Chapter 2
Akhirnya Sasuke dan Misaki pun sampai di Game center, terlihat Naruto(Misaki Mayu) hanya bisa menatap kagum dunia game center yang ia kunjungi untuk yang pertama kalinya ia dalam usia anak SMA mengunjungi tempat ini, karena setelah kematian ayahnya, keuangan mereka sangat sedikit sehingga Naruto harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka dan juga ia tidak pernah lagi bisa mendatangi tempat tempat hiburan.
"Misaki, kamu suka main game apa?" tanya Sasuke sambil menuntun Misaki kedalam game center di kota tersebut.
"Em biasanya, aku sangat pandai dalam game game bergenre Fighter, seperti Mortal Kombat dan yang lainnya, tapi aku juga suka Game FPS dan lainnya" jawab Misaki dengan santainya tanpa perduli kalau semua tipe game yang ia sebutkan adalah game yang dimainkan para gamers cowok dan tidak cocok dengan dirinya.
"Bu bukannya itu adalah permainan yang dikhususkan untuk para cowo?" tanya Sasuke.
"Jangan salah, perempuan pun kalau mau mempelajari kontrolnya pasti bisa memainkan game game yang aku sebutkan tadi" ucap Misaki dengan nada datar dan sedikit menampakan senyum kebanggaannya.
"Benarkah, kau tidak seperti perempuan saja?" ungkap Sasuke.
"Memang kenapa kalau aku suka tipe tipe game seperti itu" tanya Mayu Misaki
"Hn"
"Cih, bagaimana kalau kita taruhan?!"
"Taruhan heh, bukankah kita sedang kencan, kenapa malah jadi taruhan sih?" tanya Sasuke.
"Karena bermain game tanpa taruhan itu kurang menyenangkan, em bagaimana kalau aku terus menang dalam game game apapun yang aku mainkan kau akan mentraktirku makan di tempat makan kesukaanku" ucap Misaki.
"Hoooh, kalau begitu bagaimana kalau aku yang menang?" tanya Sasuke.
"Hem itu terserah padamu"
"Heh benarkah?"
"Asalkan bukan yang aneh aneh" ucap Misaki lagi sambil menatap Sasuke.
"Hn" gumam Sasuke yang merasa tertantang dengan ucapan Misaki
Sasuke ikut tersenyum dan akhirnya mereka berdua bermain CS(Conter Strike), Kiba dan teman teman Sasuke yang lain hanya bisa tercengang melihat kehebatan Misaki dalam permainan game FPS dimana setiap bertemu dengan player musuh bahkan Sasuke mereka selalu berakhir dengan Head Shout.
Sasuke tercengang karena ia sama sekali tidak pernah membunuh Misaki dan selalu saja dirinya yang terbunuh dengan catatan selalu Head Shout.
Dalam data bahkan Misaki tidak pernah mati atau kalah oleh Bot ataupun player.
"Kau bagaimana bisa kau memainkan permainan ini tanpa mati sekalipun?" tanya Sasuke dengan nada tercengang.
"Hem, semua game tipe FPS adalah game yang paling aku kuasai jadi mustahil aku kalah dalam game ini" ungkap Misaki dengan nada santai sambil menatap Sasuke dengan pandangan meremehkan.
"Ki kisama, jangan remehkan Uchiha, aku akan mengalahkanmu, tapi bukan pada Game ini!" seru Sasuke.
"Oke, tapi kau mau game apa, akan aku layani tantanganmu?" seru Misaki dengan pandangan tertarik.
"Hem, bagaimana kalau Dance Game!" ucap Sasuke.
'Dace game, wow bagus Sasuke itukan game yang sangat romantis, keren juga idenya dalam kencan' batin teman teman Sasuke yang mengintip kencan Sasuke dengan Misaki Mayu.
Mayu yang merasa ada yang mengawasi dirinya dan Sasuke langsung menatap ke arah belakang, Kiba, Lee, Gaara, Neji dan Shikamaru langsung cepat cepat sembunyi atau menatap ke arah lain dan terlihat seperti memilih milih game.
"Misa?" panggil Sasuke.
"Em oke, aku terima tantanganmu, tapi karena game ini baru aku kenal, aku ingin memainkannya dalam 3 ronde" ucap Naruto(Misaki).
"Tak masalah" ucap Sasuke, Sasuke bisa yakin ia bisa menang dengan game ini, karena selama ini ia tidak pernah kalah dalam permainan tersebut.
Mereka pun berjalan ketempat game tersebut berada dan saat mereka sampai ternyata semua tempat sudah penuh dan Naruto(Misaki Mayu) yang meliat cara main game nya hanya tersenyum.
"Kelihatannya game ini tidak terlalu sulit cara mainnya sama saja dengan Guitar Hero yang membedakan, kontrolnya ada di karpet dan kita menggunakan kaki untuk menekan tombolnya" gumam Misaki Mayu.
Sasuke yang mendengar pernyataan Misaki hanya tersenyum saja dan berkata.
"Memang benar dan banyak yang bilang begitu, namun pada kenyataannya, jika tidak terbiasa, game ini sebenarnya jauh lebih sulit dibandingkan kelihatannya, karena kita bermain menggunakan kaki dan seluruh tubuh kita pasti akan bergerak, jika terlalu lama dan tidak terbiasa dalam bergerak banyak, kau akan leleahan dan tak bisa menekan tombol dengan akurat" jawab Sasuke.
"Memang benar, tapi jangan remehkan kemampuan fisikku" jawab Misaki sambil melirik Sasuke dengan ujung matanya.
"Seharusnya itu kata kataku Misaki-chan" ungkap Sasuke yang juga menatap Misaki dengan pandangan yang sama, dan saat tempat kosong untuk mereka berdua telah muncul mereka berdua tidak membuang kesempatan dan memainkan permainan tersebut dalam 3 ronde.
Dalam ronde pertama Misaki kalah karena masih belum terbiasa, namun perbedaan Scorenya sangat tipis, hal itu membuat Sasuke sedikit khawatir, dan benar saja, saat di ronde ronde berikutnya, Mayu Misaki langsung bisa mengalahkannya bahkan Mayu langsung memenangkan permainan dengan nilai sempurna.
Dan akhirnya setiap permaian yang mereka mainkan, Misaki selalu menang, Sasuke langsung terpuruk karena selalu kalah.
Misaki nampak tersenyum melihatnya.
"Oi Sasuke-san" panggil Misaki sambil tersenyum, kali ini bukan senyum datar seperti biasanya, melainkan senyum kawai seorang perempuan kepada pacarnya.
"Hn" jawab Sasuke mencoba melupakan kekalahannya dengan gumaman pendek.
"Bagaimana kita keluar dan melanjutkan perjalanan kita?" tanya Misaki.
"Maksudmu Misa-chan?" tanya Sasuke.
"Sudah ikut saja" ucap Misaki sambil memegang lengan Sasuke lalu menariknya berlari keluar dari game center, karena tidak mau ketinggalan anak anak csnya Sasuke terus mengikuti mereka.
Di jalan kota kemudian.
Di sinilah mereka baru terlihat seperti kencan, karena melakukan banyak hal secara bersamaan, Misaki Mayu terus menuntun Sasuke ke tempat manapun yang ia suka, hingga akhirnya mereka beristirahat dengan memakan makanan dan minuman yang sama, jujur Sasuke sedikit menikmati apa yang ia rasakan saat ini, yah ia menikmatinya.
"Ne Saske, apa kau menikmati perjalanan pertama kita?" tanya Misaki pada Sasuke.
"Em sangat sangat menikmatinya?" jawab Sasuke sambil tersenyum.
"Sorewa Yokatta" ucap Misaki sambil tersenyum, Sasuke langsung merona melihat Misaki tersenyum ke arahnya, dan tanpa mereka sadari, kalau Kiba memontret momen terbaik mereka berdua.
"Ah sudah malam, aku pamit pulang dulu Sasuke-kun" ucap Misaki Mayu lalu ia berdiri dan pergi, namun sebelum benar benar pergi ia langsung menangkap lengan Naruto yang sedang berpenampilan Misaki Mayu.
"Bagaimana kalau kita ke rumahku terlebih dahulu"
"Maafkan aku Sasuke-kun aku ada urusan dirumah, hal itu bisa kita lakukan lain kali" ungkap Misaki.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berpoto bersama terlebih dahulu?" tanya Sasuke pada Naruto(Mayu Misaki).
"Baiklah aku mengerti" dengan kata kata itu Sasuke langsung mengambil smartphone miliknya dan mereka langsung selfie bersama dan setelah itu Misaki pun pamit pulang namun Sasuke menghalangi kembali dengan alasan ia ingin mengantar Misaki pulang.
Mayu Misaki nampak berpikir dan akhirnya mengangguk saja lalu setelah itu Mayu pun menunjukan arah rumahnya dan saat sampai di sebuah tempat yang begitu terisolasi atau tempat yang cukup buruk di kota terlihat susunan rumah kayu yang terlihat boborok, Misaki pun mengaku rumahnya ada disana, namun Misaki meminta Sasuke untuk segera pulang karena ia tidak ingin Sasuke terlalu merepotkan dirinya.
Sasuke mengerti dan pulang setelah itu Misaki memasuki gang itu dan ternyata arah gang itu memang arah menuju rumahnya yang sebenarnya, namun sebelum menuju rumahnya, ia menuju ke sebuah bangunan kosong disana ia merubah tampilannya dan keluar sebagai Uzumaki Naruto lalu ia pun pulang ke rumahnya.
Saat sampai dirumah.
"Naruto" panggil Kushina.
"Ada apa bu" jawab Naruto.
"Jangan kau pikir ibu tidak tau kelakuanmu Naruto" ucap Kushina dengan nada marah.
"Jadi ibu mengetahuinya"
"Ya lagian kenapa kau melakukan hal itu?" tanya Kushina.
"Tak ada banyak waktu lagi bu, mencari wanita pilihan Sasuke itu terlalu sulit dan waktu taruhan Sasuke dengan teman temannya itu tertinggal sehari lagi, jadi karena itu aku terpaksa melakukannya" ungkap Naruto.
"Tapi kalau kau ketahuan itu hanya akan memperparah keadaanmu dan Sasuke" ucap Kushina.
"Aku akan berusaha untuk tidak ketahuan!" seru Naruto.
"Percuma saja, kalau masih setengah setengah, Naruto, jika kau masih ingin melanjutkan niatmu dalam membantu Sasuke, maka kau harus ikut ibu menemui profesor Orochimaru" seru Kushina.
"Untuk apa aku menemui orang aneh itu?" tanya Naruto.
"Ia memiliki ramuan ramuan ajaib yang ia ciptakan, siapa tau ada obat yang bisa digunakan untuk membuatmu menjadi perempuan dalam jangka waktu tertentu, dengan begitu kau tidak akan ketahuan" ucap Kushina.
"Tapi bukannya harga obat obatan aneh pria penggila ular itu mahal semua bu?" tanya Naruto.
"Tenang saja, dokter ular aneh itu punya hutang dengan ibu jadi dia pasti akan melakukan apapun untuk membayarnya salah satunya memberikan obat obatannya pada keluarga kita secara gratis" ucap Kushina sambil tersenyum layaknya iblis.
"Wa waaah, kadang aku lebih takut berhadapan dengan ibu dari pada hantu" ungkap Naruto.
Bersambung
