MONARCH OF DESPAIR

Rate: M

Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto], Highschool DxD [Ichie Ishibumi], Grancrest Senki [Ryo Mizuno], Musaigaen no Phantom World [Soichiro Hatano], Tensei Shittara Slime Datta Ken [Fuse], Overlord

Ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun

Genre: Fantasy, Hurt/Comfort, Action, Adventure, Family, Romance

Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC

Pairing: ?

Summary: Lahir karena pernikahan politik tanpa dilandasi cinta yang berujung sebuah perpisahan dan penghapusan keberadaannya… anak dari keluarga Earl Namikaze dan keluarga Marquess Lucifuge ini tak hanya dihapus keberadaannya tapi juga dibuang dan ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Namanya adalah Naruto, seorang bocah berusia 5 tahun yang nantinya akan tumbuh sebagai budak sekaligus orang yang terpilih untuk mewarisi gelar Monarch of Despair.

Jangan lupa review, favorite follow!

.

.

.

.

.

Chapter 6 : Pilihan dan Keputusan

"Apa yang kalian bicarakan?"

Suara itu menyadarkanku dari segala kalimat yang terlintas di kepalaku mengenai Euclid Lucifuge. Aku menoleh cepat ke arah sumber suara tersebut. Pemilik suara itu adalah wanita bernama Raynare, yang merupakan utusan dari [Grigori]. Entah kenapa, tatapannya kini jatuh kepadaku. Aku tidak begitu mempedulikannya tapi terima kasih untuknya, berkat dirinya aku mampu mengembalikan akal sehatku.

"Walaupun dia adalah murid dari seseorang yang terkenal seperti Euclid Lucifuge, tapi seharusnya kita tidak memandang kehebatannya karena 'Murid Euclid Lucifuge', itu semua berkat kemampuannya sendiri…"

Setelah Raynare mengucapkan hal itu, Villar nampak menganggukkan kepalanya setuju.

"Raynare-san benar… Terlepas dari posisi mu sebagai murid dari Euclid Lucifuge, semua yang berhasil kau capai adalah berkat kemampuanmu sendiri,"

Mereka masih saja membahas mengenai Euclid Lucifuge. Meski sebenarnya aku sangat penasaran tapi arah pembicaraan ini semakin mengarah pada topik yang tidak akan baik untukku ke depannya. Jujur aku tidak mengerti bagaimana bisa pamanku sendiri menyelamatkanku… apa itu sebuah kebetulan? Tapi aku yakin dia benar benar tahu kalau aku adalah keponakannya sejak awal bahkan sebelum aku bercerita.

Apa yang membuatku yakin kalau dia tahu? Semua yang diajarkan olehnya dan tujuan yang diberikan kepadaku. Seperti aku harus mencapai posisi bangsawan yang melampaui status yang dimiliki kedua orang tua ku sekarang. Jika benar begitu, itu artinya dia memintaku untuk tidak muncul ke hadapannya sebelum setidaknya aku memiliki cukup kekuasaan untuk menunjukkan diri di depan seluruh masyarakat Lamia. Ini semua mengarah kepada satu tujuan yaitu untuk melindungiku… tapi melindungiku dari apa?

"Kita harus mengabari Euclid-dono atas prestasi yang diraih muridnya," ucap Gazelle.

Ketika mendengar hal itu, aku menjadi semakin yakin bahwa arahnya tidak akan membaik tapi justru akan memburuk. Aku harus mengikuti apa yang diinstruksikan Euclid sekarang. Aku tidak boleh kehilangan akal sehatku dan termakan emosi sekarang. Meski dia sudah membohongiku, dari semua yang kuanalisa, itu tidak akan membawa sesuatu yang buruk untukku.

Apa ada lagi yang dia sembunyikan? Mengenai ayah dan ibu? Kenapa mereka membuangku dan sebagainya? Tapi sejauh yang kutahu di berita, apa yang diceritakan oleh paman Euclid itu sama.

"Kumohon kepada Villar-sama untuk tidak memberitahukan identitas saya kepada masyarakat kalau saya adalah murid beliau. Saya juga tidak ingin beliau tahu… cukup sebutkan nama saya Toruna sebagai orang yang menyelamatkan Kota ini tapi saya tidak ingin wajah dan keberadaan saya terekspos keluar sebelum saya mencapai tujuan awal saya,"

"Hmm… Jarang sekali aku menemui pemuda sepertimu yang tidak ingin menampilkan dirinya di depan publik. Kebanyakan dari pemuda hebat sepertimu akan tenggelam dalam kekuatan, kekuasaan dan popularitas di Kerajaan,"

Aku mengerti bagaimana cara orang ini berpikir. Wajarnya mungkin aku akan melakukan hal yang sama sebenarnya tapi bagiku prioritas utama ku sekarang bukanlah hal semacam meningkatkan pengaruhku di Kerajaan secara terang terangan. Aku harus meningkatkan pengaruhku secara diam diam. Aku ingin sebisa mungkin menghindari sorotan baik dari orang orang awam maupun orang orang penting terutama Earl Namikaze dan Marquess Lucifuge.

"Untuk saat ini, saya tidak ingin terlalu mengekspos keberadaan saya. Saya hanya ingin nama saya 'Toruna' dikenal di masyarakat. Itu sudah cukup, saya belum ingin menunjukkan wajah saya ke hadapan seluruh masyarakat Kerajaan Lamia. Cukup wilayah [Artuk] khususnya [Mandra] saja yang mengenal bagaimana rupa dari 'Toruna',"

Setelah mendengarkan alasanku, Villar menunjukkan ekspresi keheranan meski kemudian kedua alisnya terangkat menandakan bahwa dia sepertinya tidak berniat bertanya lebih lanjut. Aku lega dalam hati karena akan repot juga untuk membuat alasan yang macam macam kepadanya.

"Baiklah, aku mengerti…"

"Kemudian…"

Nampaknya pembicaraan ini belum berakhir, dia masih belum sampai ke tujuan dan alasan memanggilku hari ini. Jujur yang kutunggu sebenarnya adalah pesan kepadaku berupa pengangkatan gelar kebangsawanan, Knight. Akan tetapi nampaknya dia tertarik akan hal lain ketimbang memberikanku pesan tersebut dan meski aku sudah menduganya, sebenarnya aku tidak berniat menjawab topik yang akan diangkat setelah ini.

"Ini mengenai teori dan caramu menggunakan dua kapal yang kalian gunakan dalam penaklukkan paus iblis. Maaf karena sebenarnya kemarin aku dan Margaret mengamati misi penaklukkan tersebut dan tak berbuat apa apa,"

Gazelle-dono pasti sudah menduganya, aku juga tidak terkejut dengan fakta tersebut. Nampaknya Villar memang menaruh harapan besar kepada pria bernama Gazelle Stronoff ini. Yak arena ada kemungkinan di masa depan pria tua ini bisa menjadi Jenderal baru di Kerajaan Lamia. Akan bagus jika Villar mendapatkan dukungan dari salah satu Jenderal yang ada Kerajaan Lamia.

"Apakah ini mengenai bagaimana cara saya membuat kapal tersebut bisa mengeluarkan sihir?"

"Eh!? Apa maksudnya itu?"

Wanita bernama Raynare itu terkejut dengan pertanyaanku barusan. Ekspresinya berubah dan cara bagaimana dia duduk sekarang juga berubah, sebelumnya dia duduk dengan menyilangkan kakinya namun sekarang dia mengubahnya seperti akan berniat berdiri. Aku tidak akan heran kalau wanita ini adalah orang yang paling terkejut di ruangan ini karena bagaimanapun tempatnya berasal merupakan institusi [Grigori], tempat pengembangan sihir di Kerajaan ini yang diawasi dan dipimpin oleh Jenderal Azazel.

Kalau kuingat lagi, Jenderal Azazel juga memiliki gelar Viscount sekarang. Hmm, nampaknya dia tak begitu tertarik dengan urusan gelar kebangsawanan, yang dia pedulikan hanya pengembangan alat sihir dan semacamnya. Departemen pengembangan sihir Kerajaan pasti dipenuhi dengan orang orang yang aneh, itulah bayanganku mengenai [Grigori]… meski aku juga tidak akan terkejut kalau ada beberapa orang yang memiliki kekuatan untuk membunuh makhluk semacam paus iblis itu sendirian.

"Ini yang aku ingin anda untuk ketahui, Raynare-san…"

"Membuat benda non sihir sebesar kapal menjadi memiliki aktivasi sihir?"

Dalam praktik nya hal itu sebenarnya tidak mustahil membuat benda yang awalnya adalah benda mati non sihir menjadi sebuah benda seperti kapal yang bisa mengeluarkan sihir. Namun dasarnya, mereka harus membongkar kapal tersebut dan mengubahnya dengan memberikan sebuah alat yang dinamakan [Ether Configuration System]. Alat itu adalah sebuah alat yang mampu membuat benda apa saja bisa mentransfusikan sihir dari penggunanya ke alat jika dipasang pada kerangka benda atau alat tersebut.

Tentu saja ukurannya menyesuaikan dengan besar kecil benda tersebut, namun kebanyakan untuk alat atau senjata seperti pedang, mereka hanya memasangkan [Ether Stone] yang merupakan dasar dari pembuatan [Ether Configuration System].

Jujur saja pembuatannya masih terlampau mahal apalagi harus menggunakan [Ether Stone] yang nantinya akan terus terkikis saat memakainya. Itu adalah pemborosan menurutku, jadi dengan segala pengetahuan yang kumiliki aku membuat teori yang lebih mudah meski aku belum tahu bagaimana cara menanggulanginya.

Bayangkan saja jika teori atau cara ini bisa dikuasai oleh para penyihir tanpa adanya cara menanggulangi segala kemungkinan dan resiko ke depannya? Itu akan jadi kacau. Apalagi itu akan merusak roda perekonomian di sektor pengembangan alat sihir jika aku tiba tiba mempublikasikan hal ini. Villar harusnya sadar akan hal itu, tapi kenapa dia memberitahukannya kepada bawahan dari organisasi yang harusnya tidak boleh tahu mengenai teori ku?

"Maaf jika menyela, Villar-sama… tapi kurasa bukan hal yang bijak jika anda memaksa saya untuk mempublikasikan teori yang saya miliki,"

Villar tersenyum sedangkan Gazelle, walikota dan laki laki yang merupakan anak dari walikota memasang ekspresi bingung. Yang menyadari hal itu disini hanyalah Villar, Margaret, Raynare dan Rossweisse.

"Aku tahu alasanmu… tapi cepat atau lambat… dunia harus meninggalkan [Ether Configuration System] yang tidak ramah dan memiliki banyak dampak baik pada [Ether Stone] dan penggunanya sendiri,"

Memang benar jika cepat atau lambat penyihir dan petualang harus segera meninggalkan penemuan bodoh itu tapi kita tidak bisa merombaknya sekejap. Aku sedikit kecewa, harusnya dia sebagai pemimpin tahu akan hal dasar seperti itu atau mungkinkah dia memiliki maksud lain di balik ini?

"Aku tahu apa yang kau pikirkan, aku tidak berniat mengubahnya dalam sekejap…"

Nampaknya dia sadar dan bisa membaca pikiranku. Memang benar apa yang dikatakannya bahwa seharusnya [Ether Stone] yang memiliki sumber daya sihir aneh di dalamnya itu bisa digunakan untuk kepentingan lain disbanding untuk membuat [Ether Configuration System]. Aku ingin tahu apa maksud dan tujuannya membeberkannya disini, di depan wanita utusan [Grigori] ini.

"Mari kita membuat kesepakatan dengan [Grigori]… untuk membantu secara perlahan dalam penelitian mereka,"

Ucap Villar di hadapan Raynare yang notabene nya merupakan anggota dari [Grigori] itu sendiri. Aku heran dengan apa yang dipikirkannya. Apa yang dilakukannya? Dia merencanakan sesuatu denganku di hadapan orang [Grigori]. Dia sungguh percaya diri sekali kalau mereka mau menerima kesepakatan tersebut. Bohong jika aku tidak tertarik, orang ini benar benar sesuai dugaanku namun juga diluar perkiraanku. Dia jauh lebih tidak bisa ditebak.

"Apa yang Villar-sama rencanakan?"

Dia tersenyum kepadaku.

"Begini, dengan pencapaianmu… kau sendiri seharusnya sudah tahu bahwa kau pasti akan diangkat sebagai Knight, kasta terendah dari status bangsawan. Dan kuyakin Raja akan meletakkanmu sementara di bawah pengawasanku… Anggap kita sekarang adalah mitra, mungkin di masa depan kau akan menjadi pemimpin di wilayahmu sendiri meski kuyakin wilayah tersebut akan sebagian berasal dari wilayah [Artuk] saat ini,"

Akhirnya dia mengatakan itu. Kepastian mengenai kenaikan ku sebagai bangsawan bergelar Knight. Apa yang diucapkannya barusan juga tidak ada yang salah, aku mungkin akan berakhir sementara sebagai Knight nya yang akan ikut berperan dalam pengembangan [Artuk].

Lalu saat statusku naik sebagai Baron, mungkin saja kota [Mandra] yang memiliki pemimpin seorang walikota turun temurun akan dialihkan kepadaku sebagai tuan pemilik tanah. Itu adalah kemungkinan tertinggi yang kurancang dalam rencanaku, meski tidak menutup kemungkinan kalau aku akan diberikan wilayah lain.

"Apa kalian serius berniat mendebatkan rencana kalian untuk menekan keinginan [Grigori] di hadapan anggota [Grigori] sepertiku?" tanya Raynare dengan wajah serius.

Aku sependapat dengannya, jujur Villar adalah orang yang sedikit gila dan tak bisa kutebak tapi aku tertarik dengan rencana di kepalanya. Apa dia bermaksud menekan [Grigori] dengan penemuan yang kubuat serta kerja sama antara diriku dan dirinya sebagai seorang Knight baru dan Earl yang bertugas memandu bangsawan baru?

Apa dia berniat membuat badan pengembangan tandingan melawan [Grigori] dengan penemuanku sebagai senjata utamanya? Aku tidak bisa untuk tidak tersenyum, orang ini bijaksana namun juga sangat licik pada saat yang bersamaan. Aku bisa belajar banyak hal dari orang ini.

"Aku ingin membuat kesepakatan dengan [Grigori]…"

Nampaknya dia tidak berniat membuat badan tandingan atau sebuah ancaman melainkan sebuah kesepakatan. Ini jadi kurang menarik untuk dibahas tapi kurasa aku tidak boleh melewatkan kesepakatan macam apa yang akan dia buat karena kuyakin dia akan menggunakan situasi ini sebagai kesempatan untuk menunjang kualitas hidup dari wilayahnya.

"Villar-sama, memang kemungkinan terbesar bahwa Toruna-kun akan diangkat menjadi Knight kemudian selama beberapa waktu hingga dia mencapai Baron, dia akan berada di bawah pengawasanmu sebagai Knight… tapi mengambil penemuannya seperti itu, itu adalah hal yang tidak bisa kau lakukan bukan?"

Hal itu memang benar, Villar tidak bisa mengambil penemuan yang telah kutemukan begitu saja. Tapi aku juga tidak bisa diam dan melindungi penemuan itu sendirian dari bangsawan wilayah lain yang akan mendengar rumor mengenai teori dan cara untuk mentransfusikan sihir ke benda bebas non sihir. Tidak semudah itu bagiku untuk menumbangkan kekuasaan dengan posisiku sekarang, aku harus bersikap realistis.

Sekedar kekuatan sihir dan fisikku seorang diri ditambah Rossweisse dan Haruhiko saja tidak akan mampu melawan serangan dari satu wilayah bangsawan. Oleh karena itu, Villar menggunakan namanya sebagai pelindungku dan sebagai gantinya dia meminta kerja samaku untuk mempublikasikan penemuan ku sebagai milik [Artuk] tanpa menghilangkan nama 'Toruna' dari penciptanya.

"Aku mengerti jika Villar-sama menjanjikan perlindungan untuk Toruna-kun… tapi dengan penemuan itu pun, [Grigori] juga bisa melakukan hal yang sama, maksudku… kami juga bisa memberi tawaran perlindungan untuk Toruna-kun…"

"Apa hak cipta dari penemuanku ini akan diambil oleh [Grigori]?"

"Tentu saja tidak, jika kau bersedia ikut denganku besok… kita bisa memulai negosiasi dengan Azazel-sama. Tentu saja kuyakin kami bisa memberimu banyak hal seperti dana penelitian dan dukungan kami untuk maju lebih cepat menjadi Baron. Yah, bagaimanapun dengan penemuan ini saja, sudah cukup untuk menguatkan posisimu naik ke Baron,"

Yang dikatakannya memang benar. Bukan hanya Villar yang bisa melindungiku tapi [Grigori] juga, tetapi berlindung di bawah naungan [Grigori] tidak akan banyak menguntungkan ku kurasa. Mungkin mereka akan menjanjikan ku banyak hal seperti dana untuk memulai penelitian dan memberikan perlindungan tapi yang kubutuhkan saat ini bukanlah hal itu.

Apa yang kubutuhkan sekarang adalah sosok yang bisa kupelajari dalam hal kepemimpinan wilayah dan kurasa di antara semua bangsawan yang pantas, Villar adalah orang yang paling tepat.

Jujur saja, beberapa dari mereka yang ada disini pasti terkejut mendengar tawaran menggiurkan [Grigori] untukku. Bahkan aku bisa melihat Haruhiko dan Rossweisse hanya terdiam mengikuti alur pembicaraan ini. Mungkin saja mereka sudah membayangkan kehidupan mewah sebagai bawahan bangsawan hahaha…

"Itu memang benar, [Grigori] pasti juga bisa menjanjikan hal yang sama," jawab Villar dengan ekspresi yang masih tenang dan santai.

Dia nampaknya sangat percaya diri, apakah dia membaca pikiranku lagi? Kurasa dia tahu hal yang paling kubutuhkan saat ini adalah mentor dalam kepemimpinan seperti dirinya. Jujur saja, dengan penemuan ini ditambah dengan dukungan [Grigori] jika aku berada di naungan mereka, jalanku naik ke posisi Baron akan lebih cepat.

Tapi aku tidak akan memilihnya sekarang, aku akan mengacaukan nya jika kupilih jalan tercepat semacam itu tanpa pengetahuan yang cukup. Raynare dan [Grigori] pasti juga sadar akan hal itu.

"Maaf, Raynare-san… tapi menurutku, berada dalam pengawasan Villar-sama sekarang adalah yang terbaik,"

Itulah jawabanku.

Raynare sama sekali tidak terkejut mendengarnya hanya saja mungkin dia sedikit kecewa, Villar masih menunjukkan senyum tipis dan wajah tenangnya yang biasa, tak berbeda jauh dengan penyihirnya, Margaret yang juga tersenyum mendengarnya.

Gazelle, walikota dan putra walikota juga memasang senyum yang sama. Ya semoga Villar tidak akan mengecewakan pilihanku. Sekarang yang harus kuperhatikan adalah kesepakatan macam apa yang dibuat oleh seorang jenius bangsawan seperti Villar Constance?

"Baiklah, aku menerima keputusanmu, Toruna-kun… tapi jangan segan segan untuk datang ke [Grigori] jika memiliki penemuan hebat lainnya,"

Aku mengangguk atas kata katanya dan menyadari beberapa hal dari [Grigori]. Mereka tidak akan menerima orang yang hanya datang dengan bermodalkan penemuan biasa biasa saja, mereka hanya menerima penemuan yang mampu mempengaruhi. Aku yakin sudah banyak orang di Kerajaan ini yang mengirimkan hasil penelitian mereka namun ditolak.

Aku merasa sedikit bersalah menolak kesempatan ini jika memikirkan orang orang yang gagal itu. Sekarang kurasa Villar akan mulai mengajukan surat kesepakatan untuk diterima Raynare dan nantinya diserahkan kepada [Grigori].

"Lalu ini adalah negosiasi yang kuajukan pada [Grigori] serta alasan kenapa mereka harus menerima negosiasi ini?"

Villar menerima sebuah dokumen yang diberikan oleh Margaret kepadanya, lalu dia menyerahkan dokumen itu kepada Raynare sambil tersenyum. Entah kenapa ketika melihatnya, aku memiliki sebuah perasaan yang janggal disana. Raynare menerimanya dan kemudian membuka dan membaca isi surat dokumen tersebut. Aku melihat adanya perubahan ekspresi disana, dahinya mengerut dan ekspresi nya sediki terkejut.

"Villar-sama… kurasa ini bukanlah negosiasi, ini hanyalah pemaksaan satu sisi. Ini tidak bisa disebut negosiasi yang benar,"

Raynare meletakkan dokumen tersebut ke meja yang kemudian langsung kuambil tanpa meminta ijin baik dari Villar maupun Raynare. Bagian awal dokumen tersebut masih berupa kesepakatan yang wajar seperti dukungan [Grigori] untuk Villar dan hal hal politik semacamnya. Namun begitu aku membaca semakin ke bawah, kesepakatan itu sudah menyentuh ke bagian partisipasi [Grigori] untuk wilayah kesejahteraan [Artuk].

Aku terkejut membaca setiap kesepakatan berlandaskan ancaman dan paksaan yang ia tulis disini. Jujur aku setuju dengan Raynare bahwa ini memanglah paksaan dari satu pihak ke pihak yang lain untuk menyetujui negosiasi. Tapi yang tertulis disini pun juga masih dalam lingkup yang bisa diterima [Grigori].

Mengingat seberapa besar penemuan yang kubuat, kuyakin [Grigori] pasti menginginkan bantuanku. Villar memanfaatkan hal itu dengan sangat baik, dia mencapai kesepakatan hingga ke batas maksimal yang bisa diterima oleh kondisi [Grigori] yang sekarang. Aku mengerti maksud dan tujuan permintaannya disini, tapi apakah akan disetujui oleh Azazel?

Aku hanya tersenyum sambil berpikir bahwa…

Aku memang tidak salah memilih orang.

END OF NARUTO POV

.

.

.

.

.

xxx0xxx

14 November X615, Kalender Kerajaan Lamia

Hari ini, Raynare yang merupakan utusan dari [Grigori] akan kembali ke markas [Grigori] yang terletak di kota [Alpha] di wilayah besar Ibukota Kerajaan Lamia. Kota tersebut masuk dalam wilayah Ibukota namun berada di bagian barat dari Kota Pusat [Lumina], tempat berdirinya Istana Kerajaan yang merupakan tempat tinggal keluarga Kerajaan Lamia sekarang.

Wilayah Ibukota sendiri terdiri dari beberapa kota besar dan secara umum, ukuran wilayahnya sendiri lebih besar daripada wilayah [Artuk].

Jaraknya antara kota [Mandra] yang ada di wilayah [Artuk] hingga kota [Alpha] yang ada di wilayah Ibukota Kerajaan Lamia sendiri sekitar ratusan hingga ribuan kilometer.

Waktu perjalanannya membutuhkan sekitar 2 hingga 3 hari jika menggunakan kereta kuda. Perlu diketahui sebenarnya Raynare merupakan pimpinan cabang [Grigori] wilayah [Artuk] yang berpusat di kota [Artuk] pusat, yang merupakan kota pusat wilayah [Artuk] dan tempat tinggal Villar.

Jaraknya dari kota pusat [Artuk] dan [Mandra] hanyalah sekitar puluhan kilometer. Itu bukanlah jarak yang sangat jauh untuk ditempuh, karena itulah dua hari yang lalu Raynare bisa tiba di kota ini dalam waktu semalam. Namun baru dua hari berlalu sejak negosiasi, dia harus pergi lagi menuju kota [Alpha] di kawasan Ibukota Kerajaan Lamia.

"Toruna-kun… Kalau kau berubah pikiran, silahkan cari saja one-san ini, aku pasti akan membantumu di [Grigori],"

Tak Naruto sangka, bahkan sebelum berpisah, Raynare sempat mengucapkan kalimat penggoda semacam itu. Naruto hanya memberikan senyuman pahit ketika tangan Raynare mencoba menyentuhnya. Ini lebih merepotkan dari yang diperkirakan oleh Naruto, meski dia sudah sadar bahwa seperti inilah jika dia membuat keputusan berbeda saat ada seorang wanita penggoda yang memberikan tawaran menggiurkan.

Terlihat di belakang Naruto, Rossweisse sedang memasang ekspresi kesal ketika melihat tingkah genit Raynare kepada Naruto. Mungkin ini adalah nalurinya sebagai penyihir yang tidak ingin Tuan nya digoda oleh wanita semacam itu.

"Terima kasih, Raynare-san… Tawaran mu benar benar menggodaku,"

Setelah itu Raynare melepaskan sentuhan tangannya di bibir Naruto kemudian berjalan ke kereta kuda miliknya. Di belakang Naruto, terdapat cukup banyak orang yang hadir di gerbang keluar kota [Mandra] untuk mengantarkan kepergian Raynare.

"Villar-sama, semua persiapan untuk berangkat ke Kota Pusat [Lumina] sudah siap, apakah kita harus kembali dulu ke kota pusat [Artuk]?"

"Ya, kita perlu membawa beberapa pengawal lagi…"

"Apakah itu diperlukan?" ketika menanyakan hal ini, Margaret secara refleks langsung melihat ke arah Naruto yang sekarang berdiri membelakangi Villard an Margaret.

Villar mengerti maksud Margaret. Membawa banyak pengawal sebenarnya tidak akan berguna banyak jika melihat seberapa hebat kemampuan bertempur pemuda 15 tahun yang mereka temukan ini. Terlebih ada satu orang lagi yang dipastikan akan ikut mengawal mereka, dia adalah Gazelle Stronoff. Namun, entah kenapa masih ada hal yang mengganggu Villar sekarang.

Berita mengenai pencapaian besar Naruto sebenarnya sudah tersebar luas ke seluruh Kerajaan. Meski tadinya Villar ingin menutupinya dan hanya memberikan laporan kepada Raja, tapi jumlah penduduk besar di kota [Mandra] yang tahu prestasi Naruto membuat Villar gagal menutupinya. Informasi pun bocor ke kota sebelah dan kemudian dalam dua hari merambat hingga ke wilayah bangsawan lainnya.

Saat ini nama 'Toruna' sedang terkenal di kalangan bangsawan, petualang dan penduduk. Sudah jelas alasannya karena dia lah otak sesungguhnya yang mampu menyelesaikan insiden paus iblis yang selama sebulan ini sudah menjadi perbincangan di Kerajaan. Yang lebih mencolok lagi adalah Kerajaan sudah mengirimkan seorang Gazelle Stronoff yang merupakan mantan petualang kelas [Adamantite] tapi justru pemuda berusia 15 tahun bernama 'Toruna' ini yang memberikan eksekusinya.

Siapa yang tidak penasaran dengan pemuda berusia 15 tahun yang mampu membunuh paus iblis dan mengungguli seorang Gazelle Stronoff?

"Sayang sekali, aku tidak bisa menyembunyikannya untuk sementara… tapi ya sudahlah, cepat atau lambat orang orang pasti akan tahu," ucap Villar setelah menghela nafas.

"Apa Villar-sama khawatir akan serangan dari bangsawan lain?"

Ketika Margaret menanyakan hal itu, senyuman di wajah Villar menghilang digantikan sebuah ekspresi kecemasan yang sedikit samar. Satu hal yang dipahami oleh Villar adalah mayoritas bangsawan di Kerajaan Lamia adalah bangsawan yang licik, pandai berkata kata dan egois. Memang kebanyakan dari mereka mengembangkan wilayah mereka dengan cukup baik meski para bangsawan itu memiliki arogan dan menganggap rakyat biasa itu rendahan.

Tapi mereka juga sadar peran penting masyarakat wilayah mereka. Bisa dikatakan mereka hanya peduli pada perkembangan wilayah dan rakyat mereka karena peran rakyat itu dibutuhkan untuk menaikkan status kebangsawanan mereka dan kehormatan mereka di mata Raja, bukan karena mereka mencintai rakyatnya. Mereka peduli karena itu menguntungkan mereka.

Saat ini, nama 'Toruna' keluar sebagai sosok pahlawan yang muncul di wilayah [Artuk] dan mampu mengungguli seorang 'Komandan Batalion' seperti Gazelle Stronoff yang kabarnya akan segera mendapat promosi serta kemungkinan naik ke posisi Jenderal di masa depan.

Orang orang [Artuk] pasti merasa tenang memiliki sosok sekuat dan secerdas itu hingga mampu membunuh seekor paus iblis di daerah kekuasaannya sendiri yaitu lautan. Kemungkinan besar, banyak para bangsawan yang menginginkan kerja sama 'Toruna'.

Untuk saat ini berita mengenai penemuan yang diciptakan Naruto belum tersebar luas, bagaimana jika bahkan penemuan sebesar dan sehebat itu sampai ke telinga bangsawan lainnya?

Sudah jelas Naruto berada dalam bahaya, karena itulah Villar bekerja sama dengan Naruto. Villar mendapatkan hak ijin untuk membawa nama [Artuk] sebagai wali dari penemuan tersebut sedangkan Naruto mendapatkan perlindungan. Tentu saja Villar sangat diuntungkan disini, apalagi dengan kesepakatan yang ia buat dengan [Grigori].

"Tak kusangka keberuntungan sebesar ini datang di tanah [Artuk],"

"Tentu saja ini juga karena Villar-sama yang mampu memanfaatkan peluang sebaik baiknya," ucap Margaret memuji Tuannya.

"Hahaha… tidak, tidak… Peranku hanya sedikit, selebihnya aku harus berterima kasih kepada Euclid Lucifuge saat waktunya tiba nanti ketika dia tahu kalau murid didikannya sudah membawakan banyak keuntungan padaku," balas Villar dengan sedikit tawa elegan.

Semua yang dilakukan nya adalah demi kebaikan [Artuk]. Dia lah sosok yang disebut sebagai bangsawan jenius Kerajaan Lamia, orang yang mampu memanfaatkan segala peluang sekecil apapun, orang yang mampu merubah keadaan [Artuk] jadi sebesar sekarang. Inilah pemimpin [Artuk], Villar Constance.

Dia berpikir semua sudah ada dalam kendalinya… tapi sebenarnya dia sendiri juga sedang menari dalam skema rencana yang dibuat oleh Naruto…

"Tapi… pasti… setelah ini akan ada banyak bangsawan… baik mereka yang memusuhinya ataupun mereka yang ingin membuat relasi dengannya…" ucap Villar sambil menatap punggung Naruto.

.

.

.

.

.

xxx0xxx

14 November X615, Kalender Kerajaan Lamia

Pada saat yang bersamaan di Kota [Mandra] ketika Naruto, Villar dan yang lainnya mengantarkan kepergian Raynare

Di sebuah kota besar dengan banyak bangunan dan daerah pertokoan, restoran dan berbagai tempat termasuk guild petualang dengan bangunan megah. Lebih megah dari bangunan guild yang ada di kota [Mandra]. Sekilas kota ini terlihat begitu makmur dan tampaknya memang seperti itulah keadaannya. Sudah 10 tahun berlalu sejak pemimpin mereka, kepala keluarga dari bangsawan Marquess Lucifuge meninggal dan sekarang wilayah Lucifuge telah berkembang di bawah arahan Grayfia Lucifuge dan adiknya, Euclid Lucifuge.

Meski perebutan posisi calon pemimpin wilayah ini terus bergulir, namun mereka secara kooperatif mampu mengembangkan wilayah Lucifuge bersama. Namun perebutan sebagai posisi Tuan Tanah dari wilayah besar [Lucifas], tempat atau wilayah dimana bangsawan Marquess Lucifuge memimpin ini tak hanya diperebutkan oleh Grayfia dan Euclid saja.

Keluarga adik dari ayah mereka juga menginginkan posisi tersebut. Ada sebuah kenyataan dimana sebenarnya, Earl Namikaze bekerja sama dengan paman Euclid dan Grayfia untuk membunuh kedua orang tua Grayfia dan Euclid.

Tak banyak bukti yang bisa diberikan oleh Grayfia dan Euclid, tapi kenyataannya paman mereka berdua terlepas dari tindak kesalahannya. Tentu saja posisi keluarga pamannya itu tidak sekuat pihak Grayfia maupun Euclid tapi setidaknya kini mereka punya kesempatan.

Lalu sekarang, tengah duduk seorang bangsawan pria berambut putih terikat di ruangan khusus yang dipenuhi dengan rak buku di sisi kanan dan sisi kiri ruangan. Pria yang sekarang sedang mengenakan kacamata itu menghela nafas saat membaca sebuah berita di surat kabar.

Headline pada surat kabar tersebut membahas tentang kerja sama antara Marquess Lucifuge dan Duke Gremory dalam sektor perdagangan [Ether Configuration System] serta obat dan sesuatu yang berhubungan dengan medis. Pria ini adalah Euclid Lucifuge.

"Nee-san dan Sirzech bertindak dengan cepat… Apa mereka masih mengejarnya?"

Dia membalik halaman surat kabar tersebut ke halaman kedua dan menemukan judul lain mengenai putra dari Earl Namikaze dan Marquess Uzumaki. Dikatakan disana bahwa putra pasangan Namikaze dan Uzumaki telah memenangkan festival [Magic Knight Academy] dan disebut sebut sebagai calon ksatria bangsawan yang menjanjikan di masa depan.

Yang paling membuat Euclid kesal adalah kenyataan bahwa putra Namikaze dan Uzumaki itu juga berusia 15 tahun sama seperti Naruto, yang artinya kedua orang ini… Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki memiliki seorang anak bahkan saat Minato masih bersama Grayfia. Setelah meninggalkan Grayfia dengan tujuan yang terpenuhi, dia langsung menikahi Kushina.

Hal ini membuat Euclid geram, si brengsek itu membangga banggakan anaknya dengan Kushina dan melupakan Naruto yang harus bertahan hidup dalam kesengsaraan. Dengan perasaan yang dipenuhi emosi, dia membuang surat kabar tersebut.

"Akan kupastikan kau membayarnya, bajingan Namikaze!" ucap Euclid geram.

Tak lama kemudian pintu ruangannya diketuk oleh seseorang.

"Masuk…"

Setelah memberikan ijin, pintu terbuka dan seorang wanita pelayan berpakaian putih dari keluarga Lucifuge muncul bersama seorang pria berpakaian hitam. Pria itu melepas topi hitamnya dan memberikan hormatnya kepada Euclid.

"Euclid-sama… kami sudah mencari beberapa informasi mengenai pemuda 15 tahun yang muncul di [Artuk] dan membasmi paus iblis [High Class] tersebut…"

Berita inilah yang diinginkan oleh Euclid saat ini. Jujur nama 'Toruna' yang sejak kemarin ia dengar itu sedikit mengganggunya. Terlebih lagi dengan tambahan bahwa pemuda itu masih berumur 15 tahun.

"Apa yang kau dapatkan?"

"Sejujurnya saya malu atas kesalahan saya, Euclid-sama… tapi setelah menyelidiki kemunculan dan latar belakangnya, kami tidak menemukan apa apa selain fakta bahwa dia adalah pemuda pengembara yang baru singgah di kota [Mandra] selama beberapa hari,"

Sesuai dugaan Euclid sebelumnya, ada kemungkinan kalau pemuda itu adalah Naruto tapi benarkan keponakan yang ia besarkan dalam 3 tahun itu sekarang sudah tumbuh sekuat itu? Dia sendiri bahkan tidak pernah membayangkan kalau Naruto di usia nya yang kelima belas sudah sanggup menghadapi binatang iblis [High Class] dan bahkan membunuhnya.

Bahkan meski berhasil membunuhnya dengan bantuan Gazelle Stronoff, dikatakan bahwa kepemimpinan, rencana serta kemampuan menentukan momen serangan yang tepat itulah yang menjadi faktor utama keberhasilan penaklukkan tersebut.

Euclid sendiri yakin pada dirinya kalau dia juga sanggup membunuh paus iblis tersebut karena begini pun, dia adalah salah satu ksatria bangsawan terkuat di Kerajaan Lamia yang bahkan Gazelle Stronoff di usianya kini tidak sebanding dengan Euclid.

Itulah alasan mengapa Gazelle Stronoff masih belum pantas naik ke posisi Jenderal meski dia adalah mantan petualang kelas [Adamantite].

Klasifikasi kelas Adamantite sendiri pun sebenarnya masih ada sesuai dengan misi kelasnya yang telah diselesaikan, ketika melepas posisi petualangnya itu, Gazelle Stronoff merupakan petualang kelas [Adamantite] dengan 8 bintang sedangkan sepanjang sejarah, tercatat bahwa petualang kelas [Adamantite] tertinggi itu memiliki 500 bintang.

Mereka yang berada di 1 digit bintang di Kerajaan Lamia sendiri sekarang tercatat ada sekitar dua puluh orang yang masih aktif. Lalu para petualang [Adamatite] dengan dua digit bintang (belasan hingga puluhan) ada sekitar 7 orang. Dan untuk mereka yang bisa mencapai tiga digit [Adamantite] hanya ada 3 orang.

Para petualang tiga digit atau ratusan bintang ini memiliki kemampuan setara dengan penyihir level 7 atau 8.

Jika dimasukkan ke dalam tingkatan tersebut, kemungkinan besar Euclid akan masuk dalam deretan petualang [Adamantite] dengan dua digit bintang. Berbeda sedikit dengan Minato yang memiliki kemampuan bertempur lebih hebat, dia mungkin berada di perbatasan antara petualang [Adamantite] dua digit dan tiga digit.

Jenderal Azazel dari [Grigori] sendiri sudah bisa dikatakan berada di level 3 digit tersebut. Jujur bahkan di dunia ini, sangat jarang atau bisa dikatakan bahwa petualang [Adamantite] dengan tiga digit bintang atau ratusan bintang itu benar benar suatu keberadaan langka.

Mereka dikatakan mampu bersaing dengan binatang iblis [Ultimate Class] dan sedikit memberi perlawanan pada binatang iblis [Heavenly Class]. Saat ini, Euclid terpikirkan kembali, apa mungkin Naruto juga sudah mencapai kekuatan yang setara dengannya?

Apapun itu, yang Euclid sadari sekarang adalah fakta mengenai kemunculan Toruna ini terlalu mencolok. Jika benar Toruna adalah Naruto, Euclid bersyukur Naruto mengikuti sarannya untuk mendapatkan gelar kebangsawanannya sendiri dan naik ke posisi yang lebih tinggi, tapi jujur dia juga khawatir.

Kemuculan yang terlalu mencolok di usianya yang masih 15 tahun itu akan mengundang rasa penasaran para bangsawan. Sudah jelas dengan pencapaian sebesar ini, gelar kehormatan Knight akan dianugerahkan kepadanya oleh Raja. Tapi dia rasa Naruto terlalu terburu buru.

'Berbahaya jika bangsawan lain terutama Grayfia-neesan dan si brengsek Namikaze itu mulai mencari tahu latar belakang Toruna…'

Saat ini dia juga masih belum boleh menarik Naruto ke sisinya karena kondisi kubu kakaknya, Grayfia yang semakin menguat dengan kerja samanya dengan Duke Gremory. Dia tahu fakta bahwa kakaknya dan Sirzech saling mencintai dan jika Grayfia berhasil merebut posisi pemimpin keluarga lalu menikah dengan Sirzech Gremory, kedua keluarga pasti bersatu namun nama dari Lucifuge sendiri pasti akan lenyap.

Hal pertama yang harus dia lakukan sekarang adalah memastikan identitas 'Toruna' lalu bergerak secara hati hati dan jangan terlihat mencolok. Jika dia relasi nya nanti dengan Naruto sendiri terlalu diketahui publik, latar belakang Naruto bisa berada dalam bahaya. Dia tak boleh terlihat punya hubungan dengannya saat ini.

Saat inilah dia harus berhati hati. Sudah empat tahun dia tidak bertemu dengan Naruto dan jika benar 'Toruna' itu adalah dirinya… dia bukan saja menyelamatkan keponakannya sendiri tapi juga mendapatkan senjata yang bisa diasah menjadi senjata paling berbahaya untuk kakaknya, Namikaze dan bahkan seluruh bangsawan Kerajaan Lamia.

Euclid menatap pelayannya dan bawahannya.

"Lalu dimana pemuda bernama Toruna itu sekarang?" tanya Euclid pada bawahannya.

"Saat ini pemuda bernama Toruna itu berada dalam perlindungan Earl Villar Constance dari [Artuk] dan ada kemungkinan beberapa hari lagi mereka akan menerima undangan resmi dari Raja…"

Sejujurnya Euclid juga kagum jika benar Toruna adalah Naruto. Dia memilih orang yang tepat untuk dijadikan tameng sekaligus sosok yang bisa dipelajari. Bahkan dalam hal kepemimpinan, Euclid merasa bahwa dirinya belum pantas disandingkan dengan Villar Constance yang memiliki segudang prestasi dalam hal kepemimpinan wilayah.

"Kita akan bersiap… tepat setelah surat resmi itu dikirimkan pada [Artuk], kita akan berangkat ke Ibukota Kerajaan [Lumina]!"

"Baik, Euclid-sama!"

Setelah itu pelayan dan bawahannya pergi meninggalkan ruangan dan dirinya sibuk tenggelam dalam pikirannya.

'Pasti akan datang banyak bangsawan yang penasaran dengan rupa dari 'Toruna' ini sendiri. Jika benar dia adalah Naruto, kuharap dia memikirkan bagaimana caranya untuk tidak dikenali oleh kedua orang tuanya!' batin Euclid.

Dan seperti yang dipikirkan oleh Euclid, seluruh bangsawan penting dari berbagai wilayah Kerajaan Lamia memiliki minat dan ketertarikan tersendiri dengan pemuda berusia 15 tahun bernama 'Toruna' yang beberapa hari belakangan ini mendapatkan perhatian di seluruh Kerajaan. Membunuh seekor binatang iblis [High Class] untuk petualang kelas [Adamantite] itu biasa tapi fakta bahwa dirinya masih berumur 15 tahun… itu bukanlah sesuatu yang biasa.

Apalagi dia bisa mengungguli seorang prajurit seperti Gazelle Stronoff.

Beberapa hari ke depan akan jadi sebuah momen besar dalam sejarah dimana Kerajaan Lamia akan membuat satu satunya kesalahan terbesar mereka dengan mengangkat seorang pemuda menjadi bangsawan…

Mereka tenggelam dalam ketidaktahuan mengenai takdir yang digenggam oleh sang pemuda… takdir sebagai [Monarch of Despair]…

TBC

.

.

.

Tes tes… Shiba desu… langsung saja tanpa berlama lama. Satu hal yang ingin kumulai di fic ini adalah keluh kesahku. Belum lama ini aku mendapatkan review dari akun guest bernama meowfiction yang sedikit men trigger ku.

Dia bilang, "Saat membaca cerita ini, gua keingat sama karyanya Phantom. Apa hanya perasaan gua aja atau nggak ya, cerita lu banyak dikitnya pasti adaptasi dari Phantom ya?"

Dan aku disitu, pas baca.. "What the fuck?", oke aku paham awalnya dia bilang perasaan dia. Kemudian dia bilang banyak dikitnya pasti adaptasi milik Phantom. Jujur dari konteks pasti dan adaptasi itu… huft, adaptasi itu kesannya jiplak. Kalo inspirasi masih oke tapi jujur aku bikin fic ini bahkan tidak terinspirasi dari fic Phantom.

Jika dibandingkan aku sadar fic Phantom jauh lebih bagus tapi maksudku fic yang mana? Aku pun cuma baca fic dia yang TWO. Jika sama karena sama sama fic fantasy biar kuberi argumen, fic dia isekai fantasy sedangkan aku fantasy murni dimana memang si mc sudah berlatar atau hidup di dunia fantasy. Lalu aku tanya ke author lain yang membaca fic ku dan fic phantom.. dia bilang tidak menemukan kemiripan. Aku tahu dia gak berniat buruk tapi come on man… kupikir mungkin orang ini gak baca fic ku. Hawanya melihat review ini, mungkin karena pengaruh sudah jadi mahasiswa, aku ingin memutuskan asumsi asal asalan itu dengan debat argument apalagi review nya bisa langsung ku skakmat.

Jujur aku sedang tidak tertarik membuat fic action yang terlalu menonjol… aku sedang ingin membuat yang.. ya seperti ini. Banyak masalah di kalangan bangsawan begini… lalu…

"Semangat dalam berkarya, krempeng!" dia juga menyebutkan ini, huft..

Oke aku terima, memang aku kurus karena tinggi ku 185 cm dan beratku cuma 60 an (Mungkin kakiku terlalu panjang karena sering renang dulu SMP). Tapi jujur aku tidak seakrab itu dengan orang ini, aku bahkan gak kenal nih orang… jadi "Who the hell are you?" walaupun kurus tinggi begini pun kuyakin kau juga belum tentu tahan begitu kakiku sampai mendarat ke kepalamu. (Bercanda, gausah ngambek)

Hah~… kesal sih, kuliah melelahkan dengan penuh tugas… sorry karena ke depannya aku Cuma bisa update di kisaran hari selasa, rabu, sabtu dan minggu. Itu juga tidak pasti.

Masalah kedua…

Mungkin saatnya membagikan wilayah yang sudah diketahui sejauh ini:

-Wilayah [Artuk] Earl Constance: Kota [Mandra], Kota Pusat [Artuk]

-Wilayah [Lucifas] Marquess Lucifuge : Kota Pusat [Lucifas]

-Wilayah Ibukota Kerajaan Lamia, [Lumina] : Ibukota Pusat [Lumina]

Ya nantinya akan terus ku update supaya mempermudah dan membuatku tidak lupa juga. Selanjutnya aku mau update Fate of My Adolescence, karena banyak yang minta fic itu… jujur kuheran kenapa tapi kelihatannya kalian juga sudah bosan fic yang kebanyakan isinya fantasy, action, adventure terus kan? Ya ya aku paham. Dan untuk teman baikku, author Aozaki Aoko yang suka berganti ganti pen name, terima kasih kawan!

See u in next chap!