Hero Or Devil? By F.I.Ganetsu16
Disclaimer : karakter bukan milik saya, saya hanya meminjam saja!
Naruto [ Masashi Kishimoto ]
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Summary: Menjadi pahlawan belum tentu melakukan hal yang baik, itulah yang dipikirkan oleh Naruto, bahkan jika agar dunia ini damai dengan mengorbankan kebahagiaan adiknya, maka menjadi iblis akan ia lakukan demi kebahagiaan adiknya.
Genre : Supernatural, Family, Drama, Action, Tragedy, Isekai?
Warning : OOC/Naruto, OOC/Hinata, SetWorld/Modern.
Pairing : ?
.
.
.
.
.
.
Prolog Arc 1 : Kami No Me
Terlihat di sore hari di jalanan yang lumayan sepi terdapat mobil melaju dengan cepat. Mobil tersebut melaju ke arah pusat ledakan yang baru saja terjadi. Di dalam mobil tersebut terdapat 1 orang dewasa dan 1 anak kecil. Orang dewasa ini memiliki rambut putih panjang yang diikat kebelakang. Menggunakan baju kaus putih dengan celana panjang hitam. Anak kecil ini memiliki rambut pirang jabrik dengan 3 tanda lahir yang mirip seperti kumis kucing di pipi nya. Menggunakan setelan jaket hoodie berwarna jingga pekat dan celana training hitam.
" Paman Jiraiya, apakah kau mengetahui tentang ledakan itu? " Tanya sang anak kecil ke orang dewasa yang diketahui bernama Jiraiya.
" Saat ini paman hanya menduga kalau ledakan itu berasal dari 'dia' Naruto " jawab paman Jiraiya ke anak kecil yang diketahui bernama Naruto.
" Dia? Siapa? "
" Sang pemilik Kami No Me, kemungkinan besar dia diserang oleh klan terbesar di kota ini " sambil mengendarai mobil, jiraiya fokus ke arah asap yang mengepul tinggi dan lebat seakan daerah ledakan itu hanyalah tinggal nama.
" Kami no me? "
" Ya, Mata kutukan sekaligus keberuntungan yang bisa mengabulkan seluruh permintaan, mata yang hanya dimiliki oleh 1 klan ini dan hanya segelintir orang saja yang mengetahui hal ini, dan nama klan ini adalah Hyuga " jelas Jiraiya.
Ntah apa yang terjadi, yang pasti ledakan ini pasti berhubungan dengan 2 klan yang sedang berseteru.
' Kami no me kah ' batin Naruto.
.
.
.
.
.
- Daerah tepi ledakan, Perumahan Klan Hyuga, Konoha bagian selatan.
Terlihat mobil yang dikendarai oleh Jiraiya ini telah sampai di pintu gerbang perumahan Klan Hyuga. Mereka langsung berlari masuk kedalam perumahan itu. Menelusuri setiap perumahan mencari orang yang masih bisa diselamatkan. Tapi hasilnya nihil, jasad yang tertimpa reruntuhan dan hancur berserakan karena terlempar oleh ledakan. Mereka menelusuri sampai di rumah yang cukup mewah dan tradisional. Tapi yang aneh nya hanya sebagian yang hancur dan menghadap ke arah kawah. Sebagian lagi masih sangat utuh bahkan seolah tidak terkena efek ledakan. Karena hanya 1 rumah ini yang tersisa mereka memutuskan untuk mengecek dan menemukan seorang gadis kecil sedang duduk tersandar sambil memegang bunga lavender dan menghadap ke arah kawah.
" Tunggu disini Naruto "
Jiraiya mendekati gadis itu dengan sangat hati-hati, matanya yang kosong menghadap ke arah kawah teralihkan ke arah Jiraiya yang mendekat. Mata Ungu yang berkilau indah itu memandang kosong ke arah Jiraiya tanpa ada niatan untuk melakukan apapun dan seolah pasrah dengan keadaan. Jiraiya langsung saja menggendong gadis itu dan membawa pergi ke mobil untuk dibawa ke rumah.
Naruto yang bingung hanya mengikuti tanpa bertanya tentang siapa gadis itu karena pikiran nya terpaku oleh mata sang gadis. Mata nya seolah mengatakan bahwa dia butuh kebebasan.
- ( Malam hari ) Kediaman Namikaze, Konoha bagian barat.
Setelah sampai, si gadis yang tertidur karena perjalanan langsung dibawa ke dalam dan ditidurkan di kamar tamu. Setelah menidurkan si gadis, Naruto dan Jiraiya langsung duduk di balkon rumah.
" Jadi... Apakah dia pemilik Kami no Me itu? " Naruto memulai bertanya karena dia masih bingung apa yang terjadi dan apa hubungannya dengan ledakan itu.
" Ya, dialah pemilik Kami no Me itu. Setelah paman liat, pusat ledakan nya di arah tempat perumahan klan Uchiha. Klan yang berseteru dengan klan Hyuga saat ini. Perkiraan paman ini karena klan uchiha yang melakukan penyerangan ke klan Hyuga dan dibalaskan oleh hyuga dengan melakukan peledakan di perumahan klan uchiha. Yah walaupun itu hanya perkiraan, paman juga akan melakukan investigasi untuk mengetahui maksud dibalik semua ini " dengan rokok yang dihisapnya, jiraiya menjelaskan hipotesis nya sambil menatap ke arah bintang yang bersinar terang di langit malam.
" Ingat Naruto, menjadi pahlawan belum tentu kau melakukan hal yang baik. Terkadang kau juga butuh pengorbanan untuk menjadi pahlawan dan menyelamatkan dunia ini. "
- keesokan harinya
Pagi yang cerah, burung berkicau membangunkan Naruto.
Seperti biasa, yang dilakukan Naruto adalah membereskan rumah dan memasak makanan untuk Jiraiya. Karena biasanya dia memasak untuk 2 porsi, sekarang dia melebihkan sedikit mengingat di rumah telah bertambah 1 orang. Aroma masakan yang wangi sampai ke kamar si gadis dan membangunkan dia. Si gadis ini beranjak dari tempat tidur nya dan mencari sumber wangi masakan ini. Setelah sampai di dapur dia mengintip ke dalam. Naruto merasa diperhatikan menghadap ke arah pintu dan menemukan si gadis yang berdiri di luar pintu sambil mengintip ke dalam
" Oh kau sudah bangun, silahkan duduk di meja sebentar lagi masakan nya akan selesai " sambil mengaduk masakan nya agar tidak gosong.
Si gadis dengan canggung duduk di meja makan sambil menatap kosong ke arah meja. Tak lama makanan pun telah terletak diatas meja. Si gadis yang canggung tidak bisa menyentuh makanan nya karena tidak bisamemegang sumpit dengan benar. Naruto pun berinisiatif dengan menyuapi nya.
" ini... Aaaaa "
Si gadis pun membuka mulutnya dan memakan makanan itu. Setelah selesai makan dan membereskan cucian sekaligus menghantarkan makanan ke kamar Jiraiya. Naruto pun duduk berhadapan dengan gadis itu.
" Jadi, siapa nama mu? "
Si gadis masih terdiam dengan tatapan kosong ke arah Naruto. Naruto bertanya sekali lagi tapi masih diam. Karena tidak mendapat jawaban akhirnya Naruto pun memperkenalkan dirinya
" Hum, baiklah. Nama ku Namikaze Naruto. Anak angkat paman Jiraiya, salam kenal "
" Nami... Kaze... Naruto... " Akhirnya si gadis pun membuka suara. Naruto yang senang karena si gadis itu telah bersuara.
" Ya nama ku Naruto, jadi nama mu siapa? " Tanya sekali lagi, Naruto berharap si gadis daoat memberitahukan namanya agar dia tidak pusing memikirkan nama untuk si gadis ini.
" Hi... Nata " dengan pelan tapi masih terdengar oleh Naruto.
" Hinata, mulai sekarang aku adalah kakak mu, semoga betah di rumah ini " sambil tersenyum lebar ke arah Hinata, karena senyumannya itu membuat matanya sedikit bercahaya dari sebelumnya yang terlihat kosong.
" Kak... Naruto "
1 bulan kemudian
1 bulan telah berlalu, banyak kejadian yang telah dialami. Salah satunya sekarang ini, Jiraiya mendadak meninggal setelah sakit yang dialaminya saat menyelidiki ledakan itu. Meninggalkan Naruto yang baru berumur 14 tahun dan Hinata yang baru berumur 9 tahun. Duka dialami oleh Naruto karena Jiraiya lah yang telah menyelamatkan dia dari kebakaran yang terjadi di rumahnya sekaligus kebakaran yang menewaskan kedua orang tuanya.
Saat ini dirumah hanya tinggal Naruto dan Hinata saja. Duka masih saja terasa di rumah ini, Naruto langsung saja masuk ke dalam kamarnya sedangkan Hinata hanya duduk di ruang keluarga sambil memandang bunga lavender di dalam pot. Sesekali dia memetik kelopak bagian bawahnya. Setelah bosan melihat bunga itu, dia langsung masuk ke kamarnya. Tanpa sadar mata Hinata yang awalnya memiliki corak telah menghilang, menyisakan mata Ungu lavender nya saja.
.
.
.
.
TBC
Yo Halo... ini Fic pertama ane jadi yah kalo ada kekurangan silahkan review nya para Sepuh. ini awal mula arc pertama jadi rencana ane mau bikin 4 Arc untuk FFn ini, arc selanjutnya akan lanjut di season ke-2 dengan beda MC. untuk bocoran di season 2 rencana ane mau bikin Crossover dan yah... you know lah Crossover terbesar di Dunia per-fanfiction Anime di Indonesia itu apa. oke segitu aja bacotan ane and see you... Bye
