Note: Karagin Tsunehiko, Karagin Yusho itu milik gw dan Gakuen Basara milik Capcom. Fanfic ini berisi gaje (?) dan clichè Jepang.
Di malam hari, Raja Naga mengasih tahu kepada anak-anaknya, Tsunehiko dan Yusho bahwa dia ingin mereka pindah ke sekolah lain. "Tsunehiko, Yusho, kalian akan pindah ke sekolah baru."
"Pindah ke sekolah mana, Ayah?" tanya Tsunehiko.
"Akademi Basara. Aku sudah bilang ke Kepala Sekolah untuk mendaftar kalian menjadi murid di sekolah itu. Tetapi dia sudah terima penawaranku Yusho, semoga kau akan aman di Akademi Basara, tidak seperti sekolah lamamu. Kau tidak akan tersakiti dari penganiayaan. Mengerti?" Yusho menggangguk pertanyaannya Raja Naga. "Hai, Ayah. Saya akan berusaha di Akademi Basara." Dan dia langsung pergi ke kamarnya, Tsuchiyo tiba-tiba mengikutinya.
"Bagaimana dengan diskusinya ayahmu, Yusho-sama?"
"Iya, itu sudah diputuskan oleh dia. Dia ingin Kakakku dan aku pindah ke Akademi Basara."
Matanya Tsuchiyo melebar. "Pindah ke Akademi Basara? Syukurlah, kamu akan aman di sekolah sana!"
"Ya. Semoga aku bisa berusaha untuk tenang." Yusho melihat jendela lalu memikirkan di dalam hati. (Semoga aku nggak akan menjadi korban bully...) Yusho mengingatkan sebuah kilas di masa SDnya, dia pernah dibully sesama anak-anak sekelas.
"Anak lobak!"
"Pergi pulang ke sawah!"
Mereka asyik-asyikan mengejek dia karena Yusho mempunyai rambut yang berwarna putih, mereka menarik rambutnya Yusho sampai dia menampar mereka 5x lipat.
"Jangan memanggilku 'lobak', dasar anak-anak tidak mengerti keperimanusiaan! Orang tua kalian akan tidak puji kepada kalian!"
"Berisik kau, lobak! Lebih kau mati!"
Tukang bully memegang sebuah petungan kayu untuk memukul Yusho. Tetapi untungnya ada seorang anak laki-laki yang bermata satu berteriak untuk berhenti. "Oi! Kalian!" Mereka menoleh kepadanya. "Membully seorang gadis itu tidak bagus!"
"Apaan sih, Naga Mata Satu? Kita cuma main-main."
"Itu bukan main-main. Kalian mencoba membunuh gadis berambut putih. Aku tak akan membiarkan kau!"
"Cih, jangan menghalangi kita!"
"Sini, lawan aku!"
Anak bermata satu sedang berkelahi 3 tukang bully demi melindungi Yusho lalu sampai dia terluka karena tinjuan mereka. Tapi dia sudah menang. Para tukang bully itu sudah kalah karena anak bermata satu itu kuat. "Kawan! Ayo kita kabur!"
"Iya bos!" Mereka keburu lari seperti orang gila.
Yusho menghela nafas. Dia khawatir sama anak bermata satu itu terluka. Anak bermata satu langsung menoleh dan memikirkan di dalam hati. Wajahnya malah menjadi memerah. (I-imut banget! Aku nggak sangka kalau dia benar-benar cantik!)
"Kau tidak apa-apa?" jawab anak bermata satu itu.
"Un, saya tidak apa-apa kok. Maafkan aku jika kamu terluka karena aku."
"Gak papa kok, itu cuma luka kecil. Ngomong-ngomong, namamu siapa?"
"Karagin Yusho..."
"Karagin Yusho? Namamu elegan sekali. Aku Date Masamune, aku terjuluki Naga Mata Satu. Salam kenal, White Girl!"
"S-salam kenal juga..."
Mereka bersalaman tangan. Naga biru dan naga putih saling kenalan. Beberapa tahun kemudian, Yusho sudah pindah ke sekolah lain karena dia tidak sanggup oleh tukang bully yang mengejek dia. Masamune sudah murka bahwa mereka masih mengejek Yusho terus-terusan. Tapi sekarang, Masamune masih memikirkan Yusho di masa remaja. (Semoga White Girl bakalan jadi siswi sekelas aku. Kutungguin saja.) Dia menyeringai, Masamune menjadi pemimpin klub bisbol di Akademi Basara.
Maaf ya kalo gw tulis ubah prolognya krn jelek wkwk
