Freaky Orientation Time (?)

Kuroko No Basuke

Dari

Kakak Fujimaki Tadoshi

Ceritanya

Dari

Saya T.T

Warning : OC is Kagami Taiga's old sister, 2 OC is Twin. IzukixShizuka are couple ^^. Alay Lebay Is Mejik. Harap siapkan mental karena bahasa author yang sangat abal dan mengandung gajenes. Para Chara yg OOC nya is amajing pery pery. Sediakan segenggam keripik untuk camilan.

Information :

HyuuRiko, KiyoHana, OtsuFukui, LiuIma, HayaMiya, IzuShizu, dan banyak lagi juga Anime numpang lewat.

Genre :

School life , Parody , Humor (garing crispy), Friendship(Ga ada Yaoi *ehh ada deh*)

Pairing :

Generation of Miracle , 3 OC , Kagami Taiga

Rated :

K-T

HAPPY READING ^^

Chapter 5 : Hari Ketiga part 2 (This is time to cosplay).

.

"Hahahahaha…." Izuki tiba-tiba ketawa gedhe, bikin para OSIS yang lain pada merinding.

"Lu Kenapa?" Moriyama geplak Izuki seenak jidat.

"Shizuka barusan sms gua, dan gua tau semua rencana trio fujo itu khekhekhe.."

Seluruh OSIS mendekat dengan serentak.

"Yang bener lu?" Kasamatsu tanya sambil melotot. Alis tebalnya jungkir balik tanda penasaran.

"Iya, sumpah demi kolor titan kolosal." Izuki acungin jari berbentuk huruf ' V '

"Rencana mereka apaan? Beneran mau di pecel tuh para anak baru." Imayoshi angkat bicara sambil pasang muka sadis.

"Imayoshi, kau lapar?" Liu buka suara.

"Hehehe.. iya nih laper." Imayoshi cengengesan. Yang lain sweatdrop.

"Jadii…." Hayama ngomong nggantung. Seperti perasaan Aomine yang ngegantung kek sempak saat ini.

"Itu masih rahasia, teman-temankuh. Ayo kita jalankan tugas kita dulu." Izuki bergaya sok sambil menaikkan kacamata imajinernya pake gaya ala Midorima.

.

.

"Baiklahh semua, kalian silahkan lesehan dibawah ya .. males kita-kita mau sediain kursi karena kalian semua ntar juga disuruh ikut ngerjain." Hyuuga melerai keramaian di Aula dengan suara beratnya lewat sound system.

"Kita juga ikut ngerjain senpai?" Kise bertanya dengan polos.

"Mungkin sih , mana gua tau si Shizuka ama antek-anteknya ngapa-ngapain temen lu." Hyuuga sukses dikemplang Riko.

.

.

"Okeee teman-teman sudah saatnya kita menuju ke gerbang pertama." Pemuda berambut coklat berteriak menggebu-nggebu.

"Ayoo .. kita hajar 3 OSIS itu." Aomine angkat kepalan tangan tanda semangat.

"SERBUUUUUU…"

Akashi, kapten boncel memimpin di depan medan perang. Sasarannya kali ini adalah sebuah pintu di ujung lorong yang menjadi neraka pertama bagi mereka.

"AYOO TEMAN-TEMANN… HEEYYAAA…."

BRAKK…

Pintu sebuah ruangan ditendang Akashi sampai Gol.

Dan terlihatlah sosok Haruka yang tengah tersenyum setan dengan telinga kelinci dan baju maid kafe.

"Khehehehehhehe…. Ayo kita mulai."

Semua menelan ludah.

'Aku merasa tidak enak,nanodayo.' Midorima berkeringat dingin.

'Apa yang akan dilakukan Haru-neechan?' Kagami garuk-garuk pantat. Gatel kata dia.

'Kuping kelincinya lucu.' Murasakibara malah salfok liat bando ber'telinga' kelinci itu sambil memakan snack yang ia bawa.

'Matilah' Akashi berujar pelan sambil menggertakan giginya.

Haruka turun dari singgasana kecil yang ia buat, serta berlenggak lenggok dengan nistanya.

"Aku akan menyerahkan satu kupon kepada kalian jika kalian mau melakukan apa yang kuinginkan." Haruka berpose alay sambil keluarin beberapa kupon berwarna merah.

"Kupon?" Semua saling pandang.

"Jika kalian berhasil mengumpulkan 3 kupon, kalian bisa lulus dari hukuman kami."

"Ohhh gitu.. yasudah , apa yang kau mau senpai, aku ingin kita bisa menyelesaikan kupon dan segera lulus dari siksaan menyedihkan ini." Aomine lebay, dia berujar malas sambil menguap lebar ala beruang.

"Aku ingin kalian…"

Glek…

"Bercosplay character dari berbagai fandom."

GUBRAK….

"Hanyaaaa ituu? Kau hiatus sebulan dan hanya itu?" Aomine geprak meja ga terima.

"Maksud lu apaan?" Haruka ikut geprak meja pake kaki.

"Pusing gua ngadepin makhluk kek elu." Akashi mijit kening. Kepala dia rasanya mau pecah. Ya ampun kali aja dia ada kewenangan di sekolah bapaknya ini, sudah pasti MOS akan dihapus secara permanen di sekolah ini.

Semua mengeluh tak bisa diam.

"STOPP.. " Haruka angkat papan jalan hasil comotan.

"Dimulai dari kau Akashi-sama.." Akashi menengok kesamping kanan dan kirinya.

"Maksudmu aku?" Tanya Akashi dengan nada polos.

"Iyaa .." Haruka mengangguk.

"Kau menyuruhku bercosplay?" Tanya Akashi lagi dengan muka bingung.

"Yap.. dan aku ingin kau bercosplay menjadi salah satu character favoriteku."

"Maksudmu?"

Pertanyaan Akashi hanya sampai disitu dan dibalas dengan senyuman mengerikkan dari Haruka.

.

.

"Akashi-kun? Bercosplay?" Kuroko menoleh kearah Momoi yang tengah ternganga hebat menatap layar LCD didepannya.

"Yakk … game akan dimulai." Izuki berseru senang. Disambut beberapa seringaian dari anggota OSIS yang lain.

.

.

"Heiii apa yang kau lakukan padaku?"

"Tenang, Akashi-sama, Shizuka-san pasti akan sangat menyukaimu jika kau seperti ini."

"Haaa? Shizuka itu kacungku jadi tidak mungkin dia akan menyukai jika tuannya dinodai seperti ini."

"Ara.. kau sangat ,maniss lohh.."

"Heii apa yang kau sentuhhh,, aaaanngghh…."

"Yahhh .. basah deh , gimana sih Akashi-sama?"

"Itu sebabmu jangan buatku basah seperti ini.."

"Err.. kok kayak ambigu sih." Aomine celingukan berusaha mengintip kedalam tirai.

"Itu hanya pikiran kotormu saja AHOmine," Midorima berujar tajam sambil memainkan kacamatanya.

"Akachin diapain kok sampai basah?" Murasakibara bertanya dengan muka malas. Heii Murasakibara-kun apa kau tidak menyadari pertanyaanmu itu sangat ambigu.

"Diam kau Titan. Tytyd Lumutan." Kagami melengos sebel dan ditatap dengan ganas oleh Murasakibara.

.

"Haaa selesai.. " Haruka menyibakkan tirai sambil mengusap peluh di dahinya dengan lebay.

"Hahha.. harusnya Akashi-san aku pakaikan baju butler biar keren, tapi karena basah aku menggantinya."

"Maksudmu senpai?" Para murid bertanya dengan heran.

"tadaa…" Haruka menunjuk seonggok makhluk imut yang tengah bersemu merah.

"Haruka kau akan mati.." Akashi membuang muka dengan malu. Tapi ..

Liat para murid itu….

Mereka …

Menganga…

.

.

"Kawaii sih.." Aomine berkomentar dengan semburat merah dipipinya.

"Aku jadi ingat keponakanku di Amrik." Kagami mengerjap tak percaya.

"Huuumm.. Kawaiii tapi tetap saja Akachin." Murasakibara mendengus kecil,diikuti anggukan persetujuan dari Midorima.

"Tinggal sentuhan terakhir…" Haruka menyisir pelan rambut merah Akashi dan mengikatnya twintail pendek karena memang rambut Akashi pendek *note : beserta tinggi badanya* lalu tak lupa menambahkan bando kain berenda diatasnya.

…..

.

"AKASHI-SAMAAAAA KAWAAAAIIIIIIIIIIIIIIIIIIII…" Haruka kumat. Dia peluk-peluk Akashi sambil memasang wajah mesum ala om om .

Akashi hanya memerah. Adudududduhh… Akashi kok jadi gemesin gini sihhh. *Author ditendang*

.

"Walaupun kau laki-laki aku siap menjadi pasangan hidupmu, Akashi.." Seorang pemuda berambut coklat berlutut dan mengecup tangan Akashi.

"SIAPA YANG MAU BEGO! " dan sebuah tendangan maut terjadi lagi untuk kedua kalinya.

.

.

"Baiklah… sekarang.. kau?" Haruka menunjuk seeorang Murasakibara yang merupakan sosok paling menonjol diantara semua murid. Yah .. karena dia menjulang bagai tiang listrik, serta tidak lupa bunyi kunyahan dan hamparan remahan snack bertengger disekujur tubuhnya.

"Haa? Haruchin mau aku bercosplay apa? Kalau mau maid, aku yakin tidak akan ada yang muat." Murasakibara berujar malas sambil mengunyah keripik kentang yang ia bawa.

"Ohh tidak tidak, aku akan memakaikanmu kaos kasual dan celana ketat, serta menguncir sedikit rambutmu."

.

'Biasa sekali.' Seluruh murid sweatdrop.

"Heii tidak bisa Atsushi harus bercosplay sepertiku." Akashi protes ga terima masak dia aja yang nista setidaknya dia harus memiliki kawan seperjuangan.

"Nahh kalau begitu bisa kau carikan ukuran yang pas untuk Murasakibara, Akashi-sama?"

Akashi kicep.

.

.

"Nahh … Murasakibara kereeennnnnnn.. WOAHAHAHAHAHAHAHAHA….." Haruka ngakak gedhe sambil berkacak pinggang.

Krikk

Kriikkk

'benar-benar biasa saja.' Batin semua murid ngenes.

"Ahh.. sudahkah? Kalau begitu aku mau keruang satunya.." Murasakibara beranjak pergi tapi urung. Tangan besarnya ditarik paksa oleh Haruka hingga titan besar itu kembali duduk dengan manis.

"Tinggal sentuhan terakhir… " Haruka menguncir rambut Murasakibara dengan acak-acak, namun karena ke'acak-acakan itu lah tingkat kekerenan Murasakibara bertambah.

.

"Wuihh ga nyangka lu keren juga kalo dikuncir ama dikasih poni gitu." Aomine yang pertama kali komentar. Dia memandang takjub atas ciptaan tuhan yang maha esa di depannya.

"Haa? Apa peduliku aku hanya ingin segera selesai dan pergi ke kantin." Murasakibara memutar bola mata ungunya bosan.

.

.

"Selanjutnyaa…. Ahh … Arima-chan.." Haruka lompat dan langsung nemplok di bahu lebar Midorima.

"Namaku Midorima Shintarou senpai. Bukan Arima,nodayou." Midorima menaikkan kacamatanya dengan gaya cool.

"Aku ingin kau bercosplay menjadi Arima.." Haruka tepuk tangan heboh.

"Ingat Midorima-kun, jangan menyukai gadis yang pandai memainkan biola." Salah satu murid mengacungkan jari telunjuknya dengan muka serius.

"Iyaa.. karena dia nanti pasti akan berpura-pura menyukai temanmu, padahal dia menyukaimu. Lalu, mati dengan meninggalkan sakit hati yang mendalam." Timpal yang satunya dengan lesu.

…..

Heningg….

.

"Aku ingin dia bercosplay menjadi Arima di Tokyo Gahol .." Haruka memecah keheningan.

"Ahh yang itu ,, mungkin Midorima akan cocok." Akashi menjentikkan jarinya dengan puas.

.

.

"Selesaiii.." Haruka merengut menatap Midorima.

"Kenapa senpai, berekspresi seperti itu,nodayou?" Midorima dengan muka memerah tomat bertanya.

"Akashi-sama aku ingin bicara padamu." Haruka berjalan menuju Akashi dan membisikkan beberapa kalimat di telinga pemuda mungil itu.

Semua murid heran, perasaan Midorima biasa aja, gantengnya juga nambah, kenapa Haruka berekspresi seperti itu coba?

"Baikk.. Haruka." Akashi merogoh sesuatu didalam sakunya. Midorima menelan ludahnya dengan susah payah.

"Nahh ayo.. aku akan mem-foto mu."

"Kyaaaa…. Midorima-kun kakkoi …" Haruka kembali melompat dan memeluk Midorima erat.

"Chee…"

Cekrek…

'Haruka senpai kowaiii …'

.

.

"Wahhh … Akashi-kun manis sekali.." Momoi berkomentar sambil memilin rambutnya.

"Humm.." Kuroko mengangguk malu. Entah karena merasa tersaingi ke-imutannya atau malah nosblit liat Akashi crossdresser.

"Shinchan…" Takao mangap ga percaya. Laler mulai hinggap didalam sana.

"Ada apa Takao-kun?.. Kurasa Midorima-kun baik-baik saja.." Himuro menyentuh bahu Takao.

"Uhmm.. Shinchan terlihat lebih tua.. wignya warna putih kek uban."

"Tapi Midorima-kun tetep keren kok.." Himuro tersenyum ala malaikat.

Takao membuang muka dengan wajah semerah sosis panggang.

'Atsushi juga keren kok' Himuro membatin sambil melihat sosok di layar LCD yg tengah makan dengan santainya.

.

"Selanjutnyaaa…. Ahh .. Adik Shizuka-san, kochi kochi.. " Haruka melambaikan tangannya pada Kagami Taiga, sementara yang di maksud malah melotot bego.

"Aku , Haruka-Nee?" Kagami menunjuk diri sendiri dengan keringat bercucuran.

"hahaha… Iyaa kamu" Haruka tersenyum manis sambil melambai-lambai.

"Entah kenapa aku memiliki firasat yang sangat buruk." Kagami bergumam pelan dan berjalan mendekat.

.

.

"Humm.. Aku yakin Kagami akan sangat cantik memakai sebuah baju maid seperti Akashi.." Aomine terkikik membayangkan tubuh kekar Kagami terbalut kain lembut ala maid. Ohh jangan lupa akan ada bando berenda yang menghiasi mahkota crimson pemuda itu khekhekhe.. Aomine kembali terkikik geli.

"Sudah kuduga akan jadi seperti itu, nodayou. Selera Haruka-senpai benar-benar buruk." Midorima berkomentar dengan tajam.

"Haaa ? Apa maksudmu wortel?" Aomine tidak terima acara berkhayalnya diganggu.

"Daiki, lihat saja sendiri." Suara baritone Akashi menyeruak membuat Aomine menoleh dan mendapati sosok Haruka yang tersenyum penuh kemenangan.

"Tidak ada ruginya aku meminjam atasan milik Rias Huahahahahaha.." Haruka ngakak gede, tapi kacang. Semua mata tertuju pada makhluk tinggi yang tengah memerah dengan kepala berasap.

"Haruka-nee aku akan membunuhmu.." Geram Kagami dengan aura api yang berkobar.

"Whooaaaaaaa…." Iler menetes, menjadi lautan iler imajiner yang diciptakan oleh seorang putra mahkota dari keluarga Daiki.

Bagaimana tidak? Saat ini Kagami tengah memakai sebuah setelan seksi berwarna merah. Rok mini yang hanya sampai pada pahanya, sebuah atasan yang menutupi sebagian besar dadanya berlapis kain biru dan emas serta beberapa kancing berbentuk bintang. Yaahh dengan pakaian seperti itu roti sobek yang ia miliki terexpose dengan jelas, membuat para homo pasti akan menatap lapar kearahnya. Ohhh dan jangan lupakan sebuah mahkota kecil yang berada diatas kepalanya, mahkota berwarna emas dengan mata permata sewarna langit menambah kesan seksi tersendiri.

"Haruka-nee kupastikan kau mati detik ini."

"Bagaimanaa semua?" Haruka menaik-naikkan alisnya yang setebal ulat bulu sambil tersenyum penuh arti kearah seluruh murid.

.

.

"Wonder Women kah, ssu?" Kise berkomentar sweatdrop .

"Wonder Women Ter-kekar dalam sejarah." Kuroko berujar datar.

"Hahaha.. benar." Momoi menimpali dengan mimic heran.

"BWAHAHAHAHAHAHAAH… TAIGA KAU KOCAK SEKALII HAHAHAHAHA.." Semua murid di Aula menatap layar monitor ketiga. Dimana sang ketua OSIS tertawa ala nenek sihir, ditambah lagi pose sang Ketua yang tengah gulung-gulung dilantai.

"haha..haha.." Semua jawdrop.

.

.

"Selanjutnya gangguro kita yang akan tampil.." Haruka tersenyum iblis dan berjalan menuju kearah Aomine.

"Kuharap aku menjadi superman, supaya bisa berpasangan dengan Kagami." Aomine menyentuh dagunya dengan diiringi kekehan menyeramkan.

"Saaa.. Kita akan lihat nanti."

.

.

"Mohon perhatian semua … Kalian sekarang juga silahkan pergi kearah ruangan Haruka-senpai, sekali lagi kalian semua diharapkan segera pergi ke depan ruangan Haruka-senpai. Kita harus mengabadikan moment langka ini.." Imayoshi nyengir licik.

Tak lama kemudian terdengar teriakan riuh di Aula.

"HAAAA … YA BENAR , AYO KITA ABADIKAN MOMEN LANGKA INI"

"OKEEEE … SAATNYA SELVIEE…"

Dan rombongan manusia itupun berbondong-bondong ala bebek pergi menuju ke-TKP.

.

.

"Kau ingin aku bercosplay ala Superman, senpai?" Kata Aomine dengan mata berbinar bagai lilin.

"Ahahaha… kita lihat saja nanti." Haruka tersenyum kecut dihiasi dengan keringat sebesar biji jagung dikepalanya.

Aomine masuk kedalam tirai dan menutupnya pelan.

Beberapa menit kemudian….

Pffftttt…

"BWAHAHAHAHAHAHA….. WHAT IS THAT?!" Kagami ngakak gulung-gulung sambil memeluk perut sis pax nya sendiri. Yang lain hanya mampu menahan ketawa takut kena omel sang gangguro.

"Haa apa maksudmu, Kagami?" Aomine panas melihat sang pujaan hatinya malah menertawainya dengan nista.

Drrtttt…..

"Are.." Murasakibara berhenti mengunyah dan menatap Midorima yang berdiri tepat disebelahnya bergetar ala handphone. Dengan malas Murasakibara meraba paha Midorima.

"Gyaaa .. apa yang kau lakukan Murasakibara?" Midorima kaget setengah mampus. Murasakibara hanya tertegun dan mendengus.

"Midochin, bergetar seperti handphone , aku hanya memeriksa apakah ada handphone disakumu."

"Aku sedang menahan tawa bego."

"Kalau mau ketawa , ketawa aja Midochin ntar kentut loh." Murasakibara brujar cuek.

.

"Daiki, Matilahh.." Akashi berujar tajam sambil melotot galak.

"Ada apa denganku sih?" Aomine berbalik dan bercermin.

Satu ….

Dua ….

Tiga …

"WUAPAAAAHHHHHHHHH?" Aomine lebei, dia teriak sambil jambakin rambutnya sendiri ala gadis yang putus cinta.

"WAKAKAKAKAKAKAKAK…." Meledaklah bom tawa dari semua yang ada disitu. Khusus Haruka dia yang paling kenceng.

Aomine pundung dengan aura 'naseb naseb' yang mendominasi.

"Yoshaaa… yang lain kostum kalian ada didalam sana.. dan silahkan ganti dalam waktu 5 menit."

.

.

"Kita disuruh ngapain ya?" Seorang murid membuka keheningan yang tercipta didepan ruangan Haruka.

"Entahlah, aku juga tidak tahu." Balas temannya sambil mengangkat bahu.

"Kita nanti akan menyerbu para cosplayer dan berfoto dengan mereka." Riko menyela dengan tatapan mata bling-bling.

"Ahh… aku mau berfoto dengan Arima Tokyou Gahol." Moriyama ngikut sambil pasang muka 'pengen'.

"Husbando ku Aa Matsuoka Rin.. " Riko menggila dia malah ngayal sambil peluk-peluk Hyuuga.

"Mau poto sama Wonder Women biar Shizuka makin cintah .. " Izuki terkikik sambil membayangkan Shizuka menghampirinya dengan linangan air mata karena terharu Izuki sangat menyayangi adik tercintanya.

.

.

"WAAAHHH.." Haruka menatap para murid baru dengan tatapan berbinar-binar disertai tetesan iler yang mulai merembes dari mulutnya.

"KALIAN SEMUA KAWAAAAEEHHH.." Haruka lari-lari peluk murid satu persatu.

Tak rugi dia meminjam semua koleksi baju cosplay dari temannya. Banyak sekali chara yang diperankan para murid 'gagal' itu. Mulai dari Fairy Tail , tokoh Final Fantasi , Vocaloid , dan beberapa Anime yang lainnya.

.

"Saaa .. ayo kita lihatt.." Riko berdiri tepat di depan pintu.

"Matsuoka Rin , Matsuoka Rin, .." Gumamnya sambil mengepalkan tangan didepan dada.

Krieettt….

"Whoaaaa…" Riko (beserta yang lain) mangap menanti pintu itu terbuka sempurna.

….

"Setelan cat women ketat ini membuatku sengsara." Muncullah Aomine pertama kali.

…..

"Are? Kalian ada apa disini?"

"HIIIII JYJYQE BANGET LU …." Riko ngelempar kaos kaki hasil comotan kearah Aomine yang masih bengong gatau apa-apa.

"Kenapa di chap ini gue nista muluk sih.." Aomine pundung dipojokkan.

"Mine-chin.. aku mau tori tori chesse cracker milikmu, boleh?" Murasakibara keluar ruangan dengan muka malas.

"Matsu … matsuuu.." Riko berbinar-binar dengan lebay sambil selangkah demi selangkah mendekat kearah Murasakibara.

"Senpai..?" Murasakibara pasang muka bego.

"MATSUOKA RIN .. KAKKOIIIII…" Riko lompat peluk Murasakibara bikin Hyuuga panas.

"Aku mau foto, okee .. cheee…"

Cekrekk…

Hyuuga makin panas..

"Lohh .. kok aneh ya fotonya?" Riko mengamati foto yang tertangkap kamera ponselnya.

"Mine-chin, kumakan lohh~"

"Tungguu…" Riko menarik baju ketat Murasakibara.

"Kenapa kau tidak nyengir disini, Rin-chan…"

Hyuuga panas pake aura kobaran api dibelakangnya.

"Haa?"

"Okee kali ini nyengir yaa, unjuk gigi.. Cheeeeee…."

Cekrekk…

"OMG AKHIRNYAAA GUA BISA POTO SAMA MATSUOKA RIN FREEE AAHHHHHH….." Riko bahagiaaa dia loncat-loncat mengabaikan Hyuuga yang termakan api cemburu.

.

"Akashi-kun kemana kok ga keluar?" Kuroko celingukan mencari sosok kapten boncel yang dicintainya *Author dipenggal*

"Entahlah.. aku mau berfoto dengan Dai-chan dulu." Momoi berlari kecil menghampiri Aomine yang tengah pundung dikelilingi aura hitam pekat yang lebih hitam dari kulitnya.

"Tetsuya.." Kuroko menoleh dan mendapati Akashi sudah berada di belakangnya.

"Akashi-kun .." Lirih Kuroko pelan.

"Jangan menatapku seperti itu, ini memalukan tau." Akashi menutup sebagian wajahnya dengan malu-malu, semburat merah samar mulai merajai di pipi hingga telinganya.

"Akashi-kun manis kok." Kuroko tersenyum simpul dan mengambil handphone yang ada disakunya.

'SAOLOHHH BAGIKU KAU LAH YANG TERMANISSS TETSUYAAAA…'

"Akashi-kun, ayo kita foto."

.

.

"Dai-chann~ " Momoi memeluk Aomine dari belakang.

"Satsuki,kenapa aku ternistakan?"Aomine menoleh diiringi dengan tetesan air mata.

"Nggak kok, Dai-chan juga kawaii.." Momoi tersenyum sambil menyentuh pipinya.

"Beneran?" Mata Aomine berbinar, akhirnya ada seseorang didunia ini yang menotisnya.

"Iyaa donk, Cat women kan memang kawaii.."

Okee Aomine akan loncat ke toilet saat ini juga.

.

.

"Tatsuya, ihhh ribet banget sih nih pakaian." Kagami muncul dengan gerakan kaku.

"Hahaha.. Taiga kau sangat lucu." Himuro tertawa pelan sambil menepuk pundak Kagami.

"Diam kau." Kagami kesel, mau sampai kapan dia ternistakan? Tapi dalam hati yang terdalam dia masih bersyukur tidak bercosplay jadi cat women yang kostumnya naudubillah.

Kagami lirik-lirik Aomine yang tengah mematung kehilangan nyawa.

"Taigaaa… Foto Yukkk~ " Izuki dateng-dateng bawa kamera DSLR.

"Izuki-nii, Ogahhh ogahh .." Kagami menolak dengan pose muntah-muntah.

"Buat kenang-kenangan donk, gimana sih?! " Izuki cemberut.

"Sekali-kali Gapapa, Taiga. " Himuro tersenyum kalem.

Dengan hati dongkol Kagami menghampiri Izuki dan berfoto dengannya, sedangkan Himuro jadi fotografer dadakan.

"Wuhuu baguss, mau gue cetak gede ahh.." Izuki ketawa nista.

"Dasar." Umpat Kagami kesal melihat calon kakak iparnya ikut menistai.

"Tatsuya, aku tidak menyangka loh Haruka-nee akan membuat orang yang tidak mematuhi aturan OSIS ber-cosplay begini." Kagami nyerocos sendiri, dia ga sadar bahwa seseorang yang ia ajak bicara tengah berpaling keorang lain *ciee baper/ditendang* .

Kagami mengamati titik pandang Himuro, mata hitam Himuro seolah terpaku pada sosok tinggi didepan sana yang dengan seenak gigi makan snack, mengabaikan jejeritan para fans anime free yang tengah berlomba-lomba untuk berfoto dengannya.

"Ternyata kau sudah menemukan pangeranmu ya, Tatsuya?" bisik Kagami tepat ditelinga Himuro. Dia memergoki Himuro memperhatikan sosok Murasakibara daritadi, saking memperhatikannya sampai-sampai curhatan adiknya diabaikan.

"Ah, tidak." Himuro memerah.

'Tatsuya sudah menemukan pangerannya, aku kapan?' rintih Kagami dalam hati diiringi background JONEZ dibelakangnya.

.

"Dai-chan~ moo.. jangan matii.." Momoi menggoyang-goyangkan tubuh Aomine yang lemas tak bertulang.

Kagami sweatdrop.

"Kau juga sudah menemukan pangeranmu Taiga.." Himuro menggoda.

"TIDAC MUNGKIN DIAAAAAA…." Jeritan memilukan keluar dari mulut Kagami saat itu juga.

.

.

"Haa… Kuroko si biru sudah pamer kemesraan." Takao gallon , melihat dua insan yang tengah bermesraan didepannya, mana pake poto bareng lagi. Kuatkan hayati Takao ya tuhan.

Lagian Shin-chan nya ini kemana sih, daritadi kagak muncul-muncul kek tuyul kalo lagi Ditungguin.

"Takao sedang apa kau disini,nanodayo?" Midorima muncul tiba-tiba.

"Shin-chan, kemana aja seeehh?" Takao nanya pake gaya menye-menye.

"Aku tidak tau apa maksudnya semua ini,nanodayo. Tiba-tiba saja aku diseret beberapa gadis dan mengajak ku berfoto bersama. Mana ada beberapa gadis yang menyuruhku buka baju. Benar-benar konyol, nanodayo. Jangan lupakan Moriyama-senpai, yang selalu saja selvi alay disebelahku,nodayo. Konyol sekali." Midorima curhat sambil membenarkan letak kacamatanya.

Tapi, Takao tak menggubris, curhatan Midorima hanya masuk kuping kanan dan keluar dari kuping kanan dia lagi. Jadi mental gitu. Namun, ada satu kata yang nyangkut dengan seenak jidatnya di otak lelet Takao.

'gadis-gadis.'

"KAU DIKEJAR GADIS-GADIS SHIN-CHANNN…" Takao tereak kenceng sambil jambakin rambutnya.

"GYAAA… ARIMA KYUNNN~." Suara alarm pemanggil gempa bumi di otak Takao menyala.

Takao memutar kepalanya kearah suara para gadis yang mencoba merayu Shin-channya, menunjukkan ekspresi paling menakutkan sepanjang sejarah, lebih menakutkan dari hantu VALAK di film The Counjuring 2 yang sedang hangat tayang.

"Kalian mencari siapa?" Tanya Takao dengan suara parau.

"Ahh.. ti-tidak ada." Para gadis itupun takut dan segera melarikan diri.

"Sukurlah mereka pergi,nodayo."

"Humm Iya.." Takao berbalik dan menunjukkan ekspresi 180 derajat dari yang tadi, menjadi lebih manis.

.

Beberapa murid tampak sibuk dengan fans masing-masing, walau awalnya ngedumel ga jelas, tapi akhirnya mereka dikerubungi gadis-gadis (serta cowok bersifat gadis) juga kan? Terkenal dadakan deh. Untungg…

.

"Para murid yang tidak dihukum segera kembali ke aula, saya ulangi para murid yang tidak dihukum segera kembali ke aula."

.

"Yaahh padahal belom puas selpi.." Rutuk seorang pemuda dengan kesal. Sementara kosplayer dadakan yang menjadi sasarannya mengambil nafas lega.

"Ohh ya Taiga.."

"Ada apa Tat-"

Cekrekk..

"Hehehehehe.." Himuro nyengir laknat.

"TEMMEEE…." Perempatan nongol dijidat Kagami, sementara sang pelaku cuman tersenyum nakal dan bersiap-siap akan lari tapi-

Brukk…

"Adududuhh…" Himuro menyentuh kepalanya, benjol sudah kepala manisnya, apakah ini karma dari Kagami? Hanya tuhan dan author yang tahu.

"…"

"Atsushi, cepat tolong dia. Kenapa kau diam saja?" Akashi gemes melihat Murasakibara yang cuman berdiri bengong kek emak-emak nemu duit sejuta dijalan tapi, ada polisi lewat jadi kagak diambil.

"Maaf~ Aku tidak tau.." Murasakibara mengulurkan tangan besarnya.

Himuro memandang sejenak, dan tersenyum samar diiringi semburat merah dipipinya.

"Terima kasih.. Atsushi-san." Himuro tersenyum sambil menggenggam tangan besar Murasakibara yang terulur didepannya.

Murasakibara blushing parah sambil mengangguk pelan.

"Aku tak percaya Murasakibara bisa malu-malu mau seperti itu." Aomine berkomentar sambil geleng-geleng.

"Mohon perhatian untuk para murid yang tidak dihukum blablablabla …"

"ahh waktunya ke ruangan Aoi-senpai … " Murasakibara berujar sambil memainkan bola matanya.

"Anoo.."

"…."

"Bisa kita berfoto dulu, Matsuoka Rin-san?/" kata Himuro sambil tersenyum dan menunjukkan ponsel flip warna hitamnya.

"Hmm baiklah."

Cekrek..

.

.

"Kali ini ruangan Aoi … " Kotaro mengepalkan tangan dengan semangat menggebu-nggebu.

"Baiklahh Aoi, hancurkan merekaaaaa…" Miyaji angkat spanduk.

"Heii kalian diamlam. Berisik tau." Otsubo melengos ga suka, duo cempreng itu berulah lagi. Sudah cukup dengan ulah duo monyet a.k.a Izuki dan Moriyama jangan ditambah lagi cobaan Otsubo ya tuhann .. kokoro ini tak kuat.

"Aoi kira-kira mau ngapain ya aru ?" Liu sok mikir, dia mengelus dagunya dengan pose keren.

"Sebenarnya aku juga penasaran, semoga saja lebih kocak dari yang Haruka lakukan." Fukui ikut berpose mikir.

"Aku ingin Aoi membuat mereka lari keliling lapangan sampai mati."

"….."

"…."

"Hanamiya, kau kejam sekali." Kiyoshi mematung tanpa nyawa.

.

.

"Haaa.. padahal aku mau sedikit lebih lama bersama Matsuoka Rin" Riko mendengus lemah. Padahal dia pengen berlama-lama dengan husbandonya itu , Ya Tuhannn …

"Sudahlah lebih baik kita pergi ke Aula saja." Seru Hyuuga dengan tegas sambil menaikkan kacamatanya ala aki-aki.

"Junpei-kun, Hidoii.." Riko banjir air mata niruin Kise.

"Melihat kalian seperti itu, aku jadi jeles tauk." Izuki sewot ga jelas.

.

.

"Baiklahh.. Ayoo kita serang ruangan berikutnya teman-teman…" Seorang pemuda berkepala oranye (Dia cosplay jadi PEIN di anim Naruto) memimpin menggantikan kedudukan Akashi yang notabene berada dibarisan paling belakang, bersama beberapa murid yang disuruh crossdresser oleh Haruka. Naseb memang kadang diatas kadang dibawah, tapi mungkin kali ini nasib sang pewaris harta keluarga Akashi sedang berada dibawah, dan bannya serep, jadi ga bisa naik lagi keatas.

"SEMANGAT 45"

"YOSHHH…"

.

.

TBC

.

.

MAAFKAN SAYAAAA *jedotin pala ketembok*

2 BULAN DAN HANYA DAPAT INI? MAAFKAN SAYA *jedotin pala kelante*

SAYA HARAP KALIAN PUASSS , FLAME SAJAH TAK APA APAH *kepala benjut*

,, ay ay ay Shizuka disini TwT ada yang nungguin FOT ? *kagak/pundung*

Saya minta maaf karena apdet telat T.T , ohh iya di chap ini garing sekali yak , saya WB bener deh sumpah *acungin pacul*

Dan juga kendala , lepi di bawa abang kuliah muluk TwT

Okee sekarang balesan ripiu , ya Alloh makasihh kalian mau jejak disini , I love you all :* {}

Naomiharu11 : waaahh ~ iyaa wijen is may laip *angkat cucian* , kok bisa jatoh? Wkwkwwkkwk , silahkan dinikmati ya chap ini ^^ dan pastikan jangan ngegubrak lagi hehehe.. tetap ripiu yaa .. sini tak peluk *ditendang*

2ReiTaBe : yooo Rei, ada apa kangen ya? Heheheehe

Arudachan : GAPAPA KOK, SAYA MAAPIN, SAYA MAAP JUGA YAAAA MINAL AIDIN WAL FAIDIN *belom lebaran oey* itu ada karena otak saya sengklek, kalo saya lagi sengklek bahasanya nyeleneh ,ntar saya buat nyeleneh lagi biar mereka pada nista yah *wink* . ITU MISTERINYA, AYO DIUKUR BARENG OFFAY MEREKA? *puasa shizuka* hahaha.. iyaa nikmati chap ini ya, I loph yuh *peluk*

95synstropezia : saya juga suka chap 3 nya gatau kenapa heheheh .. kita sama loh jangan—jangan kitaa jodoh *direbus* , PIKIRANMU SAMA SEPERTI SAYAAAA , AKASHI MEMANG DITAKDIRKAN UNTUK BERCROSSDRESSER DIDUNIA INI HUAHAAHAHAHAHA *keselek cicak* iyaaa Gapapa , tetep review yaa .. sini tak nikahin *dilempar sempak*

.

Saya cinta kalian, terima kasih sudah rev ff abal-abal ini *nangis*

Tetap rev ya *nangis again*

Saya bahagia saya senang ureshii desu I am happy *otak sengklek*

Okee tunggu ya chap depan^^

Kira-kira Aoi mau apain mereka ya? Apa bener mau dipecel buat buka puasa Imayoshi?

Wahh sang ratu nya masih lama padahal pengen buru-buru nulis pas giliran Shizuka :3

Ada yang mau saran? Silahkan isi di gelembung kata , tinggal klik dibawah ini

Pm? Boleh kok ^^

Rev fav follow ditunggu ^^

Salam Te Hee *Shizuka*