Monarch of Despair
Rate: M
Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto], Highschool DxD [Ichie Ishibumi], Grancrest Senki [Ryo Mizuno], Musaigaen no Phantom World [Soichiro Hatano], Tensei Shittara Slime Datta Ken [Fuse], Overlord [Kugane Maruyama]
Ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun
Genre: Fantasy, Hurt/Comfort, Action, Adventure, Family, Romance
Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC
Pairing: ?
Summary: Lahir karena pernikahan politik tanpa dilandasi cinta yang berujung sebuah perpisahan dan penghapusan keberadaannya… anak dari keluarga Earl Namikaze dan keluarga Marquess Lucifuge ini tak hanya dihapus keberadaannya tapi juga dibuang dan ditelantarkan oleh kedua orang tuanya. Namanya adalah Naruto, seorang bocah berusia 5 tahun yang nantinya akan tumbuh sebagai budak sekaligus orang yang terpilih untuk mewarisi gelar Monarch of Despair.
.
.
.
.
.
Chapter 13 : Kejutan Berikutnya
19 November X615, Kalender Kerajaan Lamia
Karena kewajiban para bangsawan untuk menghadiri acara hingga selesai, mereka tidak bisa pulang begitu saja dari acara kecuali mendapatkan izin dari Yang Mulia Raja. Dan saat ini tokoh utama dari acara tersebut sedang digiring oleh Alexis dan Marrine menuju ke suatu tempat meninggalkan pusat keramaian di tengah acara yang sebenarnya masih berlanjut dengan beberapa agenda acara lainnya, seperti kenaikan jabatan untuk pegawai pemerintahan atau kenaikan gelar bangsawan dan pemberian beberapa penghargaan.
Namun tentunya hal yang menarik minat mayoritas bangsawan yang hadir di acara ini adalah Naruto. Mungkin dialah bangsawan baru dengan potensi terbesar sepanjang sejarah berdirinya Kerajaan Lamia. Memiliki kemampuan di atas rata-rata pemuda seusianya di segala aspek seperti kekuatan individu, kecerdasan, kebijaksanaan dan beberapa aspek lainnya.
"Sepertinya kita sudah mengecewakan banyak sekali bangsawan …," ucap Villar saat menoleh ke belakang, melihat beberapa kepala keluarga bangsawan yang menunjukkan kekecewaan dan kekesalannya saat Alexis dan Marrine membawa Naruto pergi bersama Villar dan Margaret. Tentu saja Rossweisse dan Haruhiko mengikutinya dari belakang dengan gugup.
"Maaf sekali, Toruna-kun … kami menghilangkan kesempatanmu untuk dekat dengan gadis-gadis cantik dari berbagai keluarga bangsawan," ucap Marrine dengan senyuman menjahili.
"Sejujurnya saya berterima kasih untuk hal itu … Marrine-sama … Alexis-sama," jawab Naruto jujur dengan ekspresi bersyukur.
Rossweisse nampaknya sedikit terganggu dengan hal itu, pembicaraan mengenai pernikahan yang semula dibahas oleh Michael. Jika benar, yang dia maksudkan untuk bertunangan dengan Naruto adalah Gabriel. Tuan putri kedua yang dianggap sebagai salah satu perwujudan keindahan di Kerajaan Lamia. Banyak sekali pria yang rela menyerahkan hidupnya, hartanya hanya untuk bisa menjalin hubungan dengan Gabriel. Sejujurnya jika Rossweisse tidak mengenal Naruto, mungkin dia sudah menganggap pria ini tidak tertarik dengan perempuan.
Tapi setelah mengenalnya sendiri, dia tahu bahwa Naruto hanya kurang peka dan tidak peduli dengan hal itu. Mungkin baginya, ambisinya adalah yang nomor satu di atas segalanya.
"Hatimu memang sekeras berlian, ya …," ucap Alexis.
Naruto hanya bisa pasrah ketika Alexis mengatakan hal tersebut kepadanya. Sebenarnya itu bukan pujian juga bukan sebuah celaan atau sarkasme, hanya saja dia merasa tidak senang akan hal itu.
"Aku sudah mendapatkan izin dari Yang Mulia untuk meninggalkan sisa acara …," ucap Marrine.
"Kalau boleh saya tahu, setelah ini kemana kita akan pergi?" tanya Rossweisse.
"Karena beberapa hal termasuk Toruna-kun yang diwajibkan mengikuti pelajaran di Akademi Kerajaan, kurasa mari kita pergi dulu ke mansion yang sudah diberikan oleh Yang Mulia …,"
Sebuah mansion diberikan kepada Naruto atas jasanya kepada Kerajaan, tentu saja semua itu terbalut dengan campur tangan beberapa bangsawan seperti Villar, Alexis, Marrine, Azazel bahkan Zeoticus Gremory yang menaruh minat kepada Naruto secara individu. Sejujurnya mereka menilai Naruto sangat tinggi dan semua itu sesuai dengan potensi yang dia miliki.
Kereta kuda yang sudah siap mulai membawa mereka menuju ke sebuah daerah berisi pemukiman para bangsawan. Biasanya rumah, mansion yang berdiri disini hanya ditinggali oleh bawahan para bangsawan seperti penjaga dan para pembantu umum untuk merawat bangunan tersebut jika suatu saat akan mereka gunakan ketika mengunjungi Ibukota untuk pertemuan semacam ini.
"Kau akan menghadiri Akademi mulai dua minggu lagi jadi manfaatkan waktumu dan atur semua negosiasi yang sudah kau buat dengan Jenderal Azazel serta dengan bangsawan Sitri dan Lucifuge," ucap Marrine yang direspon oleh Villar dengan senyuman.
"Seperti yang diharapkan dari keluarga Duke Kreische ... bahkan aku belum sempat memerintahkan bawahanku untuk memberikan kabar kepadamu, sepupuku …," ucap Villar terkesan.
Sejujurnya disana bukan hanya Villar, bahkan Naruto yang jarang menunjukkan ekspresinya bisa dibuat seterkejut itu di dalam hati setelah pengakuan Villar. Bahkan pangeran Michael tidak bisa sepenuhnya mengetahui isi negosiasi antara dirinya dengan Grayfia dan Serafall. Hal itu sungguh aneh bahkan jika mereka berada di pihaknya.
'Ternyata memang masih terlalu dini bagiku untuk berpikir bisa berhadapan dengan bangsawan diatas Earl dalam satu tahun ke depan, aku yakin pasti akan membutuhkan waktu lebih lama. Dan aku membutuhkan lebih banyak orang berbakat serta pasukan yang kuat,' batin Naruto sekali lagi menyadari kekurangannya.
"Ngomong-ngomong, Theo-dono juga sangat ingin bertemu denganmu secara pribadi … yah kurasa dia tertarik denganmu juga," ucap Alexis kepada Naruto.
"Atau mungkin dia hanya ingin melihat wajah pemuda yang sudah memecahkan rekornya sebelumnya sebagai bangsawan baru termuda yang muncul karena prestasi individu nya," jawab Villar bercanda.
"A-Ahahaha …," Alexis hanya tertawa pahit mendengarnya meski dia tahu itu hanya sebuah bercandaan.
Marrine hanya menggelengkan kepalanya tanda bahwa dirinya pasrah dengan sikap sembrono dari sepupunya saat mereka dalam pertemuan yang tidak formal seperti ini.
"Jika dibandingkan dengan Theo Cornaro-sama yang meraih posisinya sebagai bangsawan dengan menjadi seorang pahlawan [Sistina] setelah menumbangkan kekejaman Viscount Rossini, saya bukanlah apa-apa,"
"Hmm … tidak kurasa sedikit berbeda, Theo-dono memiliki nilainya sebagai pahlawan dan pemimpin yang berkarisma yang mampu memimpin pasukannya di medan perang ditemani dengan penyihirnya sekaligus istrinya Siluca, penyihir jenius dan ahli strateginya. Itu adalah satu paket yang bisa kau hitung bahkan sepanjang sejarah benua, tidak banyak yang memiliki nilai sebanyak itu dengan potensi di level yang tinggi. Namun dirimu …" ucap Villar terputus.
Alexis dan Marrine hanya memperhatikan dengan tenang.
"Yang pertama dari segi kekuatan secara individu saja kau sudah bisa dibandingkan dengan para 6 Komandan Batalion Utama dan mungkin di level atas seperti Falbium, Dulio atau Roygun. Kau cerdas, selalu memiliki strategi yang matang. Yang kedua, nilai jualmu melalui inovasi dan ide yang kau tawarkan kepada Kerajaan bahkan nilainya melebihi alasan pertama. Kami belum tau semua ide yang ada di kepalamu tapi melihat negosiasi mu dan ide yang kau berikan kepada Jenderal Azazel, keluarga Sitri dan Lucifuge saja, aku tidak heran kau bisa mengguncang berbagai sektor industri di benua dan mengancam keseimbangan perdagangan antar negara …," kata Villar menjelaskan.
Disini sekali lagi Naruto diingatkan bahwa segala ide dan inovasi yang dia ciptakan, produk-produk yang nantinya diprediksi akan laku keras, bisa saja menimbulkan pertikaian dengan negara lain. Apalagi jika produknya diperdagangkan dengan cara yang buruk. Seperti menaikkan nilai ekspor besar-besaran ke negara lain dari produk yang ia perdagangkan melalui Sitri dan Lucifuge. Pada akhirnya jika satu perusahaan terus memonopoli inovasi dan idenya, hal tersebut tidak akan berakhir ke arah yang baik.
"… Dan mungkin alasan ketiga, itu karena Yang Mulia sudah tertarik padamu bahkan sampai memikirkan untuk mengundangmu secara pribadi. Hal itu akan membuat para bangsawan mengawasi semua pergerakan yang kau buat di masa depan,"
"Hmm? Bukankah Yang Mulia hanya basa-basi saja saat mengatakan akan mengajakku untuk mengobrol sambil minum teh suatu hari?" tanya Naruto.
"Sayangnya, Yang Mulia tidak pernah mengatakan itu sebelumnya kepada orang lain yang tidak membuatnya tertarik atau dia sukai. Hanya beberapa bangsawan besar saja yang sejujurnya pernah secara pribadi diundang oleh Yang Mulia hanya untuk mengobrol santai seperti keempat Duke, para pahlawan seperti Theo-dono …," ucap Villar panjang lebar.
"Tentu saja dirimu juga kan, sepupuku?" tanya Marrine.
"Itu hanya kesempatan yang langka, lagipula kalian berdua juga ada disana waktu itu … jadi kurasa bukan pertemuan pribadi," jawab Villar.
Sejujurnya dia tidak berpikir bahwa dirinya menginginkan perhatian dari Raja, karena itu artinya Raja hanya akan semakin memperhatikan gerak-geriknya walaupun sebenarnya juga mustahil untuk lepas dari itu karena bagaimana pun dia menyadari nilainya sendiri.
"Sejauh ini hanya hal itu yang kami tahu darimu,"
Pembicaraan mereka berakhir setelah mereka bertukar kata lagi membahas beberapa hal yang harus disiapkan oleh Naruto sebelum dia memasuki Akademi, karena mulai besok Villar dan bawahannya, Alexis dan Marrine akan meninggalkan Ibukota untuk kembali ke wilayah mereka masing-masing. Naruto akan tinggal di Ibukota seperti murid-murid Akademi lainnya. Kebanyakan murid dari Akademi tinggal di dalam asrama Akademi akan tetapi untuk beberapa pengecualian, mereka diperbolehkan tinggal di mansion atau rumahyang dimiliki keluarga mereka di Ibukota.
.
.
.
.
.
22 November X615, Kalender Kerajaan Lamia
Tempat berpindah ke ruang tamu tempat Naruto sedang membaca buku di dalam mansion yang diberikan Vasco Strada kepadanya.
"Sudah dua hari sejak Villar-sama meninggalkan Ibukota …, apakah Anda sudah siap menghadiri Akademi, Toruna-sama?"
Tanya Rossweisse yang baru saja keluar dari kamarnya setelah memanjakan dirinya dengan berendam.
"Tidak ada masalah, para pelayan yang ditinggalkan Villar-sama sudah menyiapkan semuanya dengan baik. Sejujurnya aku sedikit tertarik dengan Akademi di Kerajaan Lamia, seberapa tinggi standar untuk orang seusia ku,"
"Sou ne … sebelumnya Toruna-sama selalu berpetualang sendirian, tentu saja Anda tidak mengetahui hal tersebut,"
"Biar kuberitahu saja, Toruna-sama … kau itu benar benar tidak normal untuk orang seumuranmu!" ucap Haruhiko dengan wajah protes sambil menunjuk Naruto.
Haruhiko langsung mendapat pukulan dari Rossweisse karena dianggap tidak menghormati Naruto dengan tingkah lakunya yang tidak sopan.
"Hmmm … apakah aku bisa beradaptasi dengan baik disana?" gumam Naruto pelan.
Ya sebelumnya dia memang tidak memiliki teman yang seumuran dengannya sejak kecil karena selalu dikurung di dalam rumah. Alasannya jelas karena tidak ada satu pun di keluarganya mungkin kecuali pamannya Euclid, yang menginginkan keberadaannya di ketahui dunia. Tak lama kemudian sesosok bayangan muncul di benaknya, dia adalah bayangan dari anak perempuan yang usianya lebih tua darinya.
'Mai-neesan … dia pasti juga menghadiri Akademi,' kata Naruto dalam hati sambil melihat pemandangan langit di luar jendela.
"Oh iya, Toruna-sama … produk shampo dan Ether Lamp (lampu dari Ether Stone) dalam jumlah besaryang diberikan kepada bangsawan Lucifuge dan Sitri nampaknya sudah sampai kemarin dan mereka menerimanya dengan baik. Mereka berkata bahwa besok mereka akan memasarkannya di perusahaan dagang mereka,"
"Yah, untuk shampo kurasa mereka akan mengetahui bahan-bahan dan cara pembuatannya dengan cepat jadi kurasa aku bisa tenang karena mereka akan membentuk tim produksi sendiri, tetapi hak cipta nya masih menjadi milikku, sedangkan untuk Ether Lamp, tidak mungkin mereka bisa mengetahuinya karena mereka membutuhkan pemahaman tentang [Ether Configuration System] dan [Grigori] pun masih meneliti konsep dan gambaran yang kuberikan. Jadi untuk ke depannya kurasa dana kita akan aman,"
"Seperti yang diharapkan dari Toruna-sama … mereka juga sudah menyamarkan nama identitas pencipta penemuan itu menjadi 'Haruto' sesuai dengan permintaan Toruna-sama,"
"Bagus …"
"Lalu bagaimana dengan syarat ketiga Toruna-sama? Apakah Anda sudah memikirkannya?"
Pertanyaan Rossweisse mengingatkannya bahwa dia masih memiliki satu kuasa untuk membatasi pergerakan ibunya. Syarat yang belum dia ajukan kepada mereka.
"Adakah kemungkinan mereka akan membatalkan kesepakatan jika mereka tahu syarat ketiga setelah memperdagangkan produknya? Dan bukankah mereka terlalu gegabah untuk memperdagangkan produk tersebut meski belum mengetahui syarat ketiga?"
"Kurasa mereka tidak akan berani untuk itu walaupun aku yakin jika kesepakatan itu batal, mereka masih bisa menjual shampo dengan menyamarkannya menjadi produk yang berbeda. Aku sudah punya rencana jika itu terjadi, tapi meski begitu … aku yakin mereka tidak akan berani selama syarat yang kuberikan masih masuk akal. Aku sudah mengangkat kedudukan mereka saat ini …, namun setelah ini aku berniat untuk sedikit membatasi pergerakan faksi pangeran pertama …, memang terdengar kontradiktif, karena aku sudah mengangkat pandangan masyarakat terhadap mereka, tapi demi tujuanku yang lain …, aku harus membuat pertukaran,"
Rossweisse dan Haruhiko mendengarnya dengan ekspresi terkejut. Tuan nya sudah memikirkannya sejauh itu dan bahkan sesuatu yang mereka kira sebuah pencapaian besar dengan mendistribusikan produk ke perusahaan dagang gabungan dari Lucifuge dan Sitri saja, hanya dianggapnya sebagai langkah awal.
"Pada akhirnya aku berniat untuk mencapai posisi yang bisa melihat mereka di bawah,"
.
.
.
.
.
23 November X615, Kalender Kerajaan Lamia
Hari pertama produk perusahaan Sitri – Lucifuge di perdagangkan. Tidak mudah karena semua butuh proses tapi karena koneksi kedua keluarga bangsawan tersebut dan keahlian Grayfia serta bawahan-bawahannya yang berkompeten, dua hari sebelum memperdagangkan produk atau tepat satu hari setelah pengangkatan Toruna menjadi bangsawan, mereka sudah melakukan pemberitahuan besar-besaran bahwa pada tanggal 23 November X615, keluarga Sitri dan Lucifuge sudah membuka perusahaan dagang dengan berbagai produk umum yang sudah ada di pasar dan dua produk utama baru yang akan menjadi kesan pertama mereka.
Dengan segala pertimbangan dan perintah Grayfia, mereka membuka perdagangan di dua wilayah yaitu [Trisia] milik keluarga Sitri dan [Lucifas] milik keluarga Lucifuge. Suasana hari pertama nampak tak begitu ramai pengunjung yang ingin membeli Ether Lamp, karena orang-orang masih lebih sering menggunakan sarana obor atau lampu api.
Sedangkan untuk shampo, Grayfia belum memasarkannya dan berniat menunggu hingga diadakannya pesta teh dengan para wanita bangsawan di rumahnya.
23 November X615, Kalender Kerajaan Lamia
Perusahaan yang ada di wilayah [Lucifas]
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, produk yang disebut dengan Ether Lamp ini benar benar sebuah inovasi baru yang akan memberikan penerangan di malam hari, benda ini mampu menggantikan peran api di malam hari dan bisa menghasilkan cahaya lebih terang tergantung dari varian Ether Lamp yang kita pilih. Benar-benar kemajuan yang menakjubkan dari perusahaan dagang milik Lucifuge-sama,
Salah seorang pembeli yang pada hari sebelumnya memutuskan untuk membeli Ether Lamp karena rasa penasarannya, akhirnya puas dengan produk tersebut. Dia segera memberitahunya ke seluruh warga kota bahwa Ether Lamp ini adalah sebuah inovasi baru yang akan memberikan penerangan pada malam hari tanpa adanya risiko seperti kebakaran dan sebagainya.
"Hei, ayo kita coba membeli itu, sayang. Aku dengar kebakaran karena api yang disebabkan oleh lampu api atau obor di malam hari sering terjadi belakangan ini,"
"Hmm, baiklah kurasa kita coba saja ikuti saran pria itu …"
Orang-orang segera berbondong-bondong untuk membeli produk tersebut setelah mendengarkan satu ulasan memuaskan dari pembeli tersebut.
"Apa kalian yakin orang itu tidak membesar-besarkan?"
"Entahlah, aku juga tidak yakin …"
Dan kemudian setelah orang yang membeli Ether Lamp bertambah, hasilnya semakin muncul pada hari berikutnya.
25-27 November X615
Hasilnya benar-benar memuaskan tak hanya di wilayah [Lucifas] saja, akan tetapi juga di [Trisia] bahkan beberapa orang besar sudah mendatangi Serafall dan Grayfia yang memiliki hak untuk memperdagangkan barang tersebut dan memberikan tawaran negosiasi untuk menjualnya di wilayah lain juga.
"Ether Lamp benar-benar memuaskan, barang itu menutupi segala ketakutan ku dari kebakaran di malam hari yang sering terjadi di dekat tempatku tinggal …"
"Sungguh orang macam apa yang menemukan ide sehebat itu, apakah Lucifuge-sama yang membuatnya?"
"Kudengar yang membuatnya dan menemukannya adalah pria bernama 'Haruto' yang tidak diketahui identitasnya karena sengaja disembunyikan oleh Lucifuge-sama …"
"Apakah itu artinya Lucifuge-sama mengetahui keluhan dan ketakutan kita belakangan ini perihal kebakaran di malam hari dan memberikan Ether Lamp sebagai solusinya? Lalu kenapa Lucifuge-sama tidak membagikannya secara gratis?"
"Entahlah, tapi sejujurnya bahkan untuk 6 perak, menurutku barang itu bernilai sewajarnya dengan manfaatnya …"
"Benar kita harus mengerti bahwa produksinya saja mungkin membutuhkan biaya yang banyak. Lagipula apakah kalian sudah mendengar bahwa Ether Lamp itu terbuat dari [Ether Stone]? Pasti mereka menggunakan banyak dana pribadi keluarga untuk memberikan solusi kepada kita dan menjualnya hanya dengan 6 perak,"
Kenyataan nya tidak seperti yang dibicarakan masyarakat. Pembicaraan itu seringkali terjadi selama beberapa hari setelah mereka mendapatkan manfaat dari membeli Ether Lamp. Hal ini tidak hanya menguntungkan Lucifuge dan Sitri secara keuangan tapi juga meningkatkan reputasi mereka karena menjawab keluhan masyarakat selama ini.
"Ngomong-ngomong apa kalian tahu kalimat yang ada di depan bangunan perusahaan milik Sitri-sama dan Lucifuge-sama …?"
"Entahlah, kemampuan membaca ku kurang baik,"
"Seorang pelayan dari perusahaan memberitahuku bahwa artinya adalah 'Demi kehidupan masyarakat Kerajaan yang lebih baik'. Mereka bilang itu adalah moto dari perusahaan,"
"Benarkah?"
Tentu saja, semuanya adalah ide dari Naruto juga. Sesuai dengan kesepakatannya, dia akan membantu faksi pangeran pertama untuk semakin memperbesar kedudukan baik di pandangan masyarakat ataupun posisi politik mereka dalam Kerajaan.
28 November X615
Grayfia mengadakan pesta minum teh dengan beberapa bangsawan wanita yang menguasai beberapa wilayah di lingkup wilayah milik [Lucifas], tak hanya itu dia bahkan mengundang beberapa bangsawan lain yang berada di dalam faksi yang sama dengannya meski wilayah mereka cukup jauh.
Dia tampil memukau dengan rambut indah berkilauan dan harum yang membuat wanita bangsawan lain penasaran.
"Grayfia-sama, jika saya boleh tahu … apa yang Anda pakai hingga bisa membuat rambut Anda indah berkilauan seperti itu bahkan menghasilkan bau harum?"
"Iya benar, saya juga ingin mengetahuinya …"
"Hmm … seperti yang kalian tahu bahwa saat ini perusahaanku dan keluarga Sitri mulai merilis barang baru untuk dijual,"
"Ah kami sudah mendengarnya. Saya dan suami saya juga sudah membeli Ether Lamp untuk dipasang di beberapa tempat di rumah dan hasilnya sangat memuaskan,"
Beberapa pelayan Grayfia muncul untuk memberikan shampo untuk dibagikan kepada setiap wanita bangsawan yang hadir di pesta minum teh nya.
"Ya bisa dikatakan ini adalah produk lain yang ingin kami jual di perusahaan kami untuk bagian kosmetik dan kecantikan," jawab Grayfia sembari membagikan beberapa produk sampel kepada wanita bangsawan.
Harus diakui bahwa Grayfia memang benar-benar ahli dalam pemasaran dengan memanfaatkan koneksi nya ke berbagai bangsawan.
"Uwaahh,"
Salah satu bangsawan keluar dari kamar mandi setelah dibantu oleh pelayan Grayfia untuk menggunakan shampo. Bangsawan lain terpukau begitu melihatnya.
"Ini hanya permulaan, kami berniat memproduksi beberapa produk yang dibuat oleh rekan bisnis kami, Haruto-dono …"
Grayfia menyebutkan nama itu untuk mengungkapkan bahwa mereka memiliki orang dibalik semua produk itu sesuai keinginan Naruto dengan menyamarkan namanya.
"Jika saya boleh tahu, siapa Haruto-dono ini, Grayfia-sama?"
"Maaf, tapi itu sebuah rahasia," jawab Grayfia dengan senyuman.
30 November X615
Berita tentang produk Ether Lamp itu sudah menyebar sejak kemarin namun baru hari ini sampai ke telinga dari pemimpin [Grigori] setelah salah satu anak buahnya melapor kepada Azazel mengenai barang tersebut, manfaat serta cara kerjanya. Azazel mengerutkan keningnya saat mendengar berita tersebut …, sebuah seringaian muncul di wajahnya. Dia sepertinya memahami maksud Naruto. Naruto bilang akan membantunya sedikit lagi, tapi dia tidak mengatakan seperti apa bantuan tersebut.
"Bocah sialan itu … Hahahaha … sungguh menarik, tampaknya bantuan yang diberikan oleh bocah itu telah sampai dengan cara yang tidak kita duga,"
"Eh? Maksud Anda barang ini …?" tanya Raynare,
"Tentu saja, bahkan jika dia menyamarkan namanya menjadi Haruto atau apalah itu. Di Kerajaan ini hanya dia satu-satunya yang tahu cara kerja dari barang ini. Sejak awal dia belum ingin memperbesar namanya di masyarakat tapi dia tidak berniat menyembunyikannya dari para bangsawan cerdas yang mengamati dirinya. Justru dengan ini, dia mempertegas nilainya sebagai individu kepada beberapa bangsawan yang mengetahui identitas Haruto ini, seolah-olah dia sedang mempromosikan dirinya kepada ketiga faksi meski dia saat ini berada dalam naungan faksi netral. Nampaknya surga menyayangi bocah ini …"
Azazel pergi meninggalkan Raynare sambil membawa Ether Lamp. Senyumannya tidak pernah lepas dari wajahnya, seolah dia mendapatkan hiburan yang semakin lama semakin menarik.
'Aku tidak sabar dengan hal-hal lain yang akan kau lakukan di masa depan … meski sejujurnya aku sudah cukup terhibur melihat dirimu menjalankan bangsawan sekelas Sitri dan Lucifuge sebagai bidakmu. Apa yang kau incar?' batin Azazel dengan senyuman yang belum hilang.
.
.
.
.
.
Di tempat lain, pada hari yang sama. Berita tersebut sudah mencapai telinga dari anggota Kerajaan.
"Shion-sama, apakah Anda sudah tahu mengenai Ether Lamp?" tanya Roygun saat sedang duduk di tempat istirahat yang ada di samping arena di aula pelatihan Istana.
"Tentu saja, aku sudah mendengarnya kemarin … bahkan ayah sudah meminta kepada keluarga Sitri dan Lucifuge untuk mengirimkan banyak sekali Ether Lamp ke Istana untuk dipasangkan di berbagai sudut Istana. Ibuku bahkan sudah menanyakan soal shampo yang dua hari lalu muncul di pesta teh yang diadakan keluarga Lucifuge. Dia menyesal tidak bisa datang," jawab Shion.
"Dari informasi yang saya dapatkan … keluarga Lucifuge dan Sitri bekerja sama dengan seseorang bernama Haruto untuk membuat dua produk itu," ujar Lassic David saat mendengarkan pembicaraan yang dibuka oleh Roygun.
Shion tiba-tiba teringat seseorang saat itu. Entah kenapa ketika mendengar tentang kedua barang yang mengguncang dunia sihir dan kosmetik ini, dia hanya bisa terpikirkan dengan orang itu. Baru-baru ini juga dia sudah menerima laporan bahwa sebelumnya orang itu juga sempat singgah di [Trisia] dan bertemu dengan Serafall. Semua ini dia dapatkan dari mata-mata nya.
Ada perasaan tidak menyenangkan dalam hatinya entah kenapa. Seolah semua kejadian ini sudah diatur dan berjalan sesuai keinginan seseorang.
Orang itu muncul dan mengejutkan Kerajaan dengan aksinya. Otomatis setelah berita itu tersebar dari mulut satu orang ke orang lain, orang-orang besar akan menaruh perhatian kepadanya apalagi jika orang tersebut ditemani oleh salah satu bangsawan terkenal sekelas Earl, bahkan dilirik oleh [Grigori]. Dia diminta untuk hadir ke Ibukota untuk diangkat sebagai ksatria hanya dengan satu prestasi.
Jelas saja para bangsawan besar yang cerdas akan menaruh mata-matanya untuk memantau rute yang dilalui oleh rombongan pria yang ditemani oleh Earl tersebut. Dan hal itulah yang diinginkan oleh pria itu. Pemberhentiannya di [Trisia] mempertegas hal tersebut.
'Jadi sejak awal dia memang memanfaatkan keadaan itu ketika para bangsawan besar mengirim mata-mata untuk mengawasi perjalanannya … sehingga mereka akan memperhatikan siapa identitas Haruto pada waktunya. Jika saja aku tidak tertarik dengan orang yang menjadi pahlawan [Mandra] dan tidak mengirimkan mata-mata tersebut, aku pasti tidak akan tahu identitas Haruto,' kata Shion di dalam hati.
Nama Toruna terbayang di benak Shion. Dia sekarang menyadari bahwa orang ini jauh lebih hebat dari yang dia pikirkan. Semua perhatian yang diarahkan kepadanya hingga mata-mata dikirim untuk mengawasinya, lalu dirinya terlibat dengan Sitri dan Lucifuge dalam kondisi yang sedang dipantau meski para bangsawan luar tidak tahu spesifiknya, hingga akhirnya Sitri dan Lucifuge mengeluarkan sebuah penemuan baru dengan mengatas nama kan Haruto sebagai pembuatnya.
Secara tidak langsung dia melakukan banyak hal, jika sebelumnya dia melambungkan nama dan nilainya ke seluruh Kerajaan. Kali ini dia hanya mempertegasnya kepada bangsawan-bangsawan tertentu, tanpa diketahui masyarakat atau bangsawan-bangsawan bodoh yang kurang kompeten.
Sedangkan itu di sebuah ruangan di dalam Istana
"Hmm … hahaha … bocah itu lagi-lagi mengejutkanku …" ucap Vasco Strada yang tengah duduk membaca laporan yang diberikan pegawai Istana.
Dia tidak sendiri disana, karena Michael sedang minum teh di depannya. Dia tampak santai duduk disana meski sedang berhadapan dengan Raja, tentu saja karena Raja adalah ayahnya.
"Aku juga dibuat terkejut dengannya … dia seolah memberikan pesan juga kepada Ayah, kan?"
"Ya, bocah itu … dasar bocah yang kurang ajar. Dengan menyamarkan namanya sebagai Haruto, dia seolah mengatakan bahwa dirinya belum ingin menaikkan gelar bangsawannya, nampaknya dia juga menyadari bahwa beberapa faksi akan mempertanyakan bila orang yang baru diangkat menjadi Knight minggu lalu, tiba-tiba mendapat promosi kenaikkan gelar lagi. Hal tersebut pasti akan meramaikan Istana." ucap Vasco Strada menjawab Michael.
"Jika posisinya naik lebih tinggi menjadi Baron atau bahkan Viscount, dia harus lepas dari keluarga Constance dan [Artuk] …" tambah Michael.
"Itu artinya dia menginginkan bimbingan Villar lebih lama lagi ya? Anak yang cerdas, dengan ini bila dia melakukan kesalahan pun … sebagian tanggung jawab akan jatuh ke tangan Villar sebagai penanggung jawabnya dan pembimbingnya. Yah kurasa Villar pasti juga mendapatkan beberapa keuntungan dari kesepakatan bocah itu dengan Sitri dan Lucifuge," ucap Vasco Strada dengan senyuman terhibur.
"Maaf, Ayah … tapi aku akan berusaha menarik dia ke pihakku," kata Michael menyatakan niatnya.
"Tidak masalah … aku hanya akan memilih satu yang terbaik di antara kalian, hanya saja kuharap kalian tidak melakukan pertumpahan darah untuk itu," balas Vasco Strada.
"Mana mungkin, aku sangat menyayangi adik-adikku … maka dari itu aku berharap semua hal mengenai perebutan takhta ini akan segera berakhir,"
.
.
.
.
.
Sementara itu, di suatu tempat dalam kegelapan yang dipenuhi dengan energi sihir di sekitarnya serta tertutupi dengan tebing buatan sebagai kamuflase, seseorang duduk di singgasana sambil memperhatikan sebuah barang.
"Hmm … menakjubkan, tak kusangka ada yang bisa menyempurnakan cara kerja dari Magical Item. Aku bahkan tidak bisa membuat yang sesempurna ini. Kukira hanya God of Blacksmith yang bisa membuat Magical Item sesempurna ini, tapi setelah ku analisa benda ini … aku langsung mengetahui dimana kesalahanku. Ini rumit dan aku pasti akan butuh waktu,"
Ucap orang tersebut sambil melihat Ether Lamp yang melayang di atas tangannya.
"Siapa orang yang membuat ini? Aku tidak berharap ini berasal dari Indra atau wanita Otsutsuki itu,"
"Bukan,"
"Hmm!? Lalu apakah Rimuru atau bawahannya?"
"Sayang sekali juga bukan … kami mendapatkannya dari dataran Kerajaan Lamia," ucap pria itu dengan pakaian formal berwarna merah.
Orang itu mengerutkan keningnya ketika bawahannya menyebutkan Kerajaan Lamia. Sudah lama dia tidak mendengar nama Kerajaan itu meskipun Kerajaan itu adalah salah satu Kerajaan terkuat di dunia yang bahkan dia dengan seluruh pasukannya tidak akan menang jika harus menghadapi kekuatan penuh Kerajaan Lamia.
"Salah satu dari para jenderal? Azazel? Ajuka? Atau pak tua Uchiha? Seingatku mereka yang terobsesi dengan penelitian mengenai sihir,"
"Sayangnya bukan, benda ini tidak dibuat oleh para Jenderal atau bahkan Uchiha Madara, Patron God of Uchiha … yang membuat ini adalah seseorang bernama Haruto yang berafiliasi dengan keluarga Lucifuge dan Sitri," jawab salah seorang wanita vampire.
"Hmmm … Lucifuge dan Sitri, ya … kalau begitu, kita tidak akan bisa berbuat lebih jauh. Aku juga belum membangunkan kekuatan Undead Monarch yang diberikan oleh Supreme God. Untuk sekarang kita akan menaruh sebagian fokus kepada Lamia,"
Kemudian wanita cantik berpakaian putih menjawab, "Sesuai dengan keinginan Anda, Ainz-sama …"
TBC
.
.
.
Author Note :
Hai, Shiba desu … ya … hmm, seperti yang kalian tahu bahwa akhirnya aku update lagi setelah hampir setahun tidak update fic ini. Aku tidak yakin masih ada yang membaca fic ini apalagi jika melihat terakhir kali aku update itu sudah hampir setahun. Disini aku memutuskan untuk belum masuk ke Akademi dan memulainya chapter depan, sebagai gantinya. Ya seperti yang bisa kalian baca. Sejujurnya aku tidak sempat mengedit atau mengecek karena aku terlalu malas. Jadi maaf kalau ada typo. Oh ya ngomong-ngomong di chapter sebelumnya sempat ada typo soal gelar bangsawan Gremory seharusnya Marquess lalu soal urutan anak Raja juga ya intinya. Aku akan mengganti chap 12 juga..
Pangeran Pertama Michael
Putri Pertama Shion
Putri Kedua Gabriel
Pangeran Kedua Leonardo
Putri Ketiga Kunou
Itu saja lalu akhirnya aku menampilkan sedikit sorotan untuk karakter-karakter Overlord walau mereka tidak akan muncul lagi hingga hmmm aku tidak yakin kapan, tapi cukup jauh.
Dan ya dia yang ditakdirkan buat jadi salah satu Monarch, untuk sekarang ya Nazarick jelas belum kubuat sebanding dengan Kerajaan Lamia, menurutku wajar karena Lamia punya banyak orang sekelas Ainz? Hmm… menurutku? Ya gimana ya bapak Madara menurutku OP nya juga kaga ngotak. Para penjaga lantai Nazarick disini mungkin levelnya di level atas dari 6 Komandan Batalion. Tentunya Gazeff ama Lassic ga sebanding karena mereka dua terbawah.
Yang artinya Falbium, Dulio, Theo dan Roygun ada di levelnya para penjaga Nazarick. Untuk para Jenderal ada di levelnya Ainz (tentu saja disini kekuatan Ainz tanpa kekuatan Monarch yang dibangkitkan oleh Supreme God) dan diluar para Jenderal itu, kurasa Sirzech, Euclid ama Minato yang kubuat di level itu untuk karakter yang pernah disebut. Ya walaupun antara Ainz dan para penjaga lantai, entah kenapa menurutku perbedaan mereka tidak jauh. Atau hanya perasaanku saja? Ya, entahlah… aku tak begitu peduli, ini fic yang kuatur sendiri.
Oh ya ngomong-ngomong disini Madara masih hidup hanya saja umurnya sudah sangat tua bahkan lebih dari Vasco Strada. Katakan lah disini dia sudah menjadi legenda hidup Lamia. Hanya saja aku berniat membuat penampilannya tidak setua seperti ketika bertemu dengan Obito pertama kali dengan alasan ya… vitalitas tubuh yang berkaitan dengan sihir atau semacamnya.
Untuk Hashirama aku belum tentukan, kemungkinan besar akan kubuat sudah mati saja. Yah aku tidak begitu peduli karena awalnya ku tak berniat menyajikan kehadiran keduanya tapi setelah kupikir, kalo ada Madara mungkin akan seru.
Semoga fic ini tidak membosankan karena ya sampai sekarang action nya masih belum banyak terlihat meski nanti pun aku tetap akan menyajikan action dan fight scene besar besaran disamping urusan berkaitan dengan politik Kerajaan. Itu saja dariku.
Untuk yang bertanya tentang fic ku Fate of My Adolescence… hmm… sedang kuusahakan…
See u in next chap
