Freaky Orientation Time (?)
Kuroko No Basuke
Dari
Kakak Fujimaki Tadoshi
Ceritanya
Dari
Saya T.T
Warning : OC is Kagami Taiga's old sister, 2 OC is Twin. IzukixShizuka are couple ^^. Alay Lebay Is Mejik. Harap siapkan mental karena bahasa author yang sangat abal dan mengandung gajenes. Para Chara yg OOC nya is amajing pery pery. Sediakan segenggam keripik untuk camilan.
Information :
HyuuRiko, KiyoHana, OtsuFukui, LiuIma, HayaMiya, IzuShizu, dan banyak lagi juga Anime numpang lewat.
Genre :
School life , Parody , Humor (garing crispy), Friendship(Ga ada Yaoi *ehh ada deh*)
Pairing :
Generation of Miracle , 3 OC , Kagami Taiga
Rated :
K-T
HAPPY READING ^^
Chapter 6 : Aoi Time (Hukuman part 3, hari ketiga)
.
"Ini pintu Aoi-senpai." Salah satu murid menelan ludah dengan terpaksa.
"Aku takut terjadi apa-apa diantara kita." Lainnya menyahut.
"Kudaranai,nodayo." Midorima maju dengan PD dan segera mengetuk pintu neraka didepannya.
Tok Tok Tok Tok …..
…..
Tok Tok Tok Tok ..
…..
"Shintaro, aku yakin kepalamu terbentur sesuatu." Akashi berkomentar dengan muka tak percaya.
"Midorima mana ada orang ngetuk pintu malah mulutnya yang bilang 'tok tok' " Aomine nyerocos kesel.
"Midochin.. " Murasakibara memasang tampang kasihan. Tampakknya dia mulai merasa sedikit (sekaliiii) lebih pintar daripada wortel megane didepannya.
"Secara teknisi, aku hanya ingin mengecek apakah tempat ini berbahaya." Midorima membenarkan letak kacamatanya tengsin.
.
.
"Anjirr , Aoi lama banget buka pintunya." Moriyama udah misuh-misuh gaje, ngeliat di layar para anak baru malah berdiri kek sapi ompong didepan pintu. Mana layar yang nampilin Aoi lampunya dimatiin lagi.
Drrtt.. drttt…
"Ehh, Aoi telpon, Aoi telpon." Haruka jerit-jerit sambil nunjuk hpnya.
"Moshi-moshi.."
"Haru-Onessan, perbesar volumenya yak."
Haruka mengernyit, memikirkan hal apa yang akan dilakukan oleh adiknya ini.
"oke"
"…."
"….."
"Haruka, Aoi ngapain sih?" Miyaji komentar dengan muka bloon.
"Tau nih, penasaran gue." Kotaro ikut-ikut komen. Padahal mah dia males banget ikut nimbrung.
"Hallo, para OSIS nistah sekalian. Kalian tau apa yang kalian lakukan tadi pagi di ruang OSIS?"
Semua diem, kecuali Kotaro sama Miyaji yang emang tau apa yang dimaksud Aoi.
"Kok gue ngerasa ga enak ya?" Kasamatsu nelen ludah.
JRENGG!
"Hehhh ruangan Aoi lampunya nyala." Kiyoshi berseru dengan lantang. Semua anggota OSIS menoleh kearah layar, dan terpampang lah . Aoi dengan kostum supermannya tengah berdiri diatas meja dengan membawa seekor kucing abu-abu yang gemuk.
"TERIMALAH HUKUMAN KALIAN!" Aoi teriak sambil tunjukin jari tengah ke layar. Para OSIS sudah berasap dan merasa malu. Hancur sudah harkat derajat dan martabatnya ngelihat mereka direndahkan seperti itu oleh cewek berambut lurus ini.
.
Pintu ruangan Aoi terbuka, para murid baru dengan terburu-buru dan saling dorong berusaha masuk kedalam ruangan.
"Baris yang rapi!" Titah Aoi mutlak bagai raja.
Para murid pun menurut, dan baris dengan teratur memasuki ruangan.
"Aku akan menandatangani dan memberikan kupon kepada kalian."
Murid baru menguk ludah.
"Tapi, kalian harus melakukan apa yang aku suruh."
Semua mengangguk takut-takut.
Aoi berjongkok dan meletakkan kucingnya diatas lantai. Kucing itu mengeong keras dan berjalan keluar ruangan.
"Aku ingin kalian mengejar kucing itu sampai dapat. Jika ada satu yang menangkapnya, maka kalian semua akan mendapatkan tanda tangan dan kupon dariku, serta siapapun yang mendapatkan kucing pertama kali akan diberi ciuman dari anggota OSIS lain yang dikehendaki."
.
.
"TIDACCCCCCKKKKK"
"NWOOO WHAYYY"
"NAJEZZZ"
Beberapa komentar dari anggota OSIS yang mayoritas adalah cowok.
.
Sementara para murid baru..
"AKU HARUS MENDAPATKAN KUCING ITU UNTUK SHIZUKA-SAMA.."
"TIDAK, AKU YANG AKAN MENDAPATKANNYA UNTUK CIUMAN DARI HARUKA-SENPAI"
"AOI MEMANG GALAK TAPI BISA BIKIN KITA GEJOLAK"
"JADI HOMO INSTAN GAPAPA, YANG PENTING MAJUUU!"
"UWOOOO HANCURKAN PARA OSIS DENGAN CIUMAN NISTAA"
Teriakan-teriakan tak berguna keluar begitu saja dari para murid yang tengah berlari disepanjang koridor.
Didalam ruangan, Aoi hanya tersenyum dan mengacungkan jempol kearah CCTV.
.
.
"Kenapa dada ini terasa sakit?" Takao dengan alay-nya memegang dada dan berparas ala janda-janda yang ditinggal suaminya.
"Takao-kun, lebay." Kuroko berkoar dengan jijik.
"Kok Atsushi sama Taiga ikut ngejar dengan semangat sih?" Himuro mengerucutkan bibirnya sebel.
"Shin-chan, juga ihhh…" Takao mencibir.
"Dai-chan kok paling depan?" Momoi menunjuk penampakan makhluk hitam didepan barisan. Makhluk hitam itu berlari ala ceking di serial Ronaldowati mengejar sang kucing yang lari ketakutan, bagaikan bocah ketauan fap fap ama emaknya.
'Akashi-kun, kau sangat .. sangat…
Pasrah' Kuroko menghela nafas sambil tersenyum.
Yahh bagaimana tidak? Akashi dengan pakaian maid warna pink dan rambut berkuncir dua ala loli-loli , berjalan santai dengan muka 'help me, please'.
.
.
"Hei, kau cat women jadi-jadian minggir, aku akan mendapatkan ciuman Haruka-senpai." Koor pemuda yang cosplay menjadi tokoh Pain dalam serial Naruto.
"Heii?! Apa kau bilang? Kucing itu milikku. Sudah di kasih nametag." Aomine ga terima. Dia malah ngejar lebih cepat agar mendapatkan sang kucing.
"Hehh bedewe, kucingnya kemana?" Sosok berkepala kuning menyeruak masuk dalam pertengkaran duo sejoli itu.
Mereka mengerjapkan mata sambil berlari.
"KUCINGNYA BELOK, GOBLOG!"
Aomine cs pun memutar langkah dan berlari secepat kentut menuju jalan yang benar.
.
.
"Baiklah, mari kita temukan kucing ajaib itu." Seorang murid berseru pelan sambil mengendap-endap. Dibelakangnya hanya ada beberapa murid laki-laki lainnya, yang secara kebetulan mengikuti jejaknya.
"Eh,lu cosplayer Len Kagamine. Emang lu tau kucingnya kemana?" Tanya seseorang dibelakangnya.
"Tadi gue lihat sih, kesini."
Meong…
Kucing itu melintas dengan indah didepan mereka.
"Hei itu kucingnyaaaaaa…."
"Seraangg…"
Dan adegan kejar-kejaran pun kembali dimulai.
.
.
"Gue ga relaaaa.. ga relaaaaa…" Izuki ngacir keluar aula sambil teriak-teriak.
"Kenapa sih dia?" Riko Tanya sambil nyomot roti goreng hasil temuan Hyuuga.
"Nggak tau…" Hyuuga cuek dan lebih memilih melihat beberapa adegan kejar-kejaran gaje di layar.
"Kok gue ga rela juga ya si Haruka bakal kasih ciuman ke anak-anak itu." Kasamatsu buka suara. Haruka itu sahabatnya sehidup semati, sampai eek aja juga hampir samaan.
"Iya, kalo gue sih kasian anak barunya kalo dapat ciuman Aoi." Imayoshi menambahi.
"Oke, para osis sekalian. Kita selamatkan trio fujo dari kejaran musuh. MAJU!"
"YAKKK!"
Izuki memimpin barisan menuju medan perang. Gayanya mirip dengan Roy Mustang dari anime Fullmetal Alchemist yang terkenal itu.
Kasamatsu pasang tampang garang ala emak-emak nagih kredit.
Imayoshi sama Liu pasang muka datar dan dingin.
Sementara Miyaji dan Kotaro pasang muka anak esema mau fap-fap dikamar mandi.
.
"Junpei-chan tidak ikut?" Tanya Reo disela-sela kegiatannya memeriksa absen.
"Ngapain?! Mau ikut opera sabun macam mereka. GA LEVEL!" Hyuuga mencuih cuih jijik.
"Kiyoshi, ayo kita tangkap kucing itu , agar mereka semua tidak mendapatkan apapun." Hanamiya tersenyum licik. Kiyoshi angguk-angguk aja. Lalu mereka berdua ngacir.
.
.
-^ Aoi Team^-
"Gue lihat kucingnya tadi la(r)i kesono." Seorang pemuda berkepala coklat, tengah kosple jadi Aoki fandom kokoro connect menunjuk sebuah ruangan sempit yang ada dipojok koridor.
"Yakin lu?" Akashi bertanya dengan sangat hati-hati. Walaupun dalam keadaaan OOC tingkat tinggi Akashi tak pantang menyerah. Yahh, kali aja dia dapet ciuman Aoi dan bakal dia bogem itu cewek ampe mental.
"Kita buktikan dulu,nodayo." Midorima melangkah kedepan dengan langkah maju tak gentar. Dia sudah siapin koper perangnya yang biasa digunakan Arima memburu para Ghoul.
"Eh, eh .. mau apa lu semua?" Kotaro nongol dengan tak elit pake gaya defense basket.
"Jangan halangi jalan suci kami." Usir Hayakawa –siswa yang cosu Aoki- dengan belagak ala preman pensiun.
"Kami tidak akan membiarkan kalian lewat dan mendapatkan kucing itu." Miyaji dateng bawa kain pel.
"Kalian menyingkir dari hadapanku!" Akashi mengeluarkan tatapan menyeramkan.
Dengan pakaian maid, Akashi melotot.
"Pffttt…."
Miyaji sama Kotaro nahan ketawa, melihat makhluk saos didepannya makin terlihat imut.
"Minggir senpai, kami akan menjalankan tugas negara." Midorima menengahi dia maju kedepan dengan tampang songong, mandang kedua senpainya yang notabene boncel.
"Kau wortel sialan." Miyaji siap-siap lempar nanas.
"Mari kita lihat siapa yang jauh lebih kuat." Kotaro pasang kuda-kuda sambil tersenyum miring.
Hayakawa siap sedia, sementara Midorima diem dengan tampang cengo.
.
.
"Itu mereka ngapain sih?" Tanya Otsubo yang hanya disambut gelengan kepala mahfum dari Fukui.
"Kekurangan obat kali." Fukui makin geleng-geleng. Liat kelakuan Kotaro yang manjat Midorima ala pohon pinang, sementara Miyaji malah perang nanas sama Hayakawa.
Akashi?
"Itulah kekuatan sang kaisar." Komentar Fukui dan Otsubo bersama melihat penampakan Akashi tengah berdiri tegak dengan tangan menyilang diiringi hembusan angin yang mengibarkan sedikit pakaian maidnya.
.
.
-^Haruka Team^-
"Liu, kau lihat kucingnya?' Imayoshi celingukan kayak bocah ilang.
"Sejauh mata memandang hanya kau yang kulihat, aru ." Liu malah ngegombal, bikin Imayoshi keki.
"Aku serius."
"Aku lebih serius lagi, sipit sialan."
"…."
"Lohh, Imayon-senpai, Liu-senpai. Ngapain disini?" Seseorang berkepala pirang mengagetkan keduanya. Ceritanya lagi cosu jadi Cloud. Sontak Imayoshi dan Liu menoleh kearah sumber suara.
"Susa?" Imayoshi berujar ragu, sambil menyipitkan matanya yang sudah sipit.
"Kau kesini mau apa?" Tanya Liu ketus. Pasalnya Susa ini adalah kouhainya dikelas X G yang diam-diam pernah kepergok lagi mandangin Imayoshi. Jelas Liu cemburu dunks.
"Aku mencari kucing, senpai." Susa menjawab sambil cengengesan.
"Humm.. hmmpph.. hmmphh.."
"Kami kesini untuk mencari kucing, senpai. Apa senpai melihat kucing itu? , Mitobe bilang begitu."
Imayoshi melek. Menatap bergantian pria besar dengan wajah lugu dan seorang pemuda berkostum jas putih.
"Kau cosu apa?" Imayoshi malah OOT. Dia menatap pemuda bermuka kucing itu sambil mengedip. Liu jeles seketika.
"Kuran Kaname, Vampire Knight." Jawab pemuda itu bangga.
"Jadi,.." Liu menatap Susa, pria besar pendiam, dan Kaname jadi-jadian itu dengan tatapan menyelidik.
"Kalian akan mengincar siapa?"
"Haruka-senpai.." Jawab mereka berdua –minus pemuda besar- kompak.
Liu dan Imayoshi saling tatap.
"Saaa, kita akan buktikan bahwa pilihan kalian salah."
Imayoshi tersenyum mengerikkan, sementara Liu dia sudah pasang tampang ala om-om mesum.
.
.
"Liu tumben ga penuh?" Hanamiya berujar sambil jalan di koridor.
"Maksudmu?" Kiyoshi ga ngerti. Dia pasang tampang polos ala anak SD.
"Lihat, dia lagi ngapain. Gajelas banget." Hanamiya menunjuk Liu yang sedang mempraktekkan jurus kungfu dari negaranya. Sementara tepat didepan Liu ada anak baru tengah memasang jurus Taekwondo asal korea.
"Liu Kurbel." Kiyoshi komentar pendek.
"Imayoshi ngapain juga njir?" Hanamiya kembali bingung. Sebingung memilih antara Umi atau Honoka yang akan dijadikan waifu.
"Itu Jan Ken Po bukan sih?" Kiyoshi tanya sambil garuk-garuk tangan. Yang bingung kepalanya yang gatel tangannya.
"Bukan , dia lagi main Ji Sam Su sama anak kelas X ."
Hanamiya geleng-geleng kepala. Kiyoshi juga ikut-ikutan geleng-geleng.
"Kenapa OSIS kagak ada yang full orangnya."
.
.
-^Shizuka Team^-
"Humphhh.. Humfttt… Hoshhh.." Tiga ekor manusia tengah berlari dengan tergesa-gesa. Tak pernah berhenti bertindak sesuka hati, walaupun halangan rintangan menghadang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran.
Hidung mereka kembang kempis kek kudanil mau kawin, ketiganya pasang tampang serem, seserem manusia harimau di Tv.
"SIAPA YANG MENGINCAR SHIZUKA?!" Teriak Izuki pada barisan siswa yang tengah sibuk mencari kucing disepanjang koridor.
"Kita semua, senpai." Ujar para siswa malas.
"APA?! " Moriyama jerit lebei, bikin beberapa anak kelas X makin ilfeel sama dia.
"Kalau aku mengincar kakakku sendiri tak ada yang salah bukan?" Sebuah suara memecah kelebay an Moriyama. Sontak mata elang Izuki meneliti kearah sumber suara.
"Taiga."
"Ada apa Izuki-senpai?" Tanya Kagami Taiga dengan pakaian wonder women nya yang masih terlihat licin tak cacat. Ketauan banget dia nganggur dari tadi.
"Kami juga mengincar Shizuka-san, emangnya kenapa senpai?" duo sejoli muncul dengan tidak elit.
"Kawahara? Kau mengincar Shizuka? Apa kau butuh kaca?" Komentar Kasamatsu tajam kepada bocah botak yang tengah berseri-seri membayangkan ciuman Shizuka yang akan datang menghampirinya.
"Kasamatsu-senpai juahad."
"Fukuda? Kau butuh tendangan maut?" Moriyama mendelik serem. Pemuda berambut coklat cepak itu hanya menggeleng sambil cengengesan.
"Lohh kalian kok gak pake cosu ?" Tanya Izuki melihat adanya keganjilan dalam diri duo sejoli ini.
"Kami cosu jadi diri sendiri."
"….."
"POKOKNYA KALIAN TIDAK BOLEH MENGINCAR SHIZUKAAAA!" Moriyama tiba-tiba teriak gaje sambil kibasin sapu yang dia pegang.
"BETULL.. SHIZUKA MILIK GUEEE.." Izuki ikut menggila sambil puter-puter kain pel di atas kepalanya.
"ENAK AJA LU, SHIZUKA PUNYA GUE." Moriyama sewot ga terima.
"PUNYA GUE ANJER." Izuki nyolot lebih.
Dan akhirnya mereka berakhir dengan pedang-pedangan antara sapu dan pel ckckck.
Kasamatsu hanya bisa tepok jidat pasrah. Melihat dua temannya yang jadi tontonan gratis ala OVJ di tengah koridor.
.
.
"Itu, Izuki-senpai sama Mori-senpai ngapain sih?" Tatsuya angkat bicara diantara keheningan yang tercipta pasca adegan tersebut.
"Aku tidak tau apa yang mereka lakukan." Takao menjawab dengan muka bingung.
"Mungkin mereka lagi goyang gayung." Sudahlah Kise kau diam saja.
.
.
"Shizuka-san , apa kau menyukai ideku?" Aoi tersenyum licik sambil memilin-milin rambutnya dengan gaya antagonis dari sinetron Indonesia.
"Kau membuat sifat cool para OSIS jatuh pada level bawah." Komentar Haruka di sambungan telepon. Sementara Shizuka hanya ber –hahaha- ria .
.
.
"HARUKA SENPAII… HEYAAAAAAA…." Team Haruka mengeroyok Liu dan Imayoshi yang tengah adu kekuatan dengan kelas X. wajah mereka berdua mulai pucat pasi dan berakhir aksi kejar-kejaran di koridor.
.
.
"Ini kapan berakhirnya?" Hyuuga pasrah. Dia lesehan di lantai Aula dengan muka malu setengah mati. Hancur sudah harkat derajat dan martabat para OSIS akibat ulah OOC teman-temannya. Apa kata dunia?
"Junpei-kun , ayo kita akhiri ini." Riko pasang ikat kepala dan mengepalkan tangan ala pendekar.
"Kalian sedang apa?" Suara bences menyambut bikin Hyuuga secara insting merinding.
"Kami akan menemukan kucing sialan kesayangan trio idiot itu dan mengakhiri chapter ini." Jawab Riko antusias.
"Kenapa?" Tanya Mibuchi dengan heran. Tangannya mengelus lembut buntalan bulu didekapannya.
"Karena Chap ini sudah tidak seru lagi." Hyuuga berujar datar, menohok jantung hati seekor gadis yang tengah mengetik dengan brewok yang sudah menebal.
Heii tunggu dulu?
Buntalan bulu?
Meaowww…
"ITU DIAAAA.." Hyuuga dan Riko sukses teriak kompak. Bikin seisi aula nengok kearah mereka.
"Apa?" Mibuchi pasang muka polos.
"CEPAT SERAHKAN KUCING ITU PADA KAMI." Hyuuga menyerang ganas sambil jambak-jambak Mibuchi.
"Junpei-chan, ngapain sih?" Mibuchi rishi liat Hyuuga lompat-lompat kayak kera.
"Mibuchi serahkan kucing itu padaku." Riko memberi titah.
"haa? Ngapain? Kan aku yang nemuin."
"Pokoknya serahkan!."
"Tidak mau."
"SERAHKAN PADAKU!."
"TIDAK MAU! RIKO JAHAT." Mibuchi ngambek. Dia ngelempar kucing itu kebawah dan lari ala drama india keluar aula.
"….."
"….."
"Aku ambil kucingnya ya senpai." Kuroko maju kedepan dan segera menggendong kucing lucu itu kedalam pelukannya.
Riko bengong.
Hyuuga apalagi.
Semua murid pasang muka bego.
Oke, pertanyaanya adalah :
Yang bego Mibuchi atau mereka?
.
.
.
"HARAP SEMUA MURID YANG TERKENA HUKUMAN, KEMBALI KE AULA SEKARANG JUGA. SEKALI LAGI, BAGI MURID YANG TERKENA HUKUMAN SEGERA KE AULA.!"
"Hehh? Siapa yang udah nangkep kucingnya?" Semua murid bertanya-tanya. Perasaan satupun kubu ga ada yang menemukan kucing itu deh.
Bomat lah, yang penting ketemu.
Akhirnya seluruh murid dengan rasa penasaran kembali ke Aula untuk menyaksikan siapa gerangan yang menemukan kucing sialan itu? Dan siapa pula yang mendapatkan hadiah ciuman oleh trio pengurus OSIS tersebut.
"TETSUYA?!" Pekik Akashi sesampainya disana. Bando berenda yang ia pakai tadi sudah hilang ditiup angin.
"Udah selesai nih?, yaudah ayo ke ruangan Shizuka-chin." Murasakibara ngeloyor ga peduli.
Decakan kesal dan kecewa keluar dari mulut murid baru. Mereka segera bubar dan menuju ke ruangan selanjutnya. Peduli setan dengan siapa yang akan di pilih lelaki manis berambut biru ini untuk hadiah sebuah ciuman manis.
Kecuali Akashi.
Wajahnya memerah dan kepalanya berasap, persis kaya pantat babon diatas tukang sate.
"Kau mau pilih siapa?" Tanya Akashi ketus.
Kuroko hanya mengerjap bingung dengan wajah polosnya.
"Kurasa aku tidak berhak mendapatkannya, kan aku tidak dihukum."
Hening …
Akashi ingin menangis mendengarnya.
"I see the angel without wings in front of me."
.
.
.
"Baiklah, untuk game dari Aoi. Tidak ada yang bisa mendapatkan ciuman trio OSIS kita. HUAHAHAHAHAHA…" Izuki ngakak gedhe di microphone.
"Jadi, kupon dan tanda tangan kalian hanya kurang satu." Sambung Kiyoshi dengan senyuman riang gembira.
"Kenapa kau nampak seperti bocah, Kiyoshi Teppei?" Hanamiya menatap sang seme heran.
"Karena aku tau apa yang akan dilakukan ketua kita." Kiyoshi menaik turunkan alisnya.
Idih najong , Hanamiya ngebatin.
"Apa ya yang akan dia lakukan?"
"Tunggu di chap selanjutnya." Kotaro tereak ala monyet.
"Yakk betul sekali." Jerit Izuki heboh.
"So, kalian siap-siap ya.."
Semua murid meneguk ludah.
.
.
TBC
.
.
Shizuka kambekkkkkkkk *hug everyone
Hallo maaf apdetnya lama TwT hampir setahun ya ini?
Pasti banyak yang kecewa deh, tapi saya akan lanjut ff ini apapun yg terjadi karena ini ide saya yang paling saya sukai ^^
THANKS BUAT YANG FAV DAN FOLLOW FF INI YA, DEMI KALIAN SAYA AKAN NGELANJUTIN INI. DOAIN SEMPAT YAA^^
Kritik sarannya yaa ^^
Balasan ripiu yang dua dan istimewa ^^
Yuuki : Ini udah lanjut ^^ maaf lama ya dan mungkin kamu udah lupa sama ini, tapi saya buat ini untuk memenuhi kamu loh .. enjoy it ^^
Fallyn : Saya udah dari awal pasangin mereka wkwkwkw, soalnya Kotaro sama Miyaji itu pair yang lucu dan mereka paling ngerti Aoi lebih dari kakaknya sendiri hehe, saya ada buat sekuelnya tapi untuk konsumsi pribadi sih :v kapan kapan saya kirim ke kamu ya . semua aja husbando in :v *lu juga thor
Okeee… selesaii , saya janji ga akan biarin ff ini terbengkalai kok ^^
Thanks yang masih nungguin
Saya sayang kalian {}
Salam merdeka
Tee hee
Shizuka
