawasan kota kecil seperti Seattle?" tanya Sakura pada Naruto.

"Melacur?" tebak Naruto.

"Yaaakkk tepat sekali Naruto. aku memutuskan untuk melacur. berbekal Film dewasa yang pernah aku tonton, akupun berdiri di samping jalan raya dengan hanya menggunakan rok mini dan baju ketat menunggu mobil berisi om om kaya yang bersedia membayarku mahal untu melayani nafsu bejatnya, hihihihi, kalau mengingat hal itu membuatku ingin memukul diriku sendiri yang bodoh ini" ucap Sakura sambil tertawa sarkastik. Naruto ikut tertawa walau pelan. ia membayangkan kebodohan Sakura saat memutuskan untuk melacurkan diri di tepi Jalan raya.

"Sudah 1 jam aku menunggu.. tapi rata rata mobil yang lewat adalah mobil orang yang tengah berkendara bersama keluarga mereka. aku sempat diteriaki pelacur hina oleh seorang Nenek dari dalam mobilnya. aku sempat menangis namun aku sadar kalau makian Nenek itu tidak akan merubah nasibku, jadi aku bangkit dan terus menunggu orang orang yang memang ingin 'menyewaku'" ucap Sakura " Lalu sebuah mobil menepi mendekat ke tempat aku berdiri. sebuah mobil KIA 900 berwarna putih silver. aku sempat terkejut dan merasa senang sekaligus takut saat melihat mobil itu berhenti. senang karena ada orang dengan mobil mewah yang hendak menyewaku, takut karena ini pengalaman pertama sebagai pelacur aku mendapat pelanggan. dan yang keluar dari mobil itu adalah seorang bapak bapak berambut kuning jabrik sama sepertimu dan mengenakan atribut Militer. berpangkat kolonel kelihatannya... aku tidak paham masalah pangkat dalam Militer" sambung Sakura lagi sembari memainkan gulungan rambut miliknya.

Tunggu... perawakan Pelanggan Sakura nampak familiar baginya, berambut pirang jabrik, mengenakan atribut Militer dan mengendarai sedan KIA 900 berwarna putih silver. apa jangan-jangan...

"Dia Ayahmu Naruto... Paman Johnatan Minato Namikaze. dialah pelanggan pertama sekaligus terakhirku dalam dunia prostitusi." balas Sakura padat dan jelas.

"WHAT THE F*CK, JADI AYAHKU PERNAH MENYEWAMU...!? DASAR BRENGSEK, KAU INI BENAR BENAR JALANG SIALAN TAK PUNYA HATI! PIKIRKAN PERASAAN IBUKU SAAT TAHU KALAU AYAHKU PERNAH MENYEWA JALANG SEPERTIMU TOLOL, AAAAARRRRRGGGGGHHHHH!" Teriak Naruto frustasi sembari menjambak surai pirangnya. ia benar benar terkejut mengetahui fakta kalau ayahnya pernah menyewa Sakura saat ia tengah menjadi pelacur. sial kenapa ayahnya tega melakukan hal itu pada ibunya? apa sang ibu sudah terlalu tua untuk memuaskan nafsu seks ayahnya yang kadar kemesumannya menurun dari sang kakek. si penulis novel porno legendaris Amerika., Daniel Mighty Jiraiya. pasti perasaan ibunya hancur berkeping keping saat mengetahui sang suami tercinta malah menyewa sorang pelacur yang ironisnya merupakan mantan kekasih anaknya sendiri.

"Hei, dengarkan dulu ceritaku sampai selesai. ini tidak seperti yang kaubayangkan Narutooo..."

"Kau mau menjelaskan apalagi!? apa kau mau menceritakan service apa saja yang kau berikan pada ayahku, HAH!? sudah jelas kau telah disewa oleh ayahku untuk melakukan hal hal seperti itu dan secara tidak langsung kau juga telah menghancurkan hubungan rumah tangga kedua orang tuaku dan juga keluargaku dasar brengsek!" makian terdengar kembali dari mulut Naruto. ia mengacungkan jari tengahnya pada Sakura yang terlihat panik saat Naruto mulai hendak mengamuk itu.

"Ayahmu tidak melakukan apa apa padaku, paham? dia hanya-

"PEMBOHONG! DASAR PELACUR BRENGSEK. AKU MENYESAL TELAH IKUT TERHARU SAAT MENDENGAR CERITA MENYEDIHKANMU TADI. ORANGTUAMU MEMANG PANTAS MEMBUANGMU DASAR JA-

"DENGARKAN CERITAKU DULU SAMPAI HABIS DASAR BODOOOOHHHHH!" kini balik Sakura yang berteriak membenntak Naruto. wajahnya merah padam menahan emosi yang dari tadi ia pendam. biarkanlah ia menjelaskan semuanya tapi kenapa Naruto malah terus memotong pembicaraanya dan menuduh Sakura macam macam. Naruto yang dibentak pun langsung terdiam. namun wajah garangnya masih menatap wajah Sakura tajam.

"Baiklah, kulanjutkan ceritanya... setelah keluar dari mobil, Ayahmu lalu menarik tanganku lalu membawaku masuk ke dalam Mobilnya. awalnya aku merasa takut karena dia tidak berbicara apa apa. dia hanya diam. dia bahkan tidak menatapku saat berada di mobil. akupun ikut diam. hening selama perjalanan. tak berselang lama Ayahmu lalu mengarahkan mobilnya menuju perumahan Militer tempat keluargamu tinggal. aku sontak ketakutan dong... aku pikir Ayahmu akan memasukkanku ke Panti Dinas Sosial atau penjara karena telah tertangkap basah tengah melacurkan diri di tepi jalan. akupun memberontak. aku menendang nedang kaca mobil ayahmu dan menampar wajah ayahmu sebanyak 2 kali agar dia menurunkanku. Ayahmu hanya diam saja menerima semua pukulan dan tamparan dariku. akupun pantang menyerah. aku membuka kaca mobil saat ayahmu lengah dan berteriak minta tolong keras keras. tapi Ayahmu hanya diam dan menutup kembali kaca mobilnya. benar benar gilaaa..." ucap Sakura.

"Lalu Ayahmu memarkirkan mobilnya di depan rumah keluargamu. dia lalu menyuruhku untuk keluar. aku tidak mau lah.. aku malu bertemu ibumu. Ayahmu hanya tersenyum lalu pergi meninggalkanku di dalam mobil dan masuk ke dalam rumah. saat ayahmu keluar dari mobil itulah aku berusaha kabur. namun sialnya karena menggunakan High heels kakiku tergelincir dan keseleo. ibu dan ayahmu lalu keluar dari rumah saat mendengarku berteriak kesakitan untuk menolongku."

"Lalu?" Tanya Naruto. ia penasaran kelanjutan cerita dari Sakura. lebih tepatnya apa yang akan dilakukan sang ibu pada Sakura yang sedang kesakitan dan tengah terpuruk itu.

"Ibumu mengobati kakiku yang keseleo itu dan menyuruhku untuk menginap di rumahmu. aku menolak dengan alasan aku tidak pantas dikasihani karena aku adalah seorang Pelacur, Pelacur amatir sih lebih tepatnya karena aku bahkan belum melayani satu pelanggan pun. dan juga ibumu adalah sosialita ternama di kota Seattle dan termasuk salah satu pengurus Gereja dan menjadi Ketua Asosisasi HAM. bukankah reputasi dan namanya akan tercoreng jika menerima Pelacur sepertiku di rumahnya? namun dia mengusap kepalaku lembut sambil dan berkata "Bahkan Yesus yang seorang Putra Allah saja menerima jamuan seorang pemungut cukai dan mengampuni dosa seorang pelacur yang meminyaki kakinya. padahal Yesus itu bukan sosok sembarangan lho. dia adalah sosok yang sangat dihormati di Galilea waktu itu karena ajaran kasihnya. apakah Yesus merasa khawatir jika Ia mengampuni dosa seorang Pelacur dan Pemungut cukai maka akan mencoreng nama besarnya, tidak kan? jadi kenapa kita sebagai manusia tak bisa menerima dan mengampuni kesalahan orang lain dan menolongnya saat dia membutuhkan pertolongan tanpa mempedulikan gengsi atau nama besar kita?" aku benar benar terharu dan memeluknya erat. hangat rasanya. kehangatan yang bahkan tak bisa kudapatkan dari ibu kandungku sendiri. tapi kenapa Bibi Kushina bisa memberikan kehangatan seperti it padaku?" mata Sakura kembali berkaca kaca saat menceritakan kisahnya itu pada sang mantan kekasih. dirinya benar benar bersyukur bisa ditolong oleh keluarga besar Namikaze. bila tidak, kemungkinan ia sudah benar benar melacur dan menjadi wanita yang rusak karena kejamnya dunia malam di Amerika Serikat.

Naruto benar benar diam membeku. cerita Sakura barusan membuat ia sadar betapa beratnya kehidupan gadis itu belakangan ini. mulai dari perceraian kedua orang tuanya. dibuang oleh keluarganya sendiri bahkan sempat hampir menjadi pelacur jika tidak ditolong sang Ayah dan dan dirawat sang Ibu.

"Lihat lihat, kakiku keren kan? Gips dari ibumu cukup tebal sehingga aku tidak merasa nyeri lagi" Sakura menunjukkan kakinya yang masih dibungkus Gips berwarna putih. Gips itu membungkus telapak kaki hingga setengah bagian betis Sakura.

"Hn, lalu sekarang kau masih tinggal di rumah keluargaku?" tanya Naruto setelah melihat keadaan kaki Sakura.

"Masih, aku berada di Kamar tamu sekarang. rumahmu benar benar bersih. aku juga ingin membantu. tapi Mama gak ngijinin aku. masih belum sembuh katanya..." balas Sakura. ia memanggil Kushina dengan sebutan Mama sekarang. Naruto sebenarnya masih sedikit tidak terima bila Sakura memanggil sang ibu dengan sebutan Mama. tapi apa boleh buat..."

"Begitu ya?"

"Yah, begitulah..."

Sempat terjadi keheningan sejenak diantara mereka. canggung rupanya. wajar saja karena inilah kali pertama kalinya sejak 3 tahun yang lalu mereka berbicara dengan halus. tanpa ada kata kata kasar atau makian diantara mereka.

"Hei, Sakura..."

"Hm? ada apa Naruto?"

"Aku minta maaf karena telah berulangkali menghinamu dan menyakitimu. sejujurnya alasan kenapa aku melakukan itu karena aku masih kesal denganmu dan kelauanmu pada 3 tahun yang lalu saat kau mencampakkanku dan memilih bersama Sasuke, hatiku benar benar hancur saat itu sehingga aku menaruh rasa dendam dan benci padamu. jadi...maukah kau memaafkanku, Sakura..?" ucap Naruto sembari menggaruk bagian kepalanya yang tidak gatal. senyum tips tercetak di wajah tampannya.

"Hei, sebenarnya akulah yang harusnya minta maaf padamu Naruto. dulu aku pernah menghancurkan hidupmu dengan berselingkuh dengan pria lain. dan sekarang aku malah merepotkan kedua orang tuamu karena ulahku sendiri. aku ini benar benar seorang penganggu bagi Keluarga kalian ya..."

"Jangan bilang begitu.. ngomong ngomong bagaimana tinggal di rumahku? enak tidak? pstinya karena ibuku jago dalam hal membersihkan rumah" Naruto dengan sengaja mengganti topik pembicaraannya dengan Sakura agar suasana sedih dari perbincangan mereka tadi cepat mencair.

"Wah,tentu saja nyaman, habis rumahmu bersih sekali sih... oh iya, heeeiiii Narutooo.. dulu waktu kelas 2 SMU kau pernah ngompol di celana waktu diperiksa ke dokter gigi ya. hihihihihi..."

"HEI! darimana kau tahu aib terbesarku itu? jangan bilang itu dari ibuku?"

"Muahahahaha, iya mama Kushina yang memberitahuku, kau ini ada ada saja. ngompol kok waktu periksa ke dokter gigi mana udah SMU lagi... gak malu tuh?"

"Ooooo awas saja ya. kusebar foto aibmu waktu ngupil di kencan pertama kita...kusebar di medsos dan grup Meme hahahahaha"

"Emang masih ada fotonya?"

"Ada dong, lengkap... tinggal pilih"

"Jangan WOI! nanti muka cantikku diliat banyak orang. nanti banyak yang naksir deh"

"Hei mbak, kalau punya muka ngaca donk. jidat segede landasan pacu gitu minta cari jodoh kalau aku mah amit amit..."

Perbincangan Naruto dan Sakura semakin akrab dan hangat saja. tidak ada lagi makian atau kesedihan. tidak ada lagi yang namanya perang dingin. semuanya selesai saat Sakura menceritakan kisah pahitnya pada Naruto. membuat Naruto kembali berpikir soal gadis musim semi itu. ia sudah menederita jadi untuk apa Naruto menambah penderitaan Sakura dengan terus membencinya dan menaruh dendam tak berdasar padanya?

Tapi...

Mungkinkah...

Ini adalah jalan baru baginya dan Sakura...?

.

.

.

.

.

Naruto mengemudikan Land Rover Defender miliknya itu dengan beringas. jarum speedometer di kendaraaan jenis Jip itu menunjuk angka 120 km/jam. medan jalan yang berlubang dan dipenuhi rongsokan kendaraan maupun bangkai kendaraan lapis baja seperti tank tidak menghalangi sang komandan Kompi Delta itu uuntuk terus melanjutkan perjalanan. tangan kekarnya dengan piawai memainkan stir kemudi Land Rover itu agar tak menabrak rongsokan lapis baja maupun lubang yang ada di sekeliling Jalan Raya menuju kota Donestk itu. jalur yang sama seperti yang pernah ia dan Kiba lalui saat Humvee mereka menginjak IED dan meledak. untung saja mereka ditolong oleh Hinata saat itu dengan membawa mereka berdua ke Gereja Santa Maria untuk menunggu Konvoi bantuan datang.

"Hinata..." ucap Naruto pelan. ia meraih kaleng minuman Kopi Mocca kesukannya itu dan meminum isinya yang tinggal setengah. entah kenapa disaat seperti ini ia tiba tiba bisa memikirkan Hinata. gadis itu bagaimana kabarnya ya? apa dia sedang bertugas sebagai pengajar di desa Pichev atau berada di Gereja? Naruto ingin sekali menemui gadis berambut indigo itu. hendak mengobrol beberapa hal sambil meminum Cokelat hangat dan makan biskuit buatan Hinata nampaknya bukan ide yang buruk.

"Cih, aku jadi memikirkan Hinata terus jadinya kan..."

Tiba tiba dari kejauhan sebuah Panser lapis baja nampak memblokade jalan. beberapa Tentara berseragam Militer Ukraina tampak mengelilingi Panser itu sembari melambaikan tangan mereka ke arah Land Rover milik Naruto. jumlah mereka ada sekitar 16 orang dengan atribut Militer dan senjata lengkap. Meriam dari Panser itu juga mengarah ke arah Land Rover milik Naruto. seakan akan mereka tengah bersiaga menghadapi sesuatu. mereka menyuruh Naruto untuk memberhentikan kendaraannya nampaknya.

"Ada apa ya..? apa ada masalah..?" tanya Naruto pada dirinya sendiri.

Land Rover milik Naruto berhenti tepat didepan belasan Tentara Ukraina yang kini tengah mengepung kendaraan miliknya itu. beberapa dari mereka mulai berteriak dalam bahasa Ukraina yang tidak Naruto mengerti artinya. Naruto pun keluar dari Land Rover miliknya itu dan hendak berbicara pada seorang perwira dengan topi bulu khas orang Slavia yang nampaknya merupakan komandan mereka. Naruto bergegas menghampiri pria dengan topi bulu itu untuk meminta pe jelasan kenapa kendaraanya tidak diperbolehkan lewat.

"Permisi Kapten... namaku Michael Uzumaki Naruto dari kompi Delta, US Army, United Nation PeacekeeperForce Contingent. apa ada masalah dengan kendaraan atau ijin ku sehingga aku tidak diijinkan untuk lewat pak?" tanya Naruto pada pria dengan topi bulu itu.

"Tidak ada yang masalah temanku. semua sudah diatur oleh 'dia'" ucap pria dengan topi bulu itu sembari tersenyum misterius.

Naruto mulai mencium gelagat aneh dari pasukan Ukraina yang tadi mengepugnya. mereka kini mengokang senjatanya bersama sama. Naruto dengan insting militernya langsung menempatkan tangan kanannya di sarung pistolnya. tak lupa sebuah granat ia pegang dengan tangan kiri. bersiap menggunakan 2 senjata berbahaya itu untuk membela diri jika mereka benar benar ingin mengancam nyawanya.

"Sebenarnya ada apa ini!?"

"Akhirnya, kau datang juga. Michael..." ucap seorang pria Misterius dari dalam Panser yang meblokade jalan yang hendak dilalui Naruto itu. pintu panser itu terbuka lalu menampilkan sesosok pria. pria itu nampak tersenyum sembari membetulkan baret merah yang ia kenakan. sembari merokok dengan santainya.

"Kau..." ucap Naruto terperangah saat melihat siapa orang yang tadi memanggilnya itu.

Shit.

Ini adalah hari yang buruk bagi Naruto karena bisa bertemu dengan orang itu...

.

.

.

.

TBC

^Pojok Author

Ok, balik lagi ama Leopard2RI disini dengan fict yang kalian tunggu tunggu. PeacekeeperForce!

Ok dari Chapter ke Chapter emang makin menurun jumlah word nya. tapi bakal gue pastiin kalau ceritanya bakal lebih menarik. tentunya dengan konflik dan Karakter baru yang akan terus bermuculan. baik itu jadi kawan atau lawan bagi Naruto itu sendiri.

Well alasan kenapa gue bikin Chapter khsusus tentang Sakura dan Naruto karena si Sakura nanatinya bakal berpengaruh banget di konflik konflik cerita selanjutnya . peran Sakura sebagai salah satu Main Character dari 4 Main Character yang ada ( Naruto, Kiba, Hinata dan juga Sakura tentunya) akan mulai gw tonjolkan dari Chapter ini. jadi Sakura gak bakal dicap sebagai mantan yang suka usil ke Naruto aja namun dia bakal mempunya pengaruh ke hubungan antara Naruto dan Hinata itu sendiri.

Penasaran kan gimana cerita selanjutnya? mangkanya jangan lupa Review, Follow dan Fav fanfiction PeacekeeperForce ini. Ssssssstttttt...ada bocoran nih untuk chapter selanjutnya. bakal ada salah satu pengkhianat di antara pasukan PBB yang ditempatkan di Ukraina. waduh... kira kira siapa ya!? tunggu update chapter selanjutnya ya!

Salam...

Leopard2RI