Chapter 06
Setelah menerima Telphone dari keluarga Uchiha Sasuke, Orochimaru dengan cepat bergegas ke rumah keluarga Uchiha itu, karena pasien objek ekperimennya sedang dalam masalah di sana, ia dan assistennya Kabuto berangkat dengan cepat menuju tempat dari Uchiha Sasuke berada.
Beberapa jam kemudian.
Terlihat di kediaman Uchiha, akhirnya setelah sekian lama menunggu kedatangan dari Orochimaru akhirnya suara ketukan pun terdengar di depan pintu masuk.
"Siapa?" tanya Mikoto penasaran..
"Orochimaru," jawab seseorang dari luar dengan suara serak.
"Jadi anda yang namanya Orochimaru-sensei?" ucap tak percaya Mikoto sembari menatap Orochimaru dari atas sampai bawah dan akhirnya mengizinkan Orochimaru dan asistennya yang bernama Kabuto untuk masuk ke rumahnya dan memeriksa kondisi Naruto(Misaki) yang ada di kamarnya.
Saat Orochimaru menjenguk Misaki terlihat keadaannya sudah benar-benar ripuh dan terlihat handuk basah yang Sasuke pasang langsung bisa kering dalam beberapa ketika bersentuhan dengan kulit Misaki Mayu.
"Hei anak muda, bisakah kau tinggalkan aku dengan Misaki-chan sebentar? Aku butuh konsentrasi untuk memeriksa kondisinya," pinta Orochimaru pada Sasuke.
Sasuke hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Misaki bersama Orochimaru. Misaki kemudian membuka matanya dan melihat Orochimaru yang sedang menatap tajam dirinya.
"Kenapa kau tidak menuruti saranku untuk meminum obat itu?" tanya Orochimaru pada Misaki.
"Itu karena jika aku melakukannya..." Orochimaru langsung menutup mulut Misaki dengan kain basah.
"Aku mengerti sudah diamlah dan sekarang minum obat ini, aku sudah menyiapkannya untuk situasi seperti ini dan ingat, kalau saja bukab karena Kushina aku tidak akan memberikan obat-obatan ini secara gratis," ucap pelan Orochimaru sembari memberikan sebuah pill berwarna hitam. Misaki pun diminta untuk meminum pill itu.
Naruto atau bisa dibilang Misaki dalam wujud perempuannya pun mengambil obat itu dengan perasaan ragu.
"Tak usah ragu, obat itu tidak akan merubah tubuhmu menjadi sesuatu yang aneh," tanggap Orochimaru sembari menatap tajam Misaki.
Misaki yang ditatap manusia berhati ular itu langsung menghela nafas dan dengan terpaksa dan perasaan suka tidak suka meminum pill miliknya.
Setelah Misaki meminum obatnya secara perlahan kesadaran dari Misaki pun menghilang hawa panas di tubuhnya mulai menurun hal itu membuat Orochimaru sedikit tersenyum, 'Naruto kau adalah subjek penelitianku jadi aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah maka dari itu aku menyiapkan obat kedua yang akan mengurangi efek samping dari perubahan tubuhmu tanpa merubah dirimu menjadi lelaki dan itu adalah sesuatu yang kau mau bukan, mungkin ini punya efek samping tapi ya bodo amat,' batin Orochimaru sembari tersenyum dan pergi keluar kamar meningalkan Naruto atau sekarang adalah Misaki Mayu.
Ketika ia sudah keluar dari kamar dimana Misaki beristirahat ia langsung disambut oleh Mikoto yang menatap ia dan Kabuto, "Ehem, Misaki-chan baik-baik saja sekarang, ia hanya sedang beristirahat, untuk sementara jangan ganggu dia, biarkan ia beristirahat sampai bangun dengan sendirinya," gumam pelan Orochimaru.
"Kalau begitu berapa biaya yang kalian butuhkan?" tanya Mikoto pada Orochimaru.
"Karena aku punya hutang nyawa pada Kushina orang yang mengasuh gadis itu, kami tidak akan meminta biaya sama sekali, jadi permisi," ungkap Kabuto yang langsung pergi bersama dengan Orochimaru.
"Kalau begitu terima kasih banyak atas bantuannya," gumam pelan Mikoto sembari menatap ke arah Orochimaru dan membiarkan lelaki aneh itu pergi.
Keesokan harinya.
Naruto pun kembali sadar dan masih dalam wujud Misaki Mayu, ia dengan santainya berjalan keluar kamar dari Mikoto dan secara tidak sengaja melihat Sasuke lewat di hadapannya dengan hanya memakai handuk.
Misaki yang melihat hal itu nampak biasa aja ia hanya memandangi Sasuke dari atas sampai bawah, sementara itu Sasuke hanya bisa terdiam melihat hal itu, jujur saja ia tidak pernah sekalipun membayangkan dalam hidupnya mendapati dirinya berada dalam situasi yang cukup akward.
"Kyaaa Misaki sejak kapan kau ada di situ!" seru Sasuke sembari memeluk tubuhnya sendiri untuk menutupi badanya dari penglihatan Misaki sang pacar yang terpaksa menginap karena sakit tiba-tiba.
Misaki yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Sudahlah Sasuke, kau tidak perlu menutupinya, kau bukan orang lain bagiku," ucap santai Misaki sembari berjalan melalui Sasuke, Misaki sadar ia masih berada di rumah Sasuke jadi ia tidak akan mematahi Sasuke karena kejadian itu, lagi pula ia juga sudah cukup terbiasa dengan kejadian semacam itu.
Setelah selesai mandi dan memakai seragam sekolah, Misaki pun pergi ke dapur membantu Mikoto menyiapkan sarapan untuk keluarga Uchiha.
"Aku tidak menyangka kalau kau juga bisa memasak Misaki-san pantas saja Sasuke menyukaimu," ucap Mikoto sedikit memberikan pujian.
"Saya merasa kurang nyaman dengan pujian bibi, saya membantu bibi di dapur karena saya kurang nyaman untuk hanya diam tanpa membantu dalam kegiatan pagi," ungkap pelan Misaki.
"Oh iya Kushina itu siapanya kamu Misaki-san?" tanya Mikoto.
"Ia adalah sosok ibu yang sebenarnya bagiku, jujur aku tak pernah bisa melawan padanya, jadi itu sebabnya aku membantu bibi memasak, karena ini juga bagian kebiasaanku dengan Ibu angkatku Kushina," tanggap Misaki sembari tersenyum dan mencicipi kuah supnya, "Rasanya lumayan," gumam pelan Misaki dan hal itu membuat Mikoto tersenyum lembut, ia tidak menyangka kalau Misaki adalah anak angkat dari sahabatnya Kushina Uzumaki.
Setelah makan bersama dan berbincang ringan dengan penuh kehangatan keluarga dan kegembiraan, Misaki dan Sasuke pun berangkat bersama menuju sekolah Konoha Akademi. Keduanya nampak sangat mesra ketika berjalan bersama.
"Misaki," panggil Sasuke sembari menatap pacar pertamanya itu.
"Ya?" sahut Misaki sembari menatap ke arah Sasuke yang ada di sampingnya.
"Kalau boleh tahu kau sakit apa?" tanya Sasuke, "Malam itu tubuhmu terasa seperti wajan yang dipanaskan" tambah Sasuke memberikan penjelasan mengenai pertanyaannya tadi.
Misaki yang mendengar pertanyaan Sasuke hanya tersenyum tipis ke arah Sasuke dan berkata, "Aku sendiri tidak tahu memiliki penyakit apa, tapi ... hanya tuan Orochimaru-sensei yang tahu obatnya dan aku harus meminum obat buatannya setiap aku merasakan sakit," jawab Misaki.
"Kalau begitu kenapa kau tidak menolak ajakanku dengan alasan kalau kau lupa membawa obatmu?" tanya Sasuke pada Misaki.
"Jika aku melakukan itu, masalah pada keluargamu tidak akan selesai, bukankah kau ingin melepaskan kesalahbpahaman keluargamu dan kau tidak mau terus-menerus dianggap humo," ungkap Misaki sembari menatap lurus ke depan.
"Tapi aku juga tidak mau kau membahayakan kesehatanmu tahu," tanggap Sasuke pada Misaki.
"Maaf membuatmu khawatir, lain kali aku tidak akan melakukannya lagi," tanggap Misaki sembari tersenyum ke arah Sasuke.
"Janji?" tanya Sasuke sembari mengarahkan kelingkingnya.
Misaki yang melihat hal itu langsung mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Sasuke, "Em baiklah, aku berjanji untuk tidak membuat Sasuke-kun khawatir," tanggap Misaki sembari tersenyum lembut.
Bersambung.
