Chapter 07


"Janji?" tanya Sasuke sembari mengarahkan kelingkingnya.

Misaki yang melihat hal itu langsung mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Sasuke, "Em baiklah, aku berjanji untuk tidak membuat Sasuke-kun khawatir," tanggap Misaki sembari tersenyum lembut.

Setelah mereka melepaskan ikatan jari kelingking mereka, Sasuke pun dengan cepat masuk ke dalam sekolah dengan cara menarik lengan Misaki dan masuk ke gedung sekolah, lalu mereka juga tidak lupa mengganti sepatu mereka agar tidak mengotori lantai.

Ketika Misaki membuka lokernya, Misaki mendapatkan secarik kertas di dalamnya, lalu dengan santai Misaki membacanya.

"Misaki, kau kenapa?" tanya Sasuke yang melihat Misaki tidak mengganti separunya dan tetap diam di depan loker sepatu miliknya.

Misaki yang mendapat pertanyaan dari Sasuke, langsung mengambil sepatu khsus di lokernya dan menyimpan sepatu miliknya lalu ia menutup lokernya dengan santai.

"Bukan apa-apa, aku hanya sedang memikirkan mengenai apa yang harus aku lakukan setelah kontrak kita berakhir," gumam pelan Misaki yang berjalan melewati Sasuke.

Setelah sudah cukup jauh dari Sasuke, Misaki kembali membuka surat yang ia dapatkan dari dalam loker sepatunya Sasuke. Setelah selesai membaca isinya, Misaki langsung merobek kertas surat itu dan membuangnya ke tempat sampah.

'Mereka berpikir kalau mereka jauh lebih baik dariku, tapi pada kenyataannya, mereka hanya menilai kelayakanku dari sudut pandang mereka sendiri, padahal jika kau ingin Sasuke melirikmu dan menganggapmu pantas kau haruslah sesuai dengan tipenya," ungkap Misaki dengan nada pelan.

Sesampainya di kelas Misaki mendapati kalau mejanya dipenuhi tulisan, lalu sengan tenangnya Misaki tidak menghiraukan hal itu lalu lebih memilih menggantung tasnya di meja belajarnya yang penuh dengan coretan dan meninggalkannya dengan tenang tanpa membersihkannya.

Hal semacam itu tentu saja membuat kaget semua murid di sana, karena mereka akan mengira kalau Misaki akan mengeluarkan ekspresi kaget atau semacamnya.

Sasuke pun tak lama kemudian masuk ke dalam kelasnya dan semua orang hanya diam dan mulai tegang ketika Sasuke duduk di kursinya dengan santai menatap ke arah Gaara.

"Oy, kenapa mereka terlihat begitu tegang?" tanya Sasuke pada Gaara.

"Ah soal itu, hem ... sebenarnya mereka ..." terlihat Gaara melihat semua orang di kelas kecuali Shikamaru menggeleng-gelengkan kepala membuat Gaara bingung mau mengatakan apa hingga akhirnya.

Misaki kembali masuk ke dalam kelas membawa ember berisi air dan sebuah sapu tangan yang ia ambil di kantong saku rok mini miliknya.

Semua murid Konoha Akademi kembali bingung dibuatnya, karena mereka benar-benar bingung mengenai apa yang sebenarnya direncanakan oleh Misaki dengan ember berisi air itu.

"Misaki ada apa? Kenapa kau membawa ember berisi air?" tanya Sasuke pada Misaki.

Misaki yang mendengar Sasuke bertanya padanya hanya tersenyum saja dan pergi berlalu begitu saja.

Sesampainya di meja miliknya dengan tenang Misaki membersihkan seluruh coretan yang ada dengan cara membasahkan sapu tangannya lalu menggunakan sapu tangannya untuk membersihkan meja miliknya, dengan tenang telaten dan sabar Misaki membersihkan mejanya sendiri. Namun, ternyata Misaki cukup kaget karena ternyata coretan di mejanya tidak mudah hillang, singkatnya itu menggunakan tinta permanen.

Misaki yang mengetahui itu dicoret menggunakan spidol dengan tinta permanen hanya bisa menghela nafas dan, "Misaki apa yang sebanarnya terjadi padamu?" tanya Sasuke pada pacar bayarannya.

Misaki yang mendengar pertanyaan dari Sasuke hanya bisa mengatakan, "Bukan apa-apa, aku pergi dulu Sasuke-kun," jawab Misaki sembari tersenyum lembut dan pergi meninggalkan Sasuke.

Sasuke yang curiga dengan apa yang Misaki lakukan barusan langsung pergi ke mejanya Misaki dan melihat tulisan-tulisan kasar penuh hinaan kata-kata vulgar di meja Misaki tertulis dengan tinta spidol hitam permanen dan meja Misaki terlihat basah karena Misaki mencoba membersihkannya dengan kain basah.

"Siapa yang menulis kata-kata kasar ini?!" seru Sasuke dengan sangat keras sambil menatap tajam seluruh murid di kelasnya bahkan ia menatap tajam ke arah Gaara dan yang lain. Yah bagi Sasuke Misaki adalah gadis baik yang harus ia lindungi, belum lagi Misaki adalah pacarnya dan juga Misaki memiliki penyakit misterius, Sasuke khawatir kalau Misaki sakit karena hal itu, "Kenapa kalian diam?! Gaara! Katakan siapa pelakunya?!" bentak Sasuke pada mereka semua terutama Gaara yang telah menjadi teman.

"Ano Sasuke, bisa kau tenangkan dirimu?" pinta Gaara sembari mengarahkan tangannya ke arah Sasuke.

"Bagaimana aku bisa tenang jika Misaki, gadis yang aku suka diperlakukan seperti ini!" seru keras Sasuke yang benar-benar marah.

"M-masalahnya kami juga enggak tahu siapa pelakunya?" tanggap Sai membela Gaara.

"Bagaimana bisa kalian tidak mengetahui pelakunya, sementara kalian datang lebih dulu dariku!" jawab Sasuke.

"Masalahnya saat kami datang meja itu sudah tercoret seperti itu," balas Kiba yang tidak ingin diomeli oleh Sasuke.

Sasuke langsung menatap Kiba dengan tatapan yang sangat tajam, "Jika kalian tidak mencari tahu siapa pelakunya, aku akan menganggap kalau kalianlah yang menyebarkan hoax mengenai diriku!"

"Hei kami tidak serendah itu dan juga apa untungnya kami menyebarkan hoax aneh itu?" tanggap Lee.

"Jika memang bukan kalian pelakunya maka cari siapa yang melakukannya!" tegas Sasuke dengan tatapan tajamnya.

"Ahh merepotkan tapinapa boleh buat," tanggap Shikamaru sembari garuk-garuk kepala dan bangun dari tidurnya, "Aku dan Neji akan mencoba mencari tahu pelakunya," ungkap pelan Shikamaru.

Mendengar hal itu nampak beberapa gadis atau murid perempuan disana langsung merasa khawatir akan sesuatu yang tidak diketahui.

Beberapa detik kemudian.

Misaki kemudian masuk lagi ke dalam kelas bersama seorang, "Jadi ada seseorang yang mencoret mejamu dan kau meminta aku untuk membersihkannya?" tanya pria paruh baya itu pada Misaki.

"Yah mau bagaimana lagi, aku sudah mencobanya dengan kain basah tapi tidak berhasil, jadi aku meminta bantuan paman yang sudah terbiasa dalam urusan semacam ini," ungkap pelan Misaki.

"Ya sudah mana mejanya?" tanya si pria itu.

"Ini dan saya harap paman bisa membersihkannya dengan cepat karena sebentar lagi masuk kelas," tanggap Misaki sembari menunjuk mejanya.

Sementara itu Sasuke sedikit diam melihat Misaki meminta bantuan pada orang lain dan bukan pada dirinya.

Bersambung.