"Akutagawa-senpai hari ini keren sekali,"

"Tahu ga Odasaku tadi aku disenyumin Akutagawa-senpai loh,"

"Terus tadi juga aku disapa Akutagawa-senpai loh Ango."

Tanpa melihatpun sepertinya kita tahu siapa yang berceloteh tentang Akutagawa-senpai, yap dia Dazai Osamu anak kelas 1-E yang sangat memuja Akutagawa Ryuunosuke seperti dewa.

"Berisik sekali,"

"Ma, Ma, Bilang saja Shiga cemburu," Musha menatap sahabat karibnya sambil tersenyum kecil.

"Aku? Suka sama pembuat onar? ga mungkin," Shiga menghela nafas, otaknya menanyakan kewarasan Musha yang mengatakan jika ia suka dengan Dazai "Dia itu merepotkan,"

Musha sweatdrop, jelas-jelas pemuda itu suka pada Dazai Osamu. Buat apa repot-repot turun tangan mengurus Dazai jika ada komite kedispilinan yang dinaungi Kikuchi Kan.

Mungkin Shiga ini sedikit kurang peka, ah sedikit dipancing mungkin bisa membuat sahabatnya sedikit peka.

"Sebenarnya Dazai ini cukup manis loh. Coba kesampingkan dia sering membuat onar."

Menutup buku, Shiga menatap pria bersurai merah yang tak begitu jauh dari tempat duduknya dengan suara cempreng yang membuat pria itu ditegur oleh Natsume-sensei.

Tidak ada yang spesial, ahoge pria merah tersebut bergerak-gerak karena kembali menceritakan Akutagawa, sesekali bibir ranumnya digigit sendiri karena terlalu bersemangat.

Shiga menelan ludah, wajahnya sedikit memerah karena mulai berpikir aneh.

"Dia manis kan?" Musha menarik Shiga kembali dari pikiran anehnya "Ugh kalau Dazai tidak bucin Akutagawa-san sudah aku pacari,"

"APA BAGUSNYA SI MERAH? HUH SEPERTINYA SELERA MU SUDAH TURUN YA MUSHA," Shiga reflek berteriak mendengar perkataan terakhir Musha sontak membuat pengunjung perpustakaan termasukTrio Butaiha tertuju kearah Shiga "PEMBUAT ONAR SEPERTI ITU JADI TIPEMU"

"APA MASALAHMU HAH SHIGA SIALAN!?" Ah sepertinya perang antara Dazai dan Shiga terjadi lagi "KAMU TUH YANG SELALU MENGANGGU KU,"

"APA!? MENGANGGUMU? HARAP BERKACA DAZAI OSAMU,"

"NGAJAK GELUD NIH CERITANYA?"

Biru dan merah saling beradu mulut, tidak ada niatan dari orang sekitar untuk menghentikan mereka.

'Lumayan hiburan gratis,'

Sepertinya itu yang mereka pikirkan saat melihat perdebatan kucing dan anjing ala Shiga dan Dazai. Memang menjadi hiburan tersendiri sampai ada yang memakan popcorn yang entah darimana dapatnya.

"Kalian berdua-" Suara dengan aura berat menghentikan pertengkaran Shiga dan Dazai. Mereka berdua mengalihkan pandangan dan melihat sosok Neko si penjaga perpustakaan.

"Bisa diam? Ini di dalam perpustakaan dan Sakaguchi-san bisa buang popcorn hasil selundupanmu?"

Ango langsung cepat-cepat melahap popcorn nya sampai dibantu Odasaku yang kebetulan lapar.

"SHIGA NAOYA, DAZAI OSAMU, SAKAGUCHI ANGO, ODA SAKUNOSUKE KELUAR KALIAN DARI PERPUSTAKAAN SUCI INI!!"

...

"Ini semua salahmu," Dazai menunjuk Shiga dan yah seperti yang kita tahu mereka ditendang (diusir) Neko dari perpustakaan karena berisik "Padahal di dalam perpustakaan ada Akutagawa-senpai."

"Salahmu karena terlalu mengidolakan Ryu,"

Sebelum mereka berdua melanjutkan perdebatan lagi Musha dan Odasaku bergegas menggeret mereka menjauh.

"Lepaskan Odasaku aku masih belum puas menghajar Shiga sialan itu."

"Ga mau, nanti kamu masuk BK dan kami ikut terseret."

"Hoi Musha kenapa kamu menyeretku? Ittai jangan kuat-kuat," ini Shiga yang lagi meringis karena ditarik Musha.

"Sebagai ketua osis kamu harus menjaga wibawa Shiga," Musha menghela nafas "Apa kata orang nanti mengetahui ketua osis yang terhormat berkelahi di perpustakaan?"

" KAMU MAU MENYATAKAN PERASAAN PADA AKUTAGAWA-SENPAI DAZAI-KUN!?"

"SSSTTT JANGAN KERAS-KERAS ANGO, ODASAKU."

Langkah kaki Shiga dan Musha terhenti, terkejut mendengar teriakan Ango dan Odasaku dari kejauhan. Perasaan Shiga jadi tak tenang, apa benar ini cemburu? rasa prihatin karena tahu Akutagawa akan menolak Dazai? Atau perasaan tak ingin melihat airmata kesedihan diwajah manis Dazai?

"Hoi Ryu kau menganggap Dazai pembuat onar itu sebagai apa?"

"Ah aku menganggapnya seperti adik dan anak anjing yang manis, tenang saja Shiga-san aku tidak menyukai Dazai karena ada Kan dihatiku."

"Siapa yang menyukai si bodoh itu hah?"

"Pft- tapi terlihat jelas loh Shiga-san."

Ah sial, Shiga jadi teringat percakapannya dengan Akutagawa beberapa hari lalu. Yang manapun itu alasannya Shiga tak mau Dazai menagis dan terluka.

"Musha kamu kembali ke kelas sendiri ya, Aku ada urusan," Shiga berbalik "Jangan salah sangka aku ingin mengejar Dazai."

"Sejak kapan Shiga jadi tsundere," Musha tertawa kecil melihat Shiga yang berlari mengejar Dazai "Yah yang penting dia sudah peka,"

Musha tersenyum kecil, pria manis itu mendoakan yang terbaik untuk Shiga agar perasaan sepihak sahabatnya terbalas.

"Semangat Shiga."

...

"Dazai!!" Shiga menatap Dazai yang sedang berjongkok sambil memeluk lutut "Hoi Dazai!!"

"Berisik," Kepala merah itu terangkat, mata kuningnya menatap Shiga dengan penuh airmata "Kamu pasti mau mengejek ku karena ditolak Akutagawa-senpai. Dia hanya menganggapku sebagai adiknya saja. "

Rasa nyeri di dada Dazai masih belum hilang dan kini ditambah dengan ejekan yang akan dilayangkan Shiga nanti.

"Ryu itu hanya suka padaku,"

"Sudah aku bilang Ryu itu tidak menyukaimu sepeti kau menyukainya Dazai,"

Dazai bersiap mendengar perkataan menyakitkan itu namun yang didapat justru pelukan hangat dari Shiga Naoya-

-eh tunggu pelukan hangat?

"Baka, mana mungkin aku mengatakan hal menyakitkan itu," Shiga tersenyum dan menghapus airmata Dazai dengan lembut "Maaf jika perkataanku ini jahat Dazai,"

"Tapi aku bersyukur kamu ditolak Ryu," Sebelum Dazai melayangkan hujatan pada Shiga bibir ranumnya dibungkam pria yang masih memeluknya, meski hanya sekilas namun memiliki efek yang membuat si penerima membatu dan terdiam.

"Karena dengan ini aku bisa memonopoli dirimu seutuhnya," Shiga mengelus bibir merah Dazai sambil tersenyum "Mulai sekarang jangan pernah membicarakan Akutagawa Ryunosuke lagi."

"Dazai Osamu kamu itu milik ku, milik Shiga Naoya seorang."

Extra :

"Astaga, Astaga, Astaga," Musha mengintip sahabatnya "Shiga sudah besar."

"Shiga sialan, berani nya menodai bibir suci Dazai," Ini Odasaku yang lagi kesal "Aku laporin ke Dan nanti."

"Aku akan memasakkan Ango nabe spesial untuk Shiga," Si Ango memikirkan Ango Nabe dengan beberapa bahan 'mematikan'.

"Arishima pasti akan terkejut mendengar berita ini,"

Sepertinya ini akan menjadi semakin menarik bukan?

-End-

Nion : Kutahu ini Gaje sangat, ide ini terinspirasi dari kata "Jangan menyukai sesuatu secara berlebihan karena itu belum tentu baik bagimu dan jangan pula benci sesuatu secara berlebihan karena hal itu bisa jadi baik untukmu."