Ore No Secretary

By Kagamin

.

Haikyuu

By Haruichi Furudate

.

Rated : T

Genre : General, Shonen Ai, Romance, Humor (maybe?)

Pair : KuroTsukki

AU, OOC, Typo, and many mistakes.

Don't Like Don't Read

Happy Reading

.

.

Tsukkisima Kei, namanya cantik, orangnya cantik, otaknya is magic, keluarganya dari keluarga yang baik-baik, selalu dalam kondisi fit, karena rajin olahraga dan hemat duit, tapi jangan heran sampai sembelit, soalnya kelakuannya nauzubillah minzalik.

Tsukkisima Kei, 26 tahun. Tercatat sebagai sekretaris perusahaan kopi terbesar di Jepang, atau mulai saat ini kita bisa menyebutnya "Rokohi". Kemampuannya menganalisis bahan beserta harga pokok sangat diacungi jempol. Jadi, jangan heran dia menempati posisi sebagai asisten direktur utama diperusahaan tersebut, sekaligus sekretaris perusahaan. Dengan gaji yang sangat menggiurkan, serta diberi bonus sebuah rumah dinas mewah didekat perusahaan, siapa yang tak bahagia?. Tentu saja Tsukki sangat…

.

.

TIDAK BAHAGIA.

.

.

Why?

.

Pasalnya, direktur utama perusahaan tempat ia bekerja adalah manusia paling ajaib abad 21. Mana ada seorang direktur utama selalu bermalas-malasan dan melimpahkan semua kerjaannya pada asistennya. Direktur macam apa itu? Direktur tempe?. Tapi apalah daya, Tsukki hanya bisa menerima kenyataan yang ada, karena ini memang sudah jadi tugasnya bukan? Tapinya lagi, hellowwww Tsukki juga manusia kaleeee, bukan kloningan hair dryer berjalan. Dia juga punya hati dan perasaan. Mana mau dia nasibnya akan berakhir tragis seperti pembuat novel komedinonfiksi "My St*pid Boss" , Tsukki masih ingin hidup bahagiaaa, minimal punya anak ama istri lah. Masa iya dia jomblo sampe alam kubur.

Lagian juga boss nya ini hobi banget modus. Ga modus gimana coba? Apakah ada seseorang didunia ini yang merasa pusing dan hanya bisa diobati dengan via elusan tangan? Modus kacangan. Direkturnya ini juga maso stadium akhir. Pliss, kopi sianida hasil racikan Tsukki aja dia puji-puji setengah idup.

Mau tau siapa sih direktur utama ini? Mari kita lihat profilnya.

.

.

Namanya Kuro Tetsuro, kelakuannya sembrono, asal jeplak aja yang penting ngaco, tamvan dan bawaanya honda megapro, seorang nanahikari (*) yang kece bingo, tapi jangan keduluan melongo, soalnya dia juga dongo.

Kuro Tetsuro, 30 tahun. Tercatat sebagai makhluk bumi paling ajaib versi Tsukkisima Kei pada abad ke 21. Hobinya modus ke asistennya yang aslinya dia taksir setengah mampus. Dia udah lakuin segala cara agar si manis bermegane itu peka, tapi apalah daya Tsukkisima adalah seorang laki-laki bolot lebih bolot dari cacing besar Alaska. Bukannya peka atas modusnya beberapa tahun ini, Tsukkisima malah keki dibuatnya. Hayati Kuroo lelah, kali aja dia punya nafsu kek binatang, dah ditidurin di ranjang tuh makhluk imut. Tapi, sisi baiknya masih menahan nafsu itu, dia hanya ingin segera menghalalkan sang doi hingga bisa nidurin dengan nyenyak, yekan?

.

.

Tapi, fanfic ini tidak untuk membahas beberapa kekocakan pemain. Fanfic ini dibuat atas dasar rasa cinta.

Dimulai dari saat itu, tepat di pertengahan tahun dimana udara kering dan panas mulaimerambat rayap. Bulan Agustus yang panas tak mematahkan semangat seseorang berkacamata yang tengah mengetik laporan LPJ event 'World Of Coffe' . keringat sebesar biji jangung tak luput dari dahinya. Pipinya berkedut-kedut menampakkan raut wajah lelah yang terlihat jelas. Tangannya mengetik dengan kecepatan penuh, saking cepatnya dia selalu typo saat mengetik, benar-benar pekerja yang sangat merana.

"Tsukki-chan, tidak usah terburu-buru seperti itu. Aku akan selalu menunggumu kok." Ujar seseorang yang malah menambah guratan kesal didahi Tsukkisima.

'Justru karena itu aku ingin cepat pulang,bodoh.' Gerutu Tsukkisima sambil menyumpah serapah pada seseorang didepannya yang dengan sangat tampan berbaring di sofa.

"Tsukki-chan, jangan terburu-buru temani aku disini." Kuroo, pemuda berjas rapi yang tengah bermalas-malasan disofa merengek manja.

"Maaf, pak. Saya harus pulang karena saya juga memilki kehidupan." Ujar Tsukkisima menahan urat-urat kemarahan di dadanya.

"Haaa? Hidupmu hanya untukku, sayang. Karena aku atasanmu" Kuroo cemberut.

"Siapa yang anda panggil sayang ,pak? Dan juga bukankah anda ada rapat penting hari ini dengan direktur pabrik teh?" Tsukkisima semakin susah berkonsentrasi.

Bukan , bukan karena percakapan ini, tapi HEI HEI HEII.. apa-apaan bosnya itu kenapa dia melepaskan dasi dengan gerakan yang erotis seperti itu?.

Bukannya Tsukkisima tertarik, Tsukkisima adalah lelaki normal, tentu saja dia menyukai kaum adam. Err.. maksudnya hawa maaf disini terlalu gelap jadi suka typo.

"Aku malas bertemu dengan Bokuto untuk saat ini." Kuroo melepas dasi dan jasnya , kemudian berjalan mendekati Tsukkisima.

"Aku lebih suka berada disini bersamamu." Kuroo berkata sambil merangkul pundak kecil dari sekretarisnya.

"Maaf, pak. Saya sedang bekerja lebih baik anda duduk diam dan baca beberapa dokumen yang harus kita serahkan besok." Kata Tsukkisima jutek, Kuroo mendengus.

"Haik, Haik, Haik. Sayangku yang manisssss.." Kuroo tersenyum dan menuju meja kerjanya.

Sesaat pipi Tsukkisima memerah dan tatapan matanya melembut.

Kuroo, atasanya memang menyebalkan, tapi disisi lain dia sangat perhatian dan penyayang. Walaupun masih ada sisi kejamnya sih. Tsukkisima merasa risih karena atasanya itu selalu mengumbar rasa sayang berlebih padanya, tapi lama-kelamaan Tsukkisima merasa nyaman dengan perlakuan itu. Ketika hujan tiba dan Tsukkisima kebasahan didepan kantor, Kuroo memarahinya dan meminjaminya jaket, saat Tsukkisima tertidur ketika bekerja Kuroo dengan lembutnya menyelimuti tubuh mungil Tsukkisima dengan selimut yang harusnya ia gunakan.

Mengingat beberapa kejadian itu pipi Tsukkisima memerah, dan hatinya berdegup kencang.

"Tsukki-chan, wajahmu merah…" Tsukki tersentak dan kembali pada dunia nyata.

"S-Saya tidak papa kok, pak."

Kriiingggg….

"Ahh.. ada telepon masuk. Saya akan mengangkatnya." Tsukkisima bangkit sambil berusaha menyembunyikan rona merah dipipinya. Kuroo hanya mengangguk setuju.

.

.

"Selamat malam, mohon maaf menggangu di luar jam kerja kantor anda. Saya Akaashi dari Perusahaan Kocha, dapatkah saya berbicara dengan Mr. Kuro sekarang? Atau yang mewakili?"

Tsukkisima menoleh horror kea rah Kuroo dan hanya di balas siulan tidak berdosa dari sang atasan.

"Selamat malam, Akaashi-san. Ini dengan Tsukkisima sekretaris dari Mr. Kuroo, apakah ada yang bisa di bantu?"

"Ahh.. Tsukkisima-san, mohon maaf sebelumnya. Saya ingin mengonfirmasi kembali jadwal meeting perusahaan untuk membahas kerjasama terkait kantor baru dengan perusahaan property, apakah ada reschedule atau bagaimana ya?, karena dari saya sendiri belum ada informasi terkait"

"Untuk dari kami juga belum ada informasi terkait ini, Akaashi-san. Nanti akan saya coba follow up kembali mengenai hal ini dengan perusahaan property nya, ya. Tapi, sebelum itu mohon maaf Akaashi-san, apakah ada reschedule juga untuk jadwal dinner malam ini bersama Mr. Bokuto?"

"Aree,, Apa Tsukkisima-san belum tahu? Ahh begini, untuk dinner malam ini memang sudah di batalkan sejak tadi siang karena Mr. Bokuto mendatangi jamuan mendadak untuk para pemegang saham. Mohon maaf sekali lagi, Tsukkisima-san, saya kira anda sudah mengetahui hal ini."

Perempatan siku-siku nongol di jidat Tsukkisima

"Ahahaha,, begitu ternyata, baiklah Akaashi-sna terimakasih banyak atas kerja kerasnya."

"Haikk, terimakasih atas kerja keras nya juga. Selamat malam"

Tuttt…

Tsukkisima menatap horror ke arah Kuroo, sementara sang pria berambut hitam itu menahan tawa setengah mati.

Tsukkisima menarik nafas panjang, mengingat perjuangannya menyelesaikan pekerjaan sebegitu banyak sejak siang tadi hanya untuk mempersiapkan acara dinner yang aslinya batal sejak tadi siang.

Tanpa dia tahu

Tubuhnya lelah dan lapar

Rasanya ingin makan orang

"HEHH PERJAKA TUA, KAU MEMBODOHIKU YAA"

"AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA….."

Terkutuklah kau jamet sialan – Tsukkisima Kei

.

.

.

TBC

Mungkin saya tidak akan banyak bacot seperti di cerita-cerita sebelumnya hahaha
Selamat menikmati~

Saya ada di dua Platform dengan PenName yang sama, monggo di kunjungi

Sekian

Kagamin