Chapter 4

Setelah itu, Kakashi pun menyuruh Misaki untuk memilih tempat, duduk, Misaki yang melihat tempat tempat duduk yang masih kosong, akhirnya Misaki pun memilih tempat duduk yang dulunya di tempati oleh Naruto yang sebenarnya juga tempat duduknya sih.

Misaki Mayu pun duduk dan menatap Sasuke dengan pandangan santai lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat, di dapatkannya para siswi berbisik bisik, Misaki tau apa yang mereka bisikan yang merupakan kata kata tidak suka atau kedengkian pada dirinya.

Misaki juga tau penyebab mereka membenci dirinya, namun Naruto atau Misaki Mayu tidak peduli akan hal itu, karena niatnya untuk membantu Sasuke itu murni bukan karena terpaksa atau karena uang, namun murni karena sahabat.

'Cik rasa nyeri ketika pemakaian ramuan aneh itu masih terasa cukup nyeri di tubuhku' batin Misaki sambil menatap ke arah sekitar, lalu di akhiri dengan mengikuti pelajaran dengan santai.

Singkat cerita

Akhirnya sudah waktu istirahat, ketika waktu istirahat tiba Naruto Namikaze (Misaki Mayu) langsung mengambil sebuah kotak bekal di tas miliknya lalu berdiri mendatangi Sasuke.

"Sasuke-san" panggil Misaki sambil tersenyum datar.

"Ada apa Misaki-chan?" tanya Sasuke.

"Bagaimana kalau kita berdua bersantai di atap sekolah sebentar" pinta Misaki dengan santai.

"Hn, maaf aku ada urusan dengan teman teman" tolak Sasuke dengan halus, Misaki pun hanya tersenyum dan pergi ke atap gedung sekolah dengan santai.

"Kalau begitu, aku akan tunggu kau di atap"

Tak lama setelah itu.

"Hoy Sasuke apa yang kau lakukan?!" tanya teman teman Sasuke yang terkejut akan jawaban Sasuke yangn menolak ajakan dari pacarnya sendiri.

"Urusai! aku masih ada urusan dengan kalian, soal kapan kalian mau memberikan hadiah itu" ucap Sasuke dengan santai nya.

"Sampai kami yakin kalau kau itu normal" jawab mereka.

"Ah jawaban kalian itu tidak pasti, aku ingin kepastian dari kalian, mau sampai kapan kalian baru bisa percaya padaku" protes Sasuke.

"Ahahahaha, bagaimana kalau kau bisa mempertahankan hubunganmu sampai kelulusan kita" ungkap Gaara, {Jiduaak}.

"Uaarrrg!"

"Kau kenapa sih Sasuke?!" tanya kesal Gaara sambil mengelus kepalanya yang ditinju Sasuke tadi..

"Hn" hanya itu jawaban Sasuke.

"Kalau begitu 2 minggu" ucap Neji.

"Baiklah dalam dua minggu nanti kalian harus menyiapkan uang kalian" ucap Sasuke lalu pergi menyusul Misaki.

"Hei hei, kalian lihat tingkah Misaki tadi, benar benar aneh, masa Sasuke suka sama perempuan kaya gitu, enggak ada imut imutnya sama sekali" bisik siswi siswi kurang kerjaan di kelas tersebut.

Heh bagaimana kalau kita beri pelajaran saja wanita tidak tau malu itu, lagian dia kan cunam gadis biasa yang kebetulan bisa masuk sekolah ini" ungkap salah satu gadis disana

"Ah itu ide bagus" ucap salah satu dari mereka lagi"

'Gawat ini akan menjadi momen terburuk yang pernah ada jika sampai Misaki terluka Sasuke mungkin akan mengamuk' batin Shikamaru menatap para siswi yang sedang bergosip.

"Shikamaru, menurutmu bagaimana kalau kita melihat kemesraan mereka lagi?" tanya Chouji pada Shikamaru.

"Mendokse aku tidak tertarik, silahkan saja kalian melakukannya" ungkap Shikamaru lalu tidur.

Atap gedung sekolah kemudian.

{Brak!} pintu terbuka kasar, Misaki menatap pelan ke arah pintu yang di dobrak tersebut, terlihat Sasuke yang tengah terengah engah menatap ke arahnya lalu memasang senyum tipis dan berjalan agak cool lalu duduk di hadapan Misaki yang juga sedang duduk.

"Jadi kenapa kau menungguku disini?" tanya Sasuke

"Tidak ada alasan khusus, aku hanya tidak terlalu suka keramaian dan juga pemandangan disini tidaklah terlalu buruk" jawab Misaki dan secara tiba tiba angin meniup rambut pirang panjangnya hingga melampai lambai kesamping, jujur Sasuke nampak terpesona oleh Misaki sejak pandangan pertama tentunya.

"Saske-kun kau lapar?" tanya Misaki dengan nada tenang dan lembut.

'Keimutan dan sikapnya yang terasa begitu natural saat di hadapanku itulah yang membuatku benar benar tidak bisa melepaskan pandangan dari nya, ia begitu cantik dan kecantikannya begitu hampir alami, karena ia tidak memakai make up tebal untuk menutupi wajahnya, kelihatannya, perhiasan dan juga beberapa benda yang ia gunakan juga sangat sederhana dan murah' batin Sasuke sambil tersenyum tipis sakin tipisnya hampir tidak terlihat kalau ia sedang tersenyum.

"Hn" gumam Sasuke sambil mengalihkan sedikit pandangannya dari Misaki Mayu.

Misaki Mayu pun tersenyum mendengar gumaman tak jelas Sasuke, lalu membuka kotak bekalnya, dan terlihatlah susunan Onigiri sederhana dengan hiasan tomat di dalamnya.

"Naruto-san bilang kau suka dengan tomat jadi aku membuatkanmu Onigiri dengan isi tomat jadi apa kau suka?" ucap Misaki sambil mengambil nasi kepal tersebut dan mengarahkannya ke arah Sasuke yang masih bingung.

"E anu, Misa-chan?"

"Sasuke-kun, kita ini sudah menjalin hubungan yang namanya pacaran bukan, jadi sudah sewajarnya aku sebagai pacarmu menyuapimu, tapi kalau kau tidak mau, aku tidak akan memaksa, tapi aku yakin kau sudah lapar, jadi jika kau belum siap untuk di suapi olehku, kau bisa memakannya sendiri, silahkan" ucap Misaki sambil tersenyum.

"Kau ini bisa saja" ucap Sasuke lalu ia mengambil Onigiri tersebut dan memakannya dengan santai dan terlihat ia begitu menikmati Onigiri tersebut.

"Bagaimana rasanya?" tanya Misaki dengan lembut.

"Enak kok, tak aku sangka kau bisa memasak" ungkap Sasuke sambil tersenyum, ke arah Misaki, Mayu Misaki yang dipandang oleh Sasuke, hanya bisa tersenyum datar dengan pipi sedikit bersemu.

"Itu karena aku tinggal seorang diri, aku tidak punya orang tua, selama ini aku selalu mengurusi hidupku sendiri, dulu aku adalah seorang pencuri, sampai aku bertemu dengan Kushina baachan, dia sangat baik ia mengajariku berbagai hal dan mencarikanku pekerjaan lalu menyekolahkanku secara diam diam, namun karena kekurangan biaya sekarang ia tidak bisa menyekolahkan diriku dan anaknya" ucap Mayu sambil tersenyum hambar.

"Tunggu! Kalau kau kenal dengan Kushina kenapa Naruto tidak kenal denganmu, bukannya Naruto anak dari Kushina?" tanya Sasuke kaget.

Mayu Misaki hanya tersenyum mendengarnya.

"Karena anaknya belum pernah bertemu denganku sebelumnya" jawab Mayu sambil tersenyum.

"Oh begitu, eh, Misaki, bagaimana kau bisa tau nomor hp Naruto?" tanya Sasuke.

"Sebenarnya ya, waktu itu aku secara tidak sengaja menemukan dompet seseorang bernama Namikaze Naruto dan di salah satu kantongnya terdapat kertas bertulisan, sebuah nomor telphone aku menduga kalau itu nomor pemiliki dompet, makanya aku telphone, dan saat di angkat eh dia malah menanyaiku macam macam, setelah di tutup tak kama kemudian ia menelphone ku kembali dan mulai membicarakan soal rumormu, lalu memintaku untuk menjadi pacarmu" jawab Misaki, padahal nyatanya enggak gitu.

"Oh ternyata hanya sebuah kebetulan yah" ucap Sasuke sambil tersenyum.

Di tempat Neji dan Kiba yang sedang mengintip Sasuke.

"Fuaaaah, ternyata Sasuke suka tipe cewe kaya gitu, pantasan enggak nemu nemu" ucap Neji, ia benar benar tidak menyangka kalau tipe perempuan yang Sasuke suka, adalah pendiam dan terlihat normal meski mereka sedang pacaran.

Kembali ketempat Misaki dan Sasuke.

Akhirnya kotak bekal Misaki habis, Sasuke terlihat sedang keselek, Misaki langsung memberikan botol minuman pada Sasuke.

"minumlah" ucap Misaki dan dengan cepat Sasuke mengambil botol itu dan meminumnya dengan cepat.

{Gleg gleg gleg}

"Aaaaah!" ucap lega Sasuke.

"Terimakasih minumannya" lalu memberikan botol air meneral itu pada Misaki kembali dengan senang hati Misaki mengambilnya dan meminumnya, Sasuke terkejut akan tindakan Misaki, muka Sasuke nampak sedikit bersemu sedangkan Misaki biasa biasa saja meminumnya.

"Em"

"Eh?"

"Ada apa?" tanya Misaki.

"Tidak apa apa, hanya saja, bukankah itu seperti ciuman tak langsung" tanya Sasuke.

"Bagiku tak masalah, bukankah kita sudah menjadi pasangan, hal semacam ini sudah wajar bukan, lagi pula waktu itu kau terlihat butuh air dan aku sedang haus dan aku hanya bawa satu air minum" ucap Misaki sambil tersenyum lembut.

"Ah kau benar, oh iya Misaki apa kau ada waktu?" tanya Sasuke.

"Tentu?" jawab Misaki sambil tersenyum.

"Kalau begitu, maukah kau sepulang sekolah ini aku bawa ke rumahku untuk menemui orang tuaku?" tanya Sasuke.

"Kenapa buru buru sekali?" tanya Misaki dengan nada penasaran.

"Hem bukankah lebih cepat akan lebih baik" ungkap Sasuke.

"Benar juga, kalau begitu, aku akan bersiap siap untuk itu" jawab Misaki memberikan senyum lembut ke arah Sasuke.

Gaara dan Neji yang mengintip Sasuke, langsung memerahkan wajah mereka melihat senyum naturalnya dansangat lembut, membuat mereka berdua terpesona, begitu juga Sasuke yang memang sudah menjadi pacarnya selama 2 hari ini.

"Nampaknya aku tau kenapa Sasuke memilihnya" gumam Gaara.

"Yah senyumannya benar benar manis sekali" tambah Lee.

"Sayang ia sudah jadi milik Sasuke" tambah, Chouji.

"Ah kau benar mereka terlihat serasi, meski mereka sama sama pendiam" ucap Sai sambil tersenyum manis, yah baru kali ini senyuman Sai terlihat tulus.

"Ah kita tidak punya pilihan selain merestui mereka" ungkap Shikamaru.

Naruto atau bisa dibilang Misaki tersebut langsung berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sasuke.

"Sasuke-kun mau kah kau mengantarku berkeliling" pinta Misaki sambil tersenyum.

"Hn" jawab Sasuke menyambut uluran tangan Misaki lalu berjalan turun pintu turun dari atap gedung Sekolah, Neji dan yang lain langsung bergegas turun sebelum ketahuan sama Sasuke dan mengawasi hubungan Sasuke dan Misaki dari jarak jauh.

"Pertama tama kita akan kemana?" tanya Misaki pada Sasuke dengan nada sedikit ceria.

"Hn bagaimana kalau kantin?" tanya Sasuke.

"Kantin, kurasa hal itu boleh juga" ungkap Misaki, akhirnya mereka ke kantin dan berbagai tempat lainnya sampai akhirnya waktu masuk kelas berbunyi dan mereka berdua telah mengobrol banyak, karena tempat duduk mereka terpisah jauh, Sasuke tidak bisa mesra mesraan dengan Misaki.

Namun mereka masih bisa saling pandang, Misaki hanya memberikan sedikit senyumannya pada Sasuke, dan begitu pula Sasuke.

Flash back.

"Naruto satu yang perlu kau perhatikan, dalam menggunakan ramuan milikku ini" ucap Orochimaru.

"Apa itu?" tanya Naruto.

"Ramuan ini sebenarnya hanya berhasil para Reftiel, pada binatang selain Reftiel, mereka terlihat kesakitan yang luar biasa dan akhirnya bunuh diri karena tidak tahan, lalu ada yang berhasil bertahan namun ia tak bisa bertahan lebih dari 3 hari, intinya, jika kau merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan di tubuhmu jangan kau paksakan segera minum penawarnya dan jangan meminum ramuan perubah kelamin itu selama beberapa jam atau hari untuk memulihkan tubuhmu, karena jika tidak itu bisa berakibat fatal dimana aku tidak tau apa yang akan terjadi padamu" ucap Orochi pada Naruto.

"Aku mengerti Orochi-sensei" dengan cepat Naruto mengambil dan meminumnya dan akhirnya Naruto merasakan rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya, rambutnya mulai memanjang dadanya membesar, wajahnya terlihat lebih feminim lalu tiga garis di pipinya semakin menipis, Naruto terlihat menahan rasa sakit yang luar biasa.

Orochimaru yang melihat hal itu jadi sedikit tertarik dengan tubuh Naruto karena meski sebenarnya ia tau itu menyakitkan Naruto sama sekali tidak mengerang kesakitan, wajahnya terlihat biasa biasa saja, meskipun ia meringkuk menahan sakit.

Flash back off.

"Orochi sialan ia tidak bilang kalau sesuatu di dalam diriku juga perlahan akan berubah, aku hampir saja termakan oleh sifat feminim dari obat yang ia berikan, untung aku memiliki kemampuan khusus dalam mengendalikan semua hal, namun sakit rasanya ketika menahan hasrat perempuan dari obat ular gila itu'' gumam pelan Naruto sakin pelannya tak ada yang medengar umpatan nya tersebut.

Singkat cerita.

Akhirnya Naruto yang berperan sebagai Misaki dibawa oleh Sasuke menggunakan sepedanya ke rumahnya, banyak para perempuan iri pada Misaki yang dibonceng oleh Sasuke, bukan hanya sekedar iri dan kagum, ada juga yang iri dan dengki terhadap Misaki.

Sesampainya di rumah Sasuke.

"Aku pulang!" seru Sasuke.

"Akhirnya kau pulang juga, Sasuke, jadi mana pacarmu?" ucap sang ibu, Sasuke pun menggeser tubuhnya kesamping dan mempersilahkan Misaki untuk masuk, Misaki pun tersenyum dan masuk kedalam rumah Sasuke lalu melepaskan sepatu sekolahnya dan meletakannya di tempat sepatu.

"Permisi apakah bibi adalah ibu dari Sasuke-kun?" tanya Misaki dengan lembut di barengi dengan senyum manisnya.

"Huaaaaaaaaaaaaa!, pacarmu cantik sekali anakku!" seru Mikoto sambil memeluk Misaki dengan erat.

Misaki yang kaget mengarahkan pandangannya pada Sasuke, Sasuke yang melihat itu hanya tersenyum saja.

Bersambung.