Chapter 05

Mikoto terlihat dengan bahagianya memeluk erat Misaki Mayu, pacar dari Sasuke. Misaki yang dipeluk tiba-tiba oleh Mikoto ibu dari Sasuke, langsung menatap kearah Sasuke dengan pandangan bertanya-tanya.

"Tenanglah itu hanya ekspresi senang dari ibuku yabg bisa melihatmu malam ini," tanggap Sasuk sembari tersenyum lembut ke arah Misaki.

"Bibi Uchiha, tenangkan diri anda, tubuhku terasa sesak," ucap Misaki sembari tersenyum lembut ke arah ibu dari Sasuke.

"Mikoto," gumam ibu dari Sasuke sembari menatap tajam Misaki.

"H-hah?"

"Bisakah kau memanggilku dengan sebutan Mikoto?"

"Bibi Mikoto," panggil pelan Misaki sembari menatap mata ibu dari Sasuke.

"Kyaaa manisnya! Sasuke cepat bawa ke dalam ibu jadi makin kepo dengan pacarmu!" seru Mikoto sembark menarik Misaki masuk ke dalam rumah meninggalkan Sasuke yang berjalan masuk ke dalam.

"Ibuku yang seram. Bisa menjadi seorang gadis karena aku membawa seorang pacar" ucap Sasuke pelan

Di ruang tamu.

"Itachi! Fugaku! Lihat ini pacarnya Sasuke!" seru Mikoto pada dua uchiha yang ada di ruang tamu itu dan terlihat Fugaku sedang main game wining eleven bersama Itachi

"Apa!"

"Mustahil!"

"Tidak mungkin!"

"Adikku yang Gay bisa dapat pacar secantik ini!" seru lebay Itachi dan Fugaku.

"Sembarangan! Ini adalah bukti kalau aku bukan Gay apa jangan-jangan rumor jelek itu datangnya dari kakak hah!" seru kesal Sasuke sembari mencengkram kerah baju dari Itachi yang membuatnya kesal.

"Sudahlah Sasuke kami hanya kaget dengan kenyataan yang kau bawakan," tanggap Fugaku sembari menahan tawa akan kejadian barusan.

Sementara itu Misaki hanya bisa tersenyum lembut ke arah Sasuke yang nampak akrab dengan kedua orang tuanya.

"Bibi Mikoto, nampaknya keluarga anda nampak begitu menyenangkan," ungkap pelan Misaki yang menatap Sasuke yang sedang jambak-jambakan dengan Itachi dengan senyum tipis yang menandakan kalau ia iri pada Sasuke yang punya saudara seperti Itachi.

Mikoto yang mendengar hal itu hanya diam dan menatap Sasuke dan Itachi lalu menjewer keduanya.

"Aauauauauauu Sakit!" ringis Sasuke.

"Kaasama ini sakit!" seru Itachi.

"Kalian berdua apa tidak bisa menjaga image kalian, kita sedang kedatangan tamu tahu!" seru Mikoto pada keduanya.

Misaki yang melihat hal itu hanya menutup mulutnya dan berjalan mendekati Sasuke lalu mengelus lembut telinga Sasuke yang memerah, "Kau baik-baik saja?" tanya Misaki sembari meniup pelan telinga Sasuke yang memerah.

"A-aku baik-baik saja," tanggap Sasuke sembari mengalihkan wajahnya dan menutup telinganya sendiri.

Misaki hanya menghela nafas lega sembari tersenyum lembut ke arah Sasuke, "Kau punya kakak yang baik aku bisa menjaminnya," gumam pelan Misaki sembari mencengram erat tangan kirinya sendiri, 'Sial efek samping dari obat Orochimaru sudah mulai terasa,' batin Misaki yang semakin kesakitan.

"Misaki kau tak apa-apa?" tanya Sasuke yang melihat Misaki tiba-tiba meringkuk meringis seperti menahan rasa sakit.

"Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit sakit perut saja," jawab Misaki sembari tersenyum kecil ke arah Sasuke dan senyuman yang ia berikan terasa seperti sangat dipaksakan.

"Bu. Aku bawa Misaki kekamar ibu, soalnya dia nampak kesakitan" ucap Sasuke ke ibunya

"Em dan Misaki apa kau memiliki suatu penyakit?" tanya Mikoto agak khawatir.

"Ya dan hanya Doktor Orochi yang tahu dan punya obatnya," gumam pelan Misaki yang tubuhnya mulai berkeringat dingin.

"Bawa dia ke kamar ku, Sasuke. Kalau kau buat macam-macam dengannya. Kuyakini sup tomatmu akan ibu hentikan" titah dan ancam Mikoto ke Sasuke

"Baik!" seru Sasuke yang langsung membawa Misaki ke kamar ibunya, "Misaki, apa kau punya nomor dari Dokter Orochi?" tanya Sasuke.

Misaki pun mulai membisikkan nomornya di telinga Sasuke dan Sasuke bisa merasakan hawa panas dari nafas Misaki.

"Misaki nafasmu sangat panas," gumam Sasuke yang menyentuh dahi Misaki dan ia langsung menangkat tangannya dari dahi Misaki karena suhu tubuh Misaki benar-benar panas hingga membuat tangan dari Sasuke melepuh, "Auch" ucap Sasuke yang merasakan hawa panas dari Misaki

"Haaah haaaah, maaf aku tidak bermaksud untuk haaaa membebani keluargamu, ugh maaf," gumam pelan Misaki yang tubuhnya benar-benar panas, 'Orochimaru sialan! Aku tidak pernah menyangka kalau harus merelakan tubuhku pada ilmuan gila itu!'

Melihat kondisi Misaki yang kulitnya mulai memerah dan tampak parah, Sasuke dengan cepat menggunakan nomor yang diberikan oleh Naruto untuk menghubungi Orochimaru.

Di markas ilmuan gelap Orochimaru.

Kriiriririririririiiing!!!!

"Kabuto, angkat teleponnya!" perintah seorang pria cantik berkulit putih seputih kulit ular albino berambut hitam panjang.

"Oke," ucap pelan seorang pemuda berkulit kuning langsat dengan kacamata bulat langsung mengangkat telponnya, "Ya benar, ini adalah kediaman Orochimaru-sensei ada apa yah?" tanya Kabuto pada seseorang dari telpon.

"Ada apa Kabuto apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Orochimaru sembari membilas rambutnya dengan handuk.

"Ah ini mengenai Naruto-dono," bisik Kabuto, yah Kabuto tahu nama samaran yang Naruto gunakan ketika menjadi perempuan.

Orochimaru pun mengambil telpohone di tangan Kabuto dan meletakkannya di telinga, "Dimana aku bisa menemukan bocah ceroboh itu?" tanya langsung Orochimaru yang tanpa basa-basi, seolah ia tahu apa masalahnya, "Kediaman Uchiha? Baiklah aku akan datang kesana yah," gumam pelan Orochimaru yang langsung menutup telponnya.

Bersambung.