MONARCH OF DESPAIR

Rate: M

Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto], Highschool DxD [Ichie Ishibumi], Grancrest Senki [Ryo Mizuno], Musaigaen no Phantom World [Soichiro Hatano], Tensei Shittara Slime Datta Ken [Fuse], Overlord [Kugane Maruyama]

Ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun

Genre: Fantasy, Hurt/Comfort, Action, Adventure, Family, Romance

Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC

Pairing: ?

Summary: Lahir karena pernikahan politik tanpa dilandasi cinta yang berujung sebuah perpisahan dan penghapusan keberadaannya… anak dari keluarga Earl Namikaze dan keluarga Marquess Lucifuge ini tak hanya dihapus keberadaannya tapi juga dibuang dan ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Namanya adalah Naruto, seorang bocah berusia 5 tahun yang nantinya akan tumbuh sebagai budak sekaligus orang yang terpilih untuk mewarisi gelar Monarch of Despair.

Jangan lupa review, favorite follow!

.

.

.

.

.

Chapter 8 : Pengaruh dari Penemuan Naruto

15 November X615, Kalender Kerajaan Lamia

Letak matahari yang kini berada di tengah, menunjukkan hari yang sudah semakin siang. Saat yang telah dinantikan oleh Naruto pun tiba. Dia beserta pengikut dan rombongan Earl Villar Constance akan melakukan perjalanan menuju Ibukota ke arah barat laut yang jaraknya sekitar 400-500 km dengan beberapa barang bawaan yang sekiranya dia perlukan di perjalanan ini. Normalnya perjalanan ini akan menempuh waktu hingga 3 hari ke depan jika menggunakan kereta kuda. Mereka akan pergi ke barat laut melewati perbatasan [Artuk], memasuki wilayah [Trisia] yang dikuasai oleh Marquess Sitri.

Setelah itu, mereka baru bisa masuk ke wilayah Ibukota Kerajaan. Mereka akan dikawal oleh Gazelle Stronoff yang kebetulan juga ikut mengantar mereka kemarin dari [Mandra] ke kota pusat [Artuk]. Tidak ada masalah sejauh ini untuk persiapan keberangkatan mereka kecuali mental Haruhiko yang nampaknya masih belum siap melakukan perjalanan panjang lagi setelah istirahat yang singkat di mansion milik Villar.

Naruto kini sedang menikmati suasana menyenangkan di halaman depan mansion milik Villar. Meskipun langit cukup terik pada siang hari itu, tapi hembusan angin membuatnya betah berada disana, memandangi kota pusat dari tempatnya berdiri sekarang.

"Tempat yang menyenangkan…" gumamnya.

Ingin rasanya suatu hari dia bisa mendapatkan ketenangan seperti ini lagi, disaat dirinya sudah menjadi seorang dengan pangkat bangsawan yang tinggi, meski rasanya hal itu cukup sulit terwujud dengan beban kerja nya sebagai penguasa wilayah.

"Toruna-sama… biar para pelayan yang membawakan barang barang anda," ucap Rossweisse yang muncul dari belakang.

"Ah, tidak perlu… akan kubawa sendiri barang bawaanku,"

"O-Oh, baiklah jika itu keinginan anda,"

Perhatian Naruto kemudian teralihkan kepada Rossweisse yang tampak berbeda hari ini. Dia terlihat lebih segar dengan dandanandi wajahnya dan itu menarik perhatiannya. "Kau tampak cantik hari ini, Rossweisse…"

"Ah..!" mendengar pujian itu dari Tuannya membuat Rossweisse terkejut. Seketika wajahnya memerah dan kepulan asap muncul dari sana.

Naruto hanya tersenyum tipis melihat penyihir yang bersumpah setia kepadanya itu menunjukkan ekspresi yang menyenangkan untuk dilihat. Tak berselang lama, dia terpikirkan seseorang yang tak dia lihat kehadirannya disana.

"Dimana Haruhiko?"

"A-Ah… Haruhiko… uhh, dia disana, Toruna-sama…" ucap Rossweisse mengarahkan pandangan Naruto ke arah pintu masuk mansion milik Villar.

Disana terlihat sebuah pemandangan yang lumayan menyedihkan dimana ada seorang pemuda duduk di permukaan tanah sambil bersandaran dengan dinding luar mansion milik Villar. Ekpresinya menjelaskan beberapa hal seperti kelelahan dan keputusasaan. Nampak seperti pemuda yang tak memiliki semangat hidup. Ketika Naruto melihatnya, dia hanya bisa tersenyum pahit lalu menghela nafas singkat.

"Yah, kurasa hal yang wajar…" respon Naruto melihat itu.

"M-Maafkan kami, Toruna-sama…" ucap Rossweisse pasrah.

Tak lama kemudian, Villar Constance yang ditemani oleh penyihirnya, Margaret Odius si [Phoenix Princess] muncul dari dalam mansion bertepatan dengan Gazelle Stronoff yang barusan kembali dari kota setelah berbelanja beberapa barang. Seperti biasanya, Naruto selalu terkesan dengan aura yang ditunjukkan Villar, sama seperti ketika dia hanya muncul dari dalam mansion. Dia memang cocok sebagai target tempatnya melatih diri berikutnya.

"Ah, Toruna… kalian sudah bangun, Villar-sama juga… sudah bersiap," ucap Gazelle Stronoff ditemani dua prajuritnya yang membawa beberapa barang.

"Gazelle-san… apa yang kalian beli?" tanya Naruto.

"Ah, aku hanya membeli beberapa senjata dan obat obatanyang sekiranya dibutuhkan oleh para pengawal Villar-sama…"

Ya tentu saja untuk bagian Villar dan yang lainnya sudah disiapkan tersendiri dengan kualitas yang baik, terutama obat jika saja mereka membutuhkannya disaat darurat. Dengan ini, mereka rasa persiapan sudah selesai. Hanya tinggal berangkat menuju Ibukota.

"Kalau begitu, kita bisa segera berangkat ke Ibukota Kerajaan," ucap Villar.

.

.

.

.

.

Masih di hari yang sama, dengan latar tempat yang berbeda

Di bagian utara Ibukota Kerajaan, berbatasan langsung dengan sebuah wilayah bangsawan yang memiliki pengaruh besar meski posisinya tidak setinggi Duke atau Marquess. Dia adalah salah satu dari 3 orang Earl yang paling berpengaruh saat ini selain Theo Cornaro dan Villar Constance. Berkat prestasi nya, nama keluarga nya juga menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan akan naik di jajaran para Marquess bersaing dengan Earl Theo Cornaro dan Earl Villar Constance tentunya.

Wilayah yang disebut [Navia] ini dikuasai oleh Earl Minato Namikaze. Seorang pria berusia 35 tahun dengan satu orang istri dan dua orang anak, atau setidaknya itulah yang dia akui pada Kerajaan. Sudah 10 tahun sejak dirinya membuat sebuah dosa besar dengan membunuh mantan mertua nya. Dia tak akan melupakan insiden itu sampai kapan pun, terlebih setelah dia kehilangan anaknya. Naruto adalah anak tersebut, anak hasil pernikahan antara dirinya dengan Grayfia Lucifuge, putri pertama keluarga Lucifuge.

Entah kenapa, setelah membaca sebuah berita mengenai kemunculan pemuda bernama Toruna yang masih berusia 15 tahun ini, dia teringat dengan anaknya yang ia pikir sudah mati. Mungkinkah jika anak itu masih hidup, dia bisa mengukir prestasi semacam itu jika mengingat anak itu lahir dari hasil pernikahan Namikaze Minato dengan Grayfia Lucifuge. Pasti dia dianugerahi bakat yang luar biasa, itulah yang Minato pikirkan.

Yah meskipun dia juga sudah memiliki penerus yang menjanjikan dari hasil pernikahannya dengan Kushina Uzumaki. Nama nya adalah Menma Namikaze, pemuda yang baru baru ini terkenal juga namanya di kalangan anak bangsawan karena memenangkan festival [Magic Knight Academy], mengungguli salah satu pewaris Duke Uchiha, Sasuke Uchiha yang mana juga merupakan adik kandung dari Itachi Uchiha, seorang jenius dalam Uchiha.

"Seiring waktu berjalan, tak kusangka Kerajaan ini akan memiliki para penerus dengan kemampuan setinggi itu di usia muda," ucapnya setelah meletakkan surat kabar di mejanya.

Di ruangannya itu, dia tak sendirian. Terdapat dua orang yang duduk di kursi tamu yang ada di dalam ruangannya. Mereka adalah tamu Minato yang baru saja datang untuk membahas suatu hal tentang surat kabar pagi ini. Pria pertama terlihat memiliki ekspresi yang tenang namun serius dilengkapi dengan rambut panjang berwarna hitam dan pupil mata aneh berwarna putih sedangkan yang satu adalah pria dengan usia yang sama, berpenampilan santai dengan rambut yang dikucir seperti nanas.

"Di jaman kita, kita juga tidak kekurangan orang orang berbakat… generasi ini memiliki anggapan lebih tinggi karena media masa sering menyorot mereka dengan pemberitaan yang berlebihan," ucap pria berambut panjang.

"Tidak, jika diperhatikan lagi bisa kubilang, gelombang berikutnya yang akan datang memang jauh lebih berbahaya… pemuda bernama Toruna ini hanya salah satu contohnya," giliran pria berambut nanas itu yang bicara.

Mereka adalah dua pemimpin keluarga bangsawan di Kerajaan, Hiashi Hyuuga (37 tahun) dan Shikaku Nara (35 tahun). Mereka berdua berasal dari bangsawan Earl Hyuuga dan Baron Nara. Keduanya cukup terkenal di kalangan bangsawan sebagai bangsawan yang mendukung fraksi putri pertama Shion untuk maju sebagai pewaris Kerajaan karena dia merupakan anak dari permaisuri.

Jika mengingat bahwa dia adalah seorang perempuan, dia tidak begitu diunggulkan dibanding kakak laki lakinya yang berbeda ibu, pangeran pertama Michael. Akan tetapi fraksi putri pertama tidak menginginkan Michael naik takhta dikarenakan ibunya adalah seorang selir sekaligus mantan bangsawan dari Kerajaan Heavenia.

"Aku setuju dengan Shikaku… mereka bisa menjadi bahaya. Bukankah karena hal itu kalian datang kemari?" tanya Minato saat menatap keduanya.

Mereka tidak bisa membantah itu, bahkan Hiashi yang sebelumnya berbeda pendapat. Dia harus mengakui kenyataan kalau pemuda yang muncul secara tiba tiba ini sudah menarik perhatian seluruh masyarakat Lamia sebagai sosok pahlawan muda. Tak hanya itu, rumor sudah tersebar kalau dia mengungguli seorang Gazelle Stronoff, salah satu Komandan Batalion yang terkenal sekaligus mantan petualang kelas [Adamantite]. Dari segi itu, dia tidak kalah dari para ksatria bangsawan yang mendapat pendidikan sihir dan bertarung sejak kecil.

Kedua, yang paling belum jelas keterangannya adalah kemampuan pemuda bernama Toruna ini. Desas desus mengatakan bahwa dia memiliki sihir yang bahkan membuat seorang Villar Constance mengakuinya.

"Ya… rumah Marquess Lucifuge sudah bergerak," ucap Hiashi.

"Tak hanya itu, dari informasi baru yang kudapat… bahkan pemuda ini sudah mendapat kesetiaan dari si gadis penyihir [White Blood] yang beberapa tahun lalu sempat jadi perbincangan di kalangan para penyihir Kerajaan karena prestasi mereka di medan pertempuran melawan Viscount Rossini bersama putri keluarga Meletes yang sekarang menjadi istri sah Theo Cornaro…" tambah Shikaku.

"Apa..?" nampaknya Hiashi tidak mengetahui hal itu.

Minato cukup terkejut mendengarnya meski dia tidak kehilangan ketenangan. Rossweisse dan Siluca Meletes adalah lulusan dari Akademi Sihir Kerajaan Lamia yang cukup terkenal namanya beberapa tahun lalu. Mereka berdua disebut sebagai dua penyihir wanita terbaik di generasi nya.

Banyak bangsawan kala itu yang meminta Rossweisse untuk bersedia memberikan kesetiaannya karena Siluca Meletes sudah menjadi milik Earl Theo Cornaro, tapi semuanya ditolak olehnya. Potensinya masih sangat besar mengingat usianya juga masih 23 tahun dan sudah menjadi penyihir level 6. Kelak, dia bisa saja menjadi salah satu penyihir terbaik di Kerajaan

Kabar yang beredar bahkan salah satu Duke di Kerajaan Lamia pun menginginkan dirinya. Minato semakin tertarik dengan pemuda bernama Toruna ini.

"Pemuda bernama Toruna ini semakin menarik perhatianku sampai dia bisa membuat penyihir muda berbakat seperti [White Blood] menawarkan kesetiaannya…"

"Tak salah lagi dia adalah berlian…" komentar Shikaku.

"Ya… dan sekarang dia berada dalam genggaman Earl Villar Constance. Orang yang merepotkan," kata Hiashi sambil mengingat wajah Villar Constance.

"Tapi Grayfia melakukan pergerakan meski dia tahu hal itu, artinya pemuda ini sangat berharga. Kita harus mendapatkannya ke sisi kita," kata Minato kembali melirik surat kabar di mejanya.

Wajah Villar Constance terukir disana dan disebutkan bahwa dirinya mendukung pengangkatan gelar kebangsawanan untuk pemuda Toruna ini.

"Sekarang aku tak heran jika Raja berniat memberikan gelar kepada pemuda itu… sebelumnya aku heran bagaimana bisa pemuda ini mendapat sebuah gelar hanya dengan satu kali misi penaklukkan," ucap Hiashi.

"Ya, bisa dipastikan Villar sudah memberikan laporan kepada Raja tentang rinciannya," tambah Shikaku saat mendengar Hiashi bicara hal tersebut.

Minato sekarang berpikir kembali mengenai pergerakan Grayfia yang sudah diperkirakan oleh Shikaku. Sekarang semua fraksi menginginkan pemuda itu. Alasan nya sudah jelas karena pemuda ini dalam bimbingan pihak mana pun, baik fraksi pangeran pertama, fraksi putri pertama atau pihak netral sekalipun bisa menjadi bintang baru di kalangan bangsawan sama seperti Theo Cornaro dulu.

Sampai saat ini pun fakta tentang Toruna atau Naruto pernah belajar dalam bimbingan Euclid belum diketahui siapapun kecuali Villar dan yang lain.

"Dia akan memiliki pengaruh besar di dalam urusan politik Kerajaan… potensi nya sebesar Theo Cornaro… tidak… dalam hal kemampuan bertarung, dia jauh lebih besar," komentar Shikaku.

Perbedaan mendasar sebutan jenius antara Theo Cornaro dan Itachi Uchiha adalah jenisnya. Theo Cornaro disebut jenius karena kehebatan dalam kepemimpinannya yang mampu melesatkan posisinya sejauh ini dalam kurun beberapa tahun sedangkan Itachi yang dikatakan jenius ini adalah dalam hal kemampuan bertarung. Sejauh ini dalam keluarga Uchiha sendiri, dia tidak memiliki pengaruh politik yang berarti, karena terikat dalam keluarga.

Naruto atau yang mereka kenal dengan Toruna ini memiliki kombinasi keduanya. Umur yang bahkan lebih muda dari Itachi dengan bakat kemampuan bertarung sama luar biasa nya serta potensi dalam pengaruh politik yang kemungkinan akan tumbuh sebesar Theo Cornaro dalam beberapa tahun.

"Bahkan dia lebih berharga dari Theo Cornaro dan Itachi Uchiha… dari dua indikator yang berbeda jenisnya, pemuda ini memiliki potensi untuk mengungguli keduanya,"

"Apa sudah ada yang mengutus seseorang untuk bernegosiasi dengan pemuda itu?" tanya Minato.

"Aku sudah memberikan detailnya kepada Fugaku… dan Uchiha sudah mengirimkan Shisui untuk melaksanakan negosiasi diam diam saat rombongan Villar tiba di [Trisia]," jawab Shikaku.

"Shisui Uchiha… nama yang tak asing lagi, satu dari sekian pemuda lainnya seperti Itachi yang memiliki bakat luar biasa dalam rumah keluarga Uchiha dan di Kerajaan Lamia," balasan respon dari Hiashi.

"Seperti yang diharapkan, Fugaku-dono bergerak dengan cepat,"

"Meski mereka sudah mengirimkan Shisui sekalipun, ini akan jadi negosiasi yang berat, Minato… jangan lupakan siapa pemimpin wilayah [Trisia]…" kata Shikaku dengan tatapan yang serius.

"Marquess Sitri ya…?" ujar Hiashi kemudian menghela nafas.

Saat dirinya mendengar semua ini, dia teringat dengan sebuah kisah yang dikenalkan pada keluarga bangsawan di masa lalu. Anehnya dia dulu sangat suka dengan kisah ini meski dia tahu itu hanyalah fiksi. Kisah itu tidak pernah lagi diceritakan di era ini, bahkan di masanya kecil. Dia mengetahui kisah ini saat menemukan sebuah buku di ruangan leluhur Namikaze.

Minato kemudian berdiri dari kursinya dan berjalan menuju salah satu rak buku di ruangannya. Tentu saja Shikaku dan Hiashi memperhatikannya dengan ekspresi kebingungan. Minato tidak mempedulikannya dan akhirnya dia berhenti tepat di rak tersebut sambil memandangi sebuah buku yang hendak diambilnya. Sebuah buku usang dengan judul [Legenda Para Monarch].

.

.

.

.

.

xxx0xxx

16 November X615, Kalender Kerajaan Lamia

Naruto beserta rombongan Villar Constance masih melanjutkan perjalanan, singgah di sebuah kota untuk istirahat melihat lihat, membeli kebutuhan dan kemudian melanjutkan lagi perjalanan. Tidak ada keanehan lain kecuali fakta bahwa sejak hari ini, beberapa orang sudah mengawasi mereka di wilayah perbatasan memasuki [Trisia].

Dan setelah perjalanan lama, kemarin malam akhirnya mereka memutuskan beristirahat di sebuah kota yang ada di wilayah perbatasan antara [Artuk] dan [Trisia]. Kota tersebut cukup makmur dalam kepemimpinan Villar dan tentunya masyarakat disana menyambut kedatangan pemimpin mereka dengan sangat baik.

"Ah, kalian juga sudah bangun ternyata…" ucap Haruhiko saat melihat Naruto dan Rossweisse sudah siap untuk sarapan ketika dia membuka pintu kamarnya.

Naruto dan Rossweisse hanya memberikan tatapan datar kepada Haruhiko yang kelihatan sekali baru saja terbangun dari tidurnya.

"Hoammzzz… perjalanan kemarin melelahkan ya…"

"Maafkan aku, Toruna-sama… harusnya aku lebih keras pada orang ini," ucap Rossweisse sambil menunduk.

"Yah… sudahlah," balas Naruto sambil menyentuh keningnya.

Setelah itu, Naruto memerintahkan Haruhiko untuk segera bersiap karena sebentar lagi mereka akan sarapan di bagian tempat makan. Naruto juga berpikir akan ada sesuatu yang ingin dibahas oleh Villar dengan dirinya menyangkut perjalanan mereka kali ini.

Meski dia tidak bertindak, Naruto mengetahui bahwa rombongan mereka ini sudah diawasi sejak kemarin. Dugaannya mengatakan ada masalah di antara bangsawan meski dia tidak tahu secara spesifik. Ini juga bisa berarti menyangkut mengenai dirinya yang dipanggil ke Istana dengan ditemani Villar sebagai wali yang menjaganya.

"Villar-sama dan rombongan sekalian, silahkan dinikmati makanannya…"

Seorang pelayan mengantarkan pesanan makanan. Saat ini mereka sedang berada di sebuah penginapan besar yang juga menyediakan tempat makan yang enak dan bersih. Villar dan Margaret sudah duduk di salah satu kursi yang ada di meja besar itu disusul Naruto dan Rossweisse disana. Haruhiko datang setelahnya bersama Gazelle.

"Selamat pagi, Villar-sama…" sapa Haruhiko.

"Ya… duduklah dan nikmati sarapannya,"

Naruto semakin khawatir dengan pengikut nya yang satu ini. Tapi ke depannya dia berniat mengumpulkan sekitar beberapa orang yang nantinya akan menjadi pengikut eksekutif atau seperti petinggi dalam suatu organisasi. Mereka inilah yang akan menjadi orang orang utama sejenis eksekutif tertinggi yang menjalankan keluarga baru yang diciptakan Naruto, dia sudah mendapatkan dua di antaranya.

"Uwooo… enak sekali!" seru Haruhiko membuat Villar tertawa.

Rossweisse hanya bisa menunduk dengan wajah pucat dan Margaret memberikan tatapan amarah karena sikap tidak sopan Haruhiko. Naruto sendiri sekarang menunjukkan ekspresi ragu yang tidak bisa dijelaskan. Ya, mungkin dia harus mendidik pengikutnya yang satu ini.

Dan akhirnya saat yang dinantikan Naruto dalam sesi sarapan ini pun tiba, mereka semua telah menyelesaikan sarapannya dan Villar terlihat akan membuka percakapan dengan Naruto setelah ini.

"Naruto, Rossweisse, Haruhiko dan Gazelle-dono… ikut denganku setelah ini. Ada yang ingin kubicarakan,"

"Baik, Villar-sama…"

Setelah itu, mereka mengikuti Villar masuk ke dalam sebuah ruangan yang sudah disiapkan khusus oleh pemilik penginapan. Di dalamnya seperti ruangan biasa yang digunakan untuk bersantai atau untuk membahas sesuatu. Tak banyak sesuatu yang spesial saat Naruto menginjakkan kakinya disana, hanya saja ruangan ini benar benar tertutup.

"Duduklah,"

Mereka duduk setelah diijinkan oleh Villar, kemudian suasana berubah menjadi cukup serius. Naruto memang sudah menduganya, Villar juga sadar dengan mata mata yang mengawasi perjalanan mereka dari kota ke kota sejak kemarin.

"Hal yang kubicarakan ini berkaitan dengan masalah yang sudah ada di kalangan bangsawan sejak dua? Hmm, tiga? Yah, beberapa tahun lalu,"

Anehnya Villar tidak membicarakan apa apa mengenai mata mata yang mengawasi mereka sejak kemarin. Dan hal itu memancing minat Gazelle untuk menginterupsi Villar.

"Maaf menyela, Villar-sama… apa mengenai mata mata yang sejak kemarin mengawasi perjalanan kita tidak akan menjadi pembahasan kita?"

Naruto senang Gazelle menanyakan hal itu karena dia juga harus bersiap dengan segala kemungkinan, meski dia juga percaya bahwa yang akan dikatakan Villar mengenai masalah di antara para bangsawan ini sama pentingnya.

"Terima kasih telah menanyakan hal itu, Gazelle-dono… aku memang akan membicarakan itu, tapi sebelum masuk kesana… aku harus memulainya dari masalah para bangsawan,"

"Ah, apakah..?" tiba tiba Rossweisse mengatakan sesuatu yang tidak jelas dan tergantung disana.

"Nampaknya kau juga tahu masalah ini, [White Blood]," ucap Margaret sambil menatap Rossweisse seolah dia sudah menduganya.

"Ya, aku tahu…"

Villar dan Margaret memang sudah menduga kalau Rossweisse akan mengetahui apa yang akan mereka bicarakan karena Rossweisse juga memiliki beberapa pengalaman di bawah perintah para bangsawan Kerajaan, tentunya dia tahu beberapa hal penting yang menjadi masalah dalam urusan politik Kerajaan saat ini.

"Masalah calon penerus dari Yang Mulia Strada…"

'Ternyata begitu…' gumam Naruto dalam hati yang langsung bisa menebak permasalahan ini. Dari satu kalimat itu sudah menghasilkan beberapa jawaban jika disambungkan dengan kepingan kepingan kejadian belakangan ini termasuk saat dirinya dipanggil ke Istana karena satu misi penyelamatan kemarin.

"Di Kerajaan Lamia sekarang terdapat tiga fraksi bangsawan. Pertama adalah fraksi bangsawan yang mendukung pangeran pertama, Michael untuk maju sebagai penerus yang dipimpin oleh Duke Bael, Marquess Gremory dan bangsawan lain. Lalu fraksi bangsawan yang mendukung putri pertama, Shion yang dipimpin oleh Duke Uchiha dan Duke Senju. Dan terakhir fraksi netral seperti Duke Kreische, Marquess Alexis Deux, Earl Theo Cornaro dan diriku.."

Dari sana Villar menjelaskan masing masing fraksi beserta bangsawan yang paling memimpin di antaranya. Jika Naruto tidak salah, sudah pasti ini juga ada hubungannya dengan kenaikan gelarnya sebagai bangsawan di usia muda. Bisa dibilang bahkan dia adalah orang diluar status bangsawan yang meraih gelar bangsawan di usia semuda ini dengan kemampuannya sendiri, meski sebenarnya dia sendiri sudah seorang bangsawan sejak lahir.

Mereka ingin sebuah potensi yang bisa berpengaruh di masa depan seperti Theo Cornaro saat ini.

"Bagaimana bisa Putri Shion maju sebagai penerus takhta?" tanya Haruhiko.

"Awalnya, seorang putri tidak bisa mengambil alih takhta, tapi Yang Mulia sendiri sudah menghapus aturan itu… dan meski kemungkinannya tidak besar jika dia didukung oleh bangsawan berpengaruh, dia bisa maju." ujar Rossweisse menjawab pertanyaan Haruhiko.

"Pangeran Michael adalah anak dari seorang selir yang merupakan mantan warga Kerajaan Heavenia… sedangkan Putri Shion berasal dari seorang permaisuri sah…" ucap Gazelle.

Pangeran Michael kini tepat berusia 19 tahun sedangkan putri Shion sekarang berusia 16 tahun. Keduanya masih belum cukup dewasa untuk menjadi penerus Yang Mulia Vasco 'Lamia' Strada.

"Ya… dan kuyakin kau sudah mengambil kesimpulan Toruna.." ucap Villar menoleh ke arah Naruto.

"Saya paham, Villar-sama…"

"Jadi begitu…" nampaknya Rossweisse juga paham.

"Kurasa aku juga paham… mata mata yang mengawasi kita sejak kemarin berasal dari kedua fraksi. Apakah itu artinya mereka ingin membuat Toruna-san berpihak pada mereka?" tanya Haruhiko.

Ya bahkan Haruhiko pun paham. Sesuai yang diharapkan Naruto, meski sifatnya seperti itu tapi sebenarnya dia adalah pemuda yang cukup cerdas dan bisa diandalkan disaat yang diperlukan.

"Itu benar… mereka menginginkan figur berpotensi yang bisa menaikkan kesan mereka di kalangan masyarakat Kerajaan. Dan kebetulan Toruna muncul… terlebih kurasa desas desus tentang kemampuan dan sihir unikmu itu sedikit sulit untuk dibendung, Toruna. Beruntungnya mereka masih belum tahu tentang sihir mu yang bisa mengubah benda non-sihir menjadi media sihir…" jawab Villar.

Itu adalah hal yang paling krusial dan sesuatu yang harus dirahasiakan saat ini. Karena hal itu sendiri secara instan bisa menaikkan gelar Naruto lagi. Naruto sadar akan hal itu, tapi saat ini dia memilih untuk bersabar dan belajar dulu dibawah naungan Villar. Akan sia sia jika dia seketika naik ke posisi yang lebih tinggi tapi tidak paham apa yang dia urus dalam jabatannya.

"Tapi ada hal yang menggangguku…"

Kalimat itu datang dari Haruhiko. Di pikirannya terbesit tentang jalur perjalanan ini.

"Bukankah setelah ini kita akan memasuki wilayah [Trisia] yang dikuasai bangsawan Sitri? Adakah kemungkinan mereka membuat pergerakan, Villar-sama?"

Hal itu juga yang dipikirkan Naruto. Bukan dirinya terlalu percaya diri, hanya saja memang sudah jelas ketiga fraksi akan mencoba bernegosiasi dengannya untuk memutuskan tempat dimana dia bisa bernaung. Tidak masalah jika dia meninggalkan sisi fraksi netral dan berpaling ke fraksi lain, akan tetapi dia tidak yakin bisa mendapatkan mentor terbaik yang bisa ia pelajari. Terlebih dia tidak ingin terlalu terlibat dulu dengan masalah perebutan takhta ini.

"Aku juga menaruh seorang mata mata di setiap wilayah Kerajaan termasuk wilayah [Trisia] yang dipimpin bangsawan Sitri, hal itu sudah biasa dilakukan semua bangsawan untuk mendapat informasi. Dari kabar yang kudapat tadi pagi… keluarga Marquess Lucifuge bertamu kesana…"

Naruto tampak terkejut mendengarnya. Hal itu juga mengejutkan Rossweisse, Haruhiko dan Gazelle Stronoff. Siapa dia? Apakah orang itu ibunya? Atau pamannya? Villar sendiri sudah menebak ekspresi Naruto. Disaat inilah dia khawatir kalau pemuda ini mungkin saja akan lepas dari pihaknya dan menyebrang ke Lucifuge jika mengingat kalau gurunya adalah Euclid Lucifuge.

"Bagaimana, Naruto…?"

Naruto terdiam dengan ekspresi tenang…

"Apakah kau mau berpindah sisi?"

"Sayangnya aku tidak berpikir demikian, Villar-sama… aku berniat berada di bawah arahan Villar-sama lebih lama. Terlebih saat melihat kesepakatan yang Villar-sama buat dengan [Grigori] benar benar bagus sekaligus tidak masuk akal.."

Villar terdiam dengan senyum tipis saat mendengar jawaban Naruto sambil menatapnya. Tak lama kemudian…

"Hahahahaha… aku sudah tahu kau akan berkata begitu…"

"Aku juga tidak menduga akan sebesar itu…"

"Hah~… aku sudah tahu [Grigori] pasti akan menerimanya mengingat hal yang kau temukan ini bisa saja langsung menghancurkan pasar industri [Ether Stone] dan segala bentuk pengembangannya…"

Nampaknya hanya Villar dan Naruto yang tahu kesepakatan antara Villar dan [Grigori]. Tentu saja mereka tidak berniat menyembunyikannya selamanya. Oleh karena itu, Villar juga berniat memberitahukan Rossweisse, Haruhiko dan Gazelle Stronoff disini.

"Sebenarnya kesepakatan macam apa yang anda buat, Villar-sama..?"

"Hmm… kita mulai dari yang pertama adalah bentuk dukungan [Grigori] dalam pengangkatanku sebagai kandidat yang naik gelar menjadi Marquess. Itu sendiri sudah merupakan keuntungan yang sangat besar…"

Rossweisse cukup terkejut karena pengaruh Badan Riset dan Pengembangan Sihir [Grigori] itu sangat besar bahkan seorang Duke juga tidak berani atau berhak mengganggu mereka. Hanya Yang Mulia Vasco Strada yang memiliki kuasa untuk membatasi, meningkatkan atau bahkan menghentikan segala riset yang dilakukan [Grigori]. Karena organisasi itu sendiri merupakan bentuk upaya Kerajaan untuk meningkatkan daya tempurnya. Banyak sihir dan alat sihir dikembangkan disana, karena bagaimana pun dunia ini dikuasai oleh ilmu pengetahuan dan sihir.

"Kedua adalah hak bagi [Artuk] sebagai pengguna pertama yang berhak mencoba dan menggunakan sihir ataupun membeli alat sihir baru dengan ketentuan, itu berlaku selama 3 tahun ke depan…"

Gazelle Stronoff bahkan sampai membulatkan matanya saat mendengar hal itu. Itu artinya [Artuk] selama 3 tahun ke depan akan menjadi wajah baru [Grigori]. Pada aturannya, alat sihir atau sihir yang ditemukan [Grigori] baru akan dipublikasikan 3-4 bulan setelah penemuannya berhasil.

Dan [Artuk] berhak memotong batas waktu itu, jadi mereka akan 2-3 bulan lebih cepat menggunakan teknologi baru dalam bidang sihir daripada wilayah lain.

"A-Apa itu mungkin?" ucap Rossweisse terkejut.

"Kau bahkan akan lebih terkejut setelah ini…" kata Naruto.

"Ketiga, semua teknologi berbasis sihir yang dijual ke [Artuk] dalam masa waktu November X615 hingga April X616 dibebaskan dari pajak,"

Bahkan itu lebih tidak masuk akal. Secara otomatis hal itu bisa mengurangi pengeluaran biaya yang dilakukan [Artuk] dari segala sektor karena semua teknologi sihir itu sendiri sudah menyebar ke banyak sekali sektor industri. Tentunya dia membuat batasan waktu itu juga agar tidak menghancurkan keseimbangan antar wilayah. Dia harus mengendalikannya.

Sistem yang berlaku di Kerajaan ini adalah pajak yang diterapkan pada masyarakat di setiap wilayah entah jenisnya barang atau jasa, akan disetorkan ke penguasa wilayah. Nantinya uang pajak dari masyarakat di suatu wilayah itu 25% akan diterima penguasa wilayah, 65% digunakan sebagai dana untuk mengembangkan wilayah tersebut dan bagian 10% sisanya diberikan ke Kerajaan.

Tentunya jika penguasa wilayah itu tidak bisa mengatur wilayahnya, posisinya akan dicabut. Dana pengembangan wilayah itu juga termasuk dana untuk membeli persenjataan atau teknologi sihir dari Kerajaan lain atau dari [Grigori].

"Bagaimana [Grigori] bisa memenuhi hal seperti bebas pajak seperti itu? Bukan mereka yang mengatur hal tersebut, kan?" tanya Rossweisse.

"Kau terlalu meremehkan penemuan Toruna… apa yang ditemukan Toruna ini bisa berbahaya jika tidak dikendalikan. Penemuan itu bisa menghancurkan banyak industri yang saat ini masih menggunakan teknologi [Ether Stone] dan [Ether Configuration System]… katakan lah, penemuan ini menghancurkan keseimbangan saat ini. Kemajuan memang bagus tapi jika tidak dikendalikan dan berjalan terlalu cepat, akan jadi hal yang berbahaya,"

Naruto juga menyadari apa yang barusan disebutkan oleh Villar. Nampaknya untuk ke depan, dia juga harus memikirkan resiko dari inovasi yang akan dia buat sehingga tidak ada kejadian seperti ini lagi.

"Bayangkan jika bangsawan lain tahu kemampuan Naruto saat ini? Tidak menutup kemungkinan dengan penemuan ini bahkan mereka bisa mengendalikan pasar dunia… apalagi mengingat, teknologi yang bersumber dari [Ether Stone] tidak hanya digunakan di Kerajaan Lamia.." ucap Villar.

"Tapi bukankah itu artinya kita memiliki sumber daya baru untuk melawan Kerajaan lain?" tanya Rossweisse.

"Ya, dia benar… penemuan ini… bisa menciptakan kesempatan bagi Kerajaan Lamia untuk menaklukkan dunia, Villar-sama," tambah Gazelle Stronoff.

"Tidak masalah bila digunakan untuk Kerajaan Lamia sebagai sumber daya tempur baru untuk berperang… tapi apakah kita bisa menjamin tidak ada bangsawan yang mungkin berkhianat? Atau sebuah kudeta? Jika seketika, karena sumber daya dari penemuan ini muncul di dunia, hal itu akan membuat perekenomian juga tidak stabil… akibatnya juga akan berimbas ke nilai barang yang masuk dan keluar dari Kerajaan kita (ekspor dan impor). Terlebih kita sudah memasuki era dimana antar negara atau kerajaan telah menandatangani gencatan senjata.."

Memang bisa saja penemuan ini meningkatkan sumber daya tempur Kerajaan Lamia untuk berperang. Tapi seperti yang dikatakan Villar di atas, jika tidak dikendalikan, hal itu justru bisa menjadi ancaman. Ada kemungkinan juga Kerajaan mempelajari metode ini. Selama mereka belum tau cara mengantisipasi metode ini, mereka tidak bisa seenaknya. Apalagi melakukan perang saat ini akan melanggar dekrit yang ada.

Bisa saja Kerajaan di seluruh dunia akan bekerja sama untuk menghancurkan Kerajaan Lamia.

"Dan Yang Mulia Strada paham akan hal itu…" ucap Villar.

"Jadi.. sebesar itukah.." kata Haruhiko terdiam.

Entah kenapa setelah dibuat terkejut, mereka kini dibuat terdiam juga dengan resikonya. Naruto sendiri juga sadar dengan apa yang telah dia temukan. Sayangnya, pembicaraan ini berakhir dengan cara seperti ini. Tapi inilah fakta...

Beruntunglah Villar adalah orang yang mempertimbangkan segala hal nya. Jika Naruto jatuh ke tangan bangsawan lain… entah apa yang akan terjadi. Tapi yang jelas Villar sudah meminta kepada [Grigori] untuk merahasiakan metode Naruto. Dia juga sudah menutup mulut saksi saksi yang ada di kota [Mandra]. Dia bertindak cepat…

"Saya merasa bersyukur bisa berada di bawah naungan Villar-sama…"

"Hahaha… tidak perlu mengatakan itu… justru dirimu lah sudah membawa banyak keberuntungan bagi [Artuk]. Yah kurasa hanya itu yang ingin kubicarakan, setelah ini… mari kita bersiap untuk perjalanan lagi,"

Dan setelah mengucapkan itu, dia dengan santainya meninggalkan Haruhiko, Rossweisse dan Gazelle yang hanya bisa menunduk dengan wajah pucat sambil membayangkan perang dunia yang akan terjadi jika penemuan Naruto ini terpublikasikan tanpa dikendalikan.

"Kau sudah melakukan dosa, Toruna-san…" ucap Haruhiko dengan tatapan sinis.

"Maaf, tapi aku setuju dengannya… Toruna-sama," tambah Rossweisse dengan sorot mata yang sama.

"Kau bisa saja menjadi penjahat dunia, Toruna…" lanjut Gazelle.

Naruto yang mendengar kalimat itu dari mereka bertiga, hanya bisa memberikan ekspresi pasrah yang pahit.

.

.

.

.

.

17 November X615, Kalender Kerajaan Lamia

Satu hari kemudian, sekitar jam 10 pagi rombongan Villar sudah melewati perbatasan kemarin dan sekarang mereka memasuki kota pusat di wilayah [Trisia]. Tentunya setelah ini Villar harus menunjukkan etika nya kepada keluarga bangsawan Marquess Sitri. Setidaknya dia harus menyapa mereka sambil berhati hati dengan segala kemungkinan yang ada. Tapi untuk saat ini perhatian mereka teralihkan dengan pemandangan luar biasa ketika memasuki kota pusat wilayah [Trisia].

Bangunan dengan arsitektur yang baik di sepanjang jalan serta penataan ruang kota yang baik, serta wajah bahagia dari penduduknya, menunjukkan seberapa baik pemimpin mereka dalam mengelola wilayahnya.

"Jadi ini kota pusat [Trisia]…"

Setelah perjalanan singkat sejak memasuki perbatasan kota, mereka akhirnya tiba di mansion besar milik Marquess Sitri yang letaknya cukup jauh dari keramaian kota sehingga suasananya tenang disana. Mereka berhenti setelah memasuki gerbang masuk mansion milik Sitri kemudian turun dari kereta kuda.

"Selamat datang, Earl Villar Constance-sama…" seorang pelayan memberikan hormatnya ketika Villar keluar.

"Apakah pemimpin keluarga Sitri sudah menunggu…?"

"Ya... nyonya Serafall Sitri sudah menunggu di dalam…"

Pandangan Villar teralihkan pada sebuah kereta kuda tak dikenal yang ada di salah satu sudut halaman luas tempat tinggal Sitri. Tak hanya dirinya namun penyihirnya, Margaret nampaknya juga sudah menyiapkan sesuatu jika seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Naruto juga turun dari kereta kuda disusul oleh Rossweisse dan Haruhiko. Gazelle Stronoff yang ada di sebelah kusir kereta kuda juga memberikan salam kepada para pelayan.

"Jadi ini kediaman Marquess Sitri… sangat besar… untuk kediaman satu keluarga utamanya.."

Naruto yang barusan turun teralihkan perhatiannya juga pada kereta kuda yang menarik perhatian Villar tadi.

"Aku punya firasat buruk tentang hari ini…" gumam Naruto.

TBC

.

.

.

Author Note :

Tes tes… Shiba desu. Setelah empat bulan tidak update, ya kupikir ini adalah semi hiatus ku yang terlama… hmm… ya kurasa. Seingatku aku terakhir aktif update fic ku entah yang mana saja itu Agustus. Hari senin kemarin, aku sudah update Fate of My Adolescence dan bertanya mana yang sebaiknya ku update. Mayoritas menjawab fic ini dan Symbol of Revenge. 3-5 hari lagi aku akan update fic itu…

Yah sekarang kita bahas fic ini dulu pertama, hmm… fic ini seperti yang kalian lihat lebih banyak interaksi bangsawan dan urusan Kerajaan ketimbang action. Action pasti akan ada tapi hanya saat yang kurasa tepat, bagi kalian yang hanya berminat pada action nya… dan bosan pada interaksi semacam ini. Kusarankan berhenti karena action benar benar hanya akan ada di saat yang kurasa tepat dan kujamin akan worth it untuk dinanti. Berbeda dengan fic ku yang satu, memang banyak action nya.

Ah, dan ya seperti kalian lihat… penemuan Naruto itu imbasnya bisa skala nasional hingga dunia. Memang suatu keuntungan untuk Kerajaan Lamia dalam perang tapi bisa jadi resiko besar kalau tidak dikendalikan seperti yang dijelaskan lewat dialog Villar diatas serta penjelasan yang kubuat. Kuharap tidak ada pertanyaan, jikalau ada pun kuharap pertanyaan yang bukan bersifat menanyakan spoiler atau pertanyaan yang sebenarnya sudah terjawab di chapter ini.

Ku malas sih klo ada pertanyaan yang sebenarnya sudah terjawab tapi masih ditanyakan, itu menandakan kurang serius membaca fic ini. Pair? Hmm… aku belum kepikiran, tapi yang jelas entah itu nantinya single atau harem (jika harem pun kujamin ga akan lebih dari 3) aku yang tentukan. Bisa jadi justru tidak ada pair…

Maaf kalau terlambat update, ya maklum anak kuliah beban tugas banyak. Mumpung sedang libur semester jadi kumanfaatkan… setidaknya selama 3 minggu ini aku ingin update 5-7 kali.. ini sudah dua kali di dua fic berbeda.. masih setidaknya 3-5 kali lagi.. yang jelas ku belum mau pensiun sampai hmm entah 3 tahun lagi atau mungkin tidak akan pensiun kecuali fanfiction tutup. Tapi yang jelas ku gak kemana mana, walau mungkin nanti sebulan dua bulan tidak ada kejelasan update… yakinlah… waktu terlamaku itu tidak update gak pernah sampai 6 bulan atau bahkan setahun. Ku pasti update.. tenang ae, btw maaf kalau ada typo… aku jarang memeriksa ulang soalnya alias langsung update setelah jadi.

Itu saja sih, selanjutnya aku akan update Symbol of Revenge

See you in next chap