MONARCH OF DESPAIR
Rate: M
Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto], Highschool DxD [Ichie Ishibumi], Grancrest Senki [Ryo Mizuno], Musaigaen no Phantom World [Soichiro Hatano], Tensei Shittara Slime Datta Ken [Fuse]
Ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun
Genre: Fantasy, Hurt/Comfort, Action, Adventure, Family, Romance
Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC
Pairing: ?
Summary: Lahir karena pernikahan politik tanpa dilandasi cinta yang berujung sebuah perpisahan dan penghapusan keberadaannya… anak dari keluarga Earl Namikaze dan keluarga Marquess Lucifuge ini tak hanya dihapus keberadaannya tapi juga dibuang dan ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Namanya adalah Naruto, seorang bocah berusia 5 tahun yang nantinya akan tumbuh sebagai budak sekaligus orang yang terpilih untuk mewarisi gelar Monarch of Despair.
Jangan lupa review, favorite follow!
.
.
.
.
.
Chapter 3 : Kota Mandra dan Masalahnya
Tahun X615, Kalender Kerajaan Lamia
Sebulan berlalu sejak Naruto meninggalkan hutan [Wildoria] dan memutuskan untuk berkelana, memulai langkah awal dari ambisinya. Selama 4 tahun terakhir sejak usianya 11 tahun setelah Euclid meninggalkannya, dia sudah mempertimbangkan banyak rencana dengan langkah langkah penting yang harus dijalani nya. Akhirnya dia memilih sebuah rencana dengan peluang tertinggi. Sungguh mengesankan untuk anak seusianya sudah menganalisa hal hal semacam itu.
Sekali lagi itu semua demi kepentingannya, lagipula dia cukup senang dengan kegiatannya menganalisa setiap celah yang ada pada rencananya dan menutupinya dengan rencana lain. Semua sudah tersusun rapi di kepalanya, hanya tinggal bagaimana dirinya mengeksekusi rencana tersebut. Seiring berjalannya waktu, dia semakin sadar juga bahwa kondisi pada kenyataannya juga tidak akan mempermudah rencana nya.
Disaat itulah dia harus berusaha memaksimalkan rencana yang ia buat meski itu akhirnya dia harus menyingkirkan segala halangan yang ada. Ketika memikirkan itu sebuah seringaian keji muncul di wajahnya menggantikan wajah kalem nya yang biasa. Lalu dia teringat prinsip prinsip yang diajarkan Euclid, bahwa dia tetap harus menjaga imej nya dan menutupi hal itu dengan topengnya karena inilah ciri khas dari bangsawan pada umumnya.
"Tenang… Ini masih awal. Aku akan analisa sekali lagi seberapa besar peluang suksesnya rencana ku ini?"
Dia sekarang sedang menunggangi Kurama yang ukurannya sekarang benar benar besar untuk ditunggangi seorang manusia. Dia juga sangat berguna untuk menakuti orang orang jika Naruto sedang malas meladeni para gelandangan gelandangan yang suka berlagak kuat.
Tujuannya hari ini adalah kota [Mandra] yang terletak di pesisir timur Kerajaan Lamia dan masuk dalam wilayah Artuk yang dikuasai oleh Earl Villar Constance. Kota ini juga berbatasan langsung dengan wilayah pesisir barat Kerajaan Samrada yang wilayah Kerajaannya hanya seperempat dari Kerajaan Lamia. Dia mendengar rumor mengenai binatang iblis yang sedang heboh dibicarakan karena menelan banyak korban dan pihak dari keamanan Artuk sendiri kesulitan untuk baik menangkap atau pun membunuhnya karena kemunculannya tidak bisa diprediksi.
Yang bisa mereka ketahui hanyalah tempat tempat biasanya paus itu muncul. Binatang iblis itu adalah seekor paus iblis dengan panjang tubuh mencapai 30 meter (seperti paus biru) dan bentuk tubuh yang begitu besar. Dia sendiri tahu cara untuk mengatasi binatang iblis itu. Apa yang diincar Naruto disini adalah sebuah momen untuk dirinya tampil sebagai pahlawan.
Jika dia berhasil menaklukkan paus itu sebagai tahap awal dari rencananya, kemungkinan dia akan diangkat sebagai seorang ksatria bangsawan Kerajaan di bawah naungan Earl Villar Constance dari Artuk. Itu adalah jalan atau gerbang menuju dunia bangsawan. Naruto kembali menunjukkan seringaian itu secara refleks meski dia tidak menyadarinya. Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali dan mengusap wajahnya untuk menyadarkannya dari lamunannya itu.
Metode untuk memanggil paus iblis ini sampai sekarang tidak dilakukan oleh Artuk atau memang mungkin mereka tidak mengetahuinya. Naruto membaca banyak sekali buku selama 7 tahun terakhir termasuk buku buku mengenai binatang dan ekosistem yang sudah tertulis di sejarah dunia ini. Yang menjadi masalah sekarang apakah serangan Naruto akan cukup efektif untuk membunuh paus iblis itu? Dia tak memiliki cukup pengalaman langsung untuk melawan binatang iblis di laut meski dia sering membaca metode nya di buku.
"Kurama, setelah ini kita akan berhenti sebelum sampai ke pos pemeriksaan dan berubahlah,"
Kurama adalah seekor binatang iblis yang dibesarkan manusia sejak kecil. Binatang Iblis sepertinya berbeda dengan binatang iblis lainnya, dia sudah bisa disebut sebagai binatang iblis [High Class] dengan kecerdasan dan mampu memahami apa yang dikatakan Naruto meski dia tidak bisa bicara. Di dunia ini pun ada beberapa binatang iblis yang mampu berbicara bahasa manusia, mereka diklasifikasikan sebagai binatang iblis [Heavenly Class].
Agak sedikit jauh di depan, terdapat sebuah pos pemeriksaan sebelum memasuki kota. Kurama sudah berubah menjadi rubah kecil seukuran anak anjing sehingga dirinya tidak akan menimbulkan keributan atau masalah di kota. Ini adalah salah satu jenis kemampuannya sebagai spesies binatang iblis sejenisnya.
Dari sana, Naruto memutuskan untuk melanjutkannya dengan berjalan sambil membawa Kurama kecil di pundaknya.
"Ayo kita pergi, Kurama!"
Kurama hanya menjawabnya dengan sebuah kobaran api di ekornya yang semakin membara.
"Saya akan memeriksa barang bawaan anda,"
Itulah yang diucapkan penjaga di pos pemeriksaan setelah Naruto sampai disana lalu mengantri dan menunggu selama kurang lebih 15 menit.
"Ini…"
Naruto menyodorkan tas barang bawaannnya lalu penjaga itu memeriksanya. Setelah dikiranya aman, penjaga itu mengembalikannya kepada Naruto tapi matanya terfokus kepada rubah api yang ada di pundak Naruto.
"Apa anda seorang petualang?"
"Begitulah…"
"Ah, pantas saja anda memiliki binatang iblis…"
Binatang iblis sering ditangkap oleh para petualang yang bergabung dengan guild atau semacamnya. Biasanya para petualang ini menangkap binatang iblis yang masih kecil dan membesarkannya untuk dijadikan rekan dalam menjalankan quest atau permintaan di guild. Sama seperti yang dilakukan Naruto dalam membesarkan Kurama.
"Apa anda juga datang karena ingin menaklukkan paus iblis itu?"
"Hmm… ya… begitulah,"
Dari sini Naruto mendapatkan informasi secara tidak langsung. Jika didengar dari cara orang ini menanyakan hal itu kepada Naruto, itu artinya sudah ada banyak petualang yang berkumpul di kota ini dan memiliki tujuan yang sama dengannya… yaitu menaklukkan paus iblis. Sejenak ia sempat khawatir jika dirinya di dahului karena bagaimana pun dunia ini luas dan orang yang memikirkan metode itu mungkin tak hanya dirinya.
"Ah, kusarankan… anda jangan terlalu berambisi membunuh paus iblis itu karena kenyataannya sudah ada petualang yang tewas saat mencoba membunuh paus iblis itu,"
"Aku mengerti… terima kasih atas sarannya, tuan penjaga…"
Penjaga itu mengangguk sebagai tanda menanggapi ucapan Naruto. Kemudian Naruto berjalan melewati pos pemeriksaan setelah dirinya mendapatkan ijin. Dia melihat ke berbagai arah dan menemukan kondisi kota yang tidak biasa. Entah kenapa rumah rumah atau jalanan terlihat begitu sepi, beberapa kedai makanan, restoran dan toko toko masih ada pengunjung meski tak banyak.
Naruto terus berjalan sambil melihat setiap sudut kota untuk mengumpulkan informasi. Sejujurnya akan lebih mudah jika dia bertanya langsung pada orang orang yang ia jumpai di jalan tapi entah kenapa saat melihat keadaan disana, dia merasa tidak bisa menanyakan hal ini begitu saja.
"Ini lebih sulit dari kupikirkan…" kata Naruto dengan ekspresi datar.
Tiba tiba, seorang pria berlari lalu menabrak dirinya dan disitu lah Naruto menyadari sesuatu. Orang yang menabraknya ini sudah pasti adalah pencuri. Dia bisa merasakan itu pada momen singkat ketika pencuri ini menjangkau ke dalam saku bajunya dan Naruto hanya tersenyum ketika menyadari hal itu. Menurutnya hal ini bukanlah sebuah kesialan melainkan keberuntungan.
Pencuri itu terus berlari setelah dia mengucapkan sekilas maaf kepada Naruto setelah menabraknya. Dia berpikir Naruto tidak menyadarinya sehingga dia segera menepi ke salah satu gang sempit dan gelap yang ia temukan. Dia mengeluarkan barang curiannya berupa kantung berisi uang yang cukup banyak. Seringaian jahat dan puas muncul di wajah pencuri itu tapi dia tidak menyadari kalau Naruto sudah ada disana.
"Fufufu… aku beruntung! Orang itu memiliki banyak uang!"
"Tidak sebanyak itu juga kok," kata Naruto dengan santai.
Pencuri itu terkejut, dia langsung melihat ke depan dan menemukan Naruto sudah berdiri di hadapannya dengan sebuah senyum puas. Tentu saja, Naruto tidak membiarkan pencuri itu meresponnya dan kabur begitu saja. Dalam satu gerakan, Naruto menjatuhkan pencuri itu dan mendapatkan kembali uangnya. Tak cukup sampai disana, Naruto bahkan tak membiarkan pencuri ini untuk kabur karena Naruto masih ada urusan dengan pencuri ini.
"T-Tolong ampuni aku!"
"Tenang saja… aku tidak akan membunuhmu kok. Aku akan melepaskanmu setelah ini… tapi sebelum itu aku ingin bertanya beberapa hal tentang kota ini,"
"T-Tentu akan kujawab semua pertanyaan yang ingin kau tanyakan padaku mengenai kota ini,"
Dan beginilah cara Naruto memanfaatkan kesialannya dan merubahnya jadi sebuah keberuntungan. Dengan caranya menangkap pencuri ini, dia bisa mendapatkan informasi lebih mengenai kota ini apalagi jika dia melihat dan menganalisa, nampaknya pencuri ini benar benar hafal setiap sudut, sisi kota [Mandra] ini. Akan lebih bagus jika pencuri ini juga tahu kondisi kota saat ini dan bisa menjelaskannya meski Naruto tidak berharap banyak.
"Sampai hari ini, seberapa banyak yang kau tahu mengenai penaklukkan paus iblis?"
"Eh!? Apakah anda imigran atau petualang yang baru datang?" tanya pemuda ini ketika sorot mata nya jatuh pada Kurama yang ada di pundak Naruto.
"Ya, seperti itulah…"
Dari sini lah Naruto juga mengambil kesimpulan kalau informasi mengenai penaklukkan paus saat ini merupakan informasi umum yang diketahui seluruh petualang dan warga kota ini. Dirinya yang tidak mengetahui informasi terkini jelas membuktikan bahwa dia adalah petualang atau pengelana yang baru datang.
"Uhmm… jika membicarakan kondisi penaklukkan paus iblis saat ini, pasti akan menyinggung kondisi kota,"
Bingo! Informasi inilah yang diinginkan Naruto sekarang. Tampaknya dia benar benar beruntung hari ini.
"Jelaskan padaku!"
"U-Uhmm.. Baik, kondisi terakhir penaklukkan iblis benar benar buruk… rencana penaklukkan yang dilakukan beberapa petualang dengan bantuan pasukan Artuk mengalami kegagalan parah. Misi itu melibatkan 25 orang dari petualang dan pasukan Artuk… kabarnya bahkan mereka menyiapkan rencana ini selama seminggu dan dengan prediksi yang tepat dalam peluang yang relatif rendah, mereka datang pada saat yang tepat ketika paus iblis itu muncul di pesisir pantai,"
Bahkan orang orang ini membutuhkan waktu seminggu untuk memprediksi kehadiran paus itu dan bisa dikatakan bahwa itu sebuah keberuntungan dengan peluang yang rendah. Itu artinya setidaknya orang orang ini memiliki data statistik selama sebulan terakhir sejak kemunculan pertama paus iblis, itulah yang dipikirkan oleh Naruto. Dia tersenyum saat menyimpulkan hal tersebut karena semuanya berjalan lebih baik ternyata.
Hanya dengan data statistik kemunculan setiap harinya itu, dengan metode nya memanggil paus tersebut pasti akan meningkatkan peluang munculnya paus iblis itu. Sejujurnya Naruto tidak begitu yakin dengan metode nya ini karena metode nya ini hanya meningkatkan peluang kemunculan paus itu bukan secara ajaib mampu memanggil paus tersebut. Tetapi dengan adanya data statistik itu, dia bisa membuat sebuah prediksi kapan dan dimana sudut yang akan menjadi kemunculan paus tersebut.
Setelah dia membuat prediksi itu, dia akan memakai metode yang ia susun untuk memanggil paus iblis tersebut.
"Kegagalan parah seperti apa yang kau maksud?"
"Dari pihak penaklukkan tak hanya gagal tapi dua kapal Artuk dengan muatan belasan orang hingga puluhan orang hancur, 5 petualang dan 7 anggota pasukan Artuk tewas…"
Naruto cukup terkejut dengan hasil itu, baginya hasil seperti itu bukan lagi hasil yang normal untuk dikatakan kegagalan. Jika ada ungkapan yang bisa lebih buruk dari kegagalan parah, dia pasti akan menggunakannya. Bagaimana bisa 25 orang gabungan dari pasukan dan petualang dengan bantuan dua kapal bermuatan belasan hingga puluhan orang bisa mendapatkan kegagalan separah itu.
"Lalu bagaimana pengaruhnya dengan kota sekarang?"
"Hmm… Yang diharapkan oleh warga kota sekarang adalah kehadiran Villar-sama sebagai pemimpin seluruh wilayah Artuk juga seorang petualang kelas [Adamantite] mungkin atau setidaknya [Orichalcum],"
"Dan apa alasanmu mengatakan hal itu?"
"Kota ini bergantung pada wisata laut dan makanan khas yang berasal dari lautnya… Jika aktivitas nelayan di laut terhenti karena paus itu, otomatis penghasilan utama kota ini akan hilang sepenuhnya,"
Naruto menyeringai ketika mendengar jawaban dari pencuri yang ia tebak usianya hanya satu atau dua tahun lebih tua darinya ini. Wajah pencuri ini nampak berada di usia 16-17 tahun meski tinggi badannya hampir sama dengan Naruto sekarang. Sekedar informasi bahwa tinggi badan Naruto di usia nya yang ke 15 ini adalah 178 cm sedangkan pemuda di depannya ini sekitar 181 cm. Apa yang membuat Naruto semakin senang adalah bagaimana cara berpikir pencuri ini. Meski dia terlihat tidak berpendidikan tapi dia memiliki kecerdasan untuk menganalisa masalah.
"Kau… Siapa namamu?"
"Eh? Aku? H-Haruhiko…"
"Haruhiko kah? Haruhiko! Jadilah pelayan setiaku!"
Tanpa berpikir lagi, Naruto mengatakan hal itu kepadanya. Pria pencuri bernama Haruhiko ini sendiri hanya terdiam ketika Naruto memintanya untuk jadi pelayan setia Naruto.
"Menjadi pelayan setiamu…?"
"Ya… Dalam perjalanan ku kali ini, aku berniat mendapatkan gelar ksatria dulu setelah membunuh paus iblis itu kemudian aku akan menaikkan gelarku ke Baron dan memiliki wilayahku sendiri dalam beberapa waktu ke depan,"
"M-Membunuh paus iblis!? Tidak mungkin, tidak mungkin! Kalau anda bukan petualang kelas [Adamantite] atau setidaknya [Orichalcum]… pasti mustahil untuk mengalahkan paus iblis itu. Aku bahkan yakin petualang kelas [Adamantite] saja pasti butuh usaha yang sangat besar untuk membunuh paus itu karena area bertarungnya adalah lautan yang merupakan rumah paus itu!"
"Mungkin yang kau katakan itu benar tapi juga salah…"
Balasan dari Naruto membuat Haruhiko tidak paham. Sebelum datang kesini tentu saja Naruto sudah membuat persiapan dan langkah langkah apa saja yang harus dilakukan untuk membunuh paus iblis itu. Dia bahkan sudah menyiapkan rencana cadangan seandainya rencana utamanya itu gagal dalam prosesnya.
"Membunuh itu lebih mudah dari yang kau pikirkan… dengan metode dan cara yang tepat, bahkan kita bisa membunuh paus iblis itu dalam satu serangan,"
"Dalam satu serangan!? Itu jelas tidak mungkin untuk binatang iblis sekelas paus iblis itu! Dia itu binatang iblis [High Class] yang mungkin dalam belasan tahun ke depan akan mencapai [Ultimate Class] lalu setelah ratusan tahun akan mencapai [Heavenly Class],"
"Apa dengan kenyataan itu membuktikan kalau aku tidak bisa membunuhnya?" tanya Naruto membalas pernyataan Haruhiko.
Haruhiko terdiam, kemudian kembali membalas, "Lalu apa yang menjamin kalau dirimu akan berhasil membunuhnya?"
Tepat sasaran, dengan ini Naruto berhasil menggiring Haruhiko ke situasi yang diinginkannya. Dengan ini dia bisa memastikan kalau dirinya akan mendapatkan seorang pelayan setia untuk pertama kalinya.
"Bagaimana kalau kita membuat sebuah taruhan?"
Itulah yang ditawarkan Naruto. Pemuda di hadapan nya itu kini terdiam sekali lagi.
"Taruhan apa?"
"Setelah ini bantu aku dengan rencanaku, antar aku ke guild petualang… lalu lihat lah penaklukkan ku dengan mata kepalamu sendiri. Setelah rencanaku siap dan penaklukkan akan dilaksanakan, aku akan memberimu 3 koin emas,"
1 koin emas sama dengan 100 koin perak dan 1 koin perak sama dengan 100 koin tembaga. Itu artinya 1 koin emas sama dengan 10000 koin tembaga. Dan sekedar info saja, 10 koin tembaga itu sudah cukup untuk makan satu kali dan 2 koin perak itu cukup sebagai bayaran penginapan sederhana selama satu malam. Dan bayangkan Naruto akan memberikan 3 koin emas kepada Haruhiko. Itu mampu membuat Haruhiko hidup tanpa bekerja selama beberapa bulan.
"K-Kau serius?" tanya Haruhiko tidak percaya.
"Tentu saja… tapi…"
Naruto dengan senyum dingin nya yang tipis kini entah kenapa mulai membuat Haruhiko merasakan sesuatu yang mengerikan.
"…Jika aku berhasil membunuh paus iblis itu, jadilah pelayan setiaku, kembalikan setengah dari 3 koin emas itu. Kau akan kuberi pekerjaan, makanan dan kuberi tempat tinggal. Bagaimana?"
Haruhiko saat ini sadar bahwa dirinya sedang berhadapan dengan orang yang benar benar merepotkan. Sekilas dia tidak merasakan adanya keraguan di kedua mata Naruto, meski Haruhiko tahu jelas bahwa laki laki di hadapannya lebih muda setahun atau dua tahun darinya. Yang ia rasakan lagi adalah aura yang dikeluarkan Naruto, bukanlah aura seorang ksatria atau petualang, melainkan aura seorang pemimpin.
"Baiklah… kuterima taruhan itu," jawab Haruhiko dengan ekspresi serius.
Haruhiko merasa tidak masalah dengan itu karena akhirnya juga dia tidak dirugikan sama sekali untuk setiap kemungkinan yang terjadi. Naruto tersenyum tipis mendengarnya, tak dia sangka di tengah tengah proses nya menaklukkan paus iblis, dia berkesempatan mendapatkan pelayan yang cocok untuknya. Setelah ini, dia dan Haruhiko akan pergi ke guild petualang untuk membuat permintaan.
"Kalau begitu sekarang antarkan aku ke guild petualang di kota ini,"
"Ikuti aku…"
.
.
.
.
.
xxx0xxx
Akhirnya setelah berjalan sebentar, Naruto dan Haruhiko tiba di depan pintu masuk guild petualang. Bangunannya terlihat biasa dan dari luar juga tak terdengar banyak suara ketika mereka sampai disana.
"Ini dia guild petualang…"
"Tak berbeda dengan guild guild petualang pada umumnya ternyata… tapi kondisi nya benar benar sunyi dari luar,"
"Ya… Itu juga karena para petualang yang tersisa di dalam sedang putus asa dalam menghadapi paus iblis,"
"Heh~…? Putus asa? Itu adalah makanan ku dulu…"
Balas Naruto yang kemudian mendahului Haruhiko untuk masuk ke dalam guild. Mendengar pernyataan Naruto barusan, Haruhiko hanya menatapnya dengan sorot mata penasaran, tatapannya mengikuti Naruto yang sudah lebih dulu masuk ke dalam guild. Tak lama kemudian, dia menyusulnya.
"Orang itu…"
Begitu Naruto masuk ke dalam, pemandangan yang ia lihat adalah para petualang yang duduk di meja meja disana sedang termenung putus asa bahkan beberapa ada yang terlihat habis mabuk semalaman. Tak hanya pria tapi juga ada beberapa petualang perempuan. Dia sadar bahwa kondisi mental petualang disini benar benar sudah hancur setelah dikalahkan pada ekspedisi mereka terakhir kali. Kemudian meski tak begitu jelas, tapi dia melihat dua orang yang berasal dari unit pasukan Artuk sedang berbicara di sudut ruangan.
Naruto kemudian melangkah ke meja pelayanan, permintaan dan sekaligus administrasi. Disana dia menjumpai wanita yang akan melayani segala kebutuhannya mengenai permintaan untuk guild petualang ini.
"Permisi…"
"Ya… Apakah Tuan ingin mendaftar sebagai petualang atau mengambil quest?" tanya wanita itu setelah tatapan matanya jatuh pada Kurama yang ada di pundak Naruto.
"Tidak… Aku ingin membuat permintaan,"
"Eh!? Permintaan…? M-Maaf, Tuan… tapi saat ini kondisi para petualang sedang buruk dan mereka masih diwajibkan fokus pada.. penaklukkan…"
"Permintaan yang ingin kubuat berhubungan dengan penaklukkan paus iblis," kata Naruto dengan ekspresi sedikit dingin, menyela kalimat yang diucapkan oleh wanita ini.
Seluruh petualang yang ada di dalam guild itu menoleh ke arah Naruto dengan ekspresi berbagai macam jenisnya. Ada yang terkejut, ada yang terlihat dingin dan bahkan ada yang ingin tertawa mendengarnya.
"…Aku butuh 2 petualang yang bisa mengendalikan kapal dan 8 hingga 10 orang untuk menaati perintahku dalam rencanaku menaklukkan paus iblis,"
Ketika Naruto mengatakan hal itu, dua prajurit dari pasukan Artuk yang ada disana langsung menaruh perhatian mereka padanya. Beberapa petualang mulai bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Naruto, sedangkan Haruhiko yang baru saja memasuki guild nampak kebingungan dengan kondisi tersebut.
"Hey, bocah sombong… Kau pikir, kau bisa membunuh paus iblis yang bahkan tak bisa dibunuh 30 orang dewasa?"
Pria botak dengan pakaian hitam, bertubuh kekar dan tinggi sekitar 185 cm itu menghampiri Naruto sambil menunjuknya. Ekspresi nya benar benar kesal saat Naruto mengucapkan permintaan dan menjelaskan kalau dia memiliki rencana untuk mengalahkan paus iblis tersebut.
"Setidaknya aku bukan laki laki pengecut yang terdiam disini hanya karena kegagalan. Kalau aku jadi kau, aku akan menggunakan keputusasaan itu sebagai kekuatan ku,"
"Urghh… Kurang ajar!"
Dalam sekejap, Kurama yang berada di pundak Naruto berubah menjadi besar dengan ukuran tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang sekitar 2,5 meter. Dengan wujudnya yang seperti itu, dia mampu membuat pria itu jatuh hanya dengan menggeram.
"U-Uwoooo! Binatang iblis apa ini…!?"
Bahkan Naruto tidak bergerak se inci pun dari tempatnya berdiri sekarang. Para petualang segera menyiagakan diri mereka dan terlihat beberapa binatang iblis milik beberapa petualang disana juga sudah siap bertarung meski sebenarnya tak satupun binatang iblis yang ada disini yang tidak terintimidasi oleh Kurama. Jujur saja untuk ukuran binatang iblis berbentuk rubah, Kurama sudah terlalu besar dan terlalu mengintimidasi binatang iblis lain dengan kekuatan sihirnya.
"Kau mau melakukan apa tadi, paman?" tanya Naruto melangkah ke arah pria yang baru saja akan menyerangnya itu.
"B-Bagaimana bisa binatang iblis yang memiliki kekuatan [High Class] seperti rubah ini masuk ke dalam kota tanpa pemeriksaan lebih lanjut!?"
"Itu bukan urusanmu, paman…"
Setelah itu, Naruto kembali mengalihkan perhatiannya pada wanita yang ada di meja resepsionis. Wanita itu juga terlihat ketakutan sekaligus panik melihat kemunculan Kurama yang ia pikir tadinya sangat imut berubah menjadi buas.
"Jadi bagaimana? Apakah bisa?"
"M-Maaf, Tuan…"
"Tunggu!"
Pembicaraan Naruto dan wanita resepsionis ini disela oleh dua orang prajurit pasukan Artuk. Dengan ekspresi serius, mereka bangkit dan menghampiri Naruto. Tentu saja Naruto segera membalikkan tubuhnya menghadap dua prajurit pasukan Artuk itu.
"Kau punya keberanian, nak…"
"Terima kasih, paman… tapi keberanian saja tidak akan membuatku bisa membunuh paus iblis itu,"
"Hmm… Kau tahu itu rupanya," balas pria prajurit itu.
Kesan pertama yang didapatkan Naruto mengenai pria tua yang umurnya sekitar 40 tahun ini adalah kuat. Pria ini memiliki jiwa kepemimpinan untuk memimpin pasukan dalam medan perang tapi pria ini bukan tipe orang yang akan cocok duduk di kursi penguasa yang akan memerintah wilayah atau negara.
"Siapa namamu?"
Dan saat inilah Naruto baru terpikirkan nama baru untuknya. Selama ini dia tidak pernah memikirkannya, akan tetapi seiring tumbuhnya dia, dia sadar bahwa dirinya tidak boleh menggunakan nama aslinya dulu sebelum dia punya kekuasaan yang cukup untuk mempertahankan diri dan kehormatannya.
Bisa gawat kalau ada orang dari kediaman Lucifuge atau Namikaze yang mendengar nama nya muncul lagi setelah 10 tahun dirinya dibuang oleh kedua orang tuanya. Dia diberitahu Euclid cerita mengenai Marquess Lucifuge dan Earl Namikaze. Tentu saja Euclid mengubah fakta yang ada sesuai dengan berita bohong yang dibuat oleh Earl Namikaze dan Marquess Lucifuge. Euclid juga tak mengatakan siapa dirinya sebenarnya.
Yang diketahui publik adalah Marquess Lucifuge, orang tua Grayfia dan Euclid terbunuh saat ada serangan diam diam dari Kerajaan Marilion yang letaknya ada di utara Kerajaan Lamia. Mereka memberi tuduhan palsu kepada Kerajaan Marillion yang sudah bermusuhan lama dengan Kerajaan Lamia. Tentu saja Kerajaan Marillion menepis itu, tapi siapa orang yang peduli di Kerajaan Lamia? Yang mereka tahu Lamia dan Marillion memang sudah bermusuhan… jadi hal itu mungkin untuk dijadikan kedok.
Minato sebagai Earl Namikaze dan suami Grayfia dianggap tidak bertanggung jawab karena tidak bisa melindungi Marquess Lucifuge sehingga Grayfia menceraikannya sebelum mereka punya anak.
Ya… mereka bicara pada publik kalau mereka tidak pernah punya anak. Beruntungnya keberadaan Naruto selama lima tahun juga tidak pernah diungkap ke masyarakat. Apa alasan dua keluarga ini menyembunyikannya meski di belakang mereka saling bermusuhan? Hanya untuk menjaga martabat dua keluarga di depan bangsawan lainnya. Hanya itu!
Naruto juga tidak curiga karena Euclid mengatakan bahwa itu sudah jadi berita nasional yang diketahui semua orang.
Oleh karena itu, Naruto yang merupakan bukti hidup dari hubungan kedua keluarga dibuang, agar tidak diketahui masyarakat kalau Minato dan Grayfia punya seorang anak. Itulah yang diceritakan Euclid kepada Naruto untuk memanipulasinya dan membohonginya dari kenyataan bahwa ayahnya adalah seorang bajingan. Sudah cukup dengan kenyataan bahwa dirinya dibuang saja mampu membuatnya menyimpan perasaan dendam yang tak pernah ia tunjukkan apalagi jika dia tau kenyataan bahwa ayahnya membunuh kakeknya.
Lalu alasan lain yang tidak Naruto ketahui adalah Ibunya sendiri, Grayfia tidak pernah menginginkan keberadaannya atau tepatnya Ibunya sendiri sebenarnya membenci dirinya. Dan Euclid tidak ingin Naruto tahu itu.
Naruto telah diberi kesempatan hidup tapi jika dia muncul lagi ke hadapan dua keluarga itu, bisa dipastikan kalau dirinya akan disingkirkan selamanya. Ini adalah alasan juga kenapa Euclid tidak bisa membawa Naruto kembali ke kediaman Lucifuge.
Dirinya sekarang masih seorang pewaris belum diangkat resmi, sedangkan kakaknya memiliki dukungan besar dari Marquess Gremory sehingga Euclid belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi Naruto saat orang orang tahu kalau Naruto masih hidup.
Karena itu juga, Euclid mengatakan pada Naruto untuk muncul ke hadapan keluarga nya ketika dia sudah memiliki kekuasaan dan kehormatannya sendiri. Dan beruntungnya, Naruto mengikuti apa yang dikatakan Euclid karena dia pikir itu demi kebaikannya. Jika ditanya apa tujuan Naruto sekarang… sudah jelas dia akan membalas orang tuanya. Bagaimana? Dengan mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan kehormatannya nanti, dia bersumpah akan membuat Minato dan Grayfia bersujud di bawah kakinya dan membuat mereka memohon ampunan kepadanya dengan masyarakat Kerajaan Lamia yang menjadi saksinya. Itu ia lakukan sebagai balasan karena telah membuangnya hanya karena alasan menjaga martabat mereka (Alasan inilah yang diketahui Naruto).
"Namaku Toruna…"
(Toruna = Na-ru-to yang diubah penempatan suku katanya).
"Aku biasa dipanggil Toru…"
"Hmm… Toru jadi bisa kau jabarkan rencanamu untuk membunuh paus iblis itu?"
"Sebelum aku menjelaskan… aku juga ingin tahu siapa nama anda dan juga kepastian anda, apakah anda akan bekerja sama dan membantu saya jika saya menjelaskan rencana saya?" tanya Naruto.
Prajurit itu hanya tersenyum.
"Komandan… anak ini…,"
"Tenanglah…" pria yang disebut komandan ini hanya memerintahkan anak buahnya untuk berhenti menyela.
"Namaku Gazelle Stronoff, aku adalah Komandan Utama Pasukan Artuk sekaligus salah satu dari 6 Komandan Batalion Wilayah Kerajaan Lamia yang baru tiba tadi pagi,"
Naruto terkejut mendengarnya. Dia mengenal paman ini, dia adalah seorang pejuang ksatria terkenal, hanya ada 6 orang termasuk dirinya yang mendapat posisi 6 Komandan Batalion itu. Bahkan dengan prestasinya di misi ini, bisa menaikkan lagi nilai nya untuk menjabat sebagai salah satu Jenderal Pasukan Kerajaan Lamia di masa depan.
"G-Gazelle Stronoff!? M-Mantan petualang kelas [Adamantite] yang sekarang menjabat di Kerajaan?"
Seketika para petualang berdiri kaget mendengar namanya. Seluruh penghuni guild tidak percaya melihat kehadiran tokoh terkenal itu disini termasuk Haruhiko yang hanya bisa melongo.
"Tidak kusangka saya akan bertemu tokoh terkenal seperti anda disini. Dengan pengaruh anda, saya berpikir lagi… jika saya menjelaskan rencana saya disini, apakah ada kemungkinan anda akan mencuri rencana saya dan menyingkirkan saya?"
"Aku bukanlah ksatria tidak terhormat semacam itu, nak. Kau bisa dapatkan hadiahmu dan imbalan lainnya sesuai kesepakatan… Yang aku inginkan hanya membalaskan dendam anak buahku yang tewas pada ekspedisi beberapa hari lalu,"
Naruto masih tidak bisa mempercayai kata kata orang ini.
"Hmm… Kudengar seorang petualang kelas [Adamantite] seharusnya mampu mengalahkan paus iblis itu,"
"Hahaha… Jangan memujiku terlalu tinggi. Bahkan petualang kelas [Adamantite] pun akan berpikir puluhan kali untuk melawan paus iblis itu di daerahnya. Jika aku kesana tanpa rencana, itu sama dengan bunuh diri,"
Orang ini cerdas dan bijak, itulah yang dipikirkan Naruto. Dia menunjukkan ekspresi serius dengan sebuah senyuman sekarang. Dia mungkin memang tidak mudah mempercayai orang lain tapi entah kenapa dia merasakan bahwa Gazelle Stronoff ini merupakan salah satu ksatria terhormat yang tidak akan melakukan tindakan busuk seperti mencuri rencananya.
"Baiklah tapi dalam rencana ini aku membutuhkan dua kapal yang sejenis dengan yang digunakan saat penaklukkan terakhir kali,"
"Aku terima syaratmu… jika rencana mu terdengar menjanjikan,"
"Lalu aku juga butuh semua data mengenai kemunculan paus iblis itu… jam, hari kapan dan dimana dia muncul di pantai,"
"Tentu saja akan kami siapkan…"
Dengan ini, Naruto siap untuk bekerja sama. Alasan mengapa pasukan penaklukkan sebelumnya gagal membunuh paus iblis itu adalah karena persiapan mereka yang kurang. Mereka sudah memikirkan prediksi kapan dan dimana paus itu muncul akan tetapi mereka tidak memikirkan hal setelahnya. Bagaimana cara mereka bertarung dan membunuh paus itu.
Naruto dan Gazelle Stronoff memutuskan untuk berunding di salah satu meja dengan dikelilingi para petualang yang ada disana.
"Akan kujelaskan sekarang… aku membutuhkan data itu untuk memprediksi kapan dan dimana paus itu akan muncul,"
"Ya kami tau itu tapi apa kau bisa menjamin paus itu akan muncul karena terakhir kali, kami hanya beruntung bisa mendapat momen yang sesuai," kata salah seorang petualang.
"Tidak masalah, aku mampu meningkatkan peluang kemunculan paus iblis itu hingga 70% dengan metode ku,"
"70%!? Kau yakin dengan itu?" tanya Haruhiko yang menimbrung pembicaraan.
Mereka yang mendengarnya juga terkejut mendengar Naruto menyatakan hal tersebut. Bahkan peluang sebelumnya paus iblis itu muncul ketika penaklukkan terakhir kali hanyalah 30% dan Naruto berniat meningkatkannya hingga 70%?
"Bagaimana caramu meningkatkan peluang hingga sebesar itu?"
Lalu disini lah Naruto akan menjelaskannya…
"Paus iblis yang sedang kita tangani ini juga merupakan binatang iblis [High Class]. Yang membedakan Kurama ku dan paus itu adalah Kurama dibesarkan sejak kecil olehku, manusia… sehingga dia paham dengan apa yang kuperintahkan meski dia tidak bisa bicara bahasa manusia sedangkan paus itu tidak mengerti apa yang kita perintah, katakan atau perbuat. Aku tumbuh dan besar bersama Kurama… meski dia binatang iblis tapi kebiasaannya tidak berbeda dengan rubah biasa. Aku mengasumsikan bahwa paus iblis ini juga tak berbeda dengan paus biasa…"
Setelah mendengar hal itu, mereka semua mengangguk paham menanggapi pernyataan Naruto yang masuk akal.
"Lalu?"
"Untuk berkomunikasi, paus akan membuat panggilan dengan gelombang suara dengan frekunsi rendah yang tak bisa didengar oleh manusia. Paus Iblis ini kurasa mirip dengan salah satu spesies paus yaitu paus biru yang memiliki sensor di dalam tubuhnya yang berfungsi untuk menerima gelombang frekuensi rendah tersebut,"
"Ah seperti itu… Kenapa aku baru tau?" tanya salah seorang petualang.
Haruhiko bahkan menatap Naruto dengan kagum sedangkan Naruto berpikir bahwa semua orang di sekitarnya sekarang ini benar benar bodoh. Dan saat itulah mereka paham dengan rencana Naruto. Yang mereka khawatirkan adalah bagaimana cara mereka menghasilkan gelombang frekuensi rendah yang bahkan tidak bisa didengar oleh manusia?
"Lalu bagaimana caramu menghasilkan gelombang frekuensi rendah itu?"
"Tenang saja… Mungkin bagi sebagian pennyihir ini mungkin tidak berguna untuk bertarung tapi jauh jauh hari sebelum aku datang ke tempat ini, aku sudah memiliki sihir yang tepat untuk menghasilkan gelombang suara dengan frekuensi tersebut,"
Satu kata, mengerikan. Gazelle Stronoff terlalu kagum bahkan saking kagumnya dia memberi Naruto tatapan seolah Naruto ini bisa jadi seorang tokoh besar di Kerajaan sebagai seorang ksatria atau justru sebagai mimpi buruk Kerajaan.
"Untuk rencana selanjutnya, setelah kita bisa memancing keluar paus itu… Akan segera kujelaskan…"
.
.
.
.
.
xxx0xxx
Lalu di salah satu sudut kota [Mandra] yang sedang sepi, kedua orang pengelana tengah berjalan dengan jubah mereka. Sebelumnya kedua orang ini mengejutkan penjaga pos pemeriksaan namun setelah kedua orang ini menjelaskan situasinya, penjaga tersebut segera mempersilahkan kedua orang ini untuk memasuki area kota [Mandra].
"Villar-sama… apa anda yakin akan melakukan pengecekan langsung ke pantai pesisir timur hanya dengan persiapan seperti ini?"
Tanya seorang perempuan berambut merah yang tertutupi jubahnya. Pria yang bersamanya itu tak lain dan tak bukan adalah pemimpin Wilayah Artuk saat ini dan merupakan salah satu bangsawan yang paling disegani di Kerajaan Lamia dengan status kebangsawanan Earl, dia adalah Lord Villar Constance.
"Tidak apa apa… Aku ingin melihat…"
"Bagaimana cara Gazelle menyelesaikan masalah ini…" jawabnya lembut dengan senyuman yang sama lembutnya.
TBC
BACA SAMPAI SELESAI, ADA BEBERAPA PERTANYAAN GUEST YANG KUJAWAB DISINI
Yo… Shiba desu. Hari ini aku update lagi, btw ini aku nyicil dari malem sampe pagi dan dapet segini. Alasan aku update ya memang ingin tapi ada alasan lain kenapa aku harus update… untuk sedikit menjawab kebingungan kalian…
Jawaban tentang kenapa Naruto tidak diajak Euclid kembali:
Ada pertanyaan kenapa Naruto gak diajak ke kediaman Lucifuge… Apakah chapter ini sudah menjawab? Bahkan aku sempet bales di review…(Bisa kalian cek di kolom review) haduh itu parah. Aku bingung harus membalas dimana karena yang bertanya itu akun guest.
Itu bukan salah reader, itu salahku yang sudah terlalu percaya diri kalau reader akan paham itu meski kelihatannya reader lainnya paham. Kalau tujuan kalian menanyakan itu dengan akun guest supaya aku cepet update dan menjawabnya, jujur kau berhasil. Tapi tolong jangan lakukan lagi, aku tersiksa ingin cepat update.
Ya, kalau menurut kalian aneh, ya sudah tapi aku mengajak reader ku untuk sebelum menanyakannya… dipertimbangkan dulu dan berpikir kritis (mungkin ini karena efek ak habis ikut acara tentang critical thinking dan problem solving di kampus, hadehh…)
Coba bayangkan kalau Naruto muncul setelah beberapa tahun tanpa persiapan yang cukup? Dia ini udah dibuang, gak diinginkan orang tuanya, dianggap aib… Aku membentuk karakter disini selalu memikirkan seandainya aku jadi mereka dengan watak mereka yang seperti itu, keputusan apa yang kuambil.
Kalau dari semua anime dan manga yang sering kubaca…
Bangsawan itu kebanyakan jaga kehormatan dan martabat mereka, mereka gak akan segan segan singkirin sesuatu yang bisa jatuhin kehormatan mereka. Itu pada umumnya kalau sering baca Light Novel pasti sering menemukannya… dan kebetulan sifat bangsawan seperti itulah yang ku adaptasi disini. Tentu ada yang baik, tapi harus kalian perhatikan.
Euclid disini belum punya pengaruh besar karena dia belum diangkat resmi. Grayfia punya dukungan beberapa petinggi keluarga meski dia perempuan dan dia juga sudah kusebutkan punya hubungan dengan Sirzech Gremory… dari kediaman Marquess Gremory.
Gak semudah itu pak ngelawan sebuah kekuasaan. Di fic ini aku mau mengajarkan kenyataan bukan macam di SOR yang memang Naruto dah super power bin gledek, karena jujur di fic ini magic nya memang ada tapi tidak menonjol sekali macam di SOR.
Jawaban mengenai bawahan Naruto:
Lalu baru pagi tadi aku mendapat review akun guest, Naruto gak punya bawahan gitu masa mau naklukkin Kerajaan ga pake bawahan? Sabar mas/mbak… Itu sudah muncul satu pelayannya, Haruhiko. Itu karakter dari Musaigen no Phantom World yang juga karakter utama di anime itu, disini kuambil jadi pelayan Naruto. Ah iya sekalian memperkenalkan komandan pasukan Gazelle Stronoff itu dari Overlord.
Aku juga sudah lihat anime Drifters… aku sudah jadi otaku berat itu hampir 6 tahun bahkan daripada anime Drifters, ada Light Novel yang benar benar dari nol. Drifters mah udah enak dari awal Toyohisa dah langsung ketemu Nobunaga Oda. Sosok besar di sejarah Jepang. Contoh yang lebih dari nol saja ya, anime ya… Grancrest Senki itu lebih benar benar dari nol sampai Theo jadi Kaisar sejujurnya kalau kalian sudah lihat, pasti paham.
Ya itulah… Kumohon sabar.. rekan pasti terkumpul tapi seiring berjalannya fic ini, tidak bisa langsung tiba tiba dapet rekan kan? Tak mungkin juga saya jelaskan semua pertanyaan yang menjurus ke spoiler disini kan? Itulah salah satu sulitnya jadi author dengan fic yang ceritanya panjang…
Ini udah kuatur dan semoga kalian paham, bahkan masalah paus itu aku sampai mempelajari tentang Paus Biru di internet lho selama setengah jam. Mau kutulis infrasonik tapi bingung… yak kali jaman pertengahan begitu sudah ada istilah infrasonic. Butuh perjuangan cuk, asli nulis ini sehari…
Jawaban mengenai tingkatan petualang:
Lalu tingkat petualang ku klasifikasi seperti di Overlord, yaitu Copper - Iron – Silver – Gold – Platinum – Mithril – Orichalcum – Adamantite
Jawaban hmm… bukan sepenuhnya jawaban juga, ini gambaran:
Terus kemudian aku mau bahas sifat Naruto… kalo di analisa… ini kita berpikir kritis yak wkwk..
Chapter 1 isinya nasib malangnya dia dong (Yah aku memang kejam.. nasib Naruto kebanyakan kubikin menyedihkan, dan entah kenapa kebanyakan reader yg kukenal di WA memanggilku author pendendam, makasih lho… itu pujian atau penghinaan? -_-)
Chapter 2 dia ketemu Pengawas Dunia di alam bawah sadar, kemudian dia tidak ingat pertemuan itu tapi kata kata kakek itu masih tertanam? Anggapan orang pada umumnya itu bisa dibilang mereka berdelusi… disini Naruto menganggap seperti itu.
Lalu adakah yang sudah beranggapan Naruto itu baik? Jujur aku gak akan pernah bikin sifat Naruto di setiap fic ku itu naif. Aku tak suka sifat itu tapi disini yang paling mempengaruhi kepribadian Naruto itu letaknya di prinsip prinsip yang diajarkan Euclid yang satu persatu akan disebutkan seiring berjalannya fic ini juga. Jadi cermatilah kalau aku sudah menyebut prinsip" yang diajarkan Euclid.
Aku ingin kalian sendiri yang merasakan bagaimana Naruto itu sebenernya, aku akan jelaskan saat waktu yang tepat. Kalau kujawab sekarang kesannya ku spoiler. Terserah kalau kalian menganggapnya aneh untuk sekarang tapi aku ingin sifatnya memang aneh dan lebih kompleks. Entah kenapa kurasa itu gambaran yang cocok dengan julukannya nanti, Monarch of Despair… jadi kalau ada yang ingin berhenti membaca ini karena hal itu mungkin sekarang adalah waktu yang tepat.
Oh ya dan btw ak pilih kata Monarch itu sebenarnya aku terinspirasi dari Monarch di Solo Leveling (Yang kebetulan sudah kubaca hingga tamat web novelnya). Ceritanya gak ada miripnya dengan cerita ini tapi aku pikir kata King, Emperor sudah terlalu biasa.. jadi kupilih Monarch.
Itu saja, untuk yang menikmati chapter ini.. hmm.. ya chap depan kuusahakan lebih menarik. Aku akan update mungkin hari senin atau selasa (Betapa baiknya diriku, itu jika kalian menyemangatiku… kemampuan update kilat ku pasti akan muncul wkwkwkwk) kalian mau fic yang mana?
#Publish_Update_Serentak2019
#FFNBANGKIT2019
#RFI2019
See you in next chap
