Monarch of Despair
Rate: M
Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto], Highschool DxD [Ichie Ishibumi], Grancrest Senki [Ryo Mizuno], Musaigaen no Phantom World [Soichiro Hatano], Tensei Shittara Slime Datta Ken [Fuse], Overlord [Kugane Maruyama]
Ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun
Genre: Fantasy, Hurt/Comfort, Action, Adventure, Family, Romance
Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC
Pairing: ?
Summary: Lahir karena pernikahan politik tanpa dilandasi cinta yang berujung sebuah perpisahan dan penghapusan keberadaannya… anak dari keluarga Earl Namikaze dan keluarga Marquess Lucifuge ini tak hanya dihapus keberadaannya tapi juga dibuang dan ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Namanya adalah Naruto, seorang bocah berusia 5 tahun yang nantinya akan tumbuh sebagai budak sekaligus orang yang terpilih untuk mewarisi gelar Monarch of Despair.
Jangan lupa review, favorite follow!
.
.
.
.
.
Chapter 10 : Perjanjian Constance-Lucifuge-Sitri
"Kenapa kalian berpikir menciptakan tokoh yang bisa dipercaya masyarakat adalah jalan satu satunya untuk menambah dukungan demi mendapatkan takhta?"
Sedikit pertanyaan dari Naruto yang dia berikan kepada Grayfia membuat dirinya dan Serafall terdiam. Tentu saja mereka tahu bahwa hal itu bukan jalan satu satunya, tapi dengan menggaet bangsawan baru yang memiliki popularitas di kalangan masyarakat tentu bukan hal yang salah juga. Mereka hanya kehabisan ide ditambah dengan waktu yang terus mengejar.
Hanya tinggal beberapa tahun sebelum akhirnya Yang Mulia Strada melepaskan jabatannya dan mungkin hanya perlu waktu satu tahun lagi untuk menentukan siapa yang dia pilih untuk menjadi penguasa Kerajaan.
"Seharusnya kau paham kondisi tiap fraksi sebelum menanyakan hal itu… jangan anggap kami tidak tahu cara menarik hati masyarakat. Kami sudah berbuat banyak hal untuk memenangkan hati masyarakat tapi sama halnya dengan yang kami lakukan, fraksi lawan pasti juga melakukan hal yang sama," ucap Grayfia..
Jumlah masyarakat dari masing masing wilayah bangsawan dua fraksi jumlahnya juga hampir sama meski harus diakui fraksi pangeran pertama sedikit lebih banyak memiliki masyarakat di bawah kekuasaannya. Tapi intinya bukan itu sekarang, kedua fraksi butuh gelombang baru yang bisa membalikkan keadaan atau memperkuat posisi mereka. Yaitu dengan memunculkan tokoh fenomenal yang baru di Kerajaan.
"Kalau begitu biarkan saya menjual ide saya demi persyaratan yang bisa kalian penuhi untuk kepentingan saya…"
Caranya memberikan persyaratan dengan jarinya, menunjukkan jumlah persyaratan yang dia inginkan, tingkah laku Naruto itu entah kenapa mengingatkan Serafall dengan seseorang yang dia kenal. Saat itulah dia menengok ke arah Grayfia.
Villar sendiri hanya tersenyum puas melihat Naruto yang bisa bermain main dengan kedua bangsawan sekelas Marquees di hadapannya. Jujur di dalam hatinya, Grayfia sangat menginginkan Naruto untuk dia dekap di sisinya sebagai senjata tapi dia juga merasakan sebuah perasaan muak. Pemuda di hadapannya ini berbahaya dan dia bisa merasakannya, tidak baik jika dibiarkan tumbuh terlalu lama.
Dia bisa menjadi ancaman meski bisa dimanfaatkan juga.
"Ide ini hanya akan berhasil jika aku terlibat di dalamnya, tidak perlu memaparkan siapa pencetusnya… kalian hanya perlu menjalankannya…
"Bisa kau jelaskan lagi lebih rinci tentang rencanamu?" tanya Serafall yang mencoba ikut andil dalam percakapan ini.
"Grayfia-sama, Serafall-sama… saya bisa segera menjelaskannya, tapi alangkah baiknya kita pindah ke tempat yang lebih baik,"
Setelah Naruto mengatakan hal itu, Villar tertawa lepas. Serafall dan Grayfia juga sadar sekarang mereka berada di ruang makan, ruangan yang tidak sepantasnya dijadikan tempat untuk diskusi para bangsawan. Serafall dan Grayfia serasa dipermalukan oleh etika bangsawan Naruto.
"Maafkan aku…" ucap Serafall dengan wajah memerah.
Ekspresi wajahnya mungkin melembut tapi diam diam dia menyembunyikan sorot mata tajam kepada Grayfia. Dia masih tidak mengerti kenapa ibu nya membuangnya namun secara garis besar dia sudah tahu seperti apa karakter dari ibunya ini. Dia merasa muak, ingin muntah begitu membayangkan jika ada orang lain seusia dengannya yang mencapai prestasi serupa.
Akan seperti apa bujuk rayu dari wanita ini? Kepalanya terasa panas dan hatinya kecewa, tapi terlepas dari semua itu, dia memang sudah memiliki kesiapan untuk membuang nama Lucifuge dan Namikaze dari sejarah hidupnya.
Setelah mereka pindah ke tempat yang sesuai, di ruangan Serafall tentu saja kali ini tanpa ditemani Rossweisse, Margaret dan Gazef.
"Aku tidak menyangka justru Toruna-kun yang akan mengingatkan kita untuk pindah dari ruang makan," ucap Villar masih terbawa suasana tadi.
Serafall dan Grayfia hanya bisa diam mencoba melupakan kejadian tadi.
"Sekarang, jelaskan pada kami…"
"Baik…"
Sejujurnya Naruto sedikit menyayangkan kalau ide ini dia jual ke Lucifuge dan Sitri, karena dia berpikir untuk menggunakan ide yang sama di masa depan. Tapi persyaratan yang dia ajukan juga dapat membantu dirinya di masa depan.
"Saya paham bahwa kedua fraksi butuh gelombang baru, ombak atau pengguncang untuk memperkuat posisi saat ini. Dan kalian berpikir untuk menemukan sosok potensial sebagai dukungan… tapi pernahkah kalian berpikir daripada membawa masuk sosok berpengaruh, lebih baik kalian menciptakan gelombang melalui sesuatu?"
Grayfia dan Serafall tidak mengerti apa yang dimaksud dengan menciptakan sesuatu yang baru ini. Villar sendiri juga masih belum mengerti secara garis besar… apa sebenarnya yang dibicarakan oleh Naruto.
"Popularitas tidak hanya datang dari sosok bangsawan potensial, tapi juga dari barang, makanan, benda yang populer di masyarakat…"
"Jadi begitu…" ucap Villar paham dengan maksud Naruto.
"Apa maksudnya? Benda? Maksudmu fraksi pangeran pertama harus memiliki benda yang bisa menaikkan popularitas?"
Naruto senang karena mentornya Villar masih bisa memahami maksudnya dengan baik, setidaknya tidak seburuk Serafall yang terlihat bingung. Grayfia sendiri kelihatannya juga sudah mengerti. Dia hanya menunjukkan ekspresi yang sulit dijelaskan. Terlihat serius namun juga terasa kecurigaan disana.
"Villar… kurasa aku benar benar menginginkan anak ini… bagaimana kalau kita bernegosiasi?"
"Ah, sayangnya semua keputusan ada di Toruna-kun… lagipula aku juga tidak akan mau melepaskannya,"
Entah dia harus senang atau tidak ketika dia dipuji oleh ibunya sendiri tapi yang jelas perasaan muak yang dia rasakan masih bertahan disana. Satu satunya Lucifuge yang dia hormati hanya pamannya, Euclid. Tidak ada yang lain.
"Apa maksudnya, Grayfia?"
"Dia menyarankan kita untuk menciptakan benda yang bisa dipasarkan ke masyarakat, yang artinya membuat sebuah perusahaan dagang," ucap Grayfia dengan wajah yang serius.
"Benar…"
Sampai disana, hal itu merupakan sebuah gambaran awal yang masih bisa dipikirkan banyak bangsawan akan tetapi yang jadi inti permasalahannya adalah setelah ini.
"Perusahaan dagang? Apa yang bisa kau dapat sebagai dukungan fraksi dengan mendirikan sebuah perusahaan dagang?" tanya Serafall.
"Coba pikirkan… jika perusahaan dagang itu terkenal di kalangan masyarakat dengan barang barang yang dijualnya lalu suatu ketika mereka memproklamirkan diri untuk mendukung fraksi pangeran… apa yang akan terjadi?" ucap Grayfia menjelaskan.
Serafall akhirnya mengerti secara garis besar yang dimaksudkan oleh Grayfia, memang beberapa perusahaan dagang di Kerajaan Lamia memiliki pengaruh meski tidak cukup kuat karena sejujurnya antara perusahaan dagang satu dengan yang lainnya tidak memiliki perbedaan signifikan di mata masyarakat.
"Aku mengerti… tapi hal itu hanya akan terjadi jika perusahaan dagang yang kita dirikan menghasilkan barang yang populer di masyarakat. Apa artinya kau sedang menjual inovasimu?"
Apakah dia bisa menciptakan barang atau produk yang sekiranya tak hanya bisa diterima oleh masyarakat tapi juga populer dan menjadi pembicaraan di Kerajaan. Naruto memiliki hal baru untuk ditawarkan, sebuah benda, sebuah produk yang diharap mampu terjual di pasar Kerajaan Lamia.
"Aku memiliki cukup banyak hal baru yang kudapat selama pelatihanku, membaca banyak buku, membuat penelitian dan mencoba membuatnya…"
Tak lama kemudian, Naruto mengeluarkan sebuah botol berisi air berwarna biru yang mirip seperti [Potion] yang digunakan untuk mengobati luka. Penggunaan [Potion] biasanya dengan cara diminum atau disiramkan ke tubuh dan memiliki efek untuk mempercepat penutupan luka tergantung kualitas [Potion] tersebut.
"Itu terlihat seperti [Potion]?"
"Tepat sekali, tapi jenisnya berbeda dengan yang selama ini kita kenal… [Potion] yang kita kenal untuk menutup luka berwarna hijau… dengan harganya yang bahkan cukup mahal untuk kualitas yang paling rendah,"
Ucap Naruto dengan senyuman tipis. Grayfia dan Serafall juga sadar dengan perbedaan warna antara [Potion] yang mereka ketahui dengan [Potion] yang ditunjukkan oleh Naruto.
"Aku harap yang kau maksud berbeda bukan hanya karena warna nya…"
"Jangan membuat saya tertawa, Grayfia-sama… tentu saja tidak! Ini adalah benda yang sejak lama diinginkan para penyihir,"
Lalu setelah mengucapkan hal itu, Villar mengerutkan alisnya kaget. Sepertinya hanya dia disini yang bisa menebak [Potion] jenis apa yang dimiliki oleh Naruto. Jika tebakannya benar, maka Naruto memang jauh lebih berharga dari yang dia pikirkan.
"Satu benda ini akan mengguncangkan Kerajaan, tidak… bahkan dunia… banyak penyihir menginginkannya dan berusaha membuatnya tapi selalu gagal karena mereka selalu memakai dasar formula yang sama. Aku mempelajarinya lewat buku dan akhirnya mengerti letak kesalahan dasarnya,"
Siapa yang menebak obat atau ramuan yang saat ini menjadi salah satu benda yang paling diinginkan oleh penyihir di dunia, diciptakan oleh seorang pemuda yang bahkan belum berumur 20 tahun.
"Ini adalah purwarupa dari yang kusebut [Mana Potion]… ramuan yang bisa mengembalikan [Mana] dari standar manusia biasa hingga 20%. Dengan kata lain, ini adalah kualitas terendah yang bisa kubuat,"
Serafall dan Grayfia terkejut bukan main ketika Naruto mengatakan itu. Sungguh tidak bisa dipercaya bahwa seorang pemuda berusia 15 tahun baru saja mengalahkan seluruh penyihir di dunia ini dengan menjadi orang pertama yang berhasil menyusun ramuan [Potion] untuk mengembalikan mana.
"Bagaimana kau bisa mengatakan kalau itu asli!?" kata Serafall masih sulit untuk percaya.
"Silahkan anda bisa memanggil penyihir anda kemari… dan berikan ramuan ini padanya, pastikan untuk memilih penyihir anda yang baru saja menggunakan sihir,"
Serafall masih tidak mempercayai nya namun untuk mengetes apa yang ditawarkan kepada fraksi pangeran, akhirnya dia memanggil salah seorang penyihirnya yang siap untuk meminum ramuan milik Naruto. Penyihir itu datang setelah Serafall membawanya dan setelah semua siap, Naruto memberikan ramuan itu kepada penyihir Serafall untuk diminum.
"Bagaimana?" tanya Serafall.
"Serafall-sama… I-ini? Apakah ini ramuan yang membawa persediaan [Mana] ke dalam tubuh!?"
Serafall dan Grayfia terkejut, sama halnya dengan Villar. Lagi lagi sebuah penemuan lain yang belum ditemukan di dunia ini. Naruto tak bisa berhenti mengejutkan Villar. Terlihat disana Rossweisse dan Margaret juga sudah datang untuk turut menjadi saksi.
"Bagaimana bisa…?" ucap Rossweisse.
"Kurang tepat jika dikatakan ramuan ini membawa persediaan mana. Oleh karena itu kubilang sejak tadi 'mengembalikan',"
"Aku mengerti… selama ini penyihir di dunia sudah salah dari dasarnya. Mereka tidak seharusnya mengubah [Mana] menjadi ramuan untuk persediaan dan menggunakan persediaan [Mana] berbentuk ramuan itu ketika [Mana] mereka habis. Harusnya mereka menciptakan ramuan yang mampu mempercepat kinerja pemulihan [Mana] manusia," ucap Margaret mengambil kesimpulan dari apa yang dikatakan Naruto.
Yang dikatakan Margaret memang benar. Sejak awal penelitian yang dilakukan para penyihir dunia ini sudah salah dari dasarnya. Mereka berpikir ramuan [Mana] ini tidak bisa diciptakan karena menurut mereka sistem pemulihan [Mana] tidak bisa dirangsang lebih cepat untuk memulihkan [Mana]. Oleh karena itu, teori mereka beralih menjadi mengubah [Mana] ke dalam bentuk sebuah cairan ramuan yang mereka sangka bisa menjadi solusi untuk memulihkan mana menggunakan konsep ramuan [Potion].
Tapi hal itu sendiri mengacaukan [Mana] itu sendiri, sehingga berbagai penelitian yang sudah dilakukan gagal dan menelan banyak biaya. Bahkan Kerajaan Lamia sendiri, atau [Grigori] lembaga penelitian sihir mereka sudah mengeluarkan banyak dana untuk hal itu. Bayangkan saat [Grigori] tau lagi kalau Naruto sudah menciptakan hal lain yang mengejutkan.
"Hanya saya yang tahu sampai sekarang, bahkan meskipun kalian sudah tahu dasar kalian salah, saya ragu ada orang di Kerajaan ini yang bisa mengerti proses dan cara pembuatannya,"
Jauh lebih berbakat dan jauh lebih berpotensi dari yang mereka kira. Dari sini Grayfia terlihat semakin menginginkan pemuda ini menjadi miliknya. Dia melirik sekilas ke arah Villar, tentu saja Villar sendiri juga menyadari lirikan mata tersebut.
"Kalau begitu segera sebutkan kesepakatannya!" ucap Serafall.
Grayfia dan Villar juga sudah menunggu hingga sampai ke sesi ini, sesi dimana Naruto akan menyebutkan persyaratannya. Sayangnya, Naruto hanya berniat memamerkan benda ini untuk sekarang.
"Maafkan saya, Serafall-sama… tapi ramuan ini belum akan kujual kepada kalian,"
Mereka terkejut terutama Serafall dan Grayfia. Villar juga tidak memahami apa yang ingin dilakukan Naruto saat ini.
"Apa!? Lalu untuk apa kau memberitahu kami…?"
"[Mana Potion] adalah benda yang relatif mahal dan hanya akan populer di kalangan petualang, penyihir dan bangsawan yang memiliki cukup banyak uang saja. Oleh karena itu, benda ini tidak akan populer dan menaikkan pandangan masyarakat kepada fraksi pangeran pertama. Benda ini adalah senjata…"
Meski kenyataannya begitu, benda yang ditemukan Naruto ini adalah benda yang diinginkan setiap penyihir saat ini. Bahkan jika hal ini disebarluaskan dengan namanya ditambah dengan penemuannya tentang sistem pengganti [Ether Configuration System], dia bisa langsung mendapatkan gelar Baron atau bahkan dianugerahi Viscount.
"Alasan kenapa saya memberitahu kalian tentang benda ini adalah untuk memastikan posisi saya tetap aman… sebagai gantinya saya menawarkan hal lain yang bisa membuat nama perusahaan dagang kalian terkenal dan meraup keuntungan sekaligus mampu menjadi dukungan untuk fraksi pangeran pertama,"
Naruto sudah memikirkannya, ada beberapa persyaratan yang akan diajukan olehnya. Dan yang paling penting adalah dia ingin mereka merahasiakan identitas pembuatnya. Sama halnya dengan sistem penanaman penggunaan sihir pada benda mati yang dia buat sebelumnya dan digunakan untuk bernegosiasi dengan [Grigori], dia tidak ingin terlalu banyak perhatian dari para bangsawan untuk sekarang.
Cukup dari prestasi penaklukkan paus iblis di kota [Mandra] saja dia dikenal. Untuk selebihnya dia masih harus mempertahankan profilnya sebagai penemu sesuatu yang baru. Dia bisa membuat musuh dimana mana jika terungkap sekarang, terlebih dia belum bisa untuk bertahan mandiri karena tidak memiliki cukup pasukan.
"Villar… bagaimana caranya agar kau mau melepaskan anak ini? Aku siap memberikan beberapa wilayah Lucifuge kepadamu…" ucap Grayfia serius.
Dia tahu masih banyak hal lain yang disimpan oleh Naruto, tapi untuk melepaskan beberapa wilayahnya sekaligus? Itu adalah tindakan yang cukup tak terduga. Bahkan Serafall sendiri terkejut meskipun sedikit banyak dia menyadari potensi sejati dari pemuda bernama 'Toruna' ini. Grayfia berpindah tempat duduk di sebelah Naruto.
"Katakan padaku, apa yang kau inginkan?" tanya Grayfia berbisik kepada Naruto.
Sebuah perasaan muak muncul di hati Naruto, ingin rasanya dia menyuruh wanita yang secara biologis sebenarnya adalah ibunya ini untuk menjauh. Betapa ironisnya, anak yang tak diinginkan oleh Grayfia, dia buang… namun pemuda yang diinginkannya sekarang adalah anaknya yang sudah dia buang. Bayangkan jika wanita ini mengetahui identitas asli dari Toruna.
"Maaf, Grayfia-sama… tapi tidak sedikit pun ada keinginan ku untuk melayanimu sebagai pengikutmu," ucap Naruto dengan sorot mata yang tajam.
Grayfia terdiam, merasa dirinya dihina dengan tatapan Naruto barusan. Villar, Rossweisse dan Margaret yang melihatnya, hanya bisa tersenyum menahan tawa mereka. Setelah itu, Naruto bangkit dari tempatnya duduk kemudian berjalan ke arah rak buku di ruangan Serafall.
'Bocah kurang ajar… jika bukan karena isi otakmu dan penemuan mu itu, aku pasti akan menghabisimu,' ucap Grayfia dalam hati mengutuk penolakan Naruto kepada dirinya.
Tapi Grayfia sadar, dia masih harus memanfaatkan pemuda ini demi mencapai tujuannya. Sejauh ini dari orang orang yang pernah dia temui, pemuda ini adalah sosok terbaik dari representasi penguasa. Dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan orang lain, membuat hal baru yang belum pernah ada sebelumnya, paham akan segala situasi dan bisa memanfaatkannya saat bertindak. Belum lagi kemampuan bertarungnya yang masih bisa bertumbuh jadi lebih kuat.
"Aku akan menawarkan dua produk yang bisa dipasarkan…,"
Ucap Naruto sambil menunjukkan sebuah catatan yang dia bawa. Seisi ruangan merapat untuk melihat isi catatan tersebut. Yang pertama adalah sebuah produk cair yang dijelaskan bisa merawat rambut manusia jika digunakan saat sedang mandi. Produk pertama ini jelas akan populer di kalangan wanita. Bahkan Rossweisse, Margaret, Serafall dan Grayfia sendiri langsung menaruh minat mereka pada produk pertama ini.
"Cairan yang digunakan untuk merawat rambut?" tanya Serafall.
"Ya… orang orang umumnya menggunakan berbagai macam tanaman herbal untuk merawat rambut mereka di dunia ini. Produk ini hanya bentuk pengolahannya saja dari tanaman/tumbuhan yang biasanya digunakan oleh orang orang. Produk ini akan dikemas dengan bentuk yang lebih menarik dan sederhana… kita juga bisa menambah daya tarik dengan memberikan aroma harum,"
Orang orang di dunia ini merawat kebersihan mereka, spesifiknya bagian rambut dengan menggunakan tanaman tanaman herbal yang sudah diteliti oleh para penyihir dan alkemis Kerajaan. Namun setelah penemuan itu ditemukan, penelitian berhenti disana. Tidak ada inovasi lebih lanjut untuk kebutuhan tersebut. Naruto menyadari wanita ingin tampil terbaik dan sadar bahwa produk ini sendiri masih bisa dikembangkan dengan mencampurkan beberapa komponen yang tak hanya bisa merawat rambut manusia tapi juga membuatnya lebih berkilau dan memberi aroma harum.
"Memangnya bisa dikembangkan seperti itu!?" tanya Rossweisse.
"Tentu saja…" jawab Naruto.
Kemudian bergerak ke produk kedua, disana ditulis mengenai penggunaan [Ether Stone] sebagai alat pencahayaan menggantikan api yang biasanya menjadi sinar penerangan saat malam. Memang di dunia ini belum ditemukan benda yang mampu menggantikan peran obor atau produk pencahayaan dengan sumber utama, api. Penggunaan api sebagai sumber pencahayaan malam sendiri juga memiliki banyak resiko. Oleh karena itu, Naruto memikirkan hal ini.
"Produk kedua ini… saat ini [Ether Stone] hanya digunakan untuk bahan dasar senjata sihir dan hal lain yang lebih penting. Jika kita menggunakan [Ether Stone] hanya untuk pencahayaan, sama saja dengan membuang sumber daya. Terlebih harganya pasti akan mahal," ucap Grayfia.
"Satu [Ether Stone] seukuran genggaman tangan akan dibagi menjadi 20 bagian. Dan setiap bagiannya itu akan bisa menghasilkan satu produk yang kusebut dengan lampu penerangan ini. Harga [Ether Stone] seukuran genggaman biasanya kurang lebih sekitar 1 koin emas, tergantung beratnya juga. 1 koin emas digunakan untuk 20 produk… yang berarti biaya produksi satu barang adalah 5 koin perak (1 koin emas = 100 koin perak). Kita akan menjualnya seharga 6 perak. Manfaat dari produk ini adalah… bertahan lebih lama dari api, jika habis… kita hanya perlu mengisi ulang dengan sihir dan memiliki pencahayaan yang lebih bagus,"
Serafall dan Grayfia langsung menghitung kembali jika mereka siap memasarkan produk ini dan ternyata tidak seburuk yang mereka pikirkan.
"Hmm, manfaat yang luar biasa… mungkin harga 6 perak itu memang cukup mahal bagi masyarakat biasa namun masih bisa dijangkau. Lagipula, lama kelamaan kita memang harus meninggalkan penggunaan api sebagai penerangan di malam hari," ucap Villar yang paham dengan maksud Naruto.
Yang dikatakan Villar memang tidak salah mengingat manusia harus semakin maju juga. Sejauh ini tidak ada pertanyaan lebih lanjut tentang produk yang ditawarkan Naruto.
"Saya sebenarnya masih memiliki satu produk yang bisa saya berikan pada kalian, tapi saya akan menahannya hingga upacara pengangkatan saya selesai,"
"Sejujurnya, aku masih terkejut kau memiliki ide inovatif semacam ini… dengan salah satu produk ini saja, sebuah perusahaan dagang baru sekalipun akan langsung tenar dan memiliki nama besar," ucap Serafall memuji.
Mereka terlalu banyak memuji dirinya, sedangkan dirinya hanya menemukannya setelah membaca banyak buku dan mengalami banyak hal selama masa latihannya. Tapi baginya memang benar, kenyataan bahwa perusahaan dagang yang ada di Kerajaan ini tidaklah cukup inovatif untuk menciptakan sesuatu yang baru. Mereka hanya memperjual belikan barang barang yang sudah ada tanpa mencoba hal baru.
"Kalau begitu bukankah ini saatnya kau menyebutkan persyaratannya?" tanya Grayfia.
"Ya tentu… saya memiliki 3 persyaratan penting jika Grayfia-sama dan Serafall-sama menginginkan kedua produk ini,"
"Sebutkan!"
Dan saat inilah yang terpenting, karena jika mereka tidak menerima persyaratan ini, negosiasi tidak akan berhasil. Tentunya Villar menyerahkan semua hal nya kepada Naruto karena dia yakin persyaratan yang Naruto minta akan menguntungkan bagi [Artuk] juga tentunya.
"Persyaratan pertama adalah tidak boleh ada informasi apa pun mengenai siapa penemu barang barang ini. Yang artinya sembunyikan fakta bahwa saya yang menemukannya,"
Yang pertama, Naruto ingin dirinya tidak dikenal.
"Boleh aku tahu dasar alasanmu tidak ingin dikenal itu?" tanya Serafall kebingungan.
Siapa saja mungkin kebingungan bagi mereka yang tidak memahami pola pikir Naruto, terutama bangsawan yang ingin menaikkan popularitas mereka di mata semua orang.
"Alasan pribadi, saya masih ingin menjaga identitas... dan belum ingin terlalu membesarkan nama,"
"Baik, kami mengerti…"
Naruto mengangguk.
"Lalu persyaratan kedua… selain menjalankan perusahaan dagang… kami ingin menerima keuntungan atas dasar hak cipta. 40% keuntungan akan diterima olehku, 20% diterima oleh Villar-sama dan 40% sisanya milik Grayfia-sama dan Serafall-sama,"
"A-Apa!?" ucap Serafall ingin protes namun dihentikan oleh Grayfia.
Seperti yang Villar duga, Naruto akan memberikan keuntungan kepada dirinya juga sebagai tanda loyalitas dirinya. Dengan ini, [Artuk] akan mendapatkan sumber daya berupa uang yang cukup banyak. Mereka sudah diuntungkan dengan kesepakatan yang mereka buat dengan [Grigori] dan ditambah kesepakatan dengan Sitri-Lucifuge.
"Aku mengerti, lanjutkan!" jawab Grayfia.
"Satu persyaratan terakhir akan saya sebutkan setelah pengangkatan saya selesai,"
Sebenarnya jujur Naruto masih belum memikirkan sekiranya apa persyaratan terbaik yang bisa dia manfaatkan dengan maksimal. Setidaknya dia harus membuat persyaratan yang menurutnya setimpal dengan kedua produk yang sudah dia tawarkan. Yang jelas isi kesepakatan atau persyaratan terakhir ini tidak boleh hanya sekedar uang. Dia harus menciptakan semacam aturan yang bisa mengekang Lucifuge dan Sitri, serta membawa keuntungan baginya di masa depan.
"Huft, baiklah… kurasa kau juga pasti akan membuat persyaratan yang masuk akal," ucap Serafall.
"Saa~… saya tidak tahu,"
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ini, pertama adalah fakta bahwa Naruto memiliki banyak hal yang bisa dia gunakan untuk menunjang popularitasnya. Kedua, sekali lagi Grayfia kini sadar seberapa besar potensi Naruto dan tentu saja dia menginginkan pemuda ini tanpa dia ketahui, fakta bahwa Naruto adalah anak kandungnya. Darahnya mengalir di tubuh Naruto, dan bagaimana untuk Naruto sendiri? Sejujurnya dia masih bingung harus menanggapi ibunya seperti apa, tapi yang jelas dia muak.
Pada akhirnya dia sadar, ibunya adalah sosok yang akan memanfaatkan siapapun demi tujuannya. Tak berbeda jauh dengannya, jika ibunya memutuskan untuk seperti itu… maka tidak boleh ada yang menentang jika dia melakukan hal yang sama buruknya kepada siapapun bahkan untuk kedua orang tuanya sendiri.
Ketiga, Villar semakin sadar betapa berbahaya nya Naruto jika dia jatuh ke salah satu fraksi. Dia tidak hanya harus mengawasi nya sekarang namun juga memberikan pemahaman agar Naruto tidak keliru saat mengambil tindakan atas ide idenya.
.
.
.
.
.
Waktu berlalu begitu cepat, satu hari adalah waktu yang cukup untuk rombongan Villar singgah di kediaman Sitri. Lagipula Sitri dan Lucifuge juga tidak berniat menahan mereka terlalu lama. Hanya saja, mereka memiliki tindakan yang harus mereka ambil lagi. Serafall dan Grayfia diam diam mengirimkan beberapa utusan mereka untuk mengawasi dan menjaga rombongan Villar di perjalanan.
Selain untuk menjaga mereka dari fraksi putri pertama yang kemungkinan berniat melakukan negosiasi juga, mereka juga tidak ingin sumber daya baru mereka terluka.
"Cepat, Haruhiko… jadwal Villar-sama sangat padat, kita tidak bisa membuang buang waktu," ucap Rossweisse memarahi Haruhiko yang sedang kesulitan membawa barang barangnya.
Di sebelahnya, ada Naruto yang sedang melihat ke arah jendela ruangan Serafall, menunjukkan seorang wanita bersurai putih sedang memandanginya. Dia sendiri hanya memberikan tatapan datar tak berarti meski dalam otaknya, dia memikirkan beberapa hal tentang wanita itu.
'Selanjutnya, kita akan bertemu sebagai rekan sementara… Ibu. Dan di lain hari, mungkin kita akan bertemu di medan perang sebagai musuh,' batin Naruto.
Tak ada lagi penyesalan di hatinya, yang ada hanya rasa putus asa yang masih membekas namun memberinya kekuatan untuk tetap bertahan menjalani takdir yang takkan bisa dia lawan. Rasa putus asa nya bukan karena dirinya lemah tapi karena dia pasrah menjalani takdirnya.
"Toruna-sama… kau baik baik saja?" tanya Rossweisse.
"Ya… aku baik baik saja,"
Dari dekat kereta kudanya, disana Villar juga memperhatikan Naruto dan Grayfia yang saling menatap satu sama lain. Entah kenapa Naruto terasa begitu fokus pada seorang Grayfia Lucifuge meski dia menolaknya. Apa ada ikatan antara mereka berdua? Hal itulah yang membuat Villar penasaran.
"Margaret… aku ingin kau menelusuri identitas Toruna lebih dalam, gali info sedalam dalamnya,"
"Baik, Villar-sama…"
.
.
.
.
.
Di suatu tempat tidak jauh dari kota pusat [Trisia], beberapa orang tengah berkumpul di sebuah hutan kecil di dekat jalan utama. Salah seorang dari mereka menggunakan sebuah sihir unik di matanya. Nama sihir itu sendiri adalah [Byakugan], sebuah sihir khusus milik keluarga Earl Hyuuga, sedangkan orang yang terlihat memimpin kelompok itu adalah sosok yang cukup terkenal. Dia adalah Shisui Uchiha yang berasal dari keluarga Duke Uchiha.
"Sejak kemarin kita tidak bisa mendapatkan info apapun… tak kusangka Marquess Grayfia Lucifuge akan datang dan membantu Marquess Sitri menyiapkan dinding sihir penghalang," ucap salah satu dari mereka.
"Apakah mereka tahu bahwa seorang utusan bersama anggota Hyuuga akan datang kesini?"
Shisui sendiri sudah menyadari adanya kemungkinan itu ketika anak buahnya bertanya kepada dirinya. Walaupun itu benar, setidaknya posisi mereka tidak akan diketahui oleh barisan ksatria Sitri dan Lucifuge.
"Sejauh ini apa yang kau lihat?"
"Rombongan Earl Villar Constance meninggalkan kediaman Sitri… apa yang harus kita lakukan?"
Keuntungan terbesar mereka adalah mereka memiliki [Byakugan] yang bisa melihat hingga jarak 5 km jauhnya. Hal itu menjadi pengaruh terbesar dalam kesuksesan misi yang diemban oleh Shisui dan kelompoknya.
"Ada berapa pengawas yang dikirim Lucifuge dan Sitri untuk menjaga rombongan Villar Constance?"
"Sejauh ini ada 12 orang… dan kulihat mereka adalah orang orang yang terspesialisasi,"
"Akan berbahaya jika kita salah mengambil tindakan…" ucap Shisui.
Tapi jika melihat dari jumlah orang yang dikirim serta kemampuan individu mereka, Shisui bisa menarik kesimpulan yang sudah jelas. Mungkin saja ini juga salah satu kemungkinan terburuk yang mereka dapatkan dari misi ini.
"Apa Villar Constance dan calon bangsawan muda itu sudah membuat kesepakatan?"
TBC
.
.
.
Author Note :
Tes tes, Shiba desu. Yeah, belum ada seminggu, ku sudah update lagi. Bagaimana? Senang kalian? Tapi maaf kalau kupotong lagi di adegan semacam itu.
Pertama, chapter depan rombongan Villar dan Naruto akan sampai Ibukota.
Kedua, terima kasih untuk salah satu reader… yak yang benar Gazef Stronoff, maafkan hamba karena ku gak periksa wiki nya. Dan di anime nya kebetulan di subtitle ku tertulis Gazelle… gak cuma Gazef yang salah tapi juga Marrine Kreische… kutulis Marinne… sekali lagi karena subtitle… maaf author kalian ini suka males buka wiki, dan kalo pas males ya alhasil buka anime nya yang kusimpen di laptop… subtitle nya sih ga salah, namanya yang suka keliru kadang tulisannya.
Ketiga, kalian seneng kan? Naruto model begini… syukur dah reader gua di fic ini lebih suka yang banyak interaksi politik dan bisnis. Tapi jujur gua kesulitan sumpah pak, lebih susah daripada bikin plot action. Gua harus mikirin hal hal yang sekiranya bisa jadi plot twist nya, ide Naruto, kesepakatan" nya dan lain lain. Bener bener nguras otak gua, ini fic. Semoga hasilnya setimpal… dan kalian senang
Keempat, maaf kalo ada typo ye.. wkwkwk ga sempet edit ulang, klo ada typo yang parah banget, langsung review ae ntar gua publish ulang
Kelima yang paling penting… ini konversi uang di dunia ini sama dunia kita. 1 koin emas sama dengan 100 koin perak, 1 koin perak sama dengan 100 koin tembaga, 1 koin emas sama dengan 10000 koin tembaga. 10 koin tembaga cukup buat makan sekali, 2 koin perak cukup buat tidur di penginapan buat satu malam.
Gampang saja versi dunia kita, 1 koin tembaga sama dengan 1000 rupiah, 10 koin tembaga berarti 10.000 rupiah. 1 koin perak berarti 100.000 (seratus ribu). 1 koin emas sama dengan 10.000.000 (sepuluh juta).
Dan maaf kalo Cuma 4000 word, capek oi… dan pas aja bisa di cut disitu biar kalian kepo juga. Chap depan bakal lebih panjang deh, tapi gatau update kapan tergantung gua sibuk apa kaga. Tapi jangka waktu sebulan ini bisa lah. Itu ae sih..
See u in next chap
