Chapter 1
"Oke Makasih temanku!" seru Sasuke sambil tersenyum bahagia.
"Nah berikutnya apa yang harus aku lakukan, rasanya memang tidak tega membohongi teman sendiri, tapi ini karena aku tidak bisa membantumu dengan cara wajar maka aku akan membantumu dengan cara yang tidak wajar" gumam Naruto.
"Naruto, gimana sekolahmu?" tanya Kushina pada anaknya.
"Baik bu, meski enggak punya teman tapi tak masalah" ungkap Naruto.
"Eh kamu tidak punya teman? Bukannya ada Sasuke?" tanya Kushina pada anaknya.
"Di sekolah kami tidak berhubungan sebagai teman, itu demi menjaga martabat Sasuke, sebenarnya Sasuke juga sempat nolak, cuman aku yang maksa dia untuk merahasiakan kedekatannya denganku" jawab Naruto sambil tersenyum.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya Naruto, ibu tau, yang menephonemu itu bukan seseorang melainkan fitur panggilan palsu yang ada di HP milikmu itu" ucap Kushina.
"Ibu memang selalu tau apa yang barusan aku lakukan" ungkap Naruto.
"Naruto, bersikap baik pada seseorang itu boleh, tapi jangan sampai kelewat batas, kalau kamu tidak sanggup tidak usah di paksakan, lagian siapa yang akan kau bawa untuk menjadi pasangannya Sasuke?" tanya Kushina pada Naruto.
"Ibu tenang saja, itu soal mudah" ungkap Naruto.
"Naruto, ibu tau wajahmu itu mirip dengan wajah ibu, jadi ibu tidak ingin kau menyamar menjadi perempuan hanya untuk membantu temanmu, karena kalau sampai caramu ketahuan, temanmu dan kamu akan benar benar di anggap Gay nak" ucap Kushina pada Naruto
"Tenang saja, itu bukan aku" ucap Naruto tersenyum menyakinkan sang ibu.
"Syukurlah kalau kau tidak merencanakan dirimu untuk menjadi pacar pura puranya Sasuke" ungkap sang ibu dengan lega.
Naruto hanya tersenyum miris mendengar ucapan sang ibu, karena mustahil baginya untuk tidak melakukan itu, baginya Sasuke sudah menjadi sahabatnya yang sangat baik, ia akan melakukan apa saja demi kebahagiaan sahabatnya.
Pada malam itu juga Naruto langsung mengambil uang tabungannya dan membeli beberapa barang yang ia perlukan, rambut palsu, pakaian wanita, lalu setelah itu Naruto membeli dan memakainya di sebuah tempat dan berjalan ke mesin foto Automatis, taukan yang kalau kau masukan koin ia akan memoto kamu.
Namun seperti para lelaki lainnya, Naruto tidak tau gaya apa saja yang digunakan dalam Selpi atau foto foto sendiri, yang membuat gaya berpotonya begitu datar dan kaku, tidak ada kesan imut ataupun Badass saat itu, hanya kesan wanita biasa saja, atau wanita yang sedang berpoto dalam acara penting seperti poto raport.
Dengan rambut palsu berwarna pirang yang di ikat twintail, mata yang dipasang lensa emerlard dan sedikit senyum Naruto nampak cantik, Naruto pun memasukan poto itu kedalam amflop dan membawanya pulang lalu mengganti pakaiannya kembali di suatu tempat.
Dan kembali ke rumah sebagai laki laki.
Ke esokan harinya
Terlihat seorang lelaki berambut raven gaya pantat ayam telah menyiapkan seragam sekolahnya, lalu saat ia berjalan menuju dapur dan mengambil roti tawar di oleskan saos tomat dan dimakan sebagai sarapan Sasuke masih menatap keluarganya yang bermuka suram saat berhadapan dengannya.
'Oh sial, kenapa kenapa rumor jelek itu sampai membuat keluargaku menjadi kacau' ucap batin Sasuke menatap ayah, ibu dan kakakny Itachi yang mengeluarkan aura suram sambil bergumam tidak jelas.
"Sasuke, apapun yang terjadi ibu tidak akan merestui hubunganmu dengan Neji, Gaara, Lee ataupun Sai, apa lagi si pemalas Shikamaru" ucap Mikoto sang ibu dengan aura suram dimana mana.
"Ibu, aku itu sudah punya pacar, perempuan cantik lagi, namanya Mayu Misaki!" seru Sasuke mengingat nama yang di ucapkan Naruto, padahal belum ketemu sama orangnya udah main bilang cantik hedeh.
"Benarkah?" tanya sang ibu dengan muka cerah.
"Jangan terpancing, Ototou paling cuman sedang bohong" ungkap Itachi tiba tiba, Mikoto kembali murung.
'Sialan baka Aniki' batin Sasuke yang langsung pergi dari rumah menggunakan sepeda miliknya, ia menuju sekolah
Tak lama di tengah perjalanan Sasuke bertemu kembali dengan Naruto, mumpung tidak ada teman sekelasnya atau teman satu sekolahnya Sasuke langsung menyapa Naruto.
"Yo Naruto!" seru Sasuke.
"Em Sasuke, ada apa?" tanya Naruto.
"Tidak ada aku hanya menyapa saja" ungkap Sasuke.
"Oh, gitu, nah ini poto perempuan itu silahkan dilihat dan dinilai" ucap Naruto memperlihatkan potonya sewaktu crossdressing, cuman karena mukanya mirim muka ibunya atau wajah perempuan, jadi saat ia pakai rambut palsu dan sedikit balutan make up yang enggak terlalu menor, Naruto terlihat cantik.
"Hem jadi ini yang namanya Misaki, cantik juga" gumam Sasuke memuji, sementara Naruto pergi berjalan kaki melanjutkan perjalanannya di ikuti oleh Sasuke, di anflop itu juga terdapat surat dan Sasuke sudah membacanya yang isinya merupakan pernyataan kalau ia menunggu Sasuke di taman konoha pukul 05:00 PM.
Melihat surat itu Sasuke langsung bersemangat menggoes sepedanya menuju sekolah.
Sesampainya di sekolah.
Sasuke langsung dengan senyum sendiri sambil membawa foto seorang gadis SMA berambut pirang twintail, Sasuke tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.
"Sasuke!"panggil seseorang dari belakang, Sasuke yang mendengar seseorang memanggilnya dirinya, dan terlihatlah Neji, Shikamaru, Kiba, Lee dan Sai menatapnya dengan pandangan yang ter heran heran gitu.
"Hn" balas sapa Sasuke, namun terlihat aura yang ditampakan Sasuke bukanlah aura suram seperti biasanya, seperti ada sesuatu yang membuatnya berbunga bunga pada saat itu, entah apalah yang membuat Sasuke.
"Sas tumben aura mu terasa begitu cerah biasanya mendung terus?" tanya Sai pada Sasuke dan diberi anggukan oleh yang lain.
"Heh, kalian akan tau nanti" ungkap Sasuke lalu pergi meninggalkan mereka, teman teman Sasuke dan orang orang yang ada di sekitar Sasuke saat itu hanya bisa tercengang saat mendengar Sasuke mengucapkan hal tersebut, apa lagi ia mengucapkannya dengan nada gembira
Sasuke pun nampak tersenyum sambil menatap sebuah amplof bertuliskan dari Mayu untuk Sasuke.
Teman teman Sasuke penasaran akan isi amplof tersebut, namun dilihat dari nama dan gaya tulisannya sudah dipastikan itu dari seorang perempuan, yang sebenarnya itu dari seorang laki laki bernama Uzumaki Naruto.
Sebenarnya Naruto tidak mau melakukan ini, namun karena ia tidak ingin sahabatnya di cap sebagai gay forever, dan belum menemukan gadis yang cocok untuk Sasuke ia pun terpaksa mengambil langkah menyamar menjadi seorang gadis untuk menipu orang orang di sekitar Sasuke.
Sasuke yang tidak tau kalau yang di poto itu adalah Naruto hanya senyam senyum tak jelas, ia percaya siapapun yang dipilih sahabatnya pasti adalah yang terbaik untuknya, karena hanya Naruto yang tau apa yang ia suka dan apa yang tidak ia suka, Naruto juga sering memberikan Sasuke banyak nasehat agar Sasuke bisa mendapatkan kehidupan Sosial yang baik, namun kehidupan Sosialnya yang baik itu terancam hancur karena rumor kurang mengenakan tersebut, ia meminta Naruto untuk membantunya, Naruto bersedia, namun Naruto tidak memberitahukan apa yang ia rencanakan pada Sasuke.
Sasuke enteng enteng aja, Kiba pun mulai bosan dengan muka bahagia Sasuke.
"Hoy Sasuke, surat dari siapa itu?" tanya Kiba.
"Hehehe, ini adalah pacar pertamaku, wanita yang masuk kedalam tipeku, namanya Mayu Misaki" ucap Sasuke memperlihatkan poto seorang gadis berambut pirang di ikat twintail dan juga bermata hijau gelap.
"Lalu ini adalah suratnya, oh dengan ini aku bukan lagi Sasuke si jomblo forever ataupun Maho, apalagi gay dan LGBT, tapi Uchiha Sasuke yang normal sehat wal apiat!" seru gaje Sasuke
"Wa waaah, selamat atas keberhasilanmu" ucap mereka semua tidak menyangka, bahkan para Fans Girls Sasuke langsung tercengang tak menyangka kalau pujaan hati mereka sudah punya pacar.
"Kyaaaaaaaaaa Sasuke-kun udah punya pacar! Aku tidak terimaaa!" teriak mereka semua.
"Urusai!" dan mulai setelah itu keributan di dalam kelas pun dimulai, Sasuke yang mulai muak dengan keadaan kelas yang ribut langsung keluar dari kelas tanpa sepengetahuan siapa pun dan bersantai di atap gedung sekolah.
"Fuhahahaha, aku tak sabar memperkenalkannya dengan ayah dan ibuku, lalu menagih janji mereka untuk memberikan hadiah yang sudah mereka janjikan hehehehehe" gumam Sasuke lalu meminum minuman kaleng rasa capocino yang ia beli, sambil tersenyum manis Sasuke menatap ke arah pemandangan Konoha High School, dan saat ia sedang asik menikmati pemandangan di sekolahnya dari atap tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"Sasuke" panggil seseorang, Sasuke pun menatap ke arah belakang, terlihat Naruto datang dengan tampang datar dan berjalan ke arahnya.
"Ah Dobe ada apa kau datang kemari?" tanya Sasuke.
Naruto tersenyum mendengarnya lalu menjawab dengan santai.
"Seperti biasa, kau tak pernah berubah di hadapanku yah Teme, kita akan membicarakan kontrak kerja antara kau dan Mayumi" ucap Naruto.
"Hah, apa maksudmu Naruto?" tanya Sasuke.
"Mayumi itu, anak miskin yang hartanya sebelas dua belas denganku, jadi akan sangat berbahaya jika para fansmu mengetahuinya ia akan menyerangnya, karena memperhitungkan hal itu, ia pun meminta aku menyampaikan ini padamu, ia tidak akan mau berpacaran selamanya denganmu, jadi tentukan kontraknya" ucap Naruto.
"Baiklah, kalau begitu 3 tahun setelah rumor jelek tentangku hilang" jawab Sasuke.
"Baiklah aku mengerti" ucap Naruto, "Oh iya Sas, agar hubunganmu dengannya menjadi lebih lancar, aku akan berhenti sekolah di tempat ini, sebagai gantinya ia akan bersekolah disini" ucap Naruto.
"Eh, Na naruto, ke kenapa begitu?" tanya Sasuke pada sahabatnya si Genius Namikaze Naruto.
"Sasuke, aku tidak mau kalau kau hidup dengan terus tergantung kepadaku, aku ingin kau bisa hidup dengan caramu sendiri, cari wanita yang benar benar mencintaimu, suatu saat nanti kau pasti akan menemukannya, aku menyarankan wanita bayaran itu hanya untuk menghilangkan statusmu sebagai seorang gay" jawab Naruto.
"Jadi begitu, aku harus mencarinya sendiri" gumam Sasuke sambil tertunduk. "Hn aku mengerti"
"Kalau kau sudah mengerti aku akan pergi, oh iya Sas, dia itu gadis baik, kalau kau sampai melukainya akan ku hajar kau" ucap Naruto sambil tersenyum lalu pergi.
"Hn" gumam pelan Sasuke lalu tersenyum, ia memikirkan apa yang Naruto katakan memang ada benarnya, ia tidak boleh terlalu berharap pada Sahabatnya karena ada kalanya ia harus menyelesaikan masalahnya dengan tangannya sendiri.
Singkat cerita.
Akhirnya tiba waktunya Sasuke menemui calon pacarnya, ia segera pamit dengan kedua orang tua dan kakak laki lakinya Itachi yang defresi karena Sasuke telah menjadi seorang gay, meski kabar itu tidak benar, namun di dunia Alternatif ini keluarga Uchiha itu punya sisi lebay tersendiri.
Sasuke pun pergi menggunakan sepedanya dengan suasana gembira, sampai akhirnya ia tiba di taman yang di janjikan dan melihat seorang perempuan mengenakan jaket jump suit orange hitam duduk di ayunan seperti sedang menunggu seseorang.
Gadis itu juga mengenakan rok panjang se kaki, entah apa alasannya, Sasuke yang membandingkan poto yang ada ditangannya dengan gadis yang ada di depannya terlihat hampir sama, langsung mendatanginya.
"Anu, nona, apa benar anda Mayu Misaki?" tanya Sasuke.
"Em, dan kau siapa?" tanya Mayu sambil menatap Sasuke dengan pandangan datar dan sedikit senyum tipis di wajahnya.
"Hn" gumam Sasuke.
"Hn? Hn itu apaan?!" seru tanya Misaki tidak mengerti sambil menatap Sasuke dengan tajam.
'Hoooh, karakternya berbeda dari wanita pada umumnya, kau benar benar hebat Naruto, kau tau seleraku' batin Sasuke.
"Sasuke"
"Hah?"
"Apa kau tuli, namaku Sasuke, lebih lengkapnya Uchiha Sasuke" jawab lelaki gaya pantat ayam alias Uchiha Sasuke.
"Hooooh, Sasuke, jadi kau orangnya, hem lumaian juga" gumam Misaki sambil melirik Sasuke, lalu berjalan sebentar dan menyenderkan dirinya di pohon.
"jadi kapan kita mulai hubungan kita ini?" tanya gadis itu dengan santai, seolah tak peduli kalau Sasuke adalah orang yang derajatnya jauh lebih tinggi dari pada dirinya.
"Bagaimana kalau sekarang?" tanya Sasuke dengan nada datar dan sedikit dingin.
"Se sekarang!" kaget Misaki tak menyangka akan keputusan cepat yang di ambil Sasuke, dan ekspresi kaget yang dibuat Misaki berhasil membuat Sasuke sedikit menyunggingkan senyumannya.
"Hn, kalau tidak mau tak apa aku masih bisa mencari yang lain" tambah Sasuke lalu mencoba pergi.
"Tunggu!" seru Misaki sambil menatap Sasuke dengan malu malu.
"Aku kan belum bilang tidak, jadi jangan memutuskannya begitu saja" gumam Misaki sambil mengalihkan pandangan dari Sasuke dan pipinya terlihat sedikit merona.
'Oh tuhan, sumpah melakukan hal ini sungguh teramat memalukan bagiku' batin gadis itu yang ternyata adalah Uzumaki Naruto.
"Jadi kau mau?" tanya Sasuke. 'Tsundere kah, hem sudah lama tak melihat karakter ini di dunia nyata, ahahaha aku rasa aku bisa bermain dengannya hingga lebih dari 3 tahun' batin Sasuke.
"Ma mah karena aku tidak punya jalan lain maka aku akan terima, jadi kemana kita pergi Uchiha-san?" tanya gadis itu (Misaki Mayu/Uzumaki Naruto)
"Heh, pertama jangan panggil aku Uchiha-san, panggil aku Sasuke" ucap Sasuke.
"Kenapa? Aku harus melakukannya?" tanya Mayu Misaki pada Uchiha di hadapannya
"Hn, karena aku yang minta" ucap Sasuke.
"Oke, oke, tapi kau juga harus memanggilku Misaki, jika tidak bisa aku akan memanggilmu dengan sebutan Uchiha-san" ungkap gadis itu dengan sedikit nada seball.
'Hooooh, boleh juga nyalinya, kurasa aku mulai menyukai sifatnya, baiklah' batin Sasuke sambil tersenyum.
"Misaki"
"So jadi kau bisa melakukannya, baiklah Sasuke-san, kemana kita akan pergi?" tanya Misaki mengambil tas di samping ayunannya, terlihat make upnya memang tidak berlebihan, wajah nampak natural, senyumannya, memang tidak semanis senyuman para fans Girlsnya, namun entah kenapa senyum datar tanpa makna itu bisa membuat Sasuke senang.
"Mah, pertama tama bagaimana kalau ke game center" ucap Sasuke.
Kiba, Gaara dan Neji berserta Shikamaru dan Sai yang mengintai gerak gerik Sasuke sejak tadi karena terlihat mencurigakan, langsung menepuk kepala, mendengar Sasuke mengajak perempuan untuk main ke Game center, karena biasanya cewe enggak terlalu suka tempat itu.
Bersambung
