Freaky Orientation Time (?)
Kuroko No Basuke
Dari
Kakak Fujimaki Tadoshi
Ceritanya
Dari
Saya T.T
Warning : OC is Kagami Taiga's old sister, 2 OC is Twin. IzukixShizuka are couple ^^. Alay Lebay Is Mejik. Harap siapkan mental karena bahasa author yang sangat abal dan mengandung gajenes. Para Chara yg OOC nya is amajing pery pery. Sediakan segenggam keripik untuk camilan.
Information :
HyuuRiko, KiyoHana, OtsuFukui, LiuIma, HayaMiya, IzuShizu, dan banyak lagi kedepannya.
Genre :
School life , Parody , Humor (garing crispy), Friendship(Ga ada Yaoi *ehh ada deh*)
Pairing :
Generation of Miracle , 3 OC , Kagami Taiga
Rated :
K-T
HAPPY READING ^^
Chapter 4 : Hari Ketiga (Malaikat berdada bidang)
.
"A-apa?" Aoi tak bisa berkata-kata melihat penampakan-penampakan para pendosa yang dengan seenak udel lewat didepannya tanpa menggunakan atribut yang telah diumumkan pada hari perkenalan MOS.
Dengan langkah menghentak bagai badak mau berangkat haji Aoi pergi keruang OSIS tempat dimana para pengurus OSIS berkumpul untuk membincangkan apa saja yang diperlukan dalam kegiatan MOS.
'bisa-bisanya mereka semua murtad dari tugas. Emangnya mereka pikir ini sekolah embahnya apa?' Aoi ngedumel dari dalem ati. Dia mangkel tingkat dewa liat kelakuan para murid baru yang dengan beraninya menentang anggota OSIS.
"Pagi semua ak-" Mulut Aoi mingkem seketika melihat penampakan mengerikkan didepannya.
.
Riko yang tengah suap-suapan gado-gado sama Hyuuga, Aoi makin melotot setelah liat Riko menyuapi Hyuuga pake pacul bukan sendok.
.
Imayoshi yang tengah bermerah-merah mukannya disentuh 'ini' 'itu' oleh Liu Wei. Aoi ampirr aja loncat goyang dumang sambil teriak "THIS IS MY OTP" pake toa.
.
Aoi kembali menelusuri ruangan OSIS dan diliatnya kakak perempuan semata wayangnya bersama sesosok gadis yang dikaguminya tengah mimisan parah sambil jerit-jerit pelan (?) melihat Kiyoshi dengan mesranya mengusap Hanamiya. Aoi mencelos, kini kakaknya beserta Shizuka-san-Nya tengah menjadi nista akibat OTP.
.
Manik birunya kembali bergulir dan menangkap dua batang cowok berbatang, tengah bertengkar hebat diatas ranjang (?). eitsss jangan salah.. ternyata mereka tengah bergulat sambil saling mencaci siapa yang ter-ganteng dan pantas mendapatkan cinta sang ketua OSIS. Mereka tidak menyadari bahwa cewek yang diperebutkan tengah dalam kondisi nista. Aoi kembali geleng-geleng kepala. Disamping adegan gulat itu terlihat Reo yang tengah jerit-jerit gaje sambil tepuk tangan liat pertarungan ranjang kedua mempelai *dibakar* itu. Kasamatsu hanya tepok jidat pasrah , sedangkan Fukui dan Otsubo mengelus dada tabah.
.
Huffftttt… Aoi mengelus dada ikutan dengan tabah. Diliriknya 2 ekor anak manusia yang menatap prihatin kearah teman-temannya. Hanya pengurus OSIS yang tau kenistaan para manusia yang masuk didalamnya.
"Miyaji ikut aku keruang siaran." Aoi melenggang pergi dengan tatapan pusing tujuh keliling.
"Ngapain Aoi?" Tanya Miyaji dengan muka polos.
"Mau liat elu sama Kotaro 'main' " Kata Aoi malas.
Miyaji sama Kotaro cuman sweatdrop.
.
.
"Harap semua murid baru berkumpul di Aula sekarang juga." Suara dari sound system menghentikan aktifitas para penghuni sekolah. Dengan cepat para murid baru grusa-grusu menuju TKP kali aja mereka semua mau pulang pagi.
.
"Heeeee itu suara Aoi kan?" kata Haru cempreng dengan nada tak suka.
"Ada apa ya? Kok aku ga tau?" Shizuka dengan polos malah nanya balik. Semua anggota OSIS saling pandang dan merenung sejenak.
"ASTAGA POSISI KITA TADI."
Kita tinggalkan mereka makhluk nista..
.
Nyam nyam nyam….
"Atshusi berhentilah mengunyah dengan keras. Aku benci." Akashi bertitah dengan dingin. Murasakibara kicep.
"Hoaaamm… apaan sih? Kenapa para OSIS itu tidak berhenti menyiksa kita." Aomine berkomentar malas.
"Ohh benarkah? Kurasa para OSIS belum menistai kita semua deh. Author kan sering buntu ditengah jalan dan pas ngelanjutin dia malah lupa ceritanya." Kuroko berkomentar panjang sambil menoleh kearah gadis kecil nan pendek yang tengah pundung didepan laptop.
"Ti-tidak juga , nanodayo. Berkat dia aku memiliki kenangan indah." Semua terdiam menatap Midorima lamaaa… laaaammmaaaa sekalii.
"Ada apa,nanodayo?" Midorima gelagapan sambil menaik turunkan kacamatanya.
"Midorimacchi kenapa-ssu? Kok mukannya merah?" Kise menunjuk muka Midorima yang tengah berubah warna kayak tomat. Kalo saja kepalanya bulat itu pasti sudah mirip dengan tomat.
"Shhiinnncchaann…" Teriakan cempreng memecah gendang telinga semua yang mendengarnya. Kepala warna-warni itupun menengok kearah sumber suara dan mendapati sesosok pemuda IMUT sekali lagi IMUT mendekat kearahnya.
'Glek.. Takao makin imut njerr..' Midorima nosebleed seember penuh di innernya.
'Hampir menyamai Tetsuya hanya saja masih imut Tetsuya ku keles..' Akashi melirik Kuroko yang tengah memajang tampang datar. Manik biru secerah langit itu kini mulai bergulir menabrak mata hetero Akashi.
Mereka berpandangan…
'TUHAAANNN KUATKAN IMAN SEI…' di inner Akashi udah jedot-jedotin pala ke tembok.
"Wuhuiii… manis juga tuh. Cocok buat uke lu." Aomine senggol-senggol Midorima yang menatap risih. Berasa dia pintu apa disenggol segala.
Takao berjalan dan langsung memeluk lengan wortel raksasa itu dengan riang.
"Areeee? Midorimacchii…" Mata kuning Kise mengambang *plak* , mengerjap tak percaya dan dibalas suara kunyahan dari Murasakibara.
"Heeee…. Kenapa murid cowok masih ada yang make tas Hello Kitty sama bando berpita itu?" Murasakibara buka suara setelah melihat beberapa murid cowok masih setia memakai atribut ngehode versi OSIS. Kalau murid cewek sih wajar sajaa.. tapi kalo cowok kan, berasa kek gimana gitu. Secara mereka kan berbatang, perutnya kotak kotak, dadanya segitiga, bahunya R1 R2 (?).
"Entahlah-ssu. Tapi Murasakibaracchii aku suka pakai ini-ssu." Kise malah pamer gaya sambil berpose hormat ala cewek. Dia berputar bagai pemain balet nasional memamerkan tas Hello Kitty pink dan bando berpita merah yang menghiasi mahkota kuningnya.
Sejenak Murasakibara,Akashi,Midorima, dan Aomine terdiam.
SEME MANA YANG TAHAN LIAT ADA UKE DIDEPAN MATA?- ISSHHH,,,,!
*Gotong Author ke Kaneki biar dimakan*
.
"Kasamatsu ada apa?" Haruka menepuk pundak Kasamatsu pelan. Membuat sang alis tebal terlonjak kaget.
"T-tidak.." Kasamatsu menunduk sambil memalingkan mukanya dengan semburat merah menguar keseluruh pipinya.
Haruka melihat sekeliling dan ditangkapnya sesosok pemuda kuning-ngambang- tengah berpose imut. Tanpa dikomando bibirnya melengkung senyum jahil.
"Elu naksir tuh cowok kuning-kuning yee?" Tanya Haruka serem. Kasamatsu yang tau itu kode bahwa ke fujoshi an Haruka lagi ON akhirnya ngacir.
"WOYYYY TUNGGU LU…." Haruka ngakak gedhe bikin semua murid nengok kedia.
.
"Aree? Itu kakak OSIS kenapa?" Murasakibara nengok kearah sumber suara dengan heran.
"Entahlah Murasakibara-kun.. Dia mungkin keselek biji wijen" Kuroko menjawab singkat sambil terus berjalan.
Murasakibara hanya menghela napas dengan malas. Kise dan Kuroko bahkan juga masih memakai atribut itu. Sungguh sangat ultimate uke sekali.. loph yuh muaahh~ *Author nongol/ didepak* .
.
BRUKKK….
"Aduhhh…." Murasakibara celingukan. Perasaan dia tadi menabrak sesuatu deh kok kagak ada apa-apa.
"Murasakibaracchi dibawahmu-ssu." Kise menunjuk lantai tepat dibawah Murasakibara. Sang titan kepala ungu menunduk dan mendapati seorang manusia tengah mengusap dahinya.
"Hee… aku tidak liat. Maaf.. kau terlalu kecil sih." Murasakibara berujar malas.
Sosok dibawah itu mendongak, menampakkan permata kecil berwarna hitam keabu-abuan yang mendiami kelopak matanya.
'Malaiikatt….' Inner Murasakibara pingsan sambil ileran.
"Gapapa kok. Aku saja yang tidak berhati-hati." Sosok bagai malaikat itu bangkit berdiri sambil merapikan helaian sekelam malam miliknya yang dihiasi bando berpita merah. Murasakibara menahan napas sejenak.
" ." Dia hanya mengangguk didalam keterpanaannya. Ternyata Titan besar Alaska kita ini tengah grogi sodara-sodara.
"Murasakibara cepet.." Aomine buka suara males. Padahal dalem hati sih dia jeles tingkat dewi portuna liat calon uke si titan ungu itu.
Tapi dewi portuna yang lain singgah , entah karena mau liat asupan baru punya Haruka atau karena ada seorang jones yang minta bantuan.
Sesosok TINGGI berkepala MERAH *Dikemplang Akashi* tengah mendekat kearah Aomine.
'Njirrr bidadara gue dateng' Aomine nyengir tapi sayang seribu sayang sang bidadara hanya lewat saja tanpa melirik sedikitpun.
"Tatsuya kau kenapa?" Kata Kagami tanpa memerdulikan Aomine yang tengah dipenyet hatinya pake sambel terasi.
"Ohh Taiga.. aku gak papa kok." Pemuda yang dipanggil 'Tatsuya' itu tersenyum lembut membuat Murasakibara kembali jedag jedug jantungnya.
"Atshusi ayo cepat." Akashi jengah liat Kagami yang tinggi menjulang bagai tiang sementara dia masih napak tanah.
"Iya Akachin.." Murasakibara menjawab malas dan melangkah maju. Tanpa diketahui dia menyandung kakinya sendiri.
Brukkkk…
Dan sukses menabrak *baca : Nyosor* kepemuda manis didepannya.
"Tatsuyaa…"
"Murasakibaracchiii…."
"Murasakibara-kun." Author menoleh kearah Kuroko yang merespon datar.
.
"Aduuhh…." Rintih Tatsuya atau lebih lengkapnya 'Himuro Tatsuya' pemuda manis bagai malaikat tadi.
"Neee maaf .. maaf." Murasakibara mencoba bangkit dan tanpa sengaja menyentuh dada pemuda dibawahnya.
Ehhh?
Dadanya segitiga kok. Bidang pulak.
Perutnya juga kotak-kotak.
Murasakibara membulatkan mata ungunya.
"Heii kau. Kenapa kau menggrepe-grepe Tatsuya." Sang adik dari Ketua OSIS itu berteriak horror.
"Dia pemuda?" Murasakibara pasang tampang pongo.
"Iya lah memang kau anggap apa?" Kagami mengernyit heran..
"HEEEE?"
DEMI BULAN YANG DIMAKAN KORO-SENSEI
DEMI KOLOR AOMINE YANG BULUKAN
DEMI LOVATO (?)
Elu kemana aja sih Mukkun, kan saya tadi udah tulis 'pemuda' gitu. *Dibekep kuroko pake sedotan*
.
"Maaf…" Murasakibara kembali bangkit dengan cepat dan berlari menuju aula.
"Heii Atsushi/ Murasakibara.." Akashi sama Midorima ngejar cepet takut kalo Murasakibara kalap dan makan orang-orang yang ada disekolah ini. Secara dia kan hasil persilangan bunga violet raksasa sama Titan besar Alaska yang BESAR, MENGERIKKAN, dan MERAH MUDA.
.
"Kenapa dengan dia?" Kagami mengernyit heran sementara Tatsuya sudah bangkit dari keterpurukan.
"Entahlah mungkin dia gugup."
Kagami berjengit begitu juga Tatsuya.
"Heii heii.. kau darimana munculnya?" Tanya pemuda kekar berkepala merah itu dengan pasang muka terkejut. Kuroko hanya merespon dengan meminum vanilla milkshake nya. *pan sedotannya disumpelin ke saya*
"Lebih baik kita ke Aula." Tatsuya berujar lembut. Kuroko dan Kagami mengangguk.
Sementara..
"Haii cantik." Aomine noel-noel dagu Kagami yang langsung pasang tampang jijik.
"Najis lu."
Satu kata dari Kagami bagai belati tertajam didunia menusuk jantung seorang Aomine Daiki. Batinnya tertohok, Hatinya sudah patah, hatinya sudah lecek, hatinya sudah digondol kucing.
Apakah Aomine sekotor itu?
Apa dia berhadast besar sampe dikatain najis?
Perasaan tadi kagak ada bercak merah dikolor biru dongkernya..
"Sabar Aomine-kun" Kuroko berujar polos dan mengikuti langkah Kagami dan Tatsuya yang menjauh.
.
Aomine mematung..
.
Shizuka lewat dengan heran.
"Aomine kau kenapa?" Gadis cantik itu bertanya pelan takut-takut kali aja si Aomine ini kesambet jin iprit.
Aomine menengok dan mendapati gadis manis yang notabene kakak dari bidadara pujaannya. Aomine mewek.
"AKUH KOTOR KAKAK… AKU KOTOR…" Aomine mengusap tubuhnya sambil nangis Bombay. Shizuka makin bingung.
"AKUH KOTOR SAMPAI DIKATAIN NAJIS KAKAK … AKU KOTOR AKU BERHADAST." Shizuka angkat bahu dan melengos pergi dari pada dia ngeladenin ABG ga jelas.
.
.
Di Aula….
.
.
"BARIS YANG RAPIH DONK ISH… DUDUL AMAT SIH ELU SEMUA." Kali ini yang terdengar adalah suara Hyuuga. Para murid kicep diem terutama kelas X-E yang diampu pemuda kece bermegane ini.
"sekarang kalian semua yang memakai atribut lengkap TANPA KEKURANGAN SEDIKITPUN menuju kesebelah kanan." Kiyoshi ambil alih. Pemuda brunette kalem ini terlihat lihai, membuat para murid dengan mudah menurut.
"Anjiirrr yang pake atribut kebanyakan muka uke semua.." Aoi bisik-bisik ke Hayama yang tengah pasang muka bloon.
"Maksud lu apa sih?" Tanya Hayama gagal paham sama ucapan Aoi.
"Aduhh kayak elu sama Miyaji. Miyaji pan uke elu, dan elu pan seme." Aoi gemes sambil jambak rambut Hayama.
.
"Njirrr tuh cowok cakep amat sih dikelas mana yak?" Haruka mulai beraksi. Mata birunya jelalatan cari mangsa.
"Yang mana sih?" Kasamatsu ikut nimbrung.
"Itu yang rambut kuning." Haruka naik-naikkin alisnya jahil. Kasamatsu yang melihat sosok tampan kata Haruka itupun langsung ngeblush. Mukanya jadi merah kek pantat bayi *Dibuang*
"halahh muka kek jagung rebus gitu." Fukui komentar cuek. Otsubo disampingnya hanya tersenyum lemah melihat uke nya yang tsundere naudubillah.
.
"dan bagi kalian yang tidak memakai atribut siap-siap dapet hukuman yach~ loph yuh cemuahh~"Murid baru muntah semua. Mendengar penuturan dari sound system yang sepertinya tengah dibajak oleh seekor Reo Mibuchi.
.
Para murid pun kini terpecah menjadi 2 kubu.
Kubu pertama dihuni oleh para cewek dan pemuda muke (Muka Uke) berwajah manis dan cantik.
Sedangkan kubu kedua dihuni oleh para pemuda berwajah berandalan dan kekar. Beuhhh tipe seme sejati is mejikk *Author usap iler*
"Akashi kau tidak memakai atributmu?" Midorima buka suara melihat rekannya yang MUTLAK dan PEMBALUT ehh salah ABSOLUT melanggar perintah.
"Diam kau, Shintarou." Akashi sewot ga terima. Midorima cuman mendengus kesal.
.
"kalian itu yaa.. kan sama kakak OSIS suruh bawa dan pake atribut MOS selama seminggu.. Kok bisa-bisannya kalian malah dengan seenak udel kagak pake. Kalian ini punya otak gak sih.." Aoi ceramah kesel banget sama kelakuan para murid baru. Sekesel pas dia lagi maen sepeda motor dijalan, didepan dia ada ibu-ibu naek motor juga, lampu sen-nya kekiri eh dia belok kanan. Kan kzl kzl kzl kzl.. Ibu-ibu naek motor emang menyeramkan.
"Maaf kak…" Koor semua murid di kubu kedua dengan males. Padahal dalem ati mereka udah merutuk nista 'Diem lu nenek peot.'
.
"APA LU NGATAIN GUE NENEK PEOT? MAU MATI LU…" Aoi treak kenceng kubu kedua langsung mingkem. Shizuka naek ke panggung sambil senyum-senyum nista. Entah apa yang ada diotak encernya itu.
"Baiklah. Seharusnya kalian tidak boleh melanggar peraturan yang sudah kami tetapkan." Shizuka mengambil alih dan bersuara lembut.
"Bagi kalian yang tidak memakai atribut saya hukum untuk…"
Glupp… Semua nelen ludah..
Dikubu pertama sih cuman nyengir aja liat temen mereka dinistakan. Terutama para cewek nyengir persis banget kek kecoak terbang.
"Meminta tanda tangan dari pengurus OSIS."
Haaa? Kenapa biasa sekali. Itu udah mainstream tjoyy…
"Dan pengurus OSIS itu adalah saya selaku ketua, Haruka selaku wakil, dan juga Aoi selaku sekretaris." Semua murid mendengus sebal.
Beuhh… kalo Shizuka sih gapapa secara dia kan cantik banget dan lemah lembut.
Haruka? Para murid baru bergidik ngeri membayangkan mereka menjadi korban keganasan Fujoshi tingkat atas dari salah satu kakak OSIS nya ini.
Aoi? Pehlissss masak mereka mau nguber-nguber macan garong yang kelaparan.
.
"Saya beserta Haruka dan Aoi-senpai akan menempati tempat pribadi masing-masing disekolah ini. Jika kalian ingin meminta tanda tangan kami kalian harus melewati ujian-ujian yang akan kami berikan." Shizuka tersenyum laknat. Yang lain merinding.
"Setelah ini kalian tunggu 15 menit dan segera mencari tanda tangan kami. Waktunya cukup sampai jam terakhir." Shizuka mengakhiri dan segera melesat pergi keruangan pribadinya diikuti oleh 2 danyang kesayangannya.
"Lohhh Lalu kita ngapain kak?" Tanya Momoi dengan tampang bego dan diikuti oleh lontaran pertanyaan lainnya dari para cewek.
"Kalian hanya akan menonton teman-teman kalian yang diberi hukuman dari sini." Izuki menyalakan sebuah LCD besarr di Aula yang menampakkan hampir seluruh sudut disekolah ini. Termasuk di 3 Ruangan gelap yang akan ditempati tiga nenek sihir target para murid baru.
"Whoaaa…." Koar mereka semua sedangkan para gagal dikubu dua cuman melengos sebel dipermalukan dengan sangat tidak senonoh seperti ini.
.
15 menit kemudian …
.
"Kalian silahkan pergi … GANBATTEEE NEE…." Teriak Riko dengan lantang pake toa masjid.
"WHOOOOOOOAAAA…." Para murid gagal itupun melesat pergi manjauh diiringi dengan berbagai teriakan nyaring yang memekakkan telinga.
"KITA BANTAI TIGA OSIS ITUU…"
"AYOOO SERBU…"
"KITA BAKAR SEKOLAHAN INI…."
Plukk…
Satu bangkiak sukses mendarat dikepala salah satu murid. Akashi hanya melotot tajem dikelilingi aura hitam.
Beuhh… ternyata Akashi yang lempar bangkiak. Btw dapet darimana ya tuh bangkiak?
.
"Tetsu-kun itu bukannya bangkiak Niji-san butlernya Akashi-kun." Momoi bisik-bisik ga jelas ke Kuroko. Kuroko cuman bisa nyengir watados.
.
"Kira-kira mereka mau kasih hukuman apa ya?" Kiyoshi pegang dagu tampak mikir dengan gaya keren.
"Haaa palingan juga hal-hal mainstream lagi." Hanamiya menyahut bosan.
"Aku harap bukan hal yang biasa. Secara mereka bertiga kan makhluk aneh semua." Hayama menguap malas.
"Heiii siapa yang aneh? Shizuka tidak ya." Izuki cemberut pacarnya dikatain aneh.
"Iyaa betul. Shizuka mana aneh. Kalo Haruka, aku takut kalo para pemuda yang dia sebut seme itu disuruh yang aneh-aneh." Seru Kasamatsu sambil bayangin Haruka nyuruh para pemuda gagal sebagai obyek fantasi liarnya dan heiii .. kenapa kau bayangin malah dirimu dengan pemuda kuning tadi Kasamatsu? *Author ditendang keluar Aula*
"Kuharap Aoi akan memakan mereka dengan saos tiram sebagai topping nya." Imayoshi tersenyum licik.
"Heii lebih enak saos cocol Omayo lah.." Otsubo ga mao kalah. Dia usulin saos cocol kesukaan dia pas lagi ngemil sama Kimura.
"Aku suka Mayumi Mayonaise asli.." Fukui acungin jempol sambil jilatin tangannya sendiri.
"Kok kalian semua malah promosiin saos sih." Moriyama mendengus kesal. Huhh .. dia pikir tadi Shizuka bakal jadiin dia artis dadakan. Ternyata malah yang dimintain tanda tangan bukan dia. Huhh syeebel rasanya.
"Mereka semua ditaburi biji wijen aru."
"Liuu kenapa kau mengataiku begitu."
"Aku benar kan aru."
"Liu jahat. Aku ngambek." Imayoshi buang muka dengan drama queen sekali. Yang lain sweatdrop.
.
"Holla.. eehh kau kan yang ditabrak temannya Shin-chan tadi." Takao dateng-dateng teriak heboh sambil nepuk bahu pemuda berambut raven yang tengah menatap temannya di LCD .
"Hahh iya hehehe.." Pemuda bernama 'Himuro Tatsuya' itu tersenyum bagai malaikat.
"Lalu pemuda beralis cabang tadi kemana?" Takao mengerjapkan matanya.
"Dia ikut dihukum." Tatsuya menunujuk penampakan seorang pemuda berkepala merah dan TINGGI sedang berdebat heboh dengan pemuda berkulit tan.
"Lhooo Aominechhii-ssu." Kise membulatkan mata emasnya.
"Aree? Temannya Shin-chan." Takao mendekat kearah Kise,Kuroko,dan Momoi yang tengah menganga menatap Aomine yang lagi kalap.
"Aku harus menghentikan dai-chan sebelum ini selesai." Momoi siap-siap pergi.
"Jangan Momoi-san nanti kamu juga dihukum lhoo.." kata Kuroko kalem. Momoi luluh dan diem ditempat.
"Yoo.." Semua menoleh kearah Takao yang tengah menyapa mereka. Kuroko mengangguk dan Kise tersenyum.
"Whaaa Shin-chan juga dihukum." Takao melihat dan terkikik pelan saat penampakkan wortel raksasa terpapang jelas di LCD diikuti oleh titan ungu raksasa dan juga kapten boncel yang absolut.
SWIIINNGGGG….
*Author terkapar ditanah dengan banyak darah*
.
"Heii kalo boleh tau nama pemuda besar itu siapa?" Himuro bertanya lembut kearah Kise.
"Ohh itu Murasakibaracchii –ssuu." Kise berujar semangat. Himuro mengerutkan alisnya.
"Murasakibara Atsushi, Himuro-san." Kuroko menyahut dan melirik Kise yang tengah pasang cengiran kuda.
"Ohh Atsushi kah.." Himuro tersenyum.
"Lalu pria kekar itu?" Momoi bertanya sambil menunjuk kearah Kagami yang tengah bertengkar heboh dengan Aomine.
Padahal mahh itu Aomine lagi ngamuk-ngamuk dikatain najis tadi. Padahal yolohh sumpah demi titit Levi yang gede dia kagak ada udhzur, dia 'men' aja kagak. Dia masih ingat kalo berbatang.
"Itu Taiga. Dia adikku, Kagami Taiga." Semua melotot. Lhoo Kagami sama Himuro jauh amat… jangan-jangan ibu Kagami selingkuh sama ayah Himuro dan 'menghasilkan' Himuro Tatsuya yang saat ini didepan mereka.
"HEII BERANI-BERANINYA KALIAN MENGATAKAN IBUKU SELINGKUH." Shizuka teriak dari ruangannya yang tersorot kamera CCTV dan tertampil di LCD.
Dia teriak sambil nunjuk-nunjuk kearah Kuroko cs yang memucat seketika.
Himuro terkekeh pelan "Bukan seperti itu. Taiga memang adik dari Shizuka-neechan. Kepala Sekolah Alex yang mengangkatku jadi adik Shizuka-san sekaligus kakak dari Taiga." Semua mangut-mangut ngerti.
"Ehh siapa kepala sekolahnya tadi?" Takao mengorek telinganya pake linggis.
"Alex . Alexandra Gracia."
"APAAA?" Kuroko, Momoi, sama Kise teriak heboh sampai muncrat. Himuro dengan sabar melap wajah rupawannya yang terkena lahar jigong.
"Itu kan atlit basket Internasional." Momoi mangap ga percaya.
"Yang Oppainya ngalah-ngalahin Rias Gremory."
Semua menoleh kearah Takao.
Takao kicep.
"Ehh yang benar itu Himuro-kun?" Momoi balik nanya setengah ga percaya.
"Iyaa.."
"Ehh beneran ya Himuro-kun?"
"Takao-san jangan nanya balik."
"Cuman balik nanya." Takao nyengir.
.
.
"Woiii ngapain elu ngatain gue najis tadi?" Aomine misuh-misuh ga terima sambil todongin tinju dia yang segede jemblem.
"Elu menjijikkan." Bales Kagami dengan muka marah. Alis bercabangnya berkedut.
"Tadi najis, sekarang menjijikkan. MAU LU APA SIH?" Aomine naik pitam dia lempar sepatunya dan tepat mengenai jidat milik Kagami.
"Aduhhh… ANJIIIRRR SAKIT DUDUL." Kagami ikut lempar sepatu ke arah Aomine dan berhasil mencium telak jidat pemuda dim itu.
.
.
TBC
.
.
Hallo ShizukaWijen disini *Lemes dipojokan*
Maafkan saya yang lambat apdet ini TwT saya lagi banyak tugas dan segala macam tetek bengek sekolah TwT *Alesan lu*
Dan katakan pada saya ini udah humor belom sihh? T.T
Semoga aja chap ini memuaskan 3k lohh ini *-* ..
.
Bagaimana serunya hukuman para trio fujo chap depan yak?
Wahhh Mukkun jatuh centong T.T terhura saya *laugh*
Ada yang mau usul barang apa aja yang akan dibawa dihari ke-4 TwT pehliss usul saya entah kenapa kok buntet inih otak TwT
Balesan Review ^^ Loph yuh *tebar ciuman* walaupun cuman dua saya sayang kalian *peluk*
EmperorVer : sukurlah yang kemaren itu humour kak ^^ makasihh udah baca hehehe.. kalo ada typo kasih tau ya soalnya saya kan miss typo wkwkwkwkwk.. oke kak ikutin terus yaaaa..
Guest : YA IYA DONK MURAHIMU GOOOO! Kamu pake capslock saya kaget bacanya. Btw makasihh yaa ini silahkan dinikmati ada MuraHimunya ^^
Shizuka *Te hee*
